Anda di halaman 1dari 17

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

NamaSekolah

: SMA Mekar Arum

Mata Pelajaran

: Kimia

Kelas/Semester

: XI/Satu

Materi pokok

: Reaksi Eksoterm dan Endoterm

AlokasiWaktu

: 4 JP (4 x 45 menit)

A. Kompetensi Inti
KI 1 :Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulandunia.
KI 3 :Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebabfenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI 4

:Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar
1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi,
kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud kebesaranTuhan YME dan
pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif
manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin,

jujur, objektif,

terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis,

kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan


serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2 Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cintadamai dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.3 Menunjukkan perilaku responsifdan pro-aktifsertabijaksana sebagai wujud kemampuan
memecahkan masalah dan membuatkeputusan
3.4 Membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm berdasarkan hasil percobaan dan
diagram tingkat energi.
4.4 Merancang, melakukan, menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan reaksi
eksoterm dan reaksi endoterm.
C. Indikator
1. Mengidentifikasi reaksi kimia pada percobaan yang dilakukan
2. Menganalisis ciri-ciri reaksi eksoterm dan endoterm
3. Menganalisis perbedaan reaksi eksoterm dan endoterm
D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menyadari adanya energi berupa minyak bumi sebagai wujud
kebesaranTuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil
pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
2. Siswa dapat menunjukan sikap positip (individu dan sosial) dalam diskusi kelompok
3. Siswa dapat menunjukkan perilaku dan sikap menerima, menghargai, dan melaksanakan
kejujuran, ketelitian, disiplin dan tanggung jawab
4. Siswa dapat Mengidentifikasi reaksi kimia pada percobaan yang dilakukan
5. Siswa dapat menganalisis ciri ciri reaksi eksoterm dan endoterm
6. Siswa dapat menganalisis perbedaan reaksi eksoterm dan endoterm

B. Materi Pembelajaran
1. Reaksi eksoterm dan endoterm
Azas Kekekalan Energi
Energi merupakan kapasitas atau kemampuan untuk melakukan kerjayang dimiliki
oleh suatu zat. Suatu proses dapat terjadi karena adanya energi yang dimiliki zat tersebut.

Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi energi dapat mengalami perubahan
dari bentuk energi tertentu menjadi energi lainnya.
Setiap zat mempunyai energi kinetic dan energi potensial. Jumlah energi kinetic dan energi
potensial dari suatu zat disebut dengan energi dalam ( U ). Energi dalam tidak dapat diukur.
Yang dapat diukur adalah perubahan energi dalam ( U). Perubahan energi dalam sama
dengan jumlah kalor (q) dan kerja (w). Kalor (q) yang dimiliki oleh zat pada tekanan tetap
disebutu juga dengan entalpi ( H).
Perubahan entalpi ( H) terjadi selama proses penambahan atau pelepasan kalor. Besarnya
perubahan entalpi adalah selisih jumlah entalpi hasil reaksi dengan jumlah entalpi pereaksi.
H = H produk H reaktan
Termokimia
Termokimia dapat didefinisikan sebagai bagian ilmu kimia yang mempelajari dinamika atau
perubahan reaksi kimia dengan mengamati panas/termal nya . Berdasarkan perubahan panas
atau suhu yang mengikutinya, reaksi dibedakan menjadi reaksi eksoterm dan reaksi endoterm
Reaksi eksoterm dan endoterm
Gambar Peristiwa endoterm (kanan) dan eksoterm (kiri)
a. Reaksi Eksoterm
Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan atau pada reaksi
tersebut dikeluarkan panas. Pada reaksi eksoterm harga H = negatif ( )
Contoh :
C(s) + O2(g) CO2(g) + 393.5 kJ ; H = -393.5 kJ
b. Reaksi endoterm
Pada reaksi terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau pada reaksi tersebut
dibutuhkan panas.
Pada reaksi endoterm harga H = positif ( + )
Contoh :
CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)- 178.5 kJ ; H = +178.5 kJ.
F.Metode Pembelajaran:
Pendekatan Pembelajaran

: Pendekatan Saintifik

Metode Pembelajaran

1. Discovery Learning
2. Eksperimen
3. Diskusi Kelompok
G. Media, Alat, Dan Sumber Pembelajaran
1. Media.
Infokus dan laptop
2. Alat/Bahan
Alat alat dan bahan praktikum hidrokarbon
3. Sumber Belajar

Saswaran, 2012

(John Mc. Murry Fay, 4th ed.)

James E Braddy, 1990.

Skripsi

H. LangkahlangkahKegiatanPembelajaran
Kegiatan

Waktu
15

A. Pendahuluan
1) Siswa merespon salam dan pertanyaan dari guru
berhubungan dengan kondisi ,absensi
2) Sebagaia persepsi untuk mendorong rasa ingin tahu dan
berpikir kritis, guru menyajikan praktikum tentang
reaksi eksoterm dan endoterm
3) Siswa menerima informasi kompetensi, materi, tujuan,
manfaat,

dan

langkah

pembelajaran

yang

akan

dilaksanakan
4) Guru menagih secara lisan tugas baca dan mencari
artikel tentang eksoterm dan endoterm
B.Kegiatan Inti
Mengamati (Observing)
Menggali

informasi

135
dengan

mendengar/mengamati/sistem
perubahan suhu,

cara
dan

membaca/
lingkungan,

kalor yang dihasilkan pada

Keterangan

pembakaran bahan bakar, dan dampak pembakaran tidak


sempurna dari berbagai bahan bakar
Menanya (Questioning)
Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan:
reaksi eksoterm dan endoterm dalam
kehidupan sehari-hari, bagaimana menentukan
perubahan entalpi reaksi
Mengumpulkan data (Eksperimenting)
Mendiskusikan pengertian sistem dan lingkungan
Mendiskusikan macam-macam perubahan entalpi
Merancang dan mempresentasikan rancangan percobaan
- Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm
- Penentuan Perubahan Entalpi dengan
Kalorimeter
- Penentuan Kalor Pembakaran Bahan Bakar
Melakukan percobaan reaksi eksoterm dan reaksi
endoterm;

penentuan

perubahan

entalpi

dengan

Kalorimeter dan penentuan kalor pembakaran bahan


bakar
Mengamati dan mencatat hasil percobaan
Mengasosiasi (Associating)
Menganalisis data untuk membuat diagram siklus dan
diagram tingkat
Mengolah data untuk menentukan harga perubahan
entalpi (azas Black)
Membandingkan perubahan

entalpi

pembakaran

sempurna dengan pembakaran tidak sempurna melalui


perhitungan
Menghubungkan perubahan entalpi reaksi dengan energi
ikatan
Menghitung perubahan entalpi berdasarkan hukum Hess
dan energi ikatan

Mengkomunikasikan (Communicating)
Membuat laporan hasil percobaan dengan menggunakan
tata bahasa yang benar.
Mempresentasikan hasil percobaan dengan menggunakan
tata bahasa yang benar.
C. Penutup

30

1) Guru bersama siswa membuat kesimpulan tentang


pembelarajan eksoterm dan endoterm
2) Memberikan tugas tentang pembelarajan eksoterm
dan endoterm
3) Menginformasikan

kegiatan

pembelajaran

berikutnya
I. PenilaianHasilBelajar
1. TeknikPenilaian: observasi, test dan penugasan
2. ProsedurPenilaian :
a. Penilaianpsikomotorik :pada saat melakukan percobaan
b. Sikap :pengamatan saat presentasi dan pembelajaran

1. InstrumenPenilaianSikap
PengamatanSikapAfektif
No.

Nama

PedomanPenilaian
Keterangan :
A = AmatBaik
B = Baik
C = Cukup
D = Kurang

Kerjasama

Disiplin

Kejujuran

Aktifitas

Rata-rata

2. Pengetahuan: test dan penugasan (individu dan kelompok)


1. Instrumenpenilaianpengetahuan (contoh)
no
1
2
3
4
5

No
1.

No tugas/soal
1
2
3
4
5
Jumlah

2.

Pengetahuan

3.

Ketrampilan

Keterangan
...................
....................
....................
....................
....................

Mekanisme dan

Aspek
Sikap

bobot
5
5
20
20
10
60

Instrumen
Prosedur
Observasi Kerja - Lembar Observasi

Kelompok
Penugasan
Tes Tertulis
Kinerja Presentasi
Laporan Praktik

Keterangan

Soal Penugasan
Soal Objektif
Kinerja Presentasi
Rubrik Penilaian

Mengetahui

Bandung, Juli 2015

Kepala SMA Mekar Arum

Guru Mata Pelajaran

Rd. Dasep Nana Permana, S.Pd

Nevi Nurzaman, S.Pd.

Lampiran Soal
1.Reaksi dalam kehidupan sehari-hari berikut ini yang merupakan reaksi endoterm adalah .
A. respirasi
B. fotosintesis
C. perkaratan besi
D. pembakaran
E. kapur tohor dimasukkan dalam air
Jawab: B. fotosintesis
2. Suatu reaksi kimia selalu diikuti perubahan energi. Besarnya energi yang menyertai reaksi
dapat dipelajari pada .
A. termoseting
B. stoikiometri
C. termokimia
D. elektrolisis
E. Elektrokimia
Jawab: c. termokimia
3. Ciri-ciri reaksi eksoterm adalah .
A. lingkungan menyerap kalor dari sistem
B. sistem menyerap kalor dari lingkungan
C. sistem dan lingkungan memiliki kalor sama
D. kalor sistem dan lingkungan jika dijumlahkan sama dengan nol
E. pada akhir reaksi, kalor lingkungan selalu lebih kecil dari kalor sistem
Jawab: a. lingkungan menyerap kalor dari sistem
4. Sebanyak 2 mol gas hidrogen jika direaksikan dengan 1 mol gas oksigen akan terbentuk uap
air yang membutuhkan kalor sebesar 484 kJ. Persamaan termokimianya adalah .
A. H2(g) + O2(g)

H2O(g) H = 484 kJ

B. 2 H2(g) + O2(g)

2 H2O(g) H = 484 kJ

C. 2 H2(g) + O2(g)

2 H2O(g) H = 484 kJ

D. 2 H2O(g)

2 H2(g) + O2(g) H = 484 kJ

E. H2O(g)

H2(g) + O2(g) H = 484 kJ

Jawab: b. 2 H2(g) + O2(g)

2 H2O(g) H = 484 kJ

5. Diketahui persamaan termokimia:


C6H6(g) 6 C(s) + 3 H2(g) H = 49 kJ
Pernyataan yang benar dari reaksi di atas adalah .
A. pembentukan 1 mol benzena (C6H6) memerlukan kalor sebesar 8,16 kJ
B. pembentukan 1 mol benzena (C6H6) memerlukan kalor sebesar 49 kJ
C. pembentukan 1 mol benzena (C6H6) membebaskan kalor sebesar 49 kJ
D. peruraian 1 mol benzena (C6H6) memerlukan kalor sebesar 49 kJ
E. peruraian 1 mol benzena (C6H6) membebaskan kalor sebesar 49 kJ
Jawab: e. peruraian 1 mol benzena (C6H6) membebaskan kalor sebesar 49 kJ
6. Diketahui persamaan termokimia:
C(s) + O2(g) CO2(g) H = 393,5 kJ
Pernyataan yang benar dari reaksi di atas adalah .
A. pembakaran 1 mol karbon menghasilkan kalor sebesar 393,5 kJ
B. pembakaran 1 mol karbon dioksida menghasilkan kalor sebesar 393,5 kJ
C. pembentukan 1 mol karbon dioksida membutuhkan kalor sebesar 393,5 kJ
D. pembakaran 1 mol karbon membutuhkan kalor sebesar 393,5 kJ
E. pembentukan 1 mol karbon dioksida menghasilkan kalor sebesar 196,75 kJ
Jawab: a. pembakaran 1 mol karbon menghasilkan kalor sebesar 393,5 kJ
7. Persamaan termokimia berikut ini merupakan perubahan entalpi pembentukan standar (Hfo),
kecuali .
A. C(s) + 2 Cl2(g) CCl4(l) Hf = 134 kJ
B. Ca(s) + Cl2(g) CaCl2(s) Hf = 795,8 kJ
C. Fe2(s) + 3/2 O2(g) Fe2O3(s) Hf = 822,2 kJ
D. Na(s) + H2(g) + C(s) + 3/2 O2(g) NaHCO3(s) Hf = 947,7 kJ
E. Zn(s) + O2(g) ZnO(s) Hf = 348 kJ
Jawab: c. Fe2(s) + 3/2 O2(g) Fe2O3(s) Hf = 822,2 kJ
8. Kalor pembentukan adalah kalor yang dilepas atau dibutuhkan apabila 1 mol senyawa
terbentuk dari .
A. ion positif dan negatif
B. unsur-unsurnya
C. senyawa yang lebih sederhana

D. molekul-molekul diatomik
E. atom-atomnya
Jawab: b. unsur-unsurnya
9. Apabila 100 mL larutan NaOH 1 M direaksikan dengan 100 mL larutan HCl 1 M dalam
sebuah bejana, suhu larutan naik dari 29C menjadi 37,5C. Jika kalor jenis air = 4,2 J/C, maka
perubahan entalpi reaksi adalah .
1. 7,14

kJ

D. 10,3 kJ

2. 7,77

kJ

E. 12,4 kJ

3. 8,23 kJ
Jawab: a. 7,14 kJ
NaOH(aq) + HCl(aq) H2O(l) + NaCl(aq)
q = m.c.T = 200 x 4,2 x 8,5 J = 7,14 kJ.
10. Pada suatu percobaan, 3 L air dipanaskan sehingga suhu air naik dari 250C menjadi 720C.
Jika
diketahui massa jenis air = 1g mL-1, dan kalor jenis air = 4,2 Jg-1 0C-1, tentukan H reaksi
pemanasan tersebut.
1. 3000 kj
2. 593,2 kj
3. 594,2 kj
4. 592,2 kj
5. 592200 kj
Jawab: d. 592,2 kJ
p = m
v
= 1 gr/mL x 3000 mL
= 3000 gr
Q = m x c x T
= 3000 x 4,2 x (72 25)
= 3000 x 4,2 x 47
= 592200 J

= 592,2 kJ
11. Diketahui reaksi:
C2H4(g) + X2(g) C2H4X2; H = -178 kJ
Jika energi ikatan (kJ mol-1)
C = C = 614

C C = 348

C H = 413

X X = 186

Tentukan energi ikatan C X.


1. 315 kj
2. 315 kj
3. 630 kj
4. 630 kj
5.

-178

Jawab: a.315 kJ
H

HC=CH+XXHCCH
X

X
H = [(4 x 413) + 614 + 186 ] [(4 x 413) + 348 + (2 x EC X)]

-178= [ 1652 + 614 + 186] [1652 + 348 + (2 x EC X)]


-178 = 2452 2000 (2 x EC X)
-630 = -(2 x EC X)
EC X = 630/2
= 315 kJ
12. Diketahui:
2H2(g) + O2(g) 2H2O(l); H = -572 kJ
H2O(l) H2O(g);

H = +44 kJ

H2(g) 2H(g);

H = +436 kJ

O2(g) 2O(g);

H = +495 kJ

Tentukan energi ikatan rata-rata O H.


1. +925,5 kj
2. 925,5 kj

3. 462,75 kJ
4. - 462,75 kJ
5. +247,5 kJ
Jawab: c. 462,75 kJ
H2O(l) H2(g) + 1/2O2(g)

H = [(+572) : 2] = +286 kJ

H2O(g) H2O(l)

H = -44 kJ

H2(g) 2H(g);

H = +436 kJ

1/2O2(g) O(g);

H = [(+495) : 2] = +247,5 kJ

H2O(g) 2H(g) + O(g)

H = +925,5 kJ

2E(O H) = 925,5 : 2 = 462,75 kJ


13. Diketahui reaksi
H2(g) + Br2(g) 2HBr(g) ; H = -72 kJ.
Untuk menguraikan 11,2 dm3 gas HBr (STP) menjadi H2 dan Br2 diperlukan kalor sebanyak
a.38 kj
b.36 kj
c. 18 kj
d. 19 kj
e. 20 kj
Jawab:c. 18 kJ
Penyelesaian:
Reaksi penguraian HBr : 2HBr(g) H2(g) + Br2(g) ; H = 72 kJ
H untuk 1 mol HBr = 72/2 = 36 kJ
HBr =

11,2 = 0,5 mol

22,4
Maka H untuk 0,5 mol = 0,5 mol 36 kJ = 18 kJ
1 mol
14.Diketahui reaksi :
4 C + 6 H2 + O2 2C 2 H5OH, H = 13,28 kkal.
Dari reaksi di atas dapat disimpulkan bahwa pembentukan 9,2 gram C 2 H5OH ( Ar C=12; H=1;
O=16) , terjadi .
1. -1,328 kkal

2. -6,64 kkal
3. +1,328 kkal
4. +6,64 kkal
5. -1,338 kkal
Penyelesaian : a. -1,328 kkal
Mr C 2 H5OH = 46
Mol C 2 H5OH = = 0,2 mol
Dari persamaan termokimia di atas diketahui untuk pembentukan 2 mol C 2 H5OH H = 13,28
kkal.
Maka untuk 1 mol C 2 H5OH = -6,64 kkal
Untuk pembentukan 9,2 gram C 2 H5OH (0,2 mol) = 0,2 mol x 6,64 kkal/mol = -1,328 kkal
15. Diketahui kalor pembakaran aseteline ( C2H2) adalah a kkal/mol; sedang kalor pembentukan
CO2
(g) = b kkal/mol; dan kalor pembentukan H2O (l) = c kkal/mol. Maka menurut hukum Hess ,
kalor
pembentukan aseteline( C2H2 ) adalah .
1. a + b+ c
2. a-2b + c
3. a + 2b + c
4. a 2b c
5. + a + b + c
Penyelesaian : c. a + 2b + c
Kalor pembakaran C2H2 : C2H2 + O2 2 CO2 +H2O = a kkal (dibalik)
Kalor pembentukan CO2 : C + O2 CO2
Kalor pembentukan H2O : H2 + O2

= b kkal (x2)

H2O = c kkal

(tetap)

Kalor pembentukan asetilen : 2C + H2 C2H2 = kkal ?


2CO2 +H2O
2C + 2O2
H2 + O2

C2H2 + O2
2CO2
H2O

= -a kkal
= 2b kkal
= c kkal

2C + H2 C2H2

= (-a+2b+c) kkal

16. Diketahui:
Hf CO2 = 393,5 kJ/mol

Hf H2O = 241,8 kJ/mol

Bila diketahui reaksi:


C2H4(g) + 3 O2(g) 2 CO2(g) + 2 H2O(g) Hc = 1.323 kJ
maka besarnya Hf C2H4 adalah .
1. + 52,4 kJ
2. + 62,4 kJ
3. + 72,4 kJ
4. - 52,3 kJ
5. + 62,2 kJ
Penyelesaian : a. + 52,4 kJ
Hc =(2. Hf CO2 +2. Hf H2O) - (Hf C2H4 + 3. Hf O2)
-1.323=(2. -393,5 + 2. -241,8 ) - (Hf C2H4 + 0)
-1.323=(-787- 483,6) - Hf C2H4
Hf C2H4 = -1270,6 + 1323
= + 52,4 kJ
17. Diketahui:
H C3H8 = 104 kJ H CO2 = 395 kJ H H2O = 286 kJ
Persamaan reaksi pada pembakaran gas C3H8 sebagai berikut.
C3H8(g) + 5 O2(g) 3 CO2(g) + 4 H2O(l)
Besarnya perubahan entalpi pada pembakaran 11 gram C3H8 (Ar C = 12, H = 1) adalah
a. 0,25 mol
b. -554,25 kJ
c. +553,25 kJ
d. -556,25 kJ
e. + 556,25 kJ
Penyelesaian:

d. -556,25 kJ

M r C3H8 = 44 Mol C3H8 = = 0,25 mol


H reaksi = (3. H CO2 + 4. H H2O) - (H C3H8 + 0 )
= (3. -395 + 4 .-286) - ( -104 -0)

=(-1185 1144) + 104 = -2329 +104 = -2225kJ


H reaksi pembakaran 11 gram C3H8 (0,25 mol) = 0,25 x -2225 kJ
= -556,25 kJ
18.Kalor reaksi yang terjadi pada reaksi 0,25 mol NaOH(aq) dengan 0,25 mol HCl(aq), jika
diketahui
perubahan entalpi pada reaksi:
NaOH(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(l) H = 56, 60 kJ/mol adalah
a. + 14,15 kJ
b. 14,15 kJ
c. 15,15 kJ
d. +15,15 kJ
e. 16,15 kJ
Penyelesaian : a. 14,15 kJ
H reaksi untuk 0,25 mol zat = 0,25 mol x 56, 60 kJ/mol = 14,15 kJ
19. Selama reaksi pembentukan Al 2 O 3 dari 5,4 g Al dan jumlah cukup O 2, suhu 2 kg air
meningkat 20 0 C. Cari entalpi pembentukan Al 2 O 3? (Al = 27, c air = 1 kal / g. 0 C)
a. -300kcal
b. +400kcal
c. -500kcal
d. +500kcal
e. -400kcal
Penyelesaian : e. -400kcal.
Jumlah panas yang dibutuhkan untuk peningkatan suhu 2 kg air 20 0 C adalah;
Q = mct
Q = 2000g.1 kal / g. 0 C. 20 0 C
Q = 40000 kal = 40 kkal
2Al + 3/2O 2 Al 2 O 3
Energi yang dilepaskan dari pembakaran Jika 2mol Al (54 g) memberikan entalpi pembentukan
Al2O3.
Jika 5,4 g Al memberikan 40 kkal panas
54 Al g memberikan? kkal panas

= 400 kcal?
Karena reaksi eksotermik, pembentukan entalpi Al 2O3 adalah-400kcal.
20. Entalpi dari dua reaksi yang diberikan di bawah ini.
I. A + B C + 2D H 1 = + X kkal / mol
II. C + E A + F H 2 = Y kkal / mol
Cari entalpi A + 2B C + E + 4D + F reaksi dalam hal X dan Y.
1. X-Y
2. 2X+Y
3. -2X-Y
4. -2X+Y
5. 2X-Y
Penyelesaian : e. 2X-Y
Untuk mendapatkan reaksi A + 2B C + E + 4D + F, kita harus mengalikan reaksi pertama
dengan 2 maka jumlah itu dengan reaksi kedua.
2A + 2B 2C + 4D H 1 = +2 X kkal / mol
+ C + E A + F H 2 =- Y kkal / mol
A + 2B C + E + 4D + F H 3 = 2X-Y