Anda di halaman 1dari 2

6.

Thermal Degradation Index


Merupakan degradasi bantalan besi di bawah atmosfer normal karena thermal
shock.

Prosedur statis THERMAL DEGRADASI TEST (TDI)

1. Massa
Beratnya sekitar 500 g (+- 1 partikel) dari uji sampel yang dikeringkan lebih dulu
(mo massa).
2. Pemanasan
-Mulai dengan memanaskan tungku, hingga tungku temperatur telah mencapai
600 C.
-Gunakan pemegang sampel disertai sampel ke dalam perapian.
-Tunggu hingga charged bed mencapai 6OO C.
-Tes dimulai dan diteruskan selama 30 menit. Setelah 30 menit ambil sampel dan
kontainer dari tungku dan dinginkan hingga suhu kamar.
-Discharge sampel dengan hati-hati dari wadah dan tentukan massanya (Massa
ml). Sampel harus jatuh selama 30 menit pada 30 rpm.
-Ukuran tumbler vessel harus 130 mm x 200 mm. Tangan saringan dengan
ketelitian pada 10, 6.3, 3.15 dan 0.5 mm layar. Pengayakan mekanik dapat
digunakan asalkan tes awal memberikan hasil yang sama dengan yang diperoleh
dengan cara hand sieving, dengan toleransi yang diizinkan mutlak 2 persen.
CATATAN - dianggap bahwa set saringan digunakan untuk penyaringan termasuk
dari saringan cocok dengan ukuran antara 10,0 mm dan 6,3 mm (misalnya 8.00
mm) dalam rangka meningkatkan efisiensi 6.3 mm saringan dengan mengurangi
sampel massa yang dipertahankan itu.
-Tentukan dan catat massa fraksi +10, -6,3, -3,15 dan -0,5.
> Perhitungan TDI
Indeks degradasi termal, TDI dinyatakan sebagai persentase massa, dihitung
dari rumus berikut dengan satu tempat desimal:
TDI - 6.3 = m2/m1 x 100
Dimana : m1 adalah massa dari bagian uji setelah perlakuan termal,
m2, adalah fraksi massa 6,3 mm diperoleh setelah screening.
Persen massa yang melewati 3,15 mm dan 0,5 mm juga harus dilaporkan.
Table 1. Salient features of thermal degradation test for both the Indian and
Japanese standards
Thermal Degradation in Normal Atmosphere
Reference Standard
(IS 10823 : 1994;
( JIS : M 8720 [2001])
Reaffirmed Jan.2001)
Weight of sample
Size:
Temperature:
Soaking time:

500 gms
10 12.5 mm
600C
60 min

500 gms
10-15 mm
550C
30 min

Rotation speed:
Rotation time:
Result:

30 rpm
30 mins
% (+5 mm)

30 rpm
30 mins
% (+3.15 mm)

STRENGTH
Strength adalah sifat fisik material berdasarkan ketahanan degradasi selama penanganan dan
transportasi. Material yang terpecah selama penanganan memiliki bantalan penting pada
kualitas bahan biaya. Sangat penting untuk mengevaluasi aspek kekuatan material dengan tes
sesuai seperti Tumbler dan Shatter, yang terutama dirancang untuk menentukan turunan sisa.
Setelah menjadi slurry, proses balling atau penggumpalan dilakukan untuk membentuk slurry
tersebut menjadi green pellet (seperti kelereng atau bola kecil) dengan ukuran 30 mm.
Proses Indurasi
Proses ini dilakukan untuk pengeringan, pemanasan (pembakaran) dan pendinginan
green pellet hasil dari proses balling sebelumnya. Pellet yang sudah mengalami indurasi
dikeluarkan dari indurator. Tujuan utama dari tahapan induration adalah untuk mendapatkan
sifat-sifat metalurgis seperti sifat mekanik atau kekuatan dan sifat reduksi. Kekuatan
diperlukan agar pellet tahan terhadap beban mekanik selama proses berikutnya. Sedangkan
sifat reduksi diperlukan untuk mempermudah terjadinya proses reduksi selama pembuatan
sponge. Pada tahapan ini terjadi reaksi antara oksigen yang terkandung dalam udara dengan
senyawa yang terdapat dalam green pellet. Kandungan air dan senyawa-senyawa yang mudah
terbakar akan terlepas dengan oksigen berlebih ini mineral besi yang semula magnetite dapat
berubah menjadi hematite.
Tes Tumbler berarti kerentanan bahan besi untuk istirahat karena abrasi selama transportasi,
penanganan dan pengisian ke dalam blast furnace. Sekitar 15 kg sampel diputar pada 25 rpm
selama 8 menit. Dihasilkan fraksi ukuran 6.3 mm memberikan ukuran indeks tumbler dan
fraksi ukuran -0,5 mm menunjukkan indeks abrasi. Untuk pelet baik tumbler dan indeks
abrasi yang berkisar 85% - 95% dan 3% - 7% secara berurutan, untuk Sinter berada pada 6580% dan 5-10% sedangkan untuk bijih ini terdiri atas berbagai bervariasi seperti 60-95% dan
2-25%.
Uji Shatter merupakan langkah-langkah kerentanan untuk memecah akibat dampak selama
proses bongkar, pemasangan dan pengisian ke dalam tungku. Dalam tes ini sekitar 20 kg
bahan dibiarkan jatuh tiga kali pada pelat baja dari ketinggian 2 meter. Persentase fraksi
ukuran 10 mm lebih dari 80 adalah indikasi sinter yang baik.
Table 2: Salient features of tumbler and shatter tests
Tumbler Test (IS: 6495-1984):
Shatter Test (IS: 9963-1981):
Total weight of sample: 15 0.15 Kg.
Total weight of sample: 20 0.2 Kg.
Size: 10 - 40 mm.
Size:5 40 mm. for sinters and ores
Total revolution: 00 at 25 rpm
9 16 mm. for pellets.
Result: TI %(+ 6.3 mm.) Abrasion: (- 500
Dropping Height: 2 m.
mikro.m)
No. of Drops: 3
Result: %(10 mm.) and %(-5mm.)