Anda di halaman 1dari 8

BERKAS PORTOFOLIO

Nama Peserta : Erni Maryam, dr.


Nama Wahana : RSUD Majalengka
Topik : Kasus gawat darurat (Dengue Shock Syndrome + Ensefalopati
Dengue)
Tanggal (kasus) : 24 Maret 2015
Nama Pasien : An. K
Tanggal Presentasi : 07 Mei 2015

No. RM : 226715
Nama Pendamping :
Dini Azora, dr., MARS.
Kepala SMF Anak :

Endang Widajanti, dr., Sp.A.


Tempat Presentasi : Ruang Aula RSUD Majalengka
Objektif Presentasi :
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus
Bayi
Anak
Remaja Dewasa Lansia Bumil
Deskripsi :
Anak laki-laki, 4 tahun datang dikeluhkan ibunya dengan keluhan kaki dan tangan
teraba dingin, pasien terlihat lebih diam dan lemas sejak 1 jam sebelum masuk Rumah
Sakit. Lima hari sebelum masuk rumah sakit pasien mengalami demam tinggi terusmenerus, suhu pagi sama dengan suhu malam. Keluhan pasien disertai dengan sesak nafas,
nyeri perut, nyeri sendi, nyeri kepala, pasien terlihat gelisah, mengigau, BAB hitam 1x, dan
sulit tidur. Ibu pasien menyangkal sebelumnya pasien mengeluhkan muntah-muntah hebat,
kejang, batuk, pilek, keluar cairan dari telinga, dan nyeri menelan. Ibu pasien menyangkal
adanya tanda-tanda kemerahan di tangan dan kaki, tidak ada mimisan, tidak ada perdarahan
di gusi.
Dari hasil pemeriksaan fisik ketika pasien datang ke IGD didapatkan keadaan umum
delirium, tekanan darah 90/palpasi, nadi 120 kali/menit regular, lemah, isi tidak cukup,
akral dingin dan pucat dengan Capillary Refill Time (CRT) lebih dari 2 detik pada keempat
ekstremitas, Rumple leede test (+). Dari hasil pemeriksaan laboratorium pada saat pasien
datang didapatkan data sebagai berikut :
-

Hb 15,4 gr%

Leukosit 8300/mm3

Eritrosit 6,9 juta/

PCV 46%

Trombosit 50000/mm3

Tujuan :

Mendiagnosis Dengue Shock Syndrome + Ensefalopati dengue dan mengetahui terapi


yang tepat.

Mengidentifikasi kegawatan yang terjadi serta penanganannya.

Menilai prognosis penyakit.


Bahan bahasan :
Tinjauan Pustaka
Riset
Kasus
Audit
Cara membahas :
Diskusi Presentasi dan diskusi
Email Pos
Data pasien :
Nama RS :

Nama : An. K
Telp : -

No. register : 226715


Terdaftar sejak :

RSUD Majalengka
Data utama untuk bahan diskusi
1. Diagnosis/ gambaran klinis:
Pasien didiagnosis dengue shock syndrome berdasarkan keluhan kaki dan tangan
pasien teraba dingin dan pasien terlihat lebih lemas sejak 1 jam sebelum masuk RS. Lima
hari sebelum masuk rumah sakit pasien mengalami demam tinggi terus-menerus, dari pagi
hingga malam. Ditunjang dengan hasil pemeriksaan fisik yaitu dari tanda-tanda vital
menunjukkan adanya hipotensi (90/palpasi), takipnea (42 x/menit), hipotermia (35,8 C) dan
takikardi (nadi 120x/menit) regular, lemah, isi tidak cukup) dan pada keempat ekstremitas
menunjukkan akral pucat dan dingin serta CRT lebih dari 2 detik merupakan tanda-tanda
syok. Pemeriksaan darah rutin menunjukkan trombositopenia (50.000), hemokonsentrasi
(penurunan hematokrit 20% setelah mendapat terapi cairan), IgG dengue (+) dan IgM
dengue (+).
Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang mengarah ke diagnosis
dengue shock syndrome. Syok tersebut disebabkan oleh kebocoran plasma yang terjadi
akibat infeksi virus dengue.
Pasien juga didiagnosis ensefalopati dengue berdasarkan kesadaran pasien saat
datang yaitu tampak gelisah, mengigau, dan lemas. Adanya kebocoran plasma
menyebabkan syok dan menyebabkan hipoksia pada otak sehingga menyebabkan
ensefalopati.
2. Riwayat pengobatan:
Pada saat hari pertama demam, pasien dibawa ke dokter dan diberi obat namun tidak ada
perbaikan.
3. Riwayat kesehatan/ penyakit:
Pasien memiliki riwayat benturan kepala karena terserempet motor 1 tahun yang

lalu. Kejadian tersebut mengakibatkan benturan pada kepala bagian kanan. Kejadian
tersebut menimbulkan gejala panas badan dan muntah-muntah, sehingga pasien dilakukan
operasi dan setelah operasi pasien sadar, kembali pulih dan rutin kontrol ke dokter bedah
saraf. Setelah peristiwa tersebut pasien tidak pernah mengalami keluhan.
4. Riwayat keluarga:
Keluarga pasien tidak ada yang pernah mengalami keluhan yang sama.
5. Riwayat Pekerjaan:
6. Lain-lain : Daftar Pustaka:
1. RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. 2012. Pedoman Diagnosis dan Terapi. Departemen
Ilmu Kesehatan Anak.
2. Diunduh dari : http://www.depkes.go.id/downloads/Tata-Laksana-DBD.pdf. Pada
tanggal 1 April 2015.
3. Depkes RI. Pedoman tatalaksana klinis infeksi dengue di sarana pelayanan keehatan.
Jakarta. : Departemen Kesehatan RI : 2005.
4. WHO. Guidelines For Diagnosis, Treatment, Prevention and Control. TDR : 2009.
Hasil Pembelajaran:
1. Membuat diagnosis Dengue Shock Syndrome + Ensefalopati dengue
2. Mengetahui prinsip tatalaksana kegawatan pada Dengue Shock Syndrome +
Ensefalopati dengue
3. Mengetahui komplikasi yang dapat terjadi pada kasus Dengue Shock Syndome +
Ensefalopati dengue
4. Edukasi tentang perjalanan penyakit dan prognosis penyakit pada pasien.

Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio


1. Subjektif
Dari anamnesis, ibu pasien mengeluhkan kaki dan tangan pasien teraba dingin dan
pasien terlihat lebih lemas sejak 1 jam sebelum masuk RS. Lima hari sebelum masuk rumah
sakit pasien mengalami demam tinggi terus-menerus, suhu pagi sama dengan suhu malam.
Keluhan pasien disertai dengan sesak nafas, nyeri perut, nyeri sendi, nyeri kepala,
pasien terlihat gelisah, mengigau, bab hitam 1x dan sulit tidur. Ibu pasien menyangkal

sebelumnya pasien mengeluhkan muntah-muntah hebat, kejang, batuk, pilek, keluar cairan
dari telinga, dan nyeri menelan. Ibu pasien menyangkal adanya tanda-tanda kemerahan di
tangan dan kaki, tidak ada mimisan, tidak ada perdarahan di gusi.
2. Objektif
Hasil dari Anamnesis dan pemeriksaan fisik mendukung diagnosis Dengue Shock
Syndrome + Ensefalopati dengue. Pada kasus ini, diagnosis ditegakkan berdasarkan :
Anamnesis
-

Kaki dan tangan pasien teraba dingin

Pasien terlihat gelisah, lemas, dan mengigau

Demam tinggi yang berlangsung selama 5 hari yang lalu

Bab hitam 1x

Nyeri sendi, nyeri kepala.

Pemeriksaan fisik
-

Tanda-tanda vital
tekanan darah

: 90/palpasi mmHg (Hipotensi)

nadi

: 120 x/menit reguler (Takikardi)

respirasi

: 42 x/menit, abdominothoracal (Takipnea)

suhu

: 35,8 oC (Hipotermia)

Ekstremitas : Akral pucat dan dingin dengan CRT >2, Rumple leede test (+)

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan darah rutin menunjukkan adanya trombositopenia (50.000), hemokonsentrasi
(penurunan hematokrit 20% setelah mendapat terapi cairan. Pasien ini 46 % 37 % ), IgG
dengue (+) dan IgM dengue (+).
3. Assessment (Penalaran Klinis)
Berdasarkan hasil pemeriksaan, data-data mendukung kedalam diagnosa syok. Syok
terjadi karena adanya kegagalan sistem sirkulasi yang mengakibatkan kebutuhan metabolik
organ dan jaringan tidak terpenuhi. Pada pasien ini syok yang terjadi adalah syok
hipovolemik yang disebabkan oleh kebocoran plasma yang disebabkan oleh reaksi virus
dengue terhadap struktur mikrovaskular. Kebocoran plasma tersebut menyebabkan
perpindahan cairan ke rongga ekstravaskuler sehingga mengakibatkan kehilangan cairan

intravaskular dalam jumlah yang banyak dan mengakibatkan terjadinya hipoperfusi jaringan
yang ekstrim yang disebut syok.
Anamnesa berupa kaki dan tangan yang teraba dingin dan pemeriksaan fisik yang
menunjukkan adanya akral pucat dan dingin dengan CRT >2 detik mendukung ke arah
diagnosa syok. Pada pasien ini juga terdapat panas badan, nyeri badan, nyeri kepala dan juga
pemeriksaan fisik yaitu Rumple leede test (+) mendukung adanya infeksi virus dengue. Pada
infeksi virus dengue dengan tanda-tanda syok disebut Dengue Shock Syndrome. Adanya BAB
hitam mendukung infeksi virus dengue, akibat penurunan trombosit yang menyebabkan
manifestasi perdarahan pada saluran cerna pasien.
Pada pasien ini juga mengalami ensefalopati yang terjadi akibat kegagalan sirkulasi ke
otak akibat kebocoran plasma. Termasuk ke dalam hypoxic ischemic encephalopathy. Tanda
utama terjadinya ensefalopati pada pasien ini adalah terganggunya status mental pasien
dengan gejala penurunan kesadaran yaitu tampak gelisah dan mengigau (delirium).
4. Plan
Diagnosis: Dengue Shock Syndrome + Ensefalopati Dengue
Pengobatan: Pengobatan yang dapat diberikan pada pasien ini adalah dengan memperbaiki
kondisi umum.
Pada pasien ini terdapat 2 keadaan, keadan yg paling pertama harus diperbaiki adalah
Ensefalopati Dengue.
1.

Pertahankan jalan nafas dan oksigenasi yang adekuat (terapi


oksigen)

2.

Cegah TTIK :
- Posisikan penderita dengan kepala ditinggikan 30 derajat
- Retriksi cairan tidak boleh >80% kebutuhan cairan rumatan
- Ganti ke cairan koloid bila terus terjadi nilai hematokrit
- Beri diuretika bila terdapat tanda-tanda kelebihan cairan

Segera dilakukan pemasangan pipa endotrakeal untuk menghindari hiperkarbia

Pemberian kortikosteroid dapat dipertimbangkan untuk menurunkan TTIK,


diberikan deksametason dengan dosis 0,15 mg/kgBB/dosis setiap 6-8 jam secara
i.v.

3. Menurunkan produksi amonia


4. Pertahankan gula darah pada 80-100 mg/dL

5. Koreksi gangguan elektrolit dan keseimbangan asam basa


6. Berikan vitamin K1 secara i.v. dengan dosis 3 mg untuk anak usia <1 th; 5 mg usia 15 th; da 10 mg pada usia >5 th
7. Bila terdapat kejang dapat diberikan antikonvulsi
8. Pemberian transfusi darah dianjurkan PRC segar bila terdapat indikasi. Hindari
pemberian transfusi komponen darah karena kelebihan cair dapat TTIK
9. Indikasi pemberian antibiotik empiris bila ada dugaan superinfeksi oleh bakteri
10. Obat H-2 blocker atau proton pum inhibitor dapat diberikan untuk mengatasi
perdarahan gastrointestinal
11. Hindari pemberian obat-obatan lain tanpa indikasi karena akan memperberat kerja
hati
12. Pertimbangkan tindakan plasmaferesis atau hemodialisis bila diperlukan
Keadaan pasien yaitu Dengue Shock Syndrome harus tetap diperbaiki, yaitu melalui resusitasi
cairan.

Pendidikan: Harus ditekankan pada pasien dan keluarganya bahwa kondisi pasien
merupakan kondisi gawat darurat yang dapat mengancam jiwa sehingga perlu mendapatkan
penanganan segera.
Konsultasi: Pasien dikonsultasikan kepada dokter spesialis Anak.

Follow up : Pasien harus dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah rutin
serial untuk memantau hasil terapi dan keputusan tindakan selanjutnya. Selain itu pasien
harus melakukan pemeriksaan golongan darah dan cross match untuk persiapan transfusi jika
hemoglobin kurang dari 8gr% atau jika syok tidak teratasi.