Anda di halaman 1dari 6

Algoritme terapi Diabetes pada kehamilan (Diabetes Gestasional)

(Garrison, 2015)

1. Obat Hipoglikemik Oral


Meskipun secara historis, insulin merupakan terapi standar untuk wanita dengan
Diabetes Gestasional tidak terkendali, saat ini obat hipoglikemik oral juga dapat
digunakan untuk terapi farmakologis. Pilihan untuk obat oral yang dapat digunakan
yaitu metformin dan gliburid. Meskipun metformin dan gliburid belum mendapat
persetujuan dari U.S. Food and Drug Administration, kedua obat tersebut termasuk

dalam kategori B. Metformin biasanya diberikan pada dosis 500 mg bersama


dengan makanan, sekali sehari dengan dosis maksimumnya 2500 mg per hari
(diberikan dalam dosis terbagi, bersamaan dengan makan). Gliburid dimulai pada
dosis 2,5 mg per hari, 1 jam sebelum makan, dan dapat ditingkatkan menjadi
maksimal 10 mg, 2 kali sehari, jika diperlukan. Sekitar 15-40% wanita yang
awalnya diresepkan obat oral untuk mengatasi penyakit Diabetes Melitus
Gestasional, pada akhirnya membutuhkan insulin (Garrison, 2015)
2. Insulin diperlukan pada wanita yang memiliki kadar glukosa darah yang tidak
terkontrol meskipun telah melalui perubahan gaya hidup dan penggunaan obat oral,
dan pada wanita yang memilih untuk menghindari penggunaan obat-obat oral.
Insulin rapid, intermediate, dan long acting dianggap aman untuk digunakan pada
wanita hamil. Salah satu hal yang dapat digunakan untuk memulai terapi insulin
adalah dengan menghitung dosis harian total 0,7-1,0 unit per kg. Setengah dari total
kebutuhan harian diberikan sebagai dosis tunggal insulin long acting (misalnya:
glargine (Lantus), detemir (Levemir)), dan setengah lainnya diberikan dalam 3
dosis terbagi pada waktu makan, sebagai insulin rapid (misalnya: lispro (Humalog),
Aspart (Novolog)). Dosis insulin harus individual dan disesuaikan dengan
kebutuhan (Garrison, 2015).

Algoritme terapi Diabetes Mellitus pada Geriatri


Intervensi awal:
1. Ketika mempertimbangkan intervensi, pertimbangkan hal
berikut: harapan hidup, komorbiditas, dan sindrom spesifik
geriatri seperti gangguan kognitif, sejarah jatuh, dan gangguan
sensorik
2. Edukasi mengenai diabetes: pemantauan kadar gula darah, yaitu
membangun pola glukosa harian (jika sesuai dan
pasien/pengasuh mampu) menggunakan alat untuk mengecek
glukosa pre-prandial dan 2 jam post-prandial; gaya hidup
(latihan, kontrol berat badan); Terapi Nutrisi Medis.
3. Pengurangan risiko kardiovaskular
4. Jika tubuh pasien ramping, pertimbangkan diagnosis DM Tipe 1
dan mempertimbangkan pengukuran antibodi ICA&CAD dan Cpeptide. Jika hasil positif, maka pertimbangkan terapi insulin
5. Pertimbangkan inisiasi monoterapi jika A1c saat ini 7-7,5%

Kadar glukosa tidak sesuai dalam waktu 3-6 bulan

Terapi Farmakologi
Pertimbangan dalam pemilihan obat: risiko hipoglikemia, komorbiditas, polifarmasi,
harga, harapan hidup
Mulai dengan monoterapi: acarbose, BAR, DPP-4, incretin mimetic, insulin,
meglitinid, metformin, SU, TZD

Sesuai dengan gol terapi:


Lanjutkan terapi

Tidak mencapai gol terapi selama 36 bulan


Tambahkan agen kedua

A1C setiap 3-6 bulan

Tidak mencapai gol terapi selama 36 bulan


Pertimbangkan penambahan agek
ketiga atau berkonsultasi dengan
spesialis diabetes

Managemen diabetes pada Geriatri:


-

Gol terapi: pertimbangkan komorbiditas sebelum mengatur target


HbA1c
a. HbA1c < 7% untuk pasien dengan harapan hidup >10 tahun, tidak ada
komorbiditas utama, tidak ada komplikasi mikrovaskular atau komplikasi
mikrovaskular ringan
b. HbA1c < 8% untuk pasien dengan harapan hidup 5-10 tahun dan komorbiditas
sedang jika tidak ada komplikasi mikrovaskular, komplikasi mikrovaskular
sedang, atau tinggi. Atau jika harapan hidup >10 tahun dengan komplikasi
mikrovaskular sedang
c. HbA1c 8-9% jika harapan hidup <5 tahun (komorbiditas utama dengan tidak
ada komplikasi mikrovaskular, komplikasi mikrovaskular ringan, sedang, atau
lanjut.
Tekanan darah: < 130/80
LDL: <100 mg/dL (<70 jika terdapat penyakit klinis vaskular)
Terapi aspirin: jika tidak ada kontraindikasi-pasien geriatri lebih rentan untuk
perdarahan GI
Berhenti merokok
Penurunan resiko kardiovaskular
(Texas Diabetes Council, 2012)

Algoritme Terapi Diabetes Melitus tipe 2 pada Anak-Anak dan remaja

Diabetes tipe 2 pada anak-anak dan remaja menjadi masalah kesehatan yang semakin
penting di seluruh dunia. Saat ini banyak dilaporkan anak-anak yang terdiagnosis DM tipe 2,
sehingga dapat menyebabkan salah pengklasiikasian sebagai DM Tipe 1. Remaja kelebihan
berat badan dengan diabetes autoimun, dapat didiagnosis memiliki diabetes tipe 2
(International Diabetes Federation, 2011)

Tabel Rangkuman terapi DM dengan kondisi khusus


Keadaan

Hindari

Rekomendasi

Pasien dengan penurunan


fungsi ginjal
Gangguan liver

Akarbosa, Long term SFU,


gliburid, metformin
Metformin

Obesitas
Pasien dengan edema

Sulfonilurea, Repaglinid
Pioglitazon, Sitagliptin,
Vildagliptin, Saxagliptin,
Linagliptin
Pioglitazon, Sitagliptin,
Vildagliptin, Saxagliptin,
Linagliptin
Sulfonilurea, Metiglinid,
Insulin

Gangguan jantung

Pasien dengan riwayat


hipoglikemia yang tinggi

Glipizid, Glimepirid, Glinid,


Pioglitazon, Insulin
Pioglitazon, Rosiglitazon,
Insulin
Metformin
Metformin

Akarbosa

Metformin, Pioglitazone,
Akarbosa, Sitagliptin,
Vidagliptin, Saxagliptin,
Linagliptin, Dapagliflozin,
Canagliflozin, Empagliflozin,
Liraglutide, Exenatide,
Albiglutide, Lixisenatide,
Dulaglutide
Pasien dengan gangguan
Rosiglitazon
Insulin, Metformin,
osteoporosis
Glimepririd
(Wongdee and Charoenphandhu, 2011; PERKENI, 2015; Monami et al., 2008; Compean et al, 2009))
Daftar pustaka:
Compean, D.G., Joel O.J.Q. Jose A.G.G., Hector M.G. 2009. Liver Cirrhosis and Diabetes:
Risk Factors, Pathophysiology, Clinical Implications and Management (Review).
World J Gastroenterol. 15(3):280-288.
Garrison, A. 2015. Screening, Diagnosis, and Management of Gestational Diabetes Mellitus.
American Family Physician. Vol 91(7): 460-467.
Internationa Diabetes Federation. 2011. Diabetes in Childhood and Adolescent. Belgium:
IDF.
Monami, M., Barbara C., Angela C., Laura P., Daniela B., Francesca G., Veronica C.,
Niccholo M., Carlo M.R., Edoardo M. 2008. Bone Fractures and Hypoglycemic
Treatment in Type 2 Diabetic Patients. Diabetes Care. Vol 31(2):199-203.
Texas Diabetes Council. 2012. Treatment Algorithms, Protocols, Guidelines, and
Recommendations. Amerika: Texas Diabetes Council.
Wongdee, K., dan Charoenphandhu, N., 2011, Osteoporosis in diabetes mellitus: Possible
cellular and molecular mechanisms, World J Diabetes, 15:41-48