Anda di halaman 1dari 15

HUBUNGAN PUBLIC RELATION DENGAN PERS

MAKALAH TUGAS KELOMPOK


Disusun untuk memenuhi salah satu mata kuliah pelatihan Keprotokolan dengan
dosen pembimbing Bapak Rui Monis,S.STP,M.SI

Oleh:
MUHAMAD WAKITO SEJATI /25.0628
MAGFIRA SAUSAN AFNAS/25.
B.2.2

INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI


JUMAT,11 DESEMBER 2015
KAMPUS IPDN REGIONAL RIAU

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Hubungan
Public Relations Dengan Pers dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan
juga kami berterima kasih pada Bapak Rui Monis S.STP M.SI . selaku Dosen pelatihan
Keprotokolan IPDN yang telah memberikan tugas ini kepada kami.Kami sangat berharap
makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita
mengenai hubungan Public relations dengan pers. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa
di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di
masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di
masa depan.

Kampus IPDN Riau,11 Desember 2015

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar ......i
Daftar Isi....................................................................................................................................ii
BAB I: PENDAHULUAN
1.1 .Latar Belakang 1
1.2 .Rumusan Masalah ...1
1.3. Tujuan ..1
BAB II: PEMBAHASAN
2.1. Membina Hubungan Pers Relations.....................2
2.2. Pengertian Hubungan Pers (Press Relations/Media Relations).... ...3
2.3. Bentuk Hubungan Pers.............................................. .5
2.4. Prinsip Umum Membina Hubungan Pers...........................................6
2.5.Kegiatan-kegiatan Hubungan Pers........................................................................7
BAB III: PENUTUPAN
3.1. Kesimpulan...9
3.2. Saran...10
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................11

ii

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Menjalin dan menjaga hubungan dengan media merupakan cara yang efektif untuk

membangun, menjaga, dan meningkatkan citra atau reputasi organisasi di mata masyarakat.
Media relations sangat penting artinya sebagai wujud komunikasi dan mediasi antara suatu
lembaga dengan publiknya. Di sisi lain, fungsi media relations yang berjalan baik sangat
bermanfaat bagi aktivitas lembaga karena pihak media memberi perhatian pada isu-isu yang
diperjuangkan.
Dalam suatu lembaga Instituti, banyak yang berhubungan dengan pers. Hal ini karena
ada beberapa alasan, diantaranya:

Media dianggap memiliki peran sebagai perpanjangan tangan untuk berbicara dengan

publik, sehingga publik dapat mengetahui aktivitas institusi.


Media dinilai dapat membantu institusi dalam menosialisasikan kebijakan kepada

masyarakat luas.
Media dapat dimanfaatkan untuk membangun citra positif institusi di mata publik.
Media dapat digunakan sebagai alat promosi institusi.
Institusi dapat lebih dikenal (menjadi terkenal) di mata publik jika diberitakan oleh
media.
Tentunya, dalam kaitan ini, lembaga harus menunjukkan suatu reputasi agar dapat

dipercaya media. Misalnya selalu menyiapkan bahan-bahan informasi akurat di mana dan
kapan saja diminta. Ini dapat dilakukan lembaga dengan memasok informasi yang baik.
Misalnya menggelar kongerensi pers secara periodik, pengiriman press release yang baik
sehingga hanya sedikit memerlukan penulisan ulang atau penyuntingan.
Pentingnya media relations bagi sebuah organisasi tidak terlepas dari kekuatan
media massa yang tidak hanya mampu menyampaikan pesan kepada banyak khalayak,
namun lebih dari itu, media sebagaimana konsep dasar yang diusungnya memiliki fungsi
mendidik, memengaruhi, mengawasi, menginformasikan, menghibur, memobilisasi, dsb. Dari
sinilah media memiliki potensi strategis untuk memberi pengertian, membangkitkan
kesadaran, mengubah sikap, pendapat, dan perilaku sebagaimana tujuan yang hendak disasar
Lembaga.

1.2.Rumusan Masalah
1.

Apa yang dimaksud dengan Press Relation?

2.

Apa saja Yang Menjadi Bentuk Hubungan Press Relation?

3.

Apa saja yang menjadi Prinsip Umum Membina Hubungan Pers?

4.

Apa saja Kegiatan-kegiatan Hubungan Pers?

5.

Bagaimana Membina Hubungan Pers Yang Positif?

1.3.Tujuan
1.

Untuk mengetahui pengertian Press Relation.

2.

Untuk mengetahui hal Yang Menjadi Bentuk Hubungan Press Relation.

3.

Untuk mengetahui Prinsip Umum Membina Hubungan Pers.

4.

Untuk mengetahui Kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan Pers.

5.

Untuk mengetahui cara Membina Hubungan Pers Yang Positif.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Membina Hubungan Pers Relation


Kata pers berasal dari bahasa Belanda, yang dalam bahasa Inggris berarti press. Press
dalam bahasa Latin, pressare yang berarti tekan atau cetak. Secara harfiah pers berarti cetak
dan secara istilah berarti penyiaran yang dilakukan secara tercetak.
Profesi Public Relation semakin hari semakin memasyarakat dan mendapat tempat
dalam kegiatan bisnis modern. Oleh sebabnya banyak perusahaan yang menghasilkan produk
atau jasa merasakan betapa pentingnya membentuk bidang PR untuk memperoleh citra positif
dan merebut dunia publik dalam upaya mengembangkan usaha. Untuk meraih dukungan itu
PR harus bekerja keras dengan mencari dan memberi informasi kepada masyarakat agar
perusahaanya tetap tumbuh pesat dan sokongan publiklah suatu perusahaan dapat berjalan.
Salah satu kegitan PR untuk mendapat dukungan publik dan kepercayaan adalah melalui
hubungan pers yakni membina hubungan baik dengan kalangan pers yang mengelola media
cetak.
Lembaga public Relations di Amerika Serikat mendefinisikan Public Relations
sebagai usaha yang direncanakan secara terus-menerus dengan sengaja, guna membangun
dan mempertahankan pengertian timbal-balik antara organisasi dan masyarakat. Pengertian
yang timbal-balik itu menuntut penghargaan terhadap kekuatan dan kelemahan, peluang,
sasaran dan pengakuan atau penerimaan terhadap kebutuhan setiap kelompok yang
mempunyai kepentingan di dalamnya. Sedangkan proses komunikasi dalam Public Relation
adalah proses dari kedua belah pihak, yang membutuhkan perhatian lewat mata, telinga, dan
mulut. Usaha ini harus disadari secara penuh, ditentukan secara selektif, dan dilakukan secara
bertahap dari waktu ke waktu

2.2. Pengertian Hubungan Pers (Press Relations/Media Relations)


Hubungan pers adalah suatu kegiatan khusus dari pihak Public Relations untuk
melakukan komunikasi penyampaian pesan, atau informasi tertentu mengenai aktivitas yang
bersifat kelembagaan, perusahaan, hingga kegiatan bersifat individual lainnya yang perlu
dipublikasikan melalui kerjasama dengan pihak pers atau media massa untuk menciptakan
publisitas dan citra positif.
Sedangkan pengertian dari Public Relations sendiri adalah fungsi manajemen yang
membangun dan mempertahankan hubungan baik dan bermanfaat antar organisasi dengan
publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut. Jadi, PR itu

merupakan kedudukan dalam suatu perusahaan atau organisasi sebagai penghubung antar
perusahaan atau organisasi dengan publiknya.
Frank Jeffkins mendefinisikan hubungan pers sebagai suatu keinginan untuk
mencapai publikasi atau penyiaran berita semaksimal mungkin, sedangkan informasi yang
disebarkan melalui hubungan masyarakat adalah untuk menciptakan pengenalan dan
pengertian.
2.3. Bentuk Hubungan Pers
Menurut Frank Jeffkins, bentuk-bentuk hubungan pers adalah sebagai berikut:
A.

Kontak pribadi

Pada dasarnya, keberhasilan pelaksanaan hubungan media dan pers tergantung apa
dan bagaimana kontak pribadi antara kedua belah pihak yang dijalin melalui informal,
seperti kejujuran, saling pengertian dan saling menghormati serta kerjasama yang baik demi
tercapainya sebuah tujuan atau publikasi yang positif.
B.

Pelayanan informasi atau berita

Pelayanan yang sebaiknya yang diberikan oleh pihak pulic relation kepada pihak pers
dalam bentuk pemberian informasi, publikasi dan berita baik tertulis, tercetak ( press release,
news letter,photo press ) maupun yang terekam ( video reales, cassetsre recorded, slide film).
C. Mengantisipasi kemungkinan hal darurat
Untuk mengantisipasi kemungkinan permintaan yang bersifat mendadak dari pihak
wartawan atau pers mengenai wawancara, konfirmasi dan sebagainya, pihak pejabat humas
harus siap melayaninya demi menjaga hubungan baik yang selama ini telah terbina dan citra
serta nama baik bagi para nara sumbernya.

2.4. Prinsip Umum Membina Hubungan Pers


Dalam upaya membina hubungan baik dengan pers maka PRO harus mengerti tentang
seluk-beluk media massa itu sendiri. Misalnya bagaimana surat kabar atau majalah itu
diterbitkan atau bagaimana televisi dan radio itu diproduksi. Praktisi PR dapat mendatangi
tempat kerja rekan-rekan media massa. Bila seorang PRO mengetauhi tentang cara kerja

media massa maka informasi PR yang disampaikan akan menjadi layak berita, karena sudah
tau bagaimana cara mengemukakan isu yang aktual dan gaya penulisan serta visi dan misi
media tersebut.
Kaitan PR dan Media harus tetap erat karena pers sebagai sarana publikasi PR.
Sebaliknya Pers membutuhkan informasi resmi akurat dan berimbang yang didapatkan dari
PR. Agar PR sebagai sumber berita yang mudah dihubungi dan sebaliknya PR tidak
menemukan kesulitan untuk menyampaikan atau membantah berita yang dimuat media massa
harus menjalin hubungan dengan baik. Beberapa prinsip umum membina hubungan dengan
pers adalah:
a. By servicing the media yaitu memberikan pelayanan kepada media dengan menciptakan
kerja sama dan hubungan timbal balik.
b. By establishing a reputations for reliability yaitu menegakkan suatu reputasi agar dapat
dipercaya.
c. By suuppliying good copy yaitu memasok naskah informasi yang baik.
d. By cooperations in providing material yaitu melakukan kerjasama yang baik dalam
menyediakan bahan informasi.
e. By providing verification facilities yaitu penyediaan fasilitas yang memadai.
f. By building personal relationship with the media yaitu membangun hubungan secara
personal dengan media.Hal ini mendasari keterbukaan dan saling menghormati profesi
masing-masing.
2.5. Kegiatan-kegiatan Hubungan Pers
1.

Konferensi Pers
Konferensi pers adalah sebuah pertemuan para jurnalis yang sengaja berkumpul untuk

mendapatkan informasi perihal topik yang tengah hangat dibicarakan. Biasanya acara ini
diselenggarakan secara mendadak, dan tempatnaya pun seadanya. Jangan berharap akan
memperoleh aneka fasilitas kenyamanan dalam acara pers seperti ini. Segala akomodasi atau
jamuan boleh dikatakan minim. Konferensi pers bahkan seringkali berlangsung di ruangan
tunggu bandar udara, segera setelah tokoh yang ditunggu-tunggu baru saja turun dari
pesawatnya.
Tujuan konferensi pers, antara lain:
a. menyebarkan informasi positif kepada publik (masyarakat luas) tentang perusahaan,
seperti publik ekspose;
b. menetralisir atau menambah berita yang tidak benar atau negatif tentang perusahaan,
manajemen, karyawan, produk/jasa lainnya;

c. meningkatkan image yang dapat menunjang pemasaran dan penjualan suatu produk/jasa
seperti perkenalan produk baru, ekspansi ekspor, produksi, prestasi perusahaan dan
lainnya; dan
d. membina hubungan secara langsung dengan pers
2.

Peliputan Pers
Dalam acara peliputan kegiatan, acara yang bisa diliput wartawan bisa yang bersifat

massal seperti pembukaan, pameran, seminar, pelatihan, diskusi panel wisuda, pertandingan
olahraga, pergelaran seni dan lain-lain. Bisa pula dalam kelompok khalayak yang lebih kecil,
seperti berbagai upacara pelantikan, pembukaan dan penutupan acara. Untuk memudahkan
wartawan siapkanlah bahan dan data tentang kegiatan dari lembaga pengundang.
Ada beberapa hal khusus yang penting dalam peliputan kegiatan oleh pers, yaitu:
a. Jangan menolak wartawan yang tidak diundang sejauh mereka miliki maksud baik
tanpa memiliki tujuan lain.
Jika kegiatan dilakukan lebih dari satu hari atau melibatkan massa atau khalayak

b.

yang besar, siapkan ID Card agar dapat membedakan antara peserta, penonton, atau
pengunjung lainnya.
c. ID Card bisa dengan nama dan media, bisa pula hanya mencantumkan kata PRESS
atau WARTAWAN saja.
d. ID Card bisa dipersiapkan sebelumnya atau dibuat bertepatan dengan kedatangan
wartawan pada hari H.
e. Jika ragu terhadap wartawan yang datang, panitia bisa menanyakan kartu identitas
atau surat keterangan lain, hal ini dilakukan untuk menghindari masuknya wartawan
gadungan.
f. Berikan bahan informasi tertulis, seperti pidato, makalah, pendukung acara, katalog
dan lain sebagainya.
g. Perlakukan dengan sama semua wartawan yang datang.
h. Tidak mempersulit wartawan misalnya dalam masalah teknis menyangkut bahan dan
data yang dibutuhkan wartawan, apalagi jika hal itu akan mengubah jadwal kerja
wartawan.
i. Berikan kemudahan yang menunjang lancarnya pekerjaan wartawan, dari mulai
konsumsi hingga barang atau kegiatan yang berhubungan dengan kewartawanan.
j. Bantulah wartawan yang ingin berwawancara dengan narasumber yang kebetulan
hadir membuka acara atau menjadi pembicara, sejauh tidak menggangu kegiatan yang
telah ditentukan.
3.

Resepsi Pers

Acara resepsi pers adalah salah satu bentuk press relations dalam membina hubungan
baik dengan insan pers. Tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan citra positif lembaga
atau individu. Dalam upaya menjalin kemitraan antara Humas dengan pers memang
selayaknya jangan terlalu perhitungan dan takut wartawan tidak menulis berita acara itu.
Acara resepsi pers bukan acara konferensi pers, namun dalam acara ini kita pun harus siap
menjawab apabila ada wartawan yang ingin menanyakan sesuatu kepada manager Humas.
Dalam resepsi pers ini diharapkan tidak menimbulkan sebuah kesan bahwa perusahaan hanya
membutuhkan pers pada saat butuh dipublikasikan saja.
Secara rinci, hal khusus yang penting dalam resepsi pers adalah:
a. Siapkan acara dengan matang.
b. Tentukan waktu dan tempat.
c. Tentukan media yang akan diundang. Apakah hanya untuk wartawan yang biasa
meliput, atau mengundang pula organisasi kewartawanan, atau sebaliknya hanya
mengundang satu media beserta jajaran lainnya, kemudian pada kesempatan
berikutnya giliran media yang lainnya.
d. Siapkan pimpinan yang akan hadir. Semakin tinggi jabatannya wartawan semakin
merasa dihargai.
e. Karena bersifat resepsi, namun tidak menutup kemungkinan ada wartawan yang juga
f.

akan bertanya sesuatu.


Siapkan pula acara hiburan yang bisa membuat wartawan terhibur disela-sela
kepenatan kerja.

4.

Kunjungan Pers
Seorang jurnalis atau kelompok wartawan acapkali diundang guna mengunjungi

sebuah pabrik, menghadiri acara pembukaan kantor baru yang disusul dengan peninjauan
bersama, atau acara demonstrasi produk baru. Acara ini juga disertai dengan fasilitas
transportasi, jamuan, selingan ramah-tamah dan terkadang akomodasi menginap (apabila
diluar kota atau luar negeri, misalnya dalam rangka mengunjungi sebuah lokasi pariwisata
yang baru dibuka diluar negeri milik sebuah perusahaan domestik).
Hal-hal khusus yang perlu diperhatikan dalam kunjungan pers, antara lain:
a. Tentukan media apa saja yang akan diundang.
b. Apakah ada pembatasan jumlah wartawan yang akan diajak. Misalnya satu media satu
wartawan.
c. Tentukan waktu pemberangkatan yang tepat. Sebaiknya kunjungan pers diadakan saat
ada aktivitas. Misalnya saat pabrik sedang berproduksi.
d. Sediakan pemandu yang menguasai seluk-beluk objek yang akan dikunjungi. Juga
seorang penerjemah, jika yang dikunjungi itu berbahasa asing atau bahasa daerah.

e. Berikan kebebasan kepada wartawan untuk berbincang-bincang dengan petugas di


lapangan atau siapa saja yang ada disana, sejauh tidak membahayakan pihak
f.

pengundang
Sediakan akomodasi yang memadai sehingga wartawan tidak menderita dan

menggerutu.
g. Berikan pula bahan-bahan tertulis untuk melengkapi laporan atau berita wartawan
h. Beri kesempatan wartawan untuk mencoba produk dari lokasi yang dikunjungi
i. Jika memungkinkan bekali wartawan dengan uang saku sesuai hari yang digunakan
dalam kegiatan kunjungan ini.
2.6 Membina Hubungan Pers Yang Positif
Banyak hal yang dapat dilakukan antara PR dengan media diantaranya mencakup
kegiatan cliipings (guntingan berita dari koran), menganalisa pendapat umum atau aspirasi
kelompok tertentu. menyampaikan informasi dan pernyataan resmi melalui media massa,
menyelenggarakan acara jumpa pers atau menyusun dan mengedarkan keterangan pers,
membina hubungan komunikasi 2 arah dengan wartawan dan redaksi media massa (surat
kabar,tv,radio,majalah).
Namun demikian, ada beberapa hal pembinaan hubungan pers yang harmonis,
diantaranya ialah:
a. Sikap saling menghargai antara kedua belah pihak.
b. Saling pengertian tentang peran, fungsi, kewajiban dan tugas sesuai etika dan profesinya
masing-masing.
c. Saling mempercayai akan peran untuk kepentingan bersama dan tidak untuk kepentingan
untuk sebelah pihak.
d. Sikap toleransi dari kedua belah pihak.

BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Kata pers berasal dari bahasa Belanda, yang dalam bahasa Inggris berarti press. Press
dalam bahasa Latin, pressare yang berarti tekan atau cetak. Secara harfiah pers berarti cetak
dan secara istilah berarti penyiaran yang dilakukan secara tercetak.
Hubungan pers adalah suatu kegiatan khusus dari pihak Public Relations untuk
melakukan komunikasi penyampaian pesan, atau informasi tertentu mengenai aktivitas yang
bersifat kelembagaan, perusahaan, hingga kegiatan bersifat individual lainnya yang perlu
dipublikasikan melalui kerjasama dengan pihak pers atau media massa untuk menciptakan
publisitas dan citra positif.
Sedangkan pengertian dari Public Relations sendiri adalah fungsi manajemen yang
membangun dan mempertahankan hubungan baik dan bermanfaat antar organisasi dengan
publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut. Jadi, PR itu
merupakan kedudukan dalam suatu perusahaan atau organisasi sebagai penghubung antar
perusahaan atau organisasi dengan publiknya.
Menurut Frank Jeffkins, bentuk-bentuk hubungan pers adalah sebagai berikut:
Kontak pribadi

Pelayanan informasi atau berita


Mengantisipasi kemungkinan hal darurat
Beberapa prinsip umum membina hubungan dengan pers adalah:
By servicing the media yaitu memberikan pelayanan kepada media

dengan menciptakan kerja sama dan hubungan timbal balik.


By establishing a reputations for reliability yaitu menegakkan suatu

reputasi agar dapat dipercaya.


By suuppliying good copy yaitu memasok naskah informasi yang baik.
By cooperations in providing material yaitu melakukan kerjasama yang

baikdalam menyediakan bahan informasi.


By providing verification facilities yaitu penyediaan fasilitas yang

memadai.
Diantara kegiatan-kegiatan hubungan pers adalah: konferensi pers,

peliputan pers, resepsi pers, dan kunjungan pers.


Ada beberapa hal pembinaan hubungan pers yang harmonis, diantaranya

ialah:
Sikap saling menghargai antara kedua belah pihak.
Saling pengertian tentang peran, fungsi, kewajiban dan tugas sesuai

dan profesinya masing-masing.


Saling mempercayai akan peran untuk kepentingan bersama dan tidak untuk

etika

kepentingan untuk sebelah pihak.


Sikap toleransi dari kedua belah pihak.

3.2. Saran
Akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas makalah tentang hubungan public relations
dengan Pers.Namun dalam makalah kami ini masih sangat banyak kesalahan dalam
penyusunan, baik tulisan maupun susunan yang kurang dimengerti. Maka oleh karena
demikian, kami sangat mengharapakan kritikan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini dan menjadi manfaat khususnya bagi penulis sendiri dan bagi
para pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Colin Coulson dan Thomas, Public Relation, Pedoman Praktis Untuk PR, Jakarta:
Bumi Aksara, 2005
Scott M Cutlip, Effective Public Relations, New Jersey: Prentice Hall International.
2000
Rosady Ruslan, Manajemen Public Relation & Media Komunikasi, Jakarta: PT Raja
Graffindi Persada. 2005
Frank Jeffkins, Public Relation Edisi ke 4, Jakarta: Erlangga. 1995
Soleh Soemirat dan Elvinaro Ardianto, Dasar-Dasar Public Relations, Bandung:
PTRemaja Rosdakarya, 2002
Aceng Abdullah, Press Relations. Kiat Berhubungan dengan Media, Bandung:
RosdaKarya. 2000

Anda mungkin juga menyukai