Anda di halaman 1dari 12

A.

Soal Latihan BAB II


1. Apakah yang dimaksud dengan statistif deskriptif dan inferensial ?
Jawaban :
Statistik deskriptif adalah statistik yang berfungsi untuk mendiskripsikan atau
memberikan gambaran terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi
sebagaimana adanya, tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang
berlaku untuk umum.
Statistik Inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data
sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik ini cocok digunakan jika
sampel diambil pada populasi yang jelas dan pengambilan sampel secara acak. Sering
disebut statistik induktif atau statistik probabilitas karena kesimpulan yang
diberlakukan pada populasi berdasarkan pada data sampel dan kebenarannya bersifat
peluang.
2. Apakah perbedaan statistik parametrik dan statistik non parametrik ?
Jawaban :
Statistik Parametrik yaitu ilmu statistik yang mempertimbangkan jenis
sebaran atau distribusi data, yaitu apakah data menyebar secara normal atau tidak.
Dengan kata lain, data yang akan dianalisis menggunakan statistik parametrik harus
memenuhi asumsi normalitas. Pada umumnya, jika data tidak menyebar normal, maka
data seharusnya dikerjakan dengan metode statistik non-parametrik, atau setidaktidaknya dilakukan transformasi terlebih dahulu agar data mengikuti sebaran normal,
sehingga bisa dikerjakan dengan statistik parametrik.
Statistik Non-Parametrik adalah test yang modelnya tidak menetapkan
syarat-syaratnya yang mengenai parameter-parameter populasi yang merupakan
induk sampel penelitiannya. Oleh karena itu observasi-observasi independent dan
variabel yang diteliti pada dasarnya me miliki kontinuitas. Uji metode non parametrik
atau bebas sebaran adalah prosedur pengujian hipotesa yang tidak mengasumsikan
pengetahuan apapun mengenai sebaran populasi yang mendasarinya kecuali selama
itu kontinu.
3. Sebutkan macam-macam teknik penyajian data yang anda ketahui ?
Jawaban :
Penyajian data dengan tabel, grafik, diagram lingkaran dan pictogram.
4. Buatlah contoh penyajian data menggunakan yang menggunakan :
a. Tabel biasa,
b. Tabel Distribusi frekuensi,
c. Grafik Garis,
d. Grafik Batang,
e. Grafik Balok,
f. Diagram Lingkaran,
g. Pictogram.
Jawaban :
a. Contoh penyajian data yang menggunakan Tabel Biasa

Tabel 1: Jumlah Siswa SMP Negeri 5 Makassar pada Tahun Ajaran 2009/2010,
Menurut Tingkat dan Jenis Kelaminnya
Kelas

Jenis Kelamin
Pria
54
42
32
128

I
II
III
Jumlah

Wanita
30
44
42
116

Jumlah
84
86
74
244

b. Contoh penyajian data yang menggunakan Tabel Distribusi Frekuensi


Tabel 2: Nilai Pelajaran Statistik 150 Mahasiswa
No. Kelas
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Kelas Interval
10-19
20-29
30-39
40-49
50-59
60-69
70-79
80-89
90-99
Jumlah

Frekuensi
1
6
9
31
42
32
17
10
2
150

c. Contoh penyajian data yang menggunakan Grafik Garis


50
40
30
Frekuensi

20
10
0

Kelas Interval

d. Contoh penyajian data yang menggunakan Grafik Batang

50
40
30
20

Frekuensi

10
0

Kelas Interval

e. Contoh penyajian data yang menggunakan grafik Balok

Frekuensi
42

50
40
30
20
Frekuensi 10
0

31

32
17

10

Kelas Interval

f. Contoh penyajian data yang menggunakan Diagram Lingkaran

Frekuensi
Okt-19
20-29
30-39
17

10 21 6 9

40-49
31

50-59
60-69
70-79

32

80-89
42

g. Contoh penyajian data yang menggunakan Piktogram

90-99

45
40
35
30
25
20
15
10
5
0
Okt-19 20-29 30-39 40-49 50-59 60-69 70-79 80-89 90-99

5. Apakah perbedaan Modus, Median, dan Mean sebagai alat untuk menjelaskan
keadaan kelompok ?
Jawaban :
Modus adalah teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai yang
sedang populer (yang sedang menjadi mode) atau nilai yang sering muncul dalam
kelompok tersebut.
Median adalah salah satu teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas
nilai tengah dari kelompok data yang telah disusun urutannya dari yang terkecil
sampai yang terbesar atau sebaliknya dari yang terbesar sampai yang terkecil.
Mean merupakan teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai ratarata dari kelompok tersebut.
6. Kapan Modus, Median dan Mean berada dalam satu titik ?
Jawaban :
Jika mean, median dan modus mean, nilai yang sama, maka nilai mean,
median dan modus akan terletak pada satu titik dalam kurva distribusi frekuensi.
Kurva distribusi frekuensi tersebut akan terbentuk simetris.

7. Hitunglah Modus, Median dan Mean dari data berikut:


2 8 4 2 4 8 2 9 2 10
20 8 4 21 40 60 2 8 7 6
Jawaban :

No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Nilai
Frekuensi
2
5
4
3
6
1
7
1
8
4
9
1
10
1
20
1
21
1
40
1
60
1
Jumlah
20
a. Modus dari data tersebut adalah = 2
b. Median = 22 2 22 4 4 4 6 7 8 8 8 8 9 10 20 21 4060
7 +8
=7,5
=
2
c. Mean

xi
n

227
20

= 11, 35

8. Teknik analisis apa yang dapat digunakan untuk melihat homogenesis atau variasi
kelompok?
Jawaban :
Teknik statistik yang dapat digunakan untuk melihat homogenitas atau
kelompok adalah teknik pengukuran tendensi sentral (Modus, Median, Mean) dan
variasi kelompok (rentang dalam varians, standar deviasi).

9. Mana yang lebih homogen dari kelompok berikut:


a. 2 8 2 10 11 17 8 10 8
b. 8 8 7 8 8 6 8 7 4 8
Jawaban :
Yang lebih homogen adalah data kelompok B yang bisa disebut relatif homogen
dengan rata-rata hitung 8 8 7 8 8 6 8 7 4 8= 7,2
Penyelesaian Data a
Data a = 2 8 2 10 11 17 8 10 8
N
o

Nilai

x ix

x i x 2

1
2
3
4
5
6
7
8
9

2
8
2
10
11
17
8
10
8
Jumla
h

-6
0
-6
2
3
9
0
2
0

2+ 8+2+10+11+17+ 8+10+8
=
9

S=

x x 2

f i

S=

S=

21,25 = 4,6

36
0
36
4
9
81
0
4
0
170

76
=
8,4 = 8
9

170
91

I.V =

s
Ratarata

I.V =

4,6
8

x 100%

x 100%

I.V = 57,5

Penyelesaian Data b
Data b = 8 8 7 8 8 6 8 7 4 8
N
o

Nilai

x ix

x i x 2

2
3
4
5
6
7
8
9
10

8
7
8
8
6
8
7
4
8
Jumlah

8+8+7+ 8+8+6+ 8+7+ 4+8


=
10

S=

x x 2

f i

S=

S=

1,78 = 1,3

1
0
1
1
-1
1
0
-3
1

1
0
1
1
1
1
0
9
1
16

72
=
7,2 = 7
10

16
101

I.V =

s
Ratarta

I.V =

1,3
7

x 100%

x 100%

I.V = 18,6

10. Berapa standar deviasi dan indeks variasi dari kelompok berikut:
a. 6 8 10 12 14
b. 106 108 110 112 114
Jawaban :
Data kelompok a = 6 8 10 12 14
Data kelompok b = 106 108 110 112 114

a. Standar Deviasi = 3,16 dan Indeks Variasi (I.V) = 31,6%

No.

Nilai

Simpangan
Xi - x

Simpangan
Kuadrat (Xi x )2

1
2
3
4
5

6
8
10
12
14
Jumlah

-4
-2
0
2
4
0

16
4
0
4
16
40

6 +8+10+12+14
=
5

50
=
10
5

S=

x x

f i

S=

S=

10 = 3,16

40
51

I.V =

s
Ratarta

I.V =

3,16
10

x 100%

x 100%

I.V = 31,6%
b. Standar Deviasi = 3,16 dan Indeks Variasi (I.V) = 2,87%
No.

Nilai

Simpangan
Xi - x

Simpangan
Kuadrat (Xi x )2

1
2
3
4
5

106
108
110
112
114

-4
-2
0
2
4

16
4
0
4
16

Jumlah

106+ 108+110+112+ 114


=
5

S=

x x

f i

S=

S=

10 = 3,16

40
51

I.V =

s
x 100
Ratarata

I.V =

3,16
110

I.V = 2,87%

x 100%

50
=
10
5

40

B. Mengkaji ulang data nominal, ordinal, interval, dan rasio!


1. Data Ordinal
Data ordinal termasuk data kualitatif yang jenjangnya lebih tinggi dari data
nominal. Data ordinal sudah menunjukkan lambang dan jenjang atau tingkatan (rank)
lebih besar, lebih kecil. Semakin kecil bilangan semakin jelek dan makin besar
semakin bagus, jadi semakin besar bilangan makin tinggi peringkatnya.
contoh :
Tingkat pendidikan
- D4 1
- S1 2
- S2 3
- S3 4
Kualitas pembelajaran
- Sangat baik 5
- Baik
4
- Cukup 3
- Kurang baik 2
- Buruk 1
2. Data Nominal
Data berjenis nominal membedakan data dalam kelompok yang bersifat kualitatif.
Dalam ilmu statistika, data nominal merupakan data dengan level pengukuran yang
paling rendah atau data yang diperoleh dengan cara kategorisasi atau klasifikasi.
Contoh: Jenis pekerjaan, diklasifikasi sebagai:
1. Pegawai negeri, diberi tanda 1
2. Pegawai swasta, diberi tanda 2
3. Wiraswasta, diberi tanda 3
Ciri Data Nominal:

Posisi data setara. Dalam contoh tersebut, pegawai negeri tidak lebih tinggi/lebih
rendah dari pegawai swasta.

4. Data Interval
Data interval adalah data yang diperoleh dengan cara pengukuran, dimana jarak
antar dua titik pada skala, sudah diketahui. Berbeda dengan skala ordinal, dimana jarak
dua titik tidak diperhatikan (seperti berapa jarak antara puas dan tidak puas, yang
sebenarnya menyangkut perasaan orang saja)
Contoh:
Temperatur ruangan. Bisa diukur dalam Celsius, atau Fahrenheit, dengan masingmasing punya skala sendiri. Untuk air membeku dan mendidih:

Celcius pada 0 C sampai 100 C. Sakala ini jelas jaraknya, bahwa 100-0=100

Fahreinheit pada 32 F sampai 212F. Skala ini jelas jaraknya, 212-32=180

Ciri Data Interval:

Tidak ada kategorisasi atau pemberian kode seperti terjadi pada data nominal dan
ordinal.

Bisa dilakukan operasi matematika. (panas 40 derajad adalah dua kali panas
disbanding 20 derajat)

5. Data Rasio
Data berskala rasio adalah data yang diperoleh dengan cara pengukuran, dimana
jarak dua titik pada skala sudah diketahui, dan mempunyai titik nol yang absolut. Ini
berbeda dengan skala interval, dimana taka da titik nol mutlak/absolut. Seperti titik 0C
tentu beda dengan titik 0F. atau pergantian tahun pada system kalender Masehi (setiap
1 Januari) berbeda dengan pergantian tahun Jawa, China dan lainnya. Sehingga tak ada
tahun baru dalam artian diakui oleh semua kalender sebagai tahun baru.
Contoh:
Jumlah buku di kelas: Jika 5, berarti ada 5 buku. Jika 0, berarti taka ada buku (absolut
0)
Ciri Data Rasio:

Tak ada kategorisasi atau pemberian kode.

Bisa dilakukan operasi matematika. Misal: 100 cm + 35 cm = 135 cm; 5 mangga + 2


mangga = 7 mangga.

Anda mungkin juga menyukai