Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

BAHAYA ZINAH DAN PERGAULAN BEBAS


X AKUNTANSI 1
SMKN 1 KOTA SERANG

ANGGOTA KELOMPOK 2:
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)

DILA LUKITA SARI


DESTI AJIZD RAMADANI
DIVA SHAKIRA NAYLA FEBRIANI
AMALIA MUSLIMAH
AURA TASYFIYANA
ANNISAAMAHIRH
FARHANAH

Assalamualaikum.wr.wrb

Pergaulan Bebas Dalam Pandangan Islam Sungguh ironis generasi


muda di negri ini, banyak dari mereka yang tergelincir dalam pergaulan.
Betapa tidak, pergaulan bebas kini telah terjadi dimana-mana, dari
kalangan dewasa, remaja, bahkan sebagian anak SD nampaknya juga ikutikutan. Laahaulaa Wala Quwwata Illaa Billah. Semoga Allah Taala menolong
generasi muda ini dari penyakit SEPILIS (Sekularisme Plurarisme
Liberalisme), amin.
Islam adalah Agama yang rahmatan lil alamin, sebagaimana
perkataan Umar bin Khattab Radhiallahuanhu dalam ucapannya yang
populer, Dulunya kita adalah kaum yang paling hina, kemudian Allah
Subhanahu wa Taala memuliakan kita dengan agama Islam, maka kalau
kita mencari kemuliaan dengan selain agama Islam ini, pasti Allah
Subhanahu wa Tala akan menjadikan kita hina dan rendah. [Riwayat Al
Hakim dalam Al Mustadrak (1/130), dinyatakan shahih oleh Al Hakim dan
disepakati oleh Adz Dzahabi.]. Sebagai seorang muslim, kita harus bangga
bahwa betapa sempurna dan indahnya ajaran islam ini, karena apa-apa
yang yang membawa keburukan atau kebaikan, kebinasaan atau
kebahagiaan, telah dijelaskan semuanya dalam syariat islam ini.
Allah Subhanahu wa Tala memerintahkan kepada orang-orang yang
beriman untuk merasa bangga dan puas dengan karunia yang dilimpahkAnNya kepada mereka, yaitu petunjuk dalam syariat-Nya yang diturunkAn-Nya
untuk kebaikan dan kemaslahatan hidup manusia. Allah Subhanahu wa
Taala berfirman, Katakanlah, Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya,
hendaklah dengan itu mereka (orang-orang yang beriman) bergembira
(berbangga), kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa
(kemewahan duniawi) yang dikumpulkan (oleh manusia). (QS. Yunus: 58).
Kita dillarang berbuat segala bentuk kemungkaran dan kemaksiatan,
karena perbuatan tersebut akan membawa kita kepada kehancuran dan
kebinasaan. Islam melarang keras pergaulan bebas, karena perbuatan
tersebut termasuk corong atau jalan bagi seseorang untuk melakukan
perbuatan zina, campur baurnya antara lelaki dan perempuan. Tentu ini
sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Sungguh benar ucapan
Rasulullah shallallahu alahi wasallam, "Pasti akan ada dari ummatku suatu
kaum yang (berusaha) menghalalkan zina, sutra, khomer (minuman keras),
dan alat-alat musik!." (H.R. Bukhari no. 5466)
Saudara-saudaraku kaum muslimin,Tidakkah anda ingat ucapan Allah
Ta'ala dalam Kitab-Nya yang mulia,"Dan janganlah kamu mendekati zina,

sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan
yang jelek". (Q.S. Al Israa': 32). Berpalingnya manusia dari mengamalkan
petunjuk-Nya dalam kehidupan mereka adalah sebab utama dan terbesar
yang mendatangkan kesengsaraan dan penderitaan hidup yang tiada
hentinya bagi mereka.
Allah Subhanahu wa Taala berfirman, Dan barangsiapa yang
berpaling dari peringatAn-Ku, maka sesungguhnya dia (akan merasakan)
kehidupan yang sempit (di dunia) dan Kami akan menghimpunkannya pada
hari kiamat dalam keadaan buta. (QS. Thaaha: 124).
Imam Asy-Syaukani berkata, Makna ayat ini: Sesungguhnya Allah
Subhanahu wa Taala menjadikan (memberikan balasan) bagi orang yang
mengikuti petunjuk-Nya dan berkomitmen dengan agama-Nya dengan
kehidupan yang (penuh) kenikmatan di dunia, tanpa ada kesedihan,
kegundahan dan kesusahan (dalam) dirinyaDan Dia menjadikan
(memberikan balasan) bagi orang yang enggan mengikuti petunjuk-Nya dan
berpaling dari agama-Nya dengan kehidupan yang sempit serta (penuh
dengan) kepayahan dan penderitaan (di dunia). Bersamaan dengan semua
penderitaan yang menimpanya di dunia, di akhirat (kelak) dia akan
(merasakan) penderitaan, kepayahan dan kesempitan hidup yang lebih
berat lagi. [Kitab Fathul Qadiir (5/34)]
Pergaulan bebas dan kerusakannya Termasuk perkara yang
diharamkan dalam Islam karena besarnya kerusakan yang ditimbulkannya
adalah pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan tanpa ada ikatan
yang dibenarkan dalam syariat. Bahkan perbuatan ini merupakan biang
segala keburukan dan kerusakan yang terjadi di masyarakat.
Rasulullah shallallahu alahi wasallam telah mengingatkan besarnya
kerusakan dan fitnah yang ditimbulkan oleh perempuan terhadap laki-laki
dalam sabda beliau shallallahu alahi wasallam: Aku tidak meninggalkan
setelahku fitnah (keburukan/kerusakan) yang lebih berbahaya bagi kaum
laki-laki melebihi (fitnah) kaum perempuan[HR. Bukhari (no. 4808) dan
Muslim (no. 2740)]. Imam Ibnul Qayyim menjelaskan hal ini dalam ucapan
beliau, Tidak diragukan lagi bahwa membiarkan kaum perempuan bergaul
bebas dengan kaum laki-laki adalah biang segala bencana dan kerusakan,
bahkan ini termasuk penyebab (utama) terjadinya berbagai melapetaka
yang merata. Sebagaimana ini juga termasuk penyebab (timbulnya)
kerusakan dalam semua perkara yang umum maupun khusus.
Pergaulan bebas merupakan sebab berkembangpesatnya perbuatan
keji dan zina, yang ini termasuk sebab kebinasan massal (umat manusia)

dan wabah penyakit-penyakit menular yang berkepanjangan[Seperti


penyakit AIDS dan penyakit-penyakit kelamin berbahaya lainnya, nauudzu
billahi min dzaalik].
Termasuk penyebab besar (terjadinya bencana) pada negri ini adalah
banyaknya terjadi perbuatan zina karena membiarkan kaum perempuan
bergaul bebas dengan kaum laki-laki. Seandainya para pihak yang
berwenang mengetahui kerusakan (besar yang ditimbulkan) dari perbuatan
ini dalam (urusan) dunia dan masyarakat belum lagi urusan agama maka
mereka pasti akan melarang dengan sekeras-kerasnya perbuatan tersebut.
(Shahabat yang mulia) Abdullah bin Masud radhiallahu anhu berkata, Jika
perbuatan zina telah nampak (tersebar) di suatu negeri maka Allah akan
membinasakan negeri tersebut[Kitab Ath-Thuruqul Hukmiyyah, (hal. 407408)]. Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah lebih menegaskan hal ini
dalam ucapan beliau, Dalil-dali (dari Al-Quran dan hadits Nabi shallallahu
alahi wasallam) secara tegas menunjukkan haramnya (laki-laki yang)
berduaan dengan perempuan yang tidak halal baginya, (demikian pula
diharamkan) memandangnya, dan semua sarana yang menjerumuskan
(manusia) ke dalam perkara yang dilarang oleh Allah.
Dalil-dalil tersebut sangat banyak dan kuat (semuanya) menegaskan
keharaman pergaulan bebas, karena membawa kepada perkara (kerusakan)
yang sangat buruk akibatnya Maka seruan propaganda (yang menyerukan
agar) perempuan ikut terjun di tempat-tempat kerja yang khusus bagi lakilaki adalah ajakan yang sangat berbahaya bagi (kebaikan) masyarakat
Islam, yang termasuk dampak (negatif) terbesarnya adalah pergaulan
bebas yang termasuk sarana terbesar (yang menjerumuskan kepada)
perbuatan zina, yang ini (pada gilirannya) akan menghancurkan masyarakat
dan merusak nilai-nilai luhur serta budi pekerti baik mereka[Majallatul
buhuutsil islaamiyyah (7/343)]. Islam mengharamkan semua sebab yang
membawa kepada pergaulan bebas Dalam rangka mencegah keburukan
dan kerusakan besar akibat pergaulan besar, agama Islam mengharamkan
semua sebab yang menjerumuskan ke dalam perbuatan buruk ini, di
antaranya [Lihat kitabHiraasatul Fadhiilah (hal. 101-102)]:
1- Diharamkannya menemui perempuan yang tidak halal dan berduaan
dengannya, termasuk berduaan dengan sopir di mobil, dengan pembantu di
rumah, dengan dokter di tempat prakteknya dan lain-lain.
Banyak dalil yang menunjukkan hal ini, di antaranya sabda Rasulullah
shallallahu alahi wasallam, Tidaklah sekali-kali seorang laki-laki berduaan
dengan seorang perempuan kecuali setan akan menjadi yang ketiga[HR.
Tirmidzi (no. 2165).

Dalil yang menunjukkan hal ini juga banyak sekali, di antaranya sabda
Rasulullah shallallahu alahi wasallam, Janganlah sekali-kali seorang
perempuan bersafar kecuali bersama dengan mahramnya[HR. Bukhari (no.
2844) dan Muslim (no. 1341)].
3- Diharamkannya memandang dengan sengaja kepada lawan jenis,
berdasarkan firman Allah Subhanallahu wa Taala, Katakanlah kepada lakilaki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan
memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan
katakanlah kepada wanita yang beriman, Hendaklah mereka menahan
pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah
mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari
mereka. (QS. An-Nuur: 30-31).
4- Diharamkannya menemui seorang perempuan tanpa mahram,
meskipun dia saudara suami (ipar), berdasarkan sabda Rasulullah
shallallahu alahi wasallam, Waspadalah kalian (dari perbuatan) menemui
perempuan (tanpa mahram). Ada yang bertanya, Wahai Rasulullah
shallallahu alahi wasallam, bagaimana dengan Al-hamwu (ipar dan kerabat
suami lainnya)? Rasulullah shallallahu alahi wasallam bersabda, AlHamwu adalah kebinasaan[HR. Bukhari (no. 4934) dan Muslim (no. 2172)].
Artinya: fitnah yang ditimbulkannya lebih besar karena bisanya seorang
perempuan menganggap biasa jika berduaan dengan kerabat
suaminya[Lihat kitab Fathul Baari, (9/332).].
5- Diharamkannya laki-laki menyentuh perempuan, meskipun untuk
berjabat tangan[Lihat keterangan Syaikh Al-Albani dalam Silsilatul
Ahaadiitsish Shahiihah, (1/395)]. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu
alahi wasallam, Sungguh jika kepala seorang laki-laki ditusuk dengan
jarum dari besi lebih baik baginya dari pada dia menyentuh seorang
perempuan yang tidak halal baginya[HR ath-Thabarani dalam Al-Mujamul
Kabiir (no. 486 dan 487) dan Ar-Ruyani dalam Al-Musnad, (2/227),
dinyatakan hasan oleh syaikh Al-Albani dalam Silsilatul Ahaadiitsish
Shahiihah, (no. 226).].
6- Diharamkannya laki-laki yang menyerupai perempuan dan
sebaliknya. Berdasarkan hadits berikut, Dari shahabat yang mulia, Abdullah
bin Abbas radhiallahu anhu, beliau berkata, Rasulullah shallallahu alahi
wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan dan melaknat
perempuan yang menyerupai laki-laki[HR. Bukhari (no. 5546)].

7- Disyariatkan dan dianjurkannya bagi kaum perempuan untuk


shalat di rumah dan itu lebih baik/utama daripada shalat mereka di masjid,
dalam rangka menghindari fitnah yang timbul jika mereka sering keluar
rumah. Rasulullah shallallahu alahi wasallam bersabda, Janganlah kalian
melarang para wanita (untuk melaksanakan shalat) di masjid, meskipun
(shalat mereka) di rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka[HR. Abu
Dawud (no. 567), Ahmad (2/76) dan Hakim (no. 755), dinyatakan shahih
oleh imam Hakim, Adz-Dzahabi dan Syaikh Al-Albani.].
8- Diharamkannya perempuan sering keluar rumah tanpa ada
keperluan yang dibenarkan dalam syariat dengan syarat tidak berdandan
dan bersolek karena akan menimbulkan fitnah bagi laki-laki. Allah
Subhanahu wa Tala berfirman, Dan hendaklah kalian (wahai istri-istri
Nabi) menetap di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian ber-tabarruj
(sering keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti
(kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah shalat,
tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah
bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait (istri-istri
Nabi) dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. Al-Ahzaab:33).
Dan dalam hadits yang shahih Rasulullah shallallahu alahi wasallam
bersabda, Sesungguhnya wanita adalah aurat, maka jika dia keluar
(rumah) setan akan mengikutinya (menghiasainya agar menjadi fitnah bagi
laki-laki), dan keadaanya yang paling dekat dengan Rabbnya (Allah
Subhanallahu wa Taala) adalah ketika dia berada di dalam rumahnya[HR.
Ibnu Khuzaimah (no. 1685), Ibnu Hibban (no. 5599) dan At-Thabrani dalam
Al-Mujamul Ausath, (no. 2890), dinyatakan shahih oleh Ibnu Khuzaimah,
Ibnu Hibban, Al-Mundziri dan Syaikh Al-Albani dalam Silsilatul Ahaaditsish
Shahiihah, (no. 2688).].
9- Diharamkannya perempuan keluar rumah dengan memakai wangiwangian dalam bentuka apapun, karena akan menimbulkan fitnah yang
besar. Rasulullah shallallahu alahi wasallam bersabda, Seorang wanita,
siapapun dia, jika dia (keluar rumah dengan) memakai wangi-wangian, lalu
melewati kaum laki-laki agar mereka mencium bau wanginya maka wanita
adalah seorang pezina[HR. An-Nasai (no. 5126), Ahmad (4/413), Ibnu
Hibban (no. 4424) dan al-Hakim (no. 3497), dinyatakan shahih oleh imam
Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Adz-Dzahabi, serta dinyatakan hasan oleh Syaikh
Al-Albani]. Solusi dan penutup Dari pemaparan ringkas di atas, makin
jelaslah bagi kita betapa agungnya syariat Islam yang diturunkan oleh Allah
Subhanahu wa Tala untuk menjaga kebaikan dan kesucian diri manusia,
lahir dan batin.

Allah Subhanahu wa Taala berfirman, Sungguh Allah telah memberi


karunia (yang besar) kepada orang-orang yang beriman ketika Allah
mengutus kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang
membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, menyucikan (diri) mereka,
dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Qur-an) dan Al-Hikmah (asSunnah). Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Rasul) itu, mereka
benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Ali Imraan: 164).
Terdapat hikmah yang agung dalam kewajiban memakai jilbab (pakaian
yang menutupi semua aurat secara sempurna[Lihat kitab Hiraasatul
Fadhiilah, hal. 53]) bagi perempuan ketika berada di luar rumah, Allah
Subhanahu wa Taala berfirman, Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu,
anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin agar hendaklah
mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu
supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga mereka tidak
diganggu/disakiti. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. (QS. Al-Ahzaab:59). Dalam ayat ini Allah menjelaskan
kewajiban memakai jilbab bagi perempuan muslimah dan hikmah dari
hukum syariat ini, yaitu, Supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,
sehingga mereka tidak diganggu/disakiti. Syaikh Abdurrahman As-Sadi
berkata, Ini menunjukkan bahwa gangguan (bagi wanita dari orang-orang
yang berakhlak buruk) akan timbul jika wanita itu tidak mengenakan jilbab
(yang sesuai dengan syariat). Hal ini dikarenakan jika wanita tidak memakai
jilbab, boleh jadi orang akan menyangka bahwa dia bukan wanita yang
afifah (terjaga kehormatannya), sehingga orang yang ada penyakit
(syahwat) dalam hatiya akan mengganggu dan menyakiti wanita tersebut,
atau bahkan merendahkan/melecehkannya
Maka dengan memakai jilbab (yang sesuai dengan syariat) akan
mencegah (timbulnya) keinginAn-keinginan (buruk) terhadap diri wanita dari
orang-orang yang mempunyai niat buruk[Kitab Taisiirul Kariimir Rahmaan,
(hal. 489).]. Wahai Saudara-saudaraku kaum muslimin, jauhilah pergaulan
bebas, karena hal tersebut merupakan awal bagi seseorang melakukan
perbuatah zina. Kembalilah kepada Allah dan Rasul-Nya Shalallhualaihi
Wasallam, sesungguhnya Allah akan membalas mereka yang berbuat ihsan
dengan ihsan, yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan
fahisyah. Firman Allah:





"Dan hanya kepunyaan Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada
di bumi untuk Allah balas orang-orang yang berbuat kejelekan atas apa-apa
yang mereka kerjakan, dan Allah balas orang-orang yang berbuat ihsan
(kebaikan) dengan ihsan, yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar
dan fahisyah kecuali dosa-dosa kecil, sesungguhnya Allah Maha luas
ampunan-Nya." (Q.S. An Najm: 31-32).
Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah mempersiapkan kenikmatankenikmatan dan kelezatan-kelezatan disisi-Nya yang jauh lebih baik dan
lebih kekal untuk orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah
serta menjauhi dosa-dosa besar dan fahisyah. Firman Allah Ta'ala
: .
"Dan suatu apapun yang di berikan kepada kalian itu hanyalah kenikmatan
hidup didunia, dan apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal,
untuk orang-orang yang beriman dan hanya kepada Rabb mereka, mereka
bertawakkal. dan (bagi) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan
perbuatan-perbuatan keji (fahisyah) dan apabila mereka marah mereka
memaafkan." (Q.S. Asy Syuura 36-37).
Semoga Allah Subhanahu wa Tala memberikan petunjuk kepada kita, dan
kekuatan untuk menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

http://ow.ly/KNICZ