NOVELTY

ENGAGEMENT
IMPACT
ISSN: 2087-5967

www.feb.ugm.ac.id/ebnews

Edisi 23

Agustus 2016

Preface
Novelty, Innovation dan Impact, menjadi semangat bagi civitas akademika FEB UGM
untuk berkarya dan berkinerja. Semangat tersebut, atas kehadirat Tuhan YME, kembali dapat dipotret dan dirangkum dalam EB News Edisi 23 ini. Edisi 23 ini menjadi semakin lengkap dengan pengalaman Rokhima Rostiani, Dosen Departemen Manajemen.
Bu Ima, panggilan akarabnya, bercerita tentang suka dukanya menyelesaikan studi Program Doktor di Strathclyde University, UK. Scotlandia.
Pengalaman studi di luar negeri untuk Program Double Degree juga
akan diceritakan oleh Kristoforus Aditya dalam rubrik Advertorial.
Rubrik Facility dan Who’s Who menunjukkan bahwa FEB UGM tengah giat mengintegrasikan semangat, karya dan kinerja dalam one
faculty, one family, melalui integrasi fasilitas dan sumber daya manusia. Tidak ketinggalan, cerita prestasi dari Eringga Erfiana, seorang mahasiswi dari Departemen Akuntansi yang berhasil meraih
banyak prestasi merupakan rekam yang patut dibanggakan.
Selamat membaca.
Prof. Dr. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc., Ph.D.

Diterbitkan oleh

Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio Humaniora
Bulaksumur, Yogyakarta 55281
T: + 62 274 548 510 (hunting)
F: + 62 274 563 212
E: dekan@feb.ugm.ac.id
W: http://www.feb.ugm.ac.id

Penanggung Jawab

Pengarah

Muhammad Edhie Purnawan, M.A.,
PhD.
(Wakil Dekan Bidang Penelitian,
Pengabdian Kepada Masyarakat,
Alumni dan Kerjasama)

Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.Sc,
PhD.
(Dekan)
B.M. Purwanto, MBA., PhD.
(Wakil dekan Bidang Akademik dan
Kemahasiswaan)
Prof. Dr. Slamet Sugiri, M.B.A., Akt.
(Wakil Dekan Bidang Keuangan
Administrasi dan Sumber Daya
Manusia)

2

EB News EDISI XXIII

Eko Suwardi, M.Sc., PhD.
(Wakil Dekan Bidang Perencanaan
dan Teknologi Informasi)

Tim Liputan
Ika Wulandari W
Jodista Giche K
Muhammad Ikhsan Brilianto
Nela Navida
Nur Mutiara S. Santosa
Ulayya Gempur T.
Rheinanda Intan

Teknologi Informasi
Muhammad Ali Faiq

Artistik
Ananda Adi Cahyono
Mario Rosario Wisnu Aji

CONTEN T
What’s Up

SPEC IA L
REPORT
Kolaborasi Meningkatkan Penelitian dan
Mutu Pendidikan

03 S1
06 Pendidikan Profesi Akuntansi
07 Magister Manajemen
09 Magister Ekonomika Pembangunan

ALUMNI

CORNER
Ir. Muhammad Ade Irfan, MBA., IPM.

11 Magister Sains & Doktor
13 Magister Akuntansi
Who’s who
Partnership

LECTURE’S
ARTICLE

Prof. Jogiyanto Hartono MBA, CA, CMA, Ph.D.
Dosen FEB UGM

Scholarship & Recruitment
Advertorial
Exchange Student’s Comments
Facilities
Upcoming Events

NEWS FROM
ABROAD
Rokhima Rostiani

STUDENT
CORNER

Eringga Erfiana
Mahasiswa FEB UGM

WHAT’S UP FEB S1

Eminent Person Talk The Walk:

Mengupas Fakta-Fakta Sektor Jasa di Indonesia

F

akultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada (FEB
UGM) kembali mengadakan
seminar bertajuk “Eminent Person
Talk The Walk” yang digelar pada
Kamis, 14 April 2016 di Ruang
Kertanegara Lantai 2 FEB UGM.
Mengusung tema “Service Sector as
A Driver of Change: Indonesia’s Experience in the ASEAN Context”, acara
kali itu menghadirkan pembicara
terkemuka, yaitu Prof. Mari Elka Pangestu (Guru Besar FEB Universitas Indonesia, mantan Menteri Perdagangan, dan mantan Menteri Pariwisata
dan Industri Kreatif) dan Prof. Christ
Findlay (Dekan Faculty of Profession
di University of Adelaide, Australia).
Tema itu sekaligus merupakan judul
penelitian dari kedua pembicara
tersebut yang kemudian dipresentasikan dalam forum “Eminent Person
Talk The Walk” edisi bulan April.
Pada kesempatan itu, Prof. Christ
Findlay banyak menjelaskan fakta
mengenai sektor jasa di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa sektor jasa
di Indonesia masih kurang maju.
Data menunjukkan bahwa neraca
pembayaran sektor jasa di Indonesia
defisit 10 miliar dolar dalam setahun.
Menurut Christ, salah satu penyebab
kurang majunya sektor perdagangan
di Indonesia adalah cukup tingginya
hambatan di sektor perdagangan jika
dibandingkan dengan negara lain di
ASEAN. Meskipun demikian, Christ
masih optimis bahwa Indonesia
masih mampu mengembangkan

1

EB News EDISI XXIII

perekonomiannya, khususnya di
sektor jasa.
Sebagai pembicara kedua, Prof.
Mari Elka Pangestu berfokus pada
kebijakan dan reformasi strategi di
bidang jasa yang bisa digunakan
sebagai acuan untuk meningkatkan
performa sektor jasa di Indonesia.
Buruknya performa Indonesia pada
sektor jasa menurutnya justru menjadi kesempatan bagi semua pihak
untuk bangun dan menjadikan sektor
ini bersaing dengan negara lain di
ASEAN. “Indonesia tidak kehilangan
kesempatan, justru inilah momentum dan peluang untuk memperbaiki
sektor jasa agar lebih baik ke depannya,” ujar Mari dengan semangat.
Prof. Mari Elka berpendapat
bahwa salah satu tantangan sekaligus hambatan Indonesia dalam meningkatkan performa di sektor jasa
adalah renggangnya rantai koordinasi
antar pembuat kebijakan. Ia berharap bahwa koordinasi antar para
pemangku dan pembuat kebijakan

lebih ditingkatkan lagi. Dalam kesempatan itu, kedua pembicara juga
menyinggung pentingnya teknologi
informasi untuk mendukung kemajuan sektor jasa di Indonesia.
Pemaparan dari kedua pembicara
dilanjutkan dengan pembahasan dari
dua pembahas: Muhammad Edhie
Purnawan, M.A.,Ph.D. sebagai Pembahas Utama dan George Iwan Marantika sebagai Pembahas Luar. Acara
yang terselenggara atas kerjasama
FEB UGM dengan Australian National
University Indonesia Project dihadiri
oleh sekitar lima puluh peserta dari
berbagai kalangan, seperti praktisi,
dosen, dan mahasiswa. Turut hadir
pula Prof. Dwikorita Karnawati selaku
Rektor Universitas Gadjah Mada dan
Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc. Sc.,
Ph. D selaku Dekan FEB UGM yang
membuat acara tersebut menjadi
lebih istimewa. (Ira)

WHAT’S UP FEB S1

KPK :

Tingkatkan Pencegahan Korupsi
dengan “Integritas”

D

emi menguatkan
fungsi pencegahan
atas tindak pidana korupsi, Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) pada Kamis,
12 Mei 2016, mengadakan
Roadshow Media Anti Korupsi di UGM. Bertempat di
Gedung Magister Manajemen
UGM, acara bertajuk sosialisasi tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua KPK,
Laode Muhammad Syarif, dan
Kepala Hubungan Masyarakat
(Humas) KPK, Yuyuk Andriati
Iskak. Acara yang berlangsung kurang lebih selama
tiga jam tersebut terselenggara atas kerjasama KPK
dengan GEMATI UGM dan
Laboratorium Ilmu Ekonomi
UGM.
Sosialisasi Media Anti Korupsi KPK ini menurut Yuyuk
merupakan bagian dari propaganda KPK untuk mencari
“teman baru” dalam mencegah tindak korupsi di Indonesia. Melalui paparannya,
Yuyuk mengenalkan mediamedia yang langsung dikelola
oleh Humas KPK sebagai
media resmi KPK, di antaranya adalah Twitter @KPK_RI,
E-news, portal resmi Anti
Corruption Clearing House
(ACCH), kanal KPK--radio dan
televisi resmi KPK, dan Jurnal
Anti Korupsi “INTEGRITAS”.
Menurut Yayuk, media-media

tersebut digunakan untuk
menjaring partisipasi publik
karena KPK menyadari peran
penting komunikasi efektif
dalam upaya mencegah tindak pidana korupsi.
“Ada dua alasan mengapa
KPK menerbitkan media
sendiri, yang pertama adalah
mainstream media saat ini
hanya fokus pada upaya
penindakan korupsi, tidak
ada yang fokus terhadap
upaya pencegahan. Saat ini,
media-media yang independen di Indonesia juga
sangat sedikit,” jelas Wakil
Ketua KPK, Laode Muhamad
Syarief. Pada kesempatan
itu, Laode lebih menekankan
penjelasannya mengenai
“INTEGRITAS”, sebuah jurnal
ilmiah di bawah pengelolaan
Humas KPK yang fokus pada
tema korupsi. Laode yang
sebelumnya adalah dosen di
Fakultas Hukum UGM mengungkapkan bahwa tujuan
diterbitkannya “INTEGRITAS”
adalah untuk memotivasi
banyak civitas akademika
serta masyarakat luas dalam
melakukan penelitian ilmiah
di bidang antikorupsi. “Jurnal
antikorupsi “INTEGRITAS”
dan portal ACCH dapat menjadi wadah bagi akademisi,
peneliti, dan publik secara
umum untuk berbagi gagasan
dan pemikiran,” tambah La-

ode di pemaparannya. Beliau
menambahkan bahwa karya
kreatif maupun akademis
dapat mendorong lahirnya
generasi yang peduli memegang teduh budaya atau
nilai-nilai antikorupsi.
Dalam penyampaian materinya, kedua pembiacara,
baik Yuyuk dan Laode mengajak hadirin untuk memanfaatkan sebaik-baiknya media
KPK yang ada sebagai upaya
pencegahan korupsi,“Sebab
temannya KPK itu sedikit,”
ujar Laode. Acara yang
dihadiri civitas akademika
dari beberapa universitas di
Yogyakarta ini dibuka oleh
sambutan Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni,
Dr. Paripurna, M. Hum., LL.
M. Sebelum ditutup, peserta
diberi kesempatan untuk
bertanya jawab kepada kedua
pembicara. (Ira)

EB News EDISI XXIII 2

WHAT’S UP FEB S1

PRESTASI MAHASISWA FEB UGM PADA
STAR CASE COMPETITION DI ROTTERDAM SCHOOL OF MANAGEMENT

E

mpat mahasiswa Fakultas
Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadjah Mada
(FEB UGM) berhasil meraih
2nd Place dalam STAR Case
Competition yang diselenggarakan oleh Rotterdam School
of Management (RSM). Kompetisi tersebut dilaksanakan
di kampus RSM, Erasmus
University Rotterdam pada
tanggal 11-15 April 2016. Empat mahasiswa yang
terdiri atas I
Putu Takumi Wijaya
(Manajemen), Selma
Elvita Rani
(Akuntansi),
Santika
Wibowo (
Akuntansi),
dan Nela Navida (Ilmu Ekonomi) memenangkan kompetisi
di posisi kedua setelah menyelesaikan kasus bisnis selama
24 jam. “Ini adalah kasus yang
menantang mengenai Amsterdam Schiphol Airport,” ucap
Santika.
STAR Case Competition
adalah sebuah kompetisi
kasus bisnis tingkat internasional yang mengajak peserta
untuk menyelesaikan kasus riil
dalam sebuah bisnis. Kompe-

3

EB News EDISI XXIII

tisi pada tingkat final ini diikuti
oleh sembilan universitas/
sekolah bisnis terkemuka di
dunia yang seluruhnya telah
terakreditasi AACSB. Beberapa
di antaranya adalah Erasmus
University, National University of Singapore, University
of Washington Seattle, dan
University St. Petersburgh
Russia. “Dari awal para dosen
dan pihak fakultas sudah men-

gatakan ini akan jadi kompetisi
yang berat,” ujar Takumi.
Sebelum mengerjakan penyelesaian kasus, para peserta
diajak untuk melihat kondisi
perusahaan secara langsung
di Amsterdam Schiphol Airport. Seluruh peserta dibagi
ke dalam tiga kelompok untuk
secara langsung mengamati
proses bisnis mereka. Hari
berikutnya seluruh peserta
mengerjakan kasus selama 24
jam tanpa henti. Penyelesaian

kasus dimulai tanggal 14 April
pukul 09.00 pagi, dan diakhiri
pukul 09.00 pagi tanggal 15
April.
“Setelah menyelesaikan
kasus, kami presentasi di depan top management Amsterdam Schiphol Airport secara
langsung,” terang Selma. Pada
preliminary round, tim ini
berhasil
mengalahkan Chulalongkorn
University
Thailand
dan University of
Washington Seattle.
Pada babak
final, tim
ini harus berhadapan dengan dua pemenang dari pool
lainnya, yaitu University of
St. Petersburgh Russia dan
University St. Gallen Swiss.
Setelah melalui presentasi di
hadapan puluhan peserta dan
juri, tim ini akhirnya berhasil
meraih juara kedua. “Kami
sudah berusaha yang terbaik,
hasilnya kami sangat bersyukur,” ujar Nela.

WHAT’S UP FEB PROGRAM PROFESI AKUNTANSI

Seminar Harapan dan Tantangan Akuntan Publik ke Depan

P

ada tanggal 20 Mei 2016
Pendidikan Program Profesi
Akuntan Fakultas Ekonomika
dan Bisnis Universitas Gadjah
Mada menyelenggarakan Seminar
Harapan dan Tantangan Akuntan
Publik ke Depan. Pembicara pada
seminar tersebut adalah Dr. M. Achsin, SE., SH., MM., Ak CA yang menjabat sebagai Ketua Dewan Sertifikasi

U

Institut Akuntan Publik Indonesia.
Dalam seminar ini, beliau menyampaikan bahwa profesi akuntan publik
akan terus berkembang seiring
dengan berkembangnya dunia usaha
dan pasar modal di Indonesia. Keberadaan profesi akuntan diakui oleh
pemerintah sebagai sebuah profesi
kepercayaan masyarakat. Perkembangan profesi akuntan publik sangat

ditentukan oleh perkembangan
ekonomi dan kesadaran masyarakat
akan manfaat jasa akuntan publik. Faktor lain yang dinilai turut
mendorong berkembangnya profesi
akuntan publik adalah tumbuhnya
pasar modal serta lembaga-lembaga
keuangan baik bank maupun non
bank. Dalam seminar tersebut, juga
disampaikan juga kompetensi profesional KAP serta dijelaskan mengenai
ujian sertifikasi akuntan publik.
Pada kesempatan tersebut, sekaligus disepakati kerjasama PPAk FEB
UGM dengan IAPI yakni pengakuan
RPL ( Recognition of Prior Learning) bagi lulusan PPAk FEB UGM
sehingga nantinya lulusan PPAk FEB
UGM mendapatkan waiver untuk
semua mata ujian level dasar untuk
mendapatkan sertifikat ACPAI (Associate Certified Professional Auditor
of Indonesia).

Ujian CPA ( Certified Public Accountant) di Test Center CPA PPAK FEB UGM

jian Profesi Akuntan
Publik diselenggarakan IAPI berdasarkan
ketentuan peraturan perundangan yang berlaku serta
mengadopsi persyaratan Internasional Education Standard (IES) yang diterbitkan
oleh IFAC dan dalam rangka
menghadapi Asean Economic
Community serta merespon
perkembangan profesi, sehingga diharapkan tersedia
sumber daya manusia yang
diperlukan bagi profesi akuntan publik dengan memiliki
kompetensi sesuai dengan
kebutuhan.
Pendidikan Program Profesi
Akuntan mempunyai test
center CPA hasil kerjasama
dengan Institut Akuntan Pub-

lik Indonesia. Selama periode
Mei – Juni, jumlah peserta
ujian CPA adalah 81 orang.
Untuk mendapatkan sertifikasi CPA, seseorang harus lulus
mata ujian : 1. Auditing
dan Asurans, 2. Akuntansi
dan Pelaporan Keuangan, 3.
Akuntansi Manajemen, Manajemen Keuangan dan Sistem

Informasi, serta 4. Lingkungan
Bisnis, Hukum Komersial dan
Perpajakan. Jenis ujian CPA
yang menempuh 4 ( empat)
subyek ini adalah ujian sertifikasi model lama. Tipe soal
yang diujikan adalah multiple
choice dan essay.

EB News EDISI XXIII

4

WHAT’S UP FEB MAGISTER MANAJEMEN

ULANG TAHUN KE-28 PROGRAM MM FEB UGM:
INNOVATION FOR IMPACT

P

rogram MM FEB UGM genap
berusia 28 tahun pada hari Sabtu,
2 Juli 2016. Mengangkat tema
Innovation for Impact, perayaan hari
jadi yang juga bertepatan dengan
bulan Ramadhan kali ini diselenggarakan dalam acara tasyakuran dan buka
puasa bersama. Bertempat di ruang
FMR lantai 5 MM FEB UGM Kampus
Yogyakarta, acara dihadiri oleh jajaran
dekanat FEB UGM, jajaran direksi MM
FEB UGM, para sesepuh, perwakilan
mahasiswa, serta para dosen, purnakaryawan, dan tamu undangan serta
seluruh karyawan Kampus Yogyakarta
dan Wisma MMUGM. Sedangkan
perayaan bagi Kampus Jakarta akan
dilaksanakan dalam acara syawalan
seusai libur lebaran.
Sebelum acara utama, dilaksanakan
khataman Al-Quran oleh anak-anak
Panti Asuhan Al-Falah pada pukul
14.30 WIB. Acara utama dimulai pada
pukul 16.30 WIB dengan pemutaran
video profil terbaru MM FEB UGM dan
Wisma MMUGM. Selanjutnya, Dr. Hani
Handoko selaku Ketua Program MM
FEB UGM Yogyakarta menyampaikan
sambutan yang berisi laporan pencapaian program selama satu tahun,
rencana strategis yang akan dicapai di
tahun mendatang, perubahan kurikulum yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas pengajaran dan kebijakan
akademik. Hani menambahkan bahwa
tantangan yang dihadapi program
adalah penempatan MM FEB UGM sebagai sebuah program studi di bawah
5

EB News EDISI XXIII

Departemen Manajemen namun
dengan tetap memiliki kualitas internasional. Tak lupa Hani memohon doa
restu kepada seluruh sesepuh yang
hadir pada kesempatan tersebut agar
ke depannya Program akan semakin
maju dan meraih prestasi yang lebih
membanggakan melalui inovasi-inovasi
yang diciptakan. Sambutan dilanjutkan
oleh Prof. Wihana Kirana Jaya, M.Soc.
Sc., Ph.D. selaku Dekan FEB UGM.
Dalam sambutannya, Wihana mengucapkan selamat kepada Program MM
FEB UGM atas bertambahnya usia dan
menegaskan posisi Program yang menjadi role model bagi program-program
lain untuk mampu bersaing di kancah
internasional. Wihana berharap agar
inovasi yang diciptakan tidak hanya
memiliki impact di bidang akademis,
namun juga membentuk engagement
dengan dunia industri dan masyarakat
luas. Dengan usia 28 tahun selayaknya
manusia yang telah cukup matang dan
dewasa dalam menghadapi permasalahan-permasalahan, Wihana yakin
bahwa pengelola Program MM FEB
UGM akan membawa program mencapai prestasi yang lebih tinggi.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Dekan FEB
UGM mengenai penghargaan bagi
karyawan berdasar lama masa kerja
dan karyawan teladan. Dr. Sumiyana
selaku Sekretaris Program MM FEB
UGM Yogyakarta membacakan SK
penghargaan bagi karyawan Kampus
Yogyakarta dan Wisma MMUGM.

Penghargaan pertama diberikan
kepada karyawan yang telah berdedikasi selama 10, 15 dan 20 tahun.
Kemudian, Prof. Eduardus Tandelilin
selaku Ketua Program Kampus Jakarta
membacakan SK karyawan teladan
Kampus Yogyakarta yang terpilih yaitu
Lasiman, Ngatimin, dan Hadi Suharso
yang secara urut memperoleh
predikat Terbaik 1, 2, dan 3. Sementara bagi Wisma MMUGM peringkat
Terbaik 1 diraih oleh Ponijan, Terbaik
2 oleh Maryanta, dan Terbaik 3 oleh
David Ema Wardana. Program MM
FEB UGM memberikan penghargaan
berupa sertifikat dan uang tunai bagi
karyawan-karyawan dengan predikat
terbaik tersebut.
Berikutnya dilaksanakan prosesi
pemotongan tumpeng, dengan didampingi oleh jajaran pengelola, Hani
Handoko memotong tumpeng yang
kemudian diserahkan kepada salah
satu sesepuh yang hadir yaitu Prof.
Nopirin.
Sebagai penutup, Ustadz Prof. dr. Zainal Muttaqien, Ph.D., SpBS (K) menyampaikan tausyiah singkat dan diakhiri
dengan doa bersama. Pukul 17.40 WIB
acara tasyakuran ulang tahun ke-28
MM FEB UGM diakhiri dengan berbuka puasa bersama, sholat Maghrib
berjamaah bagi yang melaksanakan
dan ramah tamah sembari menikmati
hidangan makan malam.

Dirgahayu, MM FEB UGM!

MAGISTER MANAJEMEN WHAT’S UP FEB

BEING A SUCCESSFUL GLOBAL
ENTREPRENEUR

P

enulis buku dan tokoh
Entrepreneurship ternama dunia, Dr. Robert D.
Hisrich, berbagi pengetahuan
dengan mahasiswa MM FEB
UGM dalam kuliah tamu yang
diselenggarakan pada hari
Jumat, 15 April 2016 di ruang
FMR Gedung MM FEB UGM
Yogyakarta. Dihadiri oleh
kurang lebih 100 mahasiswa,
Hisrich membawakan topik
“Being A Successful Global
Entrepreneurship”.
Kuliah tamu dibuka dengan
sambutan singkat oleh Dr.
Hani Handoko selaku Direktur
Program MM FEB UGM pada
pukul 13.40 WIB. Dalam uraiannya, Dr. Hisrich menyampaikan bahwa semua jenis
ide kewirausahaan (ordinary,
breakthrough, technological)
yang dimiliki oleh pelaku-

pelaku bisnis wirausaha
(individual entrepreneur,
corporate entrepreneur,
government entrepreneur,
social entrepreneur) pada
akhirnya akan kembali pada
hasil laba investasi (return on
investment) untuk dievaluasi. Evaluasi tsb kemudian
akan menentukan keputusan
lanjut yang berkaitan dengan keberlangsungan usaha,
arah pengembangan usaha,
penentuan harga, dll. Dr. Hisrich juga menghimbau pada
mahasiswa agar memperhatikan aspek-aspek proses kewirausahaan seperti mengidentifikasi dan mengevaluasi
kesempatan (opportunity),
pengembangan rencana usaha, kebutuhan sumber daya
dan memperhatikan pengelolaan usaha. Sebagai penutup,

Dr.
Hisrich
mengutip puisi milik Robert
Frost “The Road Not Taken”
dengan mengambil inti
bahwa wirausaha sebaiknya
mengambil jalan yang jarang
diambil oleh masyarakat pada
umumnya “...take the one less
traveled by”.
Kuliah tamu ditutup dengan sesi tanya jawab yang
berakhir pada pukul 15.00
WIB.

EB News EDISI XXIII

6

WHAT’S UP FEB MAGISTER EKONOMIKA PEMBANGUNAN

Tasyakuran ke 21

MEP UGM

Y

OGYAKARTA- MEP FEB UGM memasuki usia ke 21 tahun, seluruh
sivitas akademika MEP FEB UGM
menyelenggarakan tasyakuran dalam
suasana kesederhanaan, Jumat (3/6).
Acara dihadiri oleh mahasiswa, dosen dan
Pengurus Dekanat FEB UGM yang diwakili
oleh Wakil Dekan Bidang Perencanaan
dan Sistem Informasi, Eko Suwardi, Ph.D.
“Diusia yang ke 21 Program Studi MEP

telah memasuki usia yang cukup
matang, terbukti dengan lulusan
MEP telah tersebar di seluruh
wilayah Indonesia dan menduduki
jabatan yang strategis,” kata Eko Suwardi
dalam sambutannya.
“Keuntungan yang sangat baik dan harus
terus dipelihara oleh MEP memiliki
alumni yang sangat loyal terhadap
almamaternya,” pesan Eko Suwardi.
Kontribusi alumni selalu mereka tunjukan
dalam setiap agenda kegiatan yang
diselenggarakan oleh MEP, imbuhnya. Hal
ini tidak serta merta diperoleh dengan
mudah oleh MEP, tetapi membutuhkan
kerjasama yang sangat baik antara Pengelola, Staf, dan Dosen sehingga tercipta

suasana yang nyaman bagi mahasiswa
untuk belajar.
Sebagai Program Magister Ekonomika
Terapan pertama di Indonesia, MEP FEB
UGM selalu berkomitmen untuk terus
berkembang, dalam tahun 2016 MEP
membuka konsentrasi baru Manajemen
Keuangan dan Aset Daerah (MKAD) untuk
menfasilitasi kebutuhan pemerintahan
daerah dalam menangani laporan keuangan daerah, khususnya persoalan aset
daerah. Selamat Ulang Tahun MEP, terus
berjuang dan berkarya. (MEP)

OPEN CAMPUS LINKAGE PROGRAM

O

pen Campus Linkage Program
MEP FEB UGM untuk calon
mahasiswa Program Linkage/
Joint Degree. Sebelum perkuliahan
dimulai MEP selalu mengenalkan
terlebih dahulu proses administrasi
dan akademik yang akan dilalui calon
mahasiswa Program Linkage. Hal
ini terkait dengan persyaratan administrasi yang harus disiapkan,
karena kebanyakan mahasiswa
berasal dari luar Kota Yogyakarta.
Program Linkage/Joint Degree
merupakan program kerjasama
antara Pusbindiklatren Bappenas dengan Program Studi
MEP FEB UGM, dan 7 universitas
mitra di Jepang. Tahun 2016 sudah
memasuki angkatan ke-10, dengan
jumlah alumni Program Linkage/Joint
Degree Jepang sebamyak 172 orang
yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia.
Dalam suasana yang santai tetapi
tetap serius, Prof. Tri Widodo, Ph.D.
memberi ceramah terkait hal-hal

7

EB News EDISI XXIII

yang perlu dipersiaplkan oleh
mahasiswa sebelum menempuh
perkuliahan baik di MEP maupun di
universitas
mitra nantinya.
Orang

sekolah pasti
akan
menghadapi huruf S pertama merasa
excited, setelah beberapa bulan dengan kesibukan materi kuliah, maka
stress mulai muncul, dan setelah
beradaptasi dan kompromi terhadap

situasi dan kondisi di kampus, maka
semangat akan timbul kembali, kata
Tri Widodo dalam sambutannya.
Beliau juga mencontohkan orang
yang berniat sekolah harusnya seperti “Patung LOVRE (patung tanpa
kepala)”, lepaskan kesombongan
sehingga ilmu dapat masuk semua,
karena setiap orang pasti mempunyai rasa sombong, dan letak
kesombongan orang ada di kepala. Buktikan bahwa ilmu yang
didapat akan menjadikan seorang
yang hamble, sehingga orang
tidak akan bertanya Saudara lulusan mana, karena sudah terlihat
dari orangnya yang rendah hati
dan mempunyai kualitas yang bagus.
Selamat bergabung di Kampus MEP
FEB UGM, semoga suasana kampus
yang sejuk membawa suasana belajar yang nyaman. (MEP)

MAGISTER EKONOMIKA PEMBANGUNAN WHAT’S UP FEB

Diklat TOT Planning
and Budgeting

P

rogram Studi MEP FEB UGM
melaksanakan Training
Of Trainer (TOT) Planning
And Bugeting Linkage Jepang
bekerjasama dengan Pusbindiklatren Bappenas untuk Tahap I di
Indonesia pada tanggal 23 – 27
Mei 2016. TOT diikuti oleh 25
peserta yang terdiri dari dosen
dan aparatur sipil negara yang
menangani perencanaan dan
penganggaran dari Bappenas.
“Kegiatan ini bertujuan untuk
meningkatkan wawasn, pengetahuan dan kemampuan serta
ketrampilan calon pengajar Diklat
Perencanaan dan Penganggaran,
sehingga dapat mengajar dan
menyusun serta mengevaluasi
kurikulum Diklat Perencanaan
dan Penganggaran,” ujar Amirullah mewakili pengelola Program
Studi MEP FEB UGM.
“Setelah kami buka setahun
yang lalu jumlah pendaftar TOT

Planning and Bugeting
paling banyak. Mereka
ingin tahu terkait dengan
keterkaitan perencanaan dan
penganggaran,” ujar Dr. Ir. Yahya
Rachmana Hidayat, M.Sc. Kepala
Pusbindiklatren Bappenas.
“Masih terdapat permasalahan
dimana tidak sinergisnya antara
perencanaan dan penganggaran.
Intinya kami ingin memberikan
pengetahuan kepada aparatur
tingkat pusat dan tingkat daerah
untuk menyusun dokumen
perencanaan yang berkualitas,”
paparnya.
Amirullah menyampaikan bahwa
pemateri TOT adalah para dosen/
akademisi, praktisi dan aparat
pemerintah dari Bappenas,
Bappeda Provinsi DIY, Pemkab
Sleman. Metoda pelatihan
dirancang menjadi kelas yang interaktif dan menuntut keaktifan
peserta. Dengan format kelas

yang
membuka
ruang diskusi
dan menjalin interaktivitas antara
pemateri dan peserta, para
peserta akan menjadi lebih memahami dan mendalami materimateri yang disampaikan. “Selain
materi di dalam kelas, peserta
juga melakukan kunjungan ke
Bappeda DIY untuk melihat
proses perencanaan secara langsung dank kunjungan ke Dinas
Pengelolaan Keuangan dan Aset
Daerah Kabupaten Sleman, ujar
Amirullah. Untuk kegiatan TOT
tahap ke II peserta melaksanakan
kunjungan ke Universitas partner
di Jepang mulai tanggal 18 – 30
Juli 2016. [mep]

WHAT’S UP FEB MAGISTER SAINS DAN DOKTOR

Workshop
Workshop Rutin
Rutin
Program
Program Magister
Magister
Sains
Sains dan
dan Doktor
Doktor
FEB
FEB UGM
UGM

P

rogram
rogramMagister
MagisterSains
Sains
dan
danDoktor
Doktor(MD)
(MD) FakulFakultas
Ekonomika
tas Ekonomika
dan
dan
Bisnis
UGM
menBisnis
UGM
mengadakan
gadakan
setidaknya
dua
setidaknya
dua workshop
workshop
selama
selama bulan
Meibulan
2016.
Mei
2016. Workshop
yang
Workshop
yang diselenggadiselenggarakan
pada
rakan pada 13-14
Mei13-14
2016
Mei
2016 mengangkat
topik
mengangkat
topik Metode
Metode
Riset Eksperimen.
Riset Eksperimen.
WorkWorkshop
yang
dilakshop yang dilaksanakan
sanakan
selama
hari
selama dua
haridua
tersebut
tersebut
dihadiri
oleh 32
dihadiri oleh
32 peserta.
peserta.
Pada workshop
Pada workshop
ini Program
ini
MDmendatangFEB UGM
MDProgram
FEB UGM
mendatangkan
tiga pemkan tiga pembicara
yaitu,
bicara
yaitu, BM
Purwanto
BM Purwanto
Ph.D
yang
Ph.D
yang memberikan
memberikan
materi tentang
materi
konsep
dan
konseptentang
dan aplikasi
dalam
aplikasi
dalam
bisnis
riset bisnis
danriset
manajemen,
dan
manajemen,
Rimawan
Rimawan
Pradiptyo
Ph.D
Pradiptyo
Ph.D yangmengenai
yang menjelaskan
menjelaskan
mengenai
konkonsep dan aplikasi
dalam
sep
aplikasi dalam
risetdan
ekonomika
keper-riset

9XI

EB
EBNews
NewsEDISI
EDISI XXIII
XXIII

ekonomika
ilakuan, dan
keperilakuan,
Ertambang Nadan
Ertambang
hartyo
Ph.D yang
Nahartyo
Ph.Dtopik
memberikan
yang
memberikan
topik
bagaimana
merancang
bagaimana
merancang
riset
riset eksperimen.
Workshop
eksperimen.
kedua adalahWorkshop
Workshop
kedua
adalah
Metode
RisetWorkshop
Kualitatif yang
Metode
Riset Kualitatif
yang
dilaksanakan
pada 27-28
dilaksanakan
pada 27-28
Mei 2016. Peserta
yang
Mei
2016. Peserta
yangtersemenghadiri
workshop
menghadiri
workshop
tersebut terdiri dari
44 orang
but
daribesar
44 orang
danterdiri
sebagian
merdan
sebagian
besar meruupakan
staf pengajar
dari
pakan
staf pengajar
dari
perguruan
tinggi Indonesia.
perguruan
Indonesia.
Workshop tinggi
ini mengangkat
Workshop
mengangkat
beberapa ini
topik
metode
beberapa
topik seperti
metodeeleriset kualitatif
riset
kualitatif desain
sepertiriset
men-elemen
elemen-elemen
desain
riset
serta aplikasi riset
kualitatif
serta
aplikasi
riset
kualipada beberapa topik tertatif
pada
beberapa
topik
tentu.
Pembicara
dari
worktertentu.
Pembicara
shop ini adalah
staf dari
pengaworkshop
iniEkonomika
adalah stafdan
jar Fakultas

penBisnis
gajar
UGM
Fakultas
antara
lain
Ekonomika
danPh.D
Bisnis
UGM
Yulia Arisnani
yang
antara
lain
Yulia
Arisnani
membahas konsep dan
Ph.D
yang
membahas
prinsip
riset
kualitatif,
konsep
dan
prinsip
Sari Sitalaksmi
Ph.Driset
yang
kualitatif,
Sari
Sitalaksmi
membahas topik metode
Ph.D
yang dalam
membahas
topik
kualitatif
bidang
metode
kualitatif
dalam
bisnis dan manajemen, dan
bidang
bisnis dan
manajeBM Purwanto
Ph.D
yang
men,
dan
BM
Purwanto
membahas topik pemetaan
Ph.D
yang
membahas
topik
model
mental.
Disamping
pemetaan
model
mental.
workshop tersebut Program
Disamping
workshop
terseMD FEB UGM
juga akan
but
Program MD FEBworkUGM
menyelenggarakan
juga
akan
menyelenggarashop dengan tema pengakan
workshop
tema
jaran
berbasisdengan
kasus yang
pengajaran
berbasis
kasus
dilaksanakan
pada 29-30
yang
dilaksanakan
pada
Juli 2016 dengan pembicara
29-30
Juli 2016 dengan
Prof. Jogiyanto
Hartono M,
pembicara
Prof.
Ph. D yang akanJogiyanto
memberiHartono
M, tentang
Ph. D yang
akan
kan materi
konsep
memberikan
materi
tentang
pengajaran berbasis kasus,
konsep
pengajaran
berbasis
Prof. Mudrajad
Kuncoro
kasus,
Prof.menjelaskan
Mudrajad Kunyang akan
coro
yang
akan
menjelaskan
mengenai aplikasi
pengamengenai
aplikasi
pengajaran berbasis kasus
dalam
jaran
berbasis
kasus
dalam
industri dan yang terakhir
industri
dan yang
Nurul Indarti,
Ph.terakhir
D yang
Nurul
Indarti,
Ph.
yang
akan menjelaskanDcara-cara
akan
menjelaskan
cara-cara
penulisan kasus.
penulisan kasus.

MAGISTER SAINS DAN DOKTOR WHAT’S UP FEB

Program Doktor meluluskan 6 Doktor dan 34 mahasiswa Program
Magister Sains

P

rogram Magister Sains
dan Doktor (MD) FEB
UGM pada bulan Mei
sampai dengan Juli 2016
meluluskan setidaknya
enam doktor dari program
studi akuntansi dan manajemen. Pertama adalah
Fauzi dari Program Studi
Akuntansi yang berhasil
mendapatkan gelar doktor
pada Ujian Promosi Doktor
yang dilaksanakan
pada 9 Mei 2016
yang meneliti
TAM Modifikasian. Kedua adalah
Zunan Setiawan
dari Program
Studi Manajemen
yang meneliti
Indikator-indikator
Pengalaman Biasa
dan Luar Biasa
Wisata Petualangan pada Ujian
Promosi Doktor 16 Mei 2016. Ketiga
adalah Hendrik Gamaliel
dari Program Studi Akuntansi yang disertasinya
meneliti Asosiasi Konservatisma Kkuntansi dan Kos
Modal Ekuitas yang Ujian
Promosi Doktor pada 3
Juni 2016. Keempat adalah
Fitri Santi Program Studi
Manajemen yang meneliti
efek overkonfidensi pada
keputusan investasi pada

Ujian Promosi Doktor 23
Juni 2016. Kelima adalah
Bogat Agus Riyono dari
Program Studi Akuntansi
yang disertasinya meneliti
Pengaruh Perkembangan
Moral Kognitif, Paparan
Teori Manajemen, dan Ancaman Pemaluan terhadap
Pengambilan Keputusan
Etis dalam Akuntansi pada
Ujian Promosi Doktor 22

Juli 2016. Keenam adalah
Wahyudi yang meneliti
tentang Pengaruh Standar
Akuntansi Berbasis Prinsip
dan Kedudukan Regulator
Keuangan terhadap Akuntabilitas Proses dan Motivasi Epistemik Persepsian
auditor pada Ujian Promosi
Doktor pada 26 Juli 2016.
Selain Program Doktor,
pada Rabu (27/7/2016)
Program Magister Sains

juga meluluskan 34 wisudawan, 17 diantaranya
adalah Program Studi
Akuntansi, 9 diantaranya
Program Studi Manajemen, dan 8 diantaranya
adalah Program Studi Ilmu
Ekonomi. Terdapat lima
mahasiswa Prodi Akuntansi
dan satu mahasiswa Prodi
Ilmu Ekonomi yang meraih
predikat cumlaude. Pertama, juga sebagai
wisudawan terbaik
periode wisuda Juli
2016, adalah Niluh
Putu Dian Rosalina
Handayani Narsa
dari Program Studi
Akuntansi dengan
IPK 3,98. Kedua
adalah Moh Mashudi
Arif dengan IPK 3,94.
Ketiga adalah Annisa
Hakim Purwantini
dengan IPK 3,91.
Keempat adalah
Oktaviani Ari Wardhaningrum dengan IPK 3,89. Kelima adalah Frisky Jeremy
Kasingku dengan IPK 3,77.
Keenam adalah Candra
Aryudiawan dengan IPK
3,79. Sementara itu lulusan
dengan masa studi paling
cepat diraih oleh Retno
Febriyastuti Widyawati dari
Program Studi Ilmu Ekonomi dengan masa studi yang
ditempuh selama 21 bulan.

EB News EDISI XXIII

10

WHAT’S UP FEB MAGISTER AKUNTANSI

SEMINAR NASIONAL AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH TAHUN 2016
MAGISTER AKUNTANSI UNIVERSITAS GADJAH MADA

D

alam rangka Dies
Natalis-nya yang ke-14,
Magister Akuntansi
Fakultas Ekonomika dan
Bisnis Universitas Gadjah
Mada (MAKSI FEB UGM)
bekerja sama dengan
Ikatan Akuntan Indonesia
(IAI) Wilayah Yogyakarta
akan menyelenggarakan
sebuah seminar berskala
nasional bertajuk “ Tantangan
dan Solusi Implementasi Akuntansi Berbasis Akrual di Pemerintah Daerah” pada tanggal 21
Juli 2016 di Royal Ambarukmo
Hotel Yogyakarta. Seminar dengan target peserta dari pemerintah daerah se-Indonesia ini
akan menghadirkan pembicara
dari Kementerian Keuangan,
Kementerian Dalam Negeri,
Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK), Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) dan
akademisi dari MAKSI FEB UGM.
Pelaksanaan seminar nasional ini dilatarbelakangi oleh
fenomena ketidaksiapan sebagian besar pemerintah daerah
dalam menyelenggarakan kewajiban akuntansi berbasis akrual,
yaitu suatu basis akuntansi
yang mampu merekam semua
transaksi keuangan dengan baik
yang telah lebih dahulu digunakan secara luas di sektor bisnis. Ketidaksiapan ini dilapor-

11

EB News EDISI XXIII

kan
dalam
Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I Tahun 2015 oleh BPK.
Selain itu, seminar ini berusaha
mengambil momentum yang
tepat untuk mengevaluasi penyelenggaraan akuntansi pemerintah berbasis akrual secara
serentak untuk pertama kalinya
pada tahun 2015 yang lalu.
Pembicara yang direncanakan untuk hadir dalam
seminar ini di antaranya
Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan.
Dr. Marwanto Harjowiryono,
MA., sebagai keynote speaker;
Kepala Sub Auditorat BPK DKI
I, Dr. Hadiyati Munawaroh;
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah, Dr. Reydonnyzar
Moenek, M. Devt. M; dan
Ketua Komite Standar Akuntansi

Pemerintahan, Dr. Binsar H.
Simanjuntak, MBA. Selain
pembicara eksternal,
pembicara dari MAKSI
UGM juga akan mengisi
seminar sebagai moderator dan pemateri yang
akan melengkapi topik
diskusi dari perspektif
akademisi.
Seminar dihadiri sekitar
200 peserta yang telah
mendaftar dari berbagai
pemerintah daerah, instansi
pemerintah, dan universitas
di Indonesia. Dukungan penyelenggaraan dari IAI Wilayah
Yogyakarta juga memungkinkan
seminar ini memberikan tambahan kredit pendidikan berkelanjutan bagi peserta yang bergelar Chartered Accountant.
Dengan mengumpulkan
peserta dari pemerintah daerah
se-Indonesia dan pembicara
dari pemerintah pusat serta
akademisi, seminar ini diharapkan dapat menjadi jembatan
komunikasi antara pemerintah
daerah dengan para regulator
dan kalangan akademisi sehingga penerapan akuntansi berbasis akrual di pemerintah daerah
ke depan dapat mewujudkan
tata kelola pemerintahan yang
akuntabel dan transparan.

MAGISTER AKUNTANSI WHAT’S UP FEB

Kunjungan dari Kasetsart University Thailand ke
Program Magister Akuntansi
Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM

P

rogram Magister
Akuntansi Fakultas
Ekonomika dan Bisnis
UGM (MAKSI FEB UGM)
menerima kunjungan
dari mahasiswa Kasetsart
University Thailand. Acara
ini berlangsung dari 18 –
22 Juli 2016 bertempat di
P7.2 Gedung Pertamina
Tower FEB UGM.
Acara tersebut diikuti
20 mahasiswa dari Kasetsart University Thailand,
dengan melibatkan beberapa dosen FEB UGM untuk menyampaikan materi
accounting short course

program. Pada kesempatan ini menghadirkan Prof.
Dr. Abdul Halim, MBA.,
CA, Prof. Dr. Jogiyanto
HM., MBA., CMA, Dr. Ertambang N, M.Sc., CMA,
Prof. Dr. Gudono, MBA.,
CMA, Dr. Agus Setiawan,
M.Soc.Sc., CMA, Prof. Dr.
Slamet Sugiri, MBA., CMA,
Dr. Supriyadi, M.Sc., CMA,
dan Didi Raafi, SST., M.EBuss., M.Sc.
Kemudian juga diadakan
company visit ke berbagai
instansi diantaranya ke
Kantor Pelayanan Pajak
Pratama Sleman, Direk-

torat Keuangan UGM,
serta di DPPKA DIY yang
didampingi oleh salah
satu dosen FEB UGM Arief
Surya Irawan, SE., M.Com.
Acara tersebut diakhiri
oleh kegiatan one day
tour, dengan tujuan Candi
Borobudur, Merapi Lava
Tour, Candi Prambanan
dan Ramayana Ballet.

EB News EDISI XXIII

12

SPECIAL REPORT

Kerja Sama Tahir Foundation dengan FEB UGM
dan Singapore Management University

Kolaborasi Meningkatkan Penelitian dan Mutu Pendidikan

S

etelah memberikan
hibah dana untuk membiayai pembangunan
gedung pascasarjana Fakultas
Kedokteran UGM, Tahir Foundation kemudian melakukan
kerjasama untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah
bisnis di Indonesia melalui
kerja sama dengan Fakultas
Ekonomika dan Bisnis (FEB)
UGM. “FEB UGM merupakan
satu-satunya sekolah bisnis di
Indonesia yang telah memperoleh akreditasi internasional dari Badan Akreditasi
Internasional untuk sekolah
bisnis, yaitu Association
Advance Collegiate Schools
of Business (AACSB) sehingga
harapannya dapat diakselerasi untuk menjadi lebih
baik dengan adanya kerja
sama ini, “ ungkap Dekan FEB
UGM, Prof. Wihana Kirana
Jaya.
Pendiri Tahir Foundation,
Dato‘ Sri Tahir menjelaskan
bahwa bantuan sumbangan
dana kepada UGM ini merupakan bagian komitmen perusahaannya untuk mengembangkan mutu pendidikan.
Sebagai alumnus UGM, Tahir
merasa terdorong untuk
membantu meningkatkan
penelitian sehingga UGM
dapat masuk menjadi peringkat 100 dunia. Dengan

kerja sama FEB UGM dengan
Tahir Foundation itu kemudian ditandatangani nota
kesepahaman (MoU) antara
Tahir Foundation, FEB UGM,
dan Singapore Management
University (SMU).
FEB UGM mendapatkan
dana tiga tahun sebesar 10
miliar rupiah yang ditempatkan di SMU dengan harapan
adanya inovasi hubungan
antara FEB UGM dan SMU.
Skema pendidikan dalam
kerja sama itu memberikan
peluang bagi dosen FEB
UGM untuk melakukan joint
research dan melakukan publikasi jurnal serta memungkinan mahasiswa program
sarjana S-1 dan pascasarjana
FEB UGM untuk melakukan program pertukaran
mahasiswa dengan SMU.
Selain itu, dengan kerja sama
tersebut karyawan-karyawan
FEB UGM juga dapat belajar
untuk memberikan pelayanan akademik yang berbasis
standar global.
Kerja sama ini kemudian
dituangkan ke dalam rencana
program-program kegiatan
tiga tahun ke depan. Pada
tahun 2016 ini, Prof. Wihana
Kirana Jaya mengungkapkan
bahwa salah satu rencana
program kegiatan yaitu membuat seminar tentang success

story SMU yang mengundang pihak eksternal seperti
Menteri Ristek Dikti, rektor
serta dekan untuk belajar
dan mendapat inspirasi dari
SMU. “Kemungkinan seminar
ini akan terselenggara bulan
Agustus sekaligus sebagai
perayaan ulang tahun FEB,
“ jelas Prof. Wihana Kirana
Jaya. Selanjutnya, saat ini FEB
juga tengah mengkaji kembali visi misi serta programprogram kerja sehingga dapat
mencapai standar sekelas
SMU.
Tentunya, diakui oleh Prof.
Wihana Kirana Jaya, dengan
adanya kerja sama ini FEB
UGM mendapat beberapa
benefit untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan. FEB
UGM memperoleh kesempatan emas best practice untuk
belajar dari universitas world
class . Diharapkan dengan adanya kerja sama ini, misi dan
visi FEB UGM dapat terealiasi
dengan cepat, yaitu menjadi
fakultas terbaik di Indonesia
dan disegani di ASEAN. “Selain kita bisa mencapai global
respected, diharapkan kita
juga bisa memberi impact
kepada masyarakat Indonesia
,” jelas Prof. Wihana Jaya.
[Nindya]

UPCOMING EVENT

DIES FEB UGM ke

61

Novelty
Engagement
Impact

B

ulan September menjadi bulan yang sangat
berarti bagi Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB
UGM) dikarenakan pada
bulan tersebut FEB UGM
memperingati hari yang
bersejarah yaitu peringatan
DIES NATALIS FEB UGM
ke-61. Rangkaian kegiatan
pada Dies Natalis 61 kali ini
diantaranya adalah International Week, Sarasehan dan
Workshop, Family Fun Day,
Bakti Sosial, Pentas Seni
Tradisional, Olahraga dan
lain-lain.
Dies Natalis 61 FEB UGM
dimeriahkan adanya lomba
lomba desain logo yang

bisa di ikuti oleh semua
Civitas akademika dan
Alumni FEB UGM. Adapun
tema yang diangkat adalah:
“The Campus that I Dream
about”. Logo tersebut haruslah orisinil, belum pernah
digunakan atau dipublikasikan, bersifat artistik,
menarik, sederhana dan
mudah diingat. Pemenang
akan mendapatkan hadiah
berupa uang sebesar Rp. 1
juta rupiah, seperti dikutip
Koran Dies.
Disebutkan di Koran Dies
bahwa Tagline Dies Natalis FEB UGM kali ini akan
sedikit berbeda dengan
Tagline Dies Natalis yang
lalu yang mengedepankan

tagline Innovate, Interact,
Inspire. Tagline Dies Natalis
kali ini akan mengedepankan Tagline Novelty,
Engagement, Impact. Novelty menunjukan kemampuan untuk menjadi baru
atau original. Engagement
menunjukan keterlibatan
para pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan sesuatu dan Impact
menunjukan kemampuan
memberi pengaruh dalam
bentuk kemanfaatan
seperti yang telah dijelaskan oleh Bpk. Arief Surya
Irawan, M.Com, sebagai
Wakil Ketua Dies 61.

EB News EDISI XXIII

14

LECTURER’S ARTICLE

. Jogiyanto
Hartono
MBA,
CA,CA,CMA,
Prof. Jogiyanto
Hartono
MBA,
CMA, Ph.D.
Ph.D.
MENYAMBUT EKONOMI DIGITAL
Presiden Jokowi, di beberapa
kesempatan seperti pada bulan
Februari yang lalu di Konferensi
Tingkat Tinggi ASEAN-AS (ASEANUS Summit) di California, USA dan
di pertemuan dengan Presiden Obama bulan Oktober
Di Gedung Putih,Washington,
menegaskan bahwa ekonomi
digital akan dikembangkan di
Indonesia. Teknologi digital
akan menjadi prioritas program Indonesia. Walaupun
terlambat dibandingkan Tiongkok yang sudah meluncurkan
rencana lima tahun e-commerce di tahun 2011. Pemerintah Indonesia akhirnya meluncurkan juga e-commerce
roadmap di tahun 2016. Peta
jalan ini dimaksudkan untuk
mendukung visi Indonesia
menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Ecommerce memang merupakan
salah satu kegiatan ekonomi digital yang penting.
Istilah ekonomi digital (digital economy) dikenalkan oleh
Don Tapscott di tahun 1995 lewat bukunya berjudul The Digital
Economy: Promise and Peril in the
Age of Networked Intelligence.
Ekonomi digital adalah kegiatan
ekonomi yang didasarkan pada
teknologi digital internet. Ekonomi digital disebut juga dengan
sebutan internet economy, web
economy, digital-based economy,
new economy knowledge, atau
new economy.
Era digital economy atau era
new economy  muncul sewaktu
organisasi mulai mengawinkan
15

EB News EDISI XXIII

produktivitas TI dari sumber
daya aktiva dengan knowledge
dari sumber daya manusia untuk menjangkau transaksi global
lintas batas dalam bentuk connected economy. Di new econ-

omy, organisasi memanfaatkan
TI sebagai enabler dan strategic
weapon. Di era ini pertanyaannya
tidak lagi what is your business
tetapi lebih ke how is your digital
business model.
Menurut Don Tapscott, ekonomi digital mempunyai 12 atribut.
(1) Knowledge. Di ekonomi
digital, power of the knowledge
diterjemahkan menjadi inovasiinovasi unggul lewat kesempatan-kesempatan terbaru untuk
menciptakan keunggulan kompetitif. (2) Digitization. Transaksi
bisnis menggunakan digital technology dan digital information.
Pelanggan-pelanggan
sebagai
digital customers menggunakan
digital devices untuk melakukan
transaksi dengan perusahaan-pe-

rusahaan penjual barang dan jasa
sebagai digital enterprises. (3)
Virtualization. Di ekonomi digital
dimungkinkan untuk merubah
barang fisik menjadi barang virtual. Modal intelektual dikonversikan menjadi modal digital. (4) Molecularization. Di
ekonomi digital, heavy organization di organisasi tradisional berubah menjadi light
organization yang fleksibel,
M-form organization (organisasi multidivisional) bergeser
menjadi E-form organization
atau ecosystem form organization yang mudah beradaptasi dengan lingkungan. (5) Internetworking. Menggunakan
jaringan internet untuk membangun interkoneksi membentuk jaringan ekonomi. (6)
Disintermediation. Tidak diperlukan lagi perantara, transaksi
dapat dilakukan langsung peerto-peer. (7) Convergence. Konvergensi komputasi, komunikasi, dan
konten bersama-sama membentuk multimedia interaktif yang
menjadi platform yang penting.
(8) Innovation. Imaginasi dan
kreativitas manusia merupakan
sumber-sumber nilai utama
membentuk innovation economy.
(9) Prosumption. Di ekonomi lama
aspek kunci adalah mass production, sedang di ekonomi digital adalah mass customization.
Perbedaan antara produser dan
kustomer menjadi kabur, setiap
kustomer di information highway
dapat juga menjadi produser.
(10) Immediacy. Perbedaan waktu saat memesan barang dengan

LECTURER’S ARTICLE
saat diproduksi dan dikirim menyusut secara drastis disebabkan
kecepatan proses digital technology. (11) Globalization. Menurut
Peter Drucker “knowledge knows
no boundaries.” Tidak ada batas
untuk transaksi global. (12) Discordance. Akan muncul jurang
pemisah antara yang memahami
teknologi dengan yang tidak memahami teknologi. Supaya survive, semua pemain di ekonomi
digital harus technologically literate yaitu mampu mengikuti technological shifts menuju interaksi
dan integrasi dalam bentuk internetworked economy.
Di ekonomi digital, digital disruption memicu terjadinya digital
business model. Istilah digital disruption menunjukkan terjadinya
model bisnis baru ketika teknologi
digital memengaruhi perubahan
nilai dari transaksi bisnis. Digital
disruption misalnya dialami oleh
GO-JEK dengan mengubah nilai
dan cara berbisnis ojek tradisional lewat interkoneksi jaringan
internet. Pengemudi ojek dapat
berkerja dengan lebih produktif karena dapat memperoleh
order pelanggan yang paling
dekat dengan lokasinya. Dengan
jumlah order yang meningkat,
pengemudi dapat meningkatkan
bahkan mendobelkan pendapatannya. Di sisi lain, pelanggan
dapat memesan ojek dengan
lebih cepat karena dihubungkan
dengan armada ojek yang besar
yang sebagian berada di sekitar
lokasinya. Akibatnya, pelanggan dapat mengurangi searching
costs yang ditanggungnya. Bagi
perusahaan, transaction costs
dapat berkurang secara signifikan karena beroperasi dengan
sepeda motor yang tidak dimilikinya sehingga menghilangkan
biaya investasi, biaya perawatan
sepeda motor, biaya gudang dan
lainnya. Akhirnya perusahaan
dapat menciptakan switching

costs untuk memenangkan persaingan.Sekarang, GO-JEK telah
bermitra dengan 200,000 pengemudi di 10 kota besar Indonesia,
termasuk Jakarta, Bandung, Bali,
Surabaya, Makasar, Yogyakarta,
Medan, Semarang, Palembang,
dan Balikpapan.
Beberapa digital business
models muncul di ekonomi digital.
Open markets merupakan transaksi digital terbuka untuk semua
orang secara langsung dalam bentuk peer-to-peer. Pendapatan diperoleh dari upah yang diterima.
Contohnya adalah e-auction seperti eBay. Aggregations merupakan perusahaan e-tailer yang mengumpulkan beberapa produser
dan menawarkan produknya
kepada pelanggan. Pendapatan yang diperoleh berasal dari
iklan dan penjualan. Contohnya
adalah toko online Lazada, Zalora,
dan Bhineka. Portal menawarkan jasa dan pencarian konten,
berita, e-mail, chat dan lainnya.
Pendapatan diperoleh dari iklan
dan biaya langganan. Contohnya
adalah Yahoo.com, Google.com.
Content provider merupakan penyedia informasi seperti suratkabar dan majalah. Pendapatan
diperoleh dari iklan dan biaya
langganan. Contohnya adalah
Detik.com dan Viva.co.id. Broker
elektronik merupakan perantara
elektronik untuk melakukan transaksi. Pendapatan diperoleh dari
iklan dan upah transaksi. Contohnya adalah Agoda.com dan
etrading.com. Service provider
merupakan penjual jasa bukan
barang lewat online. Pendapatan
diperoleh dari penjualan jasanya.
Contohnya adalah Lawinfo.com
dan xdrive.com. Community provider merupakan laman yang menyediakan tempat bagi kelompok
tertentu, misalnya penghobi atau
profesi tertentu, untuk bertemu.
Pendapatan diperoleh dari iklan
dan biaya keanggotaan.

Indonesia mempunyai potensi
yang sangat besar untuk masuk
ke new economy ini. Perkembangan transaksi e-commerce di
Indonesia sekitar 40% setiap tahunnya dan merupakan satu dari
yang tertinggi di dunia. Pada tahun 2013, transaksi e-commerce
di Indonesia hanya berkisar USD
8 milyar, meningkat menjadi USD
12 miliar di tahun 2014, dan sekitar USD 20 miliar di tahun 2015.
Angka ini diperkirakan akan mencapai nilai USD 25 milyar di akhir
tahun 2016, dan USD 130 miliar
pada tahun 2020. E-commerce
merupakan pilar utama ekonomi
digital.

Indonesia adalah digital heaven bagi penyedia jasa
internet. Menurut APJII (Asosiasi
Pengguna Jasa Internet Indonesia), pengguna internet tahun
2015 adalah sebesar 130 juta
pengguna yang meningkat menjadi 32 juta pengguna (30%) dari
tahun sebelumnya yang sebesar
107 juta pengguna. Ini adalah angka yang fantastik. Tahun 2015 diperkirakan ada sebanyak 50 juta
pengguna smartphone yang meningkat menjadi 70 juta saat ini
dan diyakini akan mencapai lebih
dari 100 juta di tahun 2020. Dengan akun sebanyak 76 juta di awal
tahun 2016, Indonesia merupakan pengguna Facebook keempat
terbanyak di dunia.
Hanya sekitar 9 juta orang belanja online tahun 2015. Menurut
Euromonitor, total nilai perdagangan online di Indonesia hanya
0,7% dari semua nilai penjualan ritel. Bandingkan dengan Tiongkok
(10,8%). Amerika Serikat (8,3%).
Singapura (3,4%) dan Malaysia
(0,9%). Rasio perdagangan online
yang masih rendah ini, dibarengi
dengan peningkatan pengguna
internet dan pembeli online yang
terus menerus meningkat dari
tahun ke tahun, memberikan kesempatan pertumbuhan ekonomi
EB News EDISI XXIII

16

LECTURER’S ARTICLE
digital di masa depan.
Potensi ekonomi digital juga
didukung dengan bonus demografi generasi internet (net generation) atau N-gen. Generasi
ini terdiri dari anak-anak muda
berusia 15 sampai dengan 39 tahun. N-gen merupakan pengguna
internet sekaligus potensi pelaku
ekonomi digital dengan populasi
sebanyak 110 juta orang (45%
dari total populasi sebayak 250
juta penduduk). Ada sebanyak 70
juta penduduk yang masih berumur di bawah 15 tahun. Lima belas tahun kedepan mereka maksimum masih berumur 30 tahun
dan jika mereka masih berbelanja
online sampai umur 39 tahun,
maka akan menjadi potensi Ngen besar sampai 24 tahun (15
tahun + (39 tahun – 30 tahun))
ke depan. Potensi lainnya adalah
besarnya kelas menengah yang
merupakan kandidat konsumen
e-commerce. Menurut Boston
Consulting Group (BCG), kelas
menengah di Indonesia di tahun
2013 berjumlah 74 juta orang dan
akan bertumbuh terus dari tahun
ke tahun.
Peluang yang besar dari ekonomi digital ini sudah ditangkap
dengan baik oleh penyedia-penyedia e-commerce raksasa di
Indonesia seperti Kaskus, Bhinneka, Tokopedia, Zalora, Berniaga, OLX, Bukalapak, Elevenia,
MatahariMall, Zalora,  Blibli, Berrybenka, Bilna, Saqina, Ladczada,
Ralali dan lainnya. Perusahaan
modal ventura juga mulai banyak
menawarkan startup untuk membangun bisnis online ini. Bahkan
Badan Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM) sudah memastikan mengijinkan pemodal asing
untuk dapat memiliki 100 persen
saham perusahaan e-commerce
dengan syarat pemitraan dengan
perusahaan lokal.

Selain potensi ekonomi
digital yang besar, beberapa ken17

EB News EDISI XXIII

dala masih dihadapi. Akses internet masih terkonsentrasi di Jawa
dan Bali. Masih terjadi digital
divide antar pulau di Indonesia.
Pembeli online terbanyak masih
berasal dari Jakarta, Yogyakarta,
Surabaya, dan Bali. Kendala lainnya adalah assymetric information antara penjual dan pembeli.
Di internet kita tidak tahu who
is the dog? Penjual sering menyembunyikan informasi penting produk yang dijualnya dan
kadang kala mengirim produk
yang mengecewakan. Pembeli
online juga memasalahkan keamanan pembayaran dengan
kartu kredit.
Ketinggalan di pengembangan ekonomi digital juga ditunjukkan oleh peringkat Indonesia
untuk pengembangan dan kesiapan information and communication technology (ICT) yang
belum tinggi. Di Asia, peringkat
Indonesia masih di bawah negara
tentangganya yaitu Thailand dan
Malaysia dan masih ketinggalan
jauh dari Korea Selatan dan Singapura. ICT Development Index (IDI)
oleh International Technological
Unit (ITU) merangking perkembangan ICT Indonesia di posisi
108 dari 167 negara untuk tahun
2015. Peringkat ini diperoleh
dari gabungan hasil kemampuan
mengakses ICT yang ditunjukkan
oleh Access index di peringkat
102, banyaknya pemanfaatannya
yang ditunjukkan oleh Use index
di peringkat 114, dan keahlian di
bidang ICT dengan Skill index di
peringkat 96.
Sedang menurut World Economic Forum (WEF) dengan Networked Readiness Index (NRI)
memposisikan kesiapan jaringan
digital Indonesia di peringkat 79
dari 143 negara dengan skor 3,9
dari total skor 7 untuk tahun 2015.
NRI dibentuk dari empat indeks
bagian, yaitu Environment subindex, Readiness subindex, Usage

subindex, dan Impact subindex.
Environment subindex berupa
lingkungan regulasi dan inovasi
bisnis dengan Indonesia berada
di peringkat 5,4 dengan skor 4.2.
Readiness subindex berada di
peringkat 96 dengan skor 4,2 (dipecah lagi menjadi infrastruktur
subindex di peringkat 98 dengan
skor 3,0, affordability subindex
di peringkat 99 dengan skor 4,3,
dan skills subindex di peringkat 63
skor 5,2). Usage subindex berada
di peringkat 77 dengan skor 3,7
(dipecah lagi menjadi Individual
Usage subindex di peringkat 97
dengan skor 3,0, Business Usage
subindex di peringkat 35 dengan
skor 4,1, dan Goverment Usage
subindex di peringkat 63 dengan
skor 4,1). Impact subindex di peringkat 74 dengan skor 3,6 (dipecah lagi menjadi Economy Impact
subindex di peringkat 78 dengan
skor 3,1 dan Social Impact subindex di peringkat 72 dengan skor
4,1).
Dari skor ICT Development
Index (IDI) dan Networked Readiness Index (NRI) diketahui bahwa
skill orang Indonesia dalam memanfaatkan ICT ternyata cukup
baik. Beberapa komponen masih
berperingkat dan bernilai rendah.
Komponen-komponen
indeks
yang bernilai rendah ini, yaitu infrastruktur, access, use, individual
usage, dan economy impact perlu
dibangun lebih baik lagi untuk
meningkatkan ekonomi digital
lebih lanjut. Infrastruktur perlu
dibangun merata di seluruh daerah di Indonesia mendukung
penetrasi internet untuk meningkatkan access dan use terutama
untuk individual usage, sehingga
dapat meningkatkan economy
impact lebih tinggi.
Presiden Jokowi benar. Ekonomi digital bukan pilihan. Ekonomi
digital baru dimulai.

WHO’S WHO

Wajah-wajah Baru Pegawai Keuangan
(Integrasi SDM FEB UGM Bagian 1)

R

uangan yang menghadap ke
timur dan bersebelahan dengan
ruangan bagian akademik Fakultas
Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM itu
identik dengan atmosfer kesibukan
pegawainya yang sehari-hari berurusan dengan uang dan data. Berada
di lantai tiga sayap timur, di sanalah
para mahasiswa FEB UGM biasanya
mengurus surat keterangan bebas tunggakan keuangan sebagai syarat untuk
pendadaran. Lalu, jika Anda menyempatkan datang ke tempat tersebut,
setelah membuka pintu, Anda pasti
akan disambut dengan senyum ramah
karyawati yang bertugas di front-desk.
Ya, itulah sekelumit gambaran mengenai bagian keuangan di FEB UGM.
Dan, sejak Januari 2016 lalu, ruangan
tersebut telah resmi dihuni oleh empat
wajah baru.
Mereka adalah Sri Pujiatmi, Deasy
Agustina Merdekawati, Suwandi, Putu
Andhiwidayanti yang sejak tujuh bulan
lalu dipindahtugaskan dari Bagian
Keuangan Program Studi (Prodi) Magister Sains (MSi) dan PPAK ke Bagian
Keuangan FEB UGM. Wandi menuturkan bahwa perpindahan mereka dari
prodi ke fakultas merupakan bagian
dari upaya pengintegrasian bagian
keuangan di FEB UGM. “Perpindahan
ini merupakan pilot project atas rencana
penyatuan seluruh bagian keuangan
di FEB UGM,” jelas Wandi. “Rencana

besarnyanya nanti seluruh bagian
keuangan di prodi akan dipindahkan di
kantor ini, jadi perpindahan kami menjadi salah satu upaya mencapai tujuan
tersebut,” sambung Putu.
Selain merupakan upaya pilot project, menurut Desi, upaya perpindahannya juga bertujuan untuk membantu
mengurangi beban kerja di keuangan
fakultas yang dinilai terlalu banyak. “Dari
awal saya diminta untuk membantu di
sini karena beban kerja sudah terlalu
banyak sehingga membutuhkan tenaga
baru,” ungkap Desi. Menurut Wandi,
tujuan adanya penyatuan bagian
keuangan ini agar pemrosesan segala
urusan surat pertanggungjawaban (SPJ)
menjadi lebih cepat. “Ketika ada urusan
kelengkapan dan revisi dokumen yang
berhubungan dengan SPJ, harapannya akan cepat diurus karena bagian
keuangan sudah dipusatkan di S1 ini,”
ujar Wandi menambahkan.
Secara keseluruhan, tugas bagian
keuangan di fakultas bermacam-macam. Desi menjelaskan bahwa pembagian tugas pegawai di antaranya adalah
mengurusi verifikasi, mengelola dana,
menjadi kasir, hingga mengurusi urusan
pajak. Desi melanjutkan bahwa sistem
kerja bagian keuangan fakultas menggunakan sistem sharing. “Kita sharing
pekerjaan. Misalnya, petugas yang
menjadi petugas pajak juga harus bisa
menjadi verikator. Jadi, jika ada pegawai

yang sedang non-aktif, pekerjaannya
tetap bisa diatasi,” tutur Desi.
Mengenai tanggung jawab pekerjaan, mereka menuturkan bahwa tugas
mereka sebenarnya tidak jauh berbeda
dari sebelumnya. Ada yang mendapat
tanggung baru dan ada yang mendapatkan tanggung jawab lebih karena harus
mengurusi dua tugas sekaligus. Putu
menjelaskan bahwa ia sebelumnya
berperan sebagai pemegang uang kas
(BUMK) di Prodi Magister Sains dan
Doktor, sekarang memiliki tanggung
jawab ganda sebagai BUMK dan kasir.
Sebagai kasir, ia berperan sebagai pintu
pembayaran semua kegiatan di fakultas.
Sedangkan Wandi yang sebelumnya
menjadi Koordinator di MSi, ia sekarang
murni menjadi BUMK di fakultas yang
bertugas untuk memproses semua pengajuan dana yang masuk.
Sebagai pegawai yang sudah
bertahun-tahun mengenyam banyak
pengalaman di bagian keuangan,
mereka berempat mengaku mengalami
banyak suka dan duka. Akhir tahun
menjadi salah satu momok tersendiri
bagi Desi. Berbeda dengan ketiga temannya yang berurusan dengan uang,
Desi mengaku lebih banyak berusan
dengan data. Pada akhir tahun, semua
data yang terkumpul harus ia selesaikan
dan laporkan. Lain dengan Desi, Putu
merasa tidak banyak yang berubah. Ia
mengaku menikmati perannya sebagai
pegawai bagian keuangan di FEB UGM
yang sudah ia jalani sejak tahun 2009.
Sedangkan Puji dan Wandi mengaku
bahwa mereka lebih banyak mengalami
“suka” daripada “duka”, terlebih setelah
dipindahtugaskan ke fakultas, Wandi
mengaku senang karena di kantor barunya ia bisa bersosialisasi dengan lebih
banyak teman.
Untuk harapan ke depannya, Desi,
yang sudah 17 tahun bekerja sebagai
pegawai di bagian keuangan mengatakan bahwa ia ingin mendapatkan
banyak pelajaran dan pengalaman baru
setelah ia dipindahtugaskan. Sedangkan
Putu dan Puji berharap agar koordinasi
yang sudah terjalin dapat dipererat lagi.
Lain dengan ketiga temannya, Wandi
sebagai satu-satunya pria dalam wawancara siang itu tak lupa mengungkapkan
keinginan terpendamnya. “Saya ingin
punya asisten yang cantik,” candanya
yang disambut tawa ketiga temannya
(Ira)
EB News EDISI XXIII

18

PARTNERSHIP

F

E B U G M ke m ba l i
m e na m b a h ke rj a s a m a d e nga n
Jö nkö pi ng I nte r n at i o n a l
B us i n e s s S c ho o l ( JI B S ) ,
Jö nkö pi ng U ni ve rs i t y.
S e be l um nya pa d a ta h un
2 0 1 3 F E B U G M pe rna h m e ra j ut ke r j a s a m a
de nga n JI B S a ka n teta pi
ha nya m e l i ng kupi Pro g ra m S 2 . Pa da ta hu n
2 0 1 6 i n i ke r j a s a m a
a nta ra F E B U G M de nga n
JI B S m e nj a di l e bi h l u a s ,
de nga n m e m b e r i ka n ke se m pata n u nt u k E xc h a nge
Pro g ra m ke pa da m a h a s i swa Pro g ra m S . S a l a h
s at u pe rsya rata n ya n g
ha r us di p e n uhi ya i t u
I E LTS m i ni m a l 6 , 5 . S e l a i n
i t u F E B U G M da n JI B S
j uga m e nga d a ka n ke rj a s a m a Jo i nt Re s e a rc h.

21

EB News EDISI XXIII

JI B S a d a l a h s e ko l a h bi s ni s ya n g te r ke na l de nga n r i s et- r i s et nya , ya ng
te r l eta k d i To r p a , Swe di a
da n b e rd i r i pa da ta hu n
1994.
S e l a i n m e nj a l i n ke rj a s a m a d e nga n JI B S ,
ta hun i ni F E B U G M j u ga
m e nj a l i n ke r j a s a m a d e nga n G ro upe ES C D i j o n
B o urgo g ne / B u rg und y
S c h o o l o f B us i n e s s ,
ya ng b e ra d a d i Pe ra nc i s .
Ke r j a s a m a a nta ra F E B
U G M de nga n B urg und y
S c h o o l o f B us i n e s s i ni
t i d a k j a u h be da de nga n
ke r j a s a m a a nta ra F E B
U G M de nga n J I B S ya i t u
be r ka i ta n de nga n p e nye l e ng ga ra a n S t ude nt
E xc ha nge Pro g ra m ya n g
t i d a k ha nya m e l i p ut i

Pro g ra m S a r j a na teta pi
j uga m e nca kup Pro g ra m
M a ste r. B u rg un dy S c h o o l
o f B us i n e s s m e m be r i ka n
ke s e m pata n ke pa da m a ha s i swa S 1 da n M a ste r
m a s i ng - m a s i n g 4 ( e m p at )
m a h a s i swa u nt uk m e ng ikut i Pro g ra m Pe r t uka ra n
te rs e but d a n s a l a h s at u
pe rsya rata n ya n g ha r us
di p e n uhi a d a l a h m e m punya i s ko r I E LTS m i ni m a l
6,5.

SYAWALAN
S YFAKULTAS
A W A L AEKONOMIKA
NSYAWALAN DAN BISNIS
S E K OFAKULTAS
N O M I KEKONOMIKA
A SYAWALAN
D A N BDAN
I S NBISNIS
IS
UNIVERSITAS
GADJAH
MADA
E R S I T A SUNIVERSITAS
G A D J A H GADJAH
M A D AMADA

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
EB News EDISI XXIII
UNIVERSITAS GADJAH MADA

I
I XXV
XX
V
I XXV
EB News
EDISI XXIII
EB News EDISI
XXIII

NEWS FROM ABROAD

“Gie it laldy, mate! ”

“Dude, always give your 100%!”

Salam hangat dari Glasgow

S

cottish saying di atas yang
diucapkan oleh supervisor saya di awal pertemuan kami tepat merangkum
seluruh nasihat penting yang
mengingatkan saya untuk terus
berusaha keras pada perjalanan
studi doktoral saya. Saat ini,
saya tercatat sebagai mahasiswa
doktoral di Marketing Department Strathclyde Business School
(SBS) yang berlokasi di Glasgow,
Skotlandia. Jujur pada awalnya,
tidak pernah sedikitpun terbersit
dalam benak saya untuk menempuh studi di tempat yang tidak
saya ketahui sama sekali seperti
ini. Namun, ungkapan “things
you don’t know will only excite
you” itu ternyata memang betul
adanya.
Kebutuhan untuk sekolah lagi
Bagi setiap dosen junior yang belum lama bergabung dengan FEB
UGM, menempuh studi lanjut di
jenjang doktoral adalah sebuah
kesempatan yang berharga untuk
mengembangkan diri dan memperluas jaringan di dunia akademik. Dengan motivasi itu, Saya
bersemangat memulai perencanaan studi lanjut. Artinya, Saya
harus mahir juggling beberapa
tugas (pengajaran, penelitian dan
pengabdian) yang sudah men-

23

EB News EDISI XXIII

jadi kewajiban ditambah dengan
persiapan mendaftar sekolah
dan beasiswa. Beruntung, pada
2014 awal ada skema beasiswa
LPDP yang sudah memungkinkan dosen untuk mendaftar,
karena pada waktu itu sebagai
dosen baru yang belum memiliki
NIDN saya belum dimungkinkan
untuk mendaftar beasiswa Dikti.
Alhamdulillah, proses mendaftar sekolah dan beasiswa dapat
dilakukan secara simultan. Pada
akhir Mei 2014, lamaran saya
untuk belajar di SBS direspon
positif oleh mereka diikuti dengan kabar baik dari LPDP yang
bersedia memberikan beasiswa
3 tahun untuk studi lanjut saya.
Sejak akhir Desember 2014, saya
memulai perjalanan baru dalam
hidup saya di Glasgow.
Mengapa ke SBS dan Glasgow?
Sejujurnya, tidak pernah terbersit
di benak saya untuk melanjutkan
studi di SBS. Seperti kebanyakan
orang awam lainnya, saya tidak
well-informed tentang SBS dan
Glasgow. Saya “menemukan”
SBS saat saya mencari supervisor
yang sesuai dengan topik riset
saya yang cukup spesifik mengenai Islamic marketing. Salah satu
akademisi di bidang tersebut
yang banyak disitasi adalah Aliak-

bar Jafari yang sekarang menjadi
lead supervisor saya. Berawal
dari situ, dimulailah pencarian informasi saya mengenai SBS. Saya
kemudian menemukan bahwa
ada alumni SBS yang berkarir di
FEB UGM, yaitu Pak Basu, Pak
Hardo dan Ibu Handini. Artinya,
SBS sebetulnya sudah tidak asing
lagi di FEB UGM. Hasil pencarian
saya kemudian memantapkan
saya untuk melanjutkan studi di
SBS karena SBS merupakan salah
satu dari 1% sekolah bisnis di
dunia yang mendapatkan triple
accreditation (AACSB, EQUIS
dan AMBA). SBS juga masuk ke
10 universitas di UK (pertama di
Skotlandia) yang memiliki ranking
tinggi dari Research Excellence
Framework (REF) yang mengukur
kuatnya dampak riset akademik
bagi industri. Selain itu, spesifik
bagi Marketing Department,
tambahan akreditasi dari industri
(Institute of Export, Chartered Institute of Marketing, dan Market
Research Society) menunjukkan
bahwa SBS memiliki jaringan
yang kuat dan luas dengan
industri.
Mantap memilih SBS berarti
saya harus rela melewati hari-

NEWS FROM ABROAD
hari yang “dingin” di Glasgow.
Kedatangan saya dua minggu
lebih awal dari tanggal masuk
ke program didasarkan
pada maksud saya untuk
beradaptasi dengan
dua tantangan terbesar:
cuaca dan dialek Scottish. Setelah lebih dari
satu tahun di Glasgow,
saya harus mengakui jika
bahkan sampai saat ini
pun saya masih harus
berjuang untuk tidak kalah
dengan cuaca di Glasgow,
yang dapat diringkas
dengan ungkapan “four
seasons in a day”. Pada
kasus ekstrim di musim
panas tahun lalu, bahkan
terjadi: cerah – hujan es – angin
kencang – hujan deras – cerah
– mendung – cerah dalam dua
jam. Oleh karena itu, mustahil
keluar rumah tanpa jaket jika
tidak ingin masuk angin. Tantangan lain yang tidak kalah menarik
adalah pemahaman dialek Scottish. Bahasa Inggris di Skotlandia
mendapatkan pengaruh kuat dari
bahasa Gaelic sehingga kadang
menjadi bahasa yang sama sekali
lain. Sebagai tambahan, Glasgow
memiliki Glaswegian slang yang
banyak dipakai oleh penduduk
lokal. Pada awal kedatangan,
kata-kata sakti saya adalah
“Pardon?” karena banyak tidak
paham dengan apa yang diucapkan orang lain, misalnya “Hou’s it
gaun?” untuk menanyakan kabar
dan “Gonnae no’ dae that!” untuk berkata tidak dengan sopan.
Namun dibalik tantangan yang
menarik tersebut, Glasgow
sebetulnya adalah tempat yang
menyenangkan dan homy.
Glasgow itu

artistik dan nyeni. Buchanan dan
Sauchiehall Street, daerah pusat
kota Glasgow, adalah kawasan

pedestrian yang setiap hari
mengakomodasi performace seni
warga Glasgow, dengan yang paling umum adalah musisi amatir
memainkan bagpipe, instrumen
musik khas berbagai negara,
bernyanyi dengan gitar, menari,
dan pantomim. Untuk hal nyeni,
favorit saya di Glasgow adalah
berbagai mural di ruang publik yang diganti secara berkala
dan dikelola secara profesional
oleh pemerintah kota. Glasgow
adalah kota yang penuh sejarah
dan alam yang sangat indah. Jika
berkendara sedikit saja keluar
dari Glasgow ke arah utara, mata
kita akan dimanjakan dengan
hamparan alam yang mengundang decak kagum. Rute Oban
– Glennfinan – Inverness adalah
favorit banyak orang yang rasanya tidak cukup di-eksplor dalam
waktu satu minggu. Glasgow
juga adalah kota yang sangat
menyukai keragaman. Pasca
Brexit dimana kasus rasisme

mulai marak di Inggris, Skotlandia
tetap ramah dan hangat kepada
pendatang.
Studi doktoral: Perjalanan mencari wisdom
Setelah selama lebih
dari satu tahun menjalani studi doktoral,
saya semakin menyadari
bahwa fase ini tidak melulu mengenai akademik
namun juga tentang
mengenali dan mengembangkan diri. SBS
memberikan ruang yang
luas bagi mahasiswa
doktoral-nya untuk mencapai kedua hal tersebut
secara seimbang. PhD
Village, open space yang menjadi
markas mahasiswa doktoral SBS
difungsikan sebagai pusat pertukaran ilmu dan informasi dimana
dosen, staf dan mahasiswa dapat
berinteraksi secara informal
untuk mendiskusikan berbagai
hal. PhD Village memungkinkan
saya untuk bersosialisasi, membangun jaringan dengan sesama
mahasiswa doktor dari berbagai
departemen, dan yang terpenting adalah kesempatan berdiskusi seluas-luasnya dengan mereka
dari berbagai latar belakang
keilmuan. Fasilitas ini menjadi
krusial karena pendekatan critical
theory yang saya gunakan untuk
penyusunan tesis menuntut saya
untuk dapat melihat sebuah
fenomena lewat beberapa sudut
pandang teori. SBS juga
secara rutin men-

NEWS FROM ABROAD

datangkan ahli di bidang pemasaran untuk memberikan seminar
singkat dan one-on-one consultation. Selama saya berada di
SBS, kami sudah meng-host John
Schouten, Robert Kozinets, Eileen
Fischer, Nil Ozcaglar-Toulousse, V
Kumar, Raghu Garud, David Sims,
Ann Cunliffe, Douglas Brownlie
dan Jonas Rokka. Format informal pada saat konsultasi tidak
hanya memberikan pencerahan
dalam hal akademik, namun juga
sebagai sarana memahami sikap
dan perilaku yang baik sebagai
seorang akademisi yang dituntut
untuk menjadi pribadi yang kritis.
Di SBS, satu hal yang saya sadari
adalah kurangnya diskusi grup
riset secara umum di Marketing Department. Menurut saya,
diskusi grup riset sebetulnya
sangat berguna untuk mendiskusikan update terbaru yang
terjadi di bidang pemasaran
secara umum dan di topik riset
secara lebih spesifik. Beruntung
hal tersebut tidak terjadi di grup
riset dimana saya bergabung. Di
SBS, saya tergabung pada grup
riset Consumption, Market &
Society yang sangat aktif melakukan pertemuan paling tidak dua
minggu sekali untuk membahas
artikel tertentu yang menarik

25

EB News EDISI XXIII

yang diusulkan oleh dosen dan
mahasiswa doktor. Selain itu,
mahasiswa doktor juga diminta
untuk menjelaskan riset-nya
kepada mahasiswa lain sebagai
ajang untuk mengumpulkan
feedback dan mendapatkan
insight baru mengenai riset yang
sedang dilakukan. Disini, saya
banyak belajar bagaimana caranya menganalisis sesuatu dengan
kritis, mendengarkan orang lain,
dan memberikan kontribusi pada
diskusi. Saya sadar, keterampilan
level ini tidak akan pernah kita
dapatkan jika kita tidak melakukan studi doktoral.
Studi doktor juga memungkinkan
saya untuk belajar mengenai
perencanaan, scheduling, komunikasi dan kontrol. Mahasiswa
memegang kendali penuh atas
perkembangan studi, dan hal
tersebut menempa kita menjadi
individu yang teratur, pekerja
keras dan realistis. Banyak kasus
dimana mahasiswa doktor harus
bersabar dan menekan ego-nya
karena kurang realistis merencanakan desain besar riset yang
akan dilakukan. Saya percaya
bahwa proses ini pada akhirnya
nanti akan membentuk karakter
menjadi individu yang jauh lebih
baik.

Penting: Support system
Karakteristik studi doktoral dengan topik riset yang sangat spesifik sebetulnya sangat potensial
membuat seorang mahasiswa
doktor menjadi seorang yang
soliter. Karena itu, kedekatan dan
dukungan yang kuat dari keluarga
dan teman untuk tetap membuat
kita merasa nyaman menurut
saya sangat penting. Saat pertama kali datang ke Glasgow, saya
mencari PPI lokal karena saya
tidak ingin merasa sendiri. Saya
juga berusaha untuk mencari flat
dengan sesama orang Indonesia untuk meminimalisir konflik
budaya.
Pada akhirnya, kita tahu bahwa
perjalan sebagai seorang PhD
memang bukanlah pilihan
yang mudah. Akan ada banyak
hambatan yang “mengganggu”
kelancaran proses dari awal sampai akhir. Namun, insya Allah, kita
akan dapat memperoleh hasil
akhir yang membahagiakan.
Terima kasih.

ADVERTORIAL

“The whole world is waiting for you out
there!”

H

ari itu, 23 Agustus 2015, adalah
salah satu hari paling penting
dan bersejarah dalam hidup
saya. Hari itu menjadi titik di mana
saya mulai merasakan banyak perubahan dalam diri saya. Hari itu juga
adalah hari di mana saya keluar dari
comfort zone untuk menjelajah dunia
baru yang penuh tantangan dan belum
pernah saya lihat sebelumnya. Ya, hari
itu adalah hari di saat saya berangkat
dari Yogyakarta ke Rotterdam, untuk
melanjutkan studi double degree program di Erasmus University Rotterdam,
Belanda.
Kehidupan Kuliah
Belajar di salah satu universitas terbaik
di
Eropa,
atau bahkan juga
di dunia,
adalah
ke s e m patan
y a n g
sangat
s a y ang
u n t u k
dile-

watkan. Di tempat inilah pakar ekonomi
Indonesia, seperti Mohammad Hatta
dan Kwik Kian Gie, pernah belajar. Di
tempat ini juga nobel pertama di bidang ekonomi dianugerahkan kepada
Jan Tinbergen, ekonom terkenal asal
Belanda. Pimpinan dari perusahaanperusahaan besar di Belanda, sebut
saja Shell, KLM, Phillips, Heineken, ABN
AMRO, dll., adalah produk-produk dari
universitas ini. Melihat track record
yang luar biasa dari Erasmus University Rotterdam, kualitas pendidikan di
sini sudah tidak dapat diragukan lagi.
Sistem pendidikan di Erasmus menuntut saya untuk selalu berpikir kritis dan
analitis. Pemahaman adalah hal yang
lebih diutamakan daripada sekedar
hafalan. Belajar dengan hanya menghafalkan textbook saja tidak cukup,
karena materi yang ditekankan kebanyakan membutuhkan pemahaman
lebih lanjut. Hal ini menjadi kesempatan besar bagi mahasiswa untuk bisa
mengeksplorasi lebih dalam mengenai
apa yang terjadi di balik semua teori.
Kesempatan ini didukung dengan tenaga pengajar yang juga merupakan profesional yang aktif di dunia kerja. Kelas
yang aktif dengan mahasiswa yang juga
kompetitif memberikan tambahan semangat bagi saya untuk selalu belajar
dan berpikir dua atau tiga langkah
lebih lanjut.
Kehidupan Berorganisasi
Kualitas kehidupan kuliah di Erasmus sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Namun, rasanya sangat
sayang jika saya belajar di tempat
di mana orang-orang hebat dari
berbagai penjuru dunia berkumpul
dan saya hanya belajar di dalam
kelas saja. Maka dari itu, saya bergabung dengan berbagai organisasi
kemahasiswaan, khususnya di bidang Finance, major yang saya ambil di Erasmus. Salah satunya, saya
mendapat kesempatan untuk men-

XXIX

jadi salah satu group leader di Erasmus
Investment Society, yang merupakan
salah satu komunitas investasi level
mahasiswa terbesar di dunia. Di sini
saya belajar untuk menyelesaikan masalah dengan orang-orang yang memiliki latar belakang yang berbeda. Bernegosiasi, presentasi, berpendapat, dan
meyakinkan setiap anggota mengenai
ide dan analisis mengenai sebuah perusahaan, kebijakan, maupun kondisi
ekonomi terkini menjadi pelajaran berharga yang saya petik di organisasi ini.
Kegiatan di Erasmus
Erasmus University terletak di Rotterdam, kota dengan pelabuhan terbesar
di Eropa. Hal ini menjadi keuntungan
besar bagi sebuah institusi pendidikan.
Banyak perusahaan besar yang datang
dan memberikan guest lecture, workshop, dan aktivitas-aktivitas lainnya
bagi mahasiswa. Akan tetapi, karena
tingginya demand mahasiswa dan terbatasnya tempat, kebanyakan dari aktivitas ini memerlukan seleksi. Di sini
saya mendapat pelajaran yang menurut
saya sangat berharga,yaitu merasakan
bagaimana rasanya gagal, ditolak, dan
bagaimana caranya harus bangkit dan
mencoba lagi. Pada akhirnya, saya
beruntung untuk bisa mengikuti beberapa acara yang ada, setelah berkali-kali menerima penolakan karena
begitu kompetitifnya persaingan. Saya
sangat bersyukur saya tetap mencoba
pada saat itu. Jika tidak, saya bisa melewatkan kesempatan langka untuk
bertemu, bertanya, dan berdiskusi
dengan pimpinan perusahaan-perusahaan ternama. Keuntungan besar yang
juga saya dapatkan ketika belajar di
sini adalah akses ke dunia profesional
internasional yang begitu terbuka.
Saya merasa sangat beruntung saat
mendapat kesempatan untuk mengikuti sebuah konferensi investasi tingkat
internasional di London, Inggris. Di
sana, saya bisa bertemu dan menjalin

ADVERTORIAL
koneksi dengan teman-teman mahasiswa dari berbagai universitas terbaik
di dunia, sebut saja London School of
Economics, Cambridge University, HEC
Paris, Frankfurt School of Finance, NTU
Singapore, Melbourne University, dan
masih banyak lagi. Merupakan suatu
kebanggaan tersendiri untuk menjadi
satu-satunya mahasiswa dari Indonesia yang bisa bertemu dan berdiskusi
dengan orang-orang penting di dunia
finansial dari berbagai belahan dunia,
seperti New York, London, Amsterdam,
Paris, dan Stockholm.
Kehidupan Sosial
Work hard, play hard. Live your life to
the fullest. Mungkin dua kutipan ini
bisa merangkum kehidupan sosial saya
di Erasmus. Kehidupan kuliah, organisasi, dan kegiatan yang padat memang
terkadang membuat saya penat. Maka
dari itu, keseimbangan antara leisure
dan work sangatlah penting. Hidup di
tengah komunitas yang penuh dengan
mahasiswa internasional memberikan
banyak ruang untuk melepas penat
dan bersantai sambil menjalin koneksi.
Saya bertemu dengan orang-orang luar
biasa yang membuat saya bisa mencoba dan mencapai apa yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan.
Contohnya, ketika saya berhasil menyelesaikan lari marathon 10 km pertama
saya di Rotterdam. Hal ini tidak akan
pernah saya capai jika saya tidak bertemu dengan teman-teman yang juga
bersemangat dan saling memotivasi.
Pengalaman unik lain juga pernah saya
alami ketika mengikuti turnamen sepak
bola mini antarmahasiswa di Rotterdam. Uniknya, tim saya terdiri dari

10 orang yang berasal dari 10 negara
yang berbeda. Bagi saya, selagi masih
muda, sekarang adalah saat yang tepat
untuk pergi melihat dunia dari sisi yang
lain. Carilah pengalaman-pengalaman
baru, temuilah orang-orang baru, dan
lakukanlah hal-hal yang baru, because
you only live once! Pengalaman-pengalaman yang saya alami di sini mengingatkan saya untuk selalu memaksa
diri dan keluar dari comfort zone saya.
Buatlah dirimu di masa depan berterimakasih atas keputusan yang kamu
buat saat ini. Dan saya berterimakasih
kepada diri saya (dan juga orang tua
dan orang-orang dekat yang selalu
mendukung), yang memutuskan untuk
mengikuti double degree program di
Erasmus University Rotterdam.

STUDENT’S CORNER

Eringga
EringgaErfiana
Erfiana

Melalang Buana Berlomba hingga ke London

I

alah Eringga Erfiana, mahasiswa jurusan akuntansi yang
di awal tahun 2016 ini berhasil menyabet lebih dari tiga
penghargaan sekaligus baik di
tingkat nasional maupun internasional. Di bulan April silam, ia menjadi representasi
Indonesia dalam ajang Global
Round Unilever Future Leaders’ League setelah meraih
gelar Best Individual Winner
and First Place Winner Unilever Future Leaders’ League
Indonesia. Maret lalu, ia pun
juga dinobatkan menjadi Best
Individual sekaligus Best Team
dalam kegiatan Mandiri Young
Leaders 2015/2016. Tak berhenti sampai di situ, Mei silam
ia dan timnya berhasil meraih
juara pertama dalam Wow
Case Competition 2016 yang
diselenggarakan oleh Marketeers bekerja sama dengan
Pertamina.
Prestasi-prestasi yang telah
didapatkannya tentunya tidak
luput dari usaha yang keras.
Semangat dan kerja keras gadis asli Yogyakarta ini diakuinya didasari oleh keinginannya
membalas budi orangtuanya.
“Mereka bekerja lebih keras,”
ungkapnya. Ia merasa kerja
keras yang dilakukan oleh kedua orangtuanya harus
dibayar

pula dengan tekad dan usaha dalam menjalankan masa
perkuliahannya di Fakultas
Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB) supaya
mereka dapat ‘pensiun’ lebih
muda. Selain itu, menurutnya semangat dan kerja keras
yang dilakukan ini juga dapat
membawanya lebih siap dalam
menghadapi persaingan khususnya ketika nantinya lulus
menjadi sarjana. “Bisa dibilang
cutting the waiting time untuk
meniti karier,” ujar Eringga.
Benar saja, berkat usahanya
dalam menjalankan kompetisi Mandiri Young Leaders, ia
mendapatkan tawaran pekerjaan di Bank Mandiri. Proyek
yang ia garap selama kompetisi
berlangsung bersama dengan
timnya pun berhasil masuk ke
dalam incubator business untuk bisa diimplementasikan di
Bank Mandiri ke depannya. Tidak hanya sampai di situ saja,
akhir bulan Mei silam ia pun
mendapat hadiah untuk bisa
mengunjungi kantor Mandiri
yang ada ddi Singapura.
Akan tetapi
mengikuti
ajang lomba
bukan
hanya soal
memenangkan penghargaan

menurutnya

tetapi juga soal mengukur diri,
memperluas wawasan, serta
memperluas jaringan.
Dari
pengalamannya menginjakkan
kaki di London untuk mengikuti grandfinal Unilever Future
Leaders’ League, meski belum
bisa membawa title juara pertama, ia mengaku mendapatkan banyak insight mengenai
marketing yang dibawa oleh
finalis-finalis lain yang berasal
dari tiga puluh negara yang
berbeda-beda. Di samping itu,
mahasiswi akuntansi ini juga
mendapatkan
kesempatan
khusus untuk mengunjungi
langsung Headquarter Unilever.
Di balik itu semua, tentu
banyak pengorbanan yang harus ia lakukan. Ia pun kerap
disebut “Queen of Tradeoff”
di antara teman-temannya.
Pasalnya, banyak pengorbanan
yang harus ia keluarkan untuk
mendapatkan
pencapaianpencapaiannya. “Saya mengambil semester gap (cuti)
selama satu semester untuk
bisa fokus menjalankan lombalomba di semester ini,”cerita
Ringga pada tim EB News. Ketika menjalankan lomba-lombanya, Eringga juga mengaku
harus bekerja lebih keras. Ia
bercerita
ia
sempat
harus tidur
h a nya
dua samp a i
dengan
t i g a

STUDENT CORNER
jam untuk bisa menyelesaikan
seluruh kebutuhan-kebutuhan
lombanya yang akan berlangsung.
Ketika tim EB News meminta resep rahasia sukses menjalankan kompetisi-kompetisi
yang diselenggarakan oleh
korporasi, Eringga pun tak segan untuk membaginya. “Pada
dasarnya ada tiga hal yang
menjadi kunci yakni pahami
tipe lombanya, pahami value
perusahaan, dan yang terakhir
give extra efforts,” ungkapnya.
Ia kembali menjelaskan satu
per satu bahwasanya memahami tipe lomba haruslah dilakukan karena pada dasarnya
terdapat beberapa jenis lomba
(ada business case, business
plan, dan sebagainya). Kedua,
memahami value perusahaan
juga menjadi kunci yang harus
dilakukan supaya bisa memikat hati pihak penyelenggara.
Terakhir, extra efforts menurutnya juga sangatlah penting untuk bisa membedakan dengan
kompetitor-kompetitor lain.
Ketika ditanya soal rencana
ke depan setelah lulus dari FEB
UGM, mahasiswi yang pernah
menjadi Duta Museum D.I. Yogyakarta 2014 ini mengungkap
masih dalam beberapa pertimbangan. Pasalnya ia mendapatkan beberapa tawaran setelah
ia berhasil memenangkan lomba-lomba, salah satunya ialah
tawaran bekerja dalam program Mandiri Young Leaders.
Meskipun demikian, ia mengaku ingin menjadi dosen FEB

UGM. “Harapannya bisa menjadi dosen tapi juga sebelumnya ingin
memiliki
p e n ga l a manbekerja
di
korporasi supaya bisa
d i b a g i ka n
k e p a d a
mahasiswa
kelak,” papar Eringga
m e n ga k h i r i
wawancara
dengan
tim
EB News pada
kali ini.

EXCHANGE STUDENTS’ COMMENTS

Denise Bocius

Hochschule Bremen University of Sciences
Try
Theout
lectures
everything
were mostly
there is!
interesting
Expect toand
havefun,
more
especially
class assignments,
Cross Culture
individual
Management.
as wellItas
group
works that
to be
week. This
might sound
thancan
it islearn
and
was a lecture
withhave
theory
butdelivered
also witheach
intercultural
discussion
fromharder
which you
will
leave you
of time
to explore
ofpeople
islands.and
Take
your we
a lot.still
Through
the heaps
exchange
program
I havethis
metamazing
so manycountry
amazing
I hope
picks;
someone
trips,
youthe
aretime
here,inthe
time
will
run away!
Indonesia
is
all seeplan
us again
day.because
I really once
enjoyed
Jogja
and
Indonesia
and
I will miss
breathtaking
andthe
Jogja
is a very good city to live in and get to know it all at once! Enjoy.
the country and
people.

Eline Tetteroo
Erasmus University Rotterdam
Indonesia is the most beautiful country I have ever been in my life. It’s beautiful nature
and kind people are contributing to this. Especially Yogyakarta, which became my second home. Every time we came back from a trip it felt like coming home. I love the city,
all the motorbikes, all the waroengs, the kind people.

EXCHANGE STUDENTS’ COMMENTS

Stefan Heilig

University of Innsbruck
Try out everything there is! Expect to have more class assignments, individual as well as
group works that have to be delivered each week. This might sound harder than it is and
will still leave you heaps of time to explore this amazing country of islands. Take your
picks; plan some trips, because once you are here, the time will run away! Indonesia is
breathtaking and Jogja is a very good city to live in and get to know it all at once! Enjoy.

Michael Barreto Müller
Technische Hochschule Köln
My semester abroad at MMUGM was a fascinating experience. I learned a lot about the
Indonesian culture and worldview. The way of teaching in Indonesia is different from
the approach I knew and has broadened by horizon. I highly recommend coming to
Yogyakarta and immersing into this exciting and overwhelming culture.

FACILITIES

Pembangunan Jembatan untuk Mewujudkan
FEB UGM yang Terintegrasi

T

erdapat pemandangan berbeda di
Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB)
Universitas Gadjah Mada (UGM)
beberapa bulan terakhir. Adanya pembangunan di sisi utara gedung S1 FEB UGM
membuat mobil dosen tidak dapat masuk
melewati pintu utara. Hal tersebut dikarenakan adanya proyek pembangunan yang
dilakukan oleh FEB UGM. Proyek ini bukan
berkaitan dengan pembangunan gedung/
tower baru di FEB UGM, melainkan proyek
ini berkaitan dengan pembangunan
jembatan penghubung laintai 3 antara
gedung S1 dan Magister Sains dan Doktor
(MSi) FEB UGM.
Meskipun terlihat sepele, tetapi
pembangunan jembatan penghubung
ini memegang peran yang sangat penting
untuk menunjang fungsi pendidikan dan
pengajaran di FEB UGM. Sebenarnya,
perencanaannya pun sudah ada sejak
tahun 2013. Keterusikan yang mendorong adanya pembangunan jembatan
penghubung ini ialah kesulitan mengakses antar gedung di FEB UGM. Sebagai
contoh, apabila terdapat mahasiswa MSi
yang biasanya menggunakan gedung MSi
hendak mengurus permasalahan administrasi dan akademik, maka harus berputar
jauh untuk menuju kantor administrasi
dan akademik yang berada di gedung S1
FEB UGM.
Selain itu, pembangunan jembatan

33

EB News EDISI XXIII

penghubung ini
akan mempermudah akses
auditoriumauditorium FEB
UGM yang notabene menjadi
tempat sentral
penyelenggaraan acaraacara seminar,
kuliah umum,
maupun
acara penting
lainnya. Perlu
diketahui, FEB
UGM memiliki
tiga auditorium
utama, yaitu
Auditorium Magister Manajemen dengan
kapasitas 400 peserta, Auditorium BRI
Magister Sains dan Doktor dengan kapasitas 150 peserta, dan Autorium Djarum
Hall Pertamina tower dengan kapasistas
125 peserta. Dengan adanya jembatan
penghubung ini, maka peserta, tamu
undangan, maupun pembicara dapat
berpindah dari gedung MSi atau gedung
S1 FEB UGM menuju auditorium dengan
lebih praktis.
Pembangunan jembatan penghubung
ini juga akan memberikan kemudahan
bagi Dosen/pengajar FEB UGM untuk
berpindah gedung dari S1 ke MSi ataupun
sebaliknya. Karena pada dasarnya
sebagian besar ruang dosen FEB UGM
berada di gedung S1 FEB UGM. Dengan
demikian, kewajiban mengajar mahasiswa S1 maupun MSi yang sebelumnya
ruang kelasnya terpisah jauh sudah bukan
menjadi masalah karena ruang kelas dapat
diakses dengan lebih mudah. Pak Agus
Kepala Bagian Sarana dan Prasarana FEB
UGM menyampaikan, “Pembangunan
jembatan penghubung ini tidak lain
untuk menunjang fungsi pendidikan dan
pengajaran”.
Dibalik pembangunan yang membutuhkan biaya sekitar 400 juta rupiah
ini, terdapat proses yang cukup panjang.
Dimulai dari tahun 2013 berkaitan dengan
wacana pengintegrasian gedung FEB

UGM. Hal ini dilandasi pemikiran bahwa
seluruh gedung FEB UGM seharusnya bias
dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa
tanpa terkotak-kotakkan status mahasiswa
S1, S2, maupun S3. Bertandang dari rencana tersebut maka FEB UGM mempersiapkan pra-design (gambaran makro) dari
pembangunan jembatan penghubung
ini. Kemudian, desain ini diajukan ke
pihak rektorat UGM untuk mendapatkan
persetujuan. Setelah disetujui, barulah FEB
UGM merancang anggaran dan desain secara detail. Proses ini belum selesai karena
masih ada usulan lelang yang dilakukan
oleh pihak rektorat UGM. Setelah lelang
diselesaikan, maka proyek pembangunan
baru dapat dieksekusi.
Proses pengajuan pra-design hingga
dapat dieksekui kurang lebih memakan
waktu 5 bulan. Saat ini, pembangunan
proyek jembatan penghubung telah selesai dilaksanakan. Secara resmi, jembatan
penghubung dapat digunakan mulai 1
Agustus 2016 atau semester gasal tahun
ajaran 2015/2016. Bukan sekadar fasilitas
yang mempermudah akses gedung, pada
semester gasal ini, ruang kelas S1 FEB
UGM diintegrasikan dengan ketersediaan
ruang kelas yang ada di gedung MSi.
Hal ini mengingat adanya permasalan
kekurangan kelas untuk proses pengajaran
mahasiswa S1 di gedung S1 FEB UGM.
Diharapkan dengan pembangunan ini
akan semakin memperlancar proses
pengajaran.
Secara umum, proyek pembangunan
jembatan penghubung ini tidak menemui
suatu kendala yang berarti. Hal ini tidak
terlepas dari proses persiapan desain yang
matang dan supervisi intensif. Jembatan penghubung ini telah dinyatakan
memenuhi standar layak guna dari
Kementerian Pekerjaan Umum. Selain
itu, letak jembatan yang berada di lantai 3
memungkinkan untuk jalur pintu masuk
gerbang utara yang berada di bawahnya
dilalui oleh oleh mobil maupun truk pemadam kebakaran apabila terjadi kondisi
darurat. Pada akhirnya, selamat menikmati
kemudahan akses seluruh fasilitas di FEB
UGM !

SCHOLARSHIP AND RECRUITMENT

BEASISWA R-ZIS UGM 2016/2017
R-ZIS UGM telah membuka beasiswa bagi mahasiswa/i aktif UGM semua angkatan, baik Strata-1 maupun Sekolah
Vokasi.
Adapun persyaratan administrasi adalah:
1. Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan daerah asal.
2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
3. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
4. Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).
5. Surat rekomendasi dari fakultas.
6. Transkrip nilai yang telah dilegalisir.
7. Kartu Hasil Studi (KHS) terbaru.
8. Fotokopi SKHUN & ijazah SMA/sederajat (mahasiswa baru).
9. Pas foto 3 x 4 sebanyak 2 lembar (berwarna).
10. Curriculum Vitae (daftar riwayat hidup) terbaru.
11. Mengisi formulir permohonan beasiswa yang tersedia di Kantor R-ZIS UGM.
Berkas dikumpulkan di kantor R-ZIS UGM paling lambat Sabtu, 20 Agustus 2016 pukul 16.00 WIB.

UGM Integrated Career Days 2016 adalah kesempatan Anda untuk
memulai perjalanan Anda di dunia karier! Kami sangat mendorong
Anda untuk mengeksplorasi kesempatan karier yang sesuai dengan
keinginan, kemampuan, dan kepribadian Anda.
UGM Integrated Career Days 201 juga memfasilitasi mahasiswa dan
alumni yang ingin dan membutuhkan informasi beasiswa studi lanjut.
Setelah menyelesaikan Program Sarjana, Diploma, atau Pascasarjana,
alumni bahkan sejak masih menjadi mahasiswa, akan dihadapkan
pada beberapa pilihan yaitu berkarier dengan bekerja atau melanjutkan belajar ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk alasan
pengembangan karier yang telah dijalani atau untuk membangun
karier yang membutuhkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Pilihan untuk melanjutkan belajar diiringi dengan pilihan-pilihan lain

seperti pendanaan mandiri atau
beasiswa. Beasiswa menjadi
pilihan yang sangat menarik,
terlebih kini banyak organisasi
atau institusi pemerintah Indonesia dan asing maupun swasta
yang menjadi lembaga donor
beasiswa.
Pameran karier dan beasiswa
juga akan didukung dengan
talkshow seputar karier dan
beasiswa yang akan memperkaya pengetahuan sekaligus
pertimbangan bagi Anda untuk
memutuskan jalur karier mana
yang sesuai dan langkah strategis yang harus Anda lakukan.
Tak lupa, tema wirausaha juga
diangkat dalam talkshow karena
wirausaha adalah jalur karier
yang masih luas tersedia bagi
mahasiswa dan alumni.
Sampai jumpa pada 10 dan
11 Agustus 2016, pukul 09.00
- 16.00 di Grha Sabha Pramana
UGM!
EB News EDISI XXIII

34

ALUMNI CORNER

Ir. Muhammad Ade Irfan, MBA., IPM.
Berkesempatan untuk mengenyam pendidikan Master of
Business Administration (MBA) di
MM FEB UGM, lulus tahun 2012.
Saat mengambil kuliah MM, bersama dengan teman – teman seangkatan yang terkenal dengan
angkatan AP12A, yang artinya
kelas Akhir Pekan Angkatan 12A,
35

EB News EDISI XXIII

berusaha membangun network
intens dan menerapkan dasar
– dasar bisnis dengan mendirikan perusahaan patungan yaitu
PT. AP12A. Perusahaan ini resmi
berdiri di Jakarta tahun 2010,
terdaftar di Kepmenkumham, berakte notaris, mempunyai NPWP
dan mempunyai legalitas resmi

dari Pemprov DKI dan Departemen Perindustrian. Ini adalah
sejarah baru, dimana mahasiswa
MM seangkatan berkumpul dan
mendirikan perusahaan untuk
mengembangkan network dan
belajar berbisnis. Usaha pertama
PT. AP12A adalah pengelolaan
perparkiran gedung MM UGM

ALUMNI CORNER
Jakarta terletak di Jln. Dr. Sahardjo, Manggarai - Tebet, Jakarta
Selatan. Kemudian bisnis inipun
berkembang dengan mengambil
porsi consultancy untuk Engineering di oil & gas, power plant,
mining, dan petrochemical.
Saat kuliah MM mengambil specific di Strategic Management
dengan tujuan agar dapat teori
dan pengetahuan tentang kemampuan analisa perusahaan,
competitor, kerjasama operasi,
dan environment bisnis.
Ternyata ilmu yang diambil selama kuliah di MM FEB UGM,
sangat diperlukan dan sangat
membantu memberikan arah
tepat bagi perusahaan yang sedang bersaing, kebetulan saat itu
dipercaya oleh perusahaan untuk
memegang Business and Development Department di sebuah
perusahaan swasta nasional di oil
and gas. Dengan perencanaan tepat, analisa competitor, rekayasa
sumberdaya, rekayasa teknologi,
supply chain management, maka
pada 2012 -2015 berhasil menandatangani kontrak proyek baru
sebesar USD 560 Mio (kumulatif).
Ilmu selama kuliah di MM FEB
UGM juga sangat reliable serta
aplikatif untuk bisa menyelesaikan project management on
schedule, bahkan dengan low
budget. Hal ini dikarenakan pengetahuan tentang resources capability dan scheduling sangat
erat dengan strategic management, tanpa keduanya, dapat
dipastikan bahwa project akan
delay, resources over numbering,
over budget, dan low technology. Sekarang saya dipercaya sebagai Project Manager USD 360
Mio, delivery 42 months, di salah
satu perusahaan kontraktor oil
and gas. Beberapa project mining, petrochemical, oil and gas,
services selalu dapat dikerjakan
dengan budget 85 – 90% lebih

rendah dari target perusahaan,
on schedule, dan zero accidents.
Aktifitas sekarang, selain sebagai project manager juga meluangkan waktu berbagi pengalaman dan sharing tentang
strategic management, namun
yang bersifat aplikatif untuk dunia Engineering – Procurement
– Construction (EPC) di industry
oil and gas, mining, petrochemical, dan power plant. Beberapa
lembaga pernah mengundang
sebagai
pembicara
untuk materi – materi
project management,
diantaranya dari lembaga swasta, ITS Surabaya, UGM Jogjakarta,
UNIBRAW Malang, dan
perusahaan
BUMN.
Materi yang disampaikan sangat diperlukan
di dunia project management yaitu strategi
cost and estimating
management, strategi
project
engineering
execution
management, risk and interface management, dan
strategi planning management.
Selain dunia kerja
yang digeluti, aktifi-

tas organisasi yang diikuti adalah
dipercaya sebagai sekretaris Bidang Pemberdayaan Alumni,
KAFEGAMA, kepengurusan 2015
– 2018. Dan dipercaya juga untuk
mengemban sebagai ketua bidang Kajian Strategis Pembangunan Nasional, KAFEGAMA – MM
periode 2015 – 2020.
Slogan kehidupan “Tetaplah
Berbuat Baik, Meskipun Disekelilingmu Mencibir dan Mencemoohmu”

EB News EDISI XXIII

36

Keluarga Besar
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada
turut berduka atas meninggalnya:
Budiono Sri Handoko, Dr., M.A (Alm)
Dosen Jurusan Ilmu Ekonomi FEB UGM
Goedono, Prof., Dr., MBA., CMA., Ak., CA. (Alm)
Dosen Jurusan Akuntansi FEB UGM
Semoga Almarhum semua diberikan tempat disisi-Nya

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful