Anda di halaman 1dari 125

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Supervisi Akademik

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Supervisi Akademik
MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR KELOMPOK KOMPETENSI I PENGEMBANGAN PROFESI Penangung Jawab Dra. Garti Sri Utami,

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR

KELOMPOK KOMPETENSI I

PENGEMBANGAN PROFESI

Penangung Jawab Dra. Garti Sri Utami, M. Ed.

Penyusun

1. Dr. Jenny Evelin Palunsu, MT.; 08114339990 ; jennypalunsu@gmail.com

2. Suwanti, S.Pd., MM.; 08158745029; suwantiwijoyo@yahoo.com

3. Dr. C. Dyah Sulistyaningrum Indrawati, M.Pd.; 081329054995; ciciliadyahsulistyaningrum@yahoo.com

4. Dra Shrie Laksmi Saraswati, M.Pd.; 081321309030; laksmi.sedec@gmail.com

Penelaah Prof. Dr. Sugiyono, MPd.; 0811269374; sugiyono_1953@yahoo.com

Diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Copyright @ 2016 Edisi ke-1: Agustus 2016 Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang Dilarang menyalin sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan individu maupun komersial tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

DAFTAR ISI

SAMBUTAN DIREKTUR JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

i

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR

ISI

iii

DAFTAR GAMBAR

v

DAFTAR TABEL

vi

DAFTAR LAMPIRAN

vii

PETA KEDUDUKAN MODUL

viii

PENDAHULUAN

1

A. Latar Belakang

1

B. Target Kompetensi

2

C. Tujuan

2

D. Peta Kompetensi

3

E. Ruang Lingkup dan Pengorganisasian Pembelajaran

4

F. Cara Penggunaan Modul

4

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 KONSEP DASAR PENELITIAN

6

1. Hakikat Penelitian dan Penelitian Pendidikan

6

2. Tahapan Penelitian

6

3. Tujuan Penelitian Pendidikan

6

4. Manfaat Penelitian

7

5. Pendekatan Penelitian

7

6. Klasifikasi atau Penggolongan Jenis Penelitian

9

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 IDENTIFIKASI, RUMUSAN MASALAH PENELITIAN, DAN

LANDASAN TEORI

19

1. Identifikasi dan Rumusan Masalah Penelitian Pendidikan

19

2. Tujuan Penelitian

24

3. Manfaat Penelitian

24

4. Landasan Teori

24

5. Kerangka Berpikir

25

6. Perumusan Hipotesis

25

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 METODOLOGI DAN INSTRUMEN PENELITIAN

31

1. Metodologi/Metode Penelitian

31

2. Instrumen Penelitian

39

3. Pengujian Instrumen Penelitian

42

KEGIATAN PEMBELAJARAN 4 PENGOLAHAN, ANALISIS, INTERPRETASI DATA,

LAPORAN PENELITIAN, DAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH NON-PENELITIAN

49

1. Pengolahan Data Penelitian

49

2. Penyajian Data Penelitian

55

3. Pengecekan Kesesuaian Data

65

4. Analisis Data Penelitian

67

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

5. Intrepretasi Hasil Analisis

69

6. Sistematikan Laporan Penelitian

69

7. Tata Tulis Laporan Penelitian

73

KEGIATAN PEMBELAJARAN 5 PENYUSUNAN PROGRAM PEMBIMBINGAN DAN PELATIHAN PROFESIONAL GURU DAN ATAU

85

KEPALA SEKOLAH TENTANG PENELITIAN TINDAKAN

85

1. Penelitian Tindakan dan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS)

85

2. Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

88

EVALUASI

102

PENUTUP

108

DAFTAR ISTILAH

109

DAFTAR PUSTAKA

112

LAMPIRAN

114

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

DAFTAR GAMBAR

Gambar

1.

Peta

Kedudukan Modul

viii

Gambar 2. Peta Kompetensi Modul Pengembangan Profesi

3

Gambar 3. Macam-macam Desain Penelitian Eksperimen

23

Gambar 4. Prosedur Penelitian Tindakan

35

Gambar 5. Contoh Tabel Distribusi Baris dan Kolom

55

Gambar 6. Contoh Tabel Distribusi Frekuensi Tunggal

55

Gambar

7.

Contoh Tabel Distribusi Bergolong

56

Gambar 8. Contoh Tabel Frekuensi Kontingensi

56

Gambar 9. Contoh Diagram Batang Vertikal

57

Gambar 10. Contoh Diagram Batang Horizontal

57

Gambar 11. Contoh Diagram Baris (Histogram)

57

Gambar 12. Contoh Diagram Pie/Pastel (Lingkaran)

58

Gambar 13. Contoh Diagram Garis

58

Gambar

14.

Contoh

Diagram

Pencar (Titik/Scatter)

59

Gambar 15. Tahapan Penyajian Data Kualitatif

59

Gambar 16. Tahapan Analisis Data Kualitatif

69

Gambar 18. Siklus Penelitian Tindakan Kelas

91

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Kegiatan Pembelajaran dan Alokasi Waktu

4

Tabel 2. Strategi Pembelajaran

4

Tabel 3. Perbedaan Karakteristik Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif

7

Tabel 4. Rangkuman Klasifikasi Penelitian Menurut Sugiyono

16

Tabel 5. Rangkuman Klasifikasi Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto

16

Tabel 7. Matrik Metodologi/Metode Penelitian

33

Tabel 8. Jadwal Penelitian Evaluasi

36

Tabel 9. Jadwal Penelitian Eksperimen

37

Tabel 10. Jadwal Penelitian Korelasi

38

Tabel 11. Contoh Hasil Identifikasi dan Rumusan Masalah

87

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Kunci Jawaban

114

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

PETA KEDUDUKAN MODUL

Modul Pengawas Sekolah Pembelajar terdiri dari 10 modul. Dari modul A sampai dengan modul J.
Modul Pengawas Sekolah Pembelajar terdiri dari 10 modul. Dari modul A sampai dengan modul J.

Modul Pengawas Sekolah Pembelajar terdiri dari 10 modul. Dari modul A sampai dengan modul J. Saat ini Saudara sedang membahas dan mempelajari modul I, Pengembangan Profesi.

MODUL J

Pedoman Pengawasan

MODUL I Pengembangan Profesi

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
PENELITIAN DAN
PENGEMBANGAN
MODUL I Pengembangan Profesi PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN EVALUASI PENDIDIKAN MODUL H Penilaian Kinerja Kepala
MODUL I Pengembangan Profesi PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN EVALUASI PENDIDIKAN MODUL H Penilaian Kinerja Kepala

EVALUASI

PENDIDIKAN

MODUL H Penilaian Kinerja Kepala Sekolah, Guru dan Tenaga Kependidikan

MODUL G

Penilaian dan Pemantauan Pembelajaran

Kependidikan MODUL G Penilaian dan Pemantauan Pembelajaran MODUL F Pemantauan Pelaksanaan Pemenuhan SNP SUPERVISI
Kependidikan MODUL G Penilaian dan Pemantauan Pembelajaran MODUL F Pemantauan Pelaksanaan Pemenuhan SNP SUPERVISI

MODUL F

Pemantauan Pelaksanaan Pemenuhan SNP

SUPERVISI

MANAJERIAL

Pemantauan Pelaksanaan Pemenuhan SNP SUPERVISI MANAJERIAL MODUL E Pelaksanaan Supervisi Manajerial MODUL D Laporan

MODUL E Pelaksanaan Supervisi Manajerial

MODUL D Laporan Hasil Pengawasan

MODUL C Program Pengawasan Supervisi Manajerial

MODUL B Konsep Supervisi Manajerial

SUPERVISI

AKADEMIK

Pengawasan Supervisi Manajerial MODUL B Konsep Supervisi Manajerial SUPERVISI AKADEMIK Modul A Supervisi Akademik

Modul A Supervisi Akademik

Konsep Supervisi Manajerial SUPERVISI AKADEMIK Modul A Supervisi Akademik Gambar 1 . Peta Kedudukan Modul viii

Gambar 1. Peta Kedudukan Modul

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Kompetensi Pengawas Sekolah menyatakan bahwa kompetensi pengawas sekolah mencakup 6 (enam) dimensi, yaitu: kompetensi kepribadian, supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi pendidikan, penelitian pengembangan, dan sosial. Dimensi kompetensi penelitian pengembangan mencakup delapan kompetensi: (1) menguasai berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam pendidikan; (2) menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas; (3) menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif; (4) melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan, dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya; (5) mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif; (6) menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan; (7) menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah; (8) memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas, baik perencanaan maupun pelaksanaannya di sekolah. Dengan demikian maka selain memahami konsep penelitian baik kualitatif maupun kuantitatif, melaksanakan penelitian dan menulis KTI untuk dirinya, pengawas sekolah pun harus mampu memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas. Akibat tuntutan tersebut maka pengawas sekolah harus kompeten dalam penelitian pengembangan.

Namun demikian, hasil penelitian Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP, 2014) menyatakan bahwa kompetensi pengawas sekolah, khususnya kompetensi penelitian pengembangan berada pada posisi terendah dan diikuti oleh evaluasi pendidikan, supervisi manajerial, dan supervisi akademik. Demikian juga hasil UKPS tahun 2015 menyatakan hal yang sama. Oleh karena itu pengawas sekolah harus berusaha meningkatkan kompetensi diri, khususnya dalam kompetensi penelitian pengembangan.

Pengembangan profesi pengawas sekolah mencakup tiga kegiatan, yaitu: (1) Pembuatan karya tulis dan atau karya ilmiah di bidang pendidikan formal /pengawasan (2) Penerjemahan/penyaduran buku dan atau karya ilmiah di bidang pendidikan formal /pengawasan, dan (3) Membuat karya inovatif.

Modul I Pengawas Sekolah Pembelajar dengan judul Pengembangan Profesi disusun untuk meningkatkan kompetensi pengawas sekolah dalam hal penelitian pengembangan, khususnya yang berkaitan dengan pembuatan karya tulis dan atau karya ilmiah di bidang pendidikan formal/pengawasan. Modul ini membahas (1) berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam pendidikan; (2) penentuan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

untuk pengembangan karirnya sebagai pengawas; (3) penyusunan proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif; (4) pelaksanaan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan, dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya; (5) pengolahan dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif; (6) penulisan karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan; (8) memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas, baik perencanaan maupun pelaksanaannya di sekolah. Untuk meningkatkan penguasaan kompetensi (7) yakni menyusun pedoman/panduan dan atau buku/modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan di sekolah, akan Saudara pelajari secara terpisah pada saat mempelajari Modul J.

Dengan berbekal pemahaman isi modul I pengawas sekolah pembelajar diharapkan dapat menaingkatkan kompetensi penelitian pengembangan pengawas sekolah, sehingga lebih mampu melakukan penelitian dan menulis hasil penelitian serta membimbing kepala sekolah dan guru dalam melakukan penelitian tindakan.

B. Target Kompetensi

1. Menguasai berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam pendidikan.

2. Menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas kepengawasan maupun untuk pengembangan karir sebagai pengawas sekolah.

3. Menyusun proposal penelitian pendidikan baik proposal penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitatif.

4. Melaksanakan penelitian pendidikan untuk memecahankan masalah pendidikan, dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bagi tugas pokok tanggung jawabnya;

5. Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data kuantitatif.

6. Menulis karya tulis ilmiah (KTI) dalam bidang pendidikan dan atau bidang kepengawasan dan memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pendidikan.

7. Memberikan bimbingan kepada guru tentang penelitian tindakan kelas, baik perencanaan, pelaksanaan dan penulisan laporan hasil penelitian.

C. Tujuan

Setelah mempelajari Modul I Pengawas Sekolah Pembelajar ini, pengawas sekolah diharapkan mampu:

1. membandingkan karakteristik pendekatan kualitatif dan kuantitatif;

2. mengklasifikasi berbagai jenis penelitian;

3. melatih kepala sekolah mengidentifikasi masalah penelitian pendidikan;

4. merumuskan masalah penelitian pendidikan

5. mencerahkan tujuan penelitian;

6. menyusun landasan teori;

7. menentukan metodologi penelitian;

8. memilih dan mengembangkan instrumen penelitian;

9. mengumpulkan data hasil penelitian;

10. mengolah data hasil penelitian;

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

11. menganalisis data penelitian;

12. menginterpretasi data hasil penelitian;

13. menyusun penulisan karya ilmiah (artikel) hasil penelitian;

14. menyusun penulisan karya ilmiah (artikel) non hasil penelitian;

15. mempublikasikan karya tulis ilmiah untuk perbaikan mutu pendidikan;

16. mencerahkan guru dalam mengidentifikasi masalah penelitian tindakan kelas (PTK);

17. membimbing/melatih/ guru dalam merumuskan masalah PTK;

18. mengarahkan guru menentukan alternatif tindakan dalam PTK

19. mengarahkan guru dalam penyusunan kerangka teori yang berhubungan dengan topik penelitian;

20. mencerahkan guru tentang tahapan siklus dalam PTK.

D. Peta Kompetensi

Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah 5. Penelitian Pengembangan 5.1 5.2 5.3
Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007
tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah
5. Penelitian Pengembangan
5.1
5.2
5.3
5.4
5.5
5.6
5.8
Menguasai
Menentukan
Menyusun
Melaksanaka
Mengolah
Menulis
Memberikan
berbagai
masalah
proposal
n penelitian
dan
karya tulis
bimbingan
pendekatan
kepengawas
penelitian
pendidikan
menganalisis
ilmiah (KTI)
kepada guru
jenis dan
an yang
pendidiikan
untuk
data hasil
dalam
tentang
metode
diteliti baik
baik
pemecahan
penelitian
bidang
penelitian
penelitian
untuk
proposal
masalah
pendidikan
pendidikan
tindakan
dalam
keperluan
penelitian
pendidikan,
baik data
dan atau
kelas, baik
pendidikan
tugas
kualitatif
dan
kualitatif
bidang
perencanaan
pengawasan
maupun
perumusan
maupun data
kepengawas
maupun
maupun karir
penelitian
kebijakan
kuantitatif
an dan
pelaksanaan
kuantitatif
pendidikan
memanfaatk
nya di
yang
annya
sekolah
bermanfaat
untuk
bagi tugas
perbaikan
pokok
mutu
tanggung
pendidikan
jawabnya.

PENGEMBANGAN PROFESI

Gambar 2. Peta Kompetensi Modul Pengembangan Profesi

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

E. Ruang Lingkup dan Pengorganisasian Pembelajaran

1. Ruang Lingkup

Ruang Lingkup Modul I Pengawas Sekolah Pembelajar terdiri atas: a) konsep dasar penelitian; b) identifikasi, rumusan masalah penelitian, dan landasan teori; c) metodologi dan instrumen penelitian; d) pengolahan, analisis, interpretasi data, laporan penelitian, dan penulisan karya tulis ilmiah non-penelitian; dan e) penyusunan program pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan atau kepala sekolah.

2. Pengorganisasian Pembelajaran

a. Kegiatan Pembelajaran dan Alokasi Waktu Kegiatan Pembelajaran dan Alokasi waktu terinci seperti tabel 1 di bawah ini

Tabel 1. Kegiatan Pembelajaran dan Alokasi Waktu

No

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

1

Konsep Dasar Penelitian

4

JP

2

Identifikasi, Rumusan Masalah Penelitian, dan Landasan Teori;

6

JP

3

Metodologi dan Instrumen Penelitian

4

JP

4

Pengolahan, Analisis, Interpretasi Data, Laporan Penelitian, dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Non-Penelitian

6

JP

5

Penyusunan Program Pembimbingan dan Pelatihan Prfesional Guru dan atau Kepala Sekolah.

10

JP

 

Jumlah

30

JP

b. Strategi Pembelajaran Strategii pembelajaran digunakan pada Modul I Pengawas Sekolah Pembelajar sebagaimana tercantum pada tabel 2.

Tabel 2. Strategi Pembelajaran

Strategi Pembelajaran

Simulasi

Diskusi Berpasangan/Kelompok

Kerja Individu

Presentasi

Window Shopping

Studi Kasus

Kerja Kelompok

Curah Pendapat

Berfikir Reflektif

 

F. Cara Penggunaan Modul

Modul Pengawas Sekolah Pembelajar ini dirancang dengan moda tatap muka dengan pola 30 JP. Langkah-langkah yang harus dilakukan pengawas sekolah pembelajar dalam mempelajari Modul ini adalah sebagai berikut :

1. Lakukan pengecekan terhadap kelengkapan modul ini, seperti kelengkapan halaman, kejelasan hasil cetakan, serta kondisi modul secara keseluruhan.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

2. Bacalah struktur dan petunjuk penggunaan modul ini serta bagian pendahuluan yang meliputi: target kompetensi, tujuan pembelajaran, peta kompetensi, ruang lingkup, sebelum masuk pada pembahasan materi pokok.

3. Pelajarilah setiap kegiatan pembelajaran sampai tuntas,

4. Pelajari semua isi modul mulai dari materi pembelajaran, aktivitas pembelajaran, latihan soal dalam modul ini dengan seksama.

5. Buatlah catatan-catatan kecil jika ditemukan hal-hal yang perlu pengkajian lebih lanjut dan disampaikan pada fasilitator

6. Ikuti semua instruksi yang terdapat dalam aktivitas pembelajaran yang meliputi kegiatan dan pengisian lembar kerja (LK) di setiap kegiatan pembelajaran.

7. LK yang terdapat dalam modul merupakan contoh, Saudara dapat mengerjakannya di tempat lain baik dalam bentuk soft copy maupun hard copy.

8. Lakukanlah berbagai latihan sesuai dengan petunjuk yang disajikan pada masing- masing kegiatan pembelajaran. Demikian pula dengan kegiatan evaluasi dan tindak lanjutnya.

9. Disarankan tidak melihat kunci jawaban terlebih dahulu agar evaluasi yang dilakukan

dapat mengukur tingkat penguasaan peserta terhadap materi yang disajikan. 10. Pelajarilah keseluruhan materi modul ini secara intensif. Modul ini dirancang sebagai bahan belajar mandiri persiapan uji kompetensi.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 KONSEP DASAR PENELITIAN

(WAKTU 4 JP)

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari konsep dasar penelitian, Saudara diharapkan mampu menguasai berbagai pendekatan, jenis, dan metode penelitian dalam pendidikan

B. Indikator Pencapaian Tujuan

1. Membandingkan karakteristik berbagai pendekatan dalam penelitian

2. Mengklasifikasi berbagai jenis penelitian

C. Uraian Materi

1. Hakikat Penelitian dan Penelitian Pendidikan

Beberapa ahli menyatakan bahwa penelitian merupakan rangkaian kegiatan ilmiah yang sistematis untuk menemukan jawaban yang mendekati kebenaran mengenai permasalahan atas dasar penalaran yang rasional dan logis, serta adanya dukungan

dari fakta empiris. Menurut Kerlinger (1986)

dalam Sujarweni (2014:2) penelitian

merupakan proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol,

empiris, dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara.

Jadi

dapat dikatakan bahwa penelitian adalah kegiatan yang dilakukan secara sistematis melalui proses pengumpulan data, pengolah data, serta menarik kesimpulan berdasarkan data menggunakan metode dan teknik tertentu. Penelitian pendidikan dilakukan untuk mengembangkan, menemukan dan menguji atas kebenaran dari suatu konsep, prinsip, pengetahuan dan mengenai pendidikan secara umum. Pada hakikatnya penelitian pendidikan merupakan cara untuk memperoleh informasi yang bisa dipertanggungjawabkan sebagai upaya untuk memahami proses kependidikan

2. Tahapan Penelitian

Tahapan penelitian pada umumnya dilakukan seperti berikut.

a. Pemilihan dan penetapan masalah penelitian.

b. Penentuan strategi pemecahan masalah, atau penentuan metodologi penelitian yang akan digunakan.

c. Pengumpulan data.

d. Pengolahan data, analisis data, dan interpretasi data.

e. Penyusunan laporan penelitian.

3. Tujuan Penelitian Pendidikan

Tujuan penelitian pendidikan, yaitu untuk:

a. bahan masukan, meningkatkan mutu isi, proses serta hasil pembelajaran dan

pendidikan di sekolah;

b. membantu tenaga kependidikan seperti guru dan lainnya dalam mengatasi masalah pendidikan dan pembelajaran baik di luar maupun di dalam kelas;

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

c. profesionalisme bagi pendidik maupun tenaga kependidikan;

d. menumbuhkan dan mengembangkan budaya akademik dalam lingkungan sekolah, sehingga bisa melakukan perbaikan mutu pembelajaran dan pendidikan secara berkelanjutan;

e. meningkatkan keterampilan bagi tenaga pengajar khususnya saat melakukan pembelajaran;

f. meningkatkan kerja sama yang profesional di antara para pendidik maupun tenaga kependidikan.

4. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian, diantaranya:

a. Menghasilkan peta yang dapat mendeskripsikan keadaan pendidikan serta mendeskripsikan tentang kemampuan sumber daya pendidikan.

b. Sarana diagnosis ketika mencari penyebab suatu kegagalan dan masalah yang dihadapi pada saat pelaksanaan pendidikan agar bisa dicari penyelesaiannya.

c. Bahan dasar untuk menyusun suatu kebijakan, termasuk strategi dalam pengembangan pendidikan.

d. Bahan masukan yang dapat memberikan gambaran mengenai kemampuan dalam peralatan, pembiayaan, perbekalan dan tenaga kerja yang memiliki peran dalam keberhasilan pendidikan.

5. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian dibagi menjadi dua, yakni: 1) pendekatan kuantitatif, dan 2) pendekatan kualitatif.

a. Pendekatan Penelitian Kuantitatif Pendekatan penelitian kuantitatif biasanya bersifat spesifik, jelas, rinci serta bertujuan untuk menguji teori dengan menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner, observasi dan wawancara terstruktur serta menggunakan instrumen penelitian tes maupun angket.

b. Pendekatan Penelitian Kualitatif Pendekatan penelitian kualitatif biasanya bersifat umum. Pendekatan penelitian kualitatif berfokus pada penemuan teori, menggambarkan realitas yang kompleks, dan untuk memperoleh pemahaman makna dengan menggunakan teknik

sebagai

pengumpulan data observasi, wawancara instrumen.

,
,

dan dokumentasi

serta peneliti

Pada tabel 3 disajikan beberapa perbedaan karakteristik pendekatan kuantitatif.

penelitian kualitatif

dan

Tabel 3. Perbedaan Karakteristik Penelitian Kuantitatif dan Penelitian Kualitatif

Aspek

Kuantitatif

Kualitatif

Desain

Spesifik, jelas, terinci

Umum

Ditentukan secara mantap sejak

Fleksibel

awal

Berkembang, tampil dalam proses

Menjadi pegangan langkah demi

penelitian

langkah

Tujuan

Menunjukkan hubungan antar

Memperoleh pemahaman makna

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

Aspek

Kuantitatif

Kualitatif

 

variabel

(Jerman: verstehen)

Menguji teori

Mengembangkan teori

Mencari generalisasi yang

Menggambarkan realitas yang

mempunyai nilai prediktif

kompleks

Teknik

Eksperimen, survey, observasi

Observasi, participant observation

Penelitian

berstruktur

Wawancara terbuka

Wawancara berstruktur

Instrumen

Test, angket, wawancara, skala

Human Instrument

Penelitian

Komputer, Kalkulator

Buku catatan

Recording

Data

Kuantitatif dalam bentuk angka

Deskriptif, dalam bentuk tulisan

Hasil pengukuran berdasarkan

Dokumen pribadi, catatan

variabel yang dioperasionalkan

lapangan, ucapan responden,

dengan menggunakan instrumen

dokumen, dll.

Sampel

Besar

Kecil

Representatif

Tidak representatif

Sedapat mungkin random

Purposif

Analisis

Pada taraf akhir setelah

Terus menerus sejak awal sampai

pengumpulan data selesai

akhir penelitian

Deduktif

Induktif

Menggunakan statistik

Mencari pola, model, tema

Hubungan

Berjarak, sering tanpa kontak

Empati, akrab

dengan

langsung

Kedudukan sama, setara

responden

Hubungan antara peneliti subjek

jangka pendek

Usulan

Luas dan terinci

Singkat

desain

Banyak literatur yang berhubungan

Sedikit literatur

dengan masalah

Pendekatan secara umum

Prosedur yang spesifik dan terinci

Masalah yang diduga relevan

langkah-langkahnya

Tidak ada hipotesis

Masalah diuraikan dan ditujukan

Fokus penelitian sering ditulis

kepada fokus tertentu

setelah ada data yang dikumpulkan

Hipotesis dirumuskan dengan jelas

dari lapangan

dan ditulis terinci dan lengkap

sebelum terjun ke lapangan

Sumber: Sugiyono (2015:14)

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

6. Klasifikasi atau Penggolongan Jenis Penelitian

Klasifikasi atau penggolongan jenis penelitian merupakan cara sesuatu untuk mempermudah dalam mempelajari dan melakukan penelitian dengan cara-cara yang sistematis. Penelitian dapat diklasifikasikan terkait dengan sudut pandang peneliti.

a. Klasifikasi Jenis Penelitian Menurut Sugiyono (2015) 1) Berdasarkan Jenis dan Analisisnya

a) Penelitian Kuantitatif (Sugiyono, 2015:8) Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menekankan pada fenomena- fenomena yang obyektif dan digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel-sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen

dengan tujuan untuk

menekankan

penelitian, analisis data

dengan tujuan untuk menekankan penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik . menguji hipotesis yang

bersifat kuantitatif/statistik

.
.
penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik . menguji hipotesis yang ditetapkan Penelitian kuantitatif

menguji hipotesis yang ditetapkan

Penelitian kuantitatif

. menguji hipotesis yang ditetapkan Penelitian kuantitatif pada hasil atau produk. b) Penelitian Kualitatif (Sugioyno,

pada hasil atau produk.

b) Penelitian Kualitatif (Sugioyno, 2015:13)

Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah langsung ke sumber data dan peneliti adalah instrumen kunci, bersifat deskriptif yaitu data- data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar dan tidak menekankan pada angka serta menekankan pada proses bukan hasil atau produk. 2) Berdasarkan Fungsi dan Tujuan

Menurut Sugiyono (2015) bahwa penelitian didasarkan pada jenis dan tujuannya dapat diklasifikasi dalam:

a) Penelitian Dasar (Murni) adalah setiap penelitian yang bertujuan untuk

meningkatkan pengetahuan ilmiah atau untuk menemukan bidang

penelitian baru tanpa suatu tujuan praktis tertentu. Artinya kegunaan hasil penelitian itu tidak segera dipakai namun dalam waktu jangka panjang juga akan terpakai.

b) Penelitian Terapan adalah penelitian yang hasilnya dapat langsung digunakan untuk kepentingan masyarakat, karena sudah lulus dalam uji klinik. Misalnya penelitian untuk menunjang kegiatan pembangunan yang sedang berjalan atau penelitian untuk melandasi kebijakan pengambilan keputusan atau administrator.

3) Berdasarkan Jenis Metode

a) Peneltian Survey adalah penelitian yang dilakukan pada populasi besar atau kecil tetapi data yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi. Penelitian survey umumnya dilakukan untuk mengambil suatu generalisasi dari pengamatan yang tidak mendalam. Jika sampel yang diambil adalah representatif maka generalisasinya kuat.

b) Penelitian Korelasi atau Korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut sehingga tidak terdapat manipulasi variable.

c) Penelitian Ex Post Facto merupakan penelitian untuk mengungkap penyebab sebuah peristiwa yang sudah terjadi. Misalnya, penelitian tentang penyebab terjadinya kecelakaan pesawat Adam Air. Penelitian ini kemudian akan melihat ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

menjadi penyebab kejadian tersebut. Misalnya penelitian penyebab terjadinya banyaknya siswa yang tidak lulus ujian

d) Penelitian Eksperimen adalah suatu metode penelitian untuk mengadakan kegiatan percobaan guna mendapatkan sesuatu hasil. Hasil tersebut menunjukkan hubungan sebab akibat antar variabel. Tujuan eksperimen adalah untuk mengetahui sebab dan akibat dari objek yang diteliti. Penelitian eksperimen dapat dilaksanakan dengan dibagi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah suatu kelompok yang sengaja dipengaruhi oleh variabel tertentu, misalnya dengan menggunakan metode baru, sedangkan kelompok kontrol adalah suatu kelompok yang dipergunakan untuk menguji.

e) Penelitian Naturalistik disebut juga penelitian kualitatif. Artinya, penelitian dilakukan pada kondisi objek alamiah (lawan dari eksperimen yang diciptakan). Peneliti merupakan instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan (misalnya wawancara, observasi, angket, dokumantasi, dll), analisis data bersifat induktif, proses lebih penting dari pada hasil, dan lebih menekankan makna dibanding generalisasi. Misalnya penelitian tentang makna sebuah tarian tradisional di daerah tertentu

f) Penelitian Tindakan (Action Research) adalah penelitian yang berorientasi pada penerapan tindakan dengan tujuan peningkatan mutu atau pemecahan masalah pada suatu kelompok subyek yang diteliti dan mengamati tingkat keberhasilan atau akibat tindakannya, untuk kemudian diberikan tindakan lanjutan yang bersifat penyempurnaan tindakan atau penyesuaian dengan kondisi dan situasi sehingga diperoleh hasil yang lebih baik. Tindakan ini di kalangan pendidikan dapat diterapkan pada sebuah kelas sehingga sering disebut Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), atau bila yang melakukan tindakan adalah kepala sekolah atau pimpinan lain maka tetap saja disebut penelitian tindakan. Penelitian tindakan bertujuan mengembangkan keterampilan- keterampilan baru atau cara pendekatan baru dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dunia kerja atau dunia aktual

Ciri penelitian tindakan kelas: (1) bersifat praktis, (2) ada unsur

kolaborasi, (3) guru/kepsek/pengawas berperan ganda baik sebagai peneliti juga sebagai praktisi.

yang lain.

g) Penelitian Kebijakan (Policy Research) merupakan penelitian untuk menyelesaikan permasalahan yang dimiliki umumnya oleh para administrator atau pembuat kebijakan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rekomendasi kebijakan yang akan diambil. Misalnya penelitian untuk membuat peraturan di sekolah binaan

h) Penelitian Evaluatif merupakan prosedur ilmiah yang sistematis yang dilakukan untuk mengukur hasil program (efektivitas suatu program) sesuai dengan tujuan yang direncanakan, dengan cara mengumpulkan, menganalisis, dan mengkaji pelaksanaan program yang dilakukan secara objektif. Misalnya evaluasi terhadap proses belajar mengajar harus dibandingkan dengan standar proses belajar mengajar yang dikeluarkan

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga penilaian hasil evaluasi akan memperlihatkan di bawah standar, sesuai standar atau jauh di atas standar. Misalnya penelitian tentang efektivitas pelaksanaan kurikulum 13 di sekolah tertentu.

i) Penelitian Sejarah merupakan penelitian untuk mengungkap kejadian- kejadian di masa lalu. Misalnya penelitian tentang sejarah berdirinya kerajaan tertentu di daerah Jawa Tengah. 4) Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasi Menurut Sugiyono (2003:11) penelitian berdasarkan tingkat eksplanasinya (tingkat kejelasan) dapat digolongkan sebagai berikut.

a) Penelitian Deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel yang lain.

b) Penelitian Komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan. Disini variabelnya masih sama dengan variabel mandiri tetapi untuk sample yang lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda.

c) Penelitian Asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ataupun juga hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini mempunyai tingkatan tertinggi dibandingkan dengan diskriptif dan komparatif karena dengan penelitian ini dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.

b. Klasifikasi Jenis Penelitian Menurut Arikunto (2002:6-9) 1) Berdasarkan tujuan

a) Penelitian Eksploratif (Explorative Research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan menemukan sesuatu pengetahuan baru yang sebelumnya belum ada. Jadi merupakan sebuah penelitian penggalian, yaitu menggali untuk menemukan (konsep atau masalah). Jadi, karena bersifat menggali, maka sebenarnya tidak ada langkah yang baku. Jadi penelitian eksploratif menggali sesuatu yang benar-benar belum diketahui (rincian, detail sifat dan keadaannya). Bahkan “konsep”-nya saja belum jelas misalnya sekolah alam itu konsepnya belum jelas. Polanya “datang dan temukan.” Datang ke sekolah, misalnya, lakukan observasi partisipan. Siapa tahu menemukan sesuatu yang menarik: ada sesuatu yang berbeda dari yang lain di sekolah itu.

b) Penelitian Pengembangan (Development Research) bertujuan untuk mengembangkan, memperluas dan menggali lebih dalam teori yang dimiliki oleh ilmu tertentu. Tujuan penelitian pengembangan ini bukan untuk memformulasi atau menguji hipotesis tetapi untuk mendapatkan produk baru atau proses baru. Contoh penelitian tentang kemungkinan mengembangkan produk X menjadi produk X plus.

c) Penelitian Verifikasi (Verificative Research) yaitu penelitian yang bertujuan untuk menguji suatu teori atau hasil penelitian sebelumnya sehingga diperoleh hasil yang memperkuat atau menggugurkan teori/hasil penelitian sebelumnya. Contoh, pada tahun 2011 diadakan penelitian tentang kejadian tertentu di sebuah sekolah dihasilkan suatu kesimpulan.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

Dua tahun kemudian, peneliti lain mengadakan penelitian yang sama dengan tujuan mengecek kebenaran hasil penelitian sebelumnya 2) Berdasarkan pendekatan

a) Pendekatan Longitudinal adalah penelitian yang dilakukan dengan ciri:

waktu penelitian lama, memerlukan biaya yang relatif besar, dan melibatkan populasi yang mendiami wilayah tertentu, dan dipusatkan pada perubahan variabel amatan dari waktu ke waktu. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mempelajari pola dan urutan perkembangan dan/atau perubahan sesuatu hal, sejalan dengan berlangsungnya perubahan waktu.

b) Penelitian Cross-sectional ( Penelitian Lintas Bagian) adalah penelitian

yang mengukur prevalensi penyakit. Oleh karena itu seringkali disebut sebagai penelitian prevalensi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan penyakit dengan paparan dengan cara mengamati status paparan dan penyakit secara serentak pada individu dari populasi tunggal pada satu saat atau periode tertentu. 3) Penelitian ditinjau dari bidang ilmu Berkenaan dengan jenis spesialisasi dan interes, maka tentu saja bidang ilmu yang diteliti banyak sekali ragamnya, maka dibagi menjadi: penelitian eksakta dan non eksakta. 4) Penelitian ditinjau dari tempatnya Penelitian dapat dilakukan di berbagai tempat, yaitu di perpustakaan,

lapangan, laboratorium atau gabungan dari tempat-tempat tersebut. Atas dasar tinjauan tersebut penelitian dibedakan menjadi: a) penelitian perpustakaan (library research), b) penelitian laboratorium (laboratory research), dan c) penelitian lapangan (field research). 5) Penelitian ditinjau dari hadirnya variabel Penelitian dapat dilakukan dimana peneliti melakukan intervensi atau perlakuan terhadap variable tertentu. Jika tindakan tersebut dilakukan maka penelitian semacam itu tergolong penelitian eksperimen. Sebaliknya jika tidak dilakukan intervensi terhadap variabel maka penelitian tersebut tergolong penelitian non eksperimen. 6) Penelitian kuantitatif dan kualitatif

a) Penelitian Kuantitatif bersifat spesifik, jelas, rinci dan bertujuan untuk menguji teori dengan menggunakan teknik pengumpulan data kuesioner, observasi dan wawancara terstruktur serta menggunakan instrumen penelitian tes maupun angket.

b) Penelitian Kualitatif desainnya bersifat umum, dengan tujuan untuk menemukan teori, menggambarkan realitas yang kompleks, serta untuk memperoleh pemahaman makna dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi dan peneliti sebagai instrument

D. Aktivitas Pembelajaran

Kegiatan 1.1 Mengkaji Berbagai Pendekatan dalam Penelitian (90 menit)

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

Untuk

mengikuti langkah-langkah pembelajaran berikut.

memperdalam pemahaman pendekatan dalam penelitian, Saudara dapat

1. Saudara diminta mengikuti penjelasan awal dari pelatih.

2. Selanjutnya Saudara diminta mencermati pengantar tentang pendekatan dalam peneliti.

3. Secara mandiri, masing-masing peserta membaca dengan cermat topik pendekatan dalam penelitian.

4. Secara berpasangan, Saudara mendiskusikan hasil bacaan masing-masing;

5. Selanjutnya kerjakan LK 1.1.

LK 1.1 Menjelaskan Hakikat, Pendekatan, dan Karakteristik Penelitian Secara berpasangan atau mandiri, silahkan Saudara temukan jawaban dari 3 (tiga) pertanyaan di bawah ini!

1) Hakekat penelitian adalah …

pertanyaan di bawah ini! 1) Hakek at penelitian adalah … 2) Penelitian pendidikan adalah 3) Jelaskan

2) Penelitian pendidikan adalah

at penelitian adalah … 2) Penelitian pendidikan adalah 3) Jelaskan pendekatan penelitian dan karakteristiknya?

3) Jelaskan pendekatan penelitian dan karakteristiknya?

3) Jelaskan pendekatan penelitian dan karakteristiknya? Kegiatan 1.2 Mengklasifikasi Berbagai Jenis Penelitian (90

Kegiatan 1.2 Mengklasifikasi Berbagai Jenis Penelitian (90 menit)

Untuk memperdalam pemahaman dan penerapan tentang jenis penelitian Saudara dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran berikut.

1. Saudara diminta membaca dengan cermat topik jenis-jenis penelitian;

2. Saudara diskusikan hasil bacaan masing-masing;

3. Selanjutnya masing-masing mengerjakan LK 1.2.

LK 1.2

Menjelaskan Berbagai Jenis Penelitian (tindakan, evaluasi, eksperimen, dan korelasi)

Secara mandiri, silahkan Saudara baca kembali materi tentang jenis penelitian kemudian jawablah pertanyaan dibawah ini!

1. Apakah yang dimaksud dengan penelitian tindakan?

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

2. Apakah yang dimaksud denganpenelitian evaluatif?

Profesi 2. Apakah yang dimaksud denganpenelitian evaluatif? 3. A pakah yang dimaksud dengan penelitian eksperimen? 4.

3. A pakah yang dimaksud dengan penelitian eksperimen?

3. A pakah yang dimaksud dengan penelitian eksperimen? 4. Apakah yang dimaksud dengan penelitian korelasi? E.

4. Apakah yang dimaksud dengan penelitian korelasi?

4. Apakah yang dimaksud dengan penelitian korelasi? E. Latihan /Kasus/Tugas Pilihlah satu jawaban yang benar

E. Latihan /Kasus/Tugas

Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D

1. Kegiatan yang dilaksanakan untuk mengkaji dan memecahkan suatu masalah menggunakan prosedur sistematis berlandaskan data empirik disebut…

A. Penelitian

B. Metoda ilmiah

C. Penelitian kualitatif

D. Penelitian kuantitatif

2. Salah satu perbedaan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif adalah…

A. Penelitian kualitatif sampelnya diambil secara random sedangkan penelitian kuantitatif secara khusus.

B. Penelitian kualitatif berorientasi pada proses sedangkan penelitian kuantitatif berorientasi pada hasil.

C. Penelitian kualitatif menunjukkan hubungan antar variable, sedangkan penelitian kuantitatif bersifat interaktif/timbal balik.

D. Penelitian kualitatif bersifat menguji teori sedangkan penelitian kuantitatif bersifat mengembangkan teori.

3. Penelitian yang bersifat praktis, ada unsur kolaborasi, dan peneliti juga berperan sebagai praktisi, merupakan ciri dari penelitian

A. Evaluasi

B. Tindakan

C. Korelasi

D. Eksperimen

4. Perbedaan penelitian tindakan dengan penelitian evaluasi adalah

A. Membandingkan antar variabel dan memperbaiki variabel diteliti

B. Mengetahui pengaruh variabel X dan mengetahui besaran koefisien variable Y

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

C. Pengaruh kinerja dan perbedaan antar variable

D. Memperbaiki kinerja peneliti dan mengukur keberhasilan program

5.

Perbedaan penelitian eksperimen

dengan penelitian korelasi adalah

A. Pengendalian tindakan secara ketat dan tanpa tindakan

B. Dilaksanakan di wilayah kerja peneliti dan di wilayah lain

C. Kualitatif dan kuantitatif

D. Ada kolaborator dan tanpa kolaborator

6.

Perhatikan tahapan-tahapan penelitian berikut. (1) definisikan masalah; (2) rumuskan tujuan penelitian; (3) rumuskan hipotesis; (4) kumpulkan data; (5) evaluasi data; (6) interpretasi dan generalisasi; (7) laporan.

A. 1-3-2-4-5-7-6

B. 1-2-3-4-5-6-7

C. 2-3-1-4-5-6-7

D. 3-2-1-5-4-6-7

F. Rangkuman

1. Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan secara sistematis melalui proses

pengumpulan data, pengolah data, serta menarik kesimpulan berdasarkan data menggunakan metode dan teknik tertentu. 2. Ada beberapa jenis klasifikasi jenis penelitian, tapi yang perlu diingat dalam modul ini adalah:

a. Penelitian tindakan adalah penelitian yang berorientasi pada penerapan tindakan dengan tujuan peningkatan mutu atau pemecahan masalah pada suatu kelompok subyek yang diteliti dan mengamati tingkat keberhasilan atau akibat tindakannya, untuk kemudian diberikan tindakan lanjutan yang bersifat penyempurnaan.

b. Penelitian evaluasi merupakan prosedur ilmiah yang sistematis yang dilakukan untuk mengukur hasil program (efektivitas suatu program) sesuai dengan tujuan yang direncanakan, dengan cara mengumpulkan, menganalisis, dan mengkaji

pelaksanaan program yang

dilakukan secara objektif.

c. Penelitian eksperimen adalah suatu metode penelitian untuk mengadakan kegiatan percobaan guna mendapatkan sesuatu hasil. Hasil tersebut menunjukkan hubungan sebab akibat antar variabel. Tujuan eksperimen adalah untuk mengetahui sebab dan akibat dari objek yang diteliti. Penelitian eksperimen dapat dilaksanakan dengan dibagi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen adalah suatu kelompok yang sengaja dipengaruhi oleh variabel tertentu, misalnya dengan menggunakan metode baru,

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

sedangkan kelompok kontrol adalah suatu kelompok yang dipergunakan untuk menguji. d. Penelitian korelasi adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua variable atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruh variable tersebut sehingga tidak terdapat manipulasi variable. Analisis data untuk menguji hipotesis korelasi digunakan rumus koefisien korelasi Product Moment Pearson.

Dari berbagai literatur yang ada jenis penelitian sangat banyak. Pada tabel 4 merupakan rangkuman tentang klasifikasi penelitian menurut Sugiyono.

Tabel 4. Rangkuman Klasifikasi Penelitian Menurut Sugiyono

Jenis dan Analisis Data

Tujuan

Pendekatan

Tingkat Eksplanasi

1. Kualitatif

1. Murni

1. Survey

1. Deskriptif

2. Kuantitatif

2.Terapan

2. Ex Post Facto

2. Komparatif

3. Gabungan keduanya

 

3. Eksperimen

3. Asosiatif

   

4. Naturalistik

 
   

5. Policy Research

 

(Kebijakan)

   

6. Evaluasi

 
   

7. Action Research

 
   

8. Evaluasi

 
   

9. Sejarah

 

Pada tabel 5 merupakan tabel rangkuman klasifikasi penelitian menurut Suharsimi Arikunto

Tabel 5. Rangkuman Klasifikasi Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto

Tujuan

Pendekatan

Bidang

Tempat

Variabel

Kealamian

Ilmu

Kuantitatif

Kualitatif

Penelitian

Penelitian

Penelitian

Penelitian

Deskriptif

Penelitian

Fenomen

Eksploratif

Longitudinal

Eksakta

Perpusta

Non

ologis

(pendekatan

kaan

Eksperimen

bujur)

Penelitian

Penelitian

Penelitian

Penelitian

Eksperi

Penelitian

Interaksi

Develop

Cross-

Non

Labora-

men

Eksperi-

Simbolik

mental

sectional

Eksakta

torium

men

(pendekatan

silang)

Penelitian

   

Penelitian

   

Kebudaya

verifikatif

Lapang-

an

an

Kebijakan

         

Antropolo

(Policy

gi

Research)

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

G. Umpan Balik

Cocokkanlah jawaban Saudara dengan kunci jawaban kegiatan pembelajaran 1 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban benar yang Saudara miliki. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Saudara terhadap kegiatan pembelajaran 1.

Tingkat Penguasaan =

Jumlah Jawaban Benar

Jumlah Soal

X 100 %

Arti tingkat persentase penguasaan yang Saudara capai:

90

80

70

60

100 = sangat baik

79

69

60

89

= baik

= cukup = kurang = sangat kurang

Apabila Saudara telah mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Saudara dapat meneruskan dengan modul berikutnya. Mantap! Namun bila tingkat penguasaan Saudara masih di bawah 80%, Saudara masih harus mengulangi kegiatan pembelajaran 1, terutama bagian yang belum Saudara kuasai.

H. Refleksi dan Tindak Lanjut

Belum

Tercapai

No

Tujuan Pembelajaran

Tercapai

Keterangan

1

Membandingkan karakteristik pendekatan kualitatif dan kuantitatif

2

Mengklasifikasi berbagai jenis penelitian

Tindak lanjut:

Kegiatan yang membuat saya belajar lebih efektif

lanjut: Kegiatan yang membuat saya belajar lebih efektif Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan

Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan saran perbaikan

Kegiatan yang membuat saya belajar lebih efektif Kegiatan yang membuat saya tidak efektif belajar dan saran

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

I. Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Latihan Soal Kegiatan Pembelajaran 1

1. A

2. B

3. B

4. D

5. A

6. B

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 IDENTIFIKASI, RUMUSAN MASALAH PENELITIAN, DAN LANDASAN TEORI

(WAKTU 6 JP)

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran 2 tentang identifikasi, rumusan masalah penelitian, dan landasan teori diharapkan Saudara mampu:

1. menentukan masalah kepengawasan yang penting diteliti baik untuk keperluan tugas pengawasan maupun untuk pengembnagan karirnya sebagai pengawas

2. menyusun proposal penelitian pendidikan baik kualitatif maupun kuantitatif

B. Indikator Pencapaian Tujuan

1. Melatih kepala sekolah dalam mengklasifikasi masalah penelitian pendidikan

2. Merumuskan masalah penelitian

3. Mencerahkan tujuan penelitian

4. Menyusun landasan teori

C. Uraian Materi

1. Identifikasi dan Rumusan Masalah Penelitian Pendidikan

a. Identifikasi Masalah Penelitian Pendidikan Semua jenis penelitian berawal dari adanya masalah. Apakah masalah itu? Masalah adalah kesenjangan antara kondisi ideal dengan kondisi nyata. Masalah penelitian pendidikan yang berkaitan dengan tugas pengawas sekolah berkisar pada supervisi akademik dan supervisi manajerial. Supervisi akademik sasarannya adalah guru, sedangkan sasaran supervisi manajerial adalah kepala sekolah. Dengan demikian masalah penelitian pengawas sekolah ada di sekitar permasalahan guru dan kepala sekolah dalam menjalankan tugas mereka. Terdapat empat permasalahan yang berkaitan dengan supervisi akademik yaitu:

1) standar kompetensi lulusan (SKL), 2) standar isi, 3) standar proses, dan 4) standar penilaian.

Masalah SKL berkisar pada kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Masalah standar isi berkisar pada kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender pendidikan. Masalah standar proses berkisar pada perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian hasil dan proses pembelajaran, serta pengawasan proses pembelajaran. Masalah standar penilaian berkisar pada penilaian hasil belajar oleh pendidik; penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

Adapun permasalahan yang berkaitan dengan supervisi manajerial mencakup 1) standar pengelolaan, 2) standar pendidik dan tenaga kependidikan, 3) standar sarana prasaran, dan 4) standar pembiayaan. Masalah standar pengelolaan berkisar pada: 1) Perencanaan program mencakup perumusan visi, misi, dan tujuan sekolah serta penyusunan rencana kerja sekolah (RKS); 2) Pelaksanaan rencana kerja sekolah yang mencakup penyusunan pedoman sekolah, penataan struktur organisasi sekolah, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan, pelaksanaan kegiatan sekolah, pengelolaan kesiswaan, pengelolaan kurikulum dan pembelajaran, pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan, pengelolaan sarana dan prasarana; 3) Pengawasan dan evaluasi mencakup program pengawasan, evaluasi diri, evaluasi dan pengembangan KTSP, evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan, dan akreditasi sekolah; 4) Kepemimpinan Sekolah; 5) Sistem Informasi Manajemen; 6) Penilaian Khusus.

Masalah standar pendidik dan tenaga kependidikan berkisar pada kualifikasi akademik dan kompetensi. Masalah standar sarana berkisar pada satuan pendidikan, lahan, bangunan, dan kelengkapan sarana dan prasarana. Masalah standar pembiayaan berkisar pada biaya operasi nonpersonalia meliputi: biaya alat tulis sekolah (ATS), biaya bahan dan alat habis pakai (BAHP), biaya pemeliharaan dan perbaikan ringan, biaya daya dan jasa, biaya transportasi/perjalanan dinas, biaya konsumsi, biaya asuransi, biaya pembinaan siswa/ekstra kurikuler, biaya uji kompetensi, biaya praktek kerja industri, dan biaya pelaporan. Contoh hasil identifikasi masalah

Kemampuan kepala sekolah dalam menindaklanjuti hasil supervisi masih rendah 1) Kemampuan kepala sekolah dalam menyusun RKS masih rendah

b. Perumusan Masalah Penelitian Pendidikan Kegiatan penelitian dimulai dengan mengidentifikasikan permasalahan atau isu-isu yang penting, aktual dan menarik. Masalah digali dari berbagai sumber empiris ataupun teoretis sebagai aktivitas penelitian pendahuluan (pra-penelitian). Agar masalah ditemukan dengan baik diperlukan fakta-fakta empiris diiringi penguasaan teori yang diperoleh melalui pengkajian berbagai literatur relevan. Masalah yang telah ditemukan diformulasikan dalam sebuah rumusan masalah. Pada umumnya rumusan masalah penelitian kuantitatif disusun dalam bentuk pertanyaan. Rumusan masalah merupakan penentuan faktor-faktor atau aspek-aspek yang terkait dengan lingkup kajian penelitian. Metode penelitian harus selalu diawali dengan masalah, berupa pertanyaan penelitian yang dicari jawabannya menggunakan data dari lapangan. Ada empat jenis penelitian yang dibahas dalam modul ini yakni penelitian tindakan, penelitian evaluasi, penelitian eksperimen, dan penelitian korelasional. 1) Penelitian tindakan adalah suatu bentuk penelitian refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki praktik yang dilakukan (Kemdikbud, 2013). Penelitian tindakan bertujuan untuk mengembangkan keterampilan baru atau pendekatan baru dan

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

diterapkan langsung serta dikaji hasilnya. Merumuskan masalah penelitian tindakan perlu mempertimbangkan hal-hal berikut.

a) Masalah hendaknya dirumuskan secara jelas, dalam arti tidak mempunyai makna ganda dan pada umumnya dapat dituangkan dalam kalimat Tanya.

b) Rumusan masalah hendaknya menunjukkan jenis tindakan yang akan dilakukan dan hubungannya dengan variabel lain.

c) Rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empirik, artinya dengan rumusan masalah itu memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan tersebut (operasional).

Contoh rumusan masalah penelitian tindakan

1) Apakah metode workshop dapat meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun RKS? 2) Bagaimana proses implementasi metode worshop dalam meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun RKS?

2) Penelitian evaluatif pada dasarnya merupakan bagian dari penelitian terapan namun tujuannya dapat dibedakan dari penelitian terapan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur keberhasilan suatu program, produk atau kegiatan tertentu (Danim, 2000). Penelitian ini diarahkan untuk menilai keberhasilan manfaat, kegunaan, sumbangan dan kelayakan suatu program kegiatan dari suatu unit/ lembaga tertentu. Penelitian evaluatif dapat menambah pengetahuan tentang kegiatan dan dapat mendorong penelitian atau pengembangan lebih lanjut, serta membantu para pimpinan untuk menentukan kebijakan (Sukmadinata, 2005). Penelitian evaluatif dapat dirancang untuk menjawab pertanyaan, menguji, atau membuktikan hipotesis.

Penelitian evaluatif menjelaskan adanya kegiatan penelitian yang sifatnya mengevaluasi terhadap sesuatu objek, yang biasanya berupa pelaksanaan dan rencana. Penelitian evaluatif bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi, yang merupakan kondisi nyata mengenai keterlaksanaan rencana yang memerlukan evaluasi untuk mengetahui apakah implementasi program yang telah direncanakan sudah berjalan dengan benar dan sekaligus memberikan hasil sesuai dengan harapan. Jika belum bagian mana yang belum sesuai serta apa yang menjadi penyebabnya.

Penelitian evaluatif memiliki dua kegiatan utama yaitu pengukuran atau pengambilan data dan membandingkan hasil pengukuran dan pengumpulan data dengan standar yang digunakan. Berdasarkan hasil perbandingan ini maka didapatkan kesimpulan bahwa suatu kegiatan yang dilakukan itu layak atau tidak, relevan atau tidak, efisien dan efektif atau tidak. Atas dasar kegiatan tersebut, penelitian evaluatif dimaksudkan untuk membantu perencana dalam pelaksanaan program, penyempurnaan dan perubahan program, penentuan keputusan atas keberlanjutan atau penghentian program, menemukan fakta-fakta dukungan dan penolakan terhadap program, memberikan sumbangan dalam pemahaman suatu program serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Lingkup penelitian evaluatif dalam bidang pendidikan misalnya evaluasi kurikulum, program pendidikan, pembelajaran, pendidik, siswa, organisasi dan manajemen.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

Satu pengertian pokok yang terkandung dalam evaluasi adalah adanya standar, tolok ukur atau kriteria. Mengevaluasi adalah melaksanakan upaya untuk mengumpulkan data mengenai kondisi nyata sesuatu hal, kemudian dibandingkan dengan kriteria agar dapat diketahui kesenjangan antara kondisi nyata dengan kriteria (kondisi yang diharapkan). Penelitian evaluatif bukan sekedar melakukan evaluasi pada umumnya. Penelitian evaluatif merupakan kegiatan evaluasi tetapi mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku bagi sebuah penelitian, yaitu persyaratan keilmiahan, mengikuti sistematika dan metodologi secara benar sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

Sejalan dengan makna tersebut, penelitian evaluatif harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Arikunto, 2006):

Proses kegiatan penelitian tidak menyimpang dari kaidah-kaidah yang berlaku

bagi penelitian ilmiah pada umumnya. 2) Dalam melaksanakan evaluasi, peneliti berpikir secara sistemik yaitu memandang program yang diteliti sebagai sebuah kesatuan yang terdiri dan beberapa komponen atau unsur yang saling berkaitan antara satu sama lain dalam menunjang keberhasilan kinerja dan objek yang dievaluasi. Penelitian evaluasi dimaksudkan untuk mengukur keberhasilan suatu program, produk atau kegiatan tertentu (Danim, 2000). Penelitian ini diarahkan untuk menilai keberhasilan manfaat, kegunaan, sumbangan dan kelayakan suatu program

1)

kegiatan dari suatu unit/ lembaga tertentu.

Merumuskan masalah penelitian evaluatif Dalam membuat rumusan masalah, peneliti perlu mencermati semua butir yang sudah dituliskan dalam identifikasi masalah, atau tujuan khusus penelitian. Rumusan masalah dibuat dalam kalimat pertanyaan, menanyakan apakah setiap tujuan khusus dapat dicapai, dan kalau tidak di mana letak hambatannya. berapa tinggi atau seberapa efektif apa yang tertera dalam tujuan khusus kemudian menentukan masalah-masalah inti faktor-faktor pokok yang bersumber dari setiap komponen yang akan dievaluasi. Contoh rumusan masalah penelitian evaluatif

a. Apakah tujuan atau sasaran yang ingin dicapai oleh program pendidikan?

b. Apa Kegiatan-kegiatan utama yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut?

c. Apa strategi atau metode yang digunakan dalam program tersebut?

d. Bagaimana kondisi sumber daya pendidikan pendukung program tersebut?

e. Bagaimana manajemen pelaksanaan program dan sumber daya pendukungnya?

f. Seberapa tinggi program

telah

tercapai?

3) Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari “sesuatu” yang dikenakan pada subjek selidik. Dengan kata lain penelitian eksperimen mencoba meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat. Caranya adalah dengan membandingkan satu atau lebih kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak menerima perlakuan. Penelitian eksperimental semu yang bertujuan untuk mengkaji kemungkinan hubungan sebab akibat dalam keadaan yang tidak memungkinkan ada kontrol/kendali, tapi dapat diperoleh informasi pengganti bagi situasi dengan

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

pengendalian. Dalam penelitian eksperimen dikenal dengan beberapa desain eksperimen sebagai berikut.

Pre-Experimental True-Experimental One-group Case Study One group Pretest-Postest Intec-Group Comparison Macam-macam
Pre-Experimental
True-Experimental
One-group Case Study
One group Pretest-Postest
Intec-Group Comparison
Macam-macam
Design Eksperimen
Postest Only Control Design
Factorial
Experimental
Pretest-Control Grroup Design
Time-Series Design
Quasi Experimental
Non
equivalent
Control
Group
Design

Gambar 3. Macam-macam Desain Penelitian Eksperimen

Contoh rumusan masalah penelitian ekperimen

1) Apakah pemberian reward berpengaruh terhadap motivasi berprestasi kepala sekolah? 2) Apakah tinggi rendahnya reward berpengaruh terhadap motivasi berprestasi kepala sekolah? 3) Apakah ada interaksi pemberian reward dan tingkat motivasi berprestasi terhadap kinerja kepala sekolah?

4) Penelitian korelasional adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini dilakukan, ketika kita ingin mengetahui tentang ada tidaknya dan kuat lemahnya hubungan variabel yang terkait dalam suatu objek atau subjek yang diteliti. Adanya hubungan dan tingkat variabel ini penting, karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti dapat mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengkaji tingkat keterkaitan antara variasi suatu faktor dengan variasi faktor lain berdasarkan koefisien korelasi. Contoh rumusan masalah penelitian korelasional

1) Apakah ada hubungan antara pengalaman kerja dengan kinerja kepala sekolah? 2) Apakah ada hubungan antara pengalaman kerja dan teknik rekrutmen dengan kinerja kepala sekolah?

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

2. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian diungkapkan secara singkat sesuai dengan permasalahan penelitian yang telah diidentifikasi dan dirumuskan. Tujuan umum dan khusus dikemukakan secara jelas sehingga dapat diukur tingkat pencapaian

keberhasilannya.

Contoh tujuan penelitian

(1) mendeskripsikan dan menjelaskan penerapan FGD untuk meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menindak lanjuti hasil supervisi. (2) meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menindak lanjuti hasil supervisi melalui penerapan FGD

3. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian adalah untuk mengemukakan hal penting bersifat teoretis (kepentingan ilmiah) dan hal penting terkait sifat praktis (kepentingan terapan). Berkenaan dengan manfaat praktis, misalnya manfaat untuk siswa, guru, sekolah, dan manfaat untuk dinas pendidikan.

4. Landasan Teori

a. Memerinci Prosedur Penyusunan Landasan Teori pada Penelitian Kuantitatif Landasan teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori (tidak sekedar buku atau pendapat pakar) dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti. Jumlah teori yang dikemukakan bergantung luasnya permasalahan, dan bergantung pada jumlah variabel yang diteliti. Oleh karena itu, makin banyak variabel yang diteliti, maka makin banyak teori yang perlu dikemukakan. Deskripsi teori paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variabel-variabel yang diteliti melalui pendefinisian, uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi sehingga ruang lingkup, kedudukan dan prediksi terhadap hubungan antar variabel yang akan diteliti akan menjadi lebih jelas dan terarah. Teori-teori yang dideskripsikan dalam proposal maupun laporan penelitian dapat digunakan sebagai indikator apakah peneliti menguasai teori dan konteks yang diteliti atau tidak. Variabel-variabel penelitian yang tidak dapat dijelaskan dengan baik, baik dari segi pengertian maupun kedudukan dan hubungan antarvariabel yang diteliti, menunjukkan bahwa peneliti tidak menguasai teori dan konteks penelitian. Untuk menguasai teori maupun generalisasi-generalisasi dari hasil penelitian, peneliti harus rajin membaca.

b. Menelaah Landasan Teori untuk Penelitian Kualitatif Kajian pustaka adalah bahan bacaan yang secara khusus berkaitan dengan objek penelitian yang diteliti. Peneliti, disamping mempertimbangkan keluasan bahan bacaan, juga melakukan analisis serta menilai literatur yang berkaitan langsung dengan objek yang diteliti. Kajian pustaka berguna untuk menghindari terjadinya peniruan, plagiasi, dan penipuan. Bahkan, melalui kajian pustaka yang disusun akan memberi gambaran bahwa penelitian yang dilakukan berbeda, serta menyampaikan hal-hal baru dan kaya makna sehingga layak dibicarakan kembali. Dalam membuat kajian pustaka peneliti perlu memperhatikan beberapa aspek sebagai berikut.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

1) Kajian pustaka selalu dikaitkan dengan landasan teori, yaitu teori-teori yang digunakan untuk menganalisis suatu objek atau fenomena yang akan diteliti. Kajian harus diungkapkan secara holistik dalam jaringan kesatuan fenomena yang diteliti. Oleh karena itu, peneliti melakukan penggabungan antara kajian pustaka dengan kerangka teoretik. 2) Kajian teoretik merupakan kajian terhadap pengetahuan ilmiah yang sudah ada. Kajian teoretik yang disajikan umumnya dari grand theory berasal dari lingkup ilmu-ilmu sosial, apabila lingkup penelitian yang dikaji berkaitan dengan masalah sosial. Sebaliknya, grand theory berasal dari lingkup ilmu pendidikan, apabila lingkup penelitian yang dikaji berkaitan dengan masalah pendidikan. 3) Kajian pustaka sebagai kerangka kerja konseptual dan teoretis yang merupakan landasan untuk memulai melakukan interview terhadap sejumlah informan. Disamping itu, kajian pustaka dijadikan sumber untuk menyimpulkan penelitian berdasarkan pada data-data yang diperoleh dari sejumlah informan. 4) Kajian pustaka berbentuk asumsi, konsep dan proposisi. Asumsi, konsep, dan proposisi berperan bagi peneliti untuk menyusun pertanyaan studi, membuat kerangka berpikir, dan menganalisis data lapangan. Landasan tersebut akan memudahkan bagi peneliti untuk memperoleh data di lapangan. Tidak memandang teori secara apriori. Teori yang disajikan dalam proposal dapat berbeda dengan teori-teori yang disajikan dalam laporan penelitian. Hal ini dapat terjadi karena sifat teori dalam penelitian kualitatif adalah spekulatif, yakni dapat berubah bergantung pada kondisi lapangan.

c. Menyeleksi Teori-teori Berdasarkan Masalah dan Tujuan Penelitian Sumber-sumber bacaan dapat berupa buku-buku teks, kamus (khususnya kamus istilah), ensiklopedia, jurnal ilmiah, internet, dan hasil-hasil penelitian. Sumber bacaan yang baik harus memenuhi tiga kriteria, yaitu relevansi, kelengkapan, dan kemutakhiran (kecuali penelitian sejarah, penelitian ini justru menggunakan sumber-sumber yang lama). Relevansi berkenaan dengan kecocokan antara variabel yang diteliti dan tujuan penelitian dengan teori yang dikemukakan, kelengkapan berkenaan dengan banyaknya sumber yang dibaca, kemutakhiran berkenaan dengan dimensi waktu. Makin baru sumber yang digunakan, makin mutakhir teori tersebut. Semua bahan pustaka yang dijadikan rujukan untuk landasan teori. hendaknya dituliskan dalam daftar pustaka. Adapaun sistem penulisan daftar pustaka yang digunakan dalam modul ini menggunakan American Pshycology Asosiation (APA) Harvard.

5. Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir yang baik menjelaskan secara teoretis pertautan antar variabel yang akan diteliti. Pertautan antar variabel tersebut selanjutnya dirumuskan ke dalam bentuk paradigma penelitian. Oleh karena itu, pada setiap penyusunan paradigma penelitian harus didasarkan pada kerangka berpikir.

6. Perumusan Hipotesis

Berdasarkan teori dan kerangka berpikir itulah selanjutnya dikemukakan hipotesis tindakan atau hipotesis kerja.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

Contoh perumusan hipotesis penelitian

Penerapan metode FGD dapat meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menindaklanjuti hasil supervisi

D. Aktivitas Pembelajaran

Kegiatan 2.1: Mengidentifikasi Berbagai Masalah Penelitian Pendidikan (90 menit)

Saudara sebagai pengawas sekolah tentu sudah melaksanakan tugas pengawasan pendidikan melalui supervisi akademik maupun supervisi manajerial. Dalam pelaksanaan tugas tersebut Saudara tidak jarang menemukan berbagai masalah. Untuk memperdalam pemahaman tentang berbagai masalah penelitian pendidikan, Saudara dapat mengikuti langkah-langkah pembelajaran berikut. 1. Saudara diminta mengikuti penjelasan awal dari pelatih. 2. Selanjutnya secara mandiri, Saudara diminta membaca dengan cermat topik permasalahan dalam penelitian. 3. Secara berpasangan, Saudara diminta mendiskusikan hasil bacaan masing-masing. 4. Selanjutnya Saudara secara berpasangan/kerja individu diminta untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang sering terjadi di sekolah binaan, khususnya yang berkaitan dengan supervisi akademik dan supervisi manajerial dengan mengerjakan LK 2.1 pada kertas lain yang disediakan.

LK 2.1 Mengidentifikasi Masalah Supervisi Akademik dan Manajerial

 

Aspek

 

Permasalahan yang Berkaitan Supervisi Akademik dan Manajerial

 

No

Masalah

Identifikasi Masalah

   

a.

Standar Kompetensi Lulusan

1)

2)

b.

Standar Isi

1)

1

Supervisi

 

2)

Akademik

c.

Standar Proses

1)

   

2)

d.

Standar Penilaian

1)

 

2)

   

a.

Standar Pengelolaan

1)

 

2)

Supervisi

Manajeria

l

b.

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

1)

2

2)

c.

Standar Sarana

1)

 

Prasarana

2)

 

d.

Standar Pembiayaan

1)

 

2)

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

Kegiatan 2.2. Merumuskan Masalah Penelitian Pendidikan (135 menit) Langkah-langkah kegiatan 2.2:

1. Saudara diminta membaca dengan cermat penjelasan dan contoh cara merumuskan masalah. Untuk lebih jelasnya mintalah penjelasan dari pelatih.

2. Berdasarkan identifikasi masalah LK 2.1, selanjutnya Saudara berlatih merumuskan masalah penelitian dan dituliskan pada LK. 2.2.;

3. Saudara (secara acak sebanyak 3 orang) diminta mempresentasikan rumusan masalah yang sudah dikerjakan;

4. Kemudian Saudara akan berdiskusi secara klasikal untuk memperhalus hasil rumusan masalah.

LK 2.2 Merumuskan Masalah Penelitian Tindakan, Evaluatif, Eksperimen, dan Korelasi.

   

Identifikasi

Alternatif/Perlakuan/

 

No

Jenis

Masalah

Program/Variabel

Rumusan Masalah

 

Penelitian

a. a.

 

a.

1

Tindakan

b. b.

 

b.

 

Penelitian

a. a.

 

a.

2

Evaluatif

b. b.

 

b.

 

Penelitian

a. a.

 

a.

3

Eksperimen

b. b.

 

b.

 

Penelitian

a. a.

 

a.

4

Korelasi

b. b.

 

b.

Kegiatan 2.3. Menentukan Landasan Teori Penelitian (45 menit) Langkah-langkah kegiatan 2.3:

1. Saudara diminta membaca dengan cermat penjelasan cara menentukan landasan teori penelitian.

2. Berdasarkan rumusan masalah LK 2.2, selanjutnya secara berpasangan, Saudara berlatih mencari sumber landasan teori (misalnya dari internet).

3. Kemudian Saudara tuliskan teori-teori yang mendukung pada rumusan masalah penelitian yang ada pada LK 2.2 dan dituliskan pada LK 2.3.

LK 2.3 Menuliskan Teori-teori yang Berkaitan dengan Rumusan Masalah

No

Rumusan Masalah

Landasan Teori

1.

Penelitian Tindakan:

a)

…………………………

b)

…………………………

c)

2

Penelitian Evaluatif:

a)

…………………………

b)

…………………………

c)

3

Penelitian Eksperimen:

a)

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

 

…………………………

b)

…………………………

c)

4

Penelitian Korelasi:

a)

…………………………

b)

…………………………

c)

E. Latihan/Kasus/Tugas

Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D

1. Berikut ini adalah landasan teori yang tidak boleh dijadikan referensi dalam penelitian:

A. Jurnal hasil penelitian

B. Buku yang relevan

C. Ensiklopedia

D. Pendapat pakar

2. Jika judul penelitian seperti berikut. “Kontribusi gaya kepemimpinan kepala sekolah

organisasi sekolah mentari pagi”. Gaya

dan

kepemimpinan merupakan:

lingkungan

kerja

terhadap

iklim

A. variabel moderator

B. variabel independen

C. variabel kontrol

D. variabel dependen

3. Untuk mengetahui apakah pendampingan terfokus kepala sekolah binaan dapat

meningkatkan kompetensi supervisi akedemik. Pernyataan tersebut merupakan:

A. Tujuan penelitian eksperimen.

B. Tujuan penelitian tindakan

C. Tujuan pelitian evaluatif

D. Tujuan penelitian korelasional

4. Adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan di lapangan (lokasi penelitian) merupakan:

A. Tujuan penelitian

B. Masalah penelitian

C. Hipotesisi penelitian

D. Variabel penelitian

5. Jawaban sementara terhadapap rumusan masalah penelitian yang didukung teori disebut:

A. Hipotesis

B. Variabel

C. Fokus penelitian

D. Identifikasi penelitian

F. Rangkuman

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

1. Masalah penelitian pendidikan yang berkaitan dengan tugas pengawasan pendidikan ada 2, yaitu: Supervisi akademik dan supervisi manajerial. Supervisi akademik mencakup standar kompetensi kelulusan, standar isi, standar proses, dan standar

penilaian. Sasaran supervisi akademik adalah guru. Supervisi manajerial mencakup standar pengelolaan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana dan standar pembiayaan. Sasaran supervisi manajerial adalah kepala

sekolah.

2. Rumusan masalah penelitian selalu diawali dengan kata tanya.

a. Contoh rumusan masalah penelitian tindakan 1) Apakah metode workshop dapat meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam menyusun RKS? 2) Bagaimana implementasi metode worshop dalam meningkatkan kemampuan

kepala sekolah dalam menyusun RKS?

b. Contoh rumusan masalah penelitian evaluatif

1)

Apa tujuan implementasi kurikulum 2013?

2)

Apakah kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut?

3)

Apakah jenis strategi atau metode yang digunakan dalam program tersebut?

4)

Bagaimana kondisi sumber daya pendidikan pendukung program tersebut?

5) Bagaimana manajemen pelaksanaan program dan sumber daya pendukungnya?

c. Contoh rumusan masalah penelitian eksperimen 1) Apakah pemberian reward berpengaruh terhadap motivasi berprestasi kepala sekolah? 2) Apakah tinggi rendahnya reward berpengaruh terhadap motivasi berprestasi kepala sekolah? 3) Apakah ada interaksi pemberian reward dan tingkat motivasi berprestasi terhadap kinerja kepala sekolah?

d. Contoh rumusan masalah penelitian korelasional 1) Apakah ada hubungan antara pengalaman kerja dengan kinerja kepala sekolah? 2) Apakah ada hubungan antara pengalaman kerja dan motivasi kerja dengan kinerja kepala sekolah? Dalam memilih landasan teori harus relevan dengan variabel-variabel penelitian. Dari rumusan masalah kemudian setelah didukung landasan teori, dapat dirumuskan hipotesis.

G. Umpan Balik

Cocokkanlah jawaban Saudara dengan kunci jawaban kegiatan pembelajaran 2 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban Saudara yang benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Saudara terhadap kegiatan pembelajaran 2.

Tingkat Penguasaan =

Jumlah Jawaban Benar

Jumlah Soal

X

100 %

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

Arti tingkat persentase penguasaan yang Saudara capai:

90

80

70

60

100 = sangat baik

79

69

60

89

= baik

= cukup = kurang = sangat kurang

Apabila Saudara mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Saudara dapat meneruskan dengan modul berikutnya. Bagus! Tetapi apabila tingkat penguasaan Saudara masih di bawah 80%, Saudara harus mengulangi kegiatan pembelajaran 2, terutama bagian yang belum Saudara kuasai.

H. Refleksi dan Tindak Lanjut

Belum

Tercapai

No

Tujuan Pembelajaran

Tercapai

Keterangan

1

Mengidentifikasi masalah penelitian pendidikan

2

Merumuskan masalah penelitian pendidikan

3

Menyusun landasan teori penelitian pendidikan

Tindak lanjut:

Kegiatan yang membuat saya belajar efektif

Tindak lanjut: Kegiatan yang membuat saya belajar efektif Kegiatan yang membuat saya belajar tidak efektif I.

Kegiatan yang membuat saya belajar tidak efektif

efektif Kegiatan yang membuat saya belajar tidak efektif I. Kunci Jawaban Kunci Jawaban Latihan Soal Kegiatan

I. Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Latihan Soal Kegiatan Pembelajaran 2.

1. D

2. B

3. B

4. B

5. A

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

KEGIATAN PEMBELAJARAN 3 METODOLOGI DAN INSTRUMEN PENELITIAN

(WAKTU 4 JP)

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran 3 tentang metodologi dan instrumen penelitian diharapkan Saudara mampu melaksanakan penelitian pendidikan untuk pemecahan masalah pendidikan, dan perumusan kebijakan pendidikan yang bermanfaat bermanfaat bagi tugas pokok dan tanggung jawabnya

B. Indikator Pencapaian Tujuan

1. Memilh dan mengembangkan (menyusun ) instrumen penelitian

2. Mengumpulkan data penelitian

3. Menentukan metodologi penelitian (tindakan, eksperimen, korelasional, dan evaluatif)

C. Uraian Materi

1. Metodologi/Metode Penelitian

Metodologi penelitian adalah cara yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian. Pada matrik metodologi di bawah ini memberi gambaran metodologi penelitian kuantitatif mampu kualitatif. Pada matrik tersebut juga sudah diupayakn untuk menggambarkan metodologi untuk empat jenis penelitian yakni penelitian tindakan, penelitian evaluatif, penelitian eksperimen dan korelasional. Hal ini dimaksudkan agar pengguna modul dapat secara langsung menyusun proposal penelitian mengikuti sitematika masing-masing jenis penelitian. Selain matriks metodologi, pada bagian selanjutnya disajikan contoh metodologi untuk setiap jenis penelitian.

a. Setting penelitian mengacu pada waktu dan tempat penelitian.

b. Subjek penelitian adalah orang, benda, lembaga (organisasi) yang dikenai tindakan.

c. Obyek penelitian merupakan tindakan yang diberikan kepada subyek penelitian.

d. Populasi adalah semua individu atau unit atau peristiwa yang ditetapkan sebagai subjek penelitian yang memiliki karakteristik tertentu dan merupakan wilayah generalisasi yang ditetapkan oleh peneliti. Apabila populasi tidak mencapai 100 sebaiknya diambil semua, sehingga penelitian ini disebut dengan penelitian populasi. (Arikunto, 2006). Teknik pengambilan sampel (sampling) yang dipakai harus sesuai dengan karakteristik populasi dan desain penelitian. Teknik sampling yang biasa digunakan antara lain 1) random sampling/acak yakni sampel diambil secara acak; 2) proportional random sampling, sampel diambil secara acak berdasarkan proporsi sub-sub populasi; 3) stratified random sampling yakni sampel diambil berdasarkan strata; 4) Area sampling yakni sampel diambil sesuai wilayah (Sugiyono, 2009).

e. Sampel adalah bagian dari populasi yang memiliki ciri atau sifat yang sama dengan populasinya dan harus representatif.

f. Teknik sampling adalah teknik pengambilan sampel.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

g. Instrumen merupakan alat untuk mengumpulkan, memeriksa, menyelidiki masalah yang sedang diteliti.

h. Uji validitas dan reliabilitas instrumen adalah menguji tingkat keabsahan dan keajegan instrumen penelitian.

i. Sumber data penelitian yakni sumber subyek dari tempat mana data bisa didapatkan. Sumber data primer adalah berbagai informasi dan keterangan yang diperoleh langsung dari sumbernya. Sumber data sekunder berbagai teori dan informasi yang diperoleh tidak langsung dari sumber.

j. Teknik pengumpulan data merupakan langkah untuk mengumpulkan data.

k. Data adalah fakta empirik yang dikumpulkan oleh peneliti untuk kepentingan memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan.

l. Uji validitas dan reliabilitas data dapat diperoleh melalui triangulasi. Triangulasi adalah teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang ada. Triangulasi merujuk pada konsistensi suatu penelitian. Triangulasi dilakukan dengan memeriksa data/sumber, metode, teori, dan antar peneliti.

m. Teknik analisis data adalah proses pencarian dan penyusunan data yang sistematis melalui wawancara, catatan lapangan, dokumen yang secara akumilasi menambah pemahaman penelitian.

n. Indikator kinerja/keberhasilan adalah target/tolok ukur yang harus dicapai melalui penelitian.

o. Prosedur penelitian adalah langkah atau tahapan pelaksanaan penelitian dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan, dan laporan penelitian yang dilakukan berkesinambungan secara utuh.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

Tabel 6. Matrik Metodologi/Metode Penelitian

   

Metodologi Penelitian

 

Komponen Metodologi

Kualitatif

 

Kuantitatif

Kualitatif dan atau Kuantitatif

PTK/PTS

 

Eksperimen

Korelasi

 

Evaluasi

Setting penelitian

Waktu

 

Ada

Ada

Ada

 

ada

Tempat

 

Ada

Ada

Ada

 

ada

Subyek penelitian

 

Orang, benda, lembaga (organisasi)

tidak ada

tidak ada

Orang,

benda,

lembaga

(Organisasi)

Obyek penelitian

Tindakan

tidak ada

tidak ada

Tidak ada

Populasi

 

Seluruh

subyek

yang

   

Semua individu sebagai subyek dengan karakteristik tertentu

diberi tindakan

Ada

Ada

Sampel

 

Ada

Ada

Bagian dari populasi

 

Teknik sampling

 

Ada

Random, stratified, area

 

ada

Instrumen

Tes dan non tes (lembar wawancara, lembar pengamatan, dokumen)

Tes dan non tes (lembar wawancara, lembar pengamatan, dokumen, alat ukur)

Tes dan non tes (lembar wawancara, lembar pengamatan, dokumen, alat ukur)

Tes dan Non tes (lembar wawancara, lembar pengamatan, dokumen)

Uji Validitas dan Reliabilitas instrument

tidak ada

 

Ada

Ada

 

ada

   

Hasil wawancara Hasil pengamatan Hasil survey

Hasil pengukuran

Hasil survey

Hasil wawancara, hasil Hasil pengamatan, hasil Hasil survey.

Primer

Hasil test

Hasil wawancara

Hasil pengamatan

Hasil pengamatan

   

Dokumen

 

Sumber Data

Sekunder

Dokumen hasil supervisi, catatan lapangan, buku, jurnal hasil penelitian, bulletin, dll

tidak ada

Catatan lapangan, buku, jurnal hasil penelitian,

Dokumen hasil supervise, catatan lapangan, buku, jurnal hasil penelitian, bulletin, dll

 

Pengamatan

 

Test

Survey dengan angket

Pengamatan

 

Wawancara

Pengukuran

Wawancara

Wawancara

Teknik Pengumpulan data

FGD

Pengamatan

Pengamatan

FGD

Studi Dokumen

 

Wawancara

Studi Dokumen

Studi Dokumen

 
 

Survey

Dokumen

Survey

Tes

Tes

Data

Primer dan sekunder

 

Primer

Primer dan sekunder

Kuantitatif dan kualitatif

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

   

Metodologi Penelitian

 

Komponen Metodologi

Kualitatif

 

Kuantitatif

 

Kualitatif dan atau Kuantitatif

PTK/PTS

Eksperimen

 

Korelasi

Evaluasi

 

Metode

     

Sumber

Uji Validitas dan Reliabilitas Data

Teori

Ada

 

Ada

ada

Antar peneliti

 
 

Deskriptif komparatif (statistic deskriptif komparatif)

T-test (data interval atau rasio)

Regresi (hubungan A dan

Analisis kuantitatif

B)

(statistika deskriptif atau inferensial)

Chi Kuadrat (data

Teknik analitis kritis

nominal)

Kualitatif berupa analisis naratif kualitatif

Teknik Analisis Data

Anava (data interval 2 variabel)

Scheffe (ada interaksi data)

 

Indikator kinerja/Keberhasilan

Target penelitian/tolok ukur

tidak ada

 

tidak ada

Indicator kinerja

 

Siklus

Perencanaan,

perlakuan,

Perencanaan

Perencanaan

Prosedur penelitian

laporan

Pengumpulan data

Pengumpulan data

Analisis data

Analisis data

 

Laporan

Laporan

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

Contoh Metodologi Penelitian Tindakan

a) Setting penelitian

Tempat:

Penelitian ini dilakukan di sekolah binaan

Pemilihan tempat didasarkan pada pertimbangan (1)

Waktu:

,

(2)

,

dsb.

Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan, yaitu Juli sampai September 2016. Rincian kegiatan penelitian tersebut adalah sbb.: persiapan penelitian, koordinasi persiapan tindakan, pelaksanaan (perencanaan, tindakan monitoring dan evaluasi dan refleksi).

b) Subjek Penelitian

Subyek penelitian ini adalah 30 siswa kelas XII Jurusan TIK SMK Milenium 2 Manado

c) Data dan Sumber Data

Data Penelitian:

Nilai praktek pemasangan kabel LAN

Nilai ulangan harian KD pemasangan kabel LAN

Sumber Data:

Primer (hasil pengamatan praktek oleh guru mata pelajaran TIK)

Sekunder (daftar nilai praktek dan ulangan harian)

d) Teknik Pengumpulan Data

Pengamatan, studi dokumen, dan tes.

e) Validitas Data Validitas data dilakukan melalui triangulasi dengan hasil pengamatan kolaborator (guru lain).

f) Teknik Analisis Data Teknik statistik deskriptif komparatif digunakan untuk data kuantitatif, yakni dengan membandingkan hasil antarsiklus.

g) Indikator Kinerja / keberhasilan

Indikator kinerja penelitian seberar 80 % siswa mempeproleh nilai di atas KKM

h) Prosedur Penelitian Pelaksanaan PTK minimal 2 siklus.

Siklus I

Perencanaan,

Pelaksanaan,

Pengamatan,

Refleksi

I Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan , Refleksi Siklus II Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan,

Siklus II

Perencanaan,

Pelaksanaan,

Pengamatan,

Refleksi

Siklus III

Perencanaan,

Pelaksanaan,

Pengamatan,

Refleksi

III Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, Refleksi Gambar 4. Prosedur Penelitian Tindakan  Contoh

Gambar 4. Prosedur Penelitian Tindakan

Contoh Metodologi/Metode Penelitian Evaluatif

a) Setting Penelitian

Penelitian ini dilakukan di tiga (3) SMK N se-Kota Solo, sedangkan jadwal

penelitian dapat dilihat tabel berikut.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

Tabel 7. Jadwal Penelitian Evaluasi

   

Waktu

 

Kegiatan Penelitian

Nov

Des

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

 

2016

2016

2017

2017

2017

2017

2017

1. Persiapan penelitian

             

a.

Klarifikasi alasan

             

melakukan evaluasi

b. Memilih model evaluasi

             

c. Mengidentifikasi

             

pertanyaan-pertanyaan

evaluasi

d.

Menyusun Strategi

             

pencapaian tujuan

penelitian

2. Pelaksanaan Penelitian

             

a. Pengumpulan data

             

b. Analisis data

             

3. Pelaporan Penelitian

             

a. Pelaporan

             

b. Penggandaan

             

b) Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMK Negeri Surakarta sejumlah 100 guru. Sampel diambil 75% dari populasi yakni 75 guru. Teknik pengambilan sampel (sampling) dengan random sampling (acak)

c) Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara untuk mendapatkan informasi-informasi dari informan, kuesioner untuk mendapatkan data kuantitatif, dan data pengamatan.

d) Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Uji validitas data penelitian kualitatif adalah dengan mengecek hasil wawancara dari guru dengan dicross cek dengan data dokumen. Untuk validitas data penelitian kuantitatif diuji dengan korelasi Product Moment (untuk skala sikap, pendapat dan persepsi) Uji Reliabilitas menggunakan Uji tes ulang dengan Koefisien Korelasi Product Moment

e) Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Teknik pengolahan data dalam penelitian ini dengan Statistik diskriptif, sedangkan analisis kualitatif dianalisis dengan analisis interaktif dari Miles and

Contoh Metodologi/Metode Penelitian Eksperimen

1)

Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di tiga (3) SMK N se-Kota Solo, sedangkan jadwal penelitian dapat dilihat tabel berikut.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

Tabel 8. Jadwal Penelitian Eksperimen

   

Waktu

 

Kegiatan Penelitian

Nov

Des

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

 

2016

2016

2017

2017

2017

2017

2017

1. Persiapan penelitian

             

a.

Uji Homogenitas Kelas eksperimen dengan kelas kontrol.

             

b.

Pretest

             

2. Pelaksanaan Penelitian

             

b.

Pelaksanaan Perlakuan

             

c.

Posttest

d.

Analisis data

3. Pelaporan Penelitian

             

a. Pelaporan

             

b. Penggandaan

             

2)

Metode Penelitian Pada penelitian ini, kedua kelompok diberikan pretest. Untuk mencapai homogenitas populasi. Setelah pretest, salah satu kelompok (kelompok ekperimen) diberi perlakuan. Desain ini dapat digambarkan sebagai berikut.

 

O 1

X O 2

 

(Sugiyono, 2008:111)

 

Keterangan:

O1 = nilai pretest (sebelum diberi perlakuan) O2 = nilai postest (setelah diberi perlakuan) X = perlakuan

 

3)

Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling

Populasi dalam penelitian terdiri dari 2 kelas masing-masing kelas terdiri dari 35 siswa dan 38 siswa =73 siswa, Sampel masing-masing kelas diambil 20 siswa dilakukan dengan cara random/acak sehingga sampel berjumlah 40 siswa diambil secara Proportionan random sampling.

4)

Instrumen Penelitian

Instrumen dalam penelitian ini menggunakan soal tes

5)

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengmpulan data menggunakan tes

 

6)

Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian eksperimen jika datanya interval/ratio terdiri dari dua variabel diuji dengan T-Test.

7)

Hipotesis Statistik

Ada pengaruh pendampingan terfokus kepala sekolah binaan terhadap kompetensi supervisi akademik

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

8)

Prosedur Penelitian Prosedur penelitian dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan eksperimen, dan laporan penelitian. Prosedur dilakukan berkesinambungan secara utuh.

Contoh Metodologi/Metode Penelitian Korelasi

1)

Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMK Bengawan, sedangkan jadwal penelitian dapat dilihat tabel berikut.

Tabel 9. Jadwal Penelitian Korelasi

   

Waktu

Kegiatan Penelitian

Nov

Des

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

2016

2016

2017

2017

2017

2017

2017

1. Persiapan penelitian

             

a. Penyusunan instrumen penelitian

             

b. Uji validitas instrumen

             

2. Pelaksanaan Penelitian

             

a. Pengumpulan Data

             

b. Pengolahan Data

             

c. Analisis dan Interpretasi data

             

3. Pelaporan Penelitian

             

a. Pelaporan

             

b. Publikasi

             

2)

Rancangan/Desain Penelitian

 
X
X
r Y
r
Y
 

Keterangan:

X

= Variabel Independent (bebas)

Y

= variabel terikat

r

= koefisien korelasi

3)

Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling

Populasi dalam penelitian terdiri dari seluruh siswa kelas XII terdiri dari 4 kelas masing-masing 35 siswa berarti 140 siswa. Sampel diambil secara acak (random) sebesar 30% = 47 siswa.

4)

Teknik Pengumpulan Data

 

Teknik pengumpulan data menggunakan angket

5)

Teknik Analisis Data

 

Analisis

Correlation/Pearson.

data

dalam

penelitian

korelasi

menggunakan

Product

Moment

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

2. Instrumen Penelitian

a. Tes Tes adalah sederetan pertanyaan atau latihan atau alat yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengukuran intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok. Contoh tes prestasi

Candi Borobudur digunakan sebagai tempat beribadah umat yang beragama :

A. Protestan

B. Budha

C. Hindu

D. Islam

b. Angket/Kuesioner Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari reponden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui. Kuesioner terdiri dari :

1) Kuesioner terbuka, responden bebas menjawab dengan kalimatnya sendiri, bentuknya sama dengan kuesioner isian. 2) Kuesioner tertutup, responden tinggal memilih jawaban yang telah disediakan, bentuknya sama dengan kuesioner pilihan ganda

3)

4) Kuesioner tidak langsung, responden menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan orang lain 5) Check list, yaitu daftar isian yang bersifat tertutup, responden tinggal membubuhkan tanda check pada kolom jawaban yang tersediaskala bertingkat, jawaban responden dilengkapi dengan pernyataan bertingkat, biasanya menunjukkan skala sikap yang mencakup rentang dari sangat setuju sampai sangat tidak setuju terhadap pernyataannya

Kuesioner langsung, responden menjawab pertanyaan seputar dirinya

Contoh angket dengan terbuka: o Penataran apa saja yang pernah Saudara ikuti yang menunjang tugas
Contoh angket dengan terbuka:
o Penataran apa saja yang pernah Saudara ikuti yang menunjang tugas
Saudara
No.
Jenis Penataran
Tempat Penataran
Lama Penataran
1.
………………………….
………………………….
…………………
2.
………………………….
………………………….
…………………
3.
………………………….
………………………….
…………………

Contoh angket dengan pertanyaan tertutup

Pernahkan Anda memperoleh penataran yang menunjang tugas Anda mengajarkan bidang studi yang sekarang Anda ajarkan? Jawab: …………………………….….a. Pernah b. Tidak Jika pernah, penataran tentang apa saja? (dapat memberikan centang lebih dari satu):

a. materi mata pelajaran

b. metode mengajar/strategi belajar-mengajar

c. memilih dan penggunaan media/alat pelajaran

d. menyusun alat evaluasi

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

c. Wawancara Wawancara dilakukan peneliti untuk menilai keadaan seseorang, misalnya untuk mencari data tentang variabel latar belakang murid, orang tua, pendidikan, perhatian, sikap terhadap sesuatu. Contoh pedoman wawancara

Pedoman Wawancara untuk Guru

Nama Sekolah

:

Alamat Sekolah

:

Nama Guru kelas

:

Hari/tanggal wawancara :

Tempat

1. Bagaimana pengadaan media IPA di Sekolah ini?

2. Jenis media IPA apa saja yang yang ada?

3. Berapakah jumlah media IPA yang dimiliki Sekolah ini?

4. Bagaimana kondisi media IPA tersebut?

5. Apakah guru selalu menggunakan media dalam pembelajaran IPA?

6. Bagaimana cara guru menyiapkan media IPA dalam pembelajaran?

7. Bagaimana langkah-langkah yang dilakukan guru ketika memanfaatkan media dalam pembelajaran?

8. Metode apay ang sering digunakan guru dalam pembelajaran?

9. Bagaimanakah pola pemanfaatan media di dalam kelas? (perorangan, kelompok atau didemonstrasikan guru)

10. Bagaimanakah kegiatan tindak lanjut yang dilakukan guru setelah menggunakan media pembelajaran IPA?

11. Bagaimana cara guru melakukan evaluasi setelah menggunakan media pembelajaran IPA? Apa bentuknya?

12. Bagaimana hasil evaluasi setelah kegiatan pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran IPA?

13. Bagaimana guru melibatkan dan mengaktifkan siswa dengan memanfaatkan media pembelajaran IPA?

14. Adakah inventarisasi media pembelajaran IPA? Jelaskan!

15. Adakah buku pedoman pemanfaatan media pembelajaran IPA?

16. Apakah pemanfaatan media pembelajaran IPA sesuai dengan langkah-langkah dalam buku pedoman?

17. Bagaimana penataan media pembelajaran IPA?

18. Di manakah tempat untuk menyimpan media IPA?

19. Apakah ada pengawasan dari kepala sekolah terhadap pemanfaatan media pembelajaran IPA?

20. Bagaimana bentuk pengawasan yang dilakukan kepala sekolah?

21. Adakah hambatan yang dialami guru dalam memanfaatkan media? Sebutkan!

22. Adakah kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam menggunakan media pembelajaran IPA?

23. Apakah media pembelajaran IPA sudah dimanfaatkan secara maksimal?

d. Observasi Mengadakan pengamatan secara langsung,observasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, ragam gambar, dan rekaman suara. Pedoman observasi berisi sebuah daftar jenis kegiatan yang mungkin timbul dan akan diamati.

1)

Peneliti mengamati, secara seksama setiap variabel/fokus yang diteliti.

2)

Peneliti memberikan penilaian terhadap setiap variabel/fokus yang diamati.

MODUL PENGAWAS SEKOLAH PEMBELAJAR Pengembangan Profesi

3) Bila

selesai. Contoh Pedoman Observasi Lembar Observasi

ada pengamatan tidak lengkap, harus diulangi dan seterusnya sampai

1. Nama Sekolah

:

2. Nama Guru

:

3. Hari/tanggal

:

4. Waktu

:

5. Pukul

:

6. Pokok bahasan

:

7. Sub pokok bahasan

:

8. Media

:

No

Aspek yang diamati

Ya

Tidak

Keterangan

1.

Persiapan

     

a. Guru membuat RPP

     

b. Guru menyiapkan media

     

c. Guru memilih media dengan tepat

     

d. Guru meletakkan media di tempat yang tepat

     

2.

Penyajian

     

a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

     

b. Guru mengenalkan media

     

c. Guru menjelaskan langkah-langkah penggunaan media

     

d. Penggunaan media mempertinggi perhatian siswa

     

e. Menggunakan metode yang menarik

     

f. Guru melakukan demonstrasi

     

g. Guru terampil menggunakan media