Anda di halaman 1dari 11

Secara garis besar manfaat dari Zat Radioaktif diuraikan di bawah ini, antara lain :

1. Sebagai Perunut dan 2. Sebagai Sumber Radiasi


A. Bidang Kedokteran
Penggunaan radioaktif untuk kesehatan sudah sangat banyak, dan sudah berapa juta orang di
dunia yang terselamatkan karena pemanfaatan radioaktif ini. Sebagai contoh sinar X untuk
penghancur tumor atau untuk foto tulang. Berdasarkan radiasinya:
1)
Sterilisasi
radiasi.
Radiasi dalam dosis tertentu dapat mematikan mikroorganisme sehingga dapat digunakan
untuk sterilisasi alat-alat kedokteran. Steritisasi dengan cara radiasi mempunyai beberapa
keunggulan jika dibandingkan dengan sterilisasi konvensional (menggunakan bahan kimia),
yaitu:
a)
Sterilisasi
radiasi
lebihsempurna
dalam
mematikan
mikroorganisme.
b)
Sterilisasi
radiasi
tidak
meninggalkan
residu
bahan
kimia.
c) Karena dikemas dulu baru disetrilkan maka alat tersebut tidak mungkin tercemar bakteri
lagi
sampai kemasan terbuka. Berbeda dengan cara konvensional, yaitu disterilkan dulu baru
dikemas, maka dalam proses pengemasan masih ada kemungkinan terkena bibit penyakit.
2)
Terapi
tumor
atau
kanker.
Berbagai jenis tumor atau kanker dapat diterapi dengan radiasi. Sebenarnya, baik sel normal
maupun sel kanker dapat dirusak oleh radiasi tetapi sel kanker atau tumor ternyata lebih
sensitif (lebih mudah rusak). Oleh karena itu, sel kanker atau tumor dapat dimatikan dengan
mengarahkan radiasi secara tepat pada sel-sel kanker tersebut.
3) Penentuan Kerapatan Tulang Dengan Bone Densitometer
Pengukuran kerapatan tulang dilakukan dengan cara menyinari tulang dengan radiasi gamma
atau sinar-X. Berdasarkan banyaknya radiasi gamma atau sinar-X yang diserap oleh tulang
yang diperiksa maka dapat ditentukan konsentrasi mineral kalsium dalam tulang. Perhitungan
tersebut dilakukan oleh komputer yang dipasang pada suatu alat dengan nama bone
densitometer. Teknik ini sangat bermanfaat guna membantu mendiagnosis pada kekeroposan
tulang (osteoporosis) yang sering menyerang wanita pada usia menopause (mati haid).
4) Three Dimensional Conformal Radiotheraphy (3d-Crt)
Terapi radiasi dengan menggunakan sumber radiasi tertutup atau pesawat pembangkit radiasi
telah lama dikenal untuk pengobatan penyakit kanker. Perkembangan teknik elektronika maju
dan peralatan komputer canggih dalam dua dekade ini telah membawa perkembangan pesat
dalam teknologi radioterapi. Dengan menggunakan pesawat pemercepat partikel generasi
terakhir telah dimungkinkan untuk melakukan radioterapi kanker dengan sangat presisi dan

tingkat keselamatan yang tinggi melalui kemampuannya yang sangat selektif untuk
membatasi bentuk jaringan tumor yang akan dikenai radiasi, memformulasikan serta
memberikan paparan radiasi dengan dosis yang tepat pada target. Dengan memanfaatkan
teknologi 3D-CRT ini sejak tahun 1985 telah berkembang metoda pembedahan dengan
menggunakan radiasi pengion sebagai pisau bedahnya (gamma knife). Dengan teknik ini
kasus-kasus tumor ganas yang sulit dijangkau dengan pisau bedah konvensional menjadi
dapat diatasi dengan baik oleh pisau gamma ini, bahkan tanpa perlu membuka kulit pasien
dan yang terpenting tanpa merusak jaringan di luar target.
5) Teknik Pengaktivan Neutron
Teknik nuklir ini dapat digunakan untuk menentukan kandungan mineral tubuh terutama
untuk unsur-unsur yang terdapat dalam tubuh dengan jumlah yang sangat kecil (Co, Cr, F, Fe,
Mn, Se, Si, V, Zn dsb) sehingga sulit ditentukan dengan metoda konvensional. Kelebihan
teknik ini terletak pada sifatnya yang tidak merusak dan kepekaannya sangat tinggi. Di sini
contoh bahan biologik yang akan diperiksa ditembaki dengan neutron.
Penggunaan radioaktif dalam bidang kedokteran terutama untuk pendeteksian jenis
kelainan di dalam tubuh dan untuk penyembuhan kanker yang sangat sukar dioperasi
menggunakan metode lama. Prinsip radioaktif ini juga dimanfaatkan untuk pengetesan
kualitas bahan di dalam suatu industri yang dapat dipergunakan dengan mudah dan dengan
ketelitian yang tinggi. Radioisotop yang digunakan dalam bidang kedokteran dapat berupa
sumber terbuka (unsealed source) dan sumber tertup (sealed source). Ketika radioisotop
tersebut tidak dapat dipergunakan lagi, maka sumber zat radioaktif bekas tersebut sudah
menjadi limbah radioaktif.
Dalam bidang kedokteran, radiografi digunakan untuk mengetahui bagian dalam dari
organ tubuh seperti tulang, paru-paru dan jantung. Dalam radiografi dengan menggunakan
film sinar-x, maka obyek yang diamati sering tertutup oleh jaringan struktur lainnya,
sehingga
didapatkan
pola
gambar
bayangan
yang
didominasi
oleh struktur jaringan yang tidak diinginkan. Hal ini akan membingungkan para dokter untuk
mendiagnosa organ tubuh tersebut. Untuk mengatasi hal ini maka dikembangkan teknologi
yang lebih canggih yaitu CT-Scanner.
Radioisotop Teknesium-99m (Tc-99m) merupakan radioisotop primadona yang
mendekati ideal untuk mencari jejak di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan radioisotop ini
memiliki waktu paro yang pendek sekitar 6 jam sehingga intensitas radiasi yang
dipancarkannya berkurang secara cepat setelah selesai digunakan. Radioisotop ini merupakan
pemancar gamma murni dari jenis peluruhan electron capture dan tidak memancarkan radiasi
partikel bermuatan sehingga dampak terhadap tubuh sangat kecil. Selain itu, radioisotop ini
mudah diperoleh dalam bentuk carrier free (bebas pengemban) dari radioisotop molibdenum99 (Mo-99) dan dapat membentuk ikatan dengan senyawa-senyawa organik. Radioisotop ini
dimasukkan ke dalam tubuh setelah diikatkan dengan senyawa tertentu melalui reaksi
penandaan (labelling).

Di dalam tubuh, radioisotop ini akan bergerak bersama-sama dengan senyawa yang
ditumpanginya sesuai dengan dinamika senyawa tersebut di dalam tubuh. Dengan demikian,
keberadaan dan distribusi senyawa tersebut di dalam tubuh yang mencerminkan beberapa
fungsi organ dan metabolisme tubuh dapat dengan mudah diketahui dari hasil pencitraan.
Pencitraan dapat dilakukan menggunakan kamera gamma. Radioisotop ini dapat pula
digunakan untuk mencari jejak terjadinya infeksi bakteri, misalnya bakteri tuberkolose, di
dalam tubuh dengan memanfaatkan terjadinya reaksi spesifik yang disebabkan oleh infeksi
bakteri. Terjadinya reaksi spesifik tersebut dapat diketahui menggunakan senyawa tertentu,
misalnya antibodi, yang bereaksi secara spesifik di tempat terjadinya infeksi. Beberapa saat
yang lalu di Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka (PRR) BATAN telah berhasil disintesa
radiofarmaka bertanda teknesium-99m untuk mendeteksi infeksi di dalam tubuh. Produk hasil
litbang ini saat ini sedang direncanakan memasuki tahap uji klinis.
Dalam bidang kesehatan radioisotop digunakan sebagai perunut (tracer) untuk mendeteksi
kerusakan yang terjadi pada suatu organ tubuh. Selain itu radiasi dari radioisotop tertentu
dapat digunakan untuk membunuh sel-sel kanker sehingga tidak perlu dilakukan pembedahan
untuk mengangkat jaringan sel kanker tersebut. Berikut ini adalah contoh beberapa
radioisotop yang dapat digunakan dalam bidang kesehatan (Sutresna, 2007).

Beberapa Contoh Radioisotop dalam bidang kedokteran :


I-131 Terapi penyembuhan kanker Tiroid, mendeteksi kerusakan pada kelenjar
gondok, hati dan otak
Pu-238 energi listrik dari alat pacu jantung

Tc-99 & Ti-201 Mendeteksi kerusakan jantung

Na-24 Mendeteksi gangguan peredaran darah

Xe-133 Mendeteksi Penyakit paru-paru

P-32 digunakan untuk pengobatan penyakit polycythemia rubavera, yaitu pembentukkan sel

darah merah yang berlebihan.


Didalam penggunaannya P-32 disuntikkan ke dalam tubuh sehingga radiasinya yang
memancarkan sinar beta dapat menghambat pembentukan sel darah merah pada sumsum

tulang. Sedangkan, sinar gamma dapat digunakan untuk mensterilkan alat-alat kedokteran,
sebelum dikemas dan ditutup rapat, misalnya pada proses sterilisasi alat suntik. Sebenarnya
sebelum dikemas, alat suntik sudah disterilkan. Tetapi, pada proses pengemasan masih
mungkin terjadi kontaminasi, sehingga setelah alat suntik tersebut dikemas dan ditutup rapat
perlu dilakukan sterilisasi ulang dengan menggunakan sinar gamma (Sutresna, 2007).
B. Bidang Hidrologi
1.Mempelajari kecepatan aliran sungai.
2.Menyelidiki kebocoran pipa air bawah tanah.
C. Bidang Biologis
1. Mempelajari kesetimbangan dinamis.
2. Mempelajari reaksi pengesteran.
3. Mempelajari mekanisme reaksi fotosintesis.
D. Bidang pertanian
1. Pemberantasan hama dengan teknik jantan mandul, contoh : Hama kubis
2. Pemuliaan tanaman/pembentukan bibit unggul, contoh : Padi
3. Penyimpanan makanan sehingga tidak dapat bertunas, contoh : kentang dan bawang.
E. Bidang Industri
1. Pemeriksaan tanpa merusak, contoh : Memeriksa cacat pada logam
2. Mengontrol ketebalan bahan, contoh : Kertas film, lempeng logam
3. Pengawetan bahan, contoh : kayu, barang-barang seni
4. Meningkatkan mutu tekstil, contoh : mengubah struktur serat tekstil
5.. Untuk mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja.
F. Bidang Arkeologi
1. Menentukan umur fosil dengan C-14
Bahaya Zat Radioaktif
Pencemaran zat radioaktif, pencemaran zat radioaktif adalah suatu pencemaran lingkungan
yang disebabkan oleh debu radioaktif akibat terjadinya ledakan reaktor-reaktor atom serta
bom atom. Limbah radioaktif adalah zat radioaktif dan bahan serta peralatan yang telah
terkena zat radioaktif atau menjadi radioaktif karena pengoperasian instalasi nuklir yang tidak
dapat digunakan lagi. yang paling berbahaya dari pencemaran radioaktif seperti nuklir adalah
radiasi sinar alpha, beta dan gamma yang sangat membahayakan makhluk hidup di
sekitarnya. Selain itu partikel-partikel neutron yang dihasilkan juga berbahaya. Zat radioaktif
pencemar lingkungan yang biasa ditemukan adalah 90SR penyebab kanker tulang dan 131J.

Apabila ada makhluk hidup yang terkena radiasi atom nuklir yang berbahaya biasanya akan
terjadi mutasi gen karena terjadi perubahan struktur zat serta pola reaksi kimia yang merusak
sel-sel tubuh makhluk hidup baik tumbuh-tumbuhan maupun hewan atau binatang.
Efek serta Akibat yang ditimbulkan oleh radiasi zat radioaktif pada umat manusia seperti
berikut di bawah ini : Pusing-pusing, Nafsu makan berkurang atau hilang, Terjadi diare,
Badan panas atau demam, Berat badan turun, Kanker darah atau leukimia, Meningkatnya
denyut jantung atau nadi.
Sumber:

Manfaat Radioisotop dalam Berbagai Bidang Kehidupan baik sebagai


perunut maupun sebagai sumber radiasi adalah sebagai berikut :

1. Radioisotop dalam Bidang Kedokteran


Berbagai jenis radioisotop digunakan untuk mendeteksi (diagnosa)
berbagai penyakit antara lain Teknesium-99 (Tc-99),Talium-201 (TI201),

Iodin-131

(I-131),Natrium-24

(Na-24),Xenon-133

(Xe-133),

Fosforus-32 (P-32), dan besi-59 (Fe-59).

Teknetum-99 (Tc-99)
yang disuntikkan kedalam pembuluh darah akan akan diserap terutama oleh jaringan
yang rusak pada organ tertentu, seperti jantung, hati dan paru-paru. Sebaliknya, TI201 terutama akan diserap oleh jaringan sehat pada organ jantung. Oleh karena itu,
kedua radioisotop itu digunakan bersama-sama untuk mendeteksi kerusakan jantung.

Iodin-131 (I-131) diserap terutama oleh kelenjar gondok, hati


dan bagian-bagian tertentu dari otak. Oleh karena itu, I-131
dapat digunakan untuk mendeteksi kerusakan pada kelenjar
gondok, hati, dan untuk mendeteksi tumor otak.

Iodin-123 (I-123) adalah radioisotop lain dari Iodin. I-123


yang memancarkan sinar gamma yang digunakan untuk
mendeteksi penyakit otak.

Natrium-24 (Na-24) digunakan untuk mendeteksi adanya


gangguan peredaran darah. Larutan NaCl yang tersusun atas Na24 dan Cl yang stabil disuntikkan ke dalam darah dan aliran darah
dapat diikuti dengan mendeteksi sinar yang dipancarkan, sehingga
dapat diketahui jika terjadi penyumbatan aliran darah.

Xenon-133 (Xe-133) digunakan untuk mendeteksi penyakit


paru-paru.

Phospor-32 (P-32) digunakan untuk mendeteksi penyakit


mata, tumor, dan lain-lain. Serta dapat pula mengobati
penyakit polycythemia rubavera, yaitu pembentukan sel darah
merah yang berlebihan. Dalam penggunaanya isotop P-32
disuntikkan ke dalam tubuh sehingga radiasinya yang
memancarkan sinar beta dapat menghambat pembentujan sel
darah merah pada sum-sum tulang belakang.

Sr-85 untuk mendeteksi penyakit pada tulang.

Se-75 untuk mendeteksi penyakit pankreas.

Kobalt-60 (Co-60) sumber radiasi gamma untuk terapi tumor


dan kanker. Karena sel kanker lebih sensitif (lebih mudah
rusak) terhadap radiasi radioisotop daripada sel normal, maka
penggunakan radioisotop untuk membunuh sel kanker dengan
mengatur arah dan dosis radiasi.

Kobalt-60 (Co-60) dan Skandium-137 (Cs-137), radiasinya


digunakan untuk sterilisasi alat-alat medis.

k. Radioisotop fosfor dapat dipakai untuk menentukan tempat tumor


di otak:

Ferum-59 (Fe-59) dapat digunakan untuk mempelajari dan mengukur laju


pembentukan sel darah merah dalam tubuh dan untuk menentukan apakah
zat besi dalam makanan dapat digunakan dengan baik oleh tubuh.

Sejak lama diketahui bahwa radiasi dari radium dapat dipakai untuk
pengobatan kanker. Oleh karena radium-60 dapat mematikan sel kanker dan
sel yang sehat maka diperlukan teknik tertentu sehingga tempat di sekeliling
kanker mendapat radiasi seminimal mungkin.

Radiasi gamma dapat membunuh organisme hidup termasuk bakteri. Oleh


karena itu, radiasi gamma digunakan untuk sterilisasi alat-alat kedokteran.

2. Radioisotop dalam Bidang Pertanian


Dalam bidang pemuliaan tanaman pembentukan bibit unggul
dapat dilakukan dengan menggunakan radiasi. Misalnya, pemuliaan
padi, bibit padi diberi radiasi dengan dosis yang bervariasi, dari
dosis terkecil yang tidak membawa pengaruh hingga dosis terbesar

yang

mematikan,

(Biji

tumbuh).

Biji

yang

sudah

diradiasi

itu

kemudian disemaikan dan ditanam berkelompok menurut ukuran


dosis radiasinya. Selanjutnya akan dipilh varietas yang dikehendaki,
misalnya yang tahan hama, berbulir banyak dan berumur pendek.
Dalam bidang pertanian, radiasi yang dihasilkan juga digunakan
untuk pemberantasan hama dan pemulihan tanaman.
a. Pembentukan Bibit Unggul
Dalam bidang pertanian, radiasi gamma dapat digunakan untuk
memperoleh bibit unggul. Sinar gamma menyebabkan perubahan dalam
struktur dan sifat kromosom sehingga memungkinkan menghasilkan
generasi yang lebih baik, misalnya gandum dengan yang umur lebih
pendek.
Selain sinar gamma, fosfor-32 (P-32) juga berguna untuk membuat
benih tumbuhan yang bersifat lebih unggul dibandingkan induknya.
Radiasi radioaktif ini ke tanaman induk akan menyebabkan ionisasi pada
berbagai sel tumbuhan. Ionisasi inilah yang menyebabkan turunan akan
mempunyai sifat yang berbeda dari induknya. Kekuatan radiasi yang
digunakan diatur sedemikian rupa hingga diperoleh sifat yang lebih
unggul dari induknya.
b.

Pemupukan

dan

Pemberantasan

Hama

dengan

Serangga

Mandul
Radioisotop fosfor dapat dipakai untuk mempelajari pemakaian
pupuk oleh tanaman. Ada jenis tanaman yang mengambil fosfor sebagian
dari tanah dan sebagian dari pupuk. Berdasarkan hal inilah digunakan
fosfor radioaktif untuk mengetahui pola penyebaran pupuk dan efesiensi
pengambilan fosfor dari pupuk oleh tanaman. Teknik radiasi juga dapat
digunakan untuk memberantas hama dengan menjadikan serangga
mandul.

Dengan radiasi dapat mengakibatkan efek biologis, sehingga timbul


kemandulan pada serangga jantan. Kemandulan ini dibuat di laboratorium
dengan cara hama serangga diradiasi sehingga serangga jantan menjadi
mandul. Setelah disinari hama tersebut dilepas di daerah yang terserang
hama, sehingga diharapkan akan terjadi perkawinan antara hama
setempat dengan jantan mandul yang dilepas, sehingga telur itu tidak
akan menetas.
c. Pengawetan Makanan
Pada musim panen, hasil produksi pertanian melimpah. Beberapa dari
hasil pertanian itu mudah busuk atau bahkan dapat tumbuh tunas,
contohnya

kentang.

Oleh

karena

itu

diperlukan

teknologi

untuk

mengawetkan bahan pangan tersebut. Salah satu cara yang dapat


dilakukan adalah dengan irradiasi sinar radioaktif. Radiasi ini juga dapat
mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

3. Radiologi dalam Hal Penyimpanan Makanan


Bahan makanan seperti kentang dan bawang jika disimpan lama akan bertunas.
Radiasi dapat menghambat pertumbuhan bahan-bahan seperti itu. Jadi, sebelum
bahan tersebut disimpan diberi radiasi dengan dosis tertentu sehingga tidak akan
bertunas, dengan demikian dapat disimpan lebih lama. Radiasi juga digunakan
untuk pengawetan bahan makanan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan
jamur.

4. Radio Aktif dalam Bidang Industri


Kaos lampu petromaks menggunakan larutan radioisotop horium
dalam batas yang dipernankan agar nyalanya lebih terang. Radiasi
gamma yang dihasilkan dapat digunakan untuk memeriksa cacat
pada

logam dan juga

seni,dll.

untuk

pengawetan kayu, barang-barang

Penggunaan radioisotop dalam bidang industri antara lain untuk


mendeteksi kebocoran pipa yang ditanam di dalam tanah atau dalam
beton. Dengan menggunakan radioisotop yang dimasukkan ke dalam
aliran pipa kebocoran pipa dapat dideteksi tanpa penggalian tanah atau
pembongkaran

beton.

Penyinaran

radiasi

dapat

digunakan

untuk

menentukan keausan atau kekeroposan yang terjadi pada

bagian

pengelasan antarlogam. Jika bahan ini disinari dengan sinar gamma dan
dibalik bahan itu diletakkan film foto maka pada bagian yang aus atau
keropos akan memberikan gambar yang tidak merata. Radiasi sinar
gamma juga digunakan dalam vulkanisasi lateks alam. Penggunaan zat
radioaktif dalam bidang industri yang lainnya adalah untuk mengatur
ketebalan besi baja, kertas, dan plastik; dan untuk menentukan sumber
minyak bumi.

5. Radioaktif dalam Bidang Hidrologi

Na-24 untuk mempelajari kecepatan aliran sungai.

Na-24 dalam bentuk karbonat untuk menylidiki kebocoran pipa air dibawah.

6. Radiologi dalam Bidang Sains

Iodin-131 (I-131) untuk mempelajari kesetimbangan dinamis.

Oksigen-18 (O-18) untuk mempelajari reaksi esterifikasi.

Karbon-14 (C-14) untuk mempelajari mekanisme reaksi fotosintesis.

7. Radiologi dalam Bidang Kimia


a. Teknik Perunut
Teknik perunut dapat dipakai untuk mempelajari mekanisme berbagai
reaksi kimia. Misal pada reaksi esterifikasi. Dengan oksigen-18 dapat
diikuti

reaksi

antara

asam

karboksilat

dan

alkohol.

Dari

analisis

spektroskopi massa, reaksi esterifikasi yang terjadi dapat ditulis seperti


berikut. (isotop oksigen-18 diberi warna). Hasil analisis ini menunjukkan

bahwa molekul air tidak mengandung oksigen-18. Adapun jika O-18


berada dalam alkohol maka reaksi yang terjadi seperti berikut.
b. Penggunaan Isotop dalam Bidang Kimia Analisis
Penggunaan isotop dalam analisis digunakan untuk menentukan unsurunsur kelumit dalam cuplikan. Analisis dengan radioisotop atau disebut
radiometrik dapat dilakukan dengan dua cara yaitu, sebagai berikut.
1) Analisis Pengeceran Isotop
Larutan yang akan dianalisis dan larutan standar ditambahkan
sejumlah larutan yang mengandung suatu spesi radioaktif. Kemudian zat
tersebut dipisahkan dan ditentukan aktivitasnya. Konsentrasi larutan yang
dianalisis ditentukan dengan membandingkannya dengan larutan standar.
2) Analisis Aktivasi Neutron (AAN)
Analisis aktivasi neutron dapat digunakan untuk menentukan unsur
kelumit dalam cuplikan yang berupa padatan. Misal untuk menentukan
logam berat (Cd) dalam sampel ikat laut. Sampel diiradiasi dengan
neutron dalam reaktor sehingga menjadi radioaktif. Salah satu radiasi
yang dipancarkan adalah sinar gamma . Selanjutnya sampel dicacah
dengan spektrometer gamma untuk menentukan aktivitas dari unsur yang
akan ditentukan.

8. Radologi dalam Pengukuran Usia Bahan Organik


Radioisotop

karbon-14,

terbentuk

di

bagian

atas

atmosfer

dari

penembakan atom nitrogen dengan neutron yang terbentuk oleh radiasi


kosmik.
Karbon radioaktif tersebut di permukaan bumi sebagai karbon dioksida
dalam udara dan sebagai ion hidrogen karbonat di laut. Oleh karena itu
karbon radioaktif itu menyertai pertumbuhan melalui fotosintesis. Lama
kelamaan terdapat kesetimbangan antara karbon-14 yang diterima dan

yang

meluruh

dalam

tumbuh-tumbuhan

maupun

hewan,

sehingga

mencapai 15,3 dis/menit gram karbon. Keaktifan ini tetap dalam beberapa
ribu tahun. Apabila organisme hidup mati, pengambilan 14C terhenti dan
keaktifan ini berkurang. Oleh karena itu umur bahan yang mengandung
karbon dapat diperkirakan dari pengukuran keaktifan jenisnya dan waktu
paruh 14C. ( 12 T = 5.730 tahun).

KESIMPULAN
Penggunaan radioisotop sangat membantu manusia dalam berbagai
bidang kehidupan seperti yang telah disebutkan dalam bab pembahasan,
seperti dalam bidang kedokteran untuk mendeteksi kelainan-kelainan
dalam jaringan tubuh, dalam hidrologi untuk menyelidiki kebocorankebocoran, atau dalam bidang pertanian untuk membentuk bibit unggul,
dan dalam penyimpanan makanan pun radioisotop diperlukan. Serta
dalam bidang kimia, sains, pengukuran usia bahan organik, serta dalam
bidang industri.
Sumber: