Anda di halaman 1dari 11

TUGAS IKGA

"PERBANDINGAN BAHAN-BAHAN STERILISASI INTERVISIT CHKM,


CAOH, CRESOPHENE DAN FORMOCRESOL PADA PSA GIGI
SULUNG"
MAKALAH ILMIAH
Ditujukan Untuk Memenuhi Tugas II Penulisan Makalah Ilmiah

disusun oleh:

Kelompok 2
Dosen Pembimbing: Essie Octiara, drg., Sp.KGA
FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2015

Anggota

:
1. Ulita Khairunnisa Harahap
2. Zia Indriana Pulungan
3. Dwina Anisha
4. Rizkiyah Fadilah Hasibuan
5. Jelika Murni Sihombing
6. Dheina Lianisa Nasution
7. Cut Aina Safitri
8. Fariza Yamami Rizal
9. Bella Ria Br. Ginting
10. Amabel Troeman

(130 600 031)


(130 600 032)
(130 600 033)
(130 600 034)
(130 600 035)
(130 600 036)
(130 600 037)
(130 600 038)
(130 600 039)
(130 600 040)

PENDAHULUAN
Perawatan endodontik merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan gigi agar
tetap berada dalam rongga mulut. Perawatan endodontik dapat dilakukan pada gigi vital maupun
non vital dengan perawatan saluran akar. Perawatan saluran akar didahului oleh tahap preparasi
saluran akar yang diikuti oleh sterilisasi dan pengisian saluran akar (holisticcare-dentalclinic,
2006;243).

Sterilisasi saluran akar bertujuan untuk mematikan sisasisa kuman yang ada di dalam saluran
akar dan tubuli dentin, yang tidak dapat dicapai pada waktu preparasi ruang pulpa. Preparasi
biomekanis hanya dapat menghilangkan 70% kuman dalam saluran akar dan tubuli dentin
(Irawan, 2010;144).
Kurang baiknya adaptasi bahan pengisi dapat menyebabkan kurangnya kerapatan
obturasi sehingga dapat memperbesar kemungkinan kegagalan perawatan.Larutan irigasi saluran
akar sebaiknya bersifat antiseptik yaitu dapat merusak, dapat menghambat reproduksi atau
metabolisme mikroba dan sekaligus menstrerilkan saluran akar. Adapun syarat bahan antiseptik
saluran akar adalah mampu membunuh mikroorganisme, mempunyai efektifitas yang cepat,
mampu mengadakan penetrasi yang dalam, tetap efektif dengan adanya bahan organik, tidak
merubah warna gigi, secara kimia bersifat stabil, tidak berbau dan tidak berasa, ekonomis.
Tidak mudah mencapai bakteri yang terdapat pada saluran akar, oleh karena itu bakteri
dihilangkan dengan prosedur mekanis serta dengan bantuan bahan kimia. Banyak larutan irigasi
yang dapat digunakan dalam perawatan saluran akar. Bahan yang dapat digunakan untuk irigasi
antara lain ChKm, CaOH, Cresophene dan Formocreso.
DEFINISI DAN INDIKASI
Clorophenol Kamfer Mentol (ChKm) merupakan bahan sterilisasi pulpa yang
diindikasikan untuk desinfektan pada dentin setelah preparasi kavitas, desinfektan setelah
pulpectomy pulp dressing, perawatan untuk radang/luka dan disinfektan saluran akar.Bahan ini
memiliki kemampuan desinfeksi dan sifat mengiritasi yang kecil.
Calcium Hydroxyde (Ca(OH)2) merupakan obat yang sering digunakan sebagai bahan
dressing intrasaluran pada terapi endodonti dan memiliki bahan antibakteri yang signifikan.
Ca(OH)2 ini digunakan dalam bentuk pasta dan semen. Bahan ini memiliki sifat antibakterial,
antiinflamatory, efek mengeringkan, dan mempunyai sifat biologis yang baik. Itu karna
gabungan dari ion Ca2+ dan ion OH-. Pasta Kalsium Hidroksida diindikasikan paling baik
digunakan sebagai medikamen intrasalurarn bila ada penundaan terlalu lama antar-kunjungan
karena bahan ini tetap manjur salama berada didalam saluran akar.1,2
Cresophene merupakan bahan antimikrobial yang diindikasikan sebagai desinfeksi pada
saluran akar sebelum proses obturasi dan sebagai bahan dressing pada saluran akar yang

terinfeksi. Dimana, komposisi kimia dari bahan ini adalah Dexamethasone asetat, Thymol (bahan
baru). Pemakaian bahan ini, diindikasikan terutama pada gigi dengan periodontitis apikalis awal
akibat instrumentasi berlebih. 1
Formokresol termasuk medikamen intrasaluran, yang merupakan kombinasi formalin dan
kresol dalam perbandingan 1:2 atau 1:1. Menurut Straffon dan Han, maupun Loos dan Han,
bahan ini diindikasikan pada setiap kasus yang kompounnya diuji terhadap jaringan hidup,
nekrosis diikuti oleh suatu reaksi inflamatori persisten. Bahan ini juga merupakan suatu
medikamen bakterisidal yang tidak spesifik dan sangat efektif terhadap organisme aerobik dan
anaerobik yang ditemukan didalam saluran akar. Selain itu, juga digunakan untuk gigi non vital,
mematikan saraf gigi dan sebagai bahan fiksasi, begitu juga pada perawatan pulpektomi.
ISI DAN MEKANISME BAHAN
1.Formocresol
Bahan ini adalah kombinasi formalin dan kresol dalam perbandingan 1:2 atau 1:1.
Formalin merupakan desinfektan kuat yang bergabung dengan albumin membentuk suatu
substansi yang tidak dapat di larutkan formokresol adalah suatu medikamen bakterisidal yang
tidak spesifik dan sangat efektif terhadap organisme aerobik dan anaerobik yang di temukan
dalam saluran akar. Bahan ini efektif untuk bakteri aerob dan anaerob namun dapat
menimbulkan efek nekrosis. Penggunaannya pada gigi non vital, mematikan saraf gigi dan
sebagai bahan fiksasi. Dan diindikasikan pada perawatan pulpektomi. (Walton dan Torabinejad,
1998

2. ChKM
ChKM (chlorphenol Kamfer Menthol) terdiri dari 2 bagian para klorophenol dan 3 bagian
kamfer. Daya desimfektan dan sifat mengiritasinya lebih kecil daripada formocresol. Menpunyai
bahan spektrum antibakteri yang luas dan efektif terhadap jamur. Bahkan utamanya, paraklorphenol mampu memusnahkan berbagai mikroorganisme di dalam saluran akar. Kamfer

sebagai sarana pengencer serta mengurangi efek mengiritasi dari para-klorphenol murni, selain
itu juga memperpanjang efek anti mikrobial yang telah dibandingkan dengan efek antimikrobial
lainnya, menthol mengurangi sifat iritasi chlorphenol dan mengurangi rasa sakit (Yasa, 2009).
3. Cresophene
Terdiri dari : chlorphenol, hexachlorphenol, thymol, dan dexametasone, yaitu sebagai
anti-phlogisticum. Pemakaian terutama pada gigi dengan permulaan periodontitis, apikalis akut
yang dapat terjadi misalnya pada peristiwa overintrumentasi (Yasa, 2009). Cresophene
merupakan kortikosteroid yang mengandung para formaldehid. Dipakai pada gigi dengan
periodontitis apikalis tahap awal akibat instrumentasi berlebih, karena salah satu sifat
kortikosteroid adalah mengurangi peradangan periapikal dan menghilangkan nyeri dengan segera
pada penderita setelah instrumentasi berlebih (Wirastuti, 2003).
4.Kalsium Hidroksida Ca(OH)2
Merupakan bahan disinfeksi saluran akar untuk perawatan endodontik masa kini. Sebagai
bahan irigasi Ca(OH)2 digunakan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi 10%, sedangkan
sebagai bahan sterilisasi saluran akar Ca(OH)2 diaplikasikan dalam bentuk pasta non setting atau
konus padat. Pasta non setting dapat dibuat sendiri dengan mencampur serbuk Ca(OH)2 dengan
air destilasi, salin, chlorhexidine, champorated chlorophenol dan lain-lain. Kalsium hidroksida
harus dikombinasikan dengan cairan karena serbuk kalsium hidroksida sulit dimasukkan saluran
akar dan cairan diperlukan untuk melepas ion hidroksilnya.
Secara fisik bahan ini mampu menutup saluran akar sehingga meminimalkan jalannya
pertukaran eksudat jaringan yang merupakan sumber utama makanan bakteri. Ca(OH)2 dapat
melepaskan ion hidroksil sehingga terjadi peningkatan pH, yang menyebabkan rusaknya
membran sitoplasma dari bakteri sehingga terjadi proses denaturasi protein yang menghambat
replika DNA dari bakteri dan menyebabkan terhambatnya pertumbuhan bakteri. Selain itu,
Ca(OH)2 mampu menghidrolisa bagian dari lemak bakteri lipopolisakarida (LPS) sehingga
toksisitas, pirogenisitas, aktivasi makrofag dan komplemennya menurun. Ca(OH)2 akan
mengabsorbsi karbon dioksida (karbonasi) yang merupakan makanan bagi bakteri di saluran akar
dan pH nya yang tinggi (>11) mampu membunuh bakteri. Alkanitasnya yang tinggi dapat

menetralkan asam sehingga mereduksi reaksi inflamasi disertai kerusakan jaringan dengan pH
rendah sehingga kalsium hidroksida beraksi sebagai buffer.
KEUNTUNGAN
1. ChKm (Para-klorofenolBerkamfer) (Grossman, L.I., Oliet, S., dan Del Rio, C.E. Ilmu
endodontic dalampraktek. Alihbahasa. RafiahAbyono Jakarta: EGC, 2015:249)
- Memperoleh popularitas tingkat tinggi sebagai medikamen intra saluran selama satu
- abad
- Kamfer berguna sebagai suatu sarana dan suatu pengencer serta mengurangi efek
-

mengiritasi yang dipunyai para-klorofenol murni


Memperpanjang efek antimicrobial (telah dibandingkan dengan efek antimicrobial
medikamen saluran akar lainnya oleh Grossman, Ostrander, dan Crowley)

2. Formokresol (Grossman, L.I., Oliet, S., dan Del Rio, C.E. Ilmu endodontic dalampraktek.
Alihbahasa. RafiahAbyono Jakarta: EGC, 2015:249-250)
- Menurut Van Mullen dkk. , formokreso ltidak menimbulkan reaksi imun pada
binatang yang dibuat tidak peka, tetapi pada binatang yang sebelumnya dibuat peka
-

menimbulkan reaksi imun


Formokresol adalah suatu medikamen bakterisidal yang tidak spesifik dan sangat
efektif terhadap organisme aerobic dan anaerobic yang ditemukan didalam
saluranakar

3. CaOH (Grossman, L.I., Oliet, S., dan Del Rio, C.E. Ilmu endodontic dalampraktek.
Alihbahasa. RafiahAbyono Jakarta: EGC, 2015:250)
- Bystrom, dalam suatu studi klinis terhadap lebih dari 100 gigi dengan kerusakan
periapikal, melaporkan bahwa CaOH adalah suatu desinfektan intrasaluran yang
-

sangatefektif
Pasta kalsiumhidroksida paling baik digunakan sebagai suatu medikamen intra
saluran bila ada penundaan yang terlalu lama antar kunjungan karena bahan ini tetap
manjur selama berada didalam saluran akar

4. Cresophene (Universal Dental (PVT) LTD)


- Dapat mendesinfeksi saluran akar dengan zat bakterisida yang kuat, yakni
-

parachlorophenol.
Mengandung dexamethason sebagai antiinflamasi
Bersifat antiseptic dengan adany athymoldan camphor
Menjamin sterilitas ruang endodontic selama prosedur pulpektomi vital.
Dapat digunakan untuk sterilisasi karies dalam.

KERUGIAN
1. ChKm
- ChKM-W diragukan karena sifatnya yang menyerupai larutan chlorphenol-camphor
-

yang menurut Spngberg bersifat sangat toksik untuk manusia.


Rasa danbau yang tidak disukai, meskipun memiliki sifat terapi yang poten dan efek
samping minimal, sehingga bukan merupakan pilihan utama para doktergigi.

2. Formokresol
- Formokresol menghasilkan iritasi derajat tinggi dan menyebabkan nekrosis yang
bertahan selama 2-3 bulan, sehingga bersifat toksik.

3. CaOH (V. Kalchinov , Sl. Dimitrov, M. Belcheva. In vitro study of bactericidal effect of
antimicrobial agents used in modern endodontics. Journal of IMAB 2009; 79.)
-

Dapat menginduksi nekrosis dan radang pada beberapa hari pertama


Sulit mengeras
Mudah larut
Tidak dapat mengisi saluran akar dengan padat

4. Cresophene
MANIPULASI KERJA
Kalsium hidroksida
Kompound ini juga telah digunakan sebagai medikamen saluran akar. Pengaruh
antiseptiknya mungkin berhubungan dengan pH-nya yang tinggi dan pengaruh melumerkan
jaringan pulpa yang nekrotik.Pasta kalsium hidroksida paling baik digunakan sebagai suatu
medikamen intrasaluran bila ada penundaan yang terlalu lama antar kunjungan karena bahan ini
tetap manjur selama berada dalam saluran akar. (Walton dan Torabinejad, 1998)
bentuk pasta :
Pasta tunggal atau dalam kombinasi dengan iodoform
Bentuk bubuk :
Bentuk bubuk dicampur dengan garam dan larutan anestesi .Untuk penempatan di saluran akar
itu dilapisi dengan bantuan paper point,dan lentulo

Manipulasi kerja Formocresol :

Celupkan kapas kecil (cotton pellet) dalam larutan formokresol,


buang kelebihannya dengan cara menempelkannya pada kapas yang kering, sehingga
formokresol yang berlebih dapat terserap.

Kapas kecil tersebut ditempatkan dalam kamar pulpa dan menutupi pulpa bagian akar,
dibiarkan selama 4 sampai dengan 5 menit.
Bahan ini adalah kombinasi formalin dan kresol dalam perbandingan 1:2 atau 1:1.

Formalin merupakan desinfektan kuat yang bergabung dengan albumin membentuk suatu
substansi yang tidak dapat di larutkan formokresol adalah suatu medikamen bakterisidal yang
tidak spesifik dan sangat efektif terhadap organisme aerobik dan anaerobik yang di temukan
dalam saluran akar.

Bahan ini efektif untuk bakteri aerob dan anaerob namun dapat menimbulkan efek
nekrosis. Penggunaannya pada gigi non vital, mematikan saraf gigi dan sebagai bahan
fiksasi. Dan diindikasikan pada perawatan pulpektomi.

Manipulasi Kerja Cressphone :


1. Pulpa Vital Setelah pulpotomi dan pembersihan saluran secara mekanik, diaplikasikan ke
saluran dan dibiarkan selama beberapa menit. Setelah kemudian dibersihkan dengan paperpoint
steril, saluran diisi dengan bahan pengisi saluran akar yang radiopaque dan non resorbable.
2. Pulpa Non Vital Setelah semua sisa jaringan pulpa dibuang dan dipreparasi, 1 tetes cresophen
diletakkan pada setiap saluran dengan bantuan paper point. Satu tetes lagi bisa diletakkan pada
cotton pellet pada ruang pulpa. Ruang pulpa kemudian ditutup dengan tumpatan sementara.
ChkM (Chlorphenol kamfer menthol)
Terdiri dari dua bagian para-klorofenol dan tiga bagian kamfer. Daya desinfektan sifat
mengiritasi lebih kecil dari pada formokresol. Mempunyai spectrum anti bakteri luas dan efektif
terhadap

jamur.

Bahan

utamanya

Para-klorofenol.

Mampu

memusnahkan

berbagai

mikroorganisme dalam saluran akar. Kamfer sebagai sarana pengencer serta mengurangi efek
mengiritasi dari para-klorofenol murni. Selain itu memperpanjang efek antimicrobial. Menthol
mengurangi sifat iritasi clorophenol dan mengurangi rasa sakit.

Bahan ini memiliki kemampuan desinfeksi dan sifat mengiritasi keil dan mempunyai
spectrum anti bakteri yang luas dan digunakan dalam semua perawatan saluran akar gigi yang
mempunyai kelainan apikal. (Walton dan Torabinejad, 1998)
PERBANDINGAN KEBERHASILAN
1. Calcium Hydroxide merupakan bahan antibacterial karena memiliki pH yang tinggi yang menghambat
bakteri untuk berkolonisasi, Calcium Hydroxide cukup efektif untuk membunuh sebagian besar pathogen
yang berada di saluran akar ketika ditempatkan pada saluran akar sedikitnya 7 hari. Berdasarkan
eksperimen-eksperimen yang telah dilakukan Calcium Hydroxidelebihbaik (lebih superior) dari pada
Chlorphenol Camphor Menthol (ChKm). 1Endodontics problem-solving in clinical practice. TR Pitt ford.
JS Rhodes. HE Pittford. Page 117 part 6
2. Adapun menurut Schroder: kegagalan anti bacterial CaOH terjadi karena diagnose pulpa yang tidak
tepat atau tidak menghilangkan blood clot didalam pulpa 2 Handbook of pediatric dentistry page 85 A.
Cameron. R. Widmer .
3. keberhasilan

CaOH ini ditunjang dengan penggunaan EDTA, NaOCldan CHX 3 majalah ked

gigiugmEmaMulyawatiissn 1978-0206 page 209


4. Formocresol merupakan bahan yang terdiridari 19% formaldehyde dan 35% tricresol airdangliserin
15%, formocresolsen diri lebih baik dari pada ChKm dengan clinical success rate 70-100%, sementara
dalam kurun waktu 20 tahun masih dikembangkan tentang kemungkinan toksisitas yang timbul dan
penyebran formocresol secara sistemik yang masih menjadi perhatian dalam penggunaan bahan
ini.Handbook of pediatric dentistry page 85 A. Cameron. R. Widmer .
5. pada studi tahun 1988 antara bacteria dan bahan anti bakteri cresophene dan formocresol menunjukkan
tidak adanya perbedaan hasil statistic yang begitu berarti tetapi pada disk diffusion terlihat bahwa
diameter inhibiton zone pada formecresol lebih besa rdibanding cresophene. 4

KESIMPULAN
Berdasarkanhasilpembahasanpadababsebelumnyadapatdiambilbeberapakesimpulan,
Clorophenol Kamfer Mentol (ChKm) merupakan bahan sterilisasi pulpa yang diindikasikan
untuk desinfektan pada dentin setelah preparasi kavitas, desinfektan setelah pulpectomy pulp
dressing, perawatan untuk radang/luka dan disinfektan saluran akar. Bahan ini memiliki
kemampuan desinfeksi dan sifat mengiritasi yang kecil.

Calcium Hydroxyde (Ca(OH)2) merupakan obat yang sering digunakan sebagai bahan
dressing

intrasaluran

pada

terapi

endodonti

dan

memiliki

bahan

antibakteri

yang

signifikan.Bahan ini memiliki sifat antibakterial, antiinflamatory, efek mengeringkan, dan


mempunyai sifat biologis yangbaik. Cresophene merupakan bahan antimikrobial yang
diindikasikan sebagai desinfeksi pada saluran akar sebelum proses obturasi dan sebagai bahan
dressing pada saluran akar yang terinfeksi.Terdiri dari : chlorphenol, hexachlorphenol, thymol,
dandexametasone, yaitusebagai anti-phlogisticum. Pemakaian terutama pada gigi dengan
permulaan periodontitis, apikalis akut yang dapat terjadi misalnya pada peristiwa over
intrumentasi .Cresophene merupakan kortikosteroid yang mengandung paraformaldehid. Dipakai
pada gigi dengan periodontitis apikalis tahap awal akibat instrumentasi berlebih, karena salah
satu sifat kortikosteroid adalah mengurangi peradangan periapikal dan menghilangkan nyeri
dengan segera pada penderita setelah instrumentasi berlebih .
Formokresol termasuk medikamen intrasaluran, yang merupakan kombinasi formalin dan
kresol dalam perbandingan 1:2 atau 1:1. Bahan ini juga merupakan suatu medikamen
bakterisidal yang tidak spesifik dan sangat efektif terhadap organisme aerobik dan anaerobik
yang ditemukan didalam saluran akar. Selain itu, juga digunakan untuk gigi non vital, mematikan
saraf gigi dan sebagai bahan fiksasi, begitu juga pada perawatan pulpektomi.
DAFTAR PUSTAKA
1. Kalchinov V, Dimitrov SI, Belcheva M. In vitro study of bactericidal effect of antimikrobial
agents used in modern endodontics. Journal of IMAB 2009; 2: 79-80.
2. Grossman LI, Oliet S, Rio CED. Ilmu endodontik dalam praktek. Alih bahasa Rafiah
Abyono. Ed 11. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC, 1995: Hal 249-50.
3. Wirastuti, N. 2003. Metode Dan Bahan Sterilisasi Pada Perawatan Saluran Akar, Skripsi,
Universitas Mahasaraswati, Denpasar.
4. Yasa, I. 2009, Manfaat Penggunaan Obat Sterilisasi Pada Perawatan Saluran Akar, Skripsi,
Universitas Mahasaraswati, Denpasar.
5. Maj Ked Gi. Peran Bahan Disinfeksi pada Perawatan Saluran Akar. Desember 2011; 18(2):
205-209
6. Torabinejad, Walton. 1998. Prinsip dan Praktik Ilmu Endodonsi, Alih Bahasa: Narlan
Sumawinata. Jakarta : Hipokkrates
7. Grossman, L.I., Oliet, S., dan Del Rio, C.E. Ilmu endodontic dalampraktek. Alihbahasa.
RafiahAbyono Jakarta: EGC, 2015:249-250

8. V. Kalchinov , Sl. Dimitrov, M. Belcheva. In vitro study of bactericidal effect of


antimicrobial agents used in modern endodontics. Journal of IMAB 2009; 79
9. Walton RE & Torabinejad M: Prinsip dan Praktik Ilmu Endodonsia (Terj.),
Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1998
10. TR Pitt ford. JS Rhodes. HE Pittford. Page 117 part 6
11. Handbook of pediatric dentistry page 85 A. Cameron. R. Widmer .
12. Maj Ked Gi. ugm Ema Mulyawatiissn 1978-0206 page 209

ed., Penerbit