Anda di halaman 1dari 6

T

Sesungguhnya SARS itu apa ?

J : SARS kepanjangan dari Severe Acute Respiratory Syndrome Sindrom Pernafasan Akut
Berat yang sedang jadi momok misterius. Konon infeksi ini pertama kali terjadi di
Guangdong Cina, yang dengan cepat merembet ke belahan dunia lain, termasuk Amerika
Utara.
T
:

Apa gejala gejala penyakit ini ?

J : Umumnya problem ini dimulai dengan demam (lebih dari 38 derajat celcius). Tidak jarang
muncul juga keluhan penyerta seperti menggigil, sakit kepala, tidak enak badan, dan
pegal-pegal di seluruh tubuh. Dua sampai tujuh hari kemudian, penderitanya akan
diserang batuk kering, sesak nafas dan kesulitan bernafas. Ketika proses ini demikian
parah, kadar oksigen tubuh dalam darah menjadi sangat rendah. Dengan kata lain
kebutuhan oksigen tubuh menjadi tak terpenuhi.Keadaan yang berbahaya ini perlu segera
ditangani. Tak jarang penderita sindrom saluran nafas ini memerlukan bantuan nafas
mekanis.
T
:

Jika saya terpapar SARS, berapa hari kemudian saya baru merasakan gejala-gejalnya ?

J : Masa inkubasi penyakit ini 2 7 hari, meskipun beberapa laporan menyebut periode yang
lebih panjang, yaitu 10 hari. Artinya gejala / keluhan seperti di atas baru muncul 2 10
hari setelah terpapar kuman penyakit ini.
T
:

Obat apa yang tersedia untuk penyakit ini ?

J : Sampai hari ini regimen terapi yang jitu belum ditemukan. Namun demikian, CDC
(Centers for Disease Control and Prevention) Amerika Serikat merekomendasi
penggunaan obat / antibiotika yang biasa digunakan untuk mengobati pneumonia atipikal
yang serius. Telah pula dicoba mengkombinasi obat-obat antiviral seperti oseltamivir atau
ribavirin, beserta steroid sekaligus. Sayang, hasilnya belum optimal betul. Para ahli masih
terus meneliti kausa dari infeksi ini.

T
:

Bagaimana cara penyebaran penyakit ini ?

J : Jalur utamanya lewat udara. Jika penderitanya batuk atau bersin percikan dahaknya akan
melayang di udara. Penularan terjadi, ketika seseorang menghirup partikel ini.

T Berapa lama pengidap penyakit ini berpotensi menularkan penyakitnya ?


:
J : Penularan tertinggi terjadi saat penderita SARS menampakkan gejala-gejala klinis seperti
di atas. Namun, belum diketahui dengan pasti berapa lama sebelum dan sesudah timbulnya
gejala gangguan nafas, penderitanya masih berpotensi menularkan penyakitnya.
T
:

Siapa yang paling berisiko tertular infeksi ini ?

J : Laporan mengungkap kontak erat / dekat, seperti penggunaan alat-alat rumah tangga
bersama merupakan jalur yang paling potensial bagi penularan penyakit ini. Petugas medis
yang memeriksa atau merawat pasien tanpa pelindung yang memadai sebagaimana
prosedur pengendalian infeksi, juga memiliki risiko tertular yang tinggi.

T
:

Apakah penyebab infeksi ini ?

J : Dua nama patogen telah diidentifikasi oleh WHO : paramyxovirus dan coronavirus. Kedua
jenis virus ini acapkali ditemukan pada pasien pengidap wabah ini. CDC (Centers for
Disease Control and Prevention) Amerika Serikat mendapatkan makin banyak bukti yang
menyokong coronavirus-lah yang jadi biang keladinya. Pernyataan ini lahir dari
ditemukannya coronavirus dalam darah penderita infeksi ini. Tentu saja, masih dibutuhkan
penelitian panjang plus ribuan sample darah penderita dan darah non- penderita, sebelum
sebuah konklusi bisa dibangun.
T
:

Siapa mahluk yang bernama coronavirus ?

J : Ia merupakan sekelompok virus yang memiliki penampakan mirip mahkota (crown like)

ketika dilihat di bawah mikroskop. Virus ini merupakan penyebab infeksi pernafasan atas
yang sering ditemukan. Pada hewan, virus ini dapat menimbulkan gangguan di sistem
pencernaan, liver, dan jaringan saraf. Ia dapat bertahan dalam lingkungan bebas selama 3
jam.
T Jika telah lama diketahui bahwa coronavirus sering menjadi penyebab infeksi saluran
: nafas ringan pada manusisa, bagaimana mungkin virus ini menjadi kausa dari infeksi fatal
macam SARS ?
J : Belum cukup informasi tentang sepak terjang virus ini. Virus ini kadang-kadang
menyebabkan pneumonia pada mereka yang kekebalan tubuhnya menurun. Pada binatang
seperti kucing, anjing, babi, tikus, dan burung, coronavirus dapat mengakibatkan
gangguan kesehatan yang parah.
T
:

Adakah tes untuk mengetahui seseorang telah tertular virus ini ?

J : Sampai hari ini belum tersedia pemeriksaan / test yang spesifik untuk SARS. CDC, WHO
dan laboratorium lainnya sedang berupaya mengembangkan test yang sanggup mendeteksi
antibodi terhadap coronavirus.
T Berapa besar risiko seseorang yang berada dalam satu pesawat atau kapal dengan
: seseorang yang diduga mengidap SARS ?
J : Laporan menyebut penularan terjadi melalui kontak erat dengan penderita SARS, seperti
penggunaan alat-alat rumah tangga bersama dan petugas medis yang tidak mengikuti
prosedur pengendalian infeksi selama merawat pasien SARS. Namun, laporan juga
menyebut terjadinya kasus ini di antara travelers penumpang pesawat yang menuju dan
berasal dari Hongkong, Hanoi, Singapura, dan daratan China. Berangkat dari temuan ini
CDC mengumpulkan informasi dari setiap penumpang yang berada dalam satu pesawat
dengan seseorang yang dicurigai mengidap SARS. Selanjutnya CDC akan mem follow
up (mengikuti) keadaan kesehatan dari penumpang tersebut selama 14 hari. CDC ingin
memastikan orang tersebut tidak menderita gangguan pernafasan ini.
T
:

Adakah upaya pencegahan yang bisa dikerjakan ?

J : Pasien yang diduga mengidap SARS harus diopname di rumah sakit dan ditempatkan
dalam ruangan isolasi. Masker bedah mesti digunakan oleh pasien yang dicurigai

mengidap infeksi ini. Petugas medis yang memeriksa dan merawat pasien dengan dugaan
atau pengidap SARS harus mengenakan masker N95 yang efektif melawan patogen. Jika
masker jenis ini tak tersedia, masker bedah dapat digunakan.
T
:

Sejauh ini, bagaimana managemen medis seseorang dengan dugaan SARS ?

J : - Pasien dengan gejala-gejala SARS harus secepatnya mendapat pemeriksaan lebih lanjut.
- Pasien harus segera mengenakan masker
- Gali dan catat secara terperinci riwayat klinis, bepergian (traveling) dan kontak,
termasuk munculnya gejala-gejala penyakit saluran nafas akut dalam 10 hari setelah
kontak dengan seseorang yang menderita problem ini.
- Lakukan pemeriksaan rontgen dada dan darah lengkap.
- Jika rontgen dada normal :

berikan nasehat tentang kesehatan pribadi, hindari tempat-tempat ramai,


tranportasi umum, dan tetap tinggal di rumah sampai kondisi lebih baik.

Pasien dapat diizinkan pulang, namun segera datang / hubungi tempat pelayanan
kesehatan jika gejala-gejala pernafasan tiba-tiba memburuk.

- Jika rontgen dada menunjukkan infiltrate unilateral atau bilateral dengan atau tanpa
infiltrat interstisial, lakukan managemen berikut ini :

Pasien mesti diopname dan diisolasi.

Ambil contoh specimen untuk menyisihkan penyebab-penyebab lain dari


pneumonia (termasuk pneumonia atipikal).

Ambil sample untuk pemeriksaan SARS, meliputi :


Hitung darah putih, hitung platelet, creatine phosphokinase, tes fungsi hati, urea,
elektrolit, dan C-reactive protein.

Strategi sample yang lebih lanjut akan segera tersedia.

Saat opname di rumah sakit masih tetap dianjurkan untuk memberikan antibiotika yang
biasa digunakan untuk pengobatan pneumonia atipikal.
T Apa yang mesti saya lakukan jika saya kira saya mengidap SARS ?
:

J : Jika Anda mengalami panas tinggi (lebih dari 38 derajat celcius), disertai batuk-batuk atau
kesulitan bernafas, Anda mesti memeriksakan diri ke pusat pelayanan kesehatan. Untuk
memudahkan dokter menegakkan diagnosis, kemukakan riwayat perjalanan (traveling) ke
daerah / negara dengan laporan kasus SARS yang baru saja Anda lakukan. Perlu juga
Anda kemukakan riwayat kontak dengan seseorang yang memiliki gejala-gejala di atas di
daerah tersebut.
T
:

Apa rekomendasi CDC untuk mencegah penularan SARS di dalam keluarga ?

J : - Upaya mengontrol infeksi harus terus dilanjutkan oleh pasien-pasien SARS 10 hari
setelah hilangnya gejala-gejala gangguan pernafasan dan demam. Pasien SARS harus
membatasi interaksi di luar rumah dan tidak semestinya pergi ke kantor, sekolah, atau
pusat keramaian selama periode 10 hari tersebut.
- Dalam periode 10 hari ini, semua orang yang tinggal dalam rumah dengan pasien
SARS harus selalu mengikuti rekomendasi menjaga kebersihan tangan, dengan cara
mencuci tangan secara rutin atau menggunakan alkohol untuk membasuh tangan
- Setiap pasien dengan SARS harus menutup mulut atau hidung dengan tissue sebelum
bersin atau batuk. Jika memungkinkan, seseorang yang baru sembuh dari SARS harus
memakai masker bedah selama kontak dekat dengan mereka yang tidak terinfeksi. Jika
pasien tersebut tidak mampu menggunakan masker bedah, orang-orang lain yang
tinggal serumah harus menggunakan masker pada saat kontak dengan penderita.
- Sarung tangan sekali pakai (disposable) harus selalu digunakan untuk setiap kontak
dengan cairan tubuh pasien SARS. Segera setelah kontak dengan cairan tubuh pendrita
SARS, sarung tangan mesti dicopot dan dibuang. Segera cuci tangan setelah itu. Sarung
tangan tidak boleh dicuci atau digunakan kembali. Cuci tangan yang teliti harus selalu
dikerjakan, meskipun seseorang telah menggunakan sarung tangan.
- Pasien SARS harus menghindari penggunaan alat makan bersama, handuk, dan tempat
tidur dengan anggota rumah, walaupun peralatan ini dapat digunakan oleh anggota
rumah lainnya setelah dicuci dengan sabun dan air panas.
- Pembersih peralatan rumah tangga yang umum digunakan dianggap cukup efisien
untuk membersihkan toilet, wastafel, dan permukaan benda-benda yang disentuh oleh
pasien SARS, namun bahan-bahan pembersih ini mesti digunakan beberapa kali.
- Anggota rumah lainnya tidak perlu membatasi aktivitas di luar, kecuali mereka
menunjukkan gejala-gejala SARS, seperti panas dan gangguan nafas.
T Apa rekomendasi CDC untuk mencegah penyebaran SARS di dalam suatu pusat
: pelayanan kesehatan ?

J : Penularan SARS ke petugas medis umumnya terjadi setelah kontak erat dengan individu
yang menunjukkan gejala SARS, sebelum rekomendasi pengendalian infeksi dikerjakan.
Fasilitas-fasilitas medis harus selalu waspada dan melakukan surveillance aktif terhadap
petugas kesehatan yang terpapar pasien SARS tanpa pelindung dan menunjukkan gejala
panas dan gangguan pernafasan. Petugas medis yang menderita panas dan gangguan nafas
dalam 10 sehari sejak terpapar pasien SARS tanpa pelindung untuk sementara tidak
diizinkan bekerja. Mereka harus tinggal di rumah dan melaporkan diri segera (misalnya,
ke bagian pengendalian infeksi) jika perkembangan penyakitnya memburuk. Bebas tugas
ini mesti dilanjutkan 10 hari setelah hilangnya demam dan gangguan nafas. Selama
periode ini petugas medis yang terinfeksi harus menghindari kontak dengan orang-orang
dalam fasilitas pelayanan kesehatan (tempatnya bekerja) dan masyarakat setempat.