Anda di halaman 1dari 314
Maou. 1 Perkembangan Teori Organisasi Dy. Ir. SB. Hari Lubis ‘ka sekelompok individu menghadapi pekerjaan yang sudah terlalu bbesar untuk ditangani oleh satu orang, lahirlah organisasi. Pekerjaan yang besar itu dibagi-bagi. Setiap individu mendapat tugas mengerjakan ‘ebagian dari pekerjaan yang besar tadi, sesuai kemampuannya masing- ‘masing. Peketjaan yang terbagi-bagi kepada banyak individu itu, kemudian perlu disatukan Kembali sehingga akhienya lahirlah organisasi. Cara ‘membagi-bagi pekerjaan yang besar tadi dan cara menyatukannya kembali, hirkan ilmu organisasi, Cara pembagian pekerjaan dan penyatuan hail kerja individu tertentu bisa menyebabkan organisasi menjadi Jamban atau ‘menjadi cepat, menjadi terkontrol tapi lamban ataupun menjadi cepa, tetapi kurang terkendali, menjadi boros, hemat, Kaku, fleksibel, dan sebagainya, Manusia purba biasa bekerja sendiri. Ia pergi ke sungai mencari bbebatuan untuk menjadi mata Kapak, Kemudian ke hutan mencari tangkai pohon dan akar gantung. Batu diikatkan ke tangkai menggunakan akar {gantung tadi sehingga terciptalah kapak batu. Dengan kapak batu itu ia pergi berburu, mencari kambing hutan. Dagingnya disantap, kulitnya dijadikan cawat, tas, sepatu, dan tulang-tulangnya dijadikan sendok, kancing, dan Jayjn-lain, Semua dilakukan sendiri, tanpa bantuan orang lain. Di zaman pertengahan, corak Kerja manusia mengalami perubahan, ‘Manusia tidak lagi harus mengusahakan sendiri semua kebutuhan hidupnya, Sebagian Kebutuhan diperoleh dari para spesialis yang memang Keabliannya dalam hal tertentu memang lebih tinggi dari rata-rata manusia biasa, seperti tukang sepatu, tukang roti hingga abi membuat rumah. Para spesialis int ‘mengerjakan sendiri seluruh kegiatannya secara lengkap, Kegiatan tukang sepatu, mulai dari memelihara kambing, menyembelih kambing, menguliti dan menyamak kulit kambing, mengerjakan kulit kambing yang sudah disamak menjadi sepatu hingga memasarkan sepatu yang sudah jadi, semua 12 Greaninass © dlikerjakannya sendiri, Oleh karena itu, diperlukan waktw magang bertahun- tahun sebelum sescorang bisa menjadi spesi i akhir zaman pertengahan ini, manusia berhasil menciptakan mesin ‘Melihat potensinya, muncul keinginan untuk menggunakan mesin ini untuk ‘membantu pekerjaan manusia, Temyata kegiatan manusia dan mesin baru bisa digabungkan jika manusia hanya ditugasi menangani potongan-potongan kecil (atom) kegiatan, seperti yang sering kita temukan di perusahaan- perusahaan assembling di zaman moderna ini. Keberhasilan ini mengubah secara drasts peradaban manusia. Persyaratan tenaga kerja menjadi sangat ‘mudah dipenuhi karena tugasnya sedemikian sederhana sehingga persediaan tenaga kerja menjadi melimpah. Pekerjaan dibagi-bagi menjadi potongan- potongan kecil schingga untuk pertama kalinya muncul organisasi produksi berukuran besar. Pada saat itulah baru disadari bahwa pengetahuan serta keterampilan untuk mengelola organisasi produksi berukuran besar belum dikuasai Oleh Karena itu, boleh dikatakan bahwa Keinginan untuk mempelajar ‘cara menangani organisasi produksi berukuran besar bara timbul di akhir bad ke-19 atau awal abad ke-20, dan di saat awal kemunculannya diwarai dengan pandangan yang menganggap tenaga kerja kurang penting, tidak perlu dirawat dengan baik Karena pada saat itu persediaan tenaga kerja sedang melimpah, Secara umum tujuan penulisan modul ini ialah untuk menjelaskan kepada Anda bahwa ada berbagai teoti organisasi yang masing-masing dengan pendekatan tersendiri serta kebaikan dan kekurangan, ‘Secara Khusus setelah mempelajari modul ini dengan baik Anda dliarapkan dapat menjelaskan: pengertian organisasis riwayat singkat munculnya organisasis beberapa pendekatan dalam teori organisasi; teori organisasi: bbeberapa tingkatan dalam analisis organisasi @ exMaarszimemuL 1 13 KEGIATAN BELAUAR 1 Definisi Organisasi QO saan ase esa gang stra, ik deat iat maupon diraba, tetapi sclalu kita rasakan cksistensinya, hampir dalam semua aspek Kehidupan. Sebagai warga negara misalaya, kita rasakan adanya berbagai peraturan, seperti Keharusan memiliki kartu penduduk, kewajiban ‘membayar pajak, dan aturan lainaya, yang menunjukkan adanya organisasi yang melingkupi dan mengatur peri kehidupan kita walaupun kita sendiri tidak dapat melibat ataupun meraba organisasi yang mengeluarkan berbagai peraturan tersebut Karena sifatnya yang abstrak menyebabkan organisasi bisa didefinisik dengan macam-macam cara Bamard mendefinisikan organisasi sebagai kumpulan individu. yang terkoordinasi secara sadar sehingga bisa juga dinyatakan sebagai suatu sistem yang terdiri dari berbagai kegiatan yang saling berhubungan’, Davis mendefinisikan organisasi sebagai kelompok individu, yang bekerja sama di bawah seorang pimpinan, untuk meneapai satu tujuan tertentu, Definisi Davis berbeda dati definisi sebelumnya, yaitu ‘memberikan penekanan khusus mengenai adanya “tujuan” suatu organisasi Hampir semua literatur memberikan definisi yang berlainan, baik Karena adanya penggunaan kata-kata yang berbeda maupun Karena adanya ppenekanan Khusus pada aspek-aspek tertentu, seperti pada definisi Davis. Perkembangan selanjutnya menekankan keterkaitan organisasi terhadap aspek sosial, yaitu sebagai akibat dari adanya interaksi kelompok-kelompok ‘manusia yang terdapat dalam organisasi. Perkembangan lainnya memberikan perhatian khusus akan adanya hubungan organisasi dengan lingkungannya, Dari kescluruhan perkembangan tersebut akhimya ditarik kesimpulan bbahwa organisasi dapat didefinisikan sebagai berikut. ‘uatu kesatuan sosial dari sekelompok individu (orang), yang saling berinteraks! menurut suatu pola yang terstruktur dengan cara tertentu sohingga setigp anggota organisas) mempunyai tugas dan fungsinya " Barnard, Chester 1: The Functions of the Executive. Cambridge ~ Massachuset Harvard Univesity Press, 1938, "Davis, Ralph : The Fundamentals of Top Management. New York, Harper & Brothers Publishers, 1951 14 Greaninass © rmasing-masing, dan sebagai suatu kesatuan mempunyai tujuan tertentu, dan juga mempunyai batas batas yang jelas sehingga Crganisas dapat dipisankan socara togas dari lingkungannya’ Definisi inilah yang akan selalu digunakan dalam —pembahasan selanjutnya mengenai organisas BEBERAPA PENDEKATAN DALAM TEORI ORGANISAST Sifat abstrak suatu organisasi, dan keterkaitannya dengan aspek so seperti dinyatakan sebelumnya, menyebabkan tinjauan terhadap tori ‘organisasi menjadi sangat luas dan menyangkut berbagai aspek yang berbeda, Akibatnya, studi tentang organisasi juga bisa dilakukan menurut berbagai sudut pandang yang berlainan, sesuai dengan aspek Khusus atau dimensi ‘organisasi yang mendapatkan perhatian lebih dalam setiap jenis anaisis, Sebagai akibat dari kondisi itu, muncul bermacam-macam orientasi dalam teori organisasi, yang masing-masing dipengaruhi oleh cara yang digunakan dalam —meninjau permasalahan —organisasi. _Stogdill ‘mengidemtfikasikan tidak Kurang dari 18 jenis orientasi dala organisasi, antara lain yang memandang organisasi sebagai produk kebudaysan, sebagai agen dalam proses pertukaran dengan lingkungan, sebagai sistem yang terdiri dari struktur fungsi, sebagai suatu struktur kegiatan, sebagai kumpulan dari fungsi-fungsi dinamis, sebagai sistem yang ‘melakukan proses, sebagai sistem input-ousput atau sebagai struktur yang ‘merupakan kumpulan beberapa kelompok orang (group). Pandangan lain lebih memberikan perhatian pada perilaku kelompok dalam organisasi,-mempelajariinteraksi ketompok-kelompok dengan ‘organisasi ataupun mempelajariimteraksi yang terjadi antarkelompok’ ‘Adanya berbagai orientasi tersebut menjadikan teori organisasi sukar dipelajai secara lengkap. Sulit sekali memperoleh pengetahuan yang cukup ‘mendalam mengenai keseluruhan orientasi tersebut hanya dari satu atau sejumlah kecil bahan bacaan walaupun memang ada penulis yang mencoba ‘menyajikannya dalam satu buku saja. Oleh karena itu, pemahaman mengen kkeseluruhan orientasi hanya bisa dilakukan dengan mempelajari, satu demi ® Daft, Richaed L, : Organiation Theory and Design, St, Paul ~ Minnesota, West Publishing Company, 1983, hal 8 "Tosi, Henry L.: Theories of Organization, St. Clair Press, 1975, hal: 1-2 @ exMaarszimemuL 1 15 satu, literatueliteratur asli_ yang mewakili setiap jenis orientasi, Dan, seandainya hal itu dilakukan, ternyata masih diperlukan adanya renungan yang cukup dalam untuk dapat memahami saling keterkaitan antara berbagai orientasi tersebut. Setelah itu, barulah diperoleh gambaran lengkap mengenai kerangka keseluruhan teori organisasi, dan juga pengertian yang_jelas ‘mengenai posisi ataupun peran setiap orientasi dalam kerangka Keseluruhan tersebut” Kerangka keseluruhan teori organisasi seharusnya merupakan swat: kerangka yang merupakan kumpulan beberapa kelompok orientasi, dimana bbeberapa orientasi yang saling berkaitan erat dikumpulkan menjadi satu Kelompok. Selanjutaya, Kelompok-kelompok orientasi yang saling berdekatan disatukan menjadi suatu alan utama dalam teori organisasi Banyaknya orientasi yang muncul dalam teori organisasi menyebabkan cara menyatakan Kerangka keseluruhan juga berbeda-beda. Kerangka yang dirumuskan oleh Tosi, misalnya mengelompokkan berbagai orientasi dalam Pendekatan Klasik, pendekatan yang menganggap organisasi sebagai statu sistem sosial, pendekatan struktur, pendekatan teknologi, pendekatan adaptif, ddan pendekatan organisasi integral alam tulisan ini, pengelompokan berbagai orientasi tersebut di dengan cara yang lebih sederhana, sesuai kurun waktu pemunculannya, yaitu Pendekatan Klasik, Pendekatan Neoklasik, dan Pendekatan Modem’, yang ‘memang kurun waktu pemunculannya berurutan. Walaupun pengelompokan ini berdasarkan kurun waktu pemunculan, tidaklah berarti bahwa antara berbagai orientasi yang membentuk suatu jenis pendekatan terjadi silang pendapat. Berbagai orientasi yang muncul pada kurun waktw yang sama femyata memang mempunyai dasar pemikiran yang saling berkaitan, sesuat dengan “tend” pemikiran dan pethatian pada kurun waktu tersebut ? Kenyatan ini menonjukkan bahia setap kali membace lteratur tentang Organs pera segersdiidendikasikan jenis “sian yang menjadi dasar penalisantertar tescbut. Sayanana, jarangsekali pealis buku tentang Organs teruama dt Indonesia, yang scar jelas menunjukkan jens alitan yang mendasriulisannya. S Tosi, Hemy Lapit * Pengelompoian semacam ini pemah dimunculkan oleh William G. Seat Organization Theory. Soural ofthe Academy of Management, vol m0, 1, Apt 1961, hal 7-26, yang mencoba mengelompokkan betbagul orients Jang muncul hinggatahun 1961, saat atk itu diterbikan, Melengkapipengslompokan menurat Scot dalam usa in salah sat pendckaan merupakan pengelompokan bebagai ‘wena yang muneul stl ahun 1961 16 Greaninass © 1. Pendekatan Klasik Munculnya Pendekatan Klasik dalam tcori organisasi diilhami_ oleh beberapa konsep pemikiran yang dikemukakan oleh Frederick Winslow Taylor (1856-1915), yang ia rumuskan berdasarkan pengalaman kerjanya pada perusahaan baja Bethlehem Steel di Amerika’. Taylor adalah seorang insinyur yang mendapat tugas memimpin dan meningkatkan produktivitas dari sejumlah besar karyawan pelaksana, Oleh arena itu, pengalamannya tersebut, muncul pemikiran Taylor yang sesungguhnya bbukan menyangkut organisasi,tetapi cenderung membahas pengaturan cara bekerja, Khususnya bagi pekerja pelaksana (seperti tukang-tukang, dan ‘operator mesin), dan mencoba merumuskan cara (gerakan) kerja baku yang paling efisien, berdasarkan pemikiran berikut Pertama, setiap jenis pekerjaan dapat dianalisis secara ilmiah (sciemtiic) ‘untuk menemukan cara terbaik dalam pelaksanaanaya (yang disebut one best way), berupa metode kerja baku yang paling efisien, yang mampu memberikan hasil yang maksimal ‘Adanya metode kerja baku yang paling efisien ini membuka kesempatan ‘untuk menetapkan pekerja yang paling sesuai untuk setiap jenis pekerjaan. Kedua, cara atau metode Kerja baku ini belum tentu sesuai dengan keinginan pekerja, tetapi pekerja bisa dirangsang dengan imbalan finansial agar bersedia menjalankannya, yang berarti bahwa pandangan ini ‘menganggap para pekerja bersifat “rasional”, bersedia mengerjakan sesvatu yang sebenarnya tidak mereka sukai asalkan mendapat imbalan finansial ‘yang memadai ‘Oleh Karena pekerja pelaksana diharapkan memberikan hasil_ yang ‘maksimal maka dalam pendekatan Taylor ini para pekerja tersebut secara ‘khusus hanya ditugaskan untuk mengerjakan pekerjaan pelaksanaan saja dan dlibebaskan dari tugas lain (seperti merencanakan metode kerja, atau ‘membuat rencana kerja). Kekhususan (spesialisasi tersebut diharapkan akan dapat membebaskan para pekerja pelaksana dari keharusan “membagi" pethatian terhadap hal-hal lain di luar tugas pelaksanaan sehingga mereka bisa lebih produktif. Adanyametode kerja baku juga memberikan keuntungan, yaitu ‘membuka kesempatan untuk menetapkan waktu baku bagi penyelesaian Suatu tugas. Jika seorang pekerja baku bekerja dengan menggunakan metode kerja “Taylor, Frederick Winslow : The Principles of Scientific Management, Harper & Brothers Publishers, 1919. @ exMaarszimemuL 1 17 yang juga baku, akan diketahui waktu baku yang diperlukan untuk ‘menyelesaikan twas terscbut. Dengan [Trawsrormas] > [PAcoUK] > [Pewasaran x FE ANNO eel, nta ener] [eae er ad =— ey Supper ||" Pasar Lngiungan | na he | es vevargan t Masaratat uaencan ambar 21. Identitikasl Glemen-elemen Lingkungan melalui Proses Operasl suatu ‘Oxganisas) Manufaktur ‘Oleh Karena itu, jumlah dan jenis elemen-elemen lingkungan dari setiap perusahaan juga akan berbeda, tergantung jenis usaha dan juga dalam Jingkungan seperti apa perusahaan itu berada, C._KETIDAKPASTIAN LINGKUNGAN Lingkungan berpengaruh terhadap organisasi, Sifat lingkungan yang paling berpeluang untuk membahayakan atau merugikan organisasi adalah ‘ingkat ketidakpastian lingkungan. Ketidakpastian (uncertainty) lingkungan ‘menunjukkan keadaan, di mana organisasi (atau pimpinannya) tidak ‘mempunyaiinformasi yang cukup mengenai keadaan lingkungannya sehingga akan menyebabkan timbulnya kesulitan dalam memperkirakan Perubahan-perubahan lingkungan yang akan terjadi. Ketidakpastian tersebut menyebabkan tindakan-tindakan yang akan diambil oleh organisasi 28 Greaninass © ‘mempunyairisiko kegagalan yang tinggi, Organisasi perlu mampu ‘menghadapi ketidakpastian lingkungan agar dapat tetap bertahan dalam lingkungannya, 1. Dua Dimensi Robert Duncan Duncan menyatakan bahwa ketidakpastian lingkungan dapat dianalisis ‘melalui dua dimensi, yaitu kompleksitas dan stablitas’, Kedua dimensi ini ‘menentukan besarya tingkat ketidakpastian lingkungan yang harus dibadapi oleh organisasi ‘Kompleksitas (keragaman) lingkungan menunjukkan heterogenitas atau bbanyaknya elemen-elemen eksternal yang berpengarub terhadap berfungsinys satu organisasi. Lingkungan meliputi jenis lingkungan yang sangat kompleks hingga lingkungan yang sangat sederhana, di mana hanya ada sedikit elemen lingkungan yang berpengaruh terhadap organisasi, Suatu lingkungan dinyatakan sebagai lingkungan yang sederbana jika hanya ada sedikit elemen lingkungan_ yang berpengaruh terhadap organisasi.. Suatu lingkungan dinyatakan sebagai lingkungan yang sederhana jika hanya ada paling banyak 3 atau 4 clemen yang berpengaruh tethadap organisasi Stabilitaslingkungan menggambarkan kecepatan perubahan yang terjadi pada elemen-elemen lingkungan. Lingkungan meliputi juga jenis lingkungan ‘yang sangat stabil hingga lingkungan yang sangat tidak stabil. Lingkungan dinyatakan sebagai stabil apabila clemen-clemennya jarang sckali mengalami perubahan schingga keadsan lingkungan boleh dianggap etap selama bertahun-tahun. Lingkungan yang tidak stabil berubah secara drastis tanpa diduga sebelumaya sehingga akan mengejutkan bagi organisasi Dimensi kompleksitas dan dimensi stabilitas itu digunakan oleh Duncan ‘untuk merumuskan suatu kerangka yang dapat menggambarkan_kondi ketidakpastian lingkungan, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 2.2, di ‘mana Tingkungan akhimya terbagi menjadi empat segmen dengan tingkat ketidakpastian yang berbeda, Pada lingkungan yang sederhana dan stabil terdapat ketidakpastian yang rendah, Hanya ada sedikit elemen lingkungan yang harus diperbatikan dan clemen-clemen ini tidak ataupun jarang sekali mengalami perubahan. Lingkungan yang kompleks dan stabil mengakibatkan ketidakpastian Tingkungan yang agak lebih besar dari segmen sebelumnya. Terdapat lebih, * Duncan, Rober. Charteris. of Petsiv Ensionments and Petivs Evins ‘Uncenairy. Administeave Science Quately. 113), 1972 ha: 313-327 @ ekMaars7manuL 2 29 banyak clemen tingkungan yang perlu diperhatikan dan dianalisis agar organisasi berfungsi dengan baik. Tetapi ketidakpastian yang. dihadapi tidaklah Tuar biasa besarnya walaupun jumlahnya banyak, elemen-elemen lingkungan tersebut tidak ataupun jarang sekali mengalami perubahan, Lingkungan yang sederhana dan tidak stabil menunjukkan tingkat ketidakpastian yang lebih tinggi. Elemen-elemen lingkungan yang perlu diperhatikan sebenarnya jumlahnya sedikit, ttapi selalu berubah, Perubahan clemen-clemen lingkungan dianggap lebih berpengaruh terhadap besarnya Ketidakpastian jika dibandingkan dengan pengaruh dari jumlah elemen- elemen lingkungan suatu organisasi. Oleh karena itu, segmen ini dipandang ‘mempunyaiketidakpastian yang lebih tinggi dari segmen lingkungan sebelumnya, pee ERREASTAN FENDA KET DPASTAN AGI Low Uncertainty) IRENDAH Low-Moderate Uncertainty) 1 Elomon Lingkungan lumlannya seat 1. Elemen Lingkungan Ja Elemen Lingkungan tdak | jumlahrya banyak berubah aa berubah secara [2 Elemen Lingkungan tidak petianan beruah atau beribahsecara| stabil petianan LUngkungan |KETIOAKPASTIAN AGAK _ |KETIDAKPASTIAN TINGGI Tina! (High Uncertainty) | High-Moderate Uncertainty) 1. Elemen Lingkungan 1. Elomen Lingkungan Jumlahnya banyak Jumlahnya seit 2. Elemen Lingkungan selalu la Elemen Lingkungan solalu |” berubah Tidak | Dervban Stab Sederhana Komplokstas | omplok Gambar 2.2. Kerangka Ketidakpastian Lingkungan (Duncan) Lingkungan yang Kompleks dan juga tidak stabil merupakan segmen lingkungan dengan tingkat ketidakpastian yang paling tinggi. Terdapat sejumlah besar clemen lingkungan yang selalu berubah secara tidak terduga 210 Greaninass © ddan tanpa dapat dimengerti schingga menjadi sulit untuk dianalisis dan ‘menimbulkan ketidakpastian yang tinggi bagi organisasi. 2. Tekstur Lingkungan (Causal Texture) Karakteristik dari elemen-elemen lingkungan berpengaruh terhadap tingkat ketidakpastian yang diadapi oleh suatu organisasi. Emery dan Trist ‘menyatakan bahwa pengaruh elemen-elemen lingkungan tersebut tidaklah {epat apabila ditinjau satu demi satu secara tepisah, seperti yang diusulkan ‘leh Duncan, Mereka berpendapat bahwa elemen-elemen lingkungan tersebut seharusnya dipandang sebagai suatu kesatuan yang saling berkaitan, dan ‘merupakan elemen-elemen yang_menentukan corak lingkungan. Emery dan ‘Trist menamakan cotak ini sebagai “Causal Texture”, untuk memperlihatkan bagaimana clemen-elemen lingkungan yang. saling berkaitan’ membentak fekstur (corak) Kesempatan ataupun ancaman bagi Organisasi’. Selanjutnya, ‘mereka menyatakan bahwa terdapat empat jenis tekstur (corak) lingkungan, yaitu sebagai berikut a. _Lingkungan tenang-acak (placid-randomized) ‘Merupakan jenis lingkungan yang paling sederhana. Keaduannyé tena yang berarti elemen-elemennya berubah secara perlahan. Kesempatan dan lancaman munculnya sangatjarang. Tetapi,lingkungan ini bersifat acak, yaitu perubahan pada suatu elemen terjaditanpa bisa diduga sebelumnya dan tanpa ada kaitannya dengan elemen-elemen lainnya, Contoh dari jenis Tingkungan ini adalah Tingkungan suatu apotek di sebuah kota kecil, Perubshan jarang terjadi dan jumlah elemen yang berkaitan dengan pengusahaan apotek sangat sedikit. Apotek-apotek itu ‘membeli persediaan secara teratur dari sumber yang tetap. Sementaa, jumlah apotek juga selalu tetap karena peraturan pemerintah hanya mengizinkan adanya sejumiah fertentu apotek di suatu daerah sehingga persaingan juga polanya tetap. Konsumen juga pada dasarnya tidak sering berubah, sesuai dengan kondisi sebuah kota berukuran kecil. Apotek tidak bisa berbuat banyak untuk mempengaruhi ataupun mengubah lingkungannya, sementara dri Tingkungan sendiri juga jarang sckali ada peristiwa yang bisa ‘mempengaruhi perusahaan, Sime, Fred Es Ts EL: The Cans Teature of Organizational Environments, Human Relations 18 (1958) al 20-82 @ ekMaars7manuL 2 an Dalam kondisi lingkungan seperti ini, organisasi bisa memusatkan perthatian pada pengelolsan schati-hari dari usaha yang dilakukan, Lingkungan bukan merupakan masalah utama yang harus diperhatikan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pimpinan organisasi b. Lingkungan tenang-mengetompok (placid-clustered) Jenis lingkungan ini juga cukup stabil, tetapi lebih kompleks dibanding lingkungan Tenang-Acak. Elemen-elemen lingkungan berkaitan satu-sama- Tain dan dapat berubah secara bersamaan (simultan). Oleh Karena itu, esempatan dan ancaman dalam lingkungan semacam ini muncul dalam bbentuk kelompok schingga lebih membshayakan bagi organisa ‘Oleh karena perubshan lingkungan ini sangat berbahaya, organisasi perlu ‘mengantisipasi dan berusaha menghindari bahaya yang diakibatkan oleh perubahan ini, Akibatnya, perencanaan dan peramalan merupakan hal yang penting bagi organisasi, sedangkan pengelolsan sehari-hari harus dilakukan dengan cara tertentu sehingga sefalu siap untuk menghadapi_ perubahan Jingkungan. Contoh dari lingkungan Tenang-Mengclompok ini adalah lingkungen suatu industri kimia, Keluhan mengenai polusi akibat dari buangan induste dapat tejadi secara simultan, yaitu dari penduduk sekelilingnya, pemerintah, Iembaga pecinta alam, bahkan hingga mempengaruhi konsumen dan ppemasok (supplier) bahan. Tetapi biasanya tuntutan yang mengelompok ini biasanya dipicu oleh suatu peristiwa yang menyebabkan berbagai pihak ikut terlibat, Berbagai pibak dari luar ini sering kali membentuk pengelompokan yang menuntut pabrik mempeshatikan akibat dari buangannya. Oleh karena itu, organisasi perlu merencanakan dan mengantisipasikan jawaban yang {epat bagi tuntutan kelompok ini . Lingkungan diganggu-bereaksi (disturbed-reactive) Pada jenis lingkungan ini perubahan tidak lagi bersifat acak. Dalam Jingkungan semacam ini tindakan suatu organisasi bisa mengganggu etenangan lingkungan schingga akan mengundang reaksi dari organisasi lainnya. Oleh arena itu, Iingkungan seperti ini hanya bisa terbentuk jika (erdiri dari sejumfah organisasi besar yang masing-masing cukup kuat untuk ‘mempengarubi lingkungan. Selain ita, organisasi-organisasi ini juga saling * Tumut dr terboga pik agar STPDN cibbarkan diwali dengan exbongkarya indakan kekeruan yang dlhakan prs mahasiswa STPDN setior rh prs mahasswa ar, 212 Greaninass © ferlihat (visible) satu sama lain sehingga tindakan setiap organisasi. bisa diamati secara jelas oleh organisasi lainnya, Lingkungan ini sering kali dinamakan sebagai lingkungan oligopolistik Contoh dari lingkungan jenis ini adalah lingkungan industri rokok kretek ddi Indonesia, yang terdiri dari sejumlah industri rokok kretek yang besar (misalnya Bentoel, Djarum, Gudang Garam, dan lain-lain) Jika suatu jenis rokok berusaha menaikkan penjualannya melalui penjualan rokok berhadiah ‘mobil maka segera pabrik lainnya akan melakukan tindakan balasan yang serupa. Tindakan pabrik rokok yang memulai dengan memberikan hadiah ita ‘mengganggu keseimbangan yang telah tejadi dalam persaingan, Oleh karena itu, tindakan ini segera dibalas oleh pabrik rokok lainnya Dalam lingkungan seperti ini pimpinan organisasi harus_membuat perencanaan serta keputusan secara hati-hati dan strategis schingga siap untuk menghadapi teaksi dari pibak lain, Perencanaan tidak hanya ‘mempertimbangkan —Kondisi internal organisasi, tetapi—_harus ‘memperhitungkan perilaku organisasi.lainnya, Organisasi juga harus ‘mengamati secara cermat seluruh tindakan dari organisasi Iainnya’, Oleh Karena itu, jenis lingkungan ini lebih Kompleks dan lebih tidak stabil dati Tingkungan Tenang-Acak maupun lingkungan Tenang-Mengelompok. 4. Lingkungan kacau (surbulent field) Lingkungan ini ditandai dengan kompleksitas yang tinggi dan perubahan ‘yang cepat, Berbagai sektor berubah secara drastis, dengan perubahan yang ‘aling berkaitan Lingkungan jenis ini biasanya memberikan akibat yang negatif bagi organisasi, Perubahan lingkungan bisa cukup dramatis hingga_mampu ‘melenyapkan organisasi, Hal ini, misalnya terjadi jika ada perubahan {cknologi yang sangat revolusioner sehingga semua produk dengan teknologi Tama tidak bisa Tagi digunakan. Peraturan pemerintah juga bisa memberikan pengaruh yang sama, seperti contoh perubahan teknologi tersebut. Karena saling mempengaruhi, perubahan elemen-elemen lingkungan bisa memberikan akibat negatif yang berlipat ganda kepada organisa. Persia Seons in scrng teal. Di Amerika, pesuingan Coca Cola dengan Pepsi Cola jose lebih dil memati Seven Up, di Indonesia pens anlars pabek rokok Arete esr Gadang Garam dan Jaro membonuk pabrikpabrik erwkuran keel Aikel "Peang Tait Penerbangan” menuajukkan babwa hal yang seupa trad) pada anf penerbangan, yang mya menyebablan sjunlahperwsahaanangkutan drat dan anghutan lu tsps glug tae” 213 Lingkungan Kacau ini jarang terjadi, tetapi jika ada maka perencanaan ‘menjadi tidak berarti bagi organisasi. Perubahan-perubahan terjadi secara ssangat drasts sehingga tidak dapat diantisipasikan oleh organisasi. Cara (erbaik untuk menghadapi jenis lingkungan ini adalah melakukan adaptasi, ‘walaupun juga tidak pasti dapat menjamin kelangsungan hidup organisa ‘Tabel berikut memberikan keterangan tentang jenis tekstur lingkungan ddan tindakan organisasi yang sesuai untuk menghadapi setiap jenis tekstur lingkungan tersebut Tabel 21,

Anda mungkin juga menyukai