Anda di halaman 1dari 4

1.

KONSEP BIAYA RELEVAN


Biaya Relevan adalah biaya masa depan yang berbeda pada setiap alternatif yang
memiliki pengaruh terhadap pengambilan keputusan. Semua keputusan berhubungan dengan
masa depan, sehingga hanya biaya masa depan yang menjadi relevan dengan keputusan.
Tetapi, untuk menjadi relevan suatu biaya tidak hanya merupakan biaya masa depan, tetapi
juga harus berbeda dari satu alternative dengan alternative lainnya. Sedangkan, Biaya yang
tidak Relevan adalah biaya masa depan yang terdapat pada lebih dari satua lternatif, sehingga
biaya tersebut tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan. Contoh biaya relevan adalah
biaya tenaga kerja langsung, karena biaya tenaga kerja langsung merupakan biaya masa
depan dan biaya ini berbeda pada setiap alternatif (jika alternatif membuat yang digunakan
maka akan timbul biaya tenaga kerja langsung, tetapi jika alternatif tidak
membuat/membeli yang digunakan maka tidak akan muncul biaya tenaga kerja langsung).
Sementara, contoh biaya tidak relevan adalah biaya penyusutan ,karena biaya ini bukan
merupakan biaya masa depan atau merupakan biaya tertanam, yaitu biaya yang tidak dapat
dipengaruhi oleh tindakan apapun di masa depan. Selain itu, jumlah biaya penyusutan juga
sama pada setiap alternatif. Contoh lain biaya tidak relevan adalah biaya sewa. Walaupun
biaya sewa merupakan biaya masa depan, tetapi jumlah biaya sewa pada setiap alternative
adalah sama.

2. Konsep biaya untuk pembuatan keputusan


Salah satu tugas manajer adalah membuat keputusan bersadasarkan informasi akuntansi
yang relevan. Keputusan itu tersiri dari keputusann rutin dan sehari-hari sesuai dengan
fungsi fungsi manajemen (pemasaran . produksi, dan keuangan). Sedangkan keputusan
khkusus adalah keputusan yang hanya kadangkala saja dibuat, yaitu misalnya keputusan
tentang:
1. Menolak atau menerima orderan khusus
2. Menetapkan kebijakan harga
3. Menetapkan devisi atau mengembangkan
4. Menentukan laba pada keterbebasan kapasistas
5. Membuat sendiri atau membeli produk

3. Ciri ciri biaya relevan


Biaya dapat dihindari dengan suatu keputusan manajemen
Biaya tersebut belum terjadi
Biaya yang akan terjadi itu nilai berbeda untuk setiap alternatif.
Biaya tersebut benar-benar memberi pengaruh didalam keputusan

4. Mengindentifikasi biaya dan manfaat yang relevan


Hanya biaya yang berbeda secara total di antara yang berbeda secara total di antara yang
berbagai alternatif yang termasuk informasi yang relevan dalam membuat keputusan. Jika
biaya di antara berbagai alternatif sama maka tidak akan memiliki dampak terhadap biaya
dan dapat dia abaikan. Contoh : jika anda memutuskan pergi ke bioskop atau menyewa
video tape. Biasanya biaya yang dilakukan pada keputusan ini di sebut biaya terhindar
(avaoidable cost). Avoidble cost adalah biaya yang dapat dihilangkan baik seluruhnya
ataupun sebagian dengan memilih salah datu alternatif yang ada. Dan biaya avoidable adalah
biaya relevan.Ada dua kategori biaya yang tidak pernah relevan dalam pembuattan
keputusan. Biaya tidak relevan tersebut adalah; Sunk cost, Future cost yang tidak berbeda di
antara berbagai alternatif. Sunk cost adalah biaya yang telah terjadi dan tidak dapat di
hindari dari apapun keputusan yang dibuat manajer. Sunk cost akan selalu sama, tidak
memiliki pengaruh terhadap berbagai alternatif yang di pertimbangkan, biay tersebut selalu
tidak relevan dan sebaiknya diabaikan. Sedangkan future cost yang berbeda diantara
alternatif yang tersedia adalahl biaya relevan. Dalam akuntansi manajerial, istilah biaya
terhindar (avoidable cost),biaya diferensial (diferential cost), incremental cost, dan biaya
relevan selalu digunakan secara bergantian.

5. Cara menentukan apakah biaya tersebut relevan


Mengumpulkan seluruh biaya yang terkait dengan masing2 alternatif
Meng-eliminasi biaya terbenam (sunk cost)
Mengeliminir biaya yang jumlahnya tidak berbeda
Ilustrasi:
Salah satu konsep biaya relevan yang diangkat adalah special order atau pesanan khusus.
Sepeda dimodifikasi sebanyak 100 unit dengan harga Rp. 179.000 per unit, sedangkan
harga normal sepeda sebesar Rp. 249.000 dengan biaya produksinya sebesar Rp. 182.000
per unit dengan perincian :
Bahan langsung
Tenaga kerja langsung
Overhead pabrik
Biaya produksi sebesar

Rp. 86.000 per unit


Rp. 45.000 per unit
Rp. 51.000 per unit
Rp. 182.000 per unit

Bagaimana keputusannya apakah pesanan khusus tersebut diterima ?


Jawaban:
Ternyata setelah kita cek kapasitas masih memungkinkan untuk memproduksi 100 sepeda
lagi dan dampaknya ke biaya adalah: Overhead pabrik sebesar Rp. 51.000 per unit tersebut,

overhead pabrik variabel per unit adalah sebesar Rp. 6.000 dan ada tambahan biaya variabel
sebesar Rp. 17.000 per unit serta tambahan biaya tetap sebesar Rp. 1.200.000.
Pesanan khusus tersebut ternyata menguntungkan karena ada total tambahan laba neto
sebesar Rp. 1.300.000 dengan perhitungan sebagai berikut :
Penjualan Rp.17.900.000
Tambahan biaya:
Biaya variabel:
Bahan langsung
Tenaga kerja langsung
Overhead pabrik variabel
Modifikasi khusus
Biaya variabel
Biaya Tetap
Total tambahan biaya

Rp.8.600.000
Rp.4.500.000
Rp. 600.000
Rp.1.700.000 +
Rp.15.400.000
Rp.1.200.000 +
Rp.16.600.000

Penambahan laba bersih = Rp 17.900.000 Rp 16.600.000 = Rp.1.300.000

6. Format perbandingan
Beberapa manajer biasanya melakukan berbagai cara untuk melakukan pengambikan
keputusan dengan membandingkan lini yang satu dengan lini yang lainnya, yang mereka lihat
dari sisi keuntungan laba bagi perusahaan dan aspek aspek lainnya.

7. Kehati hatian dalam alokasi biaya tetap


Mengapa dalam mengalokasikan biaya tetap pada suatu lini para manajer harus
mempertimbangkan secara seksama?, itu disebabkan karena mengalokasikan biaya tetap
maka dapat membuat lini yang lainnya nampak kurang menguntungkan dari keadaan
sesungguhnya.

8. Keputusan untuk membeli


Keputusan untuk memproduksi sendiri komponen fabrikasi secara internal atau membeli
dari supplier disebut keputusan untuk membuat atau membeli (make or buy decision). Pada
dasarnya, keputusan yang berkaitan dengan integrasi vertikal adalah keputusan untuk
membuat atau membeli karena perusahaan memutuskan untuk memenuhi kebutuhannya
dengan memproduksi sendiri atau membeli dari luar.

9. Aspek strategis keputusan membuat atau membeli


Dalam mengambil keputusan mebuat atau membeli para manajer harus cermat dalam
melakukan langkah langkah bisnisyang akan mepuanyai dampak besar bagi perusahaan
mereka, maka dari para manajer mempunyai rencana strategis ,misalkan dengan cara

integrasi, sebab cara ini dapat menguntungkan perusahaan dengan cara mengurangi
ketergantungan pada pemasok dan dan perusahaan dapat merancang alur komponen dengan
baik dibandingkan dengan pererusahaan yang tidak melakukan integrasi.

Contoh keputusan untuk membuat atau membeli


Misalnya suatu perusahaan melakukan keputusan membeli atau membuat, maka kita haru
melihat aspek biaya variabelnya (bahan, tenaga kerja, dan overhead variable) sebab biaya ini
merupakan biaya diferensial karena biaya- biaya tersebut dapat dihindari dengan membeli
pemindahan dari pemasok luar. Jika dalam perusahaan itu terdapat badan penyelia, maka
penyelia dapat diberhentikan dan gajinya dapat dihindari dengan membeli pemindahan, jadi
gaji penyelia adalah biaya diferensial dan relevan untuk membuat keputusan.

10. Opportunity cost


Opportunity cost merupakan salah satu pilihan manajemen untuk pengambilan keputusan.
Pengertian biaya opportunity cost adalah kesempatan memperoleh hasil yang dikorbankan
karena memilih alternatif lain untuk memperoleh hasil yang lebih baik dengan menggunakan
sumber daya terbatas.

11. Pesanan khusus


Manajer selalu mengevakuasi apakah pesanan khusus dapat di terima dan apabila
diterima berpakah harga yang akan ditetapkan untuk pesanan khusus tersebut. Pesanan
khusus adalah pesanan pada waktu tertentu yang bukan merupakan hasil dari kegiatan
normal perusahaan.

12. Activity Based Costing (ABC) dan biaya relevan


ABC dapat digunakan untuk membantu mengindentikfikasikan biaya relevan yang
potensial untuk tujuan pembuatan keputusan. ABC memperbaiki kemungkinan dapat di
telusurinya biaya dengan memfokuskan pada aktivitas yang disebabkan oleh produk atau
segmen yang lain. Manejer harus berhati hati dan cermat membaca istilah kemampuan
untuk dapat di telusuri dibandingkan dengan kondisi yang sesungguhnya. Banyak orang
yang mengamsumsiakan bahwa jika biaya dapat ditelusuri ke segmen tertentu, biaya
tersebut otomatis menjadi biaya yang dapat terhindari.