Anda di halaman 1dari 14

Tasyakuran 4 Bulan Kehamilan

Assalamu'laikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT dan mengumandangkan sholawat
kepada Nabi Muhammad SAW beserta pengikutnya, kami menyelenggarakan Tasyakuran 4
Bulan kehamilan istri saya untuk anak pertama kami yang dilaksanakan pada hari Minggu
tanggal 27 Juli 2008 yang dibimbing oleh Ustad H. Nasution di Rumah kediaman kami.
Dengan segala kerendahan hati, kami memohon doa restu para pembaca, untuk calon bayi,
cucu/anak kami dan ibunya.
Semoga Allah SWT memudahkan kelahirannya, selamat bayi dan ibunya, tidak kurang satu
apapun.
Semoga kelak tumbuh menjadi anak yang sholeh/sholehah, pintar dan cerdas, berakhlak mulia,
sehat jasmani-rohaninya, berguna dan bermanfaat bagi orang tuanya, agamanya, bangsa dan
negaranya serta dipanjangkan umurnya agar bisa memberikan keindahan dunia ini dan
memperbanyak amal baik nya. Amin...
Terima Kasih, semoga Allah SWT memberikan Rahmat dan Hidayahnya kepada kita semua.
Amin...
Wassalmu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
DiBlog ini akan saya sampaikan isi dari apa-apa yang di baca pada saat Tasyakuran 4 Bulan
Kehamilan istri saya.
Dan semoga bermanfaat untuk kita semua.
1. Surah Al-Fatihah 1 - 7

Artinya :
1. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
2. Segala puji bagi Allah, Tuhan Semesta Alam.
3. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
4. Yang Menguasai Hari Pembalasan.

5. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon
pertolongan.
6. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus.
7. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka
yang dimurkai dan bukan jalan mereka yang sesat.
2. Surah Al-Mukminun Ayat 12 - 14

Artinya :
12. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari sari pati (berasal) dari tanah.
13. Kemudian Kami jadikannya (sari pati itu) air mani (yang tersimpan) dalam tempat yang
kokoh.
14. Kemudian Kami ciptakan air mani itu (menjadi) segumpal darah, lalu Kami ciptakan
segumpal darah itu (menjadi) segumpal daging, lalu Kami ciptakan segumpal daging (menjadi)
tulang, lalu tulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian Kami jadikan ia makhluk yang
(berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah Pencipta yang paling baik.
3. Surah Al-Baqarah Ayat 233

Artinya :
233. Pada ibu hendaknya menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin
menyempurnakan penyusuannya. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para
ibu dengan cara yang baik. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kesanggupannya.
Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya, dan seorang ayah karana
anaknya, dan pewarispun berkewajiban seperti demikian. Maka apabila keduanya ingin
menyapih (sebelum) dua tahun dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak
berdosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain maka tidak
berdosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kamu
kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
4. Surah Luqman Ayat 12 - 14

Artinya :
12. Dan sesungguhnya kami telah memberikan nikmat kepada Luqman, (yaitu): "Agar
bersyukurlah kepada Allah, dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), masa

sesungguhnya dia hanyalah bersyukur untuk dirinya sendiri, dan barang siapa yang ingkar, maka
sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
13. Dan ketika Luqman berkata anaknya, dan dia memberi pelajaran kepadanya: "Wahai anakku,
janganlah kamu mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, sesungguhnya mempersekutukan
(Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."
14. Dan kami wasiatkan kepada manusia, (supaya berbuat baik) terhadap kedua orang tuanya,
ibunya telah mengandungnya dalam dua tahun, agar bersyukur kamu kepada-Ku dan kepada
kedua orang tuamu, Kepada-Kulah tempat kembalimu.
5. Surah Al-Ahqaf Ayat 15

Artinya :
15. Dan kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik terhadap kedua orang tuanya,
ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula),
mengandungnya dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia sampai dewasa
dan (umurnya) sampai empatpuluh tahun dia berkata: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk
mensyukuri nikmat Engkau yang Engkau berikan kepadaku dan kepada orang tuaku, agar aku
(dapat) beramal sholeh yang Engkau Ridhoi, dan berilah kebaikan kepadaku pada keturunanku,
sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
6. Surah Maryam Ayat 18 - 22

Artinya :
18. Maryam berkata: "Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada (Tuhan) Yang Maha
Pemurah (janganlah kamu mengganggu aku) jika kamu adalah orang yang bertaqwa".
19. Dia (Jibril) berkata: " Sesungguhnya aku hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk
memberimu seorang anak laki-laki yang suci".
20. Maryam berkata: "Bagaimana aku (akan memperoleh) seorang anak laki-laki sedang tidak
(pernah) seorang manusia menyentuhku dan aku bukan seorang yang lajang".
21. Dia (Jibril) berkata: "Demikianlah (kejadiannya)". Tuhanmu berfirman: "Hal itu mudah bagiKu, dan Kami hendak menjadikannya sebagai suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari
Kami, dan (hal itu) adalah suatu perkara yang mudah diputuskan.
22. Maka ia (Maryam) mengandungnya, lalu ia menjauhkan diri dengan (kandungannya) ke
suatu tempat yang jauh.
7. Surah Yusuf Ayat 1 - 6

Artinya :
1. Alif laam roo. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Quran) yang nyata (dari Allah).
2. Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu
memahaminya.
3. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Quran ini
kepadamu. Dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orangorang yang belum mengetahui.
4. (Ingatlah), ketika Yusuf berkata pada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi
melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku".
5. Ayahnya berkata: "Hai anakku janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudarasaudaramu, maka mereka membuat makar (untuk membinasakan)mu. Sesungguhnya syaitan itu
adalah musuh yang nyata bagi manusia".
6. Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi). Dan diajarkan-Nya
kepadamu sebagaian dari takbir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu
dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua
orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanmu Maha
Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Berikut ini Doa-doa yang dipanjatkan pada Tasyakuran 4 Bulan Kehamilan istri saya.

Doa Keselamatan Selama Kelahiran.

Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang
Ya Allah,
Periharalah dia selama berada dalam kandungan ibunya. Dan sehatkanlah dia, karena
sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang bisa meyehatkan. Tiada kesembuhan melainkan
kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit sedikitpun.
Ya Allah,
Bentuklah dia di dalam perut ibunya dalam bentuk yang bagus dan tetapkanlah hatinya dalam
keimanan kepada-Mu dan Rasul-Mu.
Ya Allah,
Keluarkanlah dia dari perut ibunya pada saat kelahirannya dengan mudah dalam keadaan selamat
dan dengan bentuk yang indah dan sempurna.
Ya Allah,
Jadikanlah dia anak yang sehat dan sempurna, berakal yang cerdas, yang alim, dan mau
mengamalkan ilmunya.
Ya Allah,

Panjangkalah umurnya, sehatkanlah tubuhnya, baguskalah akhlaqnya, fasihkanlah dan


merdukanlah suaranya untuk membaca Al-Quran dan Al Hadist dengan berkah Nabi Muhammad
SAW.
Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.

Doa Selamat

Artinya :
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ya Allah,
Kami mohon kepada-Mu keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya ilmu, berkahnya
rezeki, tobat sebelum mati, dan ampunan sesudah mati.
Ya Allah,
Ringankanlah kami nanti di waktu sakaratul maut, dan selamatkanlah dari siksa api neraka dan
memperoleh ampunan, di saat hari perhitungan.
Ya Allah,
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau
berikan petunjuk dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, karena sesungguhnya

Engkaulah Maha Pemberi (karunia).


Ya Allah,
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikkan di dunia dan di akhirat serta periharalah kami dari siksa
api neraka.
Amin... Ya Rabbal 'Alamin...

Doa Dapat Merubah Takdir


309

Redaksi Kamis, 18 Syawwal 1435 H / 14 Agustus 2014 10:09 WIB


Berita Terkait

Doa Nabi Daud as Memohon Cinta Allah

Wirid Sesudah Sholat Wajib

Abdullah bin Umar dan Sholat Tahajjud

Doa Yang Sangat Kita Perlukan

Sedekah Menaungi Pemiliknya Di Hari Kiamat

Dalam sebuah hadits Nabi shollallahu alaih wa


sallam menjelaskan bahwa taqdir yang Allah taaala telah tentukan bisa berubah. Dan faktor
yang dapat mengubah taqdir ialah doa seseorang.



( )
Bersabda Rasulullah shollallahu alaih wa sallam: Tidak ada yang dapat menolak taqdir
(ketentuan) Allah taaala selain doa. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang)
umur seseorang selain (perbuatan) baik. (HR Tirmidzi 2065)

Subhanallah! Betapa luar biasa kedudukan doa dalam


ajaran Islam. Dengan doa seseorang bisa berharap bahwa taqdir yang Allah taaala tentukan atas
dirinya berubah. Hal ini merupakan sebuah berita gembira bagi siapapun yang selama ini merasa
hidupnya hanya diwarnai penderitaan dari waktu ke waktu. Ia akan menjadi orang yang optimis.
Sebab keadaan hidupnya yang selama ini dirasakan hanya berisi kesengsaraan dapat berakhir dan
berubah. Asal ia tidak berputus asa dari rahmat Allah taaala dan ia mau bersungguh-sungguh
meminta dengan doa yang tulus kepada Allah taaala Yang Maha Berkuasa.


Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah taaala mengampuni
dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan
kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab
kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). (QS Az-Zumar 53-54)

Demikianlah, hanya orang yang tetap berharap kepada


Allah taaala saja yang dapat bertahan menjalani kehidupan di dunia betapapun pahitnya taqdir
yang ia jalani. Ia akan senantiasa menanamkan dalam dirinya bahwa jika ia memohon kepada

Allah taaala dalam keadaan apapun, maka derita dan kesulitan yang ia hadapi sangat mungkin
berakhir dan bahkan berubah.
Sebaliknya, orang yang tidak pernah kenal Allah taaala dengan sendirinya akan meninggalkan
kebiasaan berdoa dan memohon kepada Allah taaala. Ia akan terjatuh pada salah satu dari dua
bentuk ekstrimitas. Pertama, ia akan mudah berputus asa. Atau kedua, ia akan lari kepada fihak
lain untuk menjadi sandarannya demi merubah keadaan. Padahal begitu ia bersandar kepada
sesuatu selain Allah taaala termasuk bersandar kepada dirinya sendiri- maka pada saat itu
pulalah Allah taaala akan mengabaikan orang itu dan membiarkannya berjalan mengikuti situasi
dan kondisi yang tersedia. Sedangkan orang tersebut dinilai sebagai seorang yang
mempersekutukan Allah taaala dengan yang lain. Berarti orang tersebut telah jatuh ke dalam
kategori seorang musyrik!



Dan Tuhanmu berfirman, Berdo`alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka
Jahannam dalam keadaan hina dina. (QS Al-Mumin 60)
Dan yang tidak kalah pentingnya bahwa seorang muslim tidak boleh pernah berhenti meminta
kepadaNya, karena sikap demikian merupakan suatu kesombongan yang akan menjebloskannya
ke dalam siksa Allah taaala yang pedih. Maka Rasulullah shollallahu alaih wa sallam bersabda:


Barangsiapa tidak berdoa kepada Allah taaala, maka Allah taaala murka kepadaNya.
(HR Ahmad 9342)

Saudaraku, janganlah berputus asa dari rahmat Allah


taaala. Bila Anda merasa taqdir yang Allah taaala tentukan bagi hidup Anda tidak memuaskan,
maka tengadahkanlah kedua tangan dan berdoalah kepada Allah taaala. Allah taaala Maha
Mendengar dan Maha Berkuasa untuk mengubah taqdir Anda. Barangkali di antara doa yang
baik untuk diajukan sebagai bentuk harapan agar Allah taaala mengubah taqdir ialah sebagai
berikut:







Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang mana ia merupakan penjaga perkaraku.
Perbaikilah duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku. Perbaikilah akhiratku untukku
yang di dalamnya terdapat tempat kembaliku. Jadikanlah hidupku sebagai tambahan untukku
dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah matiku sebagai istirahat untukku dari segala
keburukan. (HR Muslim 4897)