Anda di halaman 1dari 62

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang sangat berpotensi untuk berkembang karena
memiliki kekayaan alam yang melimpah dan potensi sumber daya manusia. Kondisi tersebut
mendukung Negara Indonesia untuk mewujudkan visi Negara sebagaimana tertuang dalam
pembukaan Undang-Undang Dasar Negara republik Indonesia tahun 1945. Namun, kondisi
yang sudah terpenuhi itu belum mampu dikelola secara efektif dan efisien oleh rakyat
Indonesia, sehingga Indonesia masih tertinggal dari cepatnya laju pembangunan global
dewasa ini.
Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki
peranan penting dalam mengelola kondisi Indonesia saat ini. Sejumlah kebijakan, keputusankeputusan strategis, perencanaan pembangunan, dan pelayanan terhadap masyarakat
ditetapkan dan dilakukan oleh PNS diberbagai bidang manapun sektor pembangunan. Untuk
memainkan peranan tersebut, diperlukan sosok PNS yang profesional, yaitu PNS yang
mampu memenuhi standar kompetensi dan melaksanakan tugas jabatannyasecara efektif dan
efisien.
Untuk mendapatkan sosok PNS yang profesional, perlu dilaksanakan pembinaan
melalui jalur Pendidikan dan Pelatihan (Diklat). Diklat ini dilaksanakan dalam rangka
membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS yang tergabung dalam singkatan ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi). Kompetensi
inilah yang kemudian berperan dalam membentuk karakter PNS yang kuat, yaitu PNS yang
berintegritas, serta mampu bersikap dan bertindak professional dalam melayani masyarakat.
Untuk membentuk PNS professional, dibutuhkan pembaharuan atas pola
penyelenggaraan diklat yang ada saat ini. Praktik penyelenggaraan Diklat Prajabatan dengan
pola pembelajaran yang didominasi oleh metode ceramah, tidak menunjukkan perubahan
yang membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS.Oleh karena itu, diperlukan metode yang lebih
baik dalam proses internalisasi pada diri masing-masing peserta diklat. Metode yang
digunakan dalam Diklat Pola Baru mengacu pada nilai dasar ANEKA yang diinternalisasikan
melalui kuliah umum yang lebih menarik dan mudah diterima oleh peserta. Selain itu,
dilakukan proses implementasi nilai dasar tersebut dalam bentuk magang atau bekerja di
instansi masing-masing. Dengan cara aktualisasi pada tempat tugas, maka peserta dapat
merasakan manfaatnya secara langsung sehingga nilai-nilai dasar profesi PNS tersebut dapat
tertanam kuat dalam diri masing-masing peserta diklat.

1.2 Gambaran Singkat SMA N 17 Kabupaten Tebo


SMA N 17 Kabupaten Tebo merupakan suatu instansi pemerintah yang bertugas
menjalankan pendidikan formal dibawah naungan DIKBUDPORA.
1. Tugas dan Fungsi
Adapun tugas dan fungsi SMA N 17 Kabupaten Tebo adalah;
a. Sebagai lembaga formal tempat belajar dan mengajar, serta tempat menerima dan
memberikan pelajaran.
b. Memberikan bekal pengetahuan, keterampilan serta kemampuan yang
dibutuhkan siswa agar dapat memiliki modal di masa depan secara utuh serta
tersalurkannya bakat dan potensi diri siswa;
c. Mendidik siswa agar menjadi individu yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, cinta lingkungan, berjiwa sosial tinggi, bertanggung jawab, disiplin dan
berperilaku jujur.
2. Visi dan Misi
Visi
Meretas generasi cerdas yang beriman dalam lingkungan asri.
Misi
a. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dan bimbingan secara continue dan
terprogram dalam segala bidang
b. Membudayakan kehidupan beragama dalam kegiatan sekolah
c. Mengimplementasikan materi iman dan taqwa dalam semua mata pelajaran
d. Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif
e. Meningkatkan disiplin seluruh warga sekolah
f. Mewujudkan kerjasama yang harmonis antara stackholder, warga sekolah dan
masyarakat
g. Menjaring minat dan bakat siswa dalam bidang akademik dan ekstra kurikuler
h. Membina dan membimbing siswa sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya
i. Memperkenalkan teknologi informasi pada warga sekolah
j. Mewujudkan lingkungan yang aman, sejuk, rapi dan indah.

Penulis bekerja di SMA N 17 Kab. Tebo dengan tugas pokok melaksanakan kegiatan
belajar dan mengajar di sekolah serta kegiatan ekstra kurikuler.

Untuk melaksanakan tugas tersebut penulis mempunyai uraian tugas antara lain:
a. Menyiapkan perangkat ajar yang meliputi, Silabus, Promes, Prota, RPP dan media
belajar.
b. Membantu pembinaan siswa, terutama tugas Penulis sebagai wali kelas
c. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan
fungsinya
2 Tujuan Penulisan
Aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS yang tergabung dalam ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) ini bertujuan
untuk menginternalisasikan nilai dasar tersebut dalam diri PNS untuk membentuk PNS yang
jujur, adil, disiplin, berintergritas, professional, mengutamakan kepentingan Negara dan
masyarakat, dapat memelihara persatuan bangsa serta selalu setia dan taat kepada Negara
Kesatuan dan Pemerintah Republik Indonesia.

BAB II
DESKRIPSI RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS

A. Kegiatan, Uraian kegiatan dan Teknik Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi PNS

I. Akuntabilitas
1. Menjalankan tugas saya sebagai sekretaris panitia UN dengan penuh integritas
2. Memberikan pembinaan kepada siswa yang memiliki nilai UAS rendah dengan penuh
tanggung jawab.

3. Membuat media pembelajaran dengan menggunakan power point dengan penuh tanggung
4.
5.
6.
7.
II.

jawab.
Melakukan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan penuh tanggung
jawab.
Melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas XI IPA dengan menciptakan suasana
yang kondusif.
Melaksanakan ulangan harian dengan menciptakan situasi yang kondusif. Menyusun barisan
tempat duduk yang rapi dan mengecek kesiapan siswa untuk melaksanakan evaluasi
Memeriksa keuangan kelas dengan penuh tanggung jawab

Nasionalisme
1. Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah, Ketua Panitia beserta anggota panitia dan guru di
2.
3.
4.
5.

6.
7.
III.

sekolah dalam melaksanakan tugas Sekretaris panitia UN.


Melakukan pembinaan kepada siswa berdasarkan nilai dengan menggunakan bahasa
Indonesia.
Membuat media pembelajaran power point dengan menggunakan bahasa Indonesia tanpa
menyinggung masalah suku, agama dan status social.
Menggunakan penulisan teks bahasa Indonesia yang baik dan benar serta tidak
mengandung unsure SARA dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Menyampaikan materi pelajaran kepada seluruh siswa secara merata dan memberikan
kesempatan yang sama kepada semua siswa untuk bertanya maupun mengeluarkan
pendapat.
Memberikan kesempatan untuk mengikuti evaluasi belajar kepada semua siswa tanpa
diskriminasi.
Menekankan pada semua siswa untuk membayar iuran kelas demi terciptanya keadilan.

Etika publik
1. Memberikan informasi kepada guru, pengawas dan siswa tentang pelaksanaan Ujian Nasional
dengan sopan dan santun.
2. Membina siswa untuk meningkatkan belajar tanpa membuatnya merasa terintimidasi

3. Melakukan komunikasi yang baik dan sikap yang sopan dengan Kepala Sekolah dalam membuat
4.

media pembelajaran dengan menggunakan power point.


Menjalin komunikasi dan kerjasama yang baik dengan Kepala Sekolah dalam penyusunan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan ramah dan sopan
Menyampaikan soal dengan jelas dan sopan.
Meminta siswa yang belum membayar iuran kelas untuk melunasi iuran kelas dengan sopan.

5.
6.
7.
IV.

Komitmen mutu
1. Menyelesaikan tugas saya dalam persiapan pelaksanaan UN tepat waktu.
2. Memberikan pembinaan agar siswa mau belajar lebih giat lagi dan memberikan contoh soal
3.

UN tahun sebelumnya untuk persiapan belajar siswa dalam menghadapi UN.


Membuat media pembelajaran dengan menggunakan power point yang berdasarkan materi
pelajaran, SK, KD dan silabus.
Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdasarkan silabus, SK, KD dan
materi pelajaran yang akan diajarkan serta penggunaan sumber belajar untuk menunjang
kualitas RPP.
Melaksanakan pembelajaran dengan sungguh-sungguh sesuai dengan panduan yang ada
dalam RPP dan penggunaan sumber belajar yang baik hingga tujuan pembelajaran tercapai.
Mengawasi siswa yang sedang melaksanakan ulangan harian demi menghindari kecurangan.
Memeriksa uang keluar dan masuk dengan teliti.

4.

5.
6.
7.

V. Anti Korupsi
1. Menggunakan fasilitas sekolah untuk keperluan belajar dan mengajar, dan bukan untuk
kepentingan pribadi.

2. Menolak suap atau gratifikasi demi menjaga kerahasiaan soal.


3. Tidak menggunakan uang kelas untuk kepentingan pribadi.

B. Formulir 1 : Keterkaitan Nilai Dasar Dengan Kegiatan

NO

KEGIATAN

NILAI DASAR

URAIAN KEGIATAN

Akuntabilitas

Menjalankan tugas saya sebagai sekretaris


panitia UN dengan penuh tanggung jawab.

Nasionalisme

Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah, Ketua


Panitia beserta anggota panitia dan guru di
sekolah dalam melaksanakan tugas Sekretaris
panitia UN.

Etika Publik

Memberikan informasi kepada guru, pengawas


dan siswa tentang pelaksanaan Ujian Nasional
dengan sopan dan santun.

Komitment Mutu

Menyelesaikan tugas saya dalam


pelaksanaan UN tepat waktu.

Akuntabilitas

Memberikan pembinaan kepada siswa yang


memiliki nilai UAS rendah dengan penuh
tanggung jawab.

Nasionalisme

Melakukan
pembinaan
kepada
siswa
berdasarkan
nilai dengan menggunakan
bahasa Indonesia.

Etika Publik

Membina siswa untuk meningkatkan belajar


tanpa membuatnya merasa terintimidasi

Komitmen Mutu

Memberikan pembinaan agar siswa mau


belajar lebih giat lagi dan memberikan contoh
soal UN tahun sebelumnya untuk persiapan
belajar siswa dalam menghadapi UN.

Menjalankan Tugas sebagai


Sekretaris panitia UN

Pembinaan siswa yang


memiliki nilai UAS rendah.

persiapan

Membuat
media
pembelajaran
dengan Akuntabilitas
menggunakan power point.

Membuat media pembelajaran dengan


menggunakan power point dengan penuh
tanggung jawab.

Nasionalisme

Membuat media pembelajaran power point


dengan menggunakan bahasa Indonesia tanpa
menyinggung masalah suku, agama dan status
social.

Etika Publik

Melakukan komunikasi yang baik dan sikap


yang sopan dengan Kepala Sekolah dalam
membuat media pembelajaran dengan
menggunakan power point.

Komitmen Mutu

Membuat media pembelajaran dengan


menggunakan power point yang berdasarkan
materi pelajaran, SK, KD dan silabus.

Akuntabilitas

Melakukan Penyusunan Rencana Pelaksanaan


Pembelajaran (RPP) dengan penuh tanggung
jawab.

Nasionalisme

Menggunakan penulisan teks


bahasa
Indonesia yang baik dan benar serta tidak
mengandung unsure SARA dalam menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Etika Publik

Menjalin komunikasi dan kerjasama yang


baik dengan Kepala Sekolah dalam
penyusunan
Rencana
Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP).

Komitmen Mutu

Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


(RPP) berdasarkan silabus, SK, KD dan materi
pelajaran yang akan diajarkan serta
penggunaan sumber belajar untuk menunjang
kualitas RPP.

Akuntabilitas

Melaksanakan kegiatan belajar


mengajar
(KBM) di kelas XI IPA dengan menciptakan
suasana yang kondusif.

Menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) Kelas XI IPA

Melaksanakan
kegiatan Nasionalisme
belajar
dan mengajar
(KBM) di kelas XI IPA.
Etika Publik

Melaksanakan kegiatan
dengan ramah dan sopan

Komitmen Mutu

Melaksanakan pembelajaran dengan sungguhsungguh sesuai dengan panduan yang ada


dalam RPP dan penggunaan sumber belajar
yang baik hingga tujuan pembelajaran
tercapai.

Anti Korupsi

Menggunakan
fasilitas
sekolah
untuk
keperluan belajar dan mengajar, dan bukan
untuk kepentingan pribadi.

Akuntabilitas

Melaksanakan
ulangan
harian
dengan
menciptakan situasi yang kondusif. Menyusun
barisan tempat duduk yang rapi dan mengecek
kesiapan siswa untuk melaksanakan evaluasi

Nasionalisme

Memberikan kesempatan untuk mengikuti


evaluasi belajar kepada semua siswa tanpa
diskriminasi.

Etika Publik

Menyampaikan soal dengan jelas dan sopan.

Komitmen Mutu

Mengawasi siswa yang sedang melaksanakan


ulangan harian demi menghindari kecurangan.

Anti Korupsi

Menolak suap atau gratifikasi demi menjaga


kerahasiaan soal.

Akuntabilitas

Memeriksa keuangan
tanggung jawab

Nasionalisme

Menekankan pada semua siswa untuk


membayar iuran kelas demi terciptanya
keadilan.

Melaksanakan
evaluasi
hasil belajar di kelas XI IPA

Pengelolaan keuangan kas


kelas.

Menyampaikan materi pelajaran kepada


seluruh siswa secara merata dan memberikan
kesempatan yang sama kepada semua siswa
untuk bertanya maupun mengeluarkan
pendapat.
belajar

mengajar

kelas dengan

penuh

Etika Publik

Meminta siswa yang belum membayar iuran


kelas untuk melunasi iuran kelas dengan
sopan.

Komitment Mutu

Memeriksa uang keluar dan


teliti.

Anti Korupsi

Tidak menggunakan
kepentingan pribadi.

uang

masuk dengan

kelas

untuk

C. Formulir 2 : Teknik Aktualisasi Nilai Dasar


NO

KEGIATAN

NILAI DASAR DAN


TEKNIK
AKTUALISASI

3
Akuntabilitas dengan
Melaksanakan
tugas tekhnik tanggung jawab
sekretaris panitia UN

URAIAN PENGGUNAAN TEKNIK


AKTUALISASI DAN MANFAATNYA
BAGI PIHAK LAIN DAN
PERWUJUDAN ORGANISASI
4
Dengan
menggunakan
nilai
dasar
akuntabilitas dengan tekhnik tanggung jawab,
saya akan melaksanakan setiap tugas saya
sebagai sekretaris dengan penuh tanggung
jawab dan integritas. Dengan tahapan sebagai
berikut:
- Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah
dan Ketua panitia serta seluruh anggota
panitia sebelum melaksanakan tugas.
- Mengumpulkan data siswa untuk
membuat kartu ujian, dan denah lokasi.
- Membuat jadwal dan absen pengawas
UN
- Membuat berita acara selama UN
- Membuat arsip UN
Manfaat:
Dengan persiapan yang matang, maka
pelaksanaan UN dapat terlaksana dengan
baik
Dampak:
Jika tidak ada persiapan yang baik, maka
pelaksanaan UN akan terganggu, dampaknya
siswa akan dirugikan.

Nasionalisme dengan

Dengan

menggunakan

nilai

Dasar

tekhnik kerja sama

Nasionalisme dengan tekhnik kerja sama,


saya akan berkoordinasi dengan Kepala
Sekolah, Ketua Panitia, seluruh panitia, guru
dan siswa dalam menjalankan tugas saya
sebagai sekretaris panitia ujian. Dengan
tahapan sebagai berikut:
- Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah
dan Ketua sebelum melaksanakan tugas.
- Berkoordinasi dengan seluruh anggota
panitia UN tanpa diskriminasi untuk
persiapan UN
Manfaat:
Dengan pelaksaan tugas tanpa diskriminasi,
kerja sama antar anggota panitia dan warga
sekolah akan terjalin dengan baik

Etika Publik dengan


tekhnik sopan dan santun

Dampak:
Adanya diskriminatif dalam panitia UN akan
membuat kinerja panitia kurang optimal.
Dengan menggunakan nilai dasar Etika
Publik dengan tekhnik sopan dan santun,
saya akan melaksanakan tugas kepanitiaan
dengan baik. Dengan
tahapan sebagai
berikut:
- Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah
dan Ketua panitia tanpa mengganggu
pekerjaan Kepala Sekolah dan Ketua
Paniti sebelum melaksanakan tugas,
- Menyampaikan
segala
informasi
mengenai UN kepada siswa, guru dan
masyarakat dengan sopan dan santun,
seperti pembagian kartu ujian, kapan
pelaksanaa ujian dan syarat untuk
mengikuti UN.
Manfaat :
Koordinasi dan Penyampaian informasi
dengan komunikasi yang baik akan membuat
kerja panitia lebih harmonis.
Dampak:
Jika tidak menggunakan bahasa yang baik
dan sikap yang sopan, akan dapat
menyinggung perasaan orang lain. Akibatnya
akan terjadi permusuhan.

Komitment Mutu dengan


tekhnik efektif

Dengan menggunakan nilai dasar komitment


mutu dengan tekhnik efektif, saya akan
menyelesaikan tugas saya tepat waktu dan
efektif. Dengan tahapan sebagai berikut:

- Menjalin kerja sama dengan Kepala


Sekolah dan panitia UN sebelum
melaksanakan tugas.
- Mengumpulkan data siswa, foto, dan
melihat jadwal ujian,
- Menyelesaikan
bahan
persiapan
pelaksanaan ujian sebelum Ujian
dilaksanakan tepat waktu.
- Memeriksa kembali persiapan yang
diperlukan selama UN dengan teliti
- Melaporkan hasil kerja Penulis kepada
Kepala Sekolah dan Ketua Panitia
sebelum diinformasikan ke public.
Manfaat:
Dengan kerja yang teliti dan tepat waktu,
maka tidak ada pekerjaan yang terbengkalai
dan meminimalisir kesalan
Dampak:
Jika
tidak
teliti,
maka
kesalahan
kemungkinan besar akan terjadi. Jika tidak
tepat waktu, maka pekerjaan bisa bertele-tele.
Anti Korupsi dengan
tekhnik tidak menerima
suap.

Dengan menggunakan nilai dasar Anti


Korupsi dengan tekhnik tidak menerima
suap, saya tidak akan menggunakan
kesempatan dan wewenang saya untuk
berbuat curang dalam UN. Dengan tahapan
sebagai berikut:
- Bersikap terbuka atas informasi yang
harus disampaikan ke publik
- Menolak suap dari siswa maupun
masyarakat demi menjaga kerahasiaan
soal, lembar jawaban dan tidak
membantu siswa untuk berbuat curang.
- Memberi
pemahaman
tentang
pentingnya berbuat jujur pada orang
yang mengajak berbuat curang.
Manfaat
Dengan sikap terbuka terhadap informasi,
akan membuat public merasa terbantu atas
pelaksanaan UN. Dengan menolak suap dan
grafitikasi, maka kerahasiaan soal akan
terjaga dengan baik.
Dampak:
Jika informasi tidak disampaikan dengan
baik, maka akan membuat bingung
masyarakat. Dengan tidak adanya suap dan

gratifikasi, maka kecurangan dan dihindari.


Akuntabilitas dengan
tekhnik tanggung jawab

Dengan
menggunakan
nilai
dasar
Akuntabilitas dengan tekhnik tanggung
jawab, saya akan membina siswa yang
mendapatkan nilai rendah dalam UAS.
Dengan tahapan sebagai berikut:
- Memeriksa nilai UAS siswa,
- Mendata siswa yang memiliki nilai
rendah,
- Membina
siswa
tersebut
agar
meningkatkan belajarnya.
Manfaat:
Dengan melakukan pembinaan pada siswa
yang mendapatkan nilai rendah, maka
diharapkan semangat belajar siswa akan
meningkat.

Dampak:
Jika tidak ada pembinaan, dikhawatirkan
siswa akan semakin malas untuk belajar
Nasionalisme dengan
tekhnik adil
Pembinaan siswa yang
memiliki
nilai
UAS
rendah

Dengan
menggunakan
nilai
dasar
Nasionalisme dengan tekhnik adil, saya akan
membina setiap siswa yang mendapatkan
nilai rendah dengan perlakuan yang sama.
Dengan tahapan sebagai berikut:
- Membina siswa berdasarkan nilai UAS
tanpa memandang status,
- Melakukan pembinaan secara merata
agar siswa tidak merasa didiskriminasi.
- Membina siswa tersebut dengan
mengutamakan prinsip kekeluargaan
agar
siswa
menjadi
semakin
bersemangat untuk belajar
Manfaat:
Dengan pembinaan yang merata akan
membuat siswa tidak merasa didiskriminasi.
Dampak:
Jika pembinaan tidak adil, maka akan
membuat siswa lain iri dan timbul kebencian
terhadap teman maupun guru.

Etika Publik dengan


tekhnik sopan dan santun

Dengan menggunakan nilai dasar Etika


Publik dengan tekhnik sopan dan santun,
saya akan membina siswa dengan sopan.
Dengan tahapan sebagai berikut:

Mendata siswa yang mendapatkan


nilai rendah.
Memanggil siswa ke dalam ruang
privai satu persatu agar siswa tidak
merasa malu kepada orang lain jika
siswa mendapat pembinaan karena
nilai UAS yang rendah.
Melakukan pembinaan terhadap
siswa
tersebut
dengan
tidak
menganggap siswa itu kurang pintar.
Memberikan dorongan semangat
belajar pada siswa

Manfaat:
Dengan adanya pembinaan yang sopan dan
ramah, siswa akan termotifasi untuk
meningkatkan belajar
Dampak:
Jika pembinaan dilakukan dengan bahasa
yang merendahkan siswa, maka siswa akan
semakin terpuruk dan minat belajarnya akan
rendah.
Komitment mutu dengan
tekhnik efektif

Dengan menggunakan nilai dasar Komitment


mutu dengan tekhnik efektif, saya akan
melaksanakan pembinaan siswa tanpa
mengganggu jam belajar siswa. Dengan
tahapan sebagai berikut:
- Mendata siswa yang mendapatkan nilai
UAS rendah
- Memeriksa jadwal kegiatan siswa,
menentukan waktu pembinaan dan
tempatnya.
- Membina siswa satu persatu dengan
mengutamakan prinsip kekeluargaan
dan privasi siswa
Manfaat:
Dengan adanya pembinaan yang teratur,
maka siswa akan merasa tidak berjuang
sendiri untuk kelulusan UN
Dampak:
Jika minat belajar siswa rendah, maka hasil
UN juga akan rendah.

Anti Korupsi dengan


tekhnik tidak menerima
suap atau gratifikasi

Dengan menggunakan nilai dasar Anti


Korupsi dengan tekhnik tidak menerima suap
atau gratifikasi, saya akan membina siswa
tanpa memungut biaya apapun dan tidak

menerima gratifikasi maupun suap. Dengan


tahapan sebagai berikut:
- Memberikan pembinaan kepada setiap
siswa yang bermasalah tanpa meminta
imbalan.
- Memberikan contoh soal UN tahun
sebelumnya
dengan
Cuma-Cuma
sebagai bahan belajar siswa di rumah
- Tidak
menerima
suap
agar
membocorkan soal UN pada siswa.

Manfaat
Dengan melakukan pembinaan kepada siswa
tanpa berbuat curang, diharapkan dapat
meningkatkan minat belajar siswa. Sehingga
nilai UN siswa dapat mencapai target
kelulusan Nasional.
Dampak:
Jika membocorkan soal UN, maka rahasia
Negara tidak terjaga lagi dan siswa menjadi
malas untuk belajar sekaligus mengajari
siswa untuk menyuap.

Akuntabilitas dengan
tekhnik tanggung jawab
3.

Membuat
pembelajaran
menggunakan
point.

media
dengan
power

Dengan
menggunakan
nilai
dasar
Akuntabilitas dengan tekhnik tanggung
jawab, saya akan membuat bahan ajar dengan
menggunakan power point dengan penuh
tanggung jawab. Dengan tahapan sebagai
berikut:
- Koordinasi dengan Kepala Sekolah.
- memilih materi pelajaran
- menentukan sumber belajar
- memaksimalkan
kualitas
media
belajar yang telah dibuat
Manfaat :
Pembuatan media belajar yang didasari
integritas dan tanggung jawab, akan dapat
menghasilkan media belajar yang baik
Dampak:
Jika media dibuat tanpa integritas, maka
media tersebut tidak menghasilkan media
yang baik buat siswa.

Nasionalisme dengan
tekhnik persatuan

Dengan
menggunakan
nilai
dasar
Nasionalisme dengan tekhnik persatuan, saya
akan membuat media pembelajaran yang

tidak menyinggung unsure SARA. Dengan


tahapansebagai berikut:
- Memilih teks bahasa Indonesia yang
baik dan benar,
- Menggunakan gambar yang tidak
mengandung unsure SARA
Manfaat:
Tanpa menyinggung unsusr sara akan
membuat siswa merasa nyaman saat belajar
Dampak:
Jika menyinggung unsure SARA, maka dapat
menyebabkan perpecahan antar siswa.
Etika Publik dengan
tekhnik kerja sama dan
sopan santun

Dengan menggunakan nilai dasar Etika


Publik dengan tekhnik kerja sama dan sopan
santun, saya akan berkoordinasi dengan
Kepala Sekolah dengan memakai bahasa
yang baik dan sikap yang sopan.
Dengan tahapan sebagai berikut :
- Membuat
rancangan
media
pembelajaran
- Berkoordinasi
dengan
Waka
Kurikulum
dengan
tidak
mengganggu pekerjaannya.
- Melaporkan hasil pembuatan media
belajar kepada Waka Kurikulum.
Manfaat:
Dengan menggunakan sikap sopan dan
bahasa yang baik, maka kerja sama dengan
Waka Kurikulum dapat terjalin dengan baik.
Dampak:
Jika menggunakan bahasa yang kasar dan
sikap yang tidak sopan, maka kerja sama
antar penulis dengan Waka Kurikulum
kurang terjalin dengan baik.

Komitment Mutu dengan


tekhnik inovatif

Dengan menggunakan nilai dasar Komitment


Mutu dengan tekhnik inovatif, saya akan
membuat media pembelajaran berbasis power
point sehingga pembelajaran tidak hanya
menggunakan metode ceramah dan menulis
di papan tulis. Dengan tahapan sebagai
berikut:
- Menentukan materi pelajaran
- Menentukan warna tulisan dan
background,
- Mempertimbangkan waktu dan alat

penunjang lainnya.
Mempertimbangkan sumber belajar
Memperhatikan
kualitas
media
belajar

Manfaat
Dengan menggunakan media pembelajaran
yang sudah dibuat dengan teliti, maka
diharapkan dapat mempermudah pemahaman
siswa

Akuntabilitas dengan
tekhnik tanggung jawab

4.

Dampak:
Jika media pembelajaran dibuat asal-asalan,
maka akan menyebabkan kebingungan bagi
siswa.
Dengan
menggunakan
nilai
dasar
Akuntabilitas dengan tekhnik tanggung
jawab, saya akan menyusun RPP dengan
penuh tanggung jawab. Dengan tahapan
sebagai berikutL:
- Menentukan materi, KD dan SK di
dalam silabus .
- Menentukan tujuan pembelajaran
- Menentukan metode pembelajaran
- Menentukan alokasi waktu, alat, bahan
dan sumber belajar
Manfaat :
Adanya silabus akan memudahkan kita dalam
membuat RPP

Menyusun
Rencana
Pelaksanaan
Pembelajaran
(RPP)
Kelas XI IPA bab Teori
Kinetik Gas

Dampak :
Jika tidak ada silabus, kita akan kesulitan
dalam menentukan SK dan KD.
Nasionalisme dengan
tekhnik persatuan

Dengan
menggunakan
nilai
dasar
nasionalisme dengan tekhnik persatuan, saya
akan menyusun RPP dengan perlakuan yang
sama. Dengan tahapan sebagai berikut:
- Memilih teks menggunakan bahasa
Indonesia
- Tidak mengandung unsure SARA.
Manfaat :
Menggunakan bahasa Indonesia akan
membuat siswa merasa diperlakukan secara
nasionalis oleh guru.
Dampak :
Jika menggunakan bahasa daerah tertentu,
maka tidak semua siswa mengerti bahasa

tersebut.
Etika Publik dengan
tekhnik kerja sama dan
sopan santun

Dengan menggunakan tekhnik Etika Publik


dengan tekhnik kerja sama dan sopan santun,
saya akan bekerja sama denga Kepala
Sekolah dengan cara yang sopan. Dengan
tahapan sebagai berikut:
- Menemui Kepala Sekolah disaat tidak
sedang sibuk
- Mengajukan rancangan RPP kepada
Kepala Sekolah dan meminta pendapat
serta saran dengan sopan.
Manfaat :
Adanya kerja sama yang baik dengan kepala
sekolah akan memudahkan Penulis dalam
menyusun RPP.
Dampak :
Jika Penulis kurang sopan dan berbicara
kasar, maka dapat menyinggung perasaan
Kepala Sekolah maupun orang lain.

Komitment Mutu dengan


tekhnik efektif

Dengan menggunakan nilai dasar Komitment


Mutu dengan tekhnik efektif, saya akan
menyusun RPP dengan jelas dan benar agar
efektif. Dengan tahapan sebagai berikut:
- Menyusun RPP berdasarkan silabus,
- Penggunaan bahan ajar, dan metode
pembelajaran yang tepat.
- Penggunaan alat dan bahan ajar yang
tepat
- Penyususnan RPP bertujuan untuk
mencapai tujuan Pembelajaran
Manfaat
Dengan
adanya
RPP,
guru
dapat
melaksanakan pembelajaran dengan baik dan
teratur sehingga tujuan pembelajaran dapat
tercapai.
Dampak:
Tanpa adanya RPP, Penulis akan kesulitan
dalam pelaksaan PBM.

5.

Melaksanakan kegiatan
belajar mengajar (KBM)
di kelas XI IPA.

Akuntabilitas dengan
tekhnik tanggung jawab

Dengan
menggunakan
nilai
dasar
akuntabilitas dengan tekhnik tanggung jawab,
saya akan melaksanakan proses belajar
mengajar dengan penuh tanggung jawab.
Dengan tahapanebagai berikut:
- Mengkondisikan kelas agar siap

melaksanakan pembelajaran.
Memeriksa perlengkapan alat dan
bahan ajar

Manfaat :
Sebelum melaksanakan PBM, Penulis harus
mengkondisikan kelas agar sisap untuk
belajar, sehingga pembelajaran dapat berjalan
dengan efektif.
Dampak:
Jika siswa belum siap untuk belajar, maka
siswa akan kesulitan dalam menerima
pelajaran.
Nasionalisme dengan
tekhnik persatuan

Dengan
menggunakan
nilai
dasar
Nasionalisme dengan tekhnik persatuan,
Penulis akan mengajar dengan tidak
membeda-bedakan status siswa. Dengan
tahapan sebagai berikut:
- Memberikan
materi
pelajaran
maupun tugas yang sama kepada
semua siswa.
- Memberikan kesempatan kepada
semua siswa untuk menanyakan atau
mengungkapkan pendapatnya sesuai
dengan materi pelajaran
Manfaat :
Pemerataan dalam belajar akan membuat
siswa dapat dapat memahami materi belajar
secara merata.
Dampak :
Kesenjangan kesempatan yang diberikan
kepada siswa akan mengakibatkan siswa
memiliki tingkat pemahaman yang jauh
berbeda.

Etika Publik dengan


tekhnik sopan dan santun

Dengan menggunakan nilai dasar Etika


Publik dengan tekhnik sopan dan santun,
Penulis akan mengajar dengan menggunakan
bahasa yang baik dan benar dan tidak
menyinggung unsure SARA. Dengan tahapan
sebagai berikut:
- Mengucapkan salam dan memimpin doa
sebelum PBM dilaksanakan
- Menyampaikan pelajaran dengan sopan
dan santun,
- Menutup pelajaran dengan doa.

Manfaat :
Penyampaian materi pelajaran dengan cara
yang sopan dan santun akan lebih mudah
diterima oleh siswa
Dampak:
Jika penyampaian materi dengan tidak sopan,
siswa akan menerima materi pelajaran
tersebut dengan tidak optimal.
Komitment Mutu dengan
tekhnik efektif

Dengan menggunakan nilai dasar komitment


mutu dengan tekhnik efektif, Penulis akan
melaksanakan kegiatan belajar mengajar
dengan efektif agar agar tujuan pembelajaran
yang sudah ditetapkan dapat tercapai. Dengan
tahapan sebagai berikut:
- Melaksanakan pembelajaran dengan
mengikuti panduan di RPP yang dimulai
dengan kegiatan awal, kegiatan inti dan
penutup.
- Menjaga ketertiban kelas
- Melaksanakan pembelajaran agar tujuan
pembelajaran tercapai
Manfaat
Dengan pelaksanaan pembelajaran yang baik,
maka tujuan pembelajaran yang sudah
ditetapkan dapat tercapai.
Dampak:
Jika
pembelajan
dilakukan
dengan
sembarangan, maka tujuan belajar tidak bisa
tercapai dengan baik.

Melaksanakan evaluasi

Akuntabilitas dengan

hasil belajar di kelas XI

tekhnik tanggung jawab

Dengan menggunakan nilai dasar akuntabilis


dengan tekhnik tanggung jawab, saya akan
melaksanakan evaluasi hasil belajar dengan
penuh tanggung jawab. Dengan tahapan
sebagai berikut:
- Mengkondisikan kelas agar siap untuk
kegiatan evaluasi.
- Memastikan kerahasiaan soal
- Mengawasi ujian agar berjalan dengan
tertib
Manfaat:
Pelaksanaan evaluasi hasil belajar dapat
berjalan dengan baik
Dampak:
Jika tidak dilaksakan dengan baik, maka bisa

timbul kecurangan dalam ujian

Nasionalisme dengan
tekhnik keadilan

Dengan
menggunakan
nilai
dasar
Nasionalisme dengan tekhnik persatuan,
Penulis akan memberikan kesempatan yang
sama kepada semua siswa untuk mengikuti
evaluasi. Dengan tahapan sebagai berikut:
- Menciptakan kelas yang kondusif,
- Memberikan soal kepada semua siswa
tanpa terkecuali
- Mengawasi semua siswa selama evaluasi
hasil belajar.
- Tidak memberikan bantuan kepada siswa
saat evaluasi berlangsung
Manfaat:
Perlakuan yang adil kepada siswa akan
membuat siswa tidak merasa didiskriminasi
Dampak:
Jika siswa merasa diperlakukan tidak adil,
maka konsentrasi siswa akan terganggu

Etika Publik dengan


tekhnik sopan santun

Dengan menggunakan nilai dasar Etika


Publik dengan tekhnik sopan dan santun,
Penulis akan mengkondisikan kelas dengan
bahasa Indonesia yang baik dan sikap sopan.
Dengan tahapan sebagai berikut:
- Meminta siswa untuk menyiapkan alat
tulis dan meminta siswa untuk bersikap
tenang.
- Meminta siswa untuk mengerjakan soal
evaluasi tanpa berbuat curang
- Menegur siswa yang berbuat curang
dengan cara yang sopan
Manfaat :
Perlakuan yang sopan oleh Penulis akan
membuat siswa merasa nyaman saat
melaksanakan evaluasi belajar.
Dampak:
Adanya sikap yang tidak sopan dari Penulis
akan membuat siswa kehilangan rasa hormat
terhadap guru.

Komitment Mutu dengan


tekhnik efektif

Dengan menggunakan nilai dasar Komitmen


Mutu, dengan tekhnik efektif, Penulis akan
membagikan soal secara serentak agar siswa
dapat mengerjakan soal dalam waktu

bersamaan. Dengan tahapan sebagai berikut:


- Mengkondisikan kelas agar siap untuk
melaksanakan evaluasi belajar
- Meminta siswa untuk menyiapkan alat
tulis,
- Membacakan soal,
- Mengawasi selama ujian dan mengakhiri
waktu ujian tepat waktu.
- Mengumpulkan kertas jawaban siswa
Manfaat:
Pengawasan saat evaluasi berguna untuk
menjaga kemungkinan siswa untuk berbuat
curang
Dampak:
Jika siswa berbuat curang saat ujian, maka
tujuan belajar yang ingin tercapai menjadi
tidak relevan lagi.
Anti Korupsi dengan
teknik tidak menerima
suap.

Dengan menggunakan nilai dasar Anti


Korupsi dengan tekhnik tidak menerima suap
dan gratifikasi, Penulis akan melaksanakan
evaluasi materi dengan adil. Dengan tahapan
sebagai berikut:
- Menjaga kerahasiaan soal agar tidak ada
orang lain yang mengetahui soal
tersebut.
- Tidak menerima gratifikasi dari murid
yang ingin meminta jawaban soal.
Manfaat:
Tidak membocorkan soal evaluasi kepada
siapapun akan menjamin kerahasiaan soal
Dampak:
Jika Penulis mau menerima suap dari siswa,
maka ketidakadilan dan ketidakjujuran akan
terjadi

Pengelolaan keuangan
kas kelas.

Akuntabilitas dengan
tekhnik tanggung jawab

Dengan
menggunakan
nilai
dasar
akuntabilitas dengan tekhnik tanggung jawab,
Penulis akan memeriksa keuangan kelas
dengan penuh tanggung jawab atas dasar
tugas Penulis sebagai wali kelas. Dengan
tahapan sebagai berikut
- Memeriksa uang masuk dan penggunaan
uang kas kelas.
- Memriksa siswa yang belum melunasi
iuran kelas
- Meminta siswa untuk melunasi iuran
kelas

Manfaat:
Pemeriksaan yang dilakukan Penulis akan
mengajarkan siswa untuk belajar memenuhi
kewajibannya dalam melunasi iuran kas
kelas.
Dampak:
Jika keuangan kelas tidak diawasi, maka akan
memungkinkan terjadi penyalahgunaan uang
kas kelas.

Nasionalisme dengan
tekhnik keadilan.

Dengan
menggunakan
nilai
dasar
nasionalisme
dengan tekhnik keadilan,
Penulis akan meminta semua siswa untuk
membayar iuran kelas. Dengan tahapan
sebagai berikut:
- Membuat kesepakatan batas waktu
pelunasan iuran wajib bagi seluruh siswa
dengan cara musyawarah,
- Memberikan beban yang sama kepada
setiap siswa tentang jumlah iuran kelas
Manfaat:
Iuran yang sama besar akan membuat siswa
merasa diperlakukan secara adil
Dampak:
Jika siswa tidak diperlakukan secara adil,
maka siswa akan enggan untuk membayar
iuran kelas.

Etika Publik dengan


tekhnik sopan dan santun

Dengan menggunakan nilai dasar Etika


Public dengan tekhnik sopan dan santun,
Penulis akan memeriksa laporan keuangan
kas kelas dengan sopan dan santun. Dengan
tahapan sebagai beriku:
- Meminta bendahara kelas untuk
menunjukan daftar keuangan kelas.
- Meminta penjelasan kepada bendahara
kelas tentang keuangan kelas
- Meminta siswa yang belum melunasi
iuran kelas untuk melunasinya
\
Manfaat:
Perlakuan yang sopan dan santun terhadap
siswa tidak akan membuat siswa merasa takut
Dampak:
Jika siswa diperlakukan secara kasar, maka

siswa akan ketakutan dan tidak akan berani


berkoordinasi dengan Penulis
Komitment Mutu dengan
tekhnik efisien

Dengan menggunakan nilai dasar komitment


mutu dengan tekhnik efisien, saya akan
memeriksa keuangan kelas, baik uang yang
masuk maupun uang keluar. Dengan tahapan
sebagai berikut:
- Memeriksa keuangan kelas
- Memeriksa siswa yang belum melunasi
iuran
- Meminta
siswa
tersebut
untuk
melunasinya
- Memeriksa uang yang keluar dan alasan
penggunaan uang tersebut.
- Menggunakan
uang
kelas
untuk
keperluan kelas.
Manfaat:
Pemeriksaan secara teliti akan meminimalkan
kesalahan dalam pengelolaan uang kas.
Dampak:
Jika tidak diteliti dengan cermat, besar
kemungkinan terjadi kesalahan dalam
pengelolaan uang kelas.

Anti Korupsi dengan


teknik transparan

Dengan menggunakan nilai dasar anti korupsi


dengan tekhnik transparansi, saya akan
memeriksa keuangan kelas dengan teliti.
Dengan tahapan sebagai berikut:
- Meminta laporan keuangan kelas kepada
bendahara
- Memberitahukan kepada semua siswa
tentang keuangan kelas.
- Tidak menggunakan uang kelas untu
kepentingan pribadi
Manfaat
Dengan adanya transparansi keuangan kelas,
maka mencegah terjadinya tindak korupsi.
Dampak:
Jika keuangan tidak dilaporkan secara jelas,
maka dapat memunculkan penggelapan uang
kelas.

BAB III
AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS

A. Formulir 3 : Pengendalian oleh Coach


Nama Peserta

: Chasan Mustofa

Instansi

: SMA N 17 Kabupaten Tebo

Tempat Aktualisasi

: SMA N 17 Kabupaten Tebo

No.
1

Tanggal
kegiatan
Output
Tlp/SMS/Email
7 - 15 April Melaksanakan tugas Denah dan Kartu Telepon
sekretaris panitia UN
2015
UN

6 - 9 April Pembinaan siswa yang Pembinaan siswa


memiliki nilai UAS
2015
rendah
6 April 2015
Membuat
media File power point
pembelajaran dengan
menggunakan power
point.
6 - 9 April Menyusun
Rencana RPP
2015
Pelaksanaan

Telepon

Telepon

Telepon

Paraf

9 April 2015

10 April 2015

9 April 2015

Pembelajaran (RPP)
Kelas XI IPA bab
Teori Kinetik Gas
Melaksanakan
kegiatan
belajar
mengajar (KBM) di
kelas XI IPA.
Melaksanakan
evaluasi hasil belajar
di kelas XI
Pengelolaan keuangan
kas kelas.

Lembaran uraian
materi

Telepon

Soal ujian

Telepon

Table
laporan Telepon
keuangan kelas

B. Formulir 4 : Pengendalian oleh Mentor


Nama Peserta

: Chasan Mustofa

Instansi

: SMA N 17 Kabupaten Tebo

Tempat Aktualisasi

: SMA N 17 Kabupaten Tebo

No.
Tanggal
10 April 2015
1
2

9 April 2015

7 April 2015

8 April 2015

kegiatan

Output

Melaksanakan tugas Denah


sekretaris panitia UN
Kartu UN

dan

Pembinaan siswa yang Pembinaan siswa


memiliki nilai UAS
rendah
Membuat
media File power point
pembelajaran dengan
menggunakan power
point.
Menyusun
Rencana RPP
Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP)

Tlp/BBM/Email
Tatap Muka
Tatap Muka
Tatap Muka

Tatap Muka

Paraf

9 April 2015

10 April 2015

9 April 2015

Kelas XI IPA bab


Teori Kinetik Gas
Melaksanakan
kegiatan
belajar
mengajar (KBM) di
kelas XI IPA.
Melaksanakan
evaluasi hasil belajar
di kelas XI
Pengelolaan keuangan
kas kelas.

Lembar uraian
materi

Tatap Muka

Soal ujian

Tatap Muka

Table
laporan
keuangan kelas

Tatap Muka

Formulir 5 : Laporan Aktualisasi


Kegiatan 1
Tanggal
Daftar Lampiran
AKUNTABILITAS

Melaksanakan tugas sekretaris panitia UN


7 - 15 April 2015

: Foto

Sebelum melaksanakan tugas sebagai sekretaris panitia UN, Penulis berkoordinasi dengan
ketua Panitia dan Kepala Sekolah. Kemudian mengumbulkan data peserta UN, foto dan data
pengawas UN untuk membuat kartu UN, denah UN, surat-menyurat, absen pengawas UN
dan Arsip UN serta tugas lainnya. Setelah melaksanakan tugas, Penulis melaporkan hasilnya
kepada ketua panitia UN untuk diperiksa kembali.
Teknik aktualisasi :
Teknik tanggung jawab

NASIONALISME
Sebelum melaksanakan tugas sebagai sekretaris panitia UN, Penulis berkoordinasi dengan Ketua
Panitia dan Kepala Sekolah, anggota panitia, guru dan siswa serta masyarakat tanpa membedabedakan status mereka.

Teknik aktualisasi :
Teknik kerja sama

ETIKA PUBLIK
Sebelum melaksanakan tugas sebagai sekretaris panitia UN, Penulis berkoordinasi dengan Ketua
Panitia dan Kepala Sekolah. Koordinasi Penulis lakukan disaat Kepala Sekolah maupun Panitia UN
tidak sedang mengerjakan tugas lain. Sikap sopan dan santun Penulis gunakan setiap melakukan
komunikasi dengan orang lain.

Teknik aktualisasi :
Teknik sopan dan santun

KOMITMEN MUTU
Sebelum melaksanakan tugas sebagai sekretaris panitia UN, Penulis berkoordinasi dengan Kepala
Sekolah dan Ketua Panitia. Memeriksa data siswa dan pengawas UN dengan teliti dan membuat kartu
UN dengan tepat dan akurat. Kemuadian melaporkannya kepada Ketua Paniti dan Kepala Sekolah
atas hasil yang sudah dibuat.

Teknik Aktualisasi :
Tekhnik efektif
ANTI KORUPSI
Sebelum melaksanakan tugas sebagai sekretaris panitia UN, penulis akan memantapkan niat untuk
berbuat jujur dan tidak akan mau menerima suap atau gratifikasi dalam bentuk apapun untuk berbuat
curang. Penulis akan tetap menjalankan tugas secara professional seandainya ada peluang untuk
berbuat curang.

Teknik Aktualisasi :
Tekhnik tidak menerima suap.

Tahapan dari pelaksanaan tugas sekretaris panitia UN SMA N 17 Kab. Tebo antara
lain :

1. Menjalin kerja sama dengan Kepala Sekolah dan panitia UN sebelum melaksanakan tugas.
2. Mengumpulkan data siswa, foto, dan melihat jadwal ujian,
3. Mengumpulkan data pengwas UN dan membuat jadwal pengawas UN
4. Menyelesaikan bahan persiapan pelaksanaan ujian sebelum Ujian dilaksanakan tepat waktu.
5. Memeriksa kembali persiapan yang diperlukan selama UN dengan teliti
6. Melaporkan hasil kerja Penulis kepada Kepala Sekolah dan Ketua Panitia sebelum
diinformasikan ke public.

Manfaat penggunaan teknik terhadap kualitas kegiatan bagi pihak lain :


1. Dengan adanya arsip UN, maka akan memudahkan kinerja Panitia UN berikutnya
2. Menolak kecurangan dapat memberikan contoh yang baik baik orang lain.
3. Dengan sikap terbuka terhadap informasi, akan membuat public merasa terbantu atas
pelaksanaan UN.

Sehingga sesuai dengan salah satu misi SMA N 17 Kabupaten Tebo yaitu :
Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif
Lampiran foto kegiatan:

Gambar Koordinasi dengan Kepala Sekolah

Koordinasi dengan Ketua Panitia UN

Pembuatan kartu ujian

SK Panitia Ujian

Arsip UN

Kegiatan 2
Tanggal
Daftar Lampiran

Pembinaan siswa kelas XII IPA yang memiliki nilai UAS rendah
6 - 9 April 2015

: Foto

AKUNTABILITAS
Sebelum melaksanakan pembinaan siswa, Penulis akan memeriksa recap hasil UAS siswa
kelas XII IPA. Kemudian Penulis akan berkoordinasi dengan Kepala Sekolah dan Waka
Kesiswaan untuk melaksanakan bimbingan. Waktu pelaksanaan bimbingan diambil saat
siswa tersebut tidak belajar aktif di kelas agar tidak mengganggu kegiatan belajarnya. Penulis
memberikan arahan dan dorongan semangat agar siswa mau belajar lebih giat sehingga
diharapkan mendapat nilai yang tinggi dalam UN. Pembinaan dilakukan penulis dengan
penuh tanggung jawab sebagai wali kelas XII IPA.

Teknik aktualisasi :
Teknik tanggung jawab

NASIONALISME
Pembinaan terhadap siswa yang Penulis lakukan karena melihat hasil UAS. UAS itu sendiri
secara tidak langsung dapat memberikan gambaran tentang kesiapan siswa dalam
menghadapi UN. Sehingga siswa tidak merasa diintimidasi berdasarkan unsur SARA.
Teknik aktualisasi :
Teknik adil

ETIKA PUBLIK
Dalam pembinaan tersebut, Penulis berkonsultasi dengan atasan mengenai waktu dan tempat
bimbingan siswa dengan komunikasi yang efektif dan bahasa yang santun. Selain itu saya
juga berkonsultasi dengan WakaKesiswaan dengan efektif karena Waka kesiswaan lebih

mengerti kondisi siswa dan lebih berpengalaman dalam pembinaan siswa sehhingga
pembinaan yang Penulis lakukan tidak salah arah.

Teknik Aktualisasi :
Teknik sopan dan santun

KOMITMEN MUTU
Dalam pembinaan tersebut, Penulis memperhatikan privasi siswa. Sehingga pembinaan
dilakukan secara individu dan tempat yang tertutup.hal itu penting agar siswa tidak merasa
malu menceritakan alas an kenapa nilai UAS nya rendah. Sehingga Penulis bisa memberikan
masukan ataupun saran tentang cara belajar siswa tersebut agar bisa meningkatkan kesiapan
siswa untuk menghadapi UN.
Teknik Aktualisasi :
Teknik efektif

ANTI KORUPSI
Saya menolak dengan tegas untuk membantu siswa berbuat curang dalam UN maupun
kegiatan lainnya yang bertentangan dengan hokum dan norma yang berlaku dimasyarakat.
Penulis memberikan pengertian kepada siswa tentang pentingnya berbuat jujur dan percaya
pada kemampuan diri sendiri dalam mengerjakan soal UN. Sehingga Penulis menolak segala
bentuk suap dan gratifikasi demi menjaga kerahasiaan UN.
Teknik Aktualisasi :
Teknik anti suap atau gratifikasi

Tahapan dari proses kegiatan Membina siswa dengan nilai UAS rendah di SMA N 17
Kab. Tebo antara lain :
1. Mendata siswa yang mendapatkan nilai UAS rendah.
2. Memanggil siswa ke dalam ruang privasi satu persatu agar siswa tidak merasa malu
kepada orang lain jika siswa mendapat pembinaan karena nilai UAS yang rendah.
3. Melakukan pembinaan terhadap siswa tersebut dengan tidak menganggap siswa itu

kurang pintar.

4. Memberikan dorongan semangat belajar


5. Menolak suap untuk berbuat curang dalam UN
Manfaat penggunaan teknik terhadap kualitas kegiatan bagi pihak lain :
1. Dengan melakukan pembinaan pada siswa yang mendapatkan nilai rendah, maka
diharapkan semangat belajar siswa akan meningkat.
2. Dengan pembinaan di sekolah, akan membantu wali murid dalam mengawasi
persiapan siswa dalam menghadapi UN.
Sehingga sesuai dengan salah satu misi SMA N 17 Kabupaten Tebo yaitu :
Melaksanakan kegiatan pembelajaran dan bimbingan secara continue dan terprogram dalam
segala bidang

Lampiran foto kegiatan

Daftar Nilai UAS kelas XII IPA

Koordinasi dengan Waka Kesiswaan

Pelaksanaan pembinaan terhadap siswa

Memberikan dorongan semangat sebelum siswa Ujian Nasional

Kegiatan 3
Tanggal
Daftar Lampiran

Membuat media pembelajaran dengan menggunakan power point.


6 April 2015

: Foto

AKUNTABILITAS
Membuat media pembelajaran dengan menggunakan power point, diawali dengan
menentukan materi ajar, yaitu teori kinetic gas. Kemudian menentukan sumber belajarnya
yaitu dari buku Fisika 2. Selanjutnya, membuat ringkasan materi yang akan ditulis dalam
slide power point. Dalam pembuatan media ini, Penulis juga mempertimbangkan warna
tulisan dan background agar tulisan terbaca dengan jelas. Media belajar tersebut disusun
untuk mempermudah Penulis dalam melaksanakan tugar mengajar di kelas dan untuk
memudahkan siswa untuk belajar dengan baik.

Teknik aktualisasi :
Teknik tanggung jawab
NASIONALISME
Sebelum membuat bahan ajar, Penulis mempertimbangkan pemilihan teks dan gambar yang
tidak menyinggung unsure SARA. Sehingga siswa tidak merasa terpisah-pisah oleh suku, ras,
maupun agama.
Teknik aktualisasi :
Teknik persatuan
ETIKA PUBLIK
Dalam pembuatan media belajar ini, Penulis berkoordinasi dengan Kepala Sekolah dan Waka
Kurikulum dengan sikap yang sopan dan bahasa yang baik. Penulis menghindari penggunaan
bahasa yang kasar agar rasa kekeluargaan di Sekolah semakin kuat.
Teknik aktualisasi :
Teknik kerja sama dan sopan santun

KOMITMEN MUTU
Sebelum membuat bahan ajar tersebut, penulis sangat memperhatikan sumber belajar, bahasa
teks dan perpaduan warna antara tulisan dan background. Hal itu Penulis lakukan demi
menjaga kualitas bahan ajar tersebut.
Teknik Aktualisasi :
Teknik ketelitian

Tahapan dari proses kegiatan Membuat Media Belajar berbasis Power Point di SMA N
17 Kab. Tebo antara lain :
1. Koordinasi dengan Kepala Sekolah dan Waka Kurikulum.
2. Memilih materi pelajaran
3. Menentukan sumber belajar
4. Menentukan warna tulisan dan background,
5. Mempertimbangkan waktu dan alat penunjang lainnya.
6. Memilih teks bahasa Indonesia yang baik dan benar,
7. Menggunakan gambar yang tidak mengandung unsure SARA

Manfaat penggunaan teknik terhadap kualitas kegiatan bagi pihak lain :


1. Memudahkan bagi guru dalam melaksanakan PBM
2. Siswa bisa belajar dengan menggunakan metode belajar yang berbasis tekhnologi

Sehingga sesuai dengan salah satu misi SMA N 17 Kabupaten Tebo yaitu :
Memperkenalkan teknologi informasi pada warga sekolah

Lampiran foto kegiatan

Koordinasi dengan Kepala Sekolah

Kegiatan 4
Tanggal
Daftar Lampiran

Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas XI


IPA bab Teori Kinetik Gas
6 - 9 April 2015
Foto

AKUNTABILITAS
Sebelum menyusun RPP, Penulis akan berkoordinasi dengan Kepala Sekolah dan Waka
Kurikulum. Penyusunan RPP juga berdasarkan silabus, KD, SK dan tujuan belajar yang ingin
dicapai. Menentukan metode belajar sumber belajar dan media belajar yang akan digunakan.
Dengan pertimbangan yang matang dan usaha yang maksimal, maka akan menghasilkan RPP
yang baik.

Teknik aktualisasi :
Teknik tanggung jawab

NASIONALISME
Dalam pembuatan media belajar ini, Penulis berkoordinasi dengan Kepala Sekolah dan Waka
Kurikulum dengan sikap yang sopan dan bahasa yang baik. Penulis menghindari penggunaan
bahasa yang kasar agar rasa kekeluargaan di Sekolah semakin kuat.
Teknik Aktualisasi :
Teknik persatuan

ETIKA PUBLIK
Sebelum membuat RPP tersebut, Penulis berkoordinasi dengan Kepala Sekolah dan Waka
Kurikulum untuk menerima saran dan masukan dalam penyusunan RPP. Penulis juga
menggunakan bahasa yang baik dan sikap yang sopan selama koordinasi tersebut.
Teknik Aktualisasi :
Teknik kerja sama dan sopan santun
KOMITMEN MUTU

Dalam menyusun RPP tersebut, Penulis memperhatikan isi materi, sumber belajar, sumber
belajar, bahan ajar dan saran dari Kepala Sekolah demi kualitas yang baik. RPP yang baik
akan membantu Penulis dalam melaksanakan PBM dengan baik pula.
Teknik Aktualisasi :
Teknik efektif
Tahapan dari proses kegiatan Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Kelas XI IPA bab Teori Kinetik Gas antara lain :
1. Berkoordinasi dengan Kepala Sekolah dan Waka Kurikulum
2. Menentukan materi, KD dan SK di dalam silabus .
3. Menentukan tujuan pembelajaran
4. Menentukan metode pembelajaran
5. Menentukan alokasi waktu, alat, bahan dan sumber belajar

6. Memilih teks menggunakan bahasa Indonesia yang Tidak mengandung unsure SARA
7. Menemui Kepala Sekolah disaat tidak sedang sibuk

8. Mengajukan rancangan RPP kepada Kepala Sekolah dan meminta pendapat serta
saran dengan sopan
Manfaat penggunaan teknik terhadap kualitas kegiatan bagi pihak lain :
1. Memudahkan guru dalam mengajar
2. Panduan bagi guru bidang studi lain dalam mengajar materi tersebut.
Sehingga sesuai dengan salah satu misi SMA N 17 Kabupaten Tebo yaitu :
Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif
Lampiran foto kegiatan

Koordinasi dengan Kepala Sekolah

Koordinasi dengan Waka Kurikulum

RPP

Kegiatan 5
Tanggal
Daftar Lampiran

Melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas XI IPA.


9 April 2015

: Foto

AKUNTABILITAS
Sebelum mengajar, Penulis mempersiapkan RPP, media belajar, alat dan bahan ajar yang
diperlukan dalam PBM. Penulis mengkondisikan kelas agar siap menerima pelajaran.
Menjaga situasi kelas agar tetap tertib dalam kegiatan PBM.

Teknik aktualisasi :
Teknik tanggung jawab

NASIONALISME
Selama kegiatan PBM, Penulis tidak membeda-bedakan siswa berdasarkan unsure SARA.
Setiap siswa diberi kesempatan yang sama dalam menerima pelajaran dan mengungkapkan
pendapat maupun pertanyaan tentang materi pelajaran.
Teknik aktualisasi :
Teknik persatuan

ETIKA PUBLIK
Dalam kegiatan PBM, Penulis menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan sikap yang
sopan agar tidak menyinggung perasaan siswa. Penulis tidak menggunakan unsure suku, ras
maupun status social dan agama dalam penyampaian materi belajar.

Teknik Aktualisasi :
Teknik sopan dan santun

KOMITMEN MUTU
Sebelum mengajar, Penulis mengkondisikan kelas agar siap menerima pelajara. Pembelajaran
dilaksanakan berdasarkan RPP, Dimulai dari kegiatan awal dengan membaca doa, absen
kelas dan apersepsi terhadap materi yang akan diajarkan. Kemudian masuk ke kegiatan inti
dalam proses belajar dengan metode ceramah, diskusi dan Tanya jawab. Terakhir, kegiatan
penutup dengan membuat kesimpulan dan menyampaikan materi yang akan dipelajari
pertemuan selanjutnya.

Teknik Aktualisasi :
Teknik efektif

Tahapan dari proses kegiatan Melaksanakan Kegiatan Belajar

Mengajar (KBM) di

kelas XI IPA antara lain :


1. Memeriksa perlengkapan alat dan bahan ajar
2. Mengkondisikan kelas agar siap melaksanakan pembelajaran.
3. Melaksanakan pembelajaran dengan mengikuti panduan di RPP yang dimulai dengan
kegiatan awal, kegiatan inti dan penutup.
4. Menjaga ketertiban kelas
5. Melaksanakan pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai
6. Memberikan materi pelajaran maupun tugas yang sama kepada semua siswa.
7. Memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk menanyakan atau mengungkapkan
pendapatnya sesuai dengan materi pelajaran
8. Menutup pelajaran dengan doa
Manfaat penggunaan teknik terhadap kualitas kegiatan bagi pihak lain :
Sebagai pedoman penggunaan metode belajar bagi guru

Sehingga sesuai dengan misi SMA N 17 Kabupaten Tebo yaitu :


k. Melaksanakan kegiatan pembelajaran dan bimbingan secara continue dan terprogram
dalam segala bidang
l. Menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif

Lampiran foto kegiatan

Koordinasi Dengan Kepala Sekolah

Berdoa sebelum belajar

Kegiatan PBM

Kegiatan 6
Tanggal
Daftar Lampiran
AKUNTABILITAS

Melaksanakan evaluasi hasil belajar di kelas XI


10 April 2015

: Foto

Sebelum melaksanakan evaluasi hasil belajar, Penulis akan mempersiapkan soal yang dibuat
berdasarkan tujuan belajar yang ingin dicapai. Kemudian memastikan soal tersebut terjaga
kerahasianya hingga evaluasi dilaksanakan. Sebelum pelaksanaan evaluasi, Penulis
mempersiapkan kelas agar kondusif dan tertib.

Teknik aktualisasi :
Teknik tanggung jawab
NASIONALISME
Penulis memastikan semua siswa melaksanakan evaluasi dengan baik dan tidak mengalami
diskriminasi. Semua siswa juga tidak diijinkan untuk berbuat curang dalam evaluasi hasil
belajar.
Teknik aktualisasi :
Teknik keadilan
ETIKA PUBLIK
Sebelum memulai evaluasi hasil belajar, Penulis meminta dengan sopan kepada siswa untuk
menyiapkan alat tulis dan menyimpan buku maupun hal lain yang dapat digunakan untuk
berbuat kecurangan dalam evaluasi. Siswa juga diminta untuk tetap tertib selama evaluasi dan
menegur dengan santun pada siswa yang berbuat curang dalam evaluasi.
Teknik Aktualisasi :
Teknik sopan santun
KOMITMEN MUTU
Setelah siswa siap melaksanakan evaluasi, Penulis membacakan soal ujian dengan jelas.
Selama evaluasi berlangsung, Penulis mengawasi semua siswa agar tetap tertib dalam ujian
dan tidak mencontek. Setelah siswa selesai mengerjakan soal evaluasi, Penulis
mengumpulkan lembar jawaban siswa untuk kemudian dikoreksi dan meninggalkan kelas
setelah waktu evaluasi habis.
Teknik Aktualisasi :
Teknikefektif
ANTI KORUPSI

Dalam pelaksanaan evaluasi belajar, Penulis tidak menerima suap maupun gratifikasi demi
menjaga kerahasiaan soal sekaligus mengajari siswa agar tidak menyuap maupun menerima
suap demi tujuan yang tidak baik.
Teknik Aktualisasi :
Teknik Kejujuran

Tahapan dari proses kegiatan Melaksanakan evaluasi hasil belajar di kelas XI IPA antara
lain :
1. Mengkondisikan kelas agar siap untuk kegiatan evaluasi.
2. Memberikan soal kepada semua siswa tanpa terkecuali
3. Mengawasi semua siswa selama evaluasi hasil belajar.
4. Tidak memberikan bantuan kepada siswa saat evaluasi berlangsung
5. Meminta siswa untuk mengerjakan soal evaluasi tanpa berbuat curang
6. Menegur siswa yang berbuat curang dengan cara yang sopan
7. Mengakhiri waktu ujian tepat waktu.
8. Mengumpulkan lembar jawaban siswa

Manfaat penggunaan teknik terhadap kualitas kegiatan bagi pihak lain :


1. Siswa tidak merasa didiskriminasi dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar
2. Sebagai acuan bagi guru dalam tindakan pemebelajaran selanjutnya.
Sehingga sesuai dengan salah satu misi SMA N 17 Kabupaten Tebo yaitu :
Mengimplementasikan materi iman dan taqwa dalam semua mata pelajaran

Lampiran foto kegiatan

Mempersiapkan soal evaluasi

Mengawasi pelaksanaan Evaluasi hasil belajar.

Soal evaluasi hasil belajar

Kegiatan 7
Tanggal
Daftar Lampiran

Pengelolaan keuangan kas kelas.


9 April 2015

: Foto

AKUNTABILITAS
Sebagai Wali kelas, Penulis memiliki tanggung jawab untuk memeriksa keuangan kelas.
Memeriksa jumlah uang masuk dan uang keluar serta rincian penggunaan dana tersebut.
Pengelolaan keuangan harus diawasi dengan teliti agar tidak terjadi penyalahgunaan.
Teknik aktualisasi :
Teknik tanggung jawab

NASIONALISME
Setiap siswa diberikan beban yang sama untuk iuran kas kelas. Tanpa memandang ras
maupun suku, setiap siswa diperlakukan secara adil. Sehingga tidak ada ketimpangan dalam
iuran kas kelas.
Teknik aktualisasi :
Teknik keadilan

ETIKA PUBLIK
Dalam pemeriksaan keuangan kas kelas, Penulis meminta bendahara kelas untuk menunjukan
daftar keuangan kas kelas. Kemudian penulis memeriksa uang yang masuk dan yang keluar.
Selanjutnya dengan sikap sopan dan santun meminta siswa yang belum melunasi iuran kelas
agar segera melunasinya.
Teknik Aktualisasi :
Teknik sopan santun

KOMITMEN MUTU
Dalam pemeriksaan keuangan kelas, Penulis meminta bendahara kelas untuk menjelaskan
jumlah pemasukan dan pengeluaran kas kelas. Kemudian meminta siswa yang belum
melunasi iuran agar segera membayarnya. Selanjutnya menginformasikan keuangan kelas
kepada seluruh siswa kelas XII IPA.
Teknik Aktualisasi :
Teknik efisien
ANTI KORUPSI

Dalam penggunaan keuangan kelas, Penulis menggunakan prinsipp transparansi agar semua
siswa mengetahui neraca keuangan kelas. Penggunaan uang kas kelas juga harus untuk
keperluan kelas ataupun berdasarkan kesepakatan bersama. Tujuannya agar tidak terjadi
penyelewengan aggaran kelas.
Teknik Aktualisasi :
Teknik transparan

Tahapan dari proses kegiatan Pengelolaan keuangan kas kelas XII IPA antara lain :
1. Memanggil bendahara kelas
2. Meminta bendahara kelas untuk menunjukan daftar keuangan kelas.
3. Meminta penjelasan kepada bendahara kelas tentang keuangan kelas
4. Memeriksa uang masuk dan penggunaan uang kas kelas.
5. Memeriksa siswa yang belum melunasi iuran kelas
6. Meminta siswa untuk melunasi iuran kelas
7. Membuat kesepakatan batas waktu pelunasan iuran wajib bagi seluruh siswa dengan
cara musyawarah,
8. Memberitahukan kepada semua siswa tentang keuangan kelas.
9. Tidak menggunakan uang kelas untu kepentingan pribadi

Manfaat penggunaan teknik terhadap kualitas kegiatan bagi pihak lain :


Dengan pengelolaan uang yang baik dapat mendukung kegiatan siswa

Sehingga sesuai dengan salah satu misi SMA N 17 Kabupaten Tebo yaitu :
Mewujudkan kerjasama yang harmonis antara stackholder, warga sekolah dan masyarakat

Lampiran foto kegiatan

Memriksa keuangan kelas melalui bendahara kelas.

Meminta Siswa Untuk Melunasi Iuran Kelas

Table keuangan kelas

D. Rencana Aksi Aktualisasi


No.
Nilai Dasar
1
2
1
Akuntabilitas
Nasionalisme
Etika publik
Komitmen mutu

Akuntabilitas
Nasionalisme
Etika publik
Komitmen mutu

Akuntabilitas
Nasionalisme
Etika publik
Komitmen mutu

Kegiatan
Teknik akatualisasi Nilai Dasar
3
4
Menjalankan Tugas sebagai Menjalankan Tugas sebagai Sekretaris
Sekretaris panitia UN
panitia UN di SMA N 17 Kab. Tebo
dengan dengan penuh tanggung jawab,
yang ditunjukkan dengan sikap :
a. Menyelesaikan pekerjaan tepat
waktu
b. Membuat kartu UN dan jadwal
pengawas dengan baik.
c. Komunikasi
yang
efektif
dengan Kepala Sekolah dan
Panitia UN
d. Menjalankan tugas dengan
professional.
Pembinaan siswa yang Membina siswa yang memiliki nilai
memiliki nilai UAS fisika UAS rendah dengan ketelitian, dan
rendah.
efektif serta efisien yang ditunjukkan
dngan sikap :
a. Memeriksa nilai UAS fisika
siswa kelas XII IPA
b. Memanggil siswa dengan nilai
UAS fisika rendah
c. Berkonsultasi dengan Waka
Kesiswaan dengan komunikasi
efektif dan bahasa yang santun.
d. Pembinaan dilakukan sesuai
dengan kebutuhannya.
Membuat
media Membuat media pembelajaran dengan
pembelajaran
dengan menggunakan power point dengan
menggunakan power point
penuh tanggung jawab, teliti dan jujur
yang ditunjukkan dengan sikap:
a. Menentukan sumber belajar
yang dapat dipertanggungjawabkan
b. Menyelesaikan pekerjaan tepat
waktu
c. Pemilihan bahasa yang baik
d. Berpatokan pada kurikulum

Akuntabilitas
Nasionalisme
Etika publik
Komitmen Mutu

Menyusun
Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) Kelas XI IPA

Akuntabilitas
Nasionalisme
Etika publik
Komitmen mutu

Melaksanakan
kegiatan
belajar
dan mengajar
(KBM) di kelas XI IPA.

Akuntabilitas
Nasionalisme
Etika publik
Komitmen mutu
Anti korupsi

Melaksanakan evaluasi hasil


belajar di kelas XI IPA

Akuntabilitas
Nasionalisme
Etika publik
Komitmen mutu
Anti korupsi

Pengelolaan keuangan kas


kelas.

yang berlaku
Menyusun
Rencana
Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) Kelas XI IPA
dengan penuh tanggung jawab dan
integritas yang ditunjukkan dengan
sikap :
a. Membuat
RPP
berdasarkan
silabus
b. Berkonsultasi dengan efektif dan
sopan dengan atasan
c. Membuat metode belajar yang
mudah dipahami siswa dan
menyajikannya dengan lengkap
Melaksanakan kegiatan belajar dan
mengajar (KBM) di kelas XI IPA
dengan penuh tanggung jawab yang
ditunjukkan dengan sikap:
a. Menyiapkan bahan dan alat ajar
b. Mengkondisikan
kelas
yang
kondusif untuk belajar
c. Berkoordinasi dengan atasan
menggunakan bahasa yang baik
dan sopan.
d. Melaksanakan
PBM
untuk
mencapai tujuan belajar
Melaksanakan evaluasi hasil belajar di
kelas XI IPA dengan bertindak penuh
tanggung jawab dan komunikasi
efektif yang ditunjukkan dengan sikap
:
a. Mengkondisikan kelas agar
kondusif untuk evaluasi
b. Menggunakan bahasa yang
baik
dan
sopan
saat
berkoordinasi dengan atasan
c. Memastikan soal tetap terjaga
kerahasiaannya
d. Menolak
suap
untuk
memberikan bantuan kepada
siswa untuk berbuat curang
Pengelolaan keuangan kas kelas
dilakukan dengan penuh tanggung
jawab dan keadilan yang ditandai
dengan sikap:
a. Memriksa keuangan kelas
dengan penuh tanggung jawab

b. Meinta
penjelasan
dari
bendahara kelas tentang neraca
keuangan kelas
c. Meneliti
dengan
seksama
penggunaan uang kelas
d. Tidak menggunakan uang
kelas untuk keuntungan pribadi
Dengan mengimplementasikan semua kegiatan diatas selama ditempat kerja, sikap dan prilaku
yang Penulis tunjukkan sebagai perwujudan Nilai Dasar profesi PNS (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) adalah :
1. Senantiasa mengembangkan profesionalisme dan kompetensi diri saya sebagai seorang
guru di SMA N 17 Kabupaten Tebo
2. Mengedepankan kejujuran, keadilan, kedisiplinan, integritas, ketelitian dan loyalitas
dalam setiap melakukan pekerjaan
3. Berperilaku ramah dan sopan santun kepada rekan kerja maupun pihak-pihak luar yang
terlibat dalam pekerjaan.
Saya berkomitmen dan berjanji untuk melaksanakan butir-butir yang terkandung dalam
melaksanakan kegiatan di atas sebagai seorang guru di SMA N 17 Kabupaten Tebo.
Tebo, 18 April 2015

Chasan Mustofa, S.Pd

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pendidikan dan pelatihan dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan
kualitas dan dan profesionalisme PNS dengan cara membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS
dalam diri setiap PNS yang terdiri dari akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu
dan anti korupsi. Pendidikan dan pelatihan tersebut dilakukan melalui proses internalisasi dan
implementasi nilai-nilai dasar profesi PNS dalam diri masing-masing peserta diklat. Peserta juga
dapat merasakan secara langsung manfaat dari tugas dan fungsi yang didasari dengan nilai-nilai
dasar profesi PNS sehingga dapat membentuk karakter PNS yang kuat yaitu; jujur, adil, disiplin,
berintegritas, berinovasi dan bertindak professional sebagai pelayan masyarakat.
B. Saran
1. Pendidikan dan pelatihan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS
sebaiknya menggunakan sistematika yang lebih baik lagi, baik dalam proses internalisasi
maupun implementasi di lapangan.
2. Pendidikan dan pelatihan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS perlu
dilakukan evaluasi dan upaya perbaikan terutama dalam penjadwalan kegiatan dan
keefektifan waktu belajar.
3. Proses aktualisasi di lapangan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS
sebaiknya dilakukan pengawasan yang lebih baik lagi.
4. Proses aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS sebaiknya tidak hanya dilakukan oleh
peserta diklat saja, tetapi perlu pengawasan juga terhadap PNS yang sudah ada
sebelumnya dalam pelaksanaan nilai-nilai PNS

DAFTAR PUSTAKA

Lembaga Administrasi Negara. 2015. Aktualisasi: Modul Diklat Prajabatan Golongan III. Jakarta
: Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas: Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta : Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme: Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta : Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik: Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta : Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu: Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta : Lembaga Administrasi Negara
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi: Modul Diklat Prajabatan Golongan III.
Jakarta : Lembaga Administrasi Negara