Anda di halaman 1dari 2

Nama : Dewangga Lazuardi (101524253001)

Tugas : Ergonomi dan Faal

PEMBAHASAN
Menurut Manuaba dalam Salim (2014) ergonomi merupakan suatu bidang
keilmuan tentang cara menyerasikan antara manusia

dengan pekerjaan dan

lingkungan pekerjaannya agar tercipta kenyamanan, keselamatan, dan pencegahan


terhadap timbulnya cedera ataupun gangguan kesehatan dengan tujuan
meningkatkan produktivitas kerja dan kualitas hidup manusia yang lebih baik.
1. Safety (Keselamatan) and Health (Kesehatan)
Peranan ergonomi dalam meningkatkan faktor keselamatan dan kesehatan
kerja, antara lain: desain suatu sistem kerja untuk mengurangi rasa nyeri dan
ngilu pada sistem kerangka dan otot manusia, desain stasiun kerja untuk alat
peraga visual. Hal tersebut untuk mengurangi ketidaknyamanan visual dan
postur kerja, desain suatu perkakas kerja untuk mengurangi kelelahan kerja,
desain suatu peletakan instrumen, dan sistem pengendalian agar didapat
optimasi dalam proses transfer informasi dengan dihasilkannya suatu respons
yang cepat dengan meminimalkan risiko kesalahan, serta agar didapatkan

optimasi, efisiensi kerja, dan hilangnya risiko kesehatan akibat metode kerja
yang kurang tepat (Salim, 2014). Pada gambar penjual sate terlihat bahwa
posisi kerja sangat tidak ergonomi karena posisi kursi terlalu pendek sehingga
lutut kaki terlipat dan tidak membentuk 90o untuk posisi duduk yang normal.
Posisi kerja bagian leher juga terlalu menunduk dan apabila dilakukan dalam
waktu yang lama akan membuat otot leher menjadi sakit. Penggunaan kipas
tangan sebagai alat untuk membakar sate juga kurang efisien karena bila
dilakukan terus menerus maka akan terjadi kelelahan pada bagian pergelangan
tangan dan akan lebih baik jika menggunakan kipas listrik. Posisi badan yang
terlalu dekat dengan alat pembakaran sate memiliki risiko terhirup asap
pembakaran secara langsung dan tidak menggunakan masker sehingga juga
akan rentan terkena penyakit ISPA (Insfeksi Saluran Pernapasan Akut).
2. Comfort (Kenyamanan)
Pada aspek kenyamanan dinilai dari ruang geraknya sangat sempit dan
didukung dengan posisi duduk jongkok sehingga untuk berputar badan dan
mengambil barang yang disamping akan sedikit sulit. Selain itu asap dari
pembakaran tentu akan mengganggu kenyamanan selama bekerja, pandangan
menjadi kurang jelas, terjadi iritasi pada mata, dan juga batuk.
3. Produktivity (Produktivitas)
Penilaian terhadap produktivitas kerja dapat dilihat dari jumlah yang didapat
per harinya dibandingkan dengan target capaian. Terlihat dari umur penjual
sate yang masih usia produktif, kemungkinan produktivitas kerjanya juga
tinggi atau sesuai dengan target.
4. Humanity (Kemanusiaan)
Lokasi kerja penjual sate berada di tepi jalan yang juga merupakan akses
untuk lalu lintas masyarakat. Secara tidak langsung masyarakat yang melintas
maupun yang membeli tentu juga akan terhirup asap dari pembakaran. Hal ini
akan berdampak pada kesehatan masyarakat. Alangkah lebih baik jika lokasi
berjualan berada dalam warung atau rumah makan dengan saluran
pembuangan asap yang baik.