Anda di halaman 1dari 5

BAB I

Maksud dan Tujuan

1. Maksud dan Tujuan


1.1 Maksud
Mempelajari bagaimana mekanisme proses penyempurnaan merserisasi pada
tekstil bahan kapas, T/C dan kapas grey.

2.1 Tujuan
1. Memahami tujuan dan mekanisme proses merserisasi pada
serat selulosa dan campurannya.
2. Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam proses merserisasi
Menguasai cara proses-proses merserisasi.
3. Menganalisa dan mengevaluasi hasil proses merserisasi.

BAB II
Teori Dasar
2.1

Serat kapas
Kapas adalah serat halus yang menyelubungi biji tanaman kapas.
Tanaman kapas merupakan tumbuhan semak yang berasal dari daerah tropis dan
subtropis. Serat kapas menjadi bahan penting dalam industri tekstil. Serat tersebut
dapat dipintal menjadi benang atau ditenun menjadi kain. Produk tekstil dari serat
kapas biasa disebut sebagai katun (benang maupun kainnya).
Beberapa sifat-sifat kimia kapas adalah :

Tahan kondisi penyimpanan, pengolahan, dan pemakaian normal.

Terpengaruhnya sedikit oleh alkali .

Mudah diserang jamur dan bakteri dalam keadaan lembab dan hangat.

Asam kuat akan menghidrolisa serat dan menyerang jembatan oksigen


sehingga serat terpotong dan DP menurun.

Rusak oleh beberapa indikator dan penghidrolisa.

Rusak oleh asam kuat pekat dan encer.

Kekuatan kering 3-4 g/d dan kekuatan basahnya 3,3-6,4 g/d


dengan berat molekul kapas 1,50-1,56.

Alkali pekat akan menggelembungkan serat pada dinding sekunder,


sehingga penampang melintang serat membulat, menyebabkan kilau

serat dan kekuatan bertambah karena terpilin atau menggelembung.

Serat kapas merupakan produk yang berharga karena hanya sekitar 10% dari berat
kotor (bruto) produk hilang dalam pemrosesan. Apabila lemak, protein, malam
(lilin), dan lain-lain residu disingkirkan, sisanya adalah polimer selulosa murni dan
alami. Selulosa ini tersusun sedemikian rupa sehingga memberikan kapas kekuatan,
daya tahan (durabilitas), dan daya serap yang unik namun disukai orang. Tekstil yang
terbuat dari kapas (katun) bersifat menghangatkan di kala dingin dan menyejukkan di
kala panas (menyerap keringat). Sebagai tambahan dari industri tekstil, kapas juga
digunakan dalam jaring ikan, saringan kopi, tenda, dan pembatas buku. Uang China
pertama terbuat dari fiber kapas, dan juga uang dollar AS modern. Denim, sebuah
jenis pakaian 'durable', sebagian besar terbuat dari kapas, dan juga kebanyakan Tshirt. Sekarang ini kapas diproduksi di banyak tempat di dunia, termasuk Eropa, Asia,
Afrika, Amerika, dan Australia, menggunakan tanaman kapas yang telah dipilih jadi

dapat menghasilkan lebih banyak fiber. Pada 2002, kapas ditumbuhkan di 330.000
km ladang, 47 milyar pon kapas mentah seharga 20 milyar dolar AS ditumbuhkan
tahun tersebut.
2.2

Merserisasi
Merserisasi adalah suatu proses persiapan penyempurnaan yang bertujuan untuk
menaikkan keunggulan sifat kain, yaitu :

Menambah kekuatan serat

Menambah daya serap bahan terhadap zat warna

Menambah kilau pada kain.

Dalam percobaan kali ini digunakan serat selulosa, yaitu kain kapas. Dan kain ini
mengandung serat kapas yang komposisi utamanya tersusun atas selulosa. Selulosa
merupakan polimer linier yang tersusun dari kondensasi molekul-molekul glukosa
yang dihubungkan pada posisi satu dan tempat.
Kandungan dari selusosa adalah tiga buah gugus hidroksil, satu primer dan dua
sekunder pada tiap-tiap unit glukosa. Dinding sekunder terdiri atas selulosa murni.
Zat-zat lain terdapat pada dinding primer dan sisa-sisa protoplasma di dalam lumen.
Dinding primer juga mengandung banyak selulosa.
Sedangakan untuk proses merserisasi dikerjakan pada kain kapas dalam larutan
NaOH yang konsentrasinya kurang lebih 30o 36o Be pada suhu kamar dan diikuti
dengan pencucian. Pengerjaan dengan kondisi tersebut memberikan hasil sebagai
berikut :

Kain mengkeret

Mulur bertambah

Kekuatan bertambah

Daya serap air naik

Afinitas terhadap zat warna bertambah

Daya reaksi dari selulosa bertambah pada suhu rendah

Dalam pengerjaan, daya penarik selulosa terhadap NaOH lebih banyak

Proses merserisasi yang dilakukan dengan tegangan hasilnya akan memberikan kilap
yang bertambah, hal ini disebabkan oleh reorientasi rantai-rantai molekul selulosa
sehingga deretan kristalinnya lebih sejajar dan teratur dan pekerjaan merser
melepaskan putaran serat sehingga memberikan penampang serat yang lebih bulat.

Proses Merserisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor :

Zat yang digunakan


Zat yang biasa digunakan adalah NaOH 30 0 360 Be, kira-kira 25 % larutan NaOH.
Kadang - kadang diberi tambahan zat pembasah sebanyak - 1 % yang tahan
terhadap alkali.

Waktu
Pengerjaan merserisasi berlangsung selama 40 detik, yaitu waktu yang diperlukan
NaOH untuk menyerap ke dalam serat. Pengerjaan yang lebih lama tidak memberikan
hasil yang lebih baik.

Suhu
Hasil yang terbaik didapat pada suhu yang stabil, seperti juga konsentrasi yang tetap
akan menghasilkan kilau yang rata. Suhu lebih rendah memberikan hasil merserisasi
yang lebih baik. Selama pengerjaan akan timbul panas, karena itu larutan NaOH harus
selalu didinginkan. Suhu terbaik untuk proses merserisasi adalah 18 0C.

Anyaman bahan
Efek merserisasi akan lebih mengkilap pada kain dengan anyaman yang banyak
memberikan float benang yang tinggi (anyaman satin) dibandingkan dengan yang
lebih rendah (anyaman polos).

Tegangan
Penegangan pada bahan dilakukan dengan dua cara :
-

Bahan dikerjakan dengan diberi tegangan baik pada waktu impregnasi maupun
waktu pencucian.

Penegangan dilakukan setelah penyerapan NaOH, tetapi sebelum pencucian. Bila


penegangan dilakukan setelah pencucian maka kilap yang diharapkan tidak akan
timbul, begitu juga perpanjangan yang didapat akan mengkeret lagi dalam
pencucian pertama. Besarnya tegangan yang diberikan harus sedemikian, sehingga
dapat mengembalikan panjang bahan ke panjang semula.

Kualitas bahan
Kualitas hasil yang baik akan didapatkan apabila bahan telah diproses singeing dan
scouring terlebih dahulu. Merserisasi dapat dilakukan sebelum ataupun sesudah
bleaching, tetapi kain yang dimerser sebelum bleaching akan memberikan pegangan
yang lebih lunak. Selain itu untuk kain yang stapelnya lebih panjang akan
memberikan hasil merser yang lebih baik.

2,3

Merserisasi pada kain kapas


Proses dispersi untuk kapas yang paling umum adalah proses merserisasi, yaitu
dengan mengerjakan kapas dalam larutan NaOH yang konsentrasinya 30-36 0Be
pada suhu kamar dan diikuti oleh pencucian. Pengerjaan dengan kondisi tersebut
memberikan hasil-hasil sebagai berikut :
Kain mengkeret
o Perpanjangan sebelum putus bertambah
o Kekuatan bertambah
o Daya penarik terhadap air
o Afinitas terhadap zat warna bertambah
o Daya reaksi dari selulosa bertambah pada suhu rendah
o Dalam pengerjaan, daya penarik selulosa terhadap NaOH lebih banyak
o Proses merserisasi dengan tegangan dapat menimbulkan daya kilap serat
bertambah. Hal tersebut disebabkan oleh :
1. Reorientasi dari rantai-rantai molekul selulosa, yang menyebabkan deretan
kristalinnya lebih sejajar dan teratur.
2. Pekerjaan merser melepaskan puntiran serat, sehingga menjadikan penampang
serat yang lebih bulat.
Perubahan Penampang

Gambar 1.2 perubahan bentuk Serat Kapas Selama Proses Merserisasi