Anda di halaman 1dari 5

Home Artikel Biologi ID Ilmu Pengetahuan Alam Ciri-Ciri Habitat dan Ekosistem di Air Tawar

dan Air Laut - Ilmu Sains Biologi

Ciri-Ciri Habitat dan Ekosistem di Air Tawar dan


Air Laut - Ilmu Sains Biologi
godam64 04:22 Komentari
- A. Ciri Habitat Air Tawar
1. Variasi temperatur atau suhu rendah
2. Kadar garam atau salinitas rendah
3. Penetrasi dari cahaya matahari kurang
4. Terpegaruh iklim dan cuaca alam sekitar
5. Aliran air terjadi setiap waktu terus-menerus pada sungai
6. Secara fisik dan biologi merupakan perantara habitat laut dan darat.
7. Tumbuhan mikroskopis seperti alga dan fitoplankton sebagai produsen utama.
- B. Ciri Habitat Air Laut
1. Variasi temperatur atau suhu tinggi
2. Kadar garam / salinitas / tingkat keasinan tinggi
3. Penetrasi dari cahaya matahari tinggi
4. Ekosistem tidak terpegaruh iklim dan cuaca alam sekitar
5. Aliran atau arus laut terus bergerak karena perbedaan iklim, temperatur dan rotasi bumi
6. Habitat di laut saling berhubungan / berkaitan satu sama lain
7. Komunitas air asin terdiri dari produsen, konsumen, zooplankton dan dekomposer.
Informasi Tambahan :
Binatang Air Tawar :
- Ikan mas, ikan mujair, ikan nila, ikan bandeng, ikan cupang, ikan cere, ikan betok, ikan sepat, yuyu, katak,
dan lain sebagainya.
Binatang Air Laut :
- Ikan tenggiri, ikan teri, cumi-cumi, sotong, gurita, teripang, kuda laut, kepiting, kerang hijau, dan banyak
lagi lainnya.
#@
2. PERAIRAN ASIN
Perairan air biasanya banyak dijumpai pada perairan laut. Adapun komunitas pada laut dapat dibagi
menjadi zona photic (dapat ditemukan adanya fitoplankton, zooplankton, dan ikan) serta zone aphotic (area
yang tidak dapat ditembus oleh sinar matahari). Komunitas laut juga dapat dibagi berdasarkan kedalamanya,
yaitu zona antertidal, yaitu daerah yang berbatasan dengan daratan., zona neretic merupakan daerah yang
relatif dangkal yang meluas ke pinggiran selat suatu benua, zona ascenic merupakan daerah di sekitar zona
neretic, serta zona banthhic di permukaan dalam laut. Zona abisal merupakan daerah di zona benthic yang
tidak dapat ditembus cahaya. Estuari merupakan muara sungai dan merupakan tempat yang paling produktif
karena disinilah tempat reproduksi udang, moluska, ikan, dan lain sebagainya.
Air asin mengandung garam. Kita tidak dapat meminum air asin karena garam air membuat kita
dehidrasi, badan kita akan kehilangan lebih banyak air yang diminumnya. Namun, banyak jenis ikan, hewan

dan tanaman yang berbeda tinggal di air asin, sinar matahari dapat tembus sampai ke dasar laut. Tumbuhan
tersebut antara lain adlah :

Rumput laut

Lumut dan ganggang

Fitoplankton (hanya dapat dilihat dengan mikroskop karena sangat kecil)


Air asin di laut merupakan air asin yang luas dan berhubungan dengan samudra. Air yang berada
pada perairan asin merupakan campuran dari 95,6% air murni dan 3,5% material lainnya seperti garam
garaman, gas gas terlarut, bahan bahan organik dan partikel partikel tak terlarut. Sifat sifat fisis
utama air laut ditentukan oleh 96,5 % air murni.
Vegetasi di perairan asin dapat dibedakan menjadi lautan, estuari dan terumbu karang yang akan
dijelaskan lebih kongkrit sebagai berikut :

a. Laut
Habitat laut (oseanic) ditandai oleh salinitas (kadar garam) yang tinggidengan ion CI- mencapai 55%
terutama di darah laut tropik, karena suhunya tinggi dan penguapan besar. Di daerah tropik suhu sekitar 25
derajad celcius. Perbedaan suhu atas dan bawah tinggi. Contoh tumbuhan yang hidup di daerah perairan ini
seperti ulva :

Ganggang ini ditemukan di dasar perairan laut dan menempel di dasar, bentuk seperti lembaran daun.
Berkembang biak secara vegetatif dengan menghasilkan spora dan spora tumbuh menjadi Ulva yang haploid
(n), Ulva haploid disebut gametofit haploid. Kemudian secara generatif menghasilkan gamet jantan dan
gamet betina. Pertemuan gamet jantan dan gamet betina akan menghasilkan zigod (Z2n). Zigod berkembang
menjadi Ulva yang diploid disebut sporofit. Selanjutnya sporofit membentuk spora yang haploid setelah
mengalami meiosis. Selanjutnya mengalami mitosis dan menghasilkan gametofit haploid. Batas antara
lapisan air atas dengan air yang dingin di bagian bawah disebut dengan termoklin.

Di daerah dingin suhu air laut merata sehingga iar dapat bercampur, sehingga darah permukaan laut
tetap subur sehingga banyak terdapat vegetasi, plankton dan ikan.

Adapun habitat dalam laut dapat

dibedakan berdasarkan kedalaman dan wilayah permukaannya secara horisontal.


Adapun pembagian daerah tersebut adalah sebagai berikut :
1. Daerah litoral / daerah pasang surut
Daerah litoral adalah daerah yang langsung berbatasan dengan darat. Radiasi matahari, variasi
temperatur dan salinitas mempunyai pengaruh yang lebih berarti untuk daerah ini dibandingkan dengan laut
lainnya. Jadi pada daerah ini terdapat vegetasi vegetasi yang cukup banyak, hal ini dikarenakan karena
pada daerah ini sinar matahari dapat masuk dalam permukaan, sehingga tumbuhan tumbuhan dapat
menyerap cahaya matahari untuk proses kelangsungan fotosistesis. Adapun contoh tumbuhan pada daerah
ini adalah seperti rumput laut dan terumbu karang.
2. Daerah Neritik
Daerah neritik merupakan daerah laut dangkal, daerah ini masih dapat ditembus cahaya sampai ke
dasar, kedalaman daerah ini mencapai 200 meter. Tipe Vegetasi yang hidup di daerah ini seperti
3. Daerah Batial atau Daerah Remang remang
Daerah Batial adalah wilayah laut yang memiliki kedalaman antara 150 meter samapai 1800 meter.
Wilayah ini tidak dapat tertembus sinar matahari. Oleh karena Organisme yang hidup di daerah ini tidak
sebanyak daerah neritik. Tipe vegetasi yang hidup di daerah ini meliputi
4. Daerah Abissal
Daerah abissal adalah wilayah laut yang memiliki kedalaman lebih dari 1800 meter. Di wilayah ini
suhunya sangat dingin sehingga tidak ada tumbuh tumbuhan yang hidup di zone ini.
b. Estuaria
Estuaria (muara) merupakan tempat bersatunya sungai dengan laut. Estuaria sering dipagari oleh
lempeng lumpur intertidal yang luas atau rawa garam. Salinitas air berubah secara bertahap mulai dari
daerah air tawar ke laut. Salinitas ini juga dipengaruhi oleh siklus harian dengan pasang surut airnya.
Nutrien dari air sungai memperkaya estuari.
Komunitas tumbuhan yang hidup di estuari antara lain:
1. Rumput rawa garam
2. Ganggang (Algae)
Dalam dunia tumbuhan ganggang termasuk kedalam dunia tallopyta (tumbuhan talus), karena belum
mempunyai akar, batang dan daun secara jelas. Tumbuhan ganggang anyak yang bersel tunggal dan juga da
yang bersel banyak dengan betuk serupa benag atau lembaran. Ciri- ciri ganggang :
a. Tubuh ganggang banyak yang terdapat zat warna
b. Ganggang bersifat autrotrof (dapat menyusun makananya sendiri)

c. Habitat hidupnya di air tawar, laut dan tempat- tempat yang lembab
Karena tempat yang berbeda- beda maka ganggang dapat dibagi menjadi beberapa kelas yang antara
satu dengan yang lain memiliki ciri dan sifat tertentu sesuai dengan ekosistemn setempat. Antara lain kelas
ganggang dapat dikelaskan menjadi : cyanopyta (ganggang biru), cloropyta (ganggang hijau), chlisopyta
(ganggang keemasan), phaeopyta (ganggang cokelat) dan rhodopyta (ganggang merah).
3. Fitoplankton
Fitoplanktom merupakan unit terkecil dari vegetasi yang ada di laut yang hanya dapat dilihat
melaluio mikroskop. Kaerna ukuranga yang mikroskopik, maka fitoplankton banyak yang digunakan
sebagai sumbe makanan bagi ikan- ikan kecil yang memanfaatkan kehidupan tumbuhan tersebut yang dapat
dilakukan dalam berbagai rantai makanan makluk hidup yang berada disekitarnya.
Komunitas hewanya antara lain berbagai cacing, kkerang, kepiting, dan ikan. Bahkan ada beberapa
invertebrata laut dan ikan laut yang menjadi estuari sebagai tempat kawin atau bermigrasi untuk menuju
habitat air tawar. Estuari juga merupakan tempat mencari makanbagi vertebrata semi air yaitu unggah air.
c.

Terumbu karang
Terumbu karang merupakan habitat alami fauna yang ada diperairan asin, karena berbagai macam
manfaat dan fungsi sebagai tempat hidup makhluk hidup yang berada dilaut, maka terumbu karang juga
dapat mencegah terjadinya abrasi laut. Keadaan terumbu karang yang jarang dan tidak seimbang akan
menyebabkan berbagai macam kehidupan laut akan terganggu dan cepat punah. Maka dari itu sebagai
vegetasi air asin yang banyak ditemukan di daerah laut dan pantai, hidupnya pula dipengaruhi oleh kualitas
air dan ekosistem yag ada disekitarnya.
Di laut tropis, pada daerah neritik, terdapat suatu komunitas yang khusus terdiri dari karang batu dan
organisme- organisme lain. Komunitas ini disebut terumbu karang. Daerah komunitas ini masih dapat
ditembus oleh cahaya matahari, sehingga fotosintesis dapat berlangsung.
Terumbu karang disominasi oleh karang (koral) yang merupakan kelompok cnidaria yang
mengsekresikan kalsium karbonat. Rangka dari kalsium karbonat ini bermacam- macam bentuknya dan
menyusun substrat tempat hiidup karang lain dan ganggang.
DAERAH PEDALAMAN SEBAGAI TEMPAT ALAMI VEGETASI HIDUP
Daerah pedalaman yang dimaksud bukan merupakan daerah terisolir dan belum terdapat banyak
kehidupan yang berada disana. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa daerah pedalaman yang masih terdapat
aktivitas vegetasi dan makhluk hidup dimana unsur- unsur pengaruh dalam suatu ekosistem belum banyak
terjadi. Seperti terdapatnya pengaruh kualitas air yang banyak dilakukan manusia dalam kegiatan produksi
dan menggantungkan diri terhadap alam sekitar.

Kecenderungan fenomena yang terjadi ialah banyak diantra daerah pedalam yang masih terdapat
sumber- sumber pokok dalam kelangsungan hidup vagetasi, sehingga dalam perkembangbiakanya
mengalami kesempurnaan sesuai dengan keadaan dan struktur tumbuh tumbuhan tertentu. Daerah
pedalaman dapat digolongkan sebagai berikut :
1. Daerah hutan bakau dan pegunungan lepas
2. Daerah debt air sungai yang mengalami perluasan
3. Daerah pantai yang belum ada campur tangan makhlukhidup penggangu dalam konteks siklus
kehidupan
4. Daerah yang terbentuk dari proses solusional
5. Daerah tangkapan air

HAL YANG MENJADI PERBEDAAN FAKTOR KUALITAS AIR ASIN DAN TAWAR
1. Keadaan air yang masih belum banyak terdapat pengaruh dari luar
2. Bentang alam yang masih banyak ekosistem alamiahnya
3. Keterkaitan kondisi geologi yang mengakibatkan susunan batuan permeabel/ nonpermeabel tertentu
4. Iklim fisis yang relatif konstan
5. Adanya vegetasi lain yang menjadikan tumbuhan tertentu dapat hidup disuatu tempat sebagai hasil
dari adaptasi di lingkungan setempat.