Anda di halaman 1dari 3

SEKOLAH KEBANGSAAN CHANGKAT TIN

31800 TANJONG TUALANG, PERAK


BORANG NILAM GURU
1.
NAMA
2.
JUDUL BUKU
3.
PENGARANG
4
PENERBIT
5.
SUMBER
6.
TARIKH
SINOPSIS / ULASAN

TAHUN :
JENIS :
BIL M/S:

___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
___________________________________________________________________________
Disediakan Oleh:

Disemak oleh:

(
)

..

CONTOH BUKU FIKSYEN MELAYU


SEKOLAH KEBANGSAAN CHANGKAT TIN

31800 TANJONG TUALANG, PERAK


BORANG NILAM GURU
1.
NAMA
2.
JUDUL BUKU
3.
PENGARANG
4
PENERBIT
5.
SUMBER
6.
TARIKH
SINOPSIS / ULASAN

Noorhaslinda bt Azamuddin
Tengelamnya Kapal Van Der Wijck
Hamka
Publishing House
TAHUN : 2015
Pusat Sumber Sekolah
JENIS : FM
17 Ogos 2016
BIL M/S: 288

Novel ini adalah sebuah karya fiksyen yang di ilhamkan dari nama sebuah kapal yang bernama Kapal
Van Der Wijck. Kapal tersebut telah tenggelam di perairan Brondong, Jawa Timur pada 28 Oktober
1963. Nelayan-nelayan yang berada berhampiran telah banyak membantu menyelamatkan mangsa
kapal karam. Sebagai mengenang dan menghargai jasa para nelayan tersebut, pihak Belanda telah
membina sebuah tugu peringatan di hadapan pejabat Pelabuhan Brondong.
Melalui peristiwa tersebut Hamka telah mendapat sumber inspirasi bagi menulis novel ini. Secara
keseluruhannya jalan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck banyak mengkritik sosial beberapa tempat
di Indonesia ketika. Kritkan yang paling ketara adalah kepada adat Minangkabau yang diamalkan oleh
masyarakat ketika itu.
Jalan cerita ini juga turut menyatakan kritikan kepada pemahaman berkenaan perhubungan antara
lelaki dan perempuan. Menurut penulis yang diasbabkan oleh watak Zainuddin, perhubungan lelaki
dan wanita itu tidak akan kekal sekiranya menjadikan modal wang dan pangkat tetapi akan kekal
sekiranya modalnya adalah cinta dan hati.
HAMKA juga dilihat mengkritik kepada masyarakat yang mudah terpengaruh dengan budaya-budaya
barat bawaan penjajah iaitu Belanda. Walaupun menolak pembaratan, tetapi HAMKA masih
menerima pemodenan. Pendapat HAMKA dilihat selari dengan Prof. Dr. Yusuf Al Qaradawi iaitu
Islam perlu dilihat pada "substance" bukan luaran semata-mata.
HAMKA juga mengangkat falsafah-falsafah bagi seorang yang mahu bergelar seniman sama ada
dalam bidang penulisan, pementasan dan sebagainya yang dilihat agak menarik.

Disediakan Oleh:

Disemak oleh:

(
)

..

CONTOH BUKU BUKAN FIKSYEN


SEKOLAH KEBANGSAAN CHANGKAT TIN

31800 TANJONG TUALANG, PERAK


BORANG NILAM GURU
1.
NAMA
2.
JUDUL BUKU
3.
PENGARANG
4
PENERBIT
5.
SUMBER
6.
TARIKH
SINOPSIS / ULASAN

Noorhaslinda bt Azamuddin
Biografi Agung Syeikh Arsyad Al-Banjari
Abdul Rahman Hj. Abdullah
Karya Bestari
TAHUN : 2016
Sendiri
JENIS : Karya Am
28 Jun 2016
BIL M/S: 993

Buku ini di tulis sebagai penghargaan kepada sejarah dan pemikiran Syeikh Muhammad Arsyad alBanjari (1710-1812) dan ulama keturunannya di Indonesia dan di Malaysia. Buku ini juga
menceritakan mengenai latar belakang sejarah dan proses pengislaman di Nusantara serta aliran
pemikiran Islam tradisional di Asia Barat umumnya dan di Nusantara khususnya.
Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjar mencipta nama sebagai tokoh ulama yang sangat aktif
berdakwah (melalui lisan dan tulisan) sehingga usia beliau 65 tahun. Melalui prinsip kerjasama ulama
dengan umara, beliau menjadi penasihat kesultanan Banjar serta meninggalkan warisan ilmu yang
kaya sebagai pengarang kitab yang produktif.

Disediakan Oleh:

Disemak oleh:

(Noorhaslinda bt Azamuddin)

..