Anda di halaman 1dari 7

2.

4 Klasifikasi Impaksi Gigi Molar Ketiga Rahang Bawah


2.4.1 Klasifikasi Menurut Archer (1975)
Klasifikasi

didasarkan

pada

pemeriksaan

radiologis

yaitu

dengan

menggunakan photo periapikal , panoramik, oklusal dan Waters.


2.4.2 Menurut Pell Dan Gregory
1. Berdasarkan Hubungan Antara Ramus Mandibula Dengan Molar Kedua.
Klasifikasi ini didapatkan dengan cara membandingkan lebar mesio-distal
molar ketiga dengan jarak antara bagian distal-molar kedua ke ramus mandibula.
1) Kelas I : Ruangan antara ramus mandibula dan permukaan distal gigi molar
kedua cukup bagi ukuran mesio distal gigi molar tiga (Ukuran mesio-distal
molar ketiga lebih kecil dibandingkan jarak antara distal gigi molar kedua
dengan ramus mandibula).

Gambar. Impaksi Kelas I M3 RB Berdasarkan hubungan Ramus Mandibula dengan


M2

2) Kelas II : Ruangan antara ramus mandibula dan permukaan distal gigi


molar kedua kurang dari ukuran mesiodistal gigi molar tiga (Ukuran mesiodistal molar ketiga lebih besar dibandingkan jarak antaradistal gigi molar
kedua dengan ramus mandibula)

Gambar. Impaksi Kelas II M3 RB Berdasarkan hubungan Ramus Mandibula dengan


M2
3) Kelas III : Seluruh atau sebagian besar gigi molar tiga berada dalam ramus
mandibula.

Gambar. Impaksi Kelas III M3 RB Berdasarkan hubungan Ramus Mandibula dengan


M2

2. Berdasarkan Letak Gigi Molar Tiga Dalam Tulang (Rahang)


1) Posisi A : Bagian tertinggi gigi molar tiga terletak setinggi atau diatas garis
oklusal gigi molar dua.

Gambar. Impaksi Posisi A M3 RB berdasarkan Letak gigi M3 dalam Rahang


2) Posisi B : Bagian tertinggi gigi molar tiga terletak dibawah bidang oklusal,
tetapi diatas garis servikal gigi molar dua.

Gambar. Impaksi Posisi B M3 RB berdasarkan Letak gigi M3 dalam Rahang


3) Posisi C : Bagian tertinggi gigi molar tiga terletak dibawah servikal gigi
molar dua.

Gambar 8. Impaksi Posisi C M3 RB berdasarkan Letak gigi M3 dalam Rahang


Kedua klasifikasi ini digunakan biasanya berpasangan. Misalnya, Kelas I tipe
B artinya panjang mesio-distal molar ketiga lebih kecil dibandingkan jarak distal
molar kedua ramus mandibula dan posisi molar ketiga berada dibawah garis oklusal
tapi masih di atas servikal gigimolar kedua.
2.4.3 Klasifikasi Menurut George Winter
Klasifikasi yang dicetuskan oleh George Winter ini cukup sederhana. Gigi
impaksi digolongkan berdasarkan posisi gigi molar ketiga terhadap gigi molar kedua.
Posisi-posisi meliputi:
a. Vertikal
b. Horizontal
c. Mesioangular (miring ke mesial)
d. Distoangular (miring ke distal)
e. Bukoangular (miring ke bukal)

f. Linguoangular (miring ke lingual)


g. Inverted
h. Unusual position (posisi tidak biasa)

Gambar. A Mesial Impaction(mesioangular), B Horizontal Impaction, dan C


Distal Impaction(distoangular) pada gigi M3 RB
2.5 Klasifikasi Impaksi Gigi M3 Atas
2.5.1 Didasari Pada Posisi Anatomi (Menurut Pell And Gregory)
1. Berdasarkan kedalaman relatif impaksi gigi M3 atas dalam tulang,yaitu:
1) Klas A : Bagian terbawah dari mahkota gigi impaksi M3 atas berada segaris
dengan oklusal gigi M2 disebelahnya.
2) Klas B : Bagian terbawah mahkota gigi impaksi M3 atas berada diantara
dataran oklusal dan garis servikal gigi M2 disebelahnya.

3) Klas C : Bagian terbawah dari mahkota gigi impaksi M3 atas berada pada
atau terletak diatas servikal gigi M2 disebelahnya.

Gambar. Klasifikasi Impaksi M3 Rahang Atas berdasarkan kedalaman realtif


dalam tulang
2. Berdasarkan posisi dari sumbu panjang gigi impaksi M3 atas terhadap
sumbu panjang gigi M2 disebelahnya yaitu :
1) Vertikal
2) Horizontal
3) Mesioangular
4) Distoangular
5) Inverted
6) Bukoangular
7) Palatoangular

Posisi gigi impaksi M3 atas yang paling sering ditemukan adalah vertikal
sebanyak 63%, distoangular 25%, mesioangular 12%, serta posisi lainnya
sekitar 1% (Peterson,2003).

Gambar 11. Gambaran Impaksi gigi M3 RA


2.5.2 Hubungan Gigi Impaksi M3 Atas Dengan Sinus Maksilaris, yaitu :
1) Sinus Maxillaris Apporoximation yaitu antara gigi impaksi M3 atas
dengan sinus maksilaris terdapat hubungan langsung atau hanya dibatasi oleh
selapis tipis jaringan tulang.
2) No Sinus Maxillaris Apporoximation yaitu antara gigi impaksi M3 atas
dengan sinus maksilaris dibatasi oleh sekitar 2 mm atau lebih jaringan tulang.