Anda di halaman 1dari 5
am = Sq = 2 SBS =| =e a oasear aT + finermarne 7 = veweay 5086 0027 v= 924033 mL oat Sozasonze S0grfem bo= ao= ap = (ZY 027 + (BEY. 013)2 ap = [(oxzi9s122y:. oer» + (2 y coaay ap = J(OTaTISTAA (ORT + (—0,756395003)" (IS VOOVIGTIIIG 0,098386464 0,10 ge/em* 0= pot 80 9 = 620+ 0,10r/em? &Kesimptlan Pada pengukuran ini dapat disimpulkan bahwa setap —pengukuranpasti_memiiki nia ketidakpastian. Untuk pengukuran langsung nilai ketidakpastian relatifnya bisa langsung diperoleh dengan umes 2NST. Sedanglan —wntukc pengokuran tak langsung bisa diperoleh dengan rumus 5 Pada pengukuran langsung rilainya bisa Jangsung dart dengan alt kur, sedangkan pada penguin tak lagsang harus dengan ross FMIPA FISIKA UNIVERSITAS TANJUNGPURA, @O1BTE (0.000729) + (OS77133401). (0169) [OpOOOTOBETE + 0,005665054 sehingga terlebih dahulu melakukan pengukuran Jangsung. Pustaka Djonoputro, B. Darmawan, Teor! ketidakpastian Bandung: Penerbit ITB, 1984. Giancolli, Douglas. 2001. Fisika jiid 1 Jakarta Erlangga. ‘Tippler, PA.1998. Fisika Untuk Sains dan Teknik jill. Jakarta: Penerbit Erlangga 3. Pengukuran Langsung Berulang, a) Tabel Pengukuran Ke- re = 1 a7 09 2z 044 0.1935 z 09 07921 4 0.84 0.7056 5 0.69 (04761 6 87. 0.7559 7 O63 0.3969 a 077 0.5929 9 0.46 02116 10 052 02704 > 681 4.8851 = 463761 Rata-Rata 0.681 by Analisa ty = 0.681 =O7s n= 5-) PD a= 2, foeseen=erre ior KTP = 0071428571 URTET kr = 007 (0525452186) at= Oos2sas219 at= 0055 4 Pengukuran Tak Langsung Berulang a) Tabel Pengakaran Re= | — mater) | vial [To 1 so7 [8 | 357088 [6 z soa [ 8 [250081 [66 3 St 9 | 2601 [ar 4 30a | 8 | 2sane8 | of 5 03 [8 | 259081 [64 é E 9 | 250064 [ar z a 2 soo [8 | 250081 | 6 2 so | 8 | 250081 | 6a 10 303 | 8 | 250081 | 64 50n6 | a2 | ashore | 74 25067336 | 6728 Rata-Rata | 5086 | 82 FMIPA FISIKA UNIVERSITAS TANJUNGPURA, D, Hasit dan Pembahasan 1. Pengukuran Langsung Tunggal a) Tabel Panjang (em) Lebar (em) ‘Tinga (em) Balok 0 N wu WN 0 SN Tembaga [“Ggem_| 009em | 18cm | O08em | L2em | 0055 em 4,89 em 1,88.em 1.255 em ) Analisa Pengukuran—tunggal—_artinya Pengukuran yang (Karena suatu hal) Glilakukan hanya selall. Pada p= 4,89 + 0,0025 cm ppengukuran inj, alat yang digunakan T= lp+al adalah Jangka—Sorong. Maka 188 + 0.0025 cm ketidakpastiannya (4x) adalah: totat ax 11255 + 0,0025 em ax 2, Pengukuran Tak Langsung Tunggal a) Tabel Panjang (cm) Lebar (em) ‘Tinga (em) Balok-Tembaga | _ SU SN w SN su SN 48cm | 090m | 18cm | 08cm | i2em | 0055cn 489 em 1188 em 1.255em b) Analisa P= Polote Beate v= (4,89)(1,08)(1,255) Zan Av = (L.0)(Ap) + (W0)(AD + @.DCAL) 1,88 x 1,255)(0,0025) + (4,89 x 1,255)(0.0025) + (4,89 x 1,88)(0.0025) ‘av = (2,3594)(0,0025) + (6,13695)(0,0025) + (9,1932)(0,0025), ‘Av = 0,0058985 + 0,015342375 + 0,022983, ‘y= 0044223875 ‘Av = 0,042 em? vary t ay v= 115 £0042 on? v= 115 £0042 om* x10 FMIPA FISIKA UNIVERSITAS TANIUNGPURA besaran fas diyatatan_ dengan <= satan mals ketapastan mul besa is fr ada x satan dan ketakpanian reli besaran fis itu adalah Dengan begs banyakiya operas matematika ne mengola datedata hal pengkran dan snk "menesukan —Rewakpostian has pengukuran itu, maka dapat dibayangkan Bagaimana”rumiayaanga-angla ng ars Gila dn argkaanga yngharusdaporan Unie menghindrttesltan membaca dan reliant melporan ang ha pengukiran dan has prhitangan, maka data asl pengukaran dan has pengaahannya dls dengan mengunatan tran aga peting Angka "penting alah agloangla_ yang Apert da has penguaran yng tera dan anghavangha pst dan at ang tera yang diragtkan. Sem angka yang deol dar hast pengukiran debut ANGKA PENTING tei tas Anga-anga past dan anghangh teak yang Stasi (Ang alan. asl pengularan dalam sa ak perah sak sla tra Keslhan pada, alts mengukurya,Keslshan int dapat Giperkei dengan menggunaan ala uk yang tbh eit Acar baka peulian angka pet aang pert pa slain 0 alah 1.23 a4 maka ambi dang pening ~ _ Jika angka pertama selain nol adalah : 5, 6, 7,8 av 9, mak cop menolitan 8 angi pent ~ Gre membultan angka meng sturan pembula utente ia angkaawal ang aan dangkan karang tarsal ke baw, ia ga aval yang akon angan bh Aan maka dilate sta ~ ik ang yang akan”hlngkan_ sama Sengan 5, moka angka. sebcumnj. Barus Sigenpkan Jka gan dan arn ha sep Metodologi Pengukuran dilakukan pada hari raby, 7 November 2012 di lab, Fisika dasar FMIPA UNTAN. Pengukuran yang di lakulan antara lin: 41. Pengukuran Langsung Tunggal ‘lat dan bahan yang digunakan adalah satu buah Jangka sorong, satu buah balok tembaga, dan alat tulis. Untuk Kegiatan pengulkuran, pertama alat dan bahan disiapkan, Jangka sorong diambil dan FMIPA FISIKA UNIVERSITAS TANJUNGPURA, dikalibrasikan, Kemudian balok tembaga diambil dan dibitung panjang, lebar dan tingginya dengan jngka sorong, Setelah itu nilai panjang,lebar, dan tingsinya dicatat dalam tabel, 2. Pengukuran Tak Langsung Tunggal Di dalam penguluran tak langsung tunggal yang saya lakukan, data yang digunakan adalah data dari penguluran langsung tunggal. Hanya saja dlipengukuran tak langsung tunggal int, yang dari adalah volumenya.Alat dan bahan yang digunakan ‘masih sama, yal satu buah jangka sorong, satu Duah balok tembaga, dan ala tulis Untuk kegiatan pengukuran, pertama alat dan bahan dislapkan. Jangka sorong diambil dan dilalibrasikan Kemudian balok tembaga diambil dan dihitung panjang, lebar dan tingginya dengan jangka sorong. Setelah itu, nilai_panjang, lebar, dan ‘Ungginya dicatat dalam tabel 3. Pengukuran Langsung Berulang Di dalam pengukuran langsung berulang,alat dan bbahan yang digunakan adalah satu buah stopwatch, satu bah Kelereng satu buah ppenggaris yang panjangnya 100 cm atau lebih, dan flat tus Untuk kegiatan penguluran, pertama ppenggaris diambil dan diukurkan pada dinding dengan ketinggian 1,5 m sebagai ketinggian untuk keelereng yang akan dijatuhkan, Kemudian keelereng diambil dan diangkat setinggi 15 m. Kolereng yang telah diangkat dijatubkan. ‘Pada saat kelereng akan dijatubkan, stopwatch Gihiduplan dan dimatikan setelah kelereng jatuh i lantal, Waktu saat jatulnya kelereng dihitung sebanyak 10 kali dan hasilnya dicatat dalam tab 4, Pengukuran Tak Langsung Berulang Pada pengukuran tak langsung berulang ini saya ‘menghitung massa jenis benda. Alat dan bahan yang digunakan adalah satu buah neraca analitik, Satu buah gelas ukur, satu buah benda, dan alat tulis. Untuk kegiatan pengukurannya, prtama aat dan bahan disiapkan. Neraca anak diambil dan ddikalibrasikan, massa benda dihitung dengan menggunakan neracaanalitik dan dihitung sebanyak 10 kali, Setelah itu, gelas ukur diambil dan list dengan air sebanyak n_ miller. Kemudian benda tersebut dimasukkan kedalam gelas ukur dan diamati serta volumenya dihitung. Hal ini dilakukan sebanyak 10 kali Hasilnya dicatat dalam tabel APLIKASI KETIDAKPASTIAN DALAM PENGUKURAN ‘Nama: Handoyo Margi Waluyo ‘NIM: H12112022 A. Latar Belakang dan Tujuaan Fisika adalah imu pengetahuan yang berbasis pada pengamatan terhadap gejala alam. Inti dari pengamatan adalah pengukuran. Dengan cdemikian, fisika adalah ilmu pengetahuan yang, berdasarkan pada pengukuran. Kebenaran tertinggi dalam fisika adalah hasil_pengamatan (eksperimen). Hal ini berartijika ada teori yang ramalannya tidak —sesuai dengan hasil engamatan, maka teori _tersebut ditolak bagaimanapun bagusnya teori tersebut. Hal ini ‘menunjukkan betapa pengamatan dalam fisika ita ssangat penting. Itulah sebabnya pengetahuan tentang cara pengukuran merupakan kebutuhan vyang penting. Pada pengukuran, wajib_memiliki nilai ketidakpastia. ika tidak memiliki ketidakpastian, data tersebut diragukan bahkan tidak dipakai Pengukuran ini dilakukan untuk mengetahul cara ‘menggunakan alat ulur, mampu menentukan nila Ketidakpastian pada pengukuran tunggal dan berulang, serta bisa mengolah data dan ‘menuliskanaya dalam bentukbaku, BL Landasan Teor Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran lain sejenis ‘yang ditetapkan sebagai satuan. Pengukuran ada ‘dua macamyaitu pengukuran langsung dan ppengukuran tdak langsung. -Pengukuran Tangsung adalah pengukuran yang. dilakukan dengan cara langsung mengukur benda yang bersangkutan dan memperoleh hasilnya, seperti mengukur panjang dengan penggaris, massa dengan neraca, suhu dengan termometer dan sebagainya. Sedangkan, pengukuran tak Tangsung adalah dengan menggunakan_rurmus, seperti mengukur luas lingkaran, Iuas persegi ppanjang dan sebagainya. Dalam kegiatan pengukuran suatu besaran tidaklah mungkin didapatkan hasil yang Sempurna. Solalu ada kesalahan, baik yang disebabkan oleh pengukur atau alat ukurnya Dengan kata lain kta tidak mungicin memperoleh nilal benar (Xe), melainkan selaluterdapat ketidakpastian (Ax). Hasil pengukuran suatu besaran dtuliskan dalam bentuk x =x tar Dengan x adalah nilal pendekatan terhadap nilal benar (xo) dan (Ax) adalah ketidakpastian. Pengukuran langsung —tunggal adalah Pengukuran yang dilakukan hanya satu kali saa, FMIPA FISIKA UNIVERSITAS TANJUNGPURA, ‘papun alasannya, Hasilyembacaan sala yang dlparditetanul dengan patti adalah hanya samp kepada ~stala terkecllya sja, sdangkan Seloihnya adalah hanya teskaan stay talsian sala, dan ink bersfat sangatsubjeki”sehingza pantas draguan, Penis has xamytde Dengan x= hail pengukoran tunggal zo hasl pengakuran yang sebenarnya ‘Ae= ketdaipastian = xNST Pengukuran langsung = berulang adalah pengukran yang dlakskan lebih dar st kat Yaltu ina atau. sepulih hall penguran Penisan” has pengukurannya adalah gag the Dengan: al pengukuran berulang has rata-ratapengukuran berulang + [EEE — perdakpasin Pengukuran’ tak langsung tunggal, kata ‘ingin "mengukur* (menghitung) besaran fisika C, Gengan mengutur A'dan 8 masingmasng 20s kal olla sunt ngs! (rms) C= C(AB). Dima [AT ApSAA (AA dapat mela NST) = Be+48, (48 didapat mea NST) ake C=Gya4c atung metal: Co= C(Aa,Bo), dan sen (oe Penguluran fa langsung berulang, ja sngin melakukan “pengukuran" (penghitungan) suatu besaran ska dengan mengulur besaran Ada kedvanyasecaraberulang Mell fost (urs) C{AB). Dengan: [AT AOSAA (Ao dapat dar rataata, AA didapat dengan stand devi) [B= Bye8B (Bp dapat dan rata-ata, A didapat dengan standar devia) Make C=Ge4nc ihtung mela Co=C(AaBo). dan +¢ Selain ketidakpastian mutlak, dalam pengukuran juga dikenal ketidakpastian relative, Bila sebuah pengukurannya adalah: ox