Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH BAHAN KONSTRUKSI ALAT PROSES DAN KOROSI

BAHAN KONSTRUKSI LOGAM KHUSUS

Disusun oleh:

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG
2016

KATA PENGANTAR
Segala Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan hidayah-Nya,
sehingga kami masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk menyusun Makalah
Bahan Konstruksi Logam Khusus. Makalah ini dibuat untuk memahami materi
tersebut, sehingga kita dapat mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan
sehari-hari.
Pada kesempatan yang berbahagia ini kami menyampaikan terima kasih kepada
Faidliyah Nilna Minah, ST, MT., selaku Dosen Pembimbing mata kuliah Bahan
Konstruksi Alat Proses dan Korosi, dan semua pihak yang telah meluangkan waktunya
serta turut berperan dalam menyelesaikan makalah ini. Semoga jasa yang demikian
besar ini, mendapat balasan yang seimbang dari Allah yang Maha Esa.
Makalah yang kami buat ini masih banyak kesalahan dan kekurangan karena kami
masih dalam tahap pembelajaran, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran
bagi pembaca demi kesempurnaan dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi kita semua.

Malang, Oktober 2015


Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengatar........................................................................................................... ii
Daftar Isi.................................................................................................................. iii
Bab I Pendahuluan................................................................................................... 1
Bab II Tinjauan Pustaka........................................................................................... 2
2.1. Emas............................................................................................................. 2
2.1.1.................................................................................................................Pengol
ahan......................................................................................................... 3
2.1.2.................................................................................................................Jenis
................................................................................................................. 8
2.2. Platinum....................................................................................................... 9
2.2.1.................................................................................................................Pengol
ahan.........................................................................................................11
2.2.2.................................................................................................................Kegun
aan...........................................................................................................11
2.3. Rhodium....................................................................................................... 12
2.3.1.................................................................................................................Sifat
Fisika.......................................................................................................
2.3.2.................................................................................................................Sifat
Mekanik...................................................................................................
2.3.3.................................................................................................................Sifat
Kimia.......................................................................................................
2.4. Iridium.......................................................................................................... 13
2.5. Titanium....................................................................................................... 14
2.5.1.................................................................................................................Sifat
Titanium.................................................................................................. 15
2.5.2.................................................................................................................Aplika
si Titanium............................................................................................... 15
2.5.3.................................................................................................................Kelebi
han dan Kekurangan................................................................................ 16
2.6. Osmium........................................................................................................ 16
2.7. Perak............................................................................................................. 17
2.7.1.................................................................................................................Proses
Pembuatan............................................................................................... 17
2.7.2.................................................................................................................Kegun
aan........................................................................................................... 18
Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN
Dalam ilmu kimia, logam mulia adalah logam yang tahan terhadap korosi maupun
oksidasi. Contoh logam mulia adalah emas, perak dan platina. Umumnya logam-logam
mulia memiliki harga yang tinggi, karena sifatnya yang langka dan tahan korosi. Logam
mulia sangat sukar bereaksi dengan asam. Sekalipun begitu, sebagian logam mulia
(misalnya emas) dapat dilarutkan dalam akua regia, yaitu campuran pekat dari asam nitrat
dan asam klorida. Semua logam mulia merupakan anggota dari logam transisi.
Logam mulia biasa digunakan sebagai perhiasan dan mata uang (emas, perak), bahan
tahan karat (stainless) seperti lapisan perak, ataupun katalis (misalnya platina). Mungkin
sebagian orang hanya mengetahui bahwa logam yang berharga mahal di dunia adalah emas
dan perak. Emas dan perak banyak ditemui karena perhiasan-perhiasan di dunia ini
umumnya menggunakan kedua logam tersebut. Logam bisa menjadi sangat mahal karena
sangat sulit mendapatkannya di alam. Untuk mendapatkan emas, misalnya, perlu suatu
pertambangan untuk memisahkan tanah dan emas yang terkandung. Kandungan emas pun
sangat sedikit sekali dalam tanah tersebut, kadang-kadang emas juga bercampur dengan
perak, tembaga, dan berbagai logam yang lainnya. Itulah mengapa suatu logam bisa
menjadi sangat mahal.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Emas

Emas adalah unsur kimia dlm tabel periodik yang memiliki simbol Au (bahasa Latin:
'aurum') dan nomor atom 79. Sebuah logam transisi (trivalen dan univalen) yang lembek,
mengkilap, kuning, berat, "malleable", dan "ductile". Emas tidak bereaksi dengan zat kimia
lainnya tapi terserang oleh klorin, fluorin dan aqua regia. Logam ini banyak terdapat di
nugget emas atau serbuk di bebatuan dan di deposit alluvial dan salah satu logam coinage.
Kode ISOnya adalah XAU. Emas melebur dalam bentuk cair pada suhu sekitar 1000
derajat celcius.

Emas merupakan logam yang bersifat lunak dan mudah ditempa, kekerasannya
berkisar antara 2,5 3 (skala Mohs), serta berat jenisnya tergantung pada jenis dan
kandungan logam lain yang berpadu dengannya. Mineral pembawa emas biasanya
berasosiasi dengan mineral ikutan (gangue minerals). Mineral ikutan tersebut umumnya
kuarsa, karbonat, turmalin, flourpar, dan sejumlah kecil mineral non logam. Mineral
pembawa emas juga berasosiasi dengan endapan sulfida yang telah teroksidasi. Mineral
pembawa emas terdiri dari emas nativ, elektrum, emas telurida, sejumlah paduan dan
senyawa emas dengan unsur-unsur belerang, antimon, dan selenium. Elektrum sebenarnya
jenis lain dari emas nativ, hanya kandungan perak di dalamnya >20%.
Emas terbentuk dari proses magmatisme atau pengkonsentrasian di permukaan.
Beberapa endapan terbentuk karena proses metasomatisme kontak dan larutan hidrotermal,
2

sedangkan pengkonsentrasian secara mekanis menghasilkan endapan letakan (placer).


Genesa emas dikatagorikan menjadi dua yaitu:

Endapan primer

Endapan plaser
Emas digunakan sebagai standar keuangan di banyak negara dan juga digunakan
sebagai perhiasan, dan elektronik. Penggunaan emas dalam bidang moneter dan keuangan
berdasarkan nilai moneter absolut dari emas itu sendiri terhadap berbagai mata uang di
seluruh dunia, meskipun secara resmi di bursa komoditas dunia, harga emas dicantumkan
dalam mata uang dolar Amerika. Bentuk penggunaan emas dalam bidang moneter
lazimnya berupa bulion atau batangan emas dalam berbagai satuan berat gram sampai
kilogram.
2.1.1. Pengolahan Biji Emas
Proses pengolahan emas dari bijihnya umumnya dikenal dua cara yaitu

1. Cara kimia
Cara kimia terbagi menjadi 5 bagian utama yaitu pengecilan ukuran, pinggilingan,
amalgamasi, sianidasi dan pemurnian. Namun untuk emas yang diperoleh dengan cara
pendulangan umumnya langsung masuk pada tahap sianidasi kemudian dimurnikan.
Bijih emas dan bentuk emas yang diperoleh dengan cara pendulangan dapat dilihat pada
Gambar.

Bijih emas yang diperoleh berupa batuan yang sangat besar sehingga perlu dilakukan
pengecilan. Setelah bijih emas dikecilkan dilanjutkan pada tahap penggilingan. Pada
tahap ini biasanya dilakukan dengan sebuah alat yang disebut ballmill. Ballmill
merupakan suatu penggiling dengan bola-bola besi dengan ukuran tertentu. bijih emas
3

yang diperoleh dimasukan kemudian digiling sampai halus sehingga emas terlepas dari
tanah. Setelah emas terlepas dari ikatannya dilanjutkan dengan proses pengayakan.
Proses pengayakan didasarkan pada perbedaan massa jenis. Dimana emas yang
memiliki massa jenis lebih besar dari tanah berada dibagian bawah, sedangkan tanah
berada dibagian atas sehingga dapat dibuang. Hasil pengayakan ditambah air kemudian
dialirkan di atas lembaran tembaga yang bagian atasnya telah diberi Hg. Aliran air
menyebabkan butiran emas dan perak atau logam-logam lain melekat pada raksa
sedangkan air, tanah dan kotoran-kotoran yang lain terus mengalir. Campuran emas,
perak maupun logam lain ini disebut amalgam. Amalgam yang terbentuk dikumpulkan
pada saat-saat tertentu untuk proses selanjutnya sedangkan Hg yang tidak ada amalgam
dikembalikan untuk digunakan kembali. Hg ini masih mengandung emas dan perak
yang dapat dimurnikan dengan proses sianidasi.
Amalgam yang terbentuk selanjutnya dilakukan proses

penyulingan. Proses

penyulingan ini bertujuan memisahkan emas, perak atau logam-logam lain dari raksa.
Raksa yang bersifat volatil dengan titik didih 37 C sedangkan amalgam memiliki titik
didih yang sangat tinggi yakni sekitar 1000 C. Melalui penyulingan ini raksa dapat
diperoleh kembali setelah mengalami pengembunan pada kondensor. Residu yang
diperoleh dari penyulingan masih mengadung emas yang dapat dimurnikan dengan
proses elektrolisis.
Proses sianidasi dilakukan menggunakan larutan NaCN encer. Bahan yang akan diolah
dapat berupa bijih emas yang telah digiling atau Hg dari proses amalgamasi. Proses ini
didasarkan pada sifat emas dan perak yang dapat larut dalam garam sianida dengan
adanya oksigen. Larutan yang terbentuk kemudian ditambahkan serbuk seng untuk
mengendapkan emas dan perak. Proses penambahan seng ini disebut proses Merill
Crowe. Berikut adalah reaksi yang terjadi dari setiap proses:
Au(s) + 8NaCN(aq) + O2(g) + 2H2O(l) 4NaAu(CN)2(aq) + 4NaOH(aq)
4

4Ag(s) + 8NaCN(ag) + O2(g) + 2H2O(l) 4NaAg(CN)2(aq) + 4NaOH(aq)


NaAg(CN)2(aq) + Zn(s) 2NaCN(aq) + Zn(CN)2(aq) + 2Ag(s)
NaAu(CN)2(aq) + Zn(s) 2NaCN(aq) + Zn(CN)2(aq) + 2Au(s)
Sebenarnya selain seng aluminumpun dapat digunakan untuk mengendapkan emas dan
perak namun harganya relatif lebih mahal, sehingga pengendapan lebih sering
digunakan seng. Selain aluminium logam alkali dan alkali tahan misalnya natrium dan
magnesium dapat pula digunakan untuk mengendapkan emas dan perak, namun larutan
dari proses sianidasi mengandung air dalam jumlah yang cukup banyak, maka akan
terjadi reaksi yang hebat apabila ditambahkan logam alkali maupun logam alkali tanah.
Pengendapan yang terbentuk berkaitan dengan deret volta atau deret atau urutan
kereaktifan logam, dimana logam-logam yang berada disebelah kiri dapat mereduksi
(mengantikan) logam-logam yang ada disebelah kanannya dalam senyawaannya. Deret
volta atau deret kereaktifan logam adalah sebagai berikut:
Li K Ba Sr Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Ni Co Sn Pb H Cu Hg Ag Pt Au
Emas yang diperoleh melalui proses amalgasi atau sianidasi belum dalam keadaan
murni karena masih bercampur dengan logam lain. Umumnya perak, arsen, tembaga
dan mungkin logam-logam yang lain yang dapat direduksi oleh seng berdasarkan urutan
kereaktifan logam. Untuk memperoleh emas murni umumnya dilakukan dengan proses
elektrolisis.
Pada tahap ini emas yang diperoleh dilarutkan lagi dalam NaCN kemudian
dielektrolisis, reaksi yang terjadi pada tahap pelarutan adalah sebagai berikut:
Au(s) + 8NaCN(aq) + O2(g) + 2H2O(l) 4NaAu(CN)2(aq) + 4NaOH(aq)
4Ag(s) + 8NaCN(ag) + O2(g) + 2H2O(l) 4NaAg(CN)2(aq) + 4NaOH(aq)
Pada proses elektrolisis digunakan emas murni sebagai anoda dan emas kotor sebagai
katoda. Selama proses elektrolisis berlangsung ion-ion emas akan bergerak menuju
anoda kemudian mengendap pada batangan emas murni yang digunakan sebagia anoda.
Reaksi yang terjadi pada tahap elektrolisis adalah sebagai berikut:
5

Katoda : Au3+ (aq) + 3e Au(s) + 3e


Anoda

: 2H2O(l) O2(g) + 4H+(aq) + 4e

Produk yang diperoleh dari proses elektrolisis, emas dan perak masih bersatu sehingga
perlu dilakukan elektrolisis berlanjut untuk memisahkan emas dan perak. Pemisahan
emas dan perak dapat dilakukan melalui dua tahap.
Tahap pertama: campuran emas dan perak dimasukan ke dalam kain kanvas. Kain
kanvas ini bertindak sebagai pembungkus sekaligus sebagai anoda pada proses
elektrolisis. Katoda digunakan perak murni sedangkan elektrolitnya digunakan perak
nitrat encer yang telah diasamkan dengan asam nitrat. Selama proses elektrolisis
berlangsung perak pada anoda akan larut dalam dalam elektrolit dan bergerak menuju
katoda. Pada katoda ion Ag2+ direduksi menjadi padatan Ag yang akan melekat pada
katoda. Padatan perak yang terbentuk dapat diambil secara periodik, dicuci kemudian
dicetak. Perak yang diperoleh dengan cara ini mempunyai kemurnian 99,9%. Berikut
reaksi yang terjadi di ruang katoda dan anoda:
Katoda : Ag2+ + 2e Ag
Anoda : 2H2O(l) O2(l) + 4H+(l) + 4e
Dari proses elektrolisis di atas emas tidak ikut melarut karena emas menempati urutan
paling rendah dalam seri elektrokimia. Emas yang diperoleh dari proses elektrolisi perak
di atas belum dalam keadaan murni karena masih mengandung sedikit perak. Untuk
memperoleh emas murni maka dilakukan elektrolisis pada tahap kedua.
Tahap kedua: pada tahap ini emas yang diperoleh dari proses elektrolisis perak di atas
dijadikan sebagai anoda, katoda menggunakan emas murni sedangkan yang bertindak
sebagai elektrolit adalah larutan aurik klorida (AuCl3) yang telah diasamkan dengan
asam klorida. Selama proses elektrolisis berlangsung emas dari anoda, larut dalam
elektrolit membentuk ion Au3+ yang bergerak menuju katoda. Pada katoda ion Au 3+
direduksi menjadi padatan emas yang akan melekat pada katoda. Emas yang terbentuk

diambil secara periodik, dicuci kemudian dicetak. Emas yang diperoleh melalui cara ini
mempunyai kemurnian 99,95%. Berikut rekasi yang terjadi di ruang katoda dan anoda:
Katoda : Au3+ (aq) + 3e Au(s) + 3e
Anoda

: 2H2O(l) O2(g) + 4H+(aq) + 4e

Pada proses elektrolisis perak yang masih terkandung dalam emas ikut larut dalam
elektrolit tetapi akan segera bereaksi dengan klorida dari elektrolit membentuk padatan
AgCl yang dapat digunakan untuk proses selanjutnya.
2. Cara mekanik
Cara ini dilakukan tanpa bahan kimia. Hal ini disebabkan emas yang diperoleh telah
dalam keadaan murni dengan butiran yang besar. Misalnya dengan sedikit pemanasan
pada suhu rendah untuk menghilangkan pengotor-pengotor yang berupa akar-akar kayu
atau cukup dicuci menggunakan aquades untuk membersihkan pasir atau tanah-tanah
yang masih menempel pada emas.
Emas sejak diketahui hingga saat ini selalu dinilai sebagai barang berharga.
Berdasarkan peraturan pemerintahan bahan galian emas termasuk golongan logam vital
bersama perak dan platina. Emas dalam keadaan murni merupakan suatu logam yang
sangat lunak. Untuk mengatasi ini maka emas dicampur dengan logam-logam lain.
Umumnya logam yang ditambahkan adalah tembaga dan perak. Emas yang berwarna
merah mengandung tembaga sedangkan emas putih mengandung paladium dan nikel.
Paduan antara suatu logam dengan unsur logam atau nonlogam disebut alloy.
Kemurnian emas dinyatakan dengan karat. Bilangan karat menunjukan bagian emas
yang terdapat di dalam paduan logam. Emas 24 karat adalah 100% emas murni tanpa
bahan tambahan. Sedangkan emas 18 karat artinya didalam emas tersebut terdapat 18/24
emas murni atau dalam emas tersebut terdapat 75% emas murni. Sisa dari 75% adalah
jumlah bahan yang ditambahkan. Emas yang biasa dijual dipasaran kualitasnya sangat
tergantung pada perusahaan yang memproduksinya. Terutama untuk emas-emas yang
diperoleh dengan cara pelapisan atau yang disebut penyepuhan. Hal ini sering dijumpai
dalam kehidupan sehari-hari dimana cincin atau gelang emas yang kilaunya memudar.
Untuk mengatasi hal ini sebaiknya membeli emas atau gelang dari tempat atau perusahaan
yang dipercaya, walaupun harganya sedikit lebih mahal.
7

Berikut beberapa sifat dan pemakaian emas:


1. Merupakan unsur yang yang mempunyai daya hantar listrik dan panas yang baik.
2. Warna kuning yang sangat menarik, sangat liat, mudah ditempa menjadi lembaran yang
sangat tipis dan dapat ditarik menjadi kawat dengan diameter yang sangat kecil.
3. Memiliki sifat yang sangat tidak reaktif secara kimia. Karena sifat yang tidak reaktif dan
memiliki warna yang menarik, emas banyak dimanfaatkan untuk pembuatan perhiasan,
pembuatan gigi palsu dan pembuatan reaktor industri kimia yang tahan korosi misalnya
pada industri rayon digunakan logam paduan 70% emas dan 30% paladium.
4. Kini emas yang menghasilkan radioaktif dimanfaatkan untuk mengobati penyakit
kanker.
5. Emas dengan kadar murni (24 karat) digunakan untuk mengangkat sel-sel kulit mati
sehingga sel-sel yang telah rusak akan diperbaharui.
Berikut beberapa sifat fisik emas:
-

Wujud
Padat
Bilangan oksidasi
+1 dan +3
Massa jenis
18,3 g/cm3
Titik didih
2809 C
Titik lebur
1064,18 C
Emas dikatakan sangat tidak reaktif karena pada kondisi biasa tidak bereaksi dengan

sebagian besar pereaksi dan unsur-unsur yang lain. Asam sulfat pekat, asam fluorida, asam
klorida, oksigen, nitrogen, halogen, selenium, karbon dan hidrogen pada suhu kamar tidak
bereaksi dengan emas, tetapi pada suhu tinggi sekitar 150 C emas dapat bereaksi dengan
brom dan uap air.
2.1.2. Jenis-Jenis Emas
Emas Putih
Emas putih (white gold) merupakan salah satu alloy emas yang banyak digunakan sebagai
perhiasan. Emas putih yang digunakan merupakan alloy dari emas dengan nikel atau
dengan paladium. Selain itu kadang mengandung perak, tembaga dan zink dalam jumlah
kecil. Sekarang nikel jarang digunakan karena dapat memberikan reaksi tertentu pada
orang yang menggunakan perhiasan dari emas putih.
Emas putih yang banyak digunakan sebagai perhiasan merupakan alloy dari emas dengan
perak dan paladium. Dan untuk menghasilkan kilau putih yang lebih bagus emas putih
seringkali dilapisi dengan rodium (Rh). Seperti pada emas kuning (yellow gold) kandungan
emas pada emas putih juga dinyatakan sebagai karat, dimana kandungan emas pada emas
putih 18 karat sama dengan kandungan emas pada emas kuning 18 karat.

Dalam kehidupan sehari-hari istilah emas putih sering ditujukan pada platina. Hal ini
disebabkan platina memiliki kilau yang menarik menyerupai kilau emas putih. Namun
sebenarnya emas putih berbeda dengan platina, karena emas putih masih mengandung
emas kuning yang konsentrasinya tergantung pada bilangan karat yang dimiliki. Platina
merupakan unsur kimia dengan lambang Pt dengan nomor atom 78 dan memiliki titik didih
3800C dan titik leleh 1772C.
Platina dan emas putih kini paling banyak dimanfaatkan sebagai perhiasan. Hal ini
disebabkan selain menarik, kedua logam tersebut memiliki sifat mulia yakni sukar bereaksi
sehingga kilau yang dihasilkan seolah-olah tidak berubah dari waktu ke waktu.
Berikut beberapa perbedaan antara emas putih dengan platina:
1. Platina memiliki kilau yang lebih menarik dari emas putih. Namun kilau emas putih
akan sama seperti platina jika emas putih dilapisi rhodium.
2. Platina lebih berat dan lebih keras dari emas putih.
3. Platina lebih tahan lama dibanding emas putih.
Emas Ungu
Emas ungu atau emas lembayung merupakan aloi antara emas dengan dengan aluminium.
Emas ungu yang diproduksi biasnya memiliki kadar 18K atau mengandung 79% emas
selebihnya berupa aluminium.
Emas Biru
Emas biru merupakan aloi antara emas dengan indium. Selain itu, emas biru dapat
diperoleh dari aloi antara emas dengan besi. Dengan konsentrasi emas 75% dan besi 25%.
Emas Hitam
Emas hitam dapat diperoleh dengan beberapa cara yakni
a. Melapisis emas dengan rhodium hitam atau ruthenium.
b. Aloi antara emas dengan kobalt atau kromium. Jenis emas ini sangat sukar untuk
dioksidasi. Oleh sebab itu, kilau yang dihasilkanpun sangat stabil dalam kurun waktu yang
lama.
2.2. Platinum
Platinum adalah suatu logam yang berwarna keperakan dan menyilaukan mata serta tahan
terhadap korosi. Platinum biasa digunakan untuk peralatan laboratorium (contoh:
elektroda), termometer platinum, peralatan kedokteran gigi, perhiasan, persenjataan, dan
sebagai aplikasi katalis bersama-sama dengan rhodium dan paladium untuk mengontrol
emisi gas buang. Platinum merupakan logam yang sangat langka seperti halnya logam
9

berharga lainnya. Logam ini ditemukan di Afrika Selatan, Rusia, Kanada, dan juga negaranegara lainnya. Setiap tahunnya hanya beberapa ratus ton yang diproduksi dari berbagai
negara tersebut. Hal inilah yang menjadikan harga Platinum sangat tinggi.
Sebagai logam murni, platina berwarna putih keperakan yang terlihat berkilau, ulet, dan
lentur. Platinum mudah ditempa delam keadaan murni.
Simbol: Pt
Radius Atom: 1.39
Volume Atom: 9.1 cm3/mol
Massa Atom: 195.08
Titik Didih: 4100 K
Radius Kovalensi: 1.3
Struktur Kristal: fcc
Massa Jenis: 21.45 g/cm3
Konduktivitas Listrik: 9.4 x 106 ohm-1cm-1
Elektronegativitas: 2.28
Konfigurasi Elektron:[Xe]4f14 5d9 6s2
Formasi Entalpi: 19.66 kJ/mol
Konduktivitas Panas: 71.6 Wm-1K-1
Potensial Ionisasi: 9 V
Titik Lebur: 2024.1 K
Bilangan Oksidasi: 2,4
Kapasitas Panas: 0.13 Jg-1K-1
Entalpi Penguapan: 510.45 kJ/mol
Platinum memiliki koefisien muai yang hampir sama dengan kaca silika-natrium karbonat,
oleh karena itu dapat digunakan untuk membuat elektroda bersegel dalam sistem kaca.
Platina tidak teroksidasi pada suhu beraapapun, meskipun berkarat oleh halogen, sianida,
belerang, dan alkali kaustik. Platinum tidak larut dalam asam klorida dan nitrat, tetapi
melarut

dalam

aqua

regia

dan

membentuk

asam

chloroplatinic

(H2PtCl6)

Platinum yang lebih berharga dari emas atau perak. Platinum memiliki resistansi tinggi
terhadap serangan kimia, baik karakteristik temperatur tinggi, dan stabil sifat listrik. Semua
sifat ini telah dimanfaatkan untuk aplikasi industri.
2.2.1. Pengolahan Platinum
10

Platinum bersama-sama dengan sisa logam platinum diperoleh secara komersial sebagai
produk dari nikel dan tembaga penambangan. Selama electrorefining tembaga, logam
mulia seperti perak, emas dan kelompok platinum logam serta selenium dan telurium
mengendap di bagian bawah sebagai anoda sel lumpur, yang merupakan titik awal untuk
ekstraksi logam kelompok platinum. Jika platinum murni ditemukan dalam placer deposito
atau bijih lainnya, platinum dapat terisolasi dari mereka dengan berbagai metode
mengurangkan kotoran. Karena platinum secara signifikan lebih padat daripada banyak
kotoran lain, kotoran yang lebih ringan dapat dihilangkan dengan hanya mencucinya.
Platinum bersifat non-magnetik, sedangkan nikel dan besi keduanya magnetis. Kedua zat
pengotor dapat dihilangkan dengan menjalankan elektromagnet atas campuran. Karena
platinum memiliki titik lebur yang lebih tinggi daripada kebanyakan zat lain, maka banyak
pengotor dapat dihilangkan dengan membakar sehingga kotoran tersebuit akan meleleh
tanpa melelehkan platinum. Platinum juga tahan terhadap klorida dan asam sulfat,
sedangkan senyawa lain mudah diserang oleh mereka. Sehingga kita dapat mengurangi
kotoran logam dengan mengaduk campuran dalam salah satu dari dua asam dan
memulihkan platinum yang tersisa. Salah satu metode yang cocok untuk pemurnian untuk
platinum mentah, yang mengandung platinum, emas, dan logam grup platina lain adalah
proses dengan aqua regia. Di mana paladium, emas dan platinum yang dipisahkan,
sementara osmium, iridium, rhodium dan ruthenium tidak bereaksi. Emas ini dapat dipicu
dengan penambahan besi (III) klorida dan setelah penyaringan dari emas. Sedangkan
platinum dapat dipicu dengan penambahan ammonium. Ammonium klorida sebagai
chloroplatinate. Chloroplatinate amonium dapat diubah menjadi logam dengan pemanasan.
2.2.2. Kegunaan Platinum
Platinum digunakan besar-besaran sebagai perhiasan wanita, kawat, dan bejana untuk
aplikasi laboratorium dan banyak instrumen berharga lainnya termasuk termokopel.
Platinum juga digunakan untuk bahan kontak listrik, peralatan tahan korosi dan kedokteran
gigi.Alloy platinum-kobal memiliki sifat magnetis. Salah satunya terdiri dari 76.7% berat
Pt dan 23.3% berat Co, merupakan magnet yang sangat kuat hampir dua kali lipat dari
Alnico V. Ketahanan kawat platinum digunakan untuk membuat tungku listrik bersuhu
tinggi.
Platinum digunakan untuk melapisi kerucut misil, kerucut bensin mesin jet dan lain-lain,
yang mengandalkan ketahanan pada suhu tinggi untuk waktu yang sangat lama. Logam ini,
11

seperti palladium, menyerap sejumlah besar hidrogen, menahannya pada suhu biasa dan
melepaskannya ketika dipanaskan.
Dalam kondisi yang sangat halus, platinum merupakan katalis yang sempurna, yang
banyak digunakan untuk menghasilkan asam sulfat. Juga digunakan sebagai katalis dalam
pemecahan produk minyak bumi. Platinum juga banyak diminati untuk dimanfaatkan
sebagai katalis dalam sel bahan bakar dan peralatan anti polusi untuk mobil.
Anoda platinum digunakan secara ekstensif dalam sistem perlindungan katoda untuk kapal
besar dan bejana yang melewati lautan, pipa, baja dermaga dan lain-lain. Kawat platinum
yang sangat halus akan berkilau merah terang bila ditempatkan dalam uap metil alkohol, di
mana platinum berperan sebagai katalis, untuk mengubah alkohol menjadi formaldehida.
Fenomena ini digunakan secara komersial untuk memproduksi pemantik api rokok dan
penghangat tangan. Hidrogen dan oksigen dapat meledak dengan adanya platinum.
2.3. Rhodium
Rhodium (Rh), unsur kimia, salah satu logam platinum Kelompok 8-10 (VIIIB),
Periode 5 dan 6, dari tabel periodik, terutama digunakan sebagai agen paduan pengeras
platinum. Rhodium adalah logam perak-putih yang berharga, dengan reflektivitas tinggi
untuk cahaya. Rhodium tidak terkorosi atau ternoda oleh atmosfer pada suhu kamar dan
sering digunakan sebagai lapisan benda logam dan dipoles untuk memberikan efek
permanen, permukaan yang menarik untuk perhiasan dan benda dekoratif lainnya.
Rhodium juga digunakan untuk memproduksi permukaan cermin untuk instrumen optik.

Rhodium ditambahkan ke platinum dalam jumlah kecil untuk menghasilkan paduan


yang lebih keras dan menurunkan berat pada suhu tinggi bahkan lebih lambat dari platinum
murni. Paduan tersebut digunakan untuk cawan lebur pada tungku laboratorium, elektroda
busi, dan katalis dalam lingkungan kimia yang sangat panas (termasuk catalytic converter
mobil). Dalam pembuatan industri asam nitrat, katalis kasa paduan rhodium-platinum
digunakan karena mereka dapat menahan suhu api ketika amonia terbakar menjadi oksida
nitrat. Sebuah kawat dari paduan 10 persen rhodium-90 persen platinum bergabung ke
kawat platinum murni merupakan sebuah termokopel yang sangat baik untuk mengukur
12

suhu tinggi dalam suasana pengoksidasi. Skala Suhu internasional didefinisikan di kawasan
ini dari 660 sampai 1.063 C (1.220 sampai 1.945 F) oleh gaya gerak listrik
termokopel ini. Logam ini biasa digunakan untuk penyempurnaan perhiasan, lampu sorot,
dan cermin. Rhodium juga digunakan untuk mesin turbin pesawat yang dipadukan dengan
Platinum. Contoh penggunaan lainnya adalah sebagai bahan untuk memproduksi asam
nitrat (HNO3) dan hidrogenasi senyawa organik. Penggunaan rhodium umumnya adalah
dalam bidang otomotif sebagai aplikasi katalis, di mana logam ini digunakan bersamasama dengan platinum dan paladium untuk mengontrol emisi gas buang. Rhodium
merupakan logam yang sangat langka dan hanya dijumpai di beberapa tempat. Penghasil
utama rhodium dunia adalah Afrika Selatan dengan persentase 60% terhadap pasokan
rhodium dunia. Sedangkan penghasil kedua adalah Rusia. Pada tahun 1980-an, produksi
rhodium dari Afrika Selatan meningkat yang mengakibatkan penurunan harga rhodium di
dunia. Namun, rhodium masih merupakan logam dengan harga tertinggi di dunia.
2.4. Iridium
Iridium adalah logam yang sangat keras, rapuh, berwarna keperakan. Iridium adalah
elemen kedua terpadat setelah Osmium dan merupakan logam yang sangat tahan terhadap
korosi bahkan pada suhu 2000C. Iridium ditemukan pada tahun 1803 oleh Smithson
Tennant. Dinamakan Iridium dari Dewi Iris, personifikasi untuk pelangi. iridium, termasuk
keluarga grup platinum, berwarna putih (sama dengan platinum) tapi dengan sedikit kuning
semu. Karena iridium sangat keras dan rapuh, maka logam ini sangat sulit dipakai maupun
dibentuk.

Iridium adalah logam yang paling tahan korosi, dan dulu digunakan dalam
pembuatan standar ukuran panjang dalam satuan meter di Paris, yang merupakan campuran
dari platinum 90% dan iridium 10%. Standar ini ini akhirnya diganti pada tahun 1960
dengan kripton. Iridium tidak dapat larut dalam asam bahkan aqua regia, tapi larut dalam
garam cair seperti NaCl, dan NaCN. Bobot jenis iridium mendekati bobot jenis osmium.
13

Perhitungan kerapatan iridium dan osmium dari lapisan ruang memberikan nilai 22.65 dan
22.61 g/cm3. Nilai ini lebih dapat dipercaya dariada pengukuran fisik untuk menentukan
unsur mana yang lebih berat. Meskipun kegunaan utamanya dalah sebagai zat pengeras
untuk platinum, iridium juga digunakan untuk membuat cawan dan peralatan yang
membutuhkan suhu tinggi. Iridium juga digunakan sebagai bahan kontak listrik.
2.5. Titanium
Titanium adalah logam transisi ringan dengan warna putih-perak dan memiliki
karakteristik kuat, berkilau, serta tahan korosi. Perilaku kimia titanium menunjukkan
banyak kesamaan dengan silika dan zirkonium, sebagai unsur pada kelompok transisi
pertama. Sedangkan sifat kimianya dalam larutan air memiliki beberapa kesamaan dengan
krom dan vanadium. Titanium murni tidak larut dalam air tetapi larut dalam asam pekat.

Logam ini membentuk lapisan oksida pelindung pasif (menyebabkannya tahan korosi) saat
terkena udara pada suhu tinggi. Keadaan oksidasi utama adalah 4+, meskipun keadaan 3+
dan 2+ juga dimungkinkan meskipun kurang stabil. Unsur ini bisa terbakar di udara ketika
itu dipanaskan untuk membentuk TiO2, dan ketika dikombinasikan dengan halogen.
Meskipun tidak ditemukan terikat dengan unsur-unsur lain di alam, titanium merupakan
unsur kesembilan paling melimpah di kerak bumi (0,63% massa) dan terutama terdapat
dalam batuan beku serta batuan sedimen yang berasal dari peluruhan batuan beku. Mineral
titanium penting diantaranya adalah rutile, brookite, anatase, illmenite, dan titanite.
Produksi titanium dunia diperkirakan sekitar 90.000 ton per tahun, sedangkan produksi
titanium dioksida berkisar 4,3 juta ton per tahun.
2.5.1. Sifat Titanium
Elektronegativitas menurut Pauling: 1,5
Densitas: 4,51 g/cm3 pada 20 C

14

Titik lebur: 1660 C


Titik didih: 3287 C
Radius Vanderwaals: 0,147 nm
Radius ionik: 0,09 nm (+2); 0,068 nm (4)
Isotop: 8
Energi ionisasi pertama: 658 kJ/mol
Energi ionisasi kedua: 1310 kJ/mol
Energi ionisasi ketiga: 2652 kJ/mol
Energi ionisasi keempat: 4175 kJ/mol
2.5.2. Aplikasi Titanium
-

Militer. Unsur ini digunakan untuk membuat peralatan perang (tank) dan untuk
membuat pesawat ruang angkasa.

Industri. Beberapa mesin pemindah panas (heat exchanger)dan bejana bertekanan tinggi
serta pipa-pipa tahan korosi memakai bahan titanium.

Mesin. Material pengganti untuk batang piston.

Perikanan. Karena sifat Titanium yang kuat, ringan, dan tahan korosif air laut jadi untuk
pembuatan pancingan.

Titanium dioksida banyak digunakan sebagai pigmen putih dalam lukisan outdoor
karena memiliki sifat inert, daya pelapis mumpuni, serta tahan terhadap paparan sinar
UV matahari.

Titanium dioksida juga pernah digunakan sebagai pemutih dan agen opicifying pada
enamel porselen sehingga tampak lebih cerah dan tahan asam. Sebuah lipstik umumnya
mengandung 10% titanium.

Paduan titaium dikenal memiliki karakteristik kuat meskipun berada pada suhu tinggi,
ringan, tahan korosi, dan kemampuannya menahan suhu ekstrim.

Karena sifat-sifat ini, paduan titanium terutama digunakan di pesawat terbang, pipa
untuk pembangkit listrik, pelapis baja, kapal laut, pesawat ruang angkasa, serta rudal.

Titanium dikenal memiliki kekuatan setara baja namun 45% lebih ringan.

2.5.3. Kelebihan dan Kekurangan Titanium


15

Keunggulan Titanium
-

Salah satu karakteristik Titanium yang paling terkenal adalah dia sama kuat dengan
baja tapi hanya 60% dari berat baja.

Kekuatan lelah (fatigue strength) yang lebih tinggi daripada paduan aluminium.

Tahan suhu tinggi. Ketika temperatur pemakaian melebihi 150 C maka dibutuhkan
titanium karena aluminium akan kehilangan kekuatannya secara nyata.

Tahan korosi. Ketahanan korosi titanium lebih tinggi daripada aluminium dan baja.

Dengan rasio berat-kekuatan yang lebih rendah daripada aluminium, maka


komponen-komponen yang terbuat dari titanium membutuhkan ruang yang lebih
sedikit dibanding aluminium

Kekurangan Titanium
-

Tidak ada peran biologis yang dikenal dari titanium. Asupan titanium pada manusia
berkisar 0,8 mg/hari, tapi kebanyakan langsung dibuang tanpa diserap.

Unsur ini dikenal tidak beracun sehingga bisa ditolerir tubuh dalam jumlah moderat.

Hanya saja, paparan berlebihan pada manusia dapat menyebabkan perubahan di


paru-paru sehingga memicu beberapa keluhan seperti sesak dan nyeri dada, batuk,
serta kesulitan bernapas.

2.6.

Kontak dengan kulit atau mata dapat menyebabkan iritasi.


Osmium

Osmium adalah logam berwarna abu-abu kebiruan atau hitam kebiruan. Logam ini keras,
rapuh, tahan terhadap korosi, dan sangat padat. Osmium sedikit lebih padat dari iridium.
Osmium jarang digunakan dalam keadaan murni, ia sering dicampurkan dengan logam
lainnya. Osmoiridium salah satu jenis campuran osmium dengan iridium digunakan untuk
ujung pena karena tidak mudah rusak untuk penggunaan yang sering. Osmium tetroksida
biasanya digunakan dalam deteksi sidik jari dan pewarnaan jaringan lemak untuk
mikroskopi optik. Penggunaan 90% platinum dan 10% osmium adalah sebagai alat pacu
jantung dan penggantian katup paru-paru.

16

2.7.

Perak

Perak adalah logam transisi yang berwarna putih lembut keabu-abuan dan mengkilap.
Logam ini memiliki konduktivitas listrik tertinggi dari setiap elemen dan konduktivitas
termal tertinggi dari setiap logam. Perak telah lama dinilai sebagai logam mulia dan
banyak digunakan sebagai perhiasan, ornamen-ornamen, mata uang, katalisis reaksi kimia,
bahan refleksi di cermin, dan lain sebagainya. Dalam kondisi standar perak adalah logam
lunak yang memiliki lapisan logam mengkilap. Perak sangat elastis (yang berarti dapat
ditarik ke kawat) dan lunak (yang berarti dapat ditempa menjadi lembaran datar).
Perak memiliki konduktivitas listrik tertinggi dari semua elemen serta konduktivitas termal
tertinggi dari semua logam. Perak juga sangat reflektif. Perak sangat tidak reaktif. Ini tidak
akan bereaksi dengan udara atau air. Perak akan memudar ketika bersentuhan dengan
senyawa sulfur.

2.7.1. Proses Pembuatan


Perak logam mudah larut dalam asam nitrat (HNO 3) untuk menghasilkan perak nitrat
(AgNO3), padatan kristal transparan yang fotosensitif dan mudah larut dalam air. Perak
nitrat digunakan sebagai titik awal untuk sintesis senyawa perak lainnya, sebagai
antiseptik, dan sebagai noda kuning untuk kaca di kaca patri. Logam perak tidak bereaksi
dengan asam sulfat, yang digunakan dalam pembuatan perhiasan untuk membersihkan dan
menghilangkan oksida tembaga perak firescale dari artikel setelah penyolderan perak atau
annealing. Namun, perak mudah bereaksi dengan sulfur atau hidrogen sulfida H2S untuk
menghasilkan perak sulfida, suatu senyawa berwarna gelap akrab sebagai noda pada koin
perak dan objek lain. Perak perak sulfida juga membentuk kumis ketika kontak listrik
perak digunakan dalam suasana kaya di sulfide.Silver hidrogen klorida (AgCl) yang
diendapkan dari larutan perak nitrat dalam kehadiran ion klorida, dan yang lainnya halida
17

perak yang digunakan dalam pembuatan fotografi emulsi yang dibuat dengan cara yang
sama menggunakan bromida atau iodida garam.
Perak oksida (Ag2O) perak nitrat dihasilkan ketika solusi diperlakukan dengan basa,
digunakan sebagai elektroda positif (katoda) dalam menonton (baterai) baterai. Silver
karbonat (Ag2CO3) adalah perak nitrat dipercepat ketika diperlakukan dengan natrium
karbonat (Na2CO3).
2.7.2. Kegunaan
-

Karena perak mudah menyerap neutron bebas, itu biasanya digunakan untuk membuat
batang kendali yang mengatur reaksi berantai fisi dalam reaktor nuklir air bertekanan,
pada umumnya dalam bentuk paduan mengandung 80% perak, 15% indium, dan 5%
kadmium.

Perak yang digunakan untuk membuat solder dan paduan mematri, dan sebagai lapisan
tipis pada permukaan bantalan dapat memberikan peningkatan yang signifikan dalam
perlawanan menyakitkan dan mengurangi memakai di bawah beban berat, terutama
terhadap baja.

Perak klorida digunakan dalam elektroda kaca untuk pH potentiometric pengujian dan
pengukuran, dan sebagai semen untuk kaca transparan.

-Odida perak telah digunakan dalam upaya untuk menghasilkan benih awan hujan. silver

alida sangat larut dalam larutan berair dan digunakan dalam metode analisis
gravimetric.

18