Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM ANATOMI DAN

PERKEMBANGAN TUMBUHAN
Nama dosen : 1. Muhammad effendi,M.Si
2. Ahmad Sofyan
Nama asisten : 1. Dede Fajar
2. Farik Solihudin

Nama

: Tuti Muflihah

NIM

: 1157020075

Kelas

: 3 Biologi B

Kelompok
Tanggal praktikum

: 6 (enam)
: 23 September 2016

Tanggal pengumpulan : 30 September 2016

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG
DJATI
BANDUNG

2016 M / 1437 H
BAB III
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

FOTO
batang pepaya ( Carica
papaya)

perbesaran 10x10
sayatan melintang
(dokumen pribadi,
2016)
Gambar tangan

LITERTUR
Batang pepaya (
Carica papaya)

(S
n
f
1
9
)

perbesaran 10x10
sayatan membujur
(dokumen pribadi,
2016)
Keterangan

Pembahasan
Pengamatan pertama melakukan pengamatan bentuk dan
ukuran sel pada sayatan melintang batang pepaya (Carica
Papaya) dan sayatan membujur dibawah

mikroskop dengan

perbesaran 10x10. Setelah di amati bentuk sel dari sayatan


melintang ini berbentuk bulat yang tidak teratur. Bentuk sel
seperti dinamakan isodiametrik. Dan untuk sayatan membujur
batang pepaya (Carica Papaya) bentuk selnya bulat dan tidak
teratur atau isodiametrik dan terdapat sel gabusnya pada

mir
o
f,
9
3

sayatan membujur. Perbedaan antara sayatan melintang dan


membujur yaitu berada pada tingkat kerapatan sel. Jika pada
sayatan melintang dapat dilihat bahwa susunan selnya rapat,
sedangkan pada sayatan membujur sel-selnya tidak terlihat
begitu rapat.
Jika dibandingkan dengan literature menurut (Carpita,1993)
menyatakan bahwa Batang pepaya pada sayatan melintang yang
diamati di bawah mikroskop bentuk selnya tampak seperti bola
yang tidak teratur, selnya tersusun rapat, bentuk sel papaya di
sebut juga dengan isodiametrik dangan bentuk bulat sehingga
berfungsi sebagai cadangan makanan dan mamapu menyerap
cadangan

makanan

lebih

banyak

lagi

karena

bentuk

penampangnya lebih luas.


Berdasarkan
epidermis

hasil

pengamatan

ditemukan

jaringan

pada batang pepaya. Jaringan epidermis adalah

lapisan sel terluar dari organ-organ tumbuhan yang berfungsi


untik melindungi dari pengaruh luar yang merugikan.
FOTO
buah pepaya ( Carica
papaya)

Sayatan melintang
perbesaran 40x10
(dokumen pribadi, 2016)

LITERTUR
buah pepaya ( Carica
papaya)

Sayatan membujur
Perbesaran 40x10
(dokumen pribadi,2016)
Gambar tangan

(Vivi,2013)

Keterangan

Pembahasan
Pengamatan selnjutnya yaitu mengamati bentuk dan ukuran
sel

pada

sayatan

menggunakan

buah

sayatan

pepaya

melintang

Carica
dan

Papaya

sayatan

dengan

membujur

dibawah mikroskop dengan perbesaran 40x10. Setelah di amati


bentuk sel dari sayatan melintang ini berbentuk bulat yang tidak
teratur dan bulatan-bulatan ini lebih besar dan susunannya
sangat rapat daripada sel yang terdapat pada batang pepaya.
Bentuk bulatan yang tidak teratur ini di namakan isodiametrik.
Namun pada sayatan membujur buah pepaya (Carica Papaya)
bentuk selnya bulat dan tidak teratur atau isodiametrik dan
terdapat sel gabusnya pada sayatan membujur. Perbedaan
antara sayatan melintang dan membujur yaitu berada pada
tingkat kerapatan sel. Jika pada sayatan melintang dapat dilihat
bahwa susunan selnya sangat rapat, sedangkan pada sayatan
membujur sel-selnya tidak terlihat begitu rapat.
Jika di bandingkan dengan literature menurut (Esau,1960).
Buah pepaya pada sayatan melintang yang diamati di bawah
mikroskop bentuk selnya tampak seperti bola yang tidak teratur,
selnya tersusun rapat, bentuk sel papaya di sebut juga dengan
isodiametrik dangan bentuk bulat sehingga berfungsi sebagai
cadangan makanan dan mamapu menyerap cadangan makanan
lebih banyak lagi karena bentuk penampangnya lebih luas.

Berdasarkan

hasil

epidermis dan inti sel

pengamatan

ditemukan

jaringan

pada buah pepaya. Jaringan epidermis

adalah lapisan sel terluar dari organ-organ tumbuhan yang


berfungsi untik melindungi dari pengaruh luar yang merugikan.
FOTO
batang singkong
(Manihot utilisima)

Sayatan melintang
perbesaran 4x10
(dokumen pribadi, 2016)
Gambar tangan

LITERTUR
batang singkong
(Manihot utilisima)

(Vivi,2013)
Sayatan membujur
Perbesaran 4x10
(dokumen
pribadi,2016)
Keterangan

Pembahasan
Pengamatan selanjutnya yaitu mengamati bentuk dan sel
pada bantang singkong Manihot Utilisima di bawah mikroskop
dengan perbesaran 4x10 dengan melakukan sayatan melintang
dan membujur. Pada sayatan melintang ternyata bentuk sel pada
batang singkong berbentuk polygonal atau segi banyak dan
hanya terlihat ruang kosong hal ini di kerenakan sel pada
singkong yang diamati merupakan sel mati. Namun pada sayatan
membujur dengan perbesaran 4x10 bentuk selnya bulat tidak
beraturan dan susunan selnya sangat rapat dan pada saat
pengamatan ditemukan ruang kosong yang menunjukkan bahwa
singkong merupakan sel mati.

Perbedaan antara pengamatan sayatan melintang dan


membujur dari batang singkong yaitu pada kerapatan sel nya
dan bentuk selnya. Jika pada sayatan melintang bentuk sel
polygonal namun pada sayatan membujut bentuk sel bulat tidak
beraturan. Dan untuk kerapatan selnya pada sayatn melintang
tidak begitu rapat dan pada sayatan membujur kerapatan selnya
sangat rapat.
Jika di bandingkan dengan literature menurut (Larkin,1981).
Ubi kayu (Manihot utillisima) adalah tumbuhan berbatang getas
(mudah patah), berbentuk bulat dan bergerigi serta memiliki
bagian-bagian berupa dinding sel, sel gabus dan ruang antar sel.
Sel Manihot utillisima berbentuk segi tujuh atau polygonal yang
tersusun rapat antara sel yang satu dengan sel yang lain, dan
diantara rapatnya susunan sel Manihot utillisima masih dapat
terlihat adanya ruang antar sel-sel tersebut. Dinding sel yang
terdapat pada Manihot utillisima semakin memperlihatkan ciriciri pokok dari sel tumbuhan. Dinding sel tersusun dari selulosa
yang menjadikan bentuk sel menjadi tetap. Pada sel Manihot
utillisima hanya terlihat sel gabus yang kosong yang berisi
gelembung air, tidak terlihat inti sel dan sitoplasma pada sel
tersebut hal ini di karenakan sel pada batang singkong Manihot
utillisima adalah sel mati. Akan tetapi jika dikatakan hidup
apabila pada ruang sel terdapat protoplasma yang di dalamnya
terdapat inti sel, plasma sel, mitokondria dan butir-butir sel.
Berdasarkan
hasil
pengamatan
ditemukan
jaringan
epidermis dan inti sel pada batang singkong. Jaringan epidermis
adalah lapisan sel terluar dari organ-organ tumbuhan yang
berfungsi untik melindungi dari pengaruh luar yang merugikan.
Inti sel memiliki fungsi yaitu mengatur seluruh kegiatan sel.
FOTO
rambut biji kapas Gossypium
Sp

perbesaran 10x10
(dokumen pribadi, 2016)
Gambar tangan

LITERTUR

(Vivi,2013)
Keterangan

Pembahasan
Pengamatan

selanjutnya

yaitu

mengamati

bentuk

dan

ukuran sel pada rambut biji kapas Gossypium Sp di bawah


mikroskop

dengan

perbesaran

10x10

dan

pada

sayatan

melintang ternyata bentuk sel pada rambut biji kapas Gossypium


Sp seperti serabut-serabut yang ukuranya panjang dan kecil.
Bentuk sel kapas menyerupai tabung yang di dalamnya terdapat
benang-benang
beraturan.

seperti

Kapas

serat.

Dan

susunan

selnya

tidak

meupakan serabut yang bercabang dan

memiliki xylem dan floem, xylem merupakan sel-sel panjang


dangan ujung yang meruncing dan floem terdiri atas buluh lapis
yang pengiring.

FOTO
Rambut halus randu (Ceiba
pentandra)

LITERTUR

(Vivi,2013)
perbesaran 40x10

(dokumen pribadi, 2016)


Gambar tangan

Keterangan

Pembahasan
Pada pengamatan selanjutnya mengenai mengamati bentuk
dan sel pada rambut buah randu Caiba pentadra di bawah
mikroskop dengan perbesaran 40x40 di peroleh sel yang berupa
serat-serat panjang dan di dalamnya terdapat rongga-rongga sel
serta susunan selnya renggang dan tidak beraturan. Kapuk
merupakan serat yang terdiri dari bebepara jaringan. Di bawah
serabut terdapat bentuk dan untaian yang berbentuk silinder.
Jika

di

bandingkan

dengan

literature

menurut

(Ledbetter,1964). Gossipium Sp atau kapuk dengan Caiba


Pentandra, ke dua sel ini meskipun sama bentuk seperti serabut
seperti rambut namun terdapat perbedaan diantaranya. Padas
sel rambut buah randu Caiba Pentandra terdapat sel yang
berbentuk memanjang dan tidak memiliki toris sehingga sel
randunya berupa lumen (Rongga sel) yang di batasi oleh dinding
sel dan sel luar. Sedangkan pada sel biji kapas berbentuk
panjang seperti pita sel tersebut memiliki putiran (toris) di
beberapa bagian sen sel tersebut termasuk sel sklerenkim yang
berfungsi jaringa pengangkut pada tumbuhan.
Adapun pengamatan yang dilakukan pada kapuk, Setelah
diamati di bawah mikroskop, sel dari kapuk (Cieba pentandra)
berbentuk seperti benang-benang atau filamen. Susunan selnya

renggang dan tidak teratur. Memiliki ukuran sel yang panjang


dan agak besar. kapuk merupakan serat yang terdiri dari
beberapa jaringan. Pada bentuk umumnya kapuk berbentuk
serabut, diadalam serabut terdapat dalam bentuk untaian atau
dalam bentuk silinder cabang. Hal tersebut merupakan berkas
pengangkut seraut yamng biasanya suatau seludang yang
berhubungan dengan berkas pengangkut atau dalam kelompok
yang tersebar didalam Xilem dan floem. Xilem dan floem adalah
sistem transportasi untuk mengedarkan zat makanan dan air
keseluruh tubuh sehingga sel di dalamnya tetap dalam keadaan
hidup.

BAB IV
KESIMPULAN
Pada peraktikum pengamatan bentuk dan ukuran sel dapat
di simpulkan pada batang dan buah papaya Carica papaya
bentuk bulat dan tidak beraturan. Sedangkan batang singkong
Manihot utilisima berbentuk Poligonal yang tersusun rapat antar
satu sel dengan sel lain. Sedangakan pada Pada pengamatan sel
rambut biji kapas Gossypium Sp dan rambut buah randu Caiba
pentadra

bentuk

sel

sama-sama

memanjang

akan

tetapi

terdapat perbedaan diantaranya pada sel randu tidak terdapat


toris

sehingga

randu

hanya

berupa

lumen

(Rongga

sel),

sedangkan pada biji kapas sel meiliki putiran toris dan tidak
memiliki lumen.
DAFTAR PUSTAKA
Carpita, Nicholas C., and David M. Gibeaut. "Structural models of
primary cell walls in flowering plants: consistency of molecular
structure with the physical properties of the walls during growth."
The Plant Journal 3.1 (1993): 1-30.
Esau, Katherine. "Anatomy of seed plants." Soil Science 90.2
(1960): 149.
Larkin, Philip J., and Wv R. Scowcroft. "Somaclonal variationa
novel source of variability from cell cultures for plant
improvement." Theoretical and applied Genetics 60.4 (1981):
197-214.
Ledbetter, Myron C., and Keith R. Porter. "Morphology of
microtubules of plant cell." Science 144.3620 (1964): 872-874.
Smirnoff, Nicholas. "The role of active oxygen in the response of
plants to water deficit and desiccation." New Phytologist 125.1
(1993): 27-58.

Vivi. 2013. Bentuk dan sel. [http://vivisophieelfada.blogspot.com/2013/03/bentuksel.html] diakses pada 29 September 2016.