Anda di halaman 1dari 14

NAMA

: SULTAN DANISHARSA W.

KELAS

: 4E

ABSEN

: 22

Pekan Olahraga Nasional XIX/2016, Jawa Barat

Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 adalah ajang olahraga nasional utama


yang diselenggarakan di Bandung, Jawa Barat, dari tanggal 17 sampai 29
September 2016Diperkirakan Sekitar 8403 atlet diluar atlet tuan rumah.
Provinsi termuda Kalimantan Utara akan memulai debutnya di ajang PON, pada
edisi kali ini.
Sejarah Pekan Olahraga Nasional
Setelah dibentuk pada tahun

1946, Persatuan Olahraga Republik

Indonesia (PORI) yang dibantu oleh Komite Olimpiade Republik Indonesia (KORI)
- keduanya telah dilebur dan saat ini menjadi KONI - mempersiapkan para atlet
Indonesia untuk mengikuti Olimpiade Musim Panas XIV di London pada tahun
1948. Usaha Indonesia untuk mengikuti olimpiade pada saat itu menemui banyak
kesulitan. PORI sebagai badan olahraga resmi di Indonesia pada saat itu belum
diakui dan menjadi anggota Internasional Olympic Committee (IOC), sehingga
para atlet yang akan dikirim tidak dapat diterima dan berpartisipasi dalam
peristiwa olahraga sedunia tersebut. Pengakuan dunia atas kemerdekaan dan
kedaulatan Indonesia yang belum diperoleh pada waktu itu menjadi penghalang
besar dalam usaha menuju London. Paspor Indonesia pada saat itu tidak diakui
oleh Pemerintah Inggris, sedangkan kenyataan bahwa atlet-atlet Indonesia
hanya bisa berpartisipasi di London dengan memakai paspor Belanda tidak dapat
1

diterima. Alasannya karena delegasi Indonesia hanya mau hadir di London dengan
membawa nama Indonesia. Alasan yang disebut terakhir ini menyebabkan rencana
kepergian beberapa anggota pengurus besar PORI ke London menjadi batal dan
menjadi topik pembahasan pada konferensi darurat PORI pada tanggal 1 Mei
1948 di Solo.
Mengingat dan memperhatikan pengiriman para atlet dan beberapa
anggota pengurus besar PORI ke London sebagai peninjau tidak membawa hasil
seperti yang diharapkan semula, konferensi sepakat untuk mengadakan Pekan
Olahraga yang direncanakan berlangsung pada bulan Agustus atau September
1948 di Solo. Pada saat itu PORI ingin menghidupkan kembali pekan olahraga
yang pernah diadakan ISI pada tahun 1938 (yang terkenal dengan nama ISI
Sportweek atau Pekan Olahraga ISI).
Dilihat dari penyediaan sarana olahraga, pada saat itu Solo telah
memenuhi semua persyaratan pokok dengan adanya stadion Sriwedari yang
dilengkapi dengan kolam renang. Pada saat itu Stadion Sriwedari termasuk kota
dengan fasilitas olahraga yang terbaik di Indonesia. Selain itu seluruh pengurus
besar PORI berkedudukan di Solo sehingga hal inilah yang menjadi bahan-bahan
pertimbangan bagi konferensi untuk menetapkan Kota Solo sebagai kota
penyelenggara Pekan Olahraga Nasional pertama (PON I) pada tanggal 8 sampai
dengan 12 September 1948.
Selain itu PON I juga membawa misi untuk menunjukkan kepada dunia luar
bahwa bangsa Indonesia dalam keadaan daerahnya dipersempit akibat Perjanjian
Renville, masih dapat membuktikan sanggup mengadakan acara olahraga dengan
skala nasional.
PON XIX/2016

Prototipe dari obor PON XIX/2016 diperkenalkan ke publik pada tanggal


16 Maret 2016, dengan tinggi 70 cm dan berat 2 Kg. Bagian atas dari obor dibuat
dari kuningan dengan menampilkan motif batik Kawung Ece dari Kabupaten
Garut dengan logo PON XIX/2016. Bahan kayu yang digunakan adalah kayu
ruyung yakni kayu dari pohon kawung atau enau Selain obor, pada kirab api PON
itu juga akan disertakan lentera yang berbentuk motif Gedung Sate. Kemudian
tungku untuk menyimpan api.
Api PON XIX/2016 Jawa Barat akan diambil dari sumber api abadi di
Desa Majakerta Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu pada tanggal 5
September 2016 pukul 07.00, pengambilan api dilakukan oleh Ketua Umum KONI
Pusat, Tono Suratman didampingi Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah.
Selanjutnya obor Api PON diserahkan kepada Kopda Yulianto dari Arhanudse
Kodam III Siliwangi dan diarak oleh pasukan gabungan menuju alun-alun
Indramayu yang berjarak sekitar lima kilometer. Kirab api PON yang akan
melintasi 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Perjalanan Api PON direncanakan
akan menempul 1.005,4 kilometer. Kabupaten/Kota terakhir yang disinggahi
dalam satu hari kirab obor akan menjadi tempat disemayamkannya api PON,
sebanyak 10 Kabupaten/Kota akan menjadi tempat disemayamkannya Api PON
selama satu malam, kecuali Kota Bekasi yang akan menjadi tempat bersemayam
Api PON selama 3 (tiga) hari dari tanggal 10 sampai 12 September dikarenakan
adanya jeda libur Idul Adha.
Pada tanggal 16 September, Api PON akan diarak menuju Balai Kota
Bandung untuk kemudian menuju Gedung Sate untuk disemayamkan terakhir
kalinya. Pada tanggal 17 September, Kirab Api PON akan diberangkatkan menuju
tempat upacara Pembukaan PON XIX/2016 di Stadion Gelora Bandung Lautan
Api

Logo PON XIX/2016 dirancang oleh Humroti, mahasiswi Institut Seni


Indonesia Yogyakarta, pemenang sayembara logo PON XIX/2016 dan Pepernas
XV/2016. Kujang menjadi logo resmi PON XIX/2016 dan Pepernas XV/2016,
kujang merupakan senjata khas tradisional Jawa Barat. Elemen dasar logo adalah
bentuk Kujang (senjata tradisional khas Jawa Barat) yang terbentuk dari api
obor yang berkobar sebagai simbol semangat untuk meraih prestasi tertinggi.
Kepala kujang berwarna merah menjadi simbol bahwa hanya yang memiliki
semangat tertinggi dan yang terkuat yang mampu menjadi juara pada PON XIX.
Lima bagian obor yang berwarna-warna mewakili jari tangan manusia; sebagai
simbol pelaksanaan PON XIX dan Peparnas XV digenggam oleh Jawa Barat
sebagai tuan rumah.
Dalam logo PON XIX 2016 Jawa Barat, terdapat enam lingkaran yang
terbentuk dari lima lingkaran Olympic sebagai simbol olahraga universal;
dipadukan dan diperkuat oleh satu lingkaran tambahan sebagai simbol persatuan
dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus simbol semangat
untuk berjaya di tanah legenda, tanah Jawa Barat. Dalam logo Peparnas XV 2016
Jawa Barat, ada tiga lekuk dinamis yang merepresentasikan semangat dan
dinamika para difabel untuk berjaya di tanah legenda Jawa Barat. Tulisan PON
dan PEPARNAS berwarna biru sebagai simbol profesional. Angka Romawi
berwarna

merah

dan

tahun

berwarna

hitam

menunjukan

semangat

penyelenggaraan ke sekian kalinya. Sementara tipografi khusus untuk frasa Jawa


4

Barat

mencerminkan

kekuatan

tradisi

provinsi

Jawa

Barat

sebagai

penyelenggara. Secara ringkas, makna filosofi logo tersebut menunjukkan bahwa


penyelenggaran PON kembali ke Jawa Barat sebagai tuan rumah penyelenggaraan
PON XIX.

Pemilihan maskot PON XIX/2016 dan Peparnas XV/2016 dilakukan secara


sayembara, pada tanggal 8 Maret 2014 diumumkan Surili akan menjadi maskot
PON XIX/2016, pembuat desain maskot tersebut adalah Tony Suhendar,
seorang karyawan swasta asal Kota Bandung. Surili dipilih karena merupakan
hewan asli Jawa Barat dengan status dilindungi oleh IUCN (The International
Union for Conservation of Nature) sejak tahun 1974. Keberadaan Surili hanya
dapat ditemukan di kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gede Pangrango
dengan populasi hanya antara 4000 - 6000 ekor. Sebagai maskot, Surili
dikenakan Iket alias pengikat kepala khas Jawa Barat yang mencerminkan nilai
luhur tradisi dan karakter masyarakat Jawa Barat, yakni Cageur, Bageur, Bener
dan Pinter. Pemilihan satwa endemik tersebut sebagai maskot PON XIX dan
Peparnas XV 2016 Jawa Barat ini juga untuk menumbuhkan kesadaran
masyarakat guna semakin melindungi dan melestarikannya
Peserta Pekan Olahraga Nasional XIX

Aceh (279)

Sumatera Utara (309)

Sumatera Barat (348)

Riau (336)

Kepulauan Riau

Jambi (231)

Sumatera Selatan (224)

Bangka Belitung (91)

Bengkulu (40)

Lampung (140)

Daerah Khusus Ibukota Jakarta (902)

Banten (311)

Jawa Barat (1.945) (tuan rumah)

Jawa Tengah

Daerah Istimewa Yogyakarta (323)

Jawa Timur (737)

Bali (362)

Nusa Tenggara Barat (118)

Nusa Tenggara Timur (76)

Kalimantan Barat (178)

Kalimantan Tengah

Kalimantan Selatan (226)

Kalimantan Timur (651)

Kalimantan Utara

Sulawesi Utara

Gorontalo

Sulawesi Tengah (89)

Sulawesi Barat (43)

Sulawesi Selatan (321)

Sulawesi Tenggara (69)


6

Maluku (63)

Maluku Utara (49)

Papua Barat

Papua (380)

Pada acara hitung mundur 111 hari menjelang PON 2016 di Monumen
Perjuangan Rakyat Jawa Barat pada tanggal 29 Mei 2016, lagu 'Berjaya di Tanah
Legenda' resmi diluncurkan sebagai lagu resmi PON XIX/2016 dan Peparnas
XV/2016. Lagu ini dinyanyikan oleh vokalis grup musik Gigi, Arman Maulana. Lagu
tersebut diciptakan dan diaransemen oleh komposer Dwiki Dharmawan, dan
liriknya diciptakan oleh budayawan Eddy D. Iskandar. Lagu ini menjadi lagu latar
untuk iklan layanan masyarakat "Berjaya di Tanah Legenda" yang menjadi video
promosi untuk PON XIX/2016 dan Peparnas XV/2016.
PON XIX/2016 terdiri dari 44 cabang olahraga dengan total nomor
pertandingan, 366 pertandingan putra, 297 pertandingan putri, 36 pertandingan
campuran dan 57 pertandingan terbuka di 68 Venue yang tersebar di 16
Kabupaten/Kota di Jawa Barat, memperebutkan 756 medali emas, 756 medali
perak, dan 954 medali perunggu dan, 12 cabang olahraga eksibisi.
Cabang olahraga Bisbol, Gulat gaya Grego romawi, Futsal, dan Sepak bola
hanya mempertandingkan nomor putra, cabang olahraga Renang indah, dan Senam
ritmik hanya mempertandingkan nomor putri, sementara cabang olahraga Layang
gantung, Paralayang, Berkuda, Balap motor, dan Dansa tidak membedakan nomor
pertandingan berdasarkan jenis kelamin peserta.
Cabang olahraga Hoki, Berkuda, Drum band, dan Dansa akan kembali
dipertandingkan kembali setelah absen di PON XVIIIementara cabang olahraga
Renang perairan terbuka akan memulai debutnya pada PON edisi kali ini.

Jawa Barat terpilih sebagai tuan rumah pada Rapat anggota Komite
Olahraga Nasional Indonesia (KONI) 2010 di Jakarta pada tanggal 27 April
2010.
Bandung terakhir kali menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional pada tahun
1961, dan pertama kalinya sejak tahun 2000, Pekan Olahraga Nasional
berlangsung di Pulau Jawa.
Pada tanggal 18 Maret 2010, dua Provinsi Jawa Barat dan Banten
mengajukan diri menjadi tuan rumah PON XIX/2016. Jawa Barat terpilih
menyingkirkan Banten sebagai tuan rumah PON XIX/2016 secara aklamasi
dengan mendapatkan dukungan 246 suara dari 49 pengurus besar (PB) dan 33
pengurus provinsi yang hari pada pemilihan tanggal 27 April 2010.
Panitia Pengurus Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa
Barat, dilantik pada tanggal 11 November 2013 dengan Gubernur Jawa Barat,
Ahmad Heryawan sebagai ketua umum. Prioritas pertama dari PB PON Jawa
Barat adalah menyiapkan gelanggang arena pertandingan olahraga, baik dengan
membangun tempat pertandingan baru maupun memperbaiki yang sudah ada, PB
PON juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung untuk
mempercepat penyelesaian pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api
(GLBA) di Gedebage, yang akan direncanakan untuk tempat pembukaan dan
penutupan PON XIX/2016.
Pada

tanggal

12

mei

2014,

Pemerintah

Provinsi

Jawa

Barat

menggelontorkan dana awal sebesar Rp. 277 miliar dari dana APBD Provinsi Jawa
Barat, dengan alokasi Rp. 140 miliar untuk pembangunan fasilitas baru dan Rp.
137 miliar untuk perbaikan fasilitas yang ada. Sebanyak 59 venue pertandingan
yang direncanakan akan digunakan untuk PON XIX/2016, 42 venue merupakan
lama yang direnovasi, 9 venue sewaan, dan 8 venue baru, antara lain: GOR

Bandung (Bulu tangkis dan tarung derajat), Lapangan Futsal ITB Jatinangor
(untuk cabang olahraga futsal), Graha Laga Satria ITB Jatinangor (pencak silat),
Kolam Renang Si Jalak Harupat (polo air), Gedung Serba Guna Tinju Pelabuhan
Ratu (tinju), dan Arena Panjat Tebing Cikole Lembang.
Adanya keterlambatan dalam penyelesaian GOR Bandung, membuat PB
PON XIX/2016 pada tanggal 8 April 2016 berencana memindahkan pertandingan
Bulu tangkis ke GOR Bima Cirebon dan Tarung derajat ke GOR ITB Jatinangor.
Pada tanggal 28 Mei 2016, Ketua PB PON XIX/2016, Ahmad Heryawan
menandatangani SK pemindahan venue tiga cabang olahraga, yaitu Bulu tangkis
dari GOR Bandung ke ke GOR BIMA Cirebon, Tarung derajat dari GOR Bandung
ke GOR Padjajaran, Kota Bandung, dan Balap motor dari Sirkuit Gerimang
Kabupaten Subang ke Sirkuit Bukit Pesar di Kota Tasikmalaya, membuat jumlah
kabupaten/kota yang menjadi tuan rumah menjadi 16 kabupaten/kota.
Pada tanggal 8 Juni 2016, Ketua Bidang Pertandingan PON XIX/2016
Jabar, Yudha Munajat Saputra menyatakan kemungkinan adanya pemindahah
lokasi pertandingan cabang olahraga tenis meja dari Telkom Convention Hall ke
GOR ITB Jatinangor dikenakan adanya kegiatan akademis Telkom University
sampai bulan agustus 2016, hal ini menyebabkan tidak dapat dilakukan tes arena
pertandingan yang harus dilakukan tiga bulan sebelum pembukaan PON
XIX/2016. Pada tanggal 12 Juli 2016 dilaporkan proses pemindahan sudah
hampir 100 % rampung, dan diharapkan bisa segera dilakukan test event di arena
pertandingan.

Stadion Gelora Bandung Lautan Api, tempat upacara pembukaan dan penutupan.
Gelanggang olahraga untuk pertandingan PON XIX/2016 akan tersebar di
16 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, sebagian besar akan dilaksanakan di
Kabupaten/Kota yang berada di Kawasan Bandung Raya, yaitu Kota Bandung,
Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten
Sumedang. Untuk akomodasi atlet dan ofisial di hotel dengan fasilitas minimal
bintang tiga. PB PON bekerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran
(PHRI) Jawa Barat telah menginventaris dan menyiapkan sekitar 800 hotel.
Pengaturan penempatan atlet dilakukan dengan memperhitungkan jarak dan
waktu tempuh ke arena pertandingan, dengan perkiraan jarak tempuh sekitar 15
menit sampai satu jam antar kedua tempat. Semua posko utama kontingen akan
berada di Kota Bandung.
PON XIX/2016 mempunyai 68 Gelanggang Olahraga, yang tersebar di 16
Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Proses pengamanan PON XIX/2016 akan
dilaksanakan oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat, dengan dibantu oleh Tentara
Nasional Indonesia, Polisi Pamong Praja, dan instansi terkait lainnya. Salah satu
isu yang menjadi perhatian utama adalah mewaspadai adanya ancaman terorisme
terutama terkait dengan adanya tragedi terorisme bom Sarinah, Jakarta.
Langkah teknis pengamanan akan dilakukan dari hulu hingga hilir. Di fase hulu,
segala hal yang berkenaan dengan tahapan persiapan PON XIX/2016, Kepolisian
Daerah Jawa Barat sudah menyiapkan tim advokasi. Sistem pengamanan akan
10

dilaksanakan

dengan

tiga

opsi

masing-masing

refresif,

persuasif

serta

preventif.Penggunaan tiga opsi langkah tersebut, didasarkan atas pertimbangan


potensi bahaya di masing-masing wilayah. Prototipe dari obor PON XIX/2016
diperkenalkan ke publik pada tanggal 16 Maret 2016, dengan tinggi 70 cm dan
berat 2 Kg. Bagian atas dari obor dibuat dari kuningan dengan menampilkan motif
batik Kawung Ece dari Kabupaten Garut dengan logo PON XIX/2016. Bahan
kayu yang digunakan adalah kayu ruyung yakni kayu dari pohon kawung atau
enau Selain obor, pada kirab api PON itu juga akan disertakan lentera yang
berbentuk motif Gedung Sate. Kemudian tungku untuk menyimpan api. Api PON
XIX/2016 Jawa Barat akan diambil dari sumber api abadi di Desa Majakerta
Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu pada tanggal 5 September 2016
pukul 07.00, pengambilan api dilakukan oleh Ketua Umum KONI Pusat, Tono
Suratman didampingi Bupati Indramayu Hj Anna Sophanah. Selanjutnya obor Api
PON diserahkan kepada Kopda Yulianto dari Arhanudse Kodam III Siliwangi dan
diarak oleh pasukan gabungan menuju alun-alun Indramayu yang berjarak sekitar
lima kilometer. Kirab api PON yang akan melintasi 27 kabupaten/kota di Jawa
Barat. Perjalanan Api PON direncanakan akan menempul 1.005,4 kilometer.
Kabupaten/Kota terakhir yang disinggahi dalam satu hari kirab obor akan
menjadi tempat disemayamkannya api PON, sebanyak 10 Kabupaten/Kota akan
menjadi tempat disemayamkannya Api PON selama satu malam, kecuali Kota
Bekasi yang akan menjadi tempat bersemayam Api PON selama 3 (tiga) hari dari
tanggal 10 sampai 12 September dikarenakan adanya jeda libur Idul Adha.
Pada tanggal 16 September, Api PON akan diarak menuju Balai Kota
Bandung untuk kemudian menuju Gedung Sate untuk disemayamkan terakhir
kalinya. Pada tanggal 17 September, Kirab Api PON akan diberangkatkan menuju
tempat upacara Pembukaan PON XIX/2016 di Stadion Gelora Bandung Lautan
Api.

11

Stadion Gelora Bandung Lautan Api adalah sebuah stadion olahraga yang
berada di Desa Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat.
Stadion berada di antara ruas Jalan Tol Cileunyi-Padalarang KM 151 dan Jalan
Bypass Soekarno-Hatta Bandung. Akses jalan menuju Stadion akan dibuat pintu
tol khusus di KM 149 ruas Tol Cileunyi-Padalarang dan ruas jalan dari arah
Stasiun KA Cimekar dan dari jalan Rancanumpang. Dibuat juga ruas jalan baru
menyusuri tol sekitar 2 kilometer, disamping ruas jalan yang sudah ada. Stadion
ini akan menjadi home base klub sepak bola asal Kota Bandung yaitu Persib
Bandung di musim kompetisi 2014. Gulat pada Pekan Olahraga Nasional XIX akan
dipertandingkan pada 23 sampai 28 september 2016 di GOR Saparua, Kompleks
Olahraga Saparua, Kota Bandung, Jawa Barat. Gulat akan terbagi menjadi dua
disiplin, gaya bebas dan Gaya Grego-Romawi, kemudian dibagi lagi kedalam kelas
pertandingan berdasarkan berat badan. Untuk putra akan dipertandingkan
masing-masing disiplin, sementara putri hanya mempertandingkan gaya bebas,
dengan total 26 medali emas akan diperebutkan. Sebanyak 196 pegulat dari 26
provinsi akan bertanding di 26 nomor pertandingan.
3 (tiga) disiplin dari senam akan dipertandingkan di PON XIX/2016 di Kota
Bandung, Jawa Barat, yaitu: Senam aerobik, Senam artistik, dan Senam ritmik.
Semua pertandingan senam akan berlangsung di Gymnasium, Sport Jabar
Arcamanik untuk pertandingan, Graha Laga Satria, dan Graha Laga Tangkas,
Sport Jabar Arcamanik untuk latihan, senam artistik akan berlangsung dari
tanggal 20 sampai 22 september 2016, senam ritmik dari tanggal 24 sampai 26
september 2016, dan senam aerobik dari tanggal 27 sampai 28 september 2016.
Sepak bola akan digelar dari tanggal 14 sampai 28 september 2016, di
empat stadion yang tersebar di empat kabupaten/kota di Jawa Barat. Pada edisi
kali ini hanya nomor putra yang dipertandingkan. Usia atlit dibatasi maksimal 23
tahun dengan batas kelahiran 1 Januari 1993.
12

Pekan Olahraga Nasional XIX ini diperkirakan sekitar 8403 atlet diluar
atlet tuan rumah. Provinsi termuda Kalimantan Utara akan memulai debutnya di
ajang PON, pada edisi kali ini. PON XIX/2016 terdiri dari 44 cabang olahraga
dengan total nomor pertandingan, 366 pertandingan putra, 297 pertandingan
putri, 36 pertandingan campuran dan 57 pertandingan terbuka di 68 Venue yang
tersebar di 16 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, memperebutkan 756 medali emas,
756 medali perak, dan 954 medali perunggu dan, 12 cabang olahraga eksibisi.
Cabang olahraga Bisbol, Gulat gaya Grego romawi, Futsal, dan Sepak bola hanya
mempertandingkan nomor putra, cabang olahraga Renang indah, dan Senam
ritmik hanya mempertandingkan nomor putri, sementara cabang olahraga Layang
gantung, Paralayang, Berkuda, Balap motor, dan Dansa tidak membedakan nomor
pertandingan berdasarkan jenis kelamin peserta. Cabang olahraga Hoki, Berkuda,
Drum band, dan Dansa akan kembali dipertandingkan kembali setelah absen di
PON XVIII, sementara cabang olahraga Renang perairan terbuka akan memulai
debutnya pada PON edisi kali ini.
Jawa Barat terpilih sebagai tuan rumah pada Rapat anggota Komite
Olahraga Nasional Indonesia (KONI) 2010 di Jakarta pada tanggal 27 April 2010
Bandung. terakhir kali menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional pada tahun
1961[7], dan pertama kalinya sejak tahun 2000, Pekan Olahraga Nasional
berlangsung di Pulau Jawa.
Upacara pembukaan Pekan Olahraga Nasional XIX digelar di Stadion
Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat,
Indonesia, pada Sabtu malam tanggal 17 September 2016. Upacara pembukaan
dimulai pukul 19.30 WIB ditandai dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan

Indonesia Raya. Upacara dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo.
2.535

personil

gabungan

dari

kepolisian,

TNI,

Satpol

PP,

Dinas

Perhubungan, petugas pemadam kebakaran, hingga SAR dikerahkan dalam


13

pembukaan. Areal pengamanan lokasi upacara pembukaan PON XIX dibagi dalam
tiga zona. Areal di dalam stadion khusus bagi penonton yang mengantungi tiket
serta tiket undangan, zona dua di luar stadion, dan zona tiga di areal parkir
hingga rute perjalanan tamu undangan. Sedangkan di areal GBLA dalam keadaan
steril dari kendaraan.
Upacara Penutupan Pekan Olahraga Nasional XIX digelar di Stadion Gelora
Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, pada
Kamis malam tanggal 29 September 2016. Upacara ditutup secara resmi oleh
Wakil Presiden Jusuf Kalla.

14