Anda di halaman 1dari 30

TEKNIK TENAGA LISTRIK

INSTALASI LISTRIK SEDERHANA

Disusun oleh:
Yohanes Nico Prabowo Marpaung
(14/367161/TK/42375)

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2015

INSTALASI LISTRIK RUMAH

1.

BARGAINSER
Kita lebih mengenal Bargainser ini dengan sebutan meteran listrik. Bargainser
merupakan alat yang berfungsi sebagai pembatas daya listrik yang masuk ke rumah
tinggal, sekaligus juga berfungsi sebagai pengukur jumlah daya listrik yang digunakan
rumah tinggal tersebut (dalam satuan kWh). Ada berbagai batasan daya yang dikeluarkan
oleh PLN untuk konsumsi rumah tinggal, yaitu 220 VA, 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan
2.200 VA.Bargainser biasanya dipasang di depan rumah agar petugas PLN mudah
melakukan pencatatan. Bargainser mempunyai beberapa fungsi, diantaranya:
1. Pembatas daya yang masuk ke dalam rumah
2. Pengukur serta pencatat daya yang dipergunakan oleh konsumen (dalam satuan
kWh : kilowatt hour)
3. Saklar utama untuk memutus aliran listrik

Bargainser analog
Di dalam bergainser terdapat beberapa komponen utama, antara lain:
a. Circuit Brekaer
b. kWh Meter
c. Spin Control
2. CIRCUIT BREAKER

Circuit Breaker atau Sakelar Pemutus Tenaga (PMT) adalah suatu peralatan
pemutus rangkaian listrik pada suatu sistem tenaga listrik, yang mampu untuk membuka
dan menutup rangkaian listrik pada semua kondisi, termasuk arus hubung singkat, sesuai
dengan ratingnya. Juga pada kondisi tegangan yang normal ataupun tidak normal.
Adapun macam dari Circuit Breaker yaitu:
a)
b)
c)
d)
e)
f)

MCB (Miniatur Circuit Breaker)


MCCB (Mold Case Circuit Breaker)
ACB (Air Circuit Breaker)
OCB (Oil Circuit Breaker)
VCB (Vacuum Circuit Breaker)
SF6CB (Sulfur Circuit Breaker)

a) MCB (Miniatur Circuit Breaker)


MCB adalah suatu rangkaian pengaman yang dilengkapi dengan komponen
thermis (bimetal) untuk pengaman beban lebih dan juga dilengkapi relay elektromagnetik
untuk pengaman hubung singkat.
MCB banyak digunakan untuk pengaman sirkit satu fasa dan tiga fasa.
Keuntungan menggunakan MCB, yaitu :

Dapat memutuskan rangkaian tiga fasa walaupun terjadi hubung singkat pada salah

satu fasanya.
Dapat digunakan kembali setelah rangkaian diperbaiki akibat hubung singkat atau

beban lebih.
Mempunyai respon yang baik apabila terjadi hubung singkat atau beban lebih.
Pada

MCB terdapat

dua

jenis

pengaman

yaitu

secara

thermis

dan

elektromagnetis, pengaman termis berfungsi untuk mengamankan arus beban lebih


sedangkan pengaman elektromagnetis berfungsi untuk mengamankan jika terjadi hubung
singkat.
Pengaman thermis pada MCB memiliki prinsip yang sama dengan thermal
overload yaitu menggunakan dua buah logam yang digabungkan (bimetal), pengamanan
secara thermis memiliki kelambatan, ini bergantung pada besarnya arus yang harus
diamankan, sedangkan pengaman elektromagnetik menggunakan sebuah kumpa- ran
yang dapat menarik sebuah angker dari besi lunak.

MCB dibuat hanya memiliki satu kutub untuk pengaman satu fasa, sedangkan untuk pengaman tiga fasa biasanya memiliki tiga kutub dengan tuas yang disatukan,
sehingga apabila terjadi gangguan pada salah satu kutub maka kutub yang lainnya juga
akan ikut terputus.
Berdasarkan penggunaan dan daerah kerjanya, MCB dapat digolongkan menjadi
5 jenis ciri yaitu :
Tipe Z (rating dan breaking capacity kecil) Digunakan untuk pengaman rangkaian
semikonduktor dan trafo-trafo yang sen- sitif terhadap tegangan.
Tipe K (rating dan breaking capacity kecil) Digunakan untuk mengamankan alat-alat
rumah tangga.
Tipe G (rating besar) untuk pengaman motor.
Tipe L (rating besar) untuk pengaman kabel atau jaringan.
Tipe H untuk pengaman instalasi penerangan bangunan

Gb. MCB (Miniatur Circuit Breaker)


b) MCCB (Mold Case Circuit Breaker)
MCCB merupakan salah satu alat pengaman yang dalam proses operasinya mempunyai dua fungsi yaitu sebagai pengaman dan sebagai alat untuk penghubung. Jika
dilihat dari segi pengaman, maka MCCB dapat berfungsi sebagai pengaman gangguan
arus hubung singkat dan arus beban lebih. Pada jenis tertentu pengaman ini, mempunyai
kemampuan pemutusan yang dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan.

Gb. MCCB (Mold Case Circuit Breaker)


c) ACB (Air Circuit Breaker)
ACB (Air Circuit Breaker) merupakan jenis circuit breaker dengan sarana
pemadam busur api berupa udara. ACB dapat digunakan pada tegangan rendah dan
tegangan menengah. Udara pada tekanan ruang atmosfer digunakan sebagai peredam
busur api yang timbul akibat proses switching maupun gangguan.

Gb. ACB (Air Circuit Breaker)


d) . OCB (Oil Circuit Breaker)
Oil Circuit Breaker adalah jenis CB yang menggunakan minyak sebagai sarana
pemadam busur api yang timbul saat terjadi gangguan. Bila terjadi busur api dalam
minyak, maka minyak yang dekat busur api akan berubah menjadi uap minyak dan busur
api akan dikelilingi oleh gelembung-gelembung uap minyak dan gas.

Gas yang terbentuk tersebut mempunyai sifat thermal conductivity yang baik
dengan tegangan ionisasi tinggi sehingga baik sekali digunakan sebagi bahan media
pemadam loncatan bunga api.

Gb. OCB (Oil Circuit Breaker)


e) VCB (Vacuum Circuit Breaker)
Vacuum circuit breaker memiliki ruang hampa udara untuk memadamkan busur
api, pada saat circuit breaker terbuka (open), sehingga dapat mengisolir hubungan setelah
bunga api terjadi, akibat gangguan atau sengaja dilepas. Salah satu tipe dari circuit
breaker adalah recloser. Recloser hampa udara dibuat untuk memutus- kan dan
menyambung kembali arus bolak-balik pada rangkaian secara otomatis. Pada saat
melakukan pengesetan besaran waktu sebelumnya atau pada saat recloser dalam keadaan
terputus yang kesekian kalinya, maka recloser akan terkunci (lock out), sehingga recloser
harus dikembalikan pada posisi semula secara manual.

Gb. VCB (Vacuum Circuit Breaker)

f) SF6CB (Sulfur Circuit Breaker)


SF6 CB adalah pemutus rangkaian yang menggunakan gas SF6 sebagai sarana
pemadam busur api. Gas SF6 merupakan gas berat yang mem- punyai sifat dielektrik dan
sifat mema- damkan busur api yang baik sekali. Prinsip pemadaman busur apinya adalah
Gas SF6 ditiupkan sepanjang busur api, gas ini akan mengambil panas dari busur api
tersebut dan akhirnya padam. Rating tegangan CB adalah antara 3.6 KV 760 KV.

Gb. 6. SF6CB (Sulfur Circuit Breaker)

3.

METER LISTRIK ATAU KWH METER


KWH Meter adalah alat penghitung pemakaian energi listrik. Alat ini bekerja
menggunakan metode induksi medan magnet dimana medan magnet tersebut
menggerakan piringan yang terbuat dari alumunium. Pengukur Watt atau Kwatt, yang pada
umumnya disebut Watt-meter/Kwatt meter disusun sedemikian rupa, sehingga kumparan
tegangan dapat berputar dengan bebasnya, dengan jalan demikian tenaga listrik dapat
diukur, baik dalam satuan WH (watt Jam) ataupun dalam Kwh (kilowatt Hour).
Pemakaian energi listrik di industri maupun rumah tangga menggunakan satuan
kilowatt- hour (KWH), dimana 1 KWH sama dengan 3.6 MJ. Karena itulah alat
yang digunakan untuk mengukur energi pada industri dan rumah tangga dikenal
dengan watthourmeters. Besar tagihan listrik biasanya berdasarkan pada angkaangka yang tertera pada KWH meter setiap bulannya Untuk saat ini. KWH meter

induksi adalah satu-satunya tipe yang digunakan pada perhitungan daya listrik rumah
tangga.
Bagian-bagian utama dari sebuah KWH meter adalah kumparan tegangan,
kumparan arus,sebuah piringan aluminium, sebuah magnet tetap, dan sebuah
gir mekanik yang mencatat banyaknya putaran piringan. Jika meter dihubungkan ke
daya satu fasa, maka piringan mendapat torsi yang membuatnya berputar seperti
motor dengan tingkat kepresisian yang tinggi. Semakin besar daya yang terpakai,
mengakibatkan kecepatan piringan semakin besar; demikian pula sebaliknya. Apabila
dilihat dari cara kerjanya, KWH Meter dibedakan menjadi :
a) KWH meter Analog
b) KWH meter Digital
a) KWH meter Analog
Adapun bagian-bagian utama dari sebuah KWH meter Analog antara lain,
sebagai berikut :kumparan tegangan
1. Kumparan arus
2. Piringan Aluminium
3. Magnet tetap
4. Gear mekanik yang mencatat jumlah perputaranpiringan aluminium
5. Bendera pengereman berfungsi mengatur piringan pengujian beban nol pada tegangan
normal.
6. Lidah pengereman adalah merupakan pasangan dengan bendera(8) Posisi lidah
pengereman dan bendera pengereman harus tepat sehingga: Pada beban nol,tegangan
norminal piringan berhenti pada saat posisi mereka berdekatan. Tetapi arus mula (0,5
% Id) piringan harus dapat berputar > 1 putaran.

Ditinjau dari segi cara bekerjanya maka pengukur ini memakai prinsip azas
induksi atau azas Ferraris. Dan pada umumnya alat pengukur ini digunakan untuk
mengukur daya listrik arus bolak balik. Pada alat ini dipasang sebuah cakera alumunium
(alumunium disk) yang dapat berputar, dimuka sebuah kutub magnit listrik (Electro
magnet).
Magnit llsitrik ini diperkuat oleh kumparan tegangan dan kumparan arus. Dengan
adanya lapangan magnit tukar yang berubah-ubah maka cakera (Disk) alumunium
ditimbulkan suatu arus bolak-balik, yang menyebabkan cakera tadi mulai berputar dan
menggerakkan pesawat hitungnya.
Secara umum perhitungan untuk daya listrik dapat di bedakan menjadi tiga
macam, yaitu,
1.

Daya kompleks S(VA) = V.I

2.

Daya reaktif Q(VAR) = V.I sin

3.

Daya aktif P(Watt) = V.I cos


Dari ketiga daya tersebut yang terukur pada KWH meter adalah daya aktif, yang

dinyatakan de

ngan satuan Watt. Sedangkan daya reaktif dapat diketahui besarnya dengan
menggunakan alat ukur Varmeter. Untuk pemakaian pada rumah, biasanya hanya
digunakan KWH meter.
Pada pembebanan bebas induksi kecepatan berputarnya cakera sangat tergantung
pada hasil kali tegangan pada hasil kali dari tegangan (E) x Kuat arus (I) dalam satuan
watt. Jumlah putaran tergantung pada kecepatan dan lamanya, dengan demikian dapat
kita rumuskan sebagai berikut :
Tegangan x Kuat Arus x Waktu = E x I x t dalam satuan Watt jam (WH)
Untuk alat pengukur Kilowatt jam (KWH) arus putar, pada umunya mempunyai
tiga system magnit, yang masing masing dengan sebuah kumparan arus dan tegangan
yang bekerja pada sebuah cakera turutan, dimana ketiga cakera itu dipasang pada sumbu
yang sama.

cara kerja KWH Meter


Pada piringan KWH meter terdapat suatu garis penanda (biasanya
berwarna hitam atau.merah)..Garis ini berfungsi sebagai indikator putaran piringan.
Untuk 1 KWH biasany setara dengan 900 putaran (ada juga 450 putaran tiap KWH).

Saat beban banyak memakai daya listrik, maka putaran piringan KWH ini akan semakin
cepat. Hal ini tampak dari cepatnya garis penanda ini melintas.
b) KWH Meter digital
KWH Meter digital digunakan untuk mengatasi kelemahan dari KWH Meter
analog. Adapun kelebihan dari KWH Meter Digital antara lain sebagai berikut :
Sistem pembayarannya dengan sistem prabayar, dengan sistem prabayar
menggantikan cara pembayaran umumnya, dengan menggunakan kartu prabayar

elektronik pengganti tagihan bulanan.


KWH meter denan tampilan digital yang menyala dan berukuran cukup besar.
Akurasi perhitungan KWH, tidak adanya tunggakan pembayaran tagihan listrik,
kemudahan memutus sambungan listrik pelanggan yang melakukan tunggakan
tagihan dengan menggunakan alat yang bisa di set up dari jarak maximal 200
meter.

Adapun cara kerja dari KWH meter digital antara lain sebagai berikut :
1. KWH Meter digital dikontrol oleh sebuah mikrokontroler dengan tipe AVR90S8515 dan
menggunakan sebuah sensor digital tipe ADE7757 yang berfungsi untuk membaca
tegangan dan arus serta untuk mengetahui besar energi yang digunakan pada instalasi
rumah.
2. Seven Segment sebagai penampil data besaran energi listrik yang digunakan di rumah.
Dari komponen-komponen tersebut dihasilkan sebuah KWH meter moderen dengan
tampilan digital yang dapat mengukur besaran penggunaan energi, dengan batasan
maksimal beban 500 watt.

Adapun sistem pembayaran KWH Meter digital yaitu dengan sistem pembayaran
moderen membeli sebuah voucher elektronik, berisi besaran digital yang berfungsi
sebagai pulsa dan juga sebagai pembanding besaran energi yang digunakan. Secara
otomatis sistem ini memutuskan tegangan rumah bila besaran tersebut mencapai nilai 0.
4.

SPIN CONTROL
Spin control merupakan alat kontrol penggunaan daya dalam rumah tinggal dan
akan selalu berputar selama ada daya listrik yang digunakan. Perputaran spin control ini
akan semakain cepat jika daya listrik yang digunakan semakin besar, dan akan melambat
jika daya listrik yang digunakan berkurang/sedikit.
Pada kanal output Bargainser biasanya terdapat 3 kabel, yaitu kabel fasa, kabel
netral dan kabel ground yang dihubungkan ketanah. Listrik dari PLN harus dihubungkan
dengan bargainser terlebih dahulu sebelum masuk ke instalasi listrik rumah tinggal.

5.

PENGAMAN LISTRIK
Faktor keamanan merupakan hal paling utama dalam perencanaan sebuah sistem.
Instalasi listrik yang terpasangpun memerlukan pengaman agar pengguna merasa tenang.
Pengaman ini lazim dikenal dengan sebutan sekering, istilah yang berasal dari bahasa
Belanda Zekering.Fungsi utamanya untuk mengamankan instalasi listrik bila terjadi
gangguan, misal terjadi hubungan singkat (short circuit) atau kita kenal dengan
istilah korsleting.
Secara garis besar ada dua jenis pengaman listrik pada instalasi listrik rumah
tinggal, yaitu:
1.

PENGAMAN LEBUR BIASA ATAU BIASA DISEBUT SEKERING (FUSE)


Ada dua jenis sekering (fuse) yang dikenal di pasaran yaitu tipe kawat lebur dan
tombol. Tipe kawat lebur bekerja memutuskan rangkaian listrik dengan cara
meleburkan kawat yang ditempatkan pada suatu tabung apabila kawat tersebut dialiri
arus listrik dengan ukuran tertentu. Sedangkan untuk tipe tombol mempunyai prinsip
kerja bila terjadi masalah hubung singkat maka arus listrik akan terputus dan untuk
menormalkan kembali cukup dengan menekan tombol yang besar tersebut. Tombol kecil
berfungsi untuk memutus aliran listrik

Pengaman lebur
Adapun jenis-jenis fuse yang beredar dalam pasaran adala sebagai berikut:
1. Fuse Links (NH Fuse)

NH Fuse links banyak dipakai di dunia industri. Fuse ini terdapat berbagai
jenis, mulai dari tegangan, ukuran body dan Class.

Tegangan : AC 400 / 500/ 690/ 1000/ 1500

Ukuran/ Size : 000, 00, 0, 1, 2, 3, 4

Class : a. gG : Aplikasi umum, Proteksi Kabel dan Line.


b. gB : Aplikasi Umum

c. aM : Proteksi Short pada motor.


d. gTr : Aplikasi Umum dan Proteksi Trafo.
e. gTF : Aplikasi Umum.
Fasilitas dan Keuntungan dengan Fuse Links

Indikator Trip yang mudah dideteksi

Rating Interupsi yang tinggi sampai 120 kA

Rating Tegangan yang beragam AC 400 ~ 1500 V

Class yang beragam.

Terdapat pilihan fuse base (besi atau keramik)

Rugi daya dan suhu yang rendah.

Tahan terhadap Corrosif.

2. Open Fuse Cut Out

Open Fuse Cut Out : Pada umumnya fuse cutout dipasang antara trafo
distribusi dgn saluran distribusi primer. Pada saat terjadi gangguan, elemen fuse akan
melebur dan memutuskan rangkaian sehingga akan melindung trafo distribusi dari
kerusakan akibat gangguan dan arus lebih pada saluran primer, atau sebaliknya
memutuskan saluran primer dari trafo distribusi apabila terjadi gangguan pada trafo
atau jaringan sisi sekunder sehingga akan mencegah terjadinya pemadaman pada
seluruh jaringan primer.

3. K type Fuse Link

K type Fuse Link : fuse adalah peralatan proteksi arus lebih yang bekerja
dengan menggunakan prinsip melebur. Terdapat 2 tipe fuse berdasarkan kecepatan
melebur elemen fusenya (fuswlink), yaitu tipe K (cepat) dan tipe T (lambat). Fuse
yang didesain untuk digunakan pada tegangan diatas 600 V dikategorikan sebagai fuse
cutout. Fuse cutout jenis ekspulsi (expulsion type) adalah yang paling sering
digunakan pada sistem distribusi saluran udara. Fuse jenis ini menggunakan elemen
fuse yang relatif pendek yang dipasang di dalam fuse cartridge.

Tersedia dalam ukuran (Ampere) :


KEARNEY Fuse Link ( K type )
1. 2A, 3A, 4A, 5A, 6A, 8A, 10A, 12A, 15A, 20A
2. 25A, 30A, 40A, 50A
3. 60A, 65A, 80A, 100A
4. 140A
5. 200A
AB CHANCE Fuselink ( K Type )
AB CHANCE Fuse Link
1. 2A, 3A, 4A, 5A, 6A, 8A, 10A, 12A, 15A, 20A
2. 25A, 30A, 40A, 50A
3. 60A, 65A, 80A, 100A
4. 140A
5. 200A
4. HRC Fuse

Sekering jenis ini sering disebut pula HRC fuse ( High Rupturing Capacity
fuse). Sekering tipe ini merupakan jenis sekering dengan kapasitas pemutusan tinggi.
5. Fuse kit pack 100

Kualitas tinggi jenis penggantian sekering untuk berbagai aplikasi. Ini kit
pukulan lambat sekering dengan rating T1A - T10A, rating tersebut tertera pada tutup
sekering. Jenis tertentu sekering adalah pukulan lambat atau jenis anti gelombang.
Sekering memiliki rating tegangan 250V dan biasanya digunakan dalam rangkaian
listrik dari banyak masukan peralatan elektronik konsumen yang berbeda. Ketika
tegangan listrik diterapkan pada suatu alat listrik maka arus transien yang tinggi dapat
mengalir yang akan menyebabkan cepat memutuskan sekering tradisional untuk
gagal. Penggunaan jenis sekering membantu mencegah kegagalan yang tidak
diinginkan dari sekering di aktifkan. Aliran arus konstan rata-rata lebih tinggi dari
nilai sekering namun akan menyebabkan kegagalan dan karena itu menghentikan
aliran arus gangguan.
Spesifikasi sekering:

Fuse jenis - pukulan anti kartrid gelombang lambat

Fuse panjang - 20mm

Fuse diameter - 5mm

6. Thermal Fuse

Sekering
bekerja

ketika

suhu
sistem

over head atau panas


lebih

sehingga

mengakibatkan sekering trip (memutus arus).

7. Sekering waktu ( Timer Fuse)

Sekering dengan waktu tertentu, bisa menset waktu sesuai dengan program
yang kita tentukan agar sekering tersebut bekerja.

2. PENGAMAN LISTRIK THERMAL ATAU BIASA DISEBUT MCB (CIRCUIT


BREAKER)
Pengaman listrik thermal merupakan alat pengaman yang akan memutuskan
rangkaian listrik berdasarkan panas. Jenis ini sering dipakai oleh pengguna.

Circuit breaker

6.

PLUG AND SOCKET


Plug dan socket listrik (dalam bahasa sehari-hari dikenal dengan colokan dan stopkontak) 2 pin awalnya diciptakan oleh Harvey Hubbell dan dipatenkan pada tahun 1904.
Karya Hubbell ini pun menjadi rujukan pembuatan plug dan socket setelahnya dan
menjelang tahun 1915 penggunaannya semakin meluas, walaupun pada tahun-tahun
1920an peralatan rumah serta komersial masih menggunakan socket lampu jenis screwbase Edison.
Kemudian plug 3 pin diciptakan oleh Albert Bttner pada tahun 1926 dan
mendapatkan hak paten dari badan paten jerman (DE 370538), karyanya tersebut dikenal
dengan nama "schuko". Namun ada juga pencipta plug 3 pin ini, yaitu Philip F. Labre,
semasa beliau masih menuntut ilmu di Sekolah Kejuruan Milwaukee (MSOE) dan
mendapatkan hak paten dari amerika serikat pada 5 Juni 1928. Siapa pun penenmunya,
penemuan plug atau colokan 3 pin ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa, karena
memperhatikan aspek keselamatan manusia, sehingga plug atau colokan listrik jenis ini
menjadi standar dihampir semua negara sampai saat ini.
Jenis-jenis plug dan socket diklasifikasikan berdasarkan tegangan dan frekuensi
yang digunakan pada suatu negara, sehingga dapat dikatakan hanya ada dua jenis yang
berdasarkan klasifikasi ini, yaitu:
Untuk tegangan 110-220 volt pada frekuensi 60 hz
Untuk tegangan 220-240 volt pada frekuensi 50 hz

Ada juga beberapa negara yang menggunakan plug dan socket untuk keduanya, lihat
peta penggunaan tegangan dan frekuensi listrik di dunia dibawah ini.

Sedangkan berdasarkan pengamannya plug dan socket diklasifikasikan

menjadi:
Tanpa pembumian, ungrounded. Biasanya untuk plug yang 2 pin, dan menurut

standar IEC merupakan class-II


Dengan pembumian, Grounded. Biasanya untuk plug yang 3 pin, dan menurut

standar IEC merupakan class-I


Dengan pembumian dan sekering, Grounded and fuse. Biasanya untuk plug
yang 3 pin.

Berdasarkan klasifikasi-klasifikasi diatas, maka plug dan socket setiap negara dapat
berbeda-beda, dan secara umum jenis dan standar dari plug dan socket adalah:

1. Jenis A
2 pin dengan standar NEMA 115 (North American 15 A/125 V
ungrounded)

plug jenis A juga dapat digunakan pada socket jenis B.


JISC 8303, Class II (Japanese 15 A/100 V ungrounded) merupakan
standar plug dan socket di jepang yang mirip dengan plug dan socket
jenis A, dan juga harus lulus uji dari MITI (Ministry of International

Trade and Industry) dan JIS (Japanese Industrial Standards).


2. Jenis B
3 pin dengan standar NEMA 515 (North American 15 A/125 V
grounded), merupakan plug dan socket standar di amerika utara
(Canada, Amerika Serikat dan Mexico), juga digunakan di Amerika
tengah, Karibia, Colombia, Ecuador, Venezuela dan sebagian Brazil,

Jepang, Taiwan dan Saudi Arabia


3 pin dengan standar NEMA 520 (North American 20 A/125 V
grounded), digunakan untuk instalasi rumah tanggal mulai tahun 1992,

dengan slot socket model T.


JIS C 8303, Class I (Japanese 15 A/100 V grounded)
3. Jenis C
CEE 7/16 (Europlug 2.5 A/250 V ungrounded), Plug ini biasa digunakan
dalam aplikasi-aplikasi class II (ungrounded). Plug ini adalah salah satu

plug internasional yang paling banyak digunakan karena cocok dengan


soket apapun yang bisa menerima kontak 4.0 4.8 mm dengan jarak
pisah 19 mm. Plug ini bisa digunakan di semua negara-negara Eropa
kecuali Inggris dan Irlandia (karena Inggris/Irlandia punya standar
tersendiri). Tapi penggunaan plug ini secara umum memang terbatas
untuk penggunaan aplikasi-aplikasi Class II yang memerlukan arus di

bawah 2,5 A dan unpolarized.


CEE 7/17 (German/French 16 A/250 V ungrounded), ukurannya hampir
sama dengan tipe E dan F, pada plug nya dilapisi dengan karet atau
plastik. Digunakan juga di korea selatan untuk peralatan listrik yang
tidak dibumikan dan di italia di kategorikan dengan Italian standard CEI

23-5.
BS 4573 (UK shaver), digunakan di Inggris untuk kegunaan alat-alat
cukur atau shaver yang ada di kamar mandi. Jarak antar pin 5,08 mm
dengan panjang pin 15,88 mm dan telah digunakan di inggris sejak

tahun 1960an.
Soviet plug (6 A/250 V ungrounded), hampir sama dengan French type

E dan CEE7/17
4. Jenis D
BS 546 (United Kingdom, 5 A/250 V grounded), equivalent to IA6A3

5.
6.

7.
8.

(India), rated at 6A / 250V


BS 546 (United Kingdom, 15 A/250 V grounded), equivalent to IA16A3

(India) & SABS 164 (South Africa), rated at 16A / 250V


Jenis E
CEE 7/5 (French type E)
Jenis F
CEE 7/4 (German "Schuko" 16 A/250 V grounded)
Gost 7396 (Russian 10 A/250 V grounded)
Jenis E/F Hybrid
CEE 7/7 (French/German 16 A/250 V grounded)
Jenis G
BS 1363 (British 13 A/230-240 V 50 Hz grounded and fused),
equivalent to IS 401 & 411 (Ireland), MS 589 (Malaysia) and SS 145

(Singapore), SASO 2203 (Saudi Arabia)


9. Jenis H
SI 32 (Israeli 16 A/250 V grounded)
Thai 3 pin plug TIS166-2549 (2006)
10. Jenis I
AS/NZS 3112 (Australasian 10 A/240 V)

CPCS-CCC (Chinese 10 A/250 V)


IRAM 2073 (Argentinian 10 A/250 V)
11. Jenis J
SEV 1011 (Swiss 10 A/250 V)
12. Jenis K
Section 107-2-D1 (Danish 13 A/250 V earthed)
13. Jenis L
CEI 23-16/VII (Italian 10 A/250 V and 16 A/250 V)
CEI 23-16/VII (Italian 10 A/250 V)
CEI 23-16/VII (Italian 16 A/250 V)
14. Jenis M
BS 546 (South African 15 A/250 V)
15. Belum Mendapatkan kategori
IEC 60906-1 (Brazilian 10 A and 20A /250 V)
7.
Stop Kontak
Stop kontak atau outlet merupakan bagian terminal akhir dari instalasi listrik yang
terpasang secara permanen sebagai penghubung energi listrik ke peralatan listrik. Disebut
permanen karena letaknya terpasang pada dinding. Ada dua bentuk stop kontak yaitu stop
kontak kecil, biasanya dimanfaatkan untuk menyalurkan listrik daya rendah ke alat-alat
listrik serta stop kontak besar yang digunakan untuk peralatan yang membutuhkan daya
listrik besar. Stop kontak besar telah dilengkapi dengan lempeng logam pada sisi atas dan
bawah yang berfungsi sebagai ground.
Berdasarkan tempat pemasangannya, stop kontak dibedakan menjadi dua jenis,
yaitu stop kontak yang dipasang pada tembok disebut stop kontak in bow serta stop kontak
yang dipasang di luar tembok atau sekedar ditempelkan pada permukaan tembok dan
lazim disebut stop kontak out bow.

Stop kontak in-bow (kiri) dan stop kontak out-bow (kanan)

8.

KABEL LISTRIK
Kabel listrik adalah media untuk menyalurkan energi listrik. Sebuah kabel listrik
terdiri dari isolator dan konduktor. Isolator adalah bahan pembungkus kabel yang
biasanya terbuat dari karet atau plastik, sedangkan konduktor terbuat dari serabut
tembaga atau tembaga pejal.
Kemampuan hantar sebuah kabel listrik ditentukan oleh KHA (kemampuan
hantar arus) yang dimilikinya dalam satuan Ampere. Kemampuan hantar arus ditentukan
oleh luas penampang konduktor yang berada dalam kabel listrik. Sedangkan tegangan
listrik dinyatakan dalam Volt, besar daya yang diterima dinyatakan dalam satuan Watt,
yang merupakan perkalian dari :
Ampere x Volt = Watt
Pada tegangan 220 Volt dan KHA 10 Ampere, sebuah kabel listrik dapat
menyalurkan daya sebesar 220V x 10A = 2200 Watt.
Jenis-jenis kabel listrik adalah
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)
j)
k)

Kabel NYA
Kabel NYM
Kabel NYY
Kabel NYAF
Kabel NYFGbY/NYRGbY/NYBY
Kabel NYCY
Kabel AAAC
Kabel ACSR
Kabel ACAR
Kabel NYMHYO
Kabel NYMHY

Kabel NYA : Kabel jenis ini di gunakan untuk instalasi rumah dan dalam
instalasi rumah yang sering di gunakan adalah NYA dengan ukuran 1,5 mm2 dan 2,5
mm2. Yang berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC Kode warna isolasi ada warna
merah, kuning, biru dan hitam. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat,
tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel udara) dan mudah digigit tikus. agar aman jika
menggunakan kabel tipe ini lebih baik kabel di pasang di dalam pipah atau saluran
penutup, karena selain tidak bisa di ganggu sama hewan pengerat dan tidak kenah air,

juga apabila ada isolasi yang terkelupas (terbuka) tidak bisa tersentuh langsung sama
manusia.

Kabel NYM : Kabel jenis ini hanya direkomendasikan khusus untuk instalasi
tetap di dalam bangunan yang dimana penempatannya biasa diluar/ didalam tembok
ataupun didalam pipa (conduit). Kabel NYM berinti lebih dari 1, memiliki lapisan
isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel
NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik
dari kabel NYA (harganya lebih mahal dari NYA). Kabel ini dapat dipergunakan
dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh ditanam.

Kabel NYY : Kabel ini dirancang untuk instalasi tetap didalam tanah yang
dimana harus tetap diberikan perlindungan khusus (misalnya duct, pipa PVC atau pipa

besi). Kabel protodur tanpa sarung logam. Instalasi bisa ditempatkan didalam dan
diluar ruangan, dalam kondisi lembab ataupun kering. memiliki lapisan isolasi PVC
(biasanya warna hitam), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Dan memiliki lapisan isolasi
yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY
memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus.

Kabel NYAF : Kabel ini direncanakan dan direkomendasikan untuk instalasi


dalam kabel kotak distribbusi pipa atau didalam duct. Kabel NYAF merupakan jenis
kabel fleksibel dengan penghantar tembaga serabut berisolasi PVC. Digunakan untuk
instalasi panel-panel yang memerlukan fleksibelitas yang tinggi, kabel jenis ini sangat
cocok untuk tempat yang mempunyai belokan belokan tajam. Digunakan pada
lingkungan yang kering dan tidak dalam kondisi yang lembab/basah atau terkena
pengaruh cuaca secara langsung.

Kabel NYFGbY/NYRGbY/NYBY : Kabel ini dirancang khusus untuk


instalasi tetap dalam tanah yang ditanam langsung tanpa memerlukan perlindungan

tambahan (kecuali harus menyeberang jalan). Pada kondisi normal kedalaman


pemasangan dibawah tanah adalah 0,8 meter.

Kabel NYCY : Kabel ini dirancang untuk jaringan listrik dengan penghantar
konsentris dalam tanah, dalam ruangan, saluran kabel dan alam terbuka. Kabel
protodur dengan dua lapis pelindung pita CU Kabel. Instalasi ini bisa ditempatkan
diluar atau didalam bangunan, baik pada kondisi lembab maupun kering.

Kabel BC : Kabel ini dipilin/stranded, disatukan. Ukuran / tegangan mak = 6


500 mm2 / 500 V Pemakaian = saluran diatas tanah dan penghantar pentanahan.

Kabel AAAC : Kabel ini terbuat dari aluminium-magnesium-silicon campuran


logam, keterhantaran elektris tinggi yang berisi magnesium silicide, untuk memberi
sifat yang lebih baik. Kabel ini biasanya dibuat dari paduan aluminium 6201. AAAC
mempunyai suatu anti karat dan kekuatan yang baik, sehingga daya hantarnya lebih
baik.

Kabel ACSR : Kabel ACSR merupakan kawat penghantar yang terdiri dari
aluminium berinti kawat baja. Kabel ini digunakan untuk saluran-saluran Transmisi
tegangan tinggi, dimana jarak antara menara/tiang berjauhan, mencapai ratusan meter,

maka dibutuhkan kuat tarik yang lebih tinggi, untuk itu digunakan kawat penghantar
ACSR.

Kabel ACAR : Kabel ACAR yaitu kawat penghantar aluminium yang


diperkuat dengan logam campuran, sehingga kabel ini lebih kuat daripada kabel
ACSR.

Kabel NYMHYO : Merupakan kabel jenis serabut dengan berintikan dua


serabut. Kabel ini biasanya digunakan untuk soundsystem, loudspeaker, virtual video.
Gunakan kabel jenis NYA/NYM untuk jembatan / hantaran listrik yang bersifat

permanen. Untuk pemakaian daya yang besar seperti televisi, magicom, sanyo,
kulkas, Ac gunakan jenis kabel ini secara langsung. Jenis kabel ini mampu
menghantar hingga 700 VA sehingga aman dan menjadikan pembayaran rekening
listrik menjadi murah. Untuk jenis kabel NYMHYO biasanya digunakan pada model
Roll. Jika digunakan pada pemakaian daya yang besar seperti tersebut diatas hanya
bersifat temporary / sementara karena jenis kabel ini hanya mamapu menghantarkan
listrik 20VA-50VA. Kurangi / hilangkan pemakaian jenis kabel ini karena mudah
sekali menimbulkan bahaya listrik serta menjadikan pembayaran listrik membengkak.
Spin control berputar berdasarkan panas yang dikeluarkan oleh energi listrik. Untuk
jenis kabel NYMHYO biasanya digunakan pada lampu taman.

NYMHY : Kabel jenis ini khusus direkomendasikan untuk digunakan sebagai


penghubung alat-alat rumah tangga yang sering dipindah pindah dan harus ditempat
kering. Kabel ini mempunyai isolasi plastic tahan panas. Bilamana digunakan untuk
penghubung alat pemanas, maka pada titik sambungannya antar alat dengan kabel,
temperaturnya tidak boleh lebih dari 85 derajat Celcius, karena hal tersebut dapat
membahayakan kabel itu sendiri