Anda di halaman 1dari 25

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Penelitian Terdahulu
Penelitian yang dilakukan oleh Yohana Erika Pratama (2007), mengemukakan
tentang sistem informasi reservasi kamar Hotel berbasis web menggunakan Java
Server Page (JSP) untuk Hotel Asia Solo. Dengan permasalahan reservasi yang
dilakukan masih via telepon, fax dan konsumen mendatangi langsung ke hotel,
sehingga konsumen tidak dapat secara langsung melihat kondisi hotel. Solusinya
yaitu membuat sistem informasi reservasi hotel dengan menggunakan Java Server
Page (JSP). Maka dari itu penelitian ini dapat disimpulkan yaitu:
1. Sistem dapat memberikan informasi tentang Hotel Asia Solo sehingga
dapat dikenal oleh masyarakat luas.
2. Sistem dapat memudahkan admin dalam mengupdate data.
3. Sistem dibangun dengan berbasis Graphical User Interface (GUI),
sehingga meminimalkan kesalahan-kesalahan dalam hal penginputan data.
4. Sistem dapat memberikan laporan-laporan yang berkaitan dengan
reservasi.
Beni Wibowo (2014), mengemukakan tentang rancang bangun sistem
informasi reservasi sewa kamar hotel berbasis web pada hotel Gren Mandarin
Pekalongan karena sistem sewa kamar yang ada di hotel Gren Mandarin masih
dilakukan dengan cara melakukan pencatatan pada buku reservasi, sistem checkin, check-out, maka dari itu bagaimana mengembangkan sistem informasi
reservasi online yang mudah untuk digunakan (user friendly) dalam mengelola
data-data pemesanan yang ada. Sistem ini dibuat menggunakan bahasa
pemograman PHP dan database MySQL. Proses pembayaran reservasi tidak
langsung dilakukan melalui transfer bank, tetapi dengan ketentuan minimal uang
muka 30% dan akan hangus jika pelanggan tidak membayar dua hari setelah
melakukan input data reservasi. Dapat diambil kesimpulan, dalam perancangan
sistem baru menghasilkan halaman web yang terdiri dari halaman utama user
umum, halaman reservasi kamar, halaman informasi kamar, halaman konfirmasi

pembayaran, halaman feedback, halaman about us, halaman contact us dan


halaman administrator yang terdiri dari halaman laporan data reservasi, halaman
laporan data pembayaran dan halaman laporan feedback.
Penelitian yang dilakukan Lia dan Indah Wardati (2014) yang berjudul
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Hotel Graha Prima Pacitan
menyatakan bahwa Hotel Graha Prima Pacitan masih menggunakan metode
kovensional dalam melaksanakan kegiatan bisnisnya, hal tersebut masih dirasa
kurang efektif dan efisien karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk
menyajikan informasi. Masalah lain yang terdapat dalam Sistem Informasi Hotel
Graha Prima Pacitan adalah pencatatan data transaksi tamu masih disimpan dalam
media penyimpanan buku atau berupa kertas bukan dalam bentuk folder dan
proses pemesanan kamar ditulis pada papan reservasi sehingga keamanan data
belum terjamin karena terkadang hilang dan terhapus, selain itu pemeriksaan data
kamar yang sedang kosong juga masih manual yakni harus mencari dibuku
sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam memberikan informasi yang
akurat kepada tamu. Sistem ini diharapkan dapat mempermudah bagian front
office dalam proses pengolahan data pada Hotel Graha Prima Pacitan.
Sari Wahyuningsih (2010) mengemukakan tentang Analisis dan Perancangan
Sistem Informasi Reservasi Online Berbasis Web pada Hotel Rumah Pelagan
Yogyakarta. Untuk mengetahui kelemahan sistem maka diperlukan analisis yang
terdiri dari enam aspek yang biasa dikenal dengan PIECES, yaitu analisis kinerja
(performance), informasi (information), ekonomi (economic), pengendalian
(control), efisiensi (efficiency), dan pelayanan (services). Aplikasi ini dibangun
untuk memberikan informasi melalui internet kepada para pelanggan hotel agar
dapat memenuhi kebutuhan informasi menenai hotel. Diharapkan dengan adanya
sistem reservasi atau pemesanan secara online, maka para pelanggan dapat
melakukan pemesanan kamar kapan-pun dan dimana-pun selama terdapat jaringan
internet. Sistem yang dibuat ini berfungsi sebagai perluasan dari sistem manual
yang sudah berjalan dalam hal promosi dan pemberian layanan kepada pelanggan.
Penelitian yang dilakukan oleh Nicky Kais Ali, Lucky Aditya Putra, Dien
Novita dan Renni Angreni (2013) yang berjudul Sistem Aplikasi Check In dan

Billing pada Hotel Carrissma Palembang menyatakan bahwa tujuan dari penulisan
penelitian ini adalah membuat suatu program berbasis komputer khususnya untuk
sistem check in dan billing, dengan menggunakan pemograman Microsoft Visual
Basic Net 2008, berguna dalam pengelolaan data pada Hotel Carrissma
Palembang. Dengan hal ini penulisan ingin membuat program aplikasi sistem
check in dan billing menjadi lebih mudah dan dapat dimengerti oleh pengguna.
Elsa Soraya Silvana (2016), dalam skripsinya yang berjudul Analisis dan
Perancangan

Sistem

Informasi

Pelayanan

di

Hotel

Ponty

Bandung

mengemukakan bahwa sistem informasi pada Hotel Ponty Bandung masih


menggunakan sistem layanan masih belum optimal, hal ini dapat dilihat dari
informasi data yang dibutuhkan tamu masih belum tersedia dengan lengkap dan
cepat. Sistem yang masih manual pun menjadi dampak pada lambatnya informasi
yang dihasilkan dan pengendalian yang kurang baik mengakibatkan kecurangan
yang berakibat pada karyawan yang ada di Hotel Ponty Bandung tidak jujur dan
ada indikasi merugikan perusahaan dan juga kecurangan lainnya yaitu sering
adanya penjualan billing kosong untuk keperluan perorangan. Dapat terjadinya
penjualan billing kosong tersebut dikarenakan sistem yang masih manual sehingga
dapat dengan mudah dimanipulasi. Solusi yang dapat diambil yaitu perlu adanya
sistem informasi yang terkomputerisasi agar dapat dihasilkan informasi dengan
cepat dan menghasilkan pengendalian yang baik maka dari itu dibuatkanlah
Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Pelayanan di Hotel Ponty Bandung.
Kesimpulan yang dapat diambil yaitu:
1. Proses input hingga output tidak membutuhkan waktu yang lama karena
sistem telah terintegrasi dan terkomputerisasi, sehingga data yang
dihasilkan lebih relevan untuk pengambilan keputusan .
2. Perancangan sistem informasi pelayanan yang direkomendasikan dapat
mengantisipasi kerusakan atau hilanganya data fisik dengan adanya fitur
backup dan restore data.

2.2 Landasan Teori


2.2.1

Sistem
Sistem adalah komponen-komponen yang saling terkait, dimana

komponen tersebut memiliki fungsi masing-masing, dan secara bersamaan bekerja


untuk mencapai tujuan tertentu. Menurut Mc Leod (2004) dikutip oleh Yakub
dalam buku yang berjudul Pengantar Sistem Informasi (20012:1), sistem adalah
kumpulan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan
tertentu dengan karakteristik dasarnya berupa input, transformasi, output,
mekanisme control dan tujuan. Dalam hal ini jelas bahwa perpaduan antara
komponen menyebabkan suatu sistem dapat bekerja dan berinteraksi untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
2.2.1.1 Konsep Dasar Sistem
Setiap sistem memiliki subsistem-subsistem, dan subsistem itu sendiri
terdiri atas komponen-komponen atau elemen-elemen (Supriyanto,2005:238).
Sebagai contoh sistem komputer memiliki subsistem software, hardware, dan
brainware atau pengguna. Terdapat 2 kelompok pendekatan yang digunakan
dalam mendefinisikan sistem yaitu:
1. Lebih menekan pada prosedur yang digunakan dalam sistem dan
mendefinisikan sistem sebagai jaringan prosedur, metode, dan cara kerja yang
saling berinteraksi dan dilakukan untuk pencapaian suatu tujuan tertentu.
2. Lebih menekan pada elemen atau komponen penyusun sistem (Supriyanto,
2005:238)
2.2.1.2 Elemen Sistem
Menurut Mc Leod yang dikutip oleh Yakub (2012;3) tidak semua sistem
memiliki kombinasi elemen-elemen yang sama, tetapi susunan dasarnya sama.
Elemen-elemen yang terdapat dalam sistem ditandai dengan adanya :
1. Tujuan
Tujuan ini menjadi motivasi yang mengarahkan pada sistem, karena tanpa
tujuan yang jelas sistem menjadi tak terarah tak terkendali.
2. Masukan

Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem
dan selanjutnya menjadi bahan untuk diproses. Masukan dapat berupa hal-hal
yang berwujud maupun yang tidak berwujud. Masukan berwujud adalah
bahan mentah, sedangkan masukan yang tidak berwujud adalah informasi.
Proses merupakan elemen yang bertugas melakukan perubahan atau
transformasi dari masukan ke data menjadi keluaran lalu menjadi informasi
yang berguna dan lebih bernilai.
3. Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari input yang sudah dilakukan
pemrosesan sistem dan keluaran dapat menjadi masukan untuk subsistem lain.
4. Batasan
Batasan (boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah diluar
sistem. Selain itu juga sebagai batasan-batasan dari tujuan yang akan dicapai
oleh sistem. Batasan sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau
kemampuan sistem.
5. Umpan balik
Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan masukan maupun proses.
Umpan balik juga bertugas mengevaluasi bagian dari output yang dikeluarkan.
Tujuannya yaitu untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai denan tujuan.
6. Lingkungan
Lingkuan adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem.
2.2.1.3 Karakteristik Sistem
Menurut mustakini, 2009:54, suatu sistem mempunyai karakteristik.
Karakteristik sistem adalah sebagai berikut:
1. Suatu sistem mempunyai komponen-komponen (components) sistem atau
subsistem-subsistem.
Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjalankan suatu fungsi
tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2. Suatu sistem mempunyai batas sistem (boundary).
Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi anatara sistem
dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan

sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang
tidak dapat dipisahkan.
3. Suatu sistem yang mempunyai lingkungan luar (environment).
Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang
mempengaruhi operasis sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem.
4. Suatu sistem yang mempunyai penghubung (interface).
Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem yang lain disebut
penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumbersumber daya mengalir dari suatu subsistem ke subsistem lainnya. Bentuk
keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain
melalui penghubung tersebut.
5. Suatu sistem mempunyai tujuan (goal).
Suatu sistem mempunyai tujuan dan sasaran yang pasti dan bersifat
deterministic. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran, maka operasi sistem
tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau
tujuan yang telah rencanakan.
2.2.1.4 Klasifikasi Sistem
Menurut Tata Sutabsi, 2012:22, sistem merupakan suatu bentuk integrasi
anatara satu komponen dan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang
berbeda untuk setiap kasus yang terjadi didalam sistem tersebut. Oleh karena itu
sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang diantaranya:
1. Sistem abstrak dan sistem fisik
Sistem abstrak merupakan sistem yang berupa ide-ide yang tidak tampak
secara fisik, misalnya sistem teologia yaitu sistem yang berupa pemikiran
hubungan antara manusia dengan tuhan.
Sedangkan, sistem fisik yaitu sistem yang ada secara fisik, misalnya sistem
computer, sistem penjualan, sistem produksi dan lain-lain.
2. Sistem alamiah dan sistem buatan manusia
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam misalnya
sistem perputaran bumi, terjadinya siang dan malam, dan juga pergantian
musim. Sedangkan sistem buatan manusia yaitu sistem yang melibatkan

interaksi manusia dengan mesin yang disebut Human Mechine System,


contohnya sistem informasi berbasis komputer.
3. Sistem determinasi dan sistem probobalistik
Sistem deterministic adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang
dapat diprediksi. Sedangkan sistem yang bersifat probobalistik adalah sistem
yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi.
4. Sistem terbuka dan sistem tertutup
Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan oleh lingkungan luar. Sistem
ini dapat menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk subsistem
lainnya. Sedangkan sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan
tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis
tanpa campur tangan pihak luar.
Dari uraian klasifikasi diatas dapat disimpulkan bahwa suatu sistem dapat
dirumuskan sebagai setiap kumpulan komponen atau subsistem yang dirancang
untuk mencapai suatu tujuan.
2.2.2

Informasi
Menurut Gordan B. Davis dalam bukunya Bambang Hartono (2013:15),

information is data has been processed into a form that is meaningful to the
recipient and is of real or perceived value in current or prospective decision yaitu
informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang berguna bagi
penerimanya dan memiliki nilai bagi pengambilan keputusan saat ini atau dimasa
yang akan datang.
2.2.2.1 Kualitas Informasi
Penjelasan tentang kualitas informasi tersebut dipaparkan dibawah ini
menurut Lippeveld, Sauborn, dan Bodart didalam bukunya Bambang Hartono
(2013:17-18) :
1. Relevansi
Informasi disediakan atau disajikan untuk digunakan, oleh karena itu
informasi yang bernilai tinggi adalah yang relevan dengan kebutuhan, yaitu
untuk apa informasi itu akan digunakan.

2. Kelengkapan dan keluasan


Informasi akan bernilai semakin tinggi, jika tersaji secara lengkap dalam
cakupan yang luas. Informasi yang sepotong-sepotong, apalagi tidak tersusun
sistematis, tentu tidak akan banyak artinya. Demikian pula bila informasi itu
hanya mencakup area yang sempit dari suatu permasalahan.
3. Kebenaran
Kebenaran informasi ditentukan oleh validitas atau dapat dibuktikan.
Informasi yang bernilai tinggi adalah informasi yang benar-benar berasal dari
fakta, buka opini atau ilusi.
4. Terukur
Informasi berasal dari data atau hasil pengukuran dan pencatatan terhadap
fakta. Jadi, informasi yang bernilai tinggi adalah informasi yang jika dilacak
kembali kepada datanya, data tersebut dapat diukur sesuai dengan faktanya.
5. Keakuratan
Kecermatan dalam mengukur dan mencatat fakta akan menentukan keakuratan
data dan nilai dari informasi yang dihasilkan.
6. Kejelasan
Informasi dapat disajikan dalam berbagai bentuk teks, label, grafik, chart, dan
lain-lain. Namun, apapun bentuk yang dipilih, yang penting adalah
menjadikan pemakai mudah memahami maknanya. Oleh sebab itu, selain
bentuk penyajiannya harus benar, juga harus diperhatikan kemampuan
pemakai dalam memahaminya.
7. Keluwesan
Informasi yang baik adalah yang mudah diubah-ubah bentuk penyajiannya
sesuai dengan kebutujan dan situasi yang dihadapi.
8. Informasi yang baik adalah informasi yang disajikan tepat pada saat
dibutuhkan. Informasi yang terlambat datang menjadi inofrmasi basi yang
tidak ada lagi nilainya misalnya untuk pengambilan keputusan.
2.2.2.2 Karakteristik Informasi
Menurut Yakub (20012:13) pada buku yang berjudul Pengantar Sistem
Informasi, untuk tiap-tiap tingkatan manajemen dengan kegiatan yang berbeda,

dibutuhkan informasi dengan karakteristik yang berbeda pula. Karakteristik dari


informasi yaitu :
1. Kepadatan informasi, untuk manajemen tingkat bawah karakteristik informasi
adalah terperinci dan kurang padat, karena digunakan untuk pengendalian
operasi, sedangkan utnuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya,
mempunyai karakteristik informasi yang semakin tersaring, lebih ringkas dan
padat.
2. Luas informasi, manajemen tingkat bawah karakteristik informasinya adalah
terfokus pada suatu masalah tertentu, karena digunakan oleh manajer bawah
yang mempunyai tugas khusus. Sedangkan untuk manajemen yang lebih
tinggi tingkatannya, mempunyai karakteristik informasi yang semakin luas,
karena manajemen atas berhubungan dengan masalah yang luas.
3. Frekuansi infromasi, manajemen tingkat bawah frekuensi infromasi yagn
diterimanya adalah rutin, karena digunakan oleh manajer bawah yang
mempunyai tugas terstruktur dengan pola yang berulang-ulang dari waktu
kewaktu. Manajemen yang lebih tinggi tingkatan frekuensi infromasinya
adalah tidak rutin, karena manajemen tingkat atas berhubungan dengan
pengambilan keputusan tidak terstruktur yang pola dan waktunya tidak jelas.
4. Akses informasi, level bawah membutuhkan informasi yang periodenya
berulang-ulang sehingga dapat disediakan oleh bagian sistem informasi yang
memberikan dalam bentuk laporan periodik. Dengan demikian akses informasi
tidak dapat secara online tetapi dapat secara offline, sebaliknya untuk level
tinggi, periode informasi yang dibutuhkan tidak jelas sehingga manajermanajer tingkat atas perlu disediakan akses online untuk mengambil informasi
kapanpun mereka membutuhkan.
5. Waktu informasi, manajemen tingkat bawah, informasi yang dibutuhkan
adalah informasi historis, karena digunakan dalam pengendalian operasi yang
memeriksa tugas rutin yang sudah terjadi. Untuk manajemen tingkat tinggi
waktu informasi lebih kemasa depan berupa informasi prediksi karena
digunakan untuk pengambilan keputusan strategik yang menyangkut nilai
masa depan.

6. Sumber informasi, karena manajemen tingkat bawah lebih berfokus pada


pengendalian internal perusahaan. Maka manajemen tingkat bawah lebih
memerlukan infromasi dengan data yang bersumber dari internal perusahaan
sendiri. Manajer tingkat atas lebih berorientasi pada masalah perencanaan
strategik yang berhubungan dengan lingkungan luar perusahaan. Karena itu
dibutuhkan informasi dengan data yang bersumber pada eksternal perusahaan.
2.2.2.3 Fungsi Informasi
Menurut Jogiyanto H. M (2010:10), fungsi informasi adalah untuk
menambah pengetahuan dan mengurangi ketidakpastian pemakai informasi.
Fungsi informasi tidak mengarahkan pengambilan keputusan mengenai apa yang
harus dilakukan, tetapi untuk mengurangi keanekaragaman dan ketidakpastian
yang menyebabkan diambilnya suatu keputusan yang baik.
2.2.2.4 Nilai Informasi
Menurut Mulyanto (2009:247), parameter untuk mengukur nilai sebuah
informasi (value of information) ditentukan dari dua hal pokok yaitu manfaat
(benefit) dan biaya (cost). Namun, dalam kenyataannya informasi biaya untuk
mendapatkan yang tinggi belum tentu memiliki manfaat yang tinggi pula. Suatu
informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan
biaya untuk mendapatkannya dan sebagian besar informasi dapat tepat ditaksir
keuntungannya dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya.
2.2.3

Sistem Informasi
Menurut Lippeveld, Sauerborn, dan Bodart (2000) dalam bukunya

Bambang Hartono (2013:16), sistem informasi adalah seperangkat komponen


yang saling berhubungan, yang bekerja untuk mengumpulkan dan menyimpan
data serta mengolahnya menjadi informasi yang digunakan.
Sedangkan menurut Mc Leod (1995), sistem informasi merupakan sistem
yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber
dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi. Secara umum
sistem informasi merupakan penggabungan antara:
1. Manusia: antara lain operator komputer, analisis sistem, programmer, dan
lain-lain.

2. Prosedur: merupakan fisik, seperti intruksi untuk pemakai, intruksi untuk


penyiapan masukan, intruksi untuk karyawan pusat komputer.
3. Perangkat keras (Hardware): terdiri atas komputer, peralatan penyiapan data,
dan terminal masukan atau keluaran.
4. Perangkat lunak (Software): sistem perangkat lunak seperti sistem
pengoperasian dan sistem manajemen data.
5. Basis data: file yang berisikan program dan data yang dibuktikan dengan
adanya media penyimpanan fisik seperti hardisk, disket, dan lain-lain.
6. Jaringan computer: informasi dan data yang bergerak melalui kabel-kabel atau
tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna computer dapat saling
bertukar dokmen dan data.
7. Komunikais data: merupakan bagian vital dari suatu sistem informasi karena
sistem ini menyediakan infrastuktur yang memungkinkan komputer-komputer
dapat berkomunikasi satu sama lain.
2.2.3.1 Komponen Sistem Informasi
Menurut Yakub (2012:20) sistem informasi merupakan sebuah susunan
yang terdiri dari beberapa komponen atau elemen. Komponen-komponen dari
sistem informasi ini dapat digambarkan sebagai berikut ini :
1. Blok masukan (input block), input memiliki data yang masuk kedalam sistem
informasi, juga metode-metode untuk menangkap data yang dimasukkan.
2. Blok model (model block), blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan
model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan
di basis data.
3. Blok keluaran (output block), produk dari sistem informasi adalah keluaran
yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna
untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.
4. Blok teknologi (Technology block), blok teknologi digunakan untuk menerima
input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan
dan mengirimkan keluaran dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri
dari tiga baian utama, yaitu : teknisi (brainware), perangkat lunak (software),
dan perangkat keras (hardware).

5.

Basis data (database block), basis data merupakan kumpulan dari data yang
saling berhubungan satu sama lainnya. Tersimpan di perangkat keras
komputer dan digunakan perangkat lunak manipulasinya.

2.2.3.2 Tujuan Sistem Informasi


Menurut Mustakini (2009:13), tujuan dari sistem informasi adalah
menghasilkan informasi (information) dari bentuk data yang diolah menjadi
bentuk yang berguna bagi para pemakainya. Tujuan sistem informasi terdiri dari:
1. Kegunaan (usefulness)
Sistem harus menghasilkan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan
untuk pengambilan keputusan manajemen dari personil operasi didalam
organisasi.
2. Ekonomi (economic)
Semua bagian komponen sistem termasuk laporan-laporan, pengendalianpengendalian, mesin-mesin harus menyumbangkan suatu nilai manfaat
setidaknya sebesar biaya yang dibutuhkan.
3. Keandalan (realibility)
Keluaran sistem harus mempunyai tingkatan ketelitian yang tinggi dan sistem
itu sendiri harus mampu beroperasi seara efektif bahkan pada waktu
komponen manusia tidak hadir atau saat komponen mesin tidak beroperasi
secara temporer.
4. Pelayanan langganan (customer service)
Sistem harus memberikan pelayanan dengan bai atau ramah kepada para
pelanggan, sehingga sistem tersrbut dapat diminati oleh para pelanggannya.
5. Kesederhanaan (simplicity)
Sistem harus cukup sederhana sehingga terstruktur dan operasinya dapat
dengan mudah dimengerti dan prosedurnya mudah diikuti.
6. Fleksibilitas (fleksibility)
Sistem harus cukup fleksibel untuk mengenai perubahan-perubahan yang
terjadi, kepentingannya cukup beralasan dalam kondisi dimana sistem
beroperasi atau dalam kebutuhan yang diwajibkan oleh organisasi.

2.2.4

Reservasi
Reservasi atau pemesanan dalam bahasa inggris adalah reservation yang

berasal dari kata to reserve yaitu menyediakan atau mempersiapkan tempat,


sedangkan reservation yaitu pemesanan suatu tempat fasilitas. Menurut Suartana
(2004:14) secara umum reservation yaitu pemesanan fasilitas diantaranya, hotel,
akomodasi, meal, seat pada pertunjukan, pesawat terbang, kereta api, bus, hiburan
dan lain-lain.
Kata reservation atau pemesanan dalam dunia pariwisata disebut juga
booking. Cara untuk membedakan antara reservation hotel, travel dan airlines
yaitu jenis kegiatan dari masing-masing industri pariwisata itu sendiri. Menurut
Sulastiyono (2011:5), hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh
pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas
kamar untuk tidur kepada orang-orang yang melakukan perjalanan dan mampu
membayar dengan jumlah yang wajar sesuai dengan yang diterima tanpa adanya
perjanjian terlebih dahulu.
2.2.5

Hotel
Hotel adalah suatu bentuk bangunan, lambang, perusahaan atau badan

usaha akomodasi yang menyediakan pelayanan jasa penginapan, penyedia


makanan dan minuman serta fasilitas jasa lainnya, dimana semua pelayanan itu
diperuntukkan bagi masyarakat umum, baik mereka yang bermalam dihotel
tersebut ataupun mereka yang hanya menggunakan fasilitas tertentu yang dimiliki
hotel itu.
Pengertian hotel menurut Sulastiyono (2011:5) adalah suautu perusahaan
yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan,
minuman dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orang-orang yang melakukan
perjalanan dan mampu membayar dengan jumlah yang wajar sesuai dengan
pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian khusus.
2.2.5.1 Bagian-Bagian Atau Departemen Dalam Hotel
Bagian-bagian atau departemen yang terdapat dalam hotel secara umum
menurut teori Sulastiyono (2011:63-186) adalah sebagai berikut :
1. Kantor depan hotel (front office)

Peranan dan fungsi utama dari bagian kantor depan hotel adalah menjual
(dalam arti menyewakan) kamar kepada para tamu. Oleh karena fungsinya itu,
maka lokasi atau letak kantor depan hotel seharusnya berada ditempat yang
mudah dilihat atau diketahui oleh tamu. Untuk membantu pelaksanaan fungsi
baian kantor depan hotel terbagi menjadi beberapa sub-bagian yang masingmasing sub-bagian memiliki fungsi pelayanan yang berbeda, karena peranan
dan fungsi utama bagian kantor depan hotel adalah pelayanan penjualan
kamar, maka pengguna Yield Management sebagai strategi penjualan akan
banyak

berkaitan

dengan

sub-bagian

pelayanan

pemesanan

kamar

(reservation).
2. Tata Graha Hotel (housekeeping)
Bagian tata graha (housekeeping) adalah salah satu bagian yang
mempunyai peranan dan fungsi yang cukup vital dalam memberikaan
pelayanan kepada para tamu, terutama yang menyangkut pelayanan kepada
para tamu, menyangkut pelayanan kenyamanan dan kebersihan ruang hotel.
Dalam melaksanakan tugas-tugas dibidang pelayanan kenyamanan dan
kebersihan ruang hotel, maka bagian tata graha juga harus melakukan
kerjasama dengan bagian-bagian lainnya yang terdapat di hotel, seperti bagian
kantor depan hotel (front office), bagian makanan dan minuman (food &
beverage), bagian mesin (engineering), bagian akunting, dan bagian personel.
Tanggung jawab bagian tata graha dapat dikatakan mulai dari pengurusan
tentang bahan-bahan yang terbuat dari kain seperti taplak meja (table cloth),
sprei, sarung bantal, korden, menjaga kerapian dan kebersihan ruangan beserta
perlengkapannya, sampai pada program pengadaan atau penggantian peralatan
dan perlengkapan serta pemeliharaan seluruh ringan hotel. Melihat ruang
lingkup tanggung jawab bagian tata graha tersebut, maka yang dimaksud
ruangan-ruangan hotel terdiri dari kamar-kamar tamu, ruang rapat, ruang
umum seperti lobby, corridor, restoran yang kesemuanya. Disamping itu,
bagian tata graha juga bertanggung jawab terhadap kebersihan dan kerapihan
bagian back of-the-house seperti bagian dapur, ruang makan karyawan, ruang
ganti pakaian karyawan, ruang kantor dan sebagainya.

Berkaitan dengan peranan dan fungsi bagian tata graha, maka para
karyawan bagian tata graha dituntut untuk memiliki perilaku, pengetahuan,
dan keterampilan tentang bagaimana menjaga kerapihan dan kebersihan
ruangan hotel dengan menggunakan teknik dan prosedur serta peralatan yang
benar. Dengan demikian dapat menjamin kualitas pelayananyang sesuai
dengan keinginan tamu.
3. Makanan dan minuman (food & beverage)
Bagian makanan dan minuman merupakan salah satu bagian yang terdapat
di hotel yang mempunyai fungsi melaksanakan penjualan makanan dan
minuman. Sekalipun melakukan fungsi menjual makanan dan minuman, tetapi
dibalik itu semuanya terdapat kegiatan-kegiatan yang sangat komplek.
Kegiatan itu adalah melaksanakan usaha pengembangan produk makanan dan
minuman, merencanakan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik tamu untuk
makan dan minum di restoran hotel, melakukan pembelian bahan-bahan
makanan dan minuman, penyimpanan makanan dan minuman, melakukan
pengolahan, penyajian makanan dan minuman serta perhitungsn produk.
4. Marketing and sales department
Bagian ini berfungsi dalam memasaran produk hotel, serta kegiatankegiatan yang berhubungan dengan pemasaran hotel, dengan berbagai cara
bagian ini berusaha untuk mendapatkan tamu sebanyak mungkin ke dalam
hotel, agar dapat menentukan banyaknya peningkatan pendapatan yang
diperoleh melalui tamu-tamu yang menginap dan menggunakan fasilitasfasilitas hotel.
5. Accounting department
Accounting department ini merupakan sebuah pusat bagi perusahaan hotel
dalam menyelenggarakan penyusunan, pencatatan dan administrasi keuangan,
dengan adanya department ini maka pihak manajemen akan mengetahui
seberapa banyak pendapatan yang telah diperoleh serta bagaimana
perkembangan perusahaan tersebut utnuk masa yang akan datang.
6. Human Resource Department

Bagian ini berfungsi untuk melakukan kegiatan yang ada kaitannya dengan
sumber daya manusia yang ada di lingkungan kerja hotel. Department ini juga
memiliki tugas dalam mengembangkan tenaga kerja yang ada serta mengatur
dan menyelenggarakan pendidikan maupun latihan kerja bagi karyawan dari
semua tingkatan.
7. Engineering department
Department ini bertanggung jawab kegiatan yang berhubungan dengan
perencanaan dan konstruktur bangunan hotel, selain itu juga bagian ini
peralatan dan perlengkapan hotel yang bersifat mesin serta mengurus
pengadaan dan pemeliharaan instalasi listrik dan pengadaan air bersih untuk
keperluan tamu maupun untuk keperluan karyawan hotel.
Disamping fungsi dan tugas diatas, department engineering juga mengurus
perlengkapan dan peralatan yang bisa digunakan dalam hal yang berhubungan
dengan

pencegahan

dan

penanggulangan

kebakaran

maupun

yang

berhubungan dengan keselamatan kerja.


8. Security department
Bagian ini bertugas dalam hal yang berhubungan dengan masalah yang ada
kaitannya dengan keamanan di dalam hotel maupun di luar hotel serta
memelihara ketertiban di wilayah kerjanya.
2.2.5.2 Klasifikasi Hotel
Klasifikasi hotel merupakan suatu sistem pengelompokan hotel-hotel ke
dalam berbagai kelas atau tingkatan, berdasarkan ukuran penilaian tertentu.
Menurut Abd. Rahman Arief dalam bukunya yang berjudul Pengantar Ilmu
Perhotelan dan Restoran (2005:78) hotel di klasifikasikan dalam beberapa kriteria
diantaranya:
1. Menurut standar hotel, ditenteukan atas beberapa sistem yaitu:
a. Cara atau sistem pengoperasiannya
b. Sistem kapasitas kamar
c. Sistem fasilitas yang dimiliki
d. Sistem penempatan pegawai
e. Sistem administrasi

2. Menurut ukuran besar atau kecilnya hotel, dapat dibagi atas 4 golongan yaitu:
a. Hotel kecil yang jumlah kamarnya kurang dari 62 kamar,
b. Rata-rata kecil sedang yang jumlah kamarnya 26 sampai 99 kamar tamu,
c. Rata-rata sedang menengah yang jumlah kamarnya 100 sampai 299 kamar
tamu,
d. Hotel ukuran besar yang jumlah kamarnya 300 sampai 3.000 kamar tamu.
3. Menurut sistem perencanaan atau penetuan tarifnya, dapat dibagi menjadi 4
macam plan diantaranya:
a. European Plan (EP) adalah suatu sistem penentuan tarif disuatu hotel yang
dicantumkan dalam harganya hanya merupakan sewa kamar saja,
b. American Plan (AP) adalah suatu sistem penentuan tarif atau sewa kamar
dimana harga yang ditawarkan sudah termasuk sewa kamr dan 3 kali makan,
c. Full American Plan (FAP) adalah penentuan tarif dengan harga paket yang
lebih lengkap fasilitas untuk tamunya,
d. Continental Plan (CP) adalah suatu sistem penentuan tarif sewa kamar yaitu
sewa kamar +1 kali makan pagi.
4. Menurut lokasi, digolongkan menjadi 4 lokasi yaitu:
a. City hotel adalah hotel yang dibangun atau berlokasi dipusat kota besar yang
strategis dan diliputi dengan kesibukan bisnis atau perniagaan,
b. Highway hotel adalah hotel ynsg berlokasi disekitar jalan raya dan yang
mengubungkan satu kota besar dengan kota besar lainnya,
c. Mountain hotel adalah hotel yang berlokasi pada daerah pegunungan atau
dataran tinggi,
d. Resort hotel adalah hotel yang berlokasi di daerah-daerah resort seperti pantai
atau dataran rendah.
5. Menurut ukuran, mayoritas tamunya yang menginap memiliki ciri khas
tersendiri sehubungan dengan jenis atau mayoritas tamu yang menginap antara
lain:
a. Hotel yang mayoritas tamunya businessman,
b. Hotel yang mayoritas tamunya adalah remaja atau mahasiswa disebut hotel
atau graha wisata remaja,

c. Hotel yang mayoritas tamunya adalah wanita disebut women hotel,


d. Hotel yang mayoritas tamunya adalah orang tua yang ingin istiraht (cure
hotel).
6. Menurut lamanya tamu menginap, dapat dibagi menjadi 3 golongan yaitu:
a. Transit hotel, yang mayoritas tamunya tiggal hanya singga kurang dari 24 jam,
b. Semi residential hotel, yang mayoritas tamunya menginap antara 7 sampai 30
hari,
c. Residential hotel, yang mayoritas tamunya menginap antara 1 bulan sampai 1
tahun atau lebih.
7. Ditinjau dari segi hari-hari operasinya, dibagi menjadi 2 golongan yaitu:
a. Seasonal hotel yaitu hotel yang hanya beroperasi secara musiman.
b. Year around operating days hotel yaitu hotel yang beroperasi sepanjang tahu.
2.2.6

WEB
Word Wide Web atau WWW juga dikenal dengan WEB adalah salah satu

layanan yang didapat oleh pemakai komputer yang terhubung ke internet. Web ini
menyediakan informasi bagi pemakai komputer yang terhubung ke internet dari
informasi yang gratisan sampai informasi yang komersial. Website atau situs
dapat diartikan sebagai kumpulan dari halaman-halaman yang digunakan untuk
menampilkan informasi teks, gambar diam atau bergerak, animasi, suara dan atau
gabungan dari semuanya itu baik yang bersifat statis maupun dinamis yang
membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing
dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink).
2.2.6.1 Fungsi Web
Secara umum situs web mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. Fungsi komunikasi
Situs web yang mempunyai fungsi komunikasi pada umumnya adalah situs
web dinamis, karena dibuat menggunakan program web (service side) maka
dilengkapi fasilitas yang memberikan fungsi-fungsi komunikasi, seperti web
mail, form contact, chatting form, dan lainnya.
2. Fungsi informasi

Situs web yang memiliki fungsi informasi pada umunya lebih menekan pada
kualitas bagian kontennya, karena tujuan situs tersebu adalah menyampaikan
isinya. Situs ini sebaiknya berisi teks dan grafik yang di download dengan
cepat.
3. Fungsi intertaiment
Situs web juga dapat memiliki fungsi entertainment atau hiburan. Bila situs
web kita berfungsi sebagai sarana hiburan maka penggunaan animasi gambar
dan elemen bergerak dapat meningkatkan mutu presentasi desainnya, meski
tetap harus mempertimbangkan kecepatan downloadnya.
4. Fungsi transaksi
Situs web dapat dijadikan sarana transaksi bisnis, baik barang, jasa, atau
lainnya. Situs web menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas
tertentu melalui ttransaksi elektronik. Pembayarannya bisa menggunakan
kartu kredit, transfer, atau dengan membayar secara langsung.
2.2.6.2 Jenis-Jenis Web
Menurut Hidayat (2010:3), seiring dengan perkembangan teknologi
informasi yang begitu cepat, website juga mengalami perkembangan yang sangat
berarti. Dalam pengelompokkan jenis web, lebih diarahkan berdasarkan kepada
fungsi, sifat atau style dan bahasa pemograman yang digunakan. Adapun jenisjenis web:
1. Website dinami, merupakan sebuah website yang menyediakan konten atau isi
yang selalu berubah-ubah setiap saat. Bahasan pemograman yang digunakan
antara lain PHP, ASP, NET dan memanfaatkan database MySQL atau MTSQL.
2. Website statis, merupakan website yang kontennya sangat jarang berubah.
Bahasa pemograan yang digunakan adalah HTML dan belum memanfaatkan
database.
2.2.6.3 Cara Kerja Web
Adapun cara kerja web sebagai berikut:
1. Informasi web disimpan berupa dokumen dalam bentuk halaman-halaman
web atau webpage.
2. Halaman web tersebut disimpan dalam komputer server web.

3. Sementara dipihak pemakai ada komputer yang bertindak sebagai komputer


client dimana ditempatkannya program untuk membaca halaman web yang
ada di server web (browser).
4. Browser membaca halaman web yang ada di server web.
2.2.6.4 Kriteria Situs Web Yang Baik
Kriteria situs web yang baik digolongkan menjadi 9 yaitu :
1. Usability
Usability adalah suatu pengalaman pengguna dalam berinteraksi dengan
aplikasi atau situs web sampai penggunanya dapat mengoperasikan dengan
mudah dan cepat.
2. Sistem navigasi
Sistem navigasi yaitu membantu pengunjung untuk menemukan jalan yang
mudah ketika menjelajahi situs web, memberitahudimana mereka berada,
kemana mereka bisa pergi.
3. Desain visual (Graphic design)
Kepuasan visual seorang user secara subyektif melibatkan bagaimana desainer
visual situs web tersebut membawa mata user menikmati dan menjelajahi situs
web dengan melalui layout, warna, bentuk dan tipografi.
4. Contents
Sebaik apapun situs web secara deain grafis, tanpa konten yang berguna dan
bermanfaat maka akan kurang berarti. Konten dalam situs web tersebut harus
menarik dan relevan.
5. Compatibility
Situs web harus kompatibel dengan berbagai perangkat tampilannya, harus
memberikan alternatif bagi browser yang tidak dapat melihat situsnya.
6. Loading time
Sebuah situs web yang tampil lebih cepat kemungkinan besaar akan kembali
dikunjungi, apalagi bila dengan konten dan tampilan yang menarik.
7. Functionaly
Seberapa baik situs web yang bekerja dari aspek teknologinya, ini bisa
melibatkan programmer dengan scriptnya.

8. Accesibility
Halaman web harus bisa dipakai oleh semua kalangan, baik anak-anak, orang
tua, orang muda termasuk orang-orang cacat, agar pengguna tersebut bisa
menikmati halaman web yang telah dibuat desainer.
9. Interactivity
Interaktifitas adalah apa yang melibatkan pengguna situs web sebagai user
experience dengan situs web itu sendiri. Dasar dari interaktifitas adalah
hyperlinks (link) dan mekanisme feedback.
2.2.7

XAMPP
Menurut

Puspitasari

(2011:1)

XAMPP

adalah

software

aplikasi

pengembang yang digunakan untuk pengembangan website berbasis php dan juga
sebagai server untuk local dalam pembuatan database MySQL. XAMPP berperan
sebagai localhost, yaitu server yang dapat digunakan sebagai hosting website,
sehingga dapat digunakan dalam mengembangkan aplikasi web berbasis database
juga.
Pada XAMPP terdapat apache yang merupakan aplikasi web server yang
bersifat open source yang dimaksudkan dapat diperoleh secara gratis dan
dikembangkan oleh setiap orang. XAMPP merupakan kepanjangan dari X (Sistem
Operasi), A (Apache), M (MySQL), P (PHP), P (Perl).
Penjelasan dari bagian-bagian XAMPP :
X (Sistem Operasi), mengapa disebut sistem operasi ? karena XAMPP
dapat dijalankan di 4 platform operasi sistem yang sering digunakan oleh
pengguna komputer saat ini yaitu Windows, Linux, Mac OS dan Solaris.
A (Apache), merupakan aplikasi web server yang bersifat open source
yang berarti gratis dan dapat dikembangkan oleh penggunannya. Apache berperan
dalam menghasilkan web yang benar kepada user berdasarkan kode PHP yang
dituliskan oleh pembuat halaman web. Apache akan menampilkan website di
internet dengan menggunakan browser Mozilla Firefox, Google Chrome, Safari
dan lain-lain dan juga dapat menampilkan website berdasarkan kode-kode yang
ditulis didalam bentuk PHP ataupun HTML serta memanfaatkan MySQL sebagai
server dari suatu database.

M (MySQL), merupakan aplikasi database server. Pengembangannya


menggunakan bahasa SQL (Structure Query Language) yang merupakan bahasa
terstruktur yang digunakan dalam pengolahan database. Kita dapat memanfaatkan
MySQL untuk menambah, mengubah dan menghapus data yang berada dalam
database. MySQL juga merupakan DBMS (Database Management System) yang
bersifat At Rational yang artinya data-data ynag dikelola dalam database
diletakkan pada beberapa table yang terpisah sehingga dapat dimanipulasi secara
lebih cepat.
P (PHP), adalah bahasa pemograman web yang memungkinkan kita untuk
membuat halaman web yang bersifat dinamis. Bahasa pemograman PHP ini juga
merupakan bahasa pemograman untuk membuat web yang bersifat server-side
scripting. Sistem Manajemen Database yang sering digunakan bersama PHP
adalah MySQL, namun PHP juga mendukung Microsoft Access, Oracle,
Interbase, d-base, PostgreSQL, dan sebagainya.
P

(Perl),

merupakan

bahasa

pemograman

yang

pertama

kali

dikembangkan oleh Larry Wall dimesin unix. Perl pertama kali dirilis pada
tanggal 18 Desember 1987 yang ditandai dengan keluarnya Perl 1. Dua diantara
karakteristik utama perl adalah penanganan teks dan berbagai jalan pintas untuk
menyelesaikan persoalan-persoalan umum. Perl juga sangat popular dihunakan
dalam program-program CGI (Common Gateway Interface) dan protocol internet
lainnya.

2.2.8

Macromedia Dreamweaver 8
Menurut Wahana Komputer (2010:2), Dreamweaver merupakan salah satu

program aplikasi yang digunakan untuk membangun sebuah website, baik secara
grafis maupun dengan menuliskan kode sumber secara langsung.
Menurut Wahyu Gunawan (2010), Macromedia Dreamweaver adalah
sebuah program aplikasi yang digunakan untuk membuat sistem web atau
mendesain halaman web, baik untuk desain, pembuatan situs web yang kompleks
dan aplikasi web lainnya secara visual. Versi terbaru aplikasi ini adalah
Macromedia Dreamweaver versi 8 Professional yang lebih lengkap dalam

menangani pembuatan web yang kompleks. Macromedia dreamweaver 8 ini style


CSS nya dapa dibuat menggunakan panel CSS bau yang menyediakan kemudahan
bagi pengguna dalam membuat dan mengedit style CSS secara visual dan lebih
mudah untuk dipahami. Aplikasi pada Dreamweaver juga memungkinkan untuk
dapat membuat sebuah aplikasi dinamis dengan database menggunakan bahasa
server seperti CFML, ASP.NET, ASP, JSP, dan PHP.
2.2.9

Metode Waterfall
Waterfall diartikan secara literature berarti air terjun namun bagi ilmu

komputer dan juga teknologi informasi waterfall merupakan salah satu jenis
metode yang digunakan dalam melakukan sebuah pengembangan sistem.
Pengembangan sistem dan juga perangkat lunak dari sebuah software komputer
dilakukan secara sekuensial dan juga saling berurutan. Pada model pengembangan
sistem metode waterfall, sebuah pengembangan dilakukan berdasarkan urutan
analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan berakhir pada tahap supporting.
Disebut sebagai metode waterfall dikarenakan tahapan dan juga urutan dari
metode yang dilakukan merupakan jenis metode yang berurutan dan berkelanjutan
seperti layaknya sebuah air terjun.
2.2.9.1 Tahapan Metode Waterfall

Gambar 2.1 Metode Waterfall

Ada 5 tahapan yang harus dilewati oleh sebuah sistem dalam


pengembangannya

apabila

menggunakan

impelementasi

dari

metode

pengembangan waterfall. Berikut 5 tahapannya :


1. Tahapan Analisis
Tahapan analisis mengacu pada fenomena dan juga permasalahan yang terjadi.
Pengumpulan data dan proses identifikasi kebutuhan dari sistem yang akan
dibangun.
2. Tahapan Desain
Tahapan ini tidak hanya desain interface sistemnya saja yang dikembangkan,
namun juga dikembangkan desain dari alur sistem tersebut, hingga bagaimana
satu sistem tersebut bisa bekerja, mulai dari tampilan awal, fungsi-fungsi
tombol, hingga output yang akan dihasilkan nantinya.
3. Tahapan Pengkodean
Pengkodean merupakan tahapan yang wajib dilakukan oleh mereka yang
mengerti bahasa pemograman, untuk menjalankan desain sistem yang dusah
dibuat, maka kemudian kode dan juga script akan dimasukkan ke dalam
desain sistem tersebut, sehingga nantinya desain dari sistem tersebut bisa
berjalan dengan lancer dan juga baik.
4. Tahapan Pengujian
Setelah sistem selesai dilakukan pengkodean, maka sistem tersebut akan diuji
sebelum dilempar ke dalam pasaran untuk digunakan oleh user. Dalam
pengujian dilihat apakah sistem dapat bekerja dengan baik, tampilan interface
sesuai harapan dan semua fungsinya bisa digunakan dengan baik dan lancer.
5. Tahapan Supporting
Tahapan supporting mengacu pada update-update dari sebuah sistem yang
mungkin mengalami kerusakan, perbaikan terhadap sistem yang megalami
kerusakan, serta penambahan fitur-fitur baru pada sistem tersebut. Tahap
supporting ditentukan oleh kebutuhan dari user dan apabila sebuah sistem
memiliki support yang baik maka sistem tersebut akan berkembang dengan
baik.

2.2.9.2 Kelebihan dan Kekurangan Metode Waterfall


Kelebihan :
1. Memiliki proses yang urut, mulai dari analisa hingga support.
2. Setiap proses memiliki spesifikasinya sendiri, sehingga sebuah sistem dapat
dikembangan sesuai dengan apa yang dikehendaki (tepat sasaran).
3. Setiap proses tidak dapat saling tumpang tindih.
Kekurangan :
1. Proses yang dilakukan cenderung panjang dan juga lama.
2. Biaya penggunaan metode yang cenderung mahal.
3. Membutuhkan

banyak

riset

dan

juga

penelitian

mengembangkan sistem menggunakan metode waterfall.

pendukung

untuk