Anda di halaman 1dari 6

BAB 1

PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
1.2 Tujuan

BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
2.1 Definisi Kopi
2.2 Teknologi Produksi
Teknik Produksi dan Prosesing Biji Kopi Pada Kebun Induk Kopi
1. Syarat Tumbuh
a. Lokasi
Lokasi teknik produksi biji kopi terisolir dari pertanaman kopi varietas lain
100 meter. Lahan yang digunakan sebaiknya bebas hama dan penyakit
terutama nematoda (Hendro W, 2012). Lahan yang digunakan harus mudah
dalam pengawasannya.
b. Tanah
pH tanah optimum untuk produksi biji kopi yaitu 5,5 6,5.
c. Iklim
Ketinggian tempat yang digunakan untuk teknologi produksi biji kopi yang
umumnya pada kopi robusta yaitu berkisar < 600 m dpl. Sedangkan untuk
kopi arabika yaitu >1000 m dpl. Suhu optimum dalam produksi biji kopi
ialah berkisar antara 15 C - 25 C.
2. Bahan Tanaman
Perbanyakan tanaman yang dilakukan di lapangan, memerlukan bibit dengan
kriteria sebagai berikut :

a. Sumber benih : Harus berasal dari kebun induk atau perusahaan yang telah
ditunjuk atau berlabel dan merupakan varietas dan klon unggul (Hendro W,
2012);
b. Umur bibit yang digunakan 8 -12 bulan;
c. Ketinggian bibit yang digunakan berkisar antara 20 -40 cm;
d. Memiliki jumlah minimal daun tua sebanyak 5 7 helai;
e. Mempunyai diameter batang sekitar 5 6 cm;
3. Penanaman
a. Jarak Tanam, sistem jarak tanam untuk kopi arabika antara lain :

Segi empat : 2,5 x 2,5 m

Pagar : 1,5 x 1,5 m

Pagar ganda : 1,5 x 1,5 x 3 cm

b. Lubang Tanam
Lubang tanam tanaman kopi harus dibuat 3 bulan sebelum tanam dengan
ukuran lubang 50 x 50 x 50 cm, 60 x 60 x 60 cm, 75 x 75 x 75 cm atau 1 x 1 x
1 m untuk tanah yang berat. Tanah galian lubang diletakan di kiri dan kanan
lubang dan dicampur dengan pupuk kandang yang masak sebanyak 15-20 kg
per lubang. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama 3 bulan. Dua sampai
empat minggu sebelum tanam, tanah galian dimasukkan kembali ke dalam
lubang, jangan dipadatkan.
c. Penanaman
Penanaman tanaman kopi dilakukan pada saat musim hujan. Leher akar
bibit ditanam rata dengan permukaan tanah.
4. Pemeliharaan
a. Penyiangan
Penyiangan dilakuakan dengan membersihkan gulma di sekitar tanaman
kopi. Penyiangan dapat dilakukan bersama-sama dengan penggemburan tanah.
Untuk tanaman dewasa dilakukan 2x setahun.
b. Pohon Pelindung
Tanaman kopi sangat memerlukan naungan untuk menjaga agar tanaman
kopi jangan berbuah terlalu banyak sehingga kekuatan tanaman cepat habis.

Pohon pelindung ditanam 1 2 tahun sebelum tanam kopi, atau memanfaatkan


tanaman pelindung yang ada. Jenis tanaman untuk pohon pelindung antara lain
lamtoro, dadap, sengon, dll. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
pengaturan tanaman pelindung atara lain :

Tinggi pencabangan pohon pelindung diusahakan 2 x tinggi pohon kopi

Pemangkasan pohon pelindung dilakukan pada musim hujan.

Apabila tanaman kopi dan pohon pelindung telah cukup besar, pohon
pelindung bisa diperpanjang menjadi 1 : 2 atau 1 : 4.

c. Pemangkasan Kopi
Pemangkasan kopi dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain
pangkas bentuk, pangkas produksi dan pangkas rejupinasi (pemudaan).
1. Pangkasan Bentuk

Tinggi pangkasan 1,5 1,8 m

Cabang primer teratas harus dipotong tinggi 1 ruas

Pemangkasan dilakukan di akhir musim hujan

2. Pangkasan Produksi

Pembuangan tunas wiwilan (tunas air) yang tumbuh ke atas.

Pembuangan cabang cacing dan cabang balik yang tidak menghasilkan


buah.

Pembuanagn cabang-cabang yang terserang hama penyakit.

Pemangkasan dilakukan 3 4 kali setahun dan dikerjakan pada awal


musim hujan.

3. Pangkasan Rejupinasi (pemudaan)


Pangkas ini ditujukan pada tanaman yang sudah tua dan produksinya
sudah turun menurun. Dapat dilakukan pada awal musim hujan, dengan cara
batang dipotong miring setinggio 40 50 cm dari leher akar. Kemudian bekas
potongan dioles dengan aspal. Tanah yang ada disekeliling tanaman dicangkul
dan dipupuk. Dari beberapa tunas yang tumbuh pilih dan rawat 1-2 tunas yang
pertumbuhannya baik dan lurus ke atas. Setelah cukup besar, disambung
dengan jenis yang baik dan produksinya tinggi.

5. Pemupukan
Pupuk dapat diberikan dua kali setahun yaitu awal dan akhir musim hujan
masing-masing setengah dosis. Cara pemupukan yang tepat adalah dengan
membuat parit melingkari pohon sedalam 10 cm, dengan jarak proyek tajuk
pohon (1 m). Dosis pemupukan kopi per pohon antara lain :

Umur 1 tahun : 50 gr Urea, 40 gr TSP, dan 40 gr KCL.

Umur 2 tahun : 100 gr Urea, 80 gr TSP, dan 80 gr KCL.

Umur 3 tahun : 150 gr Urea, 100 gr TSP, dan 100 gr KCL.

Umur 4 tahun : 200 gr Urea, 100 gr TSP, dan 100 gr KCL.

Umur 5-10 tahun : 300 gr Urea, 150 gr TSP, dan 240 gr KCL.

Umur 10 thn keatas : 500 gr Urea, 200 gr TSP, dan 320 gr KCL.

6. Pengendalian Hama Penyakit.


a. Hama
1. Hama Bubuk Buah
Disebabkan oleh sejenis kumbang kecil yang menyerang buah
muda dan tua. Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis yaitu
dengan mengumpulkan buah-buah yang terserang, secara kultur teknis
dengan penjarangan naungan dan tanaman sedangkan secara kimia
dengan Insektisida Dimecron 50 SCW, Tamaron, Argothion, Lebaycide,
Sevin 85 S dengan dosis 2 cc / liter air.
2. Bubuk Cabang (Xyloborus moliberus)
Hama ini menyerang/menggerek cabang dan ranting kecil 37 dari
pucuk kopi. Serangan hama ini dapat meyebabkan daun menjadi kuning
dan rontok kemudian cabang akan mongering. Pengendalian dapat
dilakukan seperti pada hama bubuk buah.
b. Penyakit
1. Penyakit Karat Daun
Penyakit ini disebabkan oleh sejenis Cendawan. Tanda serangan
terdapat bercak-bercak merah kekuningan pada bagian bawah daun,
sedangkan di permukaan daun ada bercak kuning. Kemudian daun

gugur, ujung cabang muda kering dan buah kopi menjadi hitam kering
dan kualitas tidak baik selanjutnya tanaman akan mati. Pengendalian
dapat dilakukan secara kultur teknis dengan menanam jenis kopi
arabika yang tahan sepertio S 333, S 288 dan S 795 serta menjaga agar
kondisi Fungisida Dithane M-45 dengan dosis 2 gr/liter air.
7. Panen
Kopi Arabica dapat memberikan hasil panen pertama pada umur 3 - 4
tahun setelah penanaman, produksi penuh pada umur 6 - 8 tahun, sedangkan kopi
Robusta mulai berbuah pada umur 2 tahun dan berproduksi penuh pada umur 4
tahun. Pada waktu panen (pemetikan) agar berhati-hati supaya tidak ada bagian
pohon/cabang/ranting) yang rusak. Petik buah yang betul masak dengan warna
merah, tua agar menghasilkan kopi yang berkualitas.
a

Teknik Penyimpanan biji kopi


Bijibiji kopi yang telah dipilih dalam keadaan kering dapat terus
disemaikan. Untuk menungggu musim persemaian yang tepat, biji dapat
disimpan untuk sementara waktu. Dan untuk menghindari terjadinya
serangan hama bubuk atau untuk mematikan bubuk yang mungkin ada,
maka bijibiji kopi tersebut bisa dimasukkan dalam peti dengan cara :

Pada dasar peti diberi lapisan kain yang diberi minyak terpentin
dengan dosis 1 cc / 100 cm2. Dan di atas kain pada lapisan biji
setebal 5 cm, diberi kain lagi yang diberi minyak terpentin pula,
demikian seterusnya sehingga peti itu penuh.

Bila peti sudah penuh, kemudian ditutup rapatrapat dan dibiarkan


selama 3 hari 3 malam agar semua hama mati karenanya.

Jika penyimpanan berlangsung agak lama, maka biji tersebut perlu


dicampur dengan bubuk arang yang dibasahi dengan air, dengan
perbandingan 1 kg bubuk arang : 150 cc air.

Perbandingan antara biji dan bubuk arang yakni 3:1. Atau 3 kg biji
dicampur 1 kg bubuk arang yang telah dibasahi tadi

b Lamanya penyimpanan biji kopi

Penyimpanan biji tidak boleh terlalu lama, jika terlalu lama daya
tumbuhnya akan menurun atau akan habis sama sekali. Bijibiji kopi yang
baru kemungkinan tumbuh 90 100%, sedang yang disimpan sekitar 6
bulan daya tumbuhnya 60 70%.
Sebaiknya penyimpanannya jangan sampai lebih dari 3 bulan, dan
yang paling baik adalah bila penyimpanan itu dilakukan sekitar dua bulan.
ke dalam ruangan yang gelap dan sejuk
8. Teknik pengelupasan dan sortasi secara manual buah kopi
Buah yang diambil adalah buah yang masak, kemudian dipilih yang
baik, tidak cacat dan besarnya normal serta seragam. Bijinyangtidak
memenuhi syarat disingkirkan. Biji yang telah memenuhi syarat dapat
dilakukan sebagai berikut :
a. Biji dikelupas kulitnya, dinjakinjak dengan kaki, tetapi kulit tanduk tidak
sampai lepas.
b. Lendir yang melekat dibersihkan, dengan jalan dicuci atau digosok
permukaannya dengan abu dapur.
c. Setelah bersih biji dikering anginkan satu atau dua hari, tidak langsung
terkena sinar matahari, melainkan kering angin.
d. Bijibiji yang sudah kering, selanjutnya diadakan pemilihan yang kedua
kalinya. Jika biji kopi itu hampa dan bentuknya jelek, harus disortasi, tidak
perlu disemai.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA