Anda di halaman 1dari 113

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR KELOMPOK KOMPETENSI E

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR

KELOMPOK KOMPETENSI E

PELAKSANAAN SUPERVISI MANAJERIAL

Penanggung Jawab Dra. Garti Sri Utami, M. Ed.

Penyusun

1. Dr. Tatang Sunendar, M.Si.; 08122125812; tasundar_is@yahoo.com

2. Drs. Soelthon Hakim, M.Si.; 081330059210; sulton.konselor@yahoo.com

3. Dra. Yeyeh Rodiah, M,Pd.; 08122006332; yeyehrodiah@yahoo.com

Penelaah Dr. Mahnuri M.Si.; 08128420364; mahnuri_mufti@yahoo.com

Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Copyright @ 2016 Edisi ke-1: Agustus 2016 Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang menyalin sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan individu maupun komersial tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

DAFTAR ISI

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

i

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI

iii

DAFTAR

GAMBAR

vi

DAFTAR TABEL

vii

DAFTAR LAMPIRAN

viii

PETA KEDUDUKAN MODUL

ix

PENDAHULUAN

1

A. Latar Belakang

1

B. Target Kompetensi

2

C. Tujuan Pembelajaran

2

D. Peta Kompetensi

3

E. Ruang Lingkup dan Pengorganisasian Pembelajaran

4

F. Cara Penggunaan Modul

5

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MELAKSANAKAN PEMBINAAN DALAM PENGELOLAAN

SATUAN PENDIDIKAN SESUAI 8 SNP

6

A. Tujuan Pembelajaran

6

B. Indikator Pencapaian Tujuan

6

C. Uraian Materi

6

1. Pembinaan Penyusunan Perencanan Sekolah

6

2. Pembentukkan Budaya dan Iklim Sekolah yang Kondusif dan Inovatif

9

3. Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)

10

4. Pengelolaan Sarana Prasarana Sekolah

11

5. Pengelolaan Peserta Didik

12

6. Pengelolaan Ketatausahaan Sekolah dalam Mendukung Pencapaian Tujuan Sekolah

12

D. Aktivitas Pembelajaran

13

E. Latihan/Kasus/Tugas

19

F. Rangkuman

20

G. Umpan Balik

21

H. Refleksi dan Tindak Lanjut

21

I. Kunci Jawaban

22

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 PELAKSANAAN PEMBINAAN DALAM PENYUSUNAN ADMINISTRASI SEKOLAH

23

A. Tujuan Pembelajaran

23

B. Indikator Pencapaian Tujuan

23

C. Uraian Materi

23

1. Administrasi Persuratan

23

2. Administrasi Kepegawaian

24

3. Administrasi Sarana Prasarana

25

4. Administrasi

Keuangan

26

5. Supervisi Sekolah

26

D. Aktivitas Pembelajaran

26

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

E. Latihan/Kasus/Tugas

32

F. Rangkuman

33

G. Umpan Balik

33

H. Refleksi dan Tindak Lanjut

34

I. Kunci Jawaban

34

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 MENGARAHKAN KEPALA SEKOLAH DAN GURU DALAM

MENGANALISIS PERMASALAHAN LAYANAN BK DI SEKOLAH

35

A. Tujuan Pembelajaran :

35

B. Indikator Pencapaian Tujuan

35

C. Uraian Materi

35

1. Pengertian Bimbingan dan Konseling di Sekolah

35

2. Tujuan Layanan Bimbingan dan Konseling

35

3. Fungsi Layanan Bimbingan dan Konseling

36

4. Komponen/Jenis Layanan BK di Sekolah

36

5. Masalah Layanan BK di Sekolah

37

6. Administrasi Layanan BK

37

D. Aktivitas Pembelajaran

38

E. Latihan/Kasus/Tugas

41

F. Rangkuman

42

G. Umpan Balik

42

H. Refleksi dan Tindak Lanjut

43

I. Kunci Jawaban

43

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4 MENGARAHKAN KEPALA SEKOLAH DAN GURU DALAM

MELAKSANAKAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH

44

A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran :

44

B. Indikator Pencapaian Tujuan

44

C. Uraian Materi

44

1. Program BK di Sekolah

44

2. Mekanisme Layanan dan Strategi Layanan BK

44

3. Mekanisme Organisasi Pengelolaan Bimbingan dan Konseling

46

4. Perbandingan Peranan Kepala Sekolah dalam Pengorganisasian Bimbingan dan

 

Konseling

47

5.

Mengatasi Permasalahan Siswa dalam Pelaksanaan BK di Sekolah

48

D. Aktivitas Pembelajaran

48

E. Latihan/Kasus/Tugas

50

F. Rangkuman

51

G. Umpan Balik

52

H. Refleksi dan Tindak Lanjut

52

I. Kunci Jawaban

53

KEGIATAN PEMBELAJARAN 5 MEMOTIVASI GURU MEREFLEKSIKAN HASIL-HASIL YANG DICAPAINYA UNTUK MENEMUKAN KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DALAM MELAKSANAKAN TUGAS POKOKNYA DI SEKOLAH

54

A. Tujuan Pembelajaran

54

B. Indikator Pencapaian Tujuan

54

C. Uraian Materi

54

1. Pengantar

54

2. Merencanakan Administrasi Pembelajaran

55

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

3. Mengelola Proses Pembelajaran

55

4. Mengelola Program Penilaian

56

D. Aktivitas Pembelajaran

60

E. Latihan/Kasus/Tugas

69

F. Rangkuman

70

G. Umpan Balik

70

H. Refleksi dan Tindak Lanjut

71

I. Kunci Jawaban

72

KEGIATAN PEMBELAJARAN 6 MEMOTIVASI KEPALA SEKOLAH

HASIL-HASIL YANG DICAPAINYA UNTUK MENEMUKAN KELEMAHAN DAN KEKUATAN

MEREFLEKSIKAN

DALAM MELAKSANAKAN TUGAS POKOKNYA DI SEKOLAH

73

A. Tujuan Pembelajaran

73

B. Indikator Pencapaian Tujuan

73

C. Uraian Materi

73

D. Aktivitas Pembelajaran

73

E. Latihan/Kasus/Tugas

80

F. Rangkuman

83

G. Umpan Balik

83

H. Refleksi dan Tindak Lanjut

84

I. Kunci Jawaban

84

EVALUASI

85

PENUTUP

95

DAFTAR ISTILAH

96

DAFTAR PUSTAKA

97

LAMPIRAN

100

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Peta Kedudukan Modul

ix

Gambar 2. Peta Kompetensi Modul Pelaksanaan Supervisi Manajerial

3

Gambar 3. Proses Perencanaan Pengembangan Sekolah

7

Gambar 4. Mekanisme Layanan BK

48

Gambar 5. Teknik Penilaian Sikap

58

Gambar 6. Tehnik Penilaian Pengetahuan

59

Gambar 7. Teknik Penilaian Ketrampilan

60

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Organisasi Pembelajaran

4

Tabel

2.

Strategi Pembelajaran

4

Tabel 3 . Analisis Hasil Pemantauan

14

Tabel 4. Contoh Penyusunan Materi Pelatihan untuk Kepala Sekolah

15

Tabel 5. Hasil Pemantauan Sekolah Binaan

28

Tabel 6. Contoh Hasil Pemantauan Keterlaksanaan Supervisi Sekolah

31

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Kunci Jawaban Evaluasi

100

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

PETA KEDUDUKAN MODUL

Modul Pengawas Sekolah Pembelajar terdiri dari 10 modul. Dari modul A sampai dengan modul J.
Modul Pengawas Sekolah Pembelajar terdiri dari 10 modul. Dari modul A sampai dengan modul J.

Modul Pengawas Sekolah Pembelajar terdiri dari 10 modul. Dari modul A sampai dengan modul J. Saat ini Saudara sedang membahas dan mempelajari modul E, Pelaksanaan Supervisi Manajerial.

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MODUL J Pedoman Pengawasan MODUL I Pengembangan Profesi EVALUASI MODUL H Penilaian
PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN
MODUL J
Pedoman Pengawasan
MODUL I
Pengembangan Profesi
EVALUASI
MODUL H
Penilaian Kinerja Kepala Sekolah,
Guru dan Tenaga Kependidikan
PENDIDIKAN
MODUL G
Penilaian dan Pemantauan
Pembelajaran
MODUL F
Pemantauan Pelaksanaan
Pemenuhan SNP
MODUL E
Pelaksanaan Supervisi Manajerial
SUPERVISI
MODUL D
Laporan Hasil Pengawasan
MANAJERIAL
MODUL C
Program Pengawasan Supervisi
Manajerial
MODUL B
Konsep Supervisi Manajerial
SUPERVISI
MODUL A
Supervisi Akademik
AKADEMIK
MODUL B Konsep Supervisi Manajerial SUPERVISI MODUL A Supervisi Akademik AKADEMIK Gambar 1. Peta Kedudukan Modul

Gambar 1. Peta Kedudukan Modul

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Modul Pengawas Sekolah Pembelajar merupakan salah satu upaya memfasilitasi seluruh pengawas sekolah untuk meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan supervisi manajerial bagi sekolah binaannya. Kualitas pendidikan di sekolah ditentukan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah kualitas pengelolaan proses pembelajaran. Pendidik merupakan sumber daya manusia yang sangat menentukan keberhasilan pembelajaran peserta didik, dalam pengelolaan sekolah peningkatan mutu pendidikan, pengawas sekolah perlu memiliki kompetensi dalam melakukan supervisi manajerial.

Esensi supervisi manajerial adalah pemantauan, pembinaan terhadap pengelolaan dan administrasi sekolah. Dengan demikian fokus supervisi ini dititikberatkan pada pelaksanaan manajemen sekolah, yang meliputi: (a) manajemen kurikulum dan pembelajaran, (b) kesiswaan, (c) sarana dan prasarana, (d) ketenagaan, (e) keuangan, (f) hubungan sekolah dengan masyarakat, dan (g) layanan khusus.

Selain melakukan supervisi terhadap hal-hal di atas, pengawas sekolah dituntut pula melakukan pematauan terhadap pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan yang meliputi : (a) Standar isi, (b) Standar kompetensi lulusan, (c) Standar proses, (d) Standar pendidik dan tenaga kependidikan, (e) Standar sarana dan prasarana, (f) Standar pengelolaan, (g) Standar pembiayaan, (h) Standar penilaian. Tujuan supervisi adalah agar sekolah terakreditasi dengan amat baik sehingga dapat memenuhi dan melebihi Standar Nasional Pendidikan. Tugas supervisi manajerial oleh pengawas sekolah,lainnya harus dilakukan berkaitan dengan pengelolaan atau manajemen sekolah.

Pengawas sekolah melalui supervisi manajerial dapat melihat kondisi sekolah yang dikelola oleh kepala sekolah. Pengawas sekolah sebagai supervisor dapat memberikan motivasi dan memberikan pelayanan supervisi manajerial secara optimal kepada para guru dan kepala sekolah. melalui supervisi manajerial diharapkan terjadi perubahan kinerja guru dan kepala sekolah ke arah yang lebih berkualitas dan menumbuh kembangkan perilaku belajar peserta didik yang lebih baik. Proses pengelolaan sekolah yang berkualitas dan hasil belajar peserta didik yang optimal merupakan satu indikator keberhasilan pengawas dalam melakukan pembinaan. Untuk itu, pengawas sekolah perlu membuat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi serta tindak lanjut supervisi manajerial

Pengawas sekolah profesional, mampu membawa kepala sekolah dan warga sekolah untuk berubah ke arah yang lebih baik. Pengawas sekolah sebagai agen perubahan bertanggung jawab membawa sekolah menuju sekolah yang bermutu. Mengingat bahwa perubahan itu penting, pengawas sekolah dalam supervisi manajerial perlu memikirkan bagaimana memulai perubahan . Perubahan-perubahan itu harus diterima oleh seluruh warga sekolah (internal stakeholders) dan pihak terkait di luar sekolah (external stakeholders) yang selanjutnya digunakan untuk memotivasi kepala sekolah melakukan inovasi.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

Kegiatan pada modul ini meliputi tatap muka selama 30 jam pembelajaran. Untuk memudahkan pelaksanaan modul ini, Pengawas sekolah harus melaksanakan kegiatan tatap muka, pelaksanaan supervisi manajerial dengan kegiatan sebagai berikut 1) Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah 2). Membina kepala seko!ah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah, 3) Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah.

Dalam rangka meningkatkan kemampuan, pengawas melaksanakan kegiatan tatap muka secara mandiri atau melalui diskusi fokus/Focus Group Discussion (FGD), diskusi kelas/whole group, diskusi kelompok, pendampingan, kerjasama/kolaboratif dengan para pengawas sekolah lain. Selanjutnya pada bagian akhir dari modul ini Saudara akan diberi latihan soal sebagai penguatan dan umpan balik tentang modul keberhasilan pelaksanaan supervisi manajerial.

B. Target Kompetensi

1. Membina kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

2. Membina kepala sekolah dan guru BK dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah.

3. Mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanankan tugas pokoknya di sekolah.

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari modul Pengawas Sekolah Pembelajar (PSP) , Pengawas diharapkan mampu:

1. melaksanakan pembinaan pengelolaan satuan pendidikan sesuai 8 SNP.

2. melaksanakan pembinaan dalam penyusunan administrasi sekolah;

3. meningkatkan motivasi mengarahkan kepala sekolah dan guru dalam menganalisis permasalahan layanan BK/Konselor di sekolah;

4. mengarahkan kepala sekolah dan guru BK/Konselor dalam melaksanakan bimbingan dan konseling;

5. mendorong guru merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya;

6. mendorong kepala sekolah merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

D. Peta Kompetensi PERMENDIKNAS NO 12 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENGAWAS SEKOLAH/MADRASAH DIMENSI SUPERVISI
D. Peta Kompetensi
PERMENDIKNAS NO 12 TAHUN 2007
TENTANG STANDAR PENGAWAS
SEKOLAH/MADRASAH
DIMENSI SUPERVISI MANAJERIAL
KOMPETENSI
2.5
2.6
2.7
Membina kepala sekolah
Membina kepala
dalam pengelolaan dan
administrasi satuan
pendidikan berdasarkan
manajemen peningkatan
mutu pendidikan di
sekolah
sekolah
dan
guru
BK
dalam
melaksanakan
Mendorong guru dan kepala
sekolah dalam merefleksikan hasil-
hasil yang dicapainya untuk
menemukan menemukan kelebihan
bimbingan
konseling
di
sekolah
dan kekurangan dalam
melaksanankan tugas pokoknya di
sekolah
2.5.1
2.6.1
2.7.1
Melaksanakan
pembinaan
dalam
Meningkatkan motivasi
mengarahkan kepala
pengelolaan
satuan
pendidikan sesuai 8
sekolah dan guru
dalam menganalisis
SNP.
permasalahan layanan
BK di sekolah
Mendorong guru merefleksikan
hasil-hasil yang dicapainya
untuk menemukan kelebihan dan
kekurangan dalam
melaksanakan tugas pokoknya di
sekolah
2.5.2
2.6.2
2.7.2
Melaksanakan
pembinaan
dalam
penyusunan
administrasi sekolah
Mengarahkan kepala
sekolah dan guru BK
dalam melaksanakan
bimbingan konseling
Mendorong kepala sekolah
merefleksikan hasil-hasil yang
dicapainya untuk menemukan
kelebihan dan kekurangan dalam
melaksanakan tugas pokoknya di
sekolah
PELAKSANAAN SUPERVISI MANAJERIAL

Gambar 2. Peta Kompetensi Modul Pelaksanaan Supervisi Manajerial

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

E. Ruang Lingkup dan Pengorganisasian Pembelajaran

1. Ruang Lingkup

Ruang lingkup pembelajaran dalam modul ini meliputi; pembinaan kepala sekolah dalam pengelolaan dan administrasi satuan pendidikan berdasarkan manajemen peningkatan mutu pendidikan di sekolah, pembinaan kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling di sekolah serta mendorong guru dan kepala sekolah dalam merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanankan tugas pokoknya di sekolah.

2. Pengorganisasian Pembelajaran

a. Kegiatan Pembelajaran dan Alokasi Waktu

Kegiatan pembelajaran dan alokasi waktu terinci pada tabel 1 berikut.

Tabel 1. Kegiatan Pembelajaran dan Alokasi Waktu

   

Alokasi

No

Kegiatan Pembelajaran

Waktu

1

Melaksanakan pembinaan pengelolaan satuan pendidikan sesuai dengan delapan (8) Standar nasional pendidikan

4

JP

2

Melaksanakan pembinaan dalam menyusun adminsitrasi sekolah

6

JP

3

Meningkatkan motivasi dalam mengarahkan kepala sekolah dan guru dalam menganalisis permasalahan layanan Bimbingan Konseling di sekolah

5

JP

4

Mengarahkan kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan bimbingan konseling

5

JP

5

Mendorong guru merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah

4

JP

6

Mendorong kepala sekolah merefleksikan hasil-hasil yang dicapainya untuk menemukan kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan tugas pokoknya di sekolah

6

JP

 

Jumlah

30 JP

Melalui modul ini, Saudara akan melakukan kegiatan pembelajaran pelaksanaan supervisi manajerial yang diawali dengan kegiatan mempelajari pendahuluan pelaksanaan supervisi manajerial melalui beberapa kegiatan antara lain diskusi, studi kasus, bermain peran, dan simulasi kemudian diakhiri dengan tes. Kegiatan tatap muka dilaksanakan selama 30 jam pembelajaran dengan struktur pembelajaran seperti pada tabel 1.

b. Strategi Pembelajaran Strategi pembelajaran yang digunakan dalam modul Pengawas Sekolah Pembelajar ini tertera pada tabel 2 berikut ini :

Tabel 2. Strategi Pembelajaran

No

Strategi

1

Diskusi

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

2

Presentasi/ simulasi

3

Studi kasus

4

Permainan/Ice Breaker

5

Bermain peran

6

Curah pendapat

F. Cara Penggunaan Modul

Modul Pengawas Sekolah Pembelajar dirancang dengan moda tatap muka dengan pola 30 JP. Langkah-langkah yang harus dilakukan pengawas sekolah pembelajar dalam mempelajari Modul adalah sebagai berikut :

1. Lakukan pengecekan terhadap kelengkapan modul , seperti kelengkapan halaman, kejelasan hasil cetakan, serta kondisi modul secara keseluruhan.

2. Bacalah struktur dan petunjuk penggunaan modul serta bagian pendahuluan yang meliputi: target kompetensi, tujuan pembelajaran, peta kompetensi, ruang lingkup, sebelum masuk pada pembahasan materi pokok.

3. Pelajarilah setiap kegiatan pembelajaran sampai tuntas,

4. Pelajari semua isi modul mulai dari materi pembelajaran, aktivitas pembelajaran, latihan soal dalam modul dengan seksama.

5. Buatlah catatan-catatan kecil jika ditemukan hal-hal yang perlu pengkajian lebih lanjut dan disampaikan pada fasilitator

6. Ikuti semua instruksi yang terdapat aktivitas pembelajaran yang meliputi kegiatan dan pengisian lembar kerja (LK) di setiap kegiatan pembelajaran.

7. LK yang terdapat dalam modul hanya sebagai contoh, Saudara dapat mengerjakannya di tempat lain baik dalam bentuk soft copy maupun hard copy

8. Lakukanlah berbagai latihan sesuai dengan petunjuk yang disajikan pada masing masing kegiatan pembelajaran. Demikian pula dengan kegiatan evaluasi dan tindak lanjutnya.

9. Disarankan tidak melihat kunci jawaban terlebih dahulu agar evaluasi yang dilakukan dapat mengukur tingkat penguasaan peserta terhadap materi yang disajikan.

10. Pelajarilah keseluruhan materi modul ini secara intensif. Modul dirancang sebagai bahan belajar mandiri persiapan uji kompetensi.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 MELAKSANAKAN PEMBINAAN DALAM PENGELOLAAN SATUAN PENDIDIKAN SESUAI 8 SNP

(WAKTU 4 JP)

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah Saudara selesai mempelajari kegiatan pembelajaran melalui berbagai strategi, Saudara diharapkan mampu melaksanakan pembinaan dalam pengelolaan satuan pendidikan sesuai 8 SNP secara efektif dan efisien.

B. Indikator Pencapaian Tujuan

1. Menyusun perencanaan sekolah

2. Menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif

3. Mengelola tenaga pendidik dan kependidikan

4. Mengelola sarana prasarana sekolah

5. Mengelola peserta didik

6. Mengelola ketatausahaan sekolah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah

C. Uraian Materi

Merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, pasal 15 ayat 4 point (d) bahwa pengawas bertugas sebagai pendidik yang melaksanakan tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan tugas pengawasan, begitu juga tugas pengawasan dalam lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 143 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, tercantum bahwa tugas pokok pengawas sekolah adalah melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program pengawasan, pelaksanaan pembinaan, pemantauan pelaksanan Standar Nasional Pendidikan (SNP), penilaian, pembimbingan dan pelatihan profesional guru, evaluasi hasil program pengawasan, dan pelaksanaan tugas pengawasan di daerah khusus. oleh karena itu dalam melaksanakan pembinaan kepala sekolah dan guru, Saudara diharapkan untuk selalu mempersiapkan terlebih dahulu menyusun rencana pengawasan akademik/manajerial (RPA/RPM) memuat: aspek/masalah, tujuan, indikator, waktu pelaksanaan pembinaan, tempat, metode kerja/strategi, skenario kegiatan sumberdaya yang digunakan, penilaian, instrumen dan rencana tindak lanjut.

Dalam pembahasan ini, Saudara mempelajari materi yang berkaitan dengan tugas pokok saudara sebagai pengawas:

1. Pembinaan Penyusunan Perencanan Sekolah

Sebagai pengawas profesional Saudara telah melakukan pembinaan terhadap kepala sekolah tentang penyusunan perencanaan sekolah, perencanaan merupakan inti dalam pengelolaan sebuah institusi. langkah pertama dari keseluruhan proses

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

manajemen. Perencanaan dapat dikatakan sebagai fungsi terpenting diantara fungsi- fungsi manajemen lainnya.

Untuk mengingat kembali materi pembinaan, maka Saudara diminta untuk membaca materi berikut:

Perencanaan yang baik paling sedikit memuat visi, misi, tujuan, serta rencana kerja sekolah. Proses perencanaan pengembangan sekolah yang sekurang-kurangnya mencakup lanngkah-langkah yang ditunjukkan dalam gambar berikut.

Merumuskan: Visi, Misi,Tujuan Telaah Diri (Self Review)
Merumuskan:
Visi, Misi,Tujuan
Telaah Diri (Self Review)
Memilih Prioritas dan Strategi Pengembangan
Memilih
Prioritas dan Strategi
Pengembangan
Menyusun: Program Pengembangan
Menyusun:
Program Pengembangan
Menyusun Rencana Operasional Tahunan
Menyusun
Rencana Operasional Tahunan

Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah

Gambar 3. Proses Perencanaan Pengembangan Sekolah

1.1. Visi Sekolah

a. Sekolah merumuskan dan menetapkan visi serta mengembangkannya.

b. Visi sekolah harus:

1) dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah dan segenap pemangku kepentingan pada masa yang akan datang; 2) mampu memberikan inspirasi, motivasi, kekuatan pada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan; 3) dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah dan pihak- pihak pemangku kepentingan, selaras dengan visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional;

4)

diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah dengan memperhatikan masukan Komite sekolah;

5) disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan; dan

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

6) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat.

1.2. Misi Sekolah

a. Sekolah merumuskan dan menetapkan misi serta mengembangkannya.

b. Misi sekolah:

1)

memberikan arah dalam mewujudkan visi sekolah sesuai dengan tujuan

2)

pendidikan nasional; merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu tertentu;

3)

menjadi dasar program pokok sekolah;

4)

menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang

5)

diharapkan oleh sekolah; memuat pernyataan umum dan khusus yang berkaitan dengan program sekolah;

6) memberikan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan-satuan unit sekolah yang terlibat; 7) dirumuskan berdasarkan masukan dari segenap pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah; 8) disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan; 9) ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat.

1.3. Tujuan Sekolah

a. Sekolah merumuskan dan menetapkan tujuan serta mengembangkannya.

b. Tujuan sekolah:

1) menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka

menengah (empat tahunan); 2) mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat;

mengacu pada Standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh

sekolah dan Pemerintah; 4) mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah dan diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah; 5) disosialisasikan kepada warga sekolah dan segenap pihak yang

3)

berkepentingan.

1.4. Rencana Kerja Sekolah a. Sekolah membuat:

1)

dicapai dalam kurun waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan mutu lulusan; 2) rencana kerja tahunan yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilaksanakan berdasarkan rencana jangka

rencana kerja jangka menengah yang menggambarkan tujuan yang akan

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

menengah. Rencana keria tahunan ini diharapkan disusun berdasarkan evalausi diri skolah dulu (EDS)

b. Rencana kerja jangka menengah dan tahunan sekolah:

1)

komite sekolah dan disahkan berlakunya oleh dinas pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota. Pada sekolah swasta rencana kerja ini disahkan berlakunya oleh penyelenggara sekolah; dan 2) dituangkan dalam dokumen yang mudah dibaca oleh pihak-pihak

disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari

yangterkait.

c. Rencana kerja empat tahun dan tahunan disesuaikan dengan persetujuan rapat dewan guru dan pertimbangan komite sekolah.

d. Rencana kerja tahunan dijadikan dasar pengelolaan sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas.

e. Rencana kerja tahunan memuat ketentuan yang jelas mengenai:

1) kesiswaan;

2)

kurikulum dan kegiatan pembelajaran;

3)

pendidik dan tenaga kependidikan serta pengembangannya;

4)

sarana dan prasarana;

5)

keuangan dan pembiayaan;

6)

budaya dan lingkungan sekolah;

7)

peranserta masyarakat dan kemitraan;

8) rencana-rencana kerja lain yang mengarah ke-pada peningkatan dan

pengembangan mutu.

2. Pembentukkan Budaya dan Iklim Sekolah yang Kondusif dan Inovatif

a. Pengertian Budaya Sekolah

Budaya sekolah adalah nilai-nilai dominan yang didukung oleh sekolah atau falsafah yang menuntun kebijakan sekolah terhadap semua unsur dan komponen sekolah termasuk stakeholders pendidikan, seperti cara melaksanakan pekerjaan di sekolah serta asumsi atau kepercayaan dasar yang dianut oleh personil sekolah. Budaya sekolah merujuk pada suatu sistem nilai, kepercayaan dan norma-norma yang diterima secara bersama, serta dilaksanakan dengan penuh kesadaran sebagai perilaku alami, yang dibentuk oleh lingkungan yang menciptakan pemahaman yang sama diantara seluruh unsur dan personil sekolah baik itu kepala sekolah, guru, staf, siswa dan jika perlu membentuk opini masyarakat yang sama dengan sekolah

b. Manfaat Pengembangan Budaya Sekolah

Beberapa manfaat yang bisa diambil dari upaya pengembangan budaya sekolah antara lain: (1) menjamin kualitas kerja yang lebih baik; (2) membuka seluruh jaringan komunikasi dari segala jenis dan level baik komunikasi vertikal maupun horisontal; (3) lebih terbuka dan transparan; (4) menciptakan kebersamaan dan rasa saling memiliki yang tinggi; (4) meningkatkan solidaritas dan rasa kekeluargaan; (5) jika menemukan kesalahan akan segera dapat diperbaiki; dan (6) dapat beradaptasi dengan baik terhadap perkembangan IPTEK. Selain beberapa manfaat di atas, manfaat lain bagi individu (pribadi) dan kelompok adalah: (1) meningkatkan kepuasan kerja; (2) pergaulan lebih akrab; (3) disiplin

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

meningkat; (4) pengawasan fungsional bisa lebih ringan; (5) muncul keinginan untuk selalu ingin berbuat proaktif; (6) belajar dan berprestasi turut serta; dan (7) selalu ingin memberikan yang terbaik bagi sekolah, keluarga, orang lain dan diri sendiri.

c.

Prinsip Pengembangan Budaya Sekolah Upaya pengembangan budaya sekolah seyogyanya mengacu pada beberapa prinsip yang terdiri dari: (1) Berfokus pada visi, misi dan tujuan sekolah; (2) penciptaan komunikasi formal dan informal; (3) memiliki strategi yang jelas; (4) berorientasi kinerja; (5) sistem evaluasi yang jelas, (6) memiliki komitmen yang kuat; (7) keputusan berdasarkan konsensus; (8) sistem imbalan yang jelas; (9) evaluasi diri.

d.

Asas Pengembangan Budaya Sekolah Upaya pengembangan budaya sekolah juga seyogyanya berpegang pada asas- asas yang terdiri dari: (1) kerjasama tim (team work); (2) kemampuan mengerjakan tugas; (3) keinginan melakukan tugas; (4) kegembiraan (happiness); (5) hormat (respect); (5) jujur (honesty); (6) disiplin (discipline); (7) empati (empathy); (8) pengetahuan dan kesopanan.

3. Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)

Dalam Pengelolaan bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan sekolah harus:

a. Menyusun program pendayagunaan PTK.

b. Program pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan harus: (1) Disusun dengan memperhatikan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; (2) Dikembangkan sesuai dengan kondisi sekolah, termasuk pembagian tugas, mengatasi bila terjadi kekurangan tenaga, menentukan sistem penghargaan, dan pengembangan profesi bagi setiap pendidik dan tenaga kependidikan serta menerapkannya secara profesional, adil, dan terbuka.

c. Pengangkatan pendidik dan tenaga kependidikan tambahan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan oleh penyelenggara sekolah.

d. Sekolah perlu mendukung upaya: (1) promosi pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan asas kemanfaatan, kepatutan,dan profesionalisme; (2) pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan yang diidentifikasi secara sistematis sesuai dengan aspirasi individu, kebutuhan kurikulum dan sekolah; 3) penempatan tenaga kependidikan disesuaikan dengan kebutuhan baik jumlah maupun kualifikasinya

e. Mutasi tenaga kependidikan dari satu posisi ke posisi lain didasarkan pada analisis jabatan dengan diikuti orientasi tugas oleh sekolah yang dilakukan setelah empat tahun, tetapi bisa diperpanjang berdasarkan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

f. Sekolah mendayagunakan: (1) Kepala sekolah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pimpinan pengelolaan sekolah (2) Wakil kepala SMP melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah; (3) Wakil kepala SMA/SMK bidang kurikulum melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola bidang kurikulum; (4) Wakil kepala SMA/SMK, bidang sarana prasarana melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah/madrasah dalam mengelola sarana prasarana; (5) Wakil kepala SMA/SMK bidang kesiswaan melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pembantu kepala sekolah

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

dalam mengelola peserta didik; (6) Wakil kepala SMK bidang hubungan industri melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pembantu kepala sekolah dalam mengelola kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri dengan menetapkan prioritas; tanggungjawabnya sebagai agen pembelajaran yang memotivasi, memfasilitasi, mendidik, membimbing, dan melatih peserta didik sehingga menjadi manusia berkualitas dan mampu mengaktualisasikan potensi kemanusiaannya secara optimum; (7) Guru dan konselor melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik; (8) Pelatih/instruktur melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya memberikan pelatihan teknis kepada peserta didik pada kegiatan pelatihan; (9) Tenaga perpustakaan melaksanakan tugasdan tanggung jawabnya melaksanakan pengelolaan sumber belajar di perpustakaan; (10) Tenaga laboratorium melaksanakan tugas dant anggung jawabnya membantu guru mengelola kegiatan praktikum di laboratorium; (11) Teknisi sumber belajar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mempersiapkan, merawat, memperbaiki sarana dan prasarana pembelajaran; (12) Tenaga administrasi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam menyelenggarakan pelayanan administratif; (13) Tenaga kebersihan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan layanan kebersihan lingkungan. Pendidik dan tenaga kependidikan dapat diangkat disesuaikan dengan kondisi masing masing sekolah.

4. Pengelolaan Sarana Prasarana Sekolah

Dalam mengelola sarana dan prasarana sekolah harus melakukan beberapa hal sebagai berikut :

a. Menetapkan kebijakan program secara tertulis mengenai pengelolaan sarana dan prasarana.

b. Program pengelolaan sarana dan prasarana mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana dalam hal: (1) Merencanakan, memenuhi dan mendayagunakan sarana dan prasarana pendidikan; (2) Mengevaluasi dan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana agar tetap berfungsi mendukung proses pendidikan; (3) Melengkapi fasilitas pembelajaran pada setiap tingkat kelas di sekolah; (4) Menyusun skala prioritas pengembangan fasilitas pendidikan sesuai dengan tujuan pendidikan dan kurikulum masing-masing tingkat; (5) Pemeliharaan semua fasilitas fisik dan pera- latan dengan memperhatikan kesehatan dan keamanan lingkungan.

c. Seluruh program pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan disosialisasikan kepada pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik.

d. Pengelolaan sarana prasarana sekolah: (1) Direncanakan secara sistematis agar

selaras dengan pertumbuhan kegiatan akademik dengan mengacu Standar Sarana dan Prasarana; (2) Dituangkan dalam rencana pokok (masterplan) yang meliputi gedung dan laboratorium serta pengembangannya.

e. Pengelolaan perpustakaan sekolah perlu: (1) Menyediakan petunjuk pelaksanaan operasional peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya; (2) Merencanakan fasilitas peminjaman buku dan bahan pustaka lainnya sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan pendidik; (3) Membuka pelayanan minimal enam jam sehari pada hari kerja; (4) Melengkapi fasilitas peminjaman antar perpustakaan, baik internal maupun eksternal; (5) Menyediakan pelayanan peminjaman dengan perpustakaan dari sekolah lain baik negeri maupun swasta.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

f. Pengelolaan laboratorium dikembangkan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dilengkapi dengan manual yang jelas sehingga tidak terjadi kekeliruan yang dapat menimbulkan kerusakan.

g. Pengelolaan fasilitas fisik untuk kegiatan ekstrakurikuler disesuaikan dengan perkembangan kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dan mengacu pada Standar Sarana dan Prasarana.

5. Pengelolaan Peserta Didik

Saudara sebagai pengawas sekolah mendorong kepala sekolah supaya mengelola bidang peserta didik sebagai berikut :

a. Menyusun dan menetapkan petunjuk pelaksanaan Pedoman Operasional Standar (POS) mengenai proses penerimaan peserta didik baru yang meliputi: (1) Kriteria calon peserta didik; (2) Tanpa diskriminasi; (3) Berdasarkan kriteria hasil ujian nasional bagi sekolah; (4) Sesuai dengan daya tampung sekolah; (5) Orientasi peserta didik baru yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan dengan pengawasan guru

b. memfasilitasi terhadap peserta didiknya dalam hal: (1) Memberikan layanan konseling kepada peserta didik; (2) Melaksanakan kegiatan ekstra dan intra kurikuler untuk para peserta didik; (3) Melakukan pembinaan prestasi unggulan; (4) Melakukan pelacakan terhadap alumni.

6. Pengelolaan

Pencapaian

Tujuan Sekolah

Sebagai pengawas sekolah yang profesional, Saudara perlu membina kepala sekolah dalam mengelola ketatausahaan, karena dalam menjalankan tugasnya Kepala Sekolah banyak memerlukan data untuk berbagai kepentingan, membuat perencanaan sekolah, mengevaluasi kegiatan sekolah, membina profesi guru, menyusun kalender sekolah, mengatur beban mengajar, mengatur keuangan sekolah, membantu mengatasi kesulitan belajar siswa, menjawab pertanyaan orang tua peserta didik, menyusun kegiatan ekstra kurikuler, mengambil keputusan.

Bantuan tata usaha dalam mencari, menyimpan, memelihara dan menyajikan kembali data dan keterangan secara lengkap dan akurat sangat dibutuhkan oleh kepala sekolah.

Data dan keterangan yang dapat diberikan oleh tata usaha berupa: data personal yang menyangkut kepegawaian, data kesiswaan, data keuangan, data perlengkapan dan inventaris sekolah, data tentang kurikulum dan evaluasi belajar, data tentang kegiatan ekstra kurikuler, data tentang hubungan sekolah dengan masyarakat.

Selain membantu kepala sekolah tata usaha pun harus membantu guru dalam hal:

data tentang peserta didik dan latar belakangnya, data kemajuan belajar, data kehadiran, data kelas, dan melayani kepentingan peserta didik dan guru dalam kelangsungan proses belajar mengajar.

Tenaga administrasi bertanggung jawab untuk memelihara semua barang milik sekolah. Barang-barang yang tersimpan harus diperhatikan selain kegunaan dan keamanannya juga harus diperhatikan seni menata dan meletakkannya agar harmonis secara keseluruhan serta dapat digunakan secara efektif dan efesien.

Ketatausahaan

Sekolah

dalam

Mendukung

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

Kegiatan Tata Usaha Sekolah Kegiatan tata usaha/tenaga administrasi sekolah setiap lembaga pendidikan meliputi:

(1) Penerimaan dan Pencatatan Peserta didik; (2) buku induk peserta didik, guru dan pegawai; (3) buku mutasi peserta didik, guru dan pegawai; (4) buku klaper peserta didik; (5) daftar hadir/presensi; (6) dokumentasi kelas/sekolah dan laporan; (7) pengaturan proses pembelajaran secara tidak langsung; (8) agenda, arsip, dan ekspedisi dll. baik secara manual ataupun secara elektronik; (9) keuangan sekolah dan kegiatan lainnya

D. Aktivitas Pembelajaran

Kegiatan 1.1 Berpikir Reflektif tentang Pelaksanaan Pembinaan Pengelolaan Satuan Pendidikan sesuai 8 SNP ( 15 Menit)

Saudara sebagai pengawas sekolah tentunya sudah sering melaksanakan pembinaan pengelolaan satuan pendidikan di sekolah binaan yang difokuskan pada penyusunan perencanaan sekolah, budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana prasarana sekolah, peserta didik, ketatausahaan sekolah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah. Untuk mengingat kegiatan pembinaan tersebut silahkan Saudara jawab pertanyaan pada LK 1.1 berikut:

LK 1.1 Berpikir Reflektif

1. Langkah-langkah

apa

saja

yang

Saudara

lakukan

sebelum

melakukan

 

pembinaan?

2. Bagaimana

langkah

Saudara

menyiapkan

Rercana

Pengawasan

Manajerial

(RPM)?

menyiapkan Rercana Pengawasan Manajerial (RPM)? Kegiatan 1.2 Penyusunan Perencanaan Sekolah (30 Menit) Kasus

Kegiatan 1.2 Penyusunan Perencanaan Sekolah (30 Menit)

Kasus 1

Berikut adalah analisis hasil pemantauan pelaksanaan pembinaan sekolah binaan dalam penyusunan program sekolah dari 10 sekolah binaan, silahkan Saudara cermati dan jadikan hasil tersebut sebagai dasar untuk materi pembinaan dalam perencanaan pembinaan penyusunan program sekolah untuk seluruh sekolah binaan.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

Tabel 3 . Analisa Hasil Pemantauan

NO

Indikator Pemenuhan Standar

Kondisi Program ( 10 Sekolah )

Keterangan

A

B

1

Program Sekolah memuat:

     

1. Visi

5

5

A

= sesuai

2. Misi Sekolah

5

5

dengan kriteria

3. Tujuan

2

8

B = Tidak sesuai

4. Indikator Pencapaian Tujuan

2

8

dengan criteria

5. Strategi Pelaksanaan

2

8

2

Mengembangkan target pencapai Standar pendukung efektivitas pembelajaran berpedoman pada

   

1. panduan pengelolaan sekolah

2

8

2. panduan pendidik

8

2

3. panduan tenaga kependidikan

5

5

4. panduan sarana prasarana

5

5

5. panduan pembiayaan (RKAS )

2

8

3

Rencana kerja sekolah memuat ketentuan yang jelas mengenai

   

1. Kesiswaan dan program pengembangan

3

7

2. Kurikulum dan kegiatan pembelajaran

5

5

3. Pentendik dan pengembangannya

5

5

4. sarana dan prasarana

4

6

5. Keuangan dan pembiayaan

1

9

6. Budaya dan Lingkungan sekolah

4

6

7. Peran serta masyarakat dan kemitraan

2

8

8. rencana-rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu

3

7

LK 1.2 Menyusun Perencanaan Sekolah

1. Program apa saja yang akan Saudara latihkan terhadap sekolah binaan?

apa saja yang akan Saudara latihkan terhadap sekolah binaan? 2. Komponen apa saja yang dapat dimuat

2. Komponen apa saja yang dapat dimuat dalam sebuah perencanaan sekolah ( Baca Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan dan Permendikbud Nomor 143 Tahun 2014 tentang Penunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya)

Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya) 3. Pilihlah salah satu materi yang paling urgen yang

3. Pilihlah salah satu materi yang paling urgen yang berhubungan dengan Perencanaan Sekolah untuk dijadikan materi pembinaan kepala sekolah di sekolah binaan/KKKS/MKKS (lihat contoh pada tabel 3). Saudara dapat menggunakan format berikut:

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

Rencana Pengawasan Manajerial (RPM)

A. Aspek/Masalah

B. Tujuan

C. Indikator

D. Waktu Pelaksanaan Pembinaan

E. Tempat

F. Strategi/Metode kerja /Teknik Supervisi

G. Skenario Kegiatan

1. Pertemuan Awal

2. Pertemuan Inti

3. Pertemuan Akhir

H. Sumber daya yang digunakan

I. Penilaian dan Instrumen

J. Rencana Tindak lanjut

Mengetahui Kepala Dinas Pendidikan ………

NIP.

…………,……… 20…

Pengawas Pembina,

NIP.

Tabel 4 Contoh Penyusunan Materi Pelatihan untuk Kepala Sekolah

No

Judul

Latar

Pembahasan

Lembar Kerja

Kesimpulan

Daftar

Belakang

(LK)

Pustaka

1

Misalnya

Ditulis yang

Ditulis isi

Diisi dengan

Diisi dengan Inti materi yang harus dipahami dan bisa dikerjakan peserta IHT di tempat tugas masing-

Contoh:

Teknik

menjadi

materi dengan

format LK

Sumber

Menyu

alasan

urutan pe-

sesuai

Materi yang

sun

mengapa

nyajian yang

materi yang

dipakai

RKAS

kegiatan

sistematis dan

akan dilatih

itu dilaksa

mudah dipa-

kan

nakan ?

hami peserta

masing

dst

IHT

 

Kegiatan 1.3 Pembinaan Sekolah dalam Menciptakan Budaya dan Iklim Sekolah yang Kondusif dan Inovatif (30 Menit )

Pada kegiatan 1.3 Saudara akan membaca kasus pada sebuah sekolah yang bernama Sekolah Unggul, silahkan Saudara cermati dan kerjakan LK 1.3.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

Kasus:

Sekolah Unggul berada di sebuah desa yang rindang, nyaman, dan asri padahal sekolah tersebut berada berdampingan dengan pasar yang sangat ramai dan kumuh. Kondisi sekolah tersebut sangat kondusif, output dari sekolah tersebut dapat dikategorikan sangat baik, baik dalam sikap, pengetahuan ataupun keterampilan, hal ini dapat dilihat dari alumni sekolah itu yang sangat santun, siswa yang diterima di perguruan tingi negeri hampir 90%, yang menjadi pekerja pun dapat di andalkan karena mereka kompeten dalam melakukan pekerjaanya. Setelah diteliti ternyata sekolah tersebut selalu membudayakan prinsip (1) selalu berfokus pada Visi, Misi dan Tujuan Sekolah; (2) selalu menciptakan Komunikasi Formal dan Informal supaya tetap berjalan baik; (3) memiliki strategi yang jelas; (4) bersedia mengambil resiko; (5) berorientasi kinerja; (6) sistem evaluasi jelas; (7) memiliki komitmen yang kuat; (8) mengambil keputusan berdasarkan consensus; (9) sistem imbalan yang jelas; (10) selalu melakukan evaluasi diri. Selain konsisten pada prinsip, sekolah tersebut sangat konsisten juga terhadap azas pengembangan budaya sekolah diantaranya: (1) kerjasama tim (team work); (2) kemampuan; (3) keinginan; (4) kegembiraan (happiness); (5) hormat (respect); (6) jujur (honesty); (7) disiplin (discipline); (8) empati (empathy); (9) pengetahuan dan kesopanan.

LK 1.3 Membina Sekolah dalam Menciptakan Budaya dan Iklim Sekolah

Berdasarkan kasus di atas, dapat disimpulkan bahwa sekolah yang baik adalah sekolah yang memiliki budaya yang menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif dengan berprinsip dan berazas.

1. Tuliskan prinsip pengembangan budaya sekolah dan iklim sekolah yang dan inovatif!

kondusif

budaya sekolah dan iklim sekolah yang dan inovatif! kondusif 2. Tuliskan asas-asas yang baik yang perlu

2. Tuliskan asas-asas yang baik yang perlu diterapkan dalam pengembangan budaya sekolah dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif!

budaya sekolah dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif! Kegiatan 1.4 Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Kegiatan 1.4 Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) ( 15 Menit)

Dalam kegiatan 1.4. ini, Saudara akan mendiskusikan tentang pembinaan Pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), untuk mengawalinya Saudara dipersilahkan untuk mencermati kembali Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah, Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru, Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah, Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah, Permendiknas Nomor 25 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Permendiknas Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah, Permendikbud Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Konselor serta Permendikbud Nomor 64 Tahun 2014 tentang Peminatan pada Pendidikan Menengah. Berdasarkan

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

peraturan-peraturan tersebut, sebagai pengawas sekolah, Saudara diminta dapat mengarahkan Kepala sekolah untuk mengelola PTK disesuaikan dengan Standar, untuk itu Saudara perlu mengingat kembali tentang personal dan uraian tugasnya dengan mengisi LK 1.4 berikut

LK 1.4 Pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)

No

Personal

Uraian tugas

1

Wakil kepala sekolah

 

2

Kepala perpustakaan

 

3

Kepala Laboratorium/Bengkel

 

Catatan : untuk jenjang SD sesuai dengan Permendikbud yang berlaku

Kegiatan 1.5 Pengelolaan Sarana Prasarana Sekolah (30 Menit)

Dalam kegiatan 1.5 Saudara akan berdiskusi tentang pengelolaan sarana prasarana sekolah, dengan terlebih dahulu mencermati Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah, dan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), tentunya kepala sekolah harus diingatkan untuk menetapkan kebijakan secara tertulis atau berbentuk pedoman. Berikut adalah hal-hal yang harus Saudara sampaikan kepada kepala sekolah binaan, dan silahkan Saudara kerjakan kegiatan pada LK 1.5, berikut

LK 1.5 Mengelola Sarana Prasarana Sekolah

1. Apa saja yang harus dimuat dalam program/pedoman pengelolaan sarana prasarana

dimuat dalam program/pedoman pengelolaan sarana prasarana 2. Bagaimana cara mengevaluasi dan melakuan pemeliharaan

2. Bagaimana cara mengevaluasi dan melakuan pemeliharaan sarana prasarana

cara mengevaluasi dan melakuan pemeliharaan sarana prasarana Kegiatan 1.6 Pengelolaan Peserta Didik (30 Menit) Dalam

Kegiatan 1.6 Pengelolaan Peserta Didik (30 Menit)

Dalam kegiatan 1.6, Saudara akan berdiskusi tentang pengelolaan peserta didik , Saudara dapat mencermati Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah dan Permendikbud Nomor 64 Tahun 2014 tentang Peminatan pada Pendidikan Menengah, tentunya kepala sekolah harus diingatkan untuk menetapkan kebijakan secara tertulis atau berbentuk program. Saudara diharuskan membina kepala sekolah dalam penyusunan, pengelolaan peserta didik, program pengelolaan peserta didik minimal harus memuat; kriteria calon peserta didik, prinsip penerimaan peserta didik baru (PPDB) dan peminatan; pedoman layanan terhadap peserta didik, baik akademik

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

ataupun non akademik. Silahkan Saudara uraikan 2 program tersebut pada LK 1.6 berikut ini:

LK 1.6 Pengelolaan Peserta Didik

1. Komponen apa saja yang harus dimuat dalam penyusunan pedoman PPDB?

apa saja yang harus dimuat dalam penyusunan pedoman PPDB? 2. Pedoman pelayanan memuat: Kegiatan 1.7 Pengelolaan

2. Pedoman pelayanan memuat:

dalam penyusunan pedoman PPDB? 2. Pedoman pelayanan memuat: Kegiatan 1.7 Pengelolaan Ketatausahaan Sekolah dalam

Kegiatan 1.7 Pengelolaan Ketatausahaan Sekolah dalam Mendukung Pencapaian Tujuan Sekolah (30 Menit)

Dalam kegiatan 1.7 ini, Saudara akan bediskusi tentang pengeloalaan ketatausahaan sekolah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah. Materi yang akan didiskusikan diantaranya tentang fungsi tata usaha sekolah yang menunjang kegiatan sekolah dalam membantu/melayani kepala sekolah, guru dan siswa. Untuk memperlancar dan mempermudah melaksanakan tugas dan fungsinya sebaiknya tata usaha memahami dan terampil menggunakan IT. Coba Saudara diskusikan secara kelompok tentang hal- hal berikut:

LK 1.7 Mengelola Ketatausahaan Sekolah

1. Dalam hal apa saja tatausaha membantu/ melayani kepala sekolah, guru dan siswa? Jelaskan!

membantu/ melayani kepala sekolah, guru dan siswa? Jelaskan! 2. Komponen apa saja yang harus di muat

2. Komponen apa saja yang harus di muat dalam pedoman ketatausahaan?

melayani kepala sekolah, guru dan siswa? Jelaskan! 2. Komponen apa saja yang harus di muat dalam

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

E. Latihan/Kasus/Tugas

Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D

1. Berikut adalah cuplikan hasil pembinaan dari 10 sekolah binaan

Indikator Pencapaian

Keberadaan

Rencana kerja sekolah memuat ketentuan yang jelas mengenai

Ya

Tidak

1. Kesiswaan dan program pengembangan

4

6

2. Kurikulum dan kegiatan pembelajaran

5

5

3. Pendidik dan tenaga kependidika berikut pengembangannya

2

8

4. sarana dan prasarana

4

6

5. Keuangan dan pembiayaan

8

2

6. Budaya dan Lingkungan sekolah

2

8

7. Peran serta masyarakat dan kemitraan

5

5

8. Rencana-rencana kerja lain yang mengarah kepada peningkatan dan pengembangan mutu

5

5

Dari data tadi Saudara akan segera melakukan pembinaan terhadap kepala sekolah tentang ketentuan nomor ….

A. 1 dan 2

B. 4 dan 5

C. 3 dan 5

D. 3 dan 6

2. Sebelum

setelah

menyusun program semester perlu terlebih dulu menyusun rencana pengawasan

manajerial (RPM) yang di dalamnya memuat minimal komponen

A. Masalah , Tujuan, Skenario, Penilaian

B. Masalah, Strategi, Visi, Misi

C. Visi, Misi, Tujuan, Skenario.

D. Strategi, Tujuan, RencanaTindak, Penilaian.

melaksanakan

tugas

supervisi

manajerial,

pengawas

sekolah

3. Berdasarkan hasil pengawasan di sebuah sekolah swasta menunjukkan bahwa (1) 80% peseta didik mendapakan hasil belajar rendah,(2) 40% guru belum mampu membuat karya tulis terutama Penelitian Tindakan Kelas(PTK) , (3) kepala sekolah

jarang melakukan supervisi manajerial terhadap Tenaga program adminisstrasi sekolah ,(4) Laboran belum memiliki program mela, (5) lingkungan sekolah sangat kotor, (6) Sekolah belum memiliki Perpustakaan, (7) Rata-rata kehadiran guru baru 82%, . Mencermati hal tesebut , tindakan apa yang paling tepat yang harus dilakukan Saudara?

A. Membimbing guru melakukan PTK dalam rangka melaksanakan perencanaan pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi yang ada .

B. Meningkatkan pembinaan dan bimbingan terhadap guru dan kepala sekolah dalam penyusunan program masing-masing komponen secara kuantitas dan kualitas serta memantau pelaksanaannya

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

C. Membimbing dan membina kepala sekolah dalam pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan dengan menyesuiakan kondisi yang ada

D. Membimbing guru dan kepala sekolah untuk senantiasa peduli terhadap budaya lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman

4. Pelaksanaan akreditasi bagi sekolah merupakan penilaian kelayakan program sekolah. Peran Pengawas sekolah kaitannya dengan kegiatan tersebut sangat penting dalam memberikan pembinaan dan bimbingan kepada kepala sekolah dan

guru terutama dalam menyiapkan bukti fisik sesuai dengan delapan Standar Nasional Pendidikan (8 SNP) yang akan diverfikasi dan divalidasi. Langkah konkrit yang dilakukan Saudara adalah .

A. Membimbing kepala sekolah dan guru dalam menyiapkan bukti fisik melalui Tim Pengambang Sekolah (TPS)

B. Membina Kepala Sekolah dan guru dalam menyusun bukti fisik melalui Tim Pengembang Kurikulum (TPK)

C. Membina dan membimbing Kepala sekolah dan guru melalui kegiatan evaluasi diri sekolah oleh Tim Pengembang Sekolah (TPS)

D. Membina dan membimbing Kepala sekolah dan guru untuk menyusun administrasi sekolah melalui Tim Pengembang Kurikulum (TPK)

5. Setiap sekolah harus memiliki Rencana Kerja Tahunan, rencana tersebut harus memuat ketentuan yang jelas mengenai:1)kesiswaan, 2) kurikulum dan kegiatan pembelajaran, 3) pendidik dan tenaga kependidikan serta pengembangannya, 4) sarana dan prasarana, 5) keuangan dan pembiayaan, 6)budaya dan lingkungan

sekolah, 7) peranserta masyarakat dan kemitraan, dan rencana-rencana kerja lain yang mengarah kepada ….

A. peningkatan dan pengembangan mutu pendidikan.

B. peningkatan mutu proses pembelajaran

C. kualitas output yang dapat diandalkan di masyarakat

D. peningkatan pelayanan sekolah kepada masyarakat

F. Rangkuman

Pelaksanaan pembinaan kepala sekolah dalam pengelolaan sekolah sesuai 8 SNP sangatlah diperlukan. Penyusunan perencanaan sekolah yang berupa rencana pengembangan sekolah (RPS), rencana kerja menengah (RKJM), rencana kerja tahunan (RKT), serta rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) yang di dalamnya memuat program-program yang meliputi program meningkatkan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif, pengelolaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Sarana Prasarana, peserta didik, dan penglolaan ketatausahaan/ keadministrasian sekolah. Apapun yang dilakukan berikutnya dalam proses manajemen/ pengelolaan bermula dari perencanaan. Daft (1988:100) menyatakan: “When planning is done well, the other management functions can be done well.” ( ketika perencanaan disusun dengan baik, maka fungsi pengeloalan yang lain dapat dikerjakan dengan baik) dan dilanjutkan dengan pelaksanaan secara konsekwen.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

G. Umpan Balik

Cocokkanlah jawaban Saudara dengan kunci jawaban materi ini yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban Saudara yang benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Saudara terhadap Kegiatan Pembelajaran 1.

Tingkat Penguasaan =

Jumlah Jawaban Benar

Jumlah Soal

X 100 %

Arti tingkat persentase penguasaan yang Saudara capai:

90

80

70

60

100 = sangat baik

79

69

60

89

= baik

= cukup = kurang = sangat kurang

Apabila Saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Saudara dapat meneruskan dengan modul berikutnya. Bagus! Tetapi apabila tingkat penguasaan Saudara masih di bawah 80%, Saudara harus mengulangi materi Kegiatan Pembelajaran 1, terutama bagian yang belum Saudara kuasai.

H. Refleksi dan Tindak Lanjut

Setelah selesai mempelajari Kegiatan Pembelajaran 1 ini, maka Saudara refleksikan dengan mengisi format berikut:

Belum

Tercapai

No

Deskripsi Indikator

Tercapai

Keterangan

1

Menyusun perencanaan sekolah

2

Menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif

3

Mengelola Pendidik dan Tenaga Kependidikan

4

Menegelola Sarana dan Prasarana

5

Mengelola peserta didik

6

Mengelola ketatausahaan sekolah

Tindak lanjut:

Kegiatan yang membuat saya belajar lebih efektif

peserta didik 6 Mengelola ketatausahaan sekolah Tindak lanjut: Kegiatan yang membuat saya belajar lebih efektif 21

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan saran perbaikan

Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan saran perbaikan I. Kunci Jawaban 1. D 2.

I. Kunci Jawaban

1. D

2. A

3. B

4. C

5. A

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 PELAKSANAAN PEMBINAAN DALAM PENYUSUNAN ADMINISTRASI SEKOLAH

(WAKTU 6 JP )

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari Kegiatan Pembelajaran 2 ini, Saudara diharapkan mampu melaksanakan pembinaan dalam penyusunan administrasi sekolah secara efektif dan efisien.

B. Indikator Pencapaian Tujuan

Setelah Saudara selesai mempelajari modul ini melalui berbagai strategi, Saudara diharapkan mampu melaksanakan pembinaan dalam penyusunan administrasi sekolah yang meliputi administrasi:

1. Persuratan;

2. Kepegawaian;

3. Prasarana;

4. Keuangan;

5. Supervisi sekolah.

C. Uraian Materi

Pengertian administrasi dalam modul ini adalah administrasi pendidikan yang merupakan suatu proses keseluruhan kegiatan bersama dalam bidang pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasiaan, pengawasan, pembiyaan dan pelaporan dengan menggunakan atau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, baik personal, material maupun konseptual untuk mencapai tujuan pendidikan secara efisien dan efektif.

1. Administrasi Persuratan

Pada umumnya kegiatan persuratan yang ditangani atau diproses di sekolah meliputi:

menerima, mengumpulkan, mengelola, menyimpan, sampai menyalurkan.

Dalam menangani surat menyurat, kepala sekolah yang mendelegasikan kepada Tenaga Administrasi Sekolah perlu memperhatikan ;a) Pengertian surat; b) Fungsi surat; c) Bahasa surat; d) Persyaratan surat yang baik; e) Langkah-langkah, menyusun surat; f) Bagian-bagian surat dinas; g) Bentuk surat dinas; h) Wujud surat; i) Jenis surat; j) Sampul surat dinas; serta k) Cara Melipat surat dinas. Pengawas harus mengingatkan Kepala Sekolah dalam mengelola arsip sekolah supaya memperhatikan: a) sistem mengarsip surat; b) tanggung jawab pegawai terhadap pengarsipan; c) dapat membedakan arsip berdasarkan fungsi dan jenisnya.

Petugas menangani surat menyurat di sekolah ditangani oleh Kepala Tenaga Administrasi Sekolah (TAS). TAS diharapkan mampu mengolah seluruh dokumen persuratan secara tepat dan akurat agar bisa ditindaklanjuti dalam waktu yang cepat .

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

Selai itu, arsip berfungsi sebagai pusat ingatan, sumber informasi, dan sumber penelitian, oleh karena itu arsip sekolah harus dikelola dengan baik melalui sistem: 1) masalah, 2) abjad, 3) tanggal, dan 4) wilayah. Hal ini dimaksudkan agar arsip dapat ditemukan kembali dengan mudah, cepat, dan tepat

Mengingat fungsi surat sebagaimana dijelaskan diatas maka dalam menulis surat harus memperhatikan pemilihan bahasa yang digunakan, yaitu; 1) Mengunakan bahasa baku dan efektif, 2) Menggunakan kata-kata yang minim, 3) Kata dan kalimat yang digunakan harus sederhana, dan umum.

Prinsip-prinsip administrasi kearsipan: 1) Legalitas, 2) Efisiensi, 3) Pembakuan, 4) Pertanggungjawaban, 5) Keterkaitan, 6) Ketepatan, 7) Keamanan, 8) Ketelitian, 9) Kejelasan, dan 10) Asas gabungan (sentralisasi dan desentralisasi).

Untuk penyusunan dan penyimpanan/ pengarsipan surat yang baik, maka kepala sekolah harus menyusun dan mengarsipkan surat- surat tersebut secara manual dan elektriktonik.

2. Administrasi Kepegawaian

Kepegawaian Pendidikan yang disebut juga pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) adalah petugas yang membidangi edukatif dan non edukatif (ketata usahaan)

Personel bidang edukatif ialah mereka yang bertanggung jawab dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu guru konselor dan guru konseling (BK), sedangkan yang termasuk di dalam kelompok personal bidang non edukatif, adalah petugas tenaga administrasi sekolah dan petugas layanan khusus.

Tenaga pendidik, berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 adalah tenaga yang memiliki kompetensi sesuai dengan bidang keahliannya dan ditugaskan untuk mengajar/sebagai guru ( baca juga Permendiknas Nomor 13 dan 16 Tahun 2007). Sedangkan tenaga kependidikan adalah tenaga yang memiliki komptensi sesuai dengan bidang keahliannya yang ditugaskan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran di sekolah. Tenaga kependidikan meliputi: (1) pustakawan (baca juga Permnendiknas Nomor 25 Tahun 2008), (2) tenaga administrasi ( baca juga permendiknas Nomor 24 Tahun 2007) , (3) laboran (baca juga Permendiknas Nomor 26 Tahun 2008 ), dan (4) tenaga khusus ( baca juga Permendiknas Nomor 24 Tahun 2008). Tenaga pendidik dan kependidikan bertugas: menyelenggarakan kegiatan mengajar, melatih, meneliti, mengembangkan, mengelola, dan/atau memberikan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan.

Tujuan administrasi kepegawaian adalah: 1) untuk menghitung ketersediaan jumlah tenaga berdasarkan jumlah rombongan belajar pada tiap-tiap kelas, sehingga tidak terjadi overload jam pembelajaran, 2) untuk digunakan sebagai dasar perencanaan penambahan dan pengembangan tenaga. Khusus untuk tenaga pendidik, administrasi juga mencatat: 1) distribusi tugas mengajar, dan 2) beban jam pembelajaran pada tiap semester.

Administrasi

Kepegawaian

antara

lain

meliputi:

(1)

inventarisasi

pegawai;

(2)

pengusulan

formasi

pegawai;

(3)

Pengusulan

pengangkatan,

kenaikan

tingkat,

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

kenaikan berkala, dan mutasi; (4) mengatur usaha kesejahteraan; (5) mengatur pembagian tugas. Adminsitrasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan meliputi kegiatan pencatatan tentang:

a. Ketersedian tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, yang meliputi:1) jumlah keseluruhan tenaga pendidik,dan (b) jumlah tenaga pendidik pada setiap tahun, dan (c) distribusi bidang keahliannnya.

b. Identitas pendidik dan tenaga kependidikan, yang meliputi: (a) jenis kelamin, (b) umur (tempat tanggal lahir), (c) latar belakang pendidikan, (d) kepangkatan/golongan ruang tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, (e) masa kerja tenaga pendidik dan kependidikan terhitung mulai TMT (terhitung mulai tanggal) berdasarkan Surat Keputusan.

c. Status tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, yang meliputi: status pegawai (tetap/honorer/diperbantukan).

3. Administrasi Sarana Prasarana

Sarana ada Prasarana adalah semua benda bergerak maupun yang tidak bergerak, yang diperlukan untuk menunjang penyelenggaraan proses pembelajaran baik secara langsung maupun tidak langsung. Kegiatan dalam Administrasi Sarana dan Prasarana meliputi:

a. Perencanaan kebutuhan melalui: penyusunan daftar kebutuhan prasarana dan sarana didasarkan atas pertimbangan bahwa: kebutuhan sekolah semakin meningkat, pengganti barang-barang yang rusak, dihapuskan, atau hilang, untuk persediaan barang

b. Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan meliputi; kegiatan untuk meghadirkan sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas-tugas sekolah. Pengadaan tersebut dapat dilaksanakan dengan cara: (1) pembelian, (2) buatan sendiri, (3) penerimaan hibah atau bantuan, (4) penyewaan, (5) pinjaman, (6) mendaur ulang.

c. Penyimpanan sarana dan prasarana pendidikan meliputi; penyimpanan adalah kegiatan pengurusan, penyelenggaraan dan pengaturan persediaan prasarana dan sarana di dalam ruang penyimpanan/gudang.

d. Inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan meliputi; Inventarisasi adalah kegiatan melaksanakan pengurusan, penyelenggaraan, pengaturan dan pencatatan barang-barang yang menjadi milik sekolah menengah kedalam daftar inventaris barang.

e. Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan meiputi; pemeliharaan merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan suatu barang, sehingga barang tersebut dalam kondisi baik dan siap pakai. Pemeliharaan berbeda dengan rehabilitasi. Rehabilitasi adalah perbaikan berskala besar dan dilakukan pada waktu tertentu saja.

f. Penghapusan sarana dan prasarana pendidikan meliputi; penghapusan adalah kegiatan meniadakan barang-barang milik negara/daerah dari daftar inventaris karena barang itu dianggap sudah tidak mempunyai nilai guna atau sudah tidak berfungsi sebagaimana diharapkan, atau biaya pemeliharaannya sudah terlalu mahal.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

g. Pengawasan sarana dan prasarana meliputi; kegiatan pengamatan, pemerikasaan dan penilaian terhadap pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana pendidikan di sekolah untuk menghindari penyimpangan, penggelapan atau penyalahgunaan.

4. Administrasi Keuangan

Komponen keuangan sekolah merupakan ketatausahaan dan tindakan keuangan meliputi pencatatan data, perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan pertanggung jawaban keuangan. Keuangan merupakan faktor penting untuk melakukan kegiatan. Hal ini sukar sekali dibayangkan pelaksanaan kegiatan tersebut tanpa uang. Namun dibalik itu, mengadakan uang untuk melaksanakan kegiatan itupun tidak mudah. Oleh karena itu pengadministrasian keuangan sangat urgen untuk efektifitas dan efesiensi. Adapun tugas bagian keuangan meliputi :

a. Perencanaan RKAS yang mengakomodir 8 SNP

b. Pelaksanaan anggaran dan pertanggung jawaban keuangan yang dituangkan dalam buku kas umum, khusus, buku pembantu/ buku harian

c. Mengadministrasikan Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

5. Supervisi Sekolah

Supervisi sekolah yang dimaksud di sini difokuskan pada penyusunan administrasi kurikulum, program supervisi, EDS dalam ketercapaian 8 SNP (instrumen yang sudah berlaku), dan KTSP ( komponen KTSP terdapat dalam Permendikbud nomor 61 tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

a. Administrasi Kurikulum meliputi penyusunan program bidang kurikulum, dimulai dari pembentukan Tim Pengembang Sekolah (TPS) yang melibatkan kepala sekolah perwakilan guru dari setiap mata pelajaran, guru BK, komite sekolah, nara sumber terkait, dan stakeholders yang lain yang peduli terhadap pendidikan dengan sasarannya adalah pelaksanaan EDS ( menggunakan instrument yang berlaku), kemudian penyusunan Tim Pengembang kurikulum (TPK) yang melibatkan kepala sekolah perwakilan guru dari setiap mata pelajaran, guru BK, komite sekolah, nara sumber terkait, dan stakeholders yang lain yang peduli terhadap pendidikan dengan sasarannya adalah penyusunan KTSP yang baik melalui tahapan review, revisi, finalisasi dan pengesahan oleh pejabat.

b. Program Supervisi yang meliputi: Perencanaan. Pelaksanaan, Evaluasi dan tindak lanjut

D. Aktivitas Pembelajaran

Setelah Saudara membaca dan mencermati materi tadi, silahkan Saudara melakukan kegiatan-kegiatan di bawah ini dengan berbagai metode yang digunakan seperti curah pendapat (brainstorming), FGD (Focus Group Discussion), studi kasus, praktik menyusun RPM untuk pembinaan kepala sekolah dalam penyusunan adminstrasi sekolah, dan lain-lain.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

Kegiatan 2.1 Berpikir Reflektif Tentang Pembinaan Penyusunan Administrasi Sekolah (30 Menit)

Dalam kegiatan 2.1. ini Saudara akan merefleksikan kegiatan-kegiatan pembinaan dalam penyusunan administrasi sekolah yang pernah Saudara lakukan, maka silahkan Saudara jawab pertanyaan pada LK 2.1. berikut ini.

LK

2.1

Berfikir

reflektif

Kegiatan-kegiatan

Pembinaan

dalam

Penyusunan

 

Administrasi Sekolah.

 

1.

Secara berkelompok/ berpasangan, jawablah pertanyaan berikut; Coba diskusikan tentang administrasi persuratan mengenai:

 

a. Macam-macam surat apa saja yang biasa dikelola di sekolah?

b. Sebutkan persyaratan surat yang baik

 

2.

Bagaimana cara mengelola arsip yang baik

 

3.

Jelaskan administrasi yang seharusnya ada di sekolah berkenaan dengan PTK

4.

Sebutkan administrasi sarana dan prasarana yang harus ada di sekolah?

5.

Sebutkan administrasi keuangan apa saja yang harus di sekolah?

 

6.

Jelaskan sdministrasi apa saja yang harus dimiliki kepala sekolah yang berkenaan dengan supervisi sekolah ( fokus pada EDS, administrasi kurikulum, KTSP)?

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

Kegiatan 2.2 Penyusunan Persuratan ( 60 Menit)

Dalam kegiatan 2.2. ini, Saudara diminta untuk mencermati kasus dan pertanyaannya untuk diskusikan jawabannya secara berpasangan atau kelompok.

LK 2.2 Menyusun Persuratan

Perhatikan kasus berikut!

Pada hari yang sama sekolah X menerima berbagai macam surat yang datang dari; (1) kemendikbud berisi permintaan guru untuk menjadi peserta diklat, (2) disdikprov meminta guru untuk menjadi narasumber pada diklat, (3) Pemda meminta kesediaan kepala sekolah untuk menjadi peserta rakor, (4) Disdik Kab/Kota meminta beberapa siswa untuk menjadi peserta Paskibra, semua surat harus segera dibalas.

Berdasarkan kasus di atas, jika Saudara pengawas pembina di sekolah X, apa yang harus Saudara anjurkan kepada kepala sekolah?

X, apa yang harus Saudara anjurkan kepada kepala sekolah? Kegiatan 2.3 Administrasi Kepegawaian (PTK) (45 Menit)

Kegiatan 2.3 Administrasi Kepegawaian (PTK) (45 Menit)

Dalam kegiatan 2.3. ini Saudara diminta untuk mencermati hasil pemantauan administrasi kepegawaian dari 10 sekolah binaan, kemudian jawablah pertanyaan- pertanyaannya secara pasangan atau kelompok.

Tabel 5. Hasil Pemantauan Sekolah Binaan

     

Keberadaan

 

No

Indikator Pemenuhan Standar Nasional

Ada

Tidak

Keterangan

1

Administrasi Kepegawaian meliputi;

       

1. Inventarisasi pegawai

 

8

2

 

2. Pengusulan formasi pegawai

 

7

3

 

3. Pengusulan

pengangkatan,

kenaikan

tingkat,

7

3

 

kenaikan berkala, dan mutasi

 

4. Mengatur usaha kesejahteraan

 

8

2

 

5. Mengatur pembagian tugas

 

8

2

 

2

Kegiatan Pencatatan dalam Adminsitrasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan meliputi

     

1.

Ketersedian tenaga dan tenaga kependidikan, yang meliputi:

     

a) jumlah keseluruhan PTK

 

10

2

b) jumlah tenaga pendidikan setiap tahun

8

5

c) distribusi bidang keahlian berikut pembagian

5

tugas kerjanya.

 

9

1

d) jumlah tenaga khusus

9

1

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

 

2. Identitas

pendidik

dan

tenaga

kependidikan,

   

yang meliputi:

 

a) jenis kelamin

10

b) umur (tempat tanggal lahir)

 

10

c) latar belakang pendidikan tenaga pendidik dantenaga kependidikan

10

10

d) kepangkatan/golongan ruang tenaga pendidik dan tenaga kependidikan,.

 

10

3. Status

tenaga

pendidik

dan

tenaga

   

kependidikan, yang meliputi:

 

a)

status pegawai (tetap/ honorer/

10

diperbantukan).

 

4. masakerja tenaga pendidik dan kependidikan terhitung mulai TMT (tanggal mulai terbit) berdasarkan Surat Keputusan

5

5

3

Tujuan administrasi kepegawaian

     

a) untuk menghitung ketersedian jumlah tenaga berdasarkan jumlah rombongan belajar pada tiap-tiap kelas, sehingga tidak terjadi overload jam pembelajaran,

2

8

b) digunakan sebagai dasar perencanaan penambahan dan pengembangan tenaga.

2

8

c) mencatat distribusi tugas mengajar

 

2

8

d) mencatat beban jam pembelajaran pada tiap semester

4

6

LK 2.3 Administrasi Kepegawaian

1. Materi yang harus segera dilaksanakan dalam pembinaan kepala sekolah dan atau tenaga administasi sekolah.

2. Komponen yang harus ada dalam program kerja kepegawaian

Kegiatan 2.4 Administrasi Sarana dan Prasarana (45 Menit)

Dalam kegiatan 2.4. ini Saudara diminta untuk mencermati sebagian instrumen pemantauan sarana dan prasarana, kemudian kerjakan tugasnya pada LK 2.4.

No.

Indikator Pemenuhan Standar

Keberadaan

Ket.

Ya

Tidak

1

Memetakan perbedaan antara keadaan nyata dan kriteria Standar

     

1. Rombel belajaran 3 - 27 kelas

     

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

 

2. Luas lahan 2170 m 2 - 6260 m 2

3. Lahan terhindar dari potensi bahaya kecelakaan

4. Luas bangunan gedung 650 m 2 - 1870 m 2

5. Bangunan gedung memenuhi Standar keselamatan

2

Ruang kelas

1. Jumlah ruang kelas sama dengan jumlah rombel

2. Rata2 luas ruang kelas 2 m 2 persiswa

3. Keadaan kelas bersih, sehat dan nyaman digunakan

4. Sirkulasi udara dan pencahayaan baik

5. Jumlah siswa dalam kelas 32 - 40 siswa

6. Ventilasi ruang kelas baik

3

Kelengkapan sarana ruang kelas terhadap jumlah siswa dan guru

1. Jumlah kursi peserta didik setiap kelas sama dengan jumlah siswa

2. Jumlah meja peserta didik perbandingannya 1 : (1 - 2 ) jumlah siswa

3. Kursi dan meja guru

4. Lemari

5. Papan tulis

6. Kelengkapan lain (tempat sampah, cuci tangan, jam dinding, soket listrik

LK 2.4 Administrasi Sarana dan Prasarana

Dari format pemantauan tadi, Saudara dapat menyimpulkan komponen dan kriteria apa saja yang harus ada dalam penyusunan administrasi sarana dan prasana.

.

Kegiatan 2.5 Administrasi Keuangan (Pembiayaan) ( 45 Menit)

Pada kegiatan 2.5 ini Saudara akan berdiskusi tentang pembinaan penyusunan administrasi keuangan, sebelum Saudara mengadakan pembinaan, Saudara sebaiknya memahami dulu materi berikut ini dengan mengerjakan LK 2.5. berikut secara individu/ berpasangan/ berkelompok

LK 2.5 Administrasi Keuangan (Pembiayaan)

Sebagai contoh untuk kepala sekolah binaan, silahkan Saudara menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah sedikitnya memuat seperti format berikut ( format dapat menyesuaikan)

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

No

Pemenuhan

Kegiatan

Rincian

Sumber Dana

Anggaran

Standar

Kebutuhan

1

Standar

Penyusunan

ATK

Bos

Rp

2

proses

RPP

Handouts

3

Konsumsi

4

Dst

Ketua Komite Sekolah,

Kepala Sekolah…………….,

Kegiatan 2.6 Administrasi Supervisi Sekolah (45 Menit)

Dalam kegiatan 2.6 ini, silahkan Saudara amati instrumen di bawah ini (rekapitulasi hasil pemantauan dari 10 sekolah binaan), Saudara diminta menjawab pertanyaan pada LK 2.6.

Tabel 6. Contoh Hasil Pemantauan Keterlaksanaan Supervisi Sekolah

No

 

Indikator Pemenuhan Standar

 

Keberadaan

Ket

Ada

Tidak

 

Keterlaksanaan supervisi Sekolah dibuktikan dengan adanya

     

1

Adminisrasi / Program kurikulum

 

7

3

 

2

Kelengkapan Perangkat Pembelajaran

 

8

2

 

3

Program supervisi ( Rencana, Pelaksanaan, tndak lanjut

Evaluasi, dan

7

3

 

4

Dokumen Hasil RKAS

 

5

5

 

5

Dokumen

KTSP(

Buku

1)

yang

sudah

divalidasi

dan

10

   

disyahkan

6

Dokumen Hasil SKP dan PPKP bagi PNS

 

4

6

 

7

Dokumen PKG dan PKKS

 

5

5

 

8

Adanya program evaluasi pelaksanaan program

 

3

7

 

9

Melaksanakan evaluasi dengan menggunakan instrumen

 

3

7

 

10

Terdapat data hasil evaluasi

 

3

7

 

11

Adanya program tindak lanjut

 

3

7

 

12

. Melaksanakan program tindak lanjut

 

3

7

 

LK 2.6 Administrasi Supervisi Sekolah

Berdasarkan tabel di atas, Saudara dapat menyimpulkan bahwa materi yang menjadi sasaran pembinaan. Silahkan Saudara menyusun RPM dan materinya (format RPM dapat menggunakan format RPM yang tercantum pada Kegiatan Pembelajaran 1)

menyusun RPM dan materinya (format RPM dapat menggunakan format RPM yang tercantum pada Kegiatan Pembelajaran 1)

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

E. Latihan/Kasus/Tugas

Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D

1. Mengingat

harus

memperhatikan pemilihan bahasa yang digunakan, hindarilah pengunaan bahasa berikut….

A. Mengunakan bahasa baku dan efektif,

B. Menggunakan kata-kata yang minim,

C. Kata dan kalimat yang digunakan harus sederhana, dan umum.

D. Bahasa dapat menggunakan bahasa setempat supaya dapat cepat dimengerti

fungsi

surat

sangat

penting,

maka

dalam

menulis

surat

2. Adminsitrasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan meliputi kegiatan pencatatan diantaranya tentang .

A. Jumlah personal pendidikan yang meliputi: a) Guru, b) Kepala Sekolah dan c) Kepala Tenaga administrasi sekolah d )petugas khusus

B. Ketersedian pendidik dan tenaga kependidikan, yang meliputi a) jumlah keseluruhan tenaga pendidik, b) jumlah tenaga pendidikan pada setiap tahun,c. distribusi dan d) kebutuhan pembiyaan

C. Identitas pendidik dan tenaga kependidikan, yang meliputi: a) jenis kelamin, b) umur c) latar belakang pendidikan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, Sarana pendidikan

D. Status pendidik dan tenaga pendidikan yang melaputi a) status pegawai b) status perkawinan c) domisili tempat tinggal

3. Salah satu kegiatan-kegiatan dalam pengolahan administrasi sarana prasarana adalah….

A. Pengadaan Sarana dan prasarana Pendidikan tanpa mengutamakan skala prioritas untuk menunjang pelaksanaan tugas-tugas sekolah

B. Perencanaan Kebutuhan termasuk Penyusunan daftar kebutuhan

C. Penyimpanan dan pemeliharaan Prasarana dan sarana Pendidikan dimana saja

D. Inventarisasi dan penghapusan Prasarana dan Sarana Pendidikan tanpa keacuali

4. Penyusunan Rencana Kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) yang baik adalah yang berdasarkan pada hasil….

A. Analisias SKL, KI dan KD

B. Analisis Kebutuhan Standar Proses

C. Evaluasi Diri Sekolah (EDS)

D. Evaluasi pemantauan kebutuhan

5. Delapan sekolah dari 10 sekolah binaan masih belum memiliki Kurikulum Satuan Pendidikan (KTSP) yang tidak berdasarkan analisis keadaan sekolahnya, maka pengawas pembina sekolah-sekolah tersebut mengadakan pembinaan melalui workshop. Berikut adalah langkah-langkah penyusunan KTSP yang diarahkan oleh pengawas

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

(1) reviu (2) revisi (3) finalisasi (4) pengesahan oleh penjabat yang berwenang

Susunan langkah terbaik adalah

A. (2) (1) (3) (4)

B. (2)(1) (4) (3)

C. (1) (2) (4) (3)

D. (1)(2)(3)(4)

F. Rangkuman

Pelaksanaan pembinaan dalam penyusunan administrasi sekolah meliputi administrasi persuratan; adminstrasi kepegawaian; administrasi sarana dan prasarana, administrasi keuangan, administrasi supervisi sekolah. Hal ini sangat perlu dilakukan oleh pengawas sekolah profesioanal dalam rangka pemenuhan 8 SNP dan pada ujungnya akan berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan.

G. Umpan Balik

Cocokkanlah jawaban Saudara dengan kunci jawaban materi ini yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban Saudara yang benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Saudara terhadap Kegiatan Pembelajaran 2.

Tingkat Penguasaan =

Jumlah Jawaban Benar

Jumlah Soal

X

100 %

Arti tingkat persentase penguasaan yang Saudara capai:

90

80

70

60

100 = sangat baik

79

69

89

= baik

= cukup

= kurang

60 = sangat kurang

Apabila Saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Saudara dapat meneruskan dengan modul berikutnya. Bagus! Tetapi apabila tingkat penguasaan Saudara masih di bawah 80%, Saudara harus mengulangi materi Kegiatan Pembelajaran 2, terutama bagian yang belum Saudara kuasai.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

H. Refleksi dan Tindak Lanjut

Setelah selesai mempelajari Kegiatan Pembelajaran 2 ini, maka Saudara boleh merefleksikan diri dengan mengisi tabel di bawah ini

No

Tujuan Pembelajaran

Tercapai

Belum

Keterangan

Tercapai

Melaksanakan pembinaan penyusunan administrasi sekolah meliputi administrasi:

dalam

     

yang

1

Persuratan

     

2

Kepegawaian

     

3

Prasarana;

     

4

Keuangan

     

5

Supervisi sekolah

     

Tindak lanjut:

 

Kegiatan yang membuat saya belajar lebih efektif

  Kegiatan yang membuat saya belajar lebih efektif Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan

Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan saran perbaikan

efektif Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan saran perbaikan I. Kunci Jawaban 1. D

I. Kunci Jawaban

1. D

2. A

3. B

4. C

5. D

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 MENGARAHKAN KEPALA SEKOLAH DAN GURU DALAM MENGANALISIS PERMASALAHAN LAYANAN BK DI SEKOLAH

( WAKTU 5 JP )

A. Tujuan Pembelajaran :

Setelah Saudara melakukan pembelajaran pada modul ini mampu mengarahkan kepala sekolah dan guru dalam menganalisis permasalahan layanan BK di sekolah

B. Indikator Pencapaian Tujuan

1. Merinci tujuan bimbingan dan konseling di sekolah berkaitan dengan analisis permasalah layanan BK di sekolah

2. Merinci komponen/jenis layanan BK di sekolah

3. Merinci masalah yang timbul dalam layanan BK di Sekolah

4. Merinci administrasi layanan BK di sekolah

C. Uraian Materi

Kegiatan Pembelajaran ini membahas materi tentang :

1.

Pengertian Bimbingan dan Konseling di Sekolah

BK adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara individual maupun kelompok, agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui layanan dasar, layanan peminatan, layanan responsif, layanan dukungan sistem dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.

2.

Tujuan Layanan Bimbingan dan Konseling

Tujuan umum layanan bimbingan dan konseling adalah membantu peserta didik/konseli agar dapat mencapai kematangan dan kemandirian dalam kehidupannya serta menjalankan tugas-tugas perkembangannya yang mencakup aspek pribadi, sosial, belajar, karir secara utuh dan optimal. Tujuan khusus layanan bimbingan dan konseling adalah membantu konseli agar mampu: 1) memahami dan menerima diri dan lingkungannya; 2) merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir dan kehidupannya di masa yang akan datang; 3) mengembangkan potensinya seoptimal mungkin; 4) menyesuaikan diri dengan lingkungannya; 5) mengatasi hambatan atau kesulitan yang dihadapi dalam kehidupannya dan 6) mengaktualiasikan dirinya secara bertanggung jawab.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

3. Fungsi Layanan Bimbingan dan Konseling

Fungsi layanan Bimbingan dan Konseling terdiri dari;

a. Pemahaman yaitu membantu konseli agar memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap dirinya dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, budaya, dan norma agama).

b. Fasilitasi yaitu memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek pribadinya.

c. Penyesuaian yaitu membantu konseli agar dapat menyesuaikan diridengan diri sendiri dan dengan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.

d. Penyaluran yaitu membantu konseli merencanakan pendidikan, pekerjaan dan karir masa depan, termasuk juga memilih program peminatan, yang sesuai dengan kemampuan, minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadiannya.

e. Adaptasi yaitu membantu para pelaksana pendidikan termasuk kepala satuan pendidikan, staf administrasi,dan guru mata pelajaran atau guru kelas untuk menyesuaikan program dan aktivitas pendidikan dengan latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan peserta didik/konseli.

f. Pencegahan yaitu membantu peserta didik/konseli dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan timbulnya masalah dan berupaya untuk mencegahnya, supaya peserta didik/konseli tidak mengalami masalah dalam kehidupannya.

g. Perbaikan dan Penyembuhan yaitu membantu peserta didik/konseli yang bermasalah agar dapat memperbaiki kekeliruan berfikir, berperasaan, berkehendak, dan bertindak. Konselor atau guru bimbingan dan konseling melakukan memberikan perlakuan terhadap konseli supaya memiliki pola fikir yang rasional dan memiliki perasaan yang nyaman , sehingga konseli berkehendak merencanakan dan melaksanakan tindakan yang produktif dan normatif.

h. Pemeliharaan yaitu membantu peserta didik/konseli supaya dapat menjaga kondisi pribadi yang sehat normal dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya.

i. Pengembangan yaitu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif,yang

memfasilitasi perkembangan peserta didik/ konseli dalam membangun jejaring yang bersifat kolaboratif.

j. Advokasi yaitu membantu peserta didik/konseli berupa pembelaan terhadap hak-hak konseli yang mengalami perlakuan diskriminatif.

4. Komponen/Jenis Layanan BK di Sekolah

Layanan bimbingan dan konseling sebagai layanan profesional yang diselenggarakan pada satuan pendidikan mencakup komponen program, bidang layanan, struktur dan program layanan, kegiatan dan alokasi waktu layanan. Komponen program meliputi layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individual, layanan responsif, dan dukungan sistem, sedangkan bidang layanan terdiri atas bidang layanan pribadi, sosial, belajar, dan karir.

Rincian Jenis-jenis Layanan BK adalah:

a. Orientasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari,

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

untuk menyesuaikan diri, mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru.

b. Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir, dan pendidikan lanjutan

c. Peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstrakurikuler.

d. Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

e. Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.

f. Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.

g. Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.

h. Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.

i. Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antar mereka.

5. Masalah Layanan BK di Sekolah

Salah satu langkah yang perlu dilakukan oleh Pengawas dalam membina Kepala Sekolah dan guru bimbingan dan konseling/konselor untuk menangani suatu Permasalahan peserta didik, mengetahui kemungkinan masalahnya sebagai latar belakang Permasalahan peserta didik, melalui pengumpulan data dan analisis data. Diagnosis adalah tinjauan ke masa yang lampau yang diduga menjadi sumber penyebab timbulnya masalah pada diri peserta didik. Ada dua pertimbangan paling tidak yang dapat digunakan untuk dapat diduga menjadi sumber penyebab itu, yaitu pengalaman empiris dan kajian secara teoritis. Tepatnya langkah dalam membuat keputusan diagnosis ini memungkinkan tepatnya langkah aspek prognosis dan hal itu akan memungkinkan tepatnya bentuk bantuan(treatmen) yang diberikan dalam mengatasi masalah. Macam masalah dan jenis masalah yang beragam dapat dikelompokkan menjadi masalah Pribadi , masalah sosial, masalah belajar dan masalah karir.

6. Administrasi Layanan BK

Aktivitas dan segala kegiatan sebagai bukti akuntabilitas layanan BK di sekolah , sebagai tolak ukur keberhasilan layanan Bimbingan dan konseling sekolah tersebut baik atau kurang baik , apa yang telah dikerjakan diadminisitrasikan dan dokumentasikan, demikian pula sebaliknya segala aktivitas BK juga diadministrasikan.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

D. Aktivitas Pembelajaran

Kegiatan 3.1 Berpikir Reflektif (15 Menit) Setiap orang pasti memiliki masalah, apa yang terjadi jika masalah yang menimpa seseorang dibiarkan begitu saja , Jawablah pertanyaan berikut :

LK 3.1 Berpikir Reflektif

No

Pertanyaan

Deskripsi Jawaban Berfikir Reflektif

1

Apa yang terjadi jika pelayanan BK tidak sesuai dengan komponen layanan/ Jenis layanan dan kegiatan pendukung Bimbingan Konseling disekolah?

 

2

Apa yang Saudara lakukan apabila Kepala Sekolah dan Guru Tidak dapat menganalisis masalah?

 

3

Bagaimana Saudara memberi pengarahan jika Kepala Sekolah dan Guru BK administrasinya tidak lengkap?

 

Kegiatan 3.2 Merinci Tujuan (20 Menit)

Setelah Saudara berdiskusi dan menyelesaikan kegiatan 3.1, Saudara selanjutnya mengkaji wawasan BK melalui kajian regulasi terkini yaitu peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.111 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada pendidikan Dasar dan Menengah, Silahkan Saudara kerjakan LK 3.2 berikut ini

LK 3.2 Merinci Tujuan BK di Sekolah

No

No Rincian Tujuan BK
No Rincian Tujuan BK

Rincian Tujuan BK

No Rincian Tujuan BK
No Rincian Tujuan BK

Kegiatan 3.3 Validasi Kompetensi dan Kebutuhan Guru BK (25 Menit)

Cermatilah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 Tentang Standar Kualifkasi Akademik dan Kompetensi Konselor, kemudian kerjakan LK 3.3.

LK 3.3 Menvalidasi Kompetensi dan Kebutuhan Guru BK

No

Kompetensi Guru BK

Kegiatan Layanan BK

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

Kegiatan 3.4 Merinci Komponen Layanan/Jenis Layanan BK (45 Menit )

Layanan bimbingan dan konseling sebagai layanan profesional yang diselenggarakan pada satuan pendidikan mencakup komponen program, bidang layanan, struktur dan program layanan, kegiatan dan alokasi waktu layanan. Komponen program meliputi layanan dasar, layanan peminatan dan perencanaan individual, layanan responsif, dan dukungan sistem, sedangkan bidang layanan terdiri atas bidang layanan pribadi, sosial, belajar, dan karir.

Tugas Saudara merinci komponen program Layanan/jenis layanan pada lembar kerja dibawah ini ,sebagai pendukung menyelesaikan tugas dibawah ini bacalah lebih dulu Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan Menengah atau peraturan yang berlaku. Tugas Saudara selanjutnya kerjakan LK 3.3 tentang rincian komponen layanan.

LK 3.4 Merinci Komponen Layanan/Jenis Layanan BK

   

Strategi

Bidang

Instrumen

No.

Komponen Layanan

Layanan/Jenis

Layanan

Tes/Non Tes

Layanan

1

Layanan dasar

     

2

Layanan

Peminatan

     

dan

perencanaan

     

individual

     

3

Layanan responsif

     

4

Dukungan sistem

     

Kegiatan 3.5 Masalah yang Timbul dalam Layanan BK (45 Menit)

Setelah Saudara menyiapkan pengarahan pada komponen layanan yang didalamnya terdapat strategi layanan/jenis layanan, berikutnya Saudara mempelajari analisa kebutuhan siswa melalui alat/instrumen tes dan non tes, hasil analisa kebutuhan selanjutnya Saudara melakukan rincian masalah yang timbul dan menklasifikasi kedalam empat kelompok yaitu masalah pribadi , masalah sosial, masalah belajar dan masalah karir , dengan kata lain dapat di kelompokkan pada bidang bimbingan pribadi, bidang bimbingan sosial ,bidang bimbingan belajar dan bidang bimbingan karir.

Untuk menyelesaikan tugas berikutnya Saudara pelajari Permendiknas Nomor 111 tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling, pada bagian yang berkenaan dengan bidang- bidang bimbingan, selanjutnya Saudara pelajari instrumen/alat ungkap masalah (AUM), daftar cek masalah (DCM) dan sejenisnya atau instrumen tes/ tes psikologi meliputi tes Kecerdasan(IQ). Tes bakat verbal, tes bakat nomerikal, tes bakat skolastik, tes bakat mekanik , tes bakat berfikir abtrak, tes minat, tes motivasi, tes kepribadian, merupakan asesmen kebutuhan (need assessment) peserta didik/konseli dan lingkungannya ke dalam rumusan perilaku-perilaku yang diharapkan dikuasai peserta didik/konseli. Tugas Saudara selanjutnya menyelesaikan tugas pada LK berikut.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

LK 3.5 Menulis masalah-masalah yang Dilayani BK di Sekolah Binaan

Tulislah masalah-masalah yang dilayani BK di sekolah binaan Saudara pada kolom 2 (dua), setelah Saudara menginventarisir masalah pada kelom 2 (dua), lanjutkan mengisi kolom tiga (3) identifikasi dan klasifikasi masalah, dan masukkan pada kolom empat (4) untuk dilakukan pelayanan pada bimbingan pribadi , sosial, belajar dan karir

No Masalah-Masalah Yang Dilayani Bk Identifikasi masalah Bidang bimbingan Pribadi Sosial Belajar Karir
No
Masalah-Masalah Yang
Dilayani Bk
Identifikasi masalah
Bidang bimbingan
Pribadi
Sosial
Belajar
Karir

Kegiatan 3.6 Merinci Administrasi BK (30 Menit)

Hampir semua Guru BK/Konselor menyelesaikan administrasi sendiri, banyak sekolah belum memiliki tenaga administrasi secara khusus di ruang BK, sehingga perlu pembinaan pengawas untuk membina Kepala Sekolah dan Guru BK/Konselor dalam merinci administrasi BK. Tugas Saudara yang pertama adalah menginventarisir administrasi BK, setelah Saudara mengisi kolom dua pada LK 3.6 selanjutnya sadara mengisi kolom dua yaitu rincian isi administrasi tersebut, dan selanjutnya tulislah tujuan administrasi tersebut.

LK 3.6 Merinci Administrasi BK

No

Administrasi BK

 

Rincian Isi Administrasi

Tujuan

1

Surat undangan layanan BK

     

2

Surat undangan Orang tua

     

3

Surat pengiriman konseli ( reflal)

   

4

Surat Panggilan konseli

     

5

Buku daftar hadir layanan BK

     

6

Buku konseling

     

7

Buku pengentasan kasus

     

8

Dokumen

asesment

dan

   

peminatan

9

Dokument konseli/buku pribadi

   

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

E. Latihan/Kasus/Tugas

Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D

1. Konselor lagi duduk menyelesaikan administrasi dengan sibuknya, tiba-tiba menghentikan semua aktivitasnya menyambut kedatangan konseli untuk berkonseling, dengan masalah yang sangat banyak, konselor dengan sabarnya melakukan, konseling mulai tahap awal sampai tahap akhir dengan tujuan membantu konseli agar mampu:

A. Memahami, merencanakan masa mendatang, mengembangkan potensinya seoptimal mungkin,menyesuaikan diri dengan lingkungannya, mengatasi hambatan dan mengaktualisasi dirinya secara bertanggung jawab

B. Memahami, merencanakan masa mendatang, mengembang kan potensinya seoptimal mungkin,menyesuaikan diri dengan lingkungannya, mengatasi hambatan

C. Memahami, merencanakan masa mendatang, mengembangkan potensinya seoptimal mungkin,menyesuaikan dir, mengatasi hambatan

D. Memahami, merencanakan masa mendatang, mengembangkan potensinya seoptimal mungkin,menyesuaikan diri dengan lingkungannya, mengatasi hambatan

2. Lima siswa datang keruang BK dengan membawa masalah yang berbeda berharap dapat dengan cepat masing-masing masalah siswa terentaskan ,hasil pengarahan pengawas menjadikan konselor profesional dengan cepat menentukan layanan yang tepat yaitu layanan

A. Layanan advokasi

B. Layanan dukungan sistem/internet

C. Layanan bimbingan klasikal

D. Layanan Responsif konseling kelompok

3. Bimbingan dan konseling adalah kegiatan terstandar , sehingga pelaksanaannya mengikuti kaidah ilmiah sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan dengan urutan sebagai berikut :

A. Perencanaan,pelaksanaan,evaluasi pelaporan

B. Identifikasi masalah Perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pelaporan

C. Analisa kebutuhan masalah, Perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pelaporan dan tindak lanjuk

D. Analisa kebutuhan masalah Perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pelaporan

4. Pengembangan sekolah berbasis karakter banyak hambatan yang dialami peserta

dan

masalah yang berkenaan dengan pembiasaan, jika diklasifikasikan permasalahan yang berkenaan dengan penyesuaian diri dikelompokkan tergolong masalah

A. pribadi

B. sosial

C. belajar

D. karir

siswa yang memiliki

terutama menerima

budaya

baru,

sehingga

banyak

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

5. Pelayanan bimbingan dan konseling pada pendidikan formal dilaksanakan secara akuntabilitas yang tinggi, sehingga semua yang dikerjakan guru BK/Konselor selalu diadministrasikan dan semua administrasi didalam bimbingan dan konseling sebagai bukti fisik suatu kegiatan . untuk mengadministrasikan data hasil asesmen pada tahap mengkelompokkan masalah siswa dengan tujuan mengetahui masalah yang dihadapi siswa adalah pada tahap

A. Pengumpulan data

B. Analisa data

C. Klasifikasi data

D. Sintesa data

F. Rangkuman

Tujuan bimbingan dan konseling (BK) di sekolah berkaitan dengan analisis permasalahan layanan BK yang meliputi komponen/jenis layanan BK, masalah yang timbul dalam layanan BK, administrasi layanan BK sangat perlu keberadaanya disekolah.

Layanan BK harus selalu barasaskan kepada asas-asas konseling meliputi asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan, kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan kasus, dan tutwuri handayani .

Bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan mencakup empat bidang layanan, yaitu bidang layanan yang memfasilitasi perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir. Pada hakikatnya perkembangan tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang tidak dapat dipisahkan dalam setiap diri individu peserta didik/konseli.

G. Umpan Balik

Cocokkanlah jawaban Saudara dengan kunci jawaban materi Kegiatan Pembelajaran 3 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban Saudara yang benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Saudara terhadap materi pada kegiatan pembelajaran 3.

Tingkat Penguasaan =

Jumlah Jawaban Benar

Jumlah Soal

X

100 %

Arti tingkat persentase penguasaan yang Saudara capai:

90

80

70

60

100 = sangat baik

79

69

60

89

= baik

= cukup = kurang = sangat kurang

Apabila nilai Saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Saudara dapat meneruskan dengan modul berikutnya. Bagus! Tetapi apabila tingkat penguasaan

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

Saudara masih di bawah 80%, Saudara harus mengulangi materi kegiatan pembelajaran 3, terutama bagian yang belum saudara kuasai.

H. Refleksi dan Tindak Lanjut

Belum

Tercapai

No

Tujuan Pembelajaran

Tercapai

Keterangan

1

Merinci tujuan BK disekolah berkaitan dengan analisis permasalahan pelayanan BK

2

Merinci

disekolah

komponen/jenis

layanan

BK

3

Merinci masalah yang timbul dalam layanan BK disekolah

4

Merinci adinistrasi layana BK

Tindak lanjut:

Kegiatan yang membuat saya belajar lebih efektif

lanjut: Kegiatan yang membuat saya belajar lebih efektif Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan

Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan saran perbaikan

efektif Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan saran perbaikan I. Kunci Jawaban 1. A

I. Kunci Jawaban

1. A

2. D

3. C

4. B

5. D

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4 MENGARAHKAN KEPALA SEKOLAH DAN GURU DALAM MELAKSANAKAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH

( WAKTU 5 JP )

A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran :

Setelah Saudara melakukan pembelajaran pada modul ini mampu mengarahkan kepala sekolah dan guru dalam melaksanakan layanan BK di sekolah

B. Indikator Pencapaian Tujuan

1. Menelaah program BK di sekolah

2. Merinci mekanisme layanan BK di sekolah

3. Merinci mekanisme pengelolaan BK di sekolah

4. Membandingkan peranan Kepala Sekolah dalam BK

5. Memilih usaha mengatasi permasalahan pelaksanaan BK di sekolah

C. Uraian Materi

Kegiatan Pembelajaran 4 ini membahas materi tentang :

1.

Program BK di Sekolah Pengawas sekolah hendaknya memahami bahwa program BK harus dimiliki oleh sekolah. Program BK yang baik ialah program yang memiliki struktur program dengan menggunakan sistematika minimal yang meliputi: (1) rasional, (2) visi dan misi BK, (3) deskripsi kebutuhan, (4) tujuan, (5) komponen program BK (layanan Dasar, layanan Peminatanan peserta didik dan Perencanaan Individual, layanan Responsif, dan Dukungan sistem), (6) bidang layanan, (7) rencana operasional, (8) pengembangan tema/topik, dan pengembangan Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan Konseling (RPLBK), (9) evaluasi, pelaporan, tindak lanjut, (10) anggaran biaya.

Komponen program BK, dan bidang layanan ini dapat dituangkan ke dalam program tahunan dan semesteran dengan mempertimbangkan komposisi, proporsi dan alokasi waktu layanan, baik di dalam maupun di luar kelas. a. Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah. b. Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester, merupakan jabaran program tahunan yang didalamnya terdiri atas kegiatan bulanan dan atau mingguan dalam satu semester.

2.

Mekanisme Layanan dan Strategi Layanan BK Mekanisme pengelolaan bimbingan dan konseling ditata dan mencakup tahapan :

analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pelaporan, dan tindak

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

lanjut pengembangan program.

a. Analisis kebutuhan; Program BK berdasar data kebutuhan dan masalah peserta didik, data harapan sekolah, dan orangtua. Kebutuhan peserta didik, satuan pendidikan, dan orangtua diidentifikasi dengan berbagai instrumen non tes dan tes atau dengan pengumpulan fakta, data diri, observasi, dan tes, yang diselenggarakan oleh konselor atau guru bimbingan dan konseling sendiri atau fihak lain yang lebih berkewenangan. Hasil identifikasi dianalisis dan diinterpretasi untuk menentukan skala prioritas layanan bimbingan dan konseling.

b. Perencanaan merupakan alat yang berguna untuk merespon kebutuhan yang telah teridentifikasi, mengimplementasikan tahap-tahap khusus untuk memenuhi kebutuhan, dan mengidentifikasi fihak yang bertanggungjawab terhadap setiap tahap, serta mengatur jadwal dalam program tahunan serta semesteran dan pengimplementasiannya. Dengan demikian, sejak awal telah dirancang efisiensi dan keefektivan program dan rencana pengukuran akuntabilitasnya. Program bimbingan dan konseling direncanakan sebagai program tahunan dan program semesteran.

c. Pelaksanaan Bimbingan dan konseling harus memperhatikan aspek penggunaan data dan penggunaan waktu yang tersebar ke dalam kalender akademik.Aspek pertama adalah penggunaan data. Kumpulan data akan memberikan informasi penting dalam pelaksanaan program dan akan diperlukan untuk mengevaluasi program dalam kaitannya dengan kemajuan yang diraih peserta didik/konseli. Data dikumpulkan sepanjang proses pelaksanaan bimbingan dan konseling sehubungan dengan perencanaan apa yang dikerjakan, apa yang tidak dikerjakan, apa yang berubah atau ditingkatkan. Data yang dikumpulkan dipilah menjadi tiga data : (1)data jangka pendek yaitu data setiap akhir aktivitas, (2)data jangka menengah merupakan data kumpulan dari periode waktu tertentu, misalnya program semesteran maka data yang dimaksud adalah data selama satu semester untuk mengukur indikator kemajuan ke arah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan, dan (3)data jangka panjang merupakan data akhri serangkaian program misalnya program tahunan yang merupakan data hasil seluruh aktivitas dan dampaknya pada perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir peserta didik.

d. Evaluasi Evaluasi dalam bimbingan dan konseling merupakan proses pembuatan pertimbangan secara sistematis mengenai keefektifan dalam mencapai tujuan program bimbingan dan konseling berdasar pada ukuran (Standar) tertentu. Dengan demikian evaluasi merupakan proses sistematis dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang efisiensi, keefektivan, dan dampak dari program dan layanan bimbingan dan konseling terhadap perkembangan pribadi, sosial belajar, dan karir peserra didik/ konseli.

e. Pelaporan Pelaporan proses dan hasil dari pelaksanaan program dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan bagaimana peserta didik berkembang sebagai hasil dari layanan bimbingan dan konseling. Laporan akan digunakan sebagai pendukung program lanjutan untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan program selanjutnya. Laporan jangka pendek akan menfasilitasi evaluasi aktivitas program jangka pendek. Laporan jangka menengah dan jangka panjang akan

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

merefleksikan kemajuan ke arah perubahan dalam diri semua peserta didik. Isi dan format laporan sejalan dengan kebutuhan untuk menyampaikan informasi secara efektif krpada seluruh pemangku kepentingan. Laporan juga akan menjadi informasi penting bagi pengembangan profesionalitas yang diperlukan bagi konselor atau guru bimbingan dan konseling.

f. Tindak lanjut laporan program pelaksanaan bimbingan dan konseling menjadi alat penting dalam tindak lanjut untuk mendukung program sejalan dengan yang direncanakan, mendukung peserta didik yang dilayani, mendukung digunakannya materi yang tepat, mendokumentasi proses, persepsi, hasil program secara rinci, mendokumentasi dampak jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Analisis keefektivan program digunakan untuk mengambil keputusan apakah program dilanjutkan, direvisi, atau dihentikan.

3. Mekanisme Organisasi Pengelolaan Bimbingan dan Konseling Kegiatan layanan BK adalah bagian integral dari kegiatan pendidikan di sekolah, segala kegiatannya bertujuan mensukseskan peserta didik belajar, dalam

pengelolaannya tidak lepas dari organisasi sekolah dan manajemen pendidikan yang memiliki peran sesuai dengan jabatannya seperti uraian berikut:

a. Kepala Sekolah: adalah penanggung jawab seluruh kegiatan pendidikan di sekolah yang dipimpinnya termasuk bimbingan dan konseling , memiliki tugas dan peran dalam :

1)

Penentuan staf personel bimbingan dan konseling

2)

Penyusunan program bimbingan dan konseling

3) Sosialisasi dan penetapan program bimbingan dan konseling kepada sivitas sekolah.

4) Penyediaan kelengkapan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam

kegiatan bimbingan dan konseling. Pemantuan dan supervisi terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling

5)

6) Pengembangan kerjasama dengan instansi atau profesi lain yang berkaitan

7)

dengan pelaksanaan BK Pengembangan program BK yaitu pembinaan dan pelatihan personel BK.

b. Wakil Kepala Sekolah

1)

Pelaksana kebijakan pimpinan sekolah terutama berkenaan dengan layanan

BK

2)

Penyediaan informasi baik berkaitan dengan aktivitas yang diperlukan untuk mendukung program BK

3) Sosialisasi program BK kepada seluruh personel dan komponen sekolah sesuai dengan bidang dan kewenangannya

4)

Dukungan dan pemantuan pelaksanaan layanan BK.

c. Wali Kelas

1)

Menyediakan informasi tentang karakteristik dan kebutuhan peserta didik

2)

Mensosialisasikan keberadaan layanan bimbingan dan konseling di kelas

3)

Memantau perkembangan dan kemajuan peserta didik dikelasnya

4)

Mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan layanan BK

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

5) Melakukan kunjungan rumah dan konfrensi kasus

d. Guru mata pelajaran

1)

Mensosialisasikan layanan BK kepada peserta didik

2)

Menyediakan informasi mengenai sikap dan kebiasaan didik dalam mengikuti

3)

proses pembelajari Mengidentivikasi peserta didik yang memerlukan layanan BK yang berkenaan denganmata pelajaran yang diampunya

4) Memantau perkembangan dan kemajuan para peserta didik terutama yang telah memperoleh layanan BK 5) Melakukan upaya layanan bimbingan belajar/penguasaan konten terutama program perbaikan dan pengayaan 6) Ikut serta dalam konfrensi kasus jika diperlukan.

e. Guru BK /Konselor

1)

2) Melakukan analisis terhadap karakteristik dan kebutuhan perkembangan peserta didik

3)

4) Mengkordinasikan seluruh personel layanan BK mulai dari penyusunan, pelaksanaan sampai dengan penilaian layanan BK

Mengorganisasikan seluruh aktivitas layanan Bimbingan dan Konseling

Melakukan analisis terhadap kondisi sekolah pada layanan BK

5)

Melakukan layanan dasar kepada seluruh peserta didik

6)

Melaksanakan layanan responsif pada peserta didik

7)

Mengadministrasikan semua kegiatan bimbingan dan konseling

8)

Mengadakan tindak lanjut dan alih tangan kasus

9)

Menyusun laporan dan pertanggung jawaban seluruh kegiatan layanan BK.

f. Tenaga Administrasi Sekolah

1)

Membantu mempersiapkan seluruh kegiatan BK

2)

Membantu menyiapkan sarana yang diperlukan dalam layanan BK

3)

Membantu mengadministrasikan seluruh kegiatan BK

4)

Membantu menyampaikan informasi kepada personel lain dalam

4. Perbandingan

Peranan

Bimbingan dan Konseling

Kepala

Sekolah

dalam

Pengorganisasian

Perbandingan peranan Kepala sekolah dengan komponen organisasi layanan BK lainnya dilihat pada gambar bagan berikut:

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pelaksanaan Supervisi Manajerial

WALI KELAS

KEPALA SEKOLAH WK KS GURU BK/ KONSELOR TAS implementasi Pengorganisasian
KEPALA
SEKOLAH
WK KS
GURU BK/
KONSELOR
TAS implementasi
Pengorganisasian

GURU

Gambar 4. Mekanisme Layanan BK

5. Mengatasi Permasalahan Siswa dalam Pelaksanaan BK di Sekolah

Langkah pengawas sekolah dalam mengatasi permasalahan peserta didik dalam pelaksanaan BK berpegang pada hal hal berikut : 1).Melakukan diagonis untuk mengetahui masalah pada diri peserta didik dimasa lampau,mengetahui faktor penyebab masalah,melakukan kajian secara teroriti dan empiris, mengelompokan masalah menjadi masalah pribadi, masalah sosial,masalah belajar serta masalah karier, 2) Prognosis untuk mengetahui rekam jejak masalah sebagai tindak lanjut dari hasil diagnosis dan kemungkinan pemberian bantuan 3) treatment untuk memberikan bantuan pengentasan masalah

D. Aktivitas Pembelajaran

Kegiatan 4.1 Berpikir Reflektif (25 Menit)

Apa yang terjadi jika layanan BK tidak memiliki program? Jawablah pertanyaan berikut :

LK- 4.1 Berpikir reflektif

No

Pertanyaan

Deskripsi Jawaban Berfikir Reflektif

1

Bagaimanakah jika Kepala Sekolah binaan Saudara tidak memiliki program BK ?

 

2

Bagaimanakah jika Guru BK tidak menguasi mekanisme layanan BK ?

 

3

Apakah yang akan terjadi jika Guru BK/konselor disekolah tidak menguasai mekanisme pengelolaan BK ?

 

4

Pengarahan apakah yang Saudara lakukan dalam membandingkan peranan Kepala sekolah dan guru dalam pelayanan BK ?