Anda di halaman 1dari 3

Modul Ajar : Akuntansi Keuangan Lanjutan 1

Kls : S1 Akuntansi/PKK MENTENG


Dosen : Nengzih, S.E., Ak, M.Si
Modul Ajar : Pertemuan 14

AKUNTANSI UNTUK KONSINYASI


Uraian Materi:
1. Masalah akuntansi bagi consignee
2. Masalah akuntansi bagi consignor
3. Akuntansibagi konsinyasi yang belum selesai
4. Barang yang dikembalikan kepada consignor

PENJUALAN KONSINYASI

Berkaitan dengan penyerahan fisik barang-barang oleh pihak pemilik kepada pihak rang
bertindak sebagai agen penjual, secara hukum dapat dinyatakan bahwa hak atas barangbarang ini tetap berada di tangan pemilik sampai barang-barang ini dijual oleh pihak agen
penjual. Penyerahan ini disebut konsinyasi. Pihak yang memiliki barang disebut konsinyor
(consignor), sedangkan pihak yang mengusahakan penjualan barang ini disebut konsinyi
(konsignee), faktor (factor), atau pedagang komisi (commission merchant).

SlFAT KONSINYASI
Ditilik dari sudut hukum, penyerahan barang ini disebut sebagai penitipan, di mana pihak
konsinyi memegang barang ini untuk dijual seperti yang dirinci dalam persetutujuan yang dibuat
antara konsinyor dan konsinyi. Konsinyor menetapkan konsinyi sebagai yang bertanggurtg
jawab atas barang-barang yang diserahkan kepadanya sampai barang-barang ini terjual
kepada pihak ketiga. Atas penjualan barang-barang ini, pihak konsinyor menetapkan
penyerahan hak atas barang-barang ini dan juga hasil penjualannya. Sebaliknya, pihak konsinyi
tidak dapat menganggap barang-barang itu sebagai miliknya; ia pun tidak mempunyai
kewajiban kepada pihak konsinyor selain daripada pertanggungjawaban atas barang-barang
OPERASI KONSINYASI
Dalam penyerahan barang atas dasar konsinyasi, harus disusun kontrak (atau
persetujuan) tertulis yang menunjukkan sifat hubungan antara pihak yang menyerahkan dan
pihak yang menerima barang hal-hal lain yang mencakup: syarat kredit yang harus diberikan
2012

Akuntansi Keuangan Lanjutan I


Nengzih, SE., M.Si, Ak

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

oleh iansinyi kepada para pelanggan (customers); beban yang dikeiuarkan oleh pihak harus
diganti oleh pilaak konsinyor; komisi atau laba yang harus diberikan kepada pihak konsinyi;
pemeliharaan dan penanganan persediaan barang-barang konsinyasi dan hasil penjualan barang-barang konsinyasi; pengiriman uang dan penyelesaian keuangan oleh pihak dan
laporan yang harus dikirimkan oleh pihak konsinyi.
Hak dan kewajiban pihak konsinyi ditetapkan dan ditentukan oleh undang-undang pedan keagenan seperti yang dimodifikasi oleh Uniform Commercial Code. Hal-hal yang
terpenting adalah sebagai berikut:
Hak pihak konsinyi:
(1)

Pihak konsinyi berhak memperoleh penggantian alas pengeluaran yang dibutuhkan tan
dengan barang konsinyasi dan juga berhak memperoleh imbalan alas penbarang
konsinyasi. Pengeluaran yang dibutuhkan tergantung pada sifat barang yasi dan
biasanya meliputi pengangkutan, asuransi, pajak, penyimpanan, pena. reparasi di
bawah garansi, dar, beban iainnya yang biasanya ditanggung oleh konsinyor.
Pengeluaran yang ditetapkan dengan persetujuan khusus atau yang dibebankan oleh
undang-undang kepada pihak konsinyor, dan jumlah yang harus sebagai imbalan atas
penjualan, merupakan hak gadai konsinyi atas barang konsiyasi atau atas hasil
penjualannya. Jika hasil penjualan barang konsinyasi tidak untuk menutup beban seperti
ini, maka pihak konsinyi dapat menuntut kekurangannya kepada pihak konsinyor.

(2)

Pihak konsinyi berhak menawarkan garansi biasa atas barang konsinyasi yang 3 dan
sementara itu pihak konsinyor terikat pada syarat pemberian garansi seperti ini.

Kewajiban Pihak Konsinyi:


(1)

Pihak konsinyi harus melindung barang-barang pihak pemilik dengan cara yang dan
sesuai dengan sifat barang dan kondisi konsinyasi. Jika pihak konsinyi telah nerima
instruksi khusus, maka ia harus melaksanakannya dengan baik untuk menghindari
kewajiban.

(2) Pihak konsinyi harus menjual barang konsinyasi dengan harga yang telah ditentu atau jika
tidak ada ketentuan mengenai harga, ia harus menjualnya dengan harga yang memuaskan
kepentingan pihak pemilik. Sebagai akibat dari kebiasaan yang berlaku AKUNTANSI UNTUK
KONSINYASI
Faktor-faktor yang membedakan konsinyasi dari penjualan biasa harus ditetapkan dalam
mencatat penyerahan barang konsinyasi dan transaksinya yang timbul kemudian. Prosedur
akuntansi yang biasanya diikuti oleh pihak konsinyor tergantung pada apakah dan (1) transaksi
konsiyasi harus diikhtisarkan terpisah dan laba atas masing-masing konsinyasi harus dihitung
2012

Akuntansi Keuangan Lanjutan I


Nengzih, SE., M.Si, Ak

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id

terpisah dari laba atas penjualan biasa, ataukah (2) transaksi konsinyasi harus disatukan
dengan transaksi lain pihak konsinyi, tanpa pemisah antara laba atas penjualan konsinyasi dan
laba atas penjualan biasa.
Apabila laba atas penjualan konsinyasi harus ditetapkan tersendiri, maka pihak konsinyi
menyelenggarakan sebuah perkiraan konsinyasi-masuk untuk masing-masing konsiyasi.
Perkiraan ini didebet untuk semua beban yang harus ditutup oleh pihak konsinyor dikredit untuk
semua hasil penjualan konsinyasi. Komisi atau laba atas penjualan konsiyasi akhirnya
dipindahkan dari perkiraan konsinyasi-masuk ke perkiraan pendapatan tersendiri, dan saldo
dalam perkiraan konsinyasi-masuk menunjukkan jumlah yang terkepada pihak konsinyor yang
harus diselesaikan.
Apabila transaksi konsinyasi harus disatukan dengan transaksi biasa, maka ayat-ayat
jurnal untuk penjualan konsinyasi hatus disertai dengan ayat-ayat jurnal yang mendebet
pembelian atau perkiraan harga pokok penjualan dan yang mengkredit pihak or untuk jumlah
yang harus dibayar atas barang-barang yang terjual. Beban yang ditutup oleh pihak konsinyor
didebet pada perkiraan konsinyor. Saldo yang timbul perkiraan konsinyor menunjukkan jumlah
yang terhutang dalam penyelesaian akhir.
Jika laba atas penjualan konsinyasi harus ditetapkan tersendiri, maka pihak konsinyor
menyelenggarakan sebuah perkiraan konsinyasi-keluar untuk masing-masing konsiyasi.
Perkiraan ini dibebani untuk harga pokok barang dagangan yang dikirimkan kepada konsinyi
dan untuk untuk semua beban yang berkaitan dengan konsinyasi: perkiraan dikredit untuk
penjualan yang dilakukan oleh pihak konsinyi. Laba atau rugi atas penjualan konsinyasi
akhirnya

dipindahkan

dari

perkiraan

konsinyasi-keluar

ke

perkiraan

rugi-laba

yang

mengikhtisarkan hasil bersih dari semua kegiatan.


Jika transaksi konsinyasi harus disatukan dengan transaksi lainnya dan laba atau rugi
harus dihitung, maka pendapatan dan beban penjualan konsinyasi dicatat dalam yang
mengikhtisarkan operasi biasa.

2012

Akuntansi Keuangan Lanjutan I


Nengzih, SE., M.Si, Ak

Pusat Bahan Ajar dan eLearning


http://www.mercubuana.ac.id