Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN TUGAS PERANCANGAN ELEKTRONIKA 2

NO

: 01

JUDUL

: POWER SUPPLY VARIABEL

NAMA

: FARIS AZHARI ABDULFATTAH

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK TELEKOMUNIKASI


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2016
DAFTAR ISI

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
2. DASAR TEORI
3. PERANCANGAN
3.1 Deskripsi Singkat dan Spesifikasi
3.2 Diagram Blok
3.3 Penentuan dan Pembahasan Komponen atau Blok
4. HASIL DAN ANALISIS
4.1
Diagram Skematik Rangkaian
4.2
Simulasi Rangkaian
4.3
Analisis
5. PENUTUP
Simpulan
Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
-

Data Sheet Komponen

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Semua peralatan elektronika menggunakan sumber tenaga untuk beroperasi.
Sumber tenaga tersebut bermacam-macam seperti baterai, aki, dan langsung
menggunakan tegangan listrik jala-jala PLN, Untuk konsumsi tegangan yang berasal

dari tegangan listrik untuk alat-alat elektronika tertentu tidak bisa langsung dikonsumsi
akan tetapi harus disesuaikan dengan tegangan yang diperlukan oleh peralatan tersebut.
Penyesuaian tegangan ini dilakukan oleh sebuah alat yang dinamakan power supply
atau adaptor.
Power supply adalah perangkat keras yang berfungsi untuk menyuplai tegangan
langsung kearah komponen dalam casing yang membutuhkan tegangan, misalnya
motherboard, hardisk, kipas, dan sebagainya. Input power supply berupa arus bolakbalik (AC) sehingga power supply harus mengubah tegangan AC menjadi DC (arus
searah), karena hardware komputer hanya dapat beroperasi dengan arus DC. Power
supply berupa kotak yang umumnya diletakan dibagian belakang atas casing.
1.2. TUJUAN
Tujuan dari penulisan laporan ini adalah :
Mengetahui cara kerja power supply
Mengetahui fungsi fungsi komponen pada power supply
Mengetahui cara mengukur dan memasang komponen power supply

BAB II
DASAR TEORI
Power supply merupakan pemberi sumber daya bagi perangkat elektronika. Perangkat
elektronika mestinya dicatu oleh power supply arus searah DC (direct current) yang stabil
agar dapat dengan baik. Baterai atau accu adalah sumber catu daya DC yang paling baik.
Namun untuk aplikasi yang membutuhkan catu daya lebih besar, sumber dari baterai tidak
cukup. Sumber catu daya yang besar adalah sumber bolak-balik AC (alternating current) dari
pembangkit tenaga listrik. Untuk itu diperlukan suatu perangkat catu daya yang dapat
mengubah arus AC menjadi DC.

PENYEARAH (RECTIFIER)
Prinsip penyearah (rectifier) yang paling sederhana ditunjukkan pada gambar dibawah
berikut ini. Transformator diperlukan untuk menurunkan tegangan AC dari jala-jala listrik
pada kumparan primernya menjadi tegangan AC yang lebih kecil pada kumparan
sekundernya.
Rangkaian Penyearah Sederhana

Pada rangkaian ini, dioda berperan untuk hanya meneruskan tegangan positif ke beban
RL. Ini yang disebut dengan penyearah setengah gelombang (half wave). Untuk mendapatkan
penyearah gelombang penuh (full wave) diperlukan transformator dengan center tap (CT)
seperti pada gambar dibawah ini.
Rangkaian Penyearah Sederhana

Tegangan positif fase yang pertama diteruskan oleh D1 sedangkan phasa yang
berikutnya dilewatkan melalui D2 ke beban R1 dengan CT transformator sebagai common
ground.. Dengan demikian beban R1 mendapat suplai tegangan gelombang penuh seperti
gambar di atas. Untuk beberapa aplikasi seperti misalnya untuk men-catu motor dc yang kecil
atau lampu pijar dc, bentuk tegangan seperti ini sudah cukup memadai. Walaupun terlihat di
sini tegangan ripple dari kedua rangkaian di atas masih sangat besar.

Rangkaian Penyearah Setengah Gelombang Dengah Filter C

Gambar diatas adalah rangkaian penyearah setengah gelombang dengan filter kapasitor
C yang paralel terhadap beban R. Ternyata dengan filter ini bentuk gelombang tegangan
keluarnya bisa menjadi rata. Gambar diatas menunjukkan bentuk keluaran tegangan DC dari
rangkaian penyearah setengah gelombang dengan filter kapasitor. Garis b-c kira-kira adalah
garis lurus dengan kemiringan tertentu, dimana pada keadaan ini arus untuk beban R1 dicatu
oleh tegangan kapasitor. Sebenarnya garis b-c bukanlah garis lurus tetapi eksponensial sesuai
dengan sifat pengosongan kapasitor.
Bentuk Gelombang Dengan Filter Kapasitor

Kemiringan kurva b-c tergantung dari besar arus I yang mengalir ke beban R. Jika arus I
= 0 (tidak ada beban) maka kurva b-c akan membentuk garis horizontal. Namun jika beban
arus semakin besar, kemiringan kurva b-c akan semakin tajam. Tegangan yang keluar akan
berbentuk gigi gergaji dengan tegangan ripple yang besarnya adalah :
Vr = VM -VL . (1)
dan tegangan dc ke beban adalah:
Vdc = VM + Vr/2 .. (2)
Rangkaian penyearah yang baik adalah rangkaian yang memiliki tegangan ripple paling
kecil. VL adalah tegangan discharge atau pengosongan kapasitor C, sehingga dapat ditulis :
VL = VM e T/RC . (3)
Jika persamaan (3) disubsitusi ke rumus (1), maka diperoleh :

Vr = VM (1 e T/RC) (4)
Jika T << RC, dapat ditulis :
e T/RC 1 T/RC .. (5)
sehingga jika ini disubsitusi ke rumus (4) dapat diperoleh persamaan yang lebih
sederhana :
Vr = VM(T/RC) . (6)
VM/R tidak lain adalah beban I, sehingga dengan ini terlihat hubungan antara beban
arus I dan nilai kapasitor C terhadap tegangan ripple Vr. Perhitungan ini efektif untuk
mendapatkan nilai tengangan ripple yang diinginkan.
Vr = I T/C (7)
Rumus ini mengatakan, jika arus beban I semakin besar, maka tegangan ripple akan
semakin besar. Sebaliknya jika kapasitansi C semakin besar, tegangan ripple akan semakin
kecil. Untuk penyederhanaan biasanya dianggap T=Tp, yaitu periode satu gelombang sinus
dari jala-jala listrik yang frekuensinya 50Hz atau 60Hz. Jika frekuensi jala-jala listrik 50Hz,
maka T = Tp = 1/f = 1/50 = 0.02 det. Ini berlaku untuk penyearah setengah gelombang.
Untuk penyearah gelombang penuh, tentu saja fekuensi gelombangnya dua kali lipat,
sehingga T = 1/2 Tp = 0.01 det.
Penyearah gelombang penuh dengan filter C dapat dibuat dengan menambahkan
kapasitor pada rangkaian gambar 2. Bisa juga dengan menggunakan transformator yang tanpa
CT, tetapi dengan merangkai 4 dioda seperti pada gambar-5 berikut ini.
Rangkaian Penyearah Gelombang Penuh Dengan Filter C

Sebagai contoh, anda mendisain rangkaian penyearah gelombang penuh dari catu jalajala listrik 220V/50Hz untuk mensuplai beban sebesar 0.5 A. Berapa nilai kapasitor yang
diperlukan sehingga rangkaian ini memiliki tegangan ripple yang tidak lebih dari 0.75 Vpp.
Jika rumus (7) dibolak-balik maka diperoleh.
C = I.T/Vr = (0.5) (0.01)/0.75 = 6600 uF.

Untuk kapasitor yang sebesar ini banyak tersedia tipe elco yang memiliki polaritas dan
tegangan kerja maksimum tertentu. Tegangan kerja kapasitor yang digunakan harus lebih
besar dari tegangan keluaran catu daya. Anda barangkalai sekarang paham mengapa
rangkaian audio yang anda buat mendengung, coba periksa kembali rangkaian penyearah catu
daya yang anda buat, apakah tegangan ripple ini cukup mengganggu. Jika dipasaran tidak
tersedia kapasitor yang demikian besar, tentu bisa dengan memparalel dua atau tiga buah
kapasitor.
REGULATOR
Rangkaian penyearah sudah cukup bagus jika tegangan ripple-nya kecil, namun ada
masalah stabilitas. Jika tegangan PLN naik/turun, maka tegangan outputnya juga akan
naik/turun. Seperti rangkaian penyearah di atas, jika arus semakin besar ternyata tegangan dc
keluarnya juga ikut turun. Untuk beberapa aplikasi perubahan tegangan ini cukup
mengganggu, sehingga diperlukan komponen aktif yang dapat meregulasi tegangan keluaran
ini menjadi stabil.

BAB III
PERANCANGAN
3.1. DESKRIPSI DAN SPESIFIKASI

Power supply adalah sebuah perangkat yang memasok energi listrik untuk satu
atau lebih beban listrik atau alat atau sistem yang berfungsi untuk menyalurkan energi
listrik atau bentuk energi jenis apapun yang sering digunakan untuk menyalurkan energi
listrik. Istilah ini paling sering diterapkan ke perangkat yang mengkonversi salah satu
bentuk energi listrik yang lain, meskipun mungkin juga merujuk ke perangkat yang
mengkonversi energi bentuk lain (misalnya, mekanis, kimia, surya) menjadi energi
listrik. Sebuah catu daya diatur adalah salah satu yang mengontrol tegangan output atau
saat ini untuk nilai tertentu, nilai dikendalikan mengadakan hampir konstan, meskipun
variasi baik dalam beban arus atau tegangan yang diberikan oleh sumber energi satu
daya. Secara prinsip rangkaian power supply adalah menurunkan tegangan AC,
menyearahkan tegangan AC sehingga menjadi DC, dan menstabilkan tegangan DC.
Power supply ini dibuat dengan menggunakan IC LM317 dengan tegangan input
rangkaian sebesar 220V AC 50 Hz dan output diharapkan mampu menghasilkan
tegangan dalam rentang 1,25V hingga 21V dengan arus sebesar 1A. Travo yang
digunakan jenis transformator rated yang berfungsi mengubah tegangan AC 220V
menjadi tegangan AC 21V. Dalam rangkaian ini digunakan dioda bridge sebagai
penyearah untuk mengubah tegangan AC menjadi DC, filter C 1000 uF sebagai
penghalus tegangan DC.
Berikut ini adalah spesifikasi dari power supply yang dibuat :
Tegangan input 220V AC 50 Hz
Tegangan output 1,25V DC hingga 21V DC
Arus sebesar 1A
Dioda bridge sebagai penyearah
Filter C 1000 uF
Toleransi tegangan output sebesar 1%
Regulasi jalur sebesar 0.01%
Regulasi beban sebesar 0.3%
Pengaman terjadinya short-circuit
Teganan ripple diturunkan dengan rasio 80dB

3.2. DIAGRAM BLOK

3.3. PENENTUAN DAN PEMBAHASAN BLOK


Berdasarkan rangkaian berikut, travo T1 akan menurunkan tegangan AC 220V
menjadi AC 24V selanjutnya diteruskan ke penyearah dioda bridge D1(1N4001) ke
D4(1N4001) kemudian diteruskan ke filter kapasitor C1 sehingga bernilai 35V DC.
Tegangan output dari IC LM317 tergantung pada pin Voltage Adj dari IC sesuai dengan
pergeseran pada VR1. VR1 mengatur tegangan output DC dari 1.25V DC hingga 21V DC
dengan arus sebesar 1A.
Dengan menghitung tegangan output pada IC LM317 maka tegangan output
rangkaian sama dengan :
Vout = 1.25 x {1+ (Rp/R1)

Vref = 1.25V
Biasanya nilai R1 adalah 220 ohm atau 240 ohm. Dalam rangkaian ini digunakan
R1 sebesar 220 ohm.
VR = 10K ohm

Rp = {(VR1 x R2) / (VR1 + R2)}


Ubah VR1 sehingga nilai tahanan menunjukkan nilai terndahnya Rp = 0, sehingga :
Vout = 1.25 x {1+(0/220)} = 1.25V
Ketika nilai VR1 diubah ke nilai terbesarnya dan R2 diparalelkan bersama maka Rp =
5,46K ohm, sehingga tegangan output akan bernilai :
Vout = 1.25 x {1+(5460/220)}= 32.2V
Kapasitor C3 akan membuat kinerja dari IC LM317 menjadi lebih baik. Dioda D5
(1N4007) dan D6 (1N4007) adalah pengaman dari tegangan luar untuk bias balik
sehingga dapat merusak IC LM317.

BAB IV
HASIL DAN ANALISIS
4.1. DIAGRAM SKEMATIK RANGKAIAN

4.2. SIMULASI RANGKAIAN

Pengukuran tegangan power AC

Pengukuran tegangan output travo

Pengukuran tegangan output penyearah

Pengukuran tegangan output filter kapasitor

Pengukuran tegangan output rangkaian

4.3. ANALISIS
Berdasarkan simulasi yang telah dilakukan, didapatkan nilai tegangan output dari
rangkaian yaitu 1,25 V 32,5 V. Nilai tegangan output berbeda cukup jauh dari nilai
inputnya yang bernilai 24 V. hal ini bisa disebabkan karena pengaruh dari kapasitor, ic
regulator dan dioda yang berada diantara ic regulator. Bisa juga dikarenakan tata letak
dari komponen-komponen yang digunakan.

BAB V
PENUTUP
5.1. KESIMPULAN
Dari simulasi ini dapat disimpulkan bahwa power supply berfungsi untuk
merubah tegangan AC dari sumber listrik PLN menjadi tegangan DC sehingga dapat
digunakan sebagai tegangan dari perangkat elektronika pada umumnya.
5.2. SARAN
Dalam melakukan praktikum pembuatan power supply dalam pengadaan alat dan
bahan harus sesuai petunjuk yang telah di tentukan,begitu pula waktu dan tempat
praktikum di upayakan terorganisasi dan alat penunjang praktikum dapat mendukung
demi lancarnya praktikum pembuatan power supply ini.

DAFTAR PUSTAKA

http://profil.widodoonline.com/Elektronika/komponen/praktikum/teori-dasar-catu-daya.html
http://aannaghpanjul.blogspot.co.id/2012/06/makalah-power-suplay.html

LAMPIRAN

LM317 Features from datasheet

output voltage range adjustable from 1.25V to 37V

output current greater than 1.5A

internal short-circuit current limiting

thermal overload protection

output safe-area compensation

LM317 datasheet
The LM317 is versatile in its applications, including uses in programmable output regulation
and local on-card regulation. Or, by connecting a fixed resistor between the ADJUST and
OUTPUT terminals, the LM317 can function as a precision current regulator. An optional
output capacitor can be added to improve transient response. The ADJUST terminal can be
bypassed to achieve very high ripple-rejection ratios, which are difficult to achieve with
standard three-terminal regulators.