Anda di halaman 1dari 18

1. Ada beberapa pendekatan dalam merumuskan teori akuntansi.

Jelaskan kelebihan dan


kelemahan dalam perumusan teori akuntansi tersebut.
Jawab:
A. Pendekatan Tradisional
Pendekatan tradisional adalah riset konvensional dan bukannya riset aliran baru
yang mengandalkan pemikiran tradisional untuk merumuskan kerangka akuntansi
konseptual. Kita dapat membedakan beberapa pnedektan tersebut menjadi:
1. Pendekatan non-teoritis
Pendekatan nonteoritis adalah suatu pendekatan pragmatis dan pendekatan
kekuasaan. Pendekatan pragmatis terdiri atas penyusunan suatu teori yang
ditandai oleh kesamaan dengan praktik dunia nyata yang berguna dalam artian
memberikan solusi yang sifatnya praktis. Pendekatan kekuasaan untuk
perumusan suatu teori yang terutama dipergunakan oleh organisasi professional,
terdiri

atas

penerbitan

akuntansi.Pendekatan

pernyataan

kekuasaan

sebagai

memberikan

regulasi
solusi

dari

praktik-praktik

praktis.

Keduanya

berasumsi bahwa teori akuntansi dan hasil teknik akuntansi harus disebut dalam
dasar penggunaan akhir laporan keuangan.
Kelebihan:
Apabila standar yang dihasilkan dapat diterima secara umum, maka standar
tersebut telah teruji validitasnya.
Kelemahan:
Belum memenuhi kaidah-kaidah ilmiah, standar tersebut dianut karena
sederhana, mudah diterapkan dan berguna serta cenderung tidak universal
karena disusun berdasarkan kondisi tertentu dan kepentingan praktik semata.
2. Pendekatan Teoritis
a. Pendekatan deduktif
Pendekatan deduktif dalam penyusunan teori mana pun diawali dengan dalil
dasar dan diteruskan dengan pengambilan kesimpulan logis mengenai subjek
yang dipertimbangkan.Pendekatan deduktif dimulai dengan dalil akuntansi dasar
dan dilanjutkan dengan menurunkan prinsip-prinsip akuntansi melalui cara-cara
logis yang dipakai sebagai pedoman dan dasar bagi pengembangan teknikteknik akuntansi.
Kelebihan :
Kemampuan untuk merumuskan struktur teori yang konsisten, terkoordinasi,
lengkap dan setiap tahapan berjalan secara logis.Dapat dikatakan bahwa setiap
prinsipdapat diuji logika kebenarannya dan dapat digunakan untuk menentukan
apakah digunakan sebagai standar dalam mengevaluasi berbagai praktek
akuntansi.
Kelemahan :

Didasarkan pada asumsi dan tujuan tertentu yang kemungkinan salah.Apabila


hal ini terjadi, otomatis prinsip yang dihasilkan juga salah.Di samping itu,
pendekatan deduktif juga terbukti sering menghasilkan prinsip yang terlalu teoritis
sehingga tidak dapat diterapkan dalam praktek.Maka, pendekatan ini kurang
teruji dalam praktek.
b. Pendekatan induktif
Pendekatan induktif dalam penyusunannya dari suatu teori diawali dengan
observasi dan pengukuran serta berlanjut pada kesimpulan umum. Dalam
penerapatannya dalam akuntansi, pendekatan induktif diawali dengan observasi
mengenai informasi keuangan dari perusahaan bisnis dan dilanjutkan dengan
menyusun generalisasi dan prinsip-prinsip akuntansi dari observasi tersebut
berdasarkan kepada hubungan yang berulang kembali.
Kelebihan :
Pendekatan ini didasarkan pada kebebasan dimana perumusan teori akuntansi
tidak dibatasi struktur atau atau model yang telah diyakini sebelumnya. Jadi
pihak yang mengobservasi mempunyai kebebasan untuk mengamati variabel
tertentu selama hal tersebut relevan dengan tujuan yang akan dicapai.
Kelemahan :
Pada pendekatan ini adalah observer dipengaruhi oleh ide-ide yang tidak
disadari tentang jenis hubungan yang diamati, dan generalisasi data yang
digunakan dalam observasi cenderung berbeda antara satu perusahaan dengan
perusahaan yang lain. Ini mengakibatkan kesimpulan yang dibuat dari hasil
generalisasi kemungkinan besar salah hanya karena data yang penting justru
tidak diobservasi.
c. Pendekatan etik
Disebut juga dengan etika. Berkaitan dengan moral dan perilaku buruk dan
baik. Pendekatan etis dikaitkan dengan konsep kewajaran , keadilan, ekuitas,
dan

kenyataan.

Kewajaran

telah

menjadi

salah

satu

tujuan

dasar

akuntansi.Committee on auditing procedures mengacu pada kriteria dari


kewajaran dari penyajian seperti kepatuhan terhadap prinsip-prinsip akuntansi
yang berlaku umum, oengungkapan, konsistensi, dapat diperbandingkan.
Kelebihan :
Dapat menguntungkan secara psikologis, karena dapat meningkatkan
kepercayaan dan keyakinan dari pengguna. Maka perlu adanya tambahan dari
pernyataan auditor mengenai kepatuhan terhadap prinsip-prinsip akunasi yang
berlaku umum dan standar audit yang berlaku umum. Dalam suatu laporan wajar,
auditor tidak hanyamenyatakan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang
berlaku umum dan standar audit yang berlaku umum tetapi juga suatu opini
dengan kata - kata menyajikan secara wajar.
2

Kelemahan :
Kelemahan pada pendekatan ini adalah di lain pihak, hal ini dapat diartikan
sebagai suatu standar ganda, karena konsep dari kewajaran disubsitusikan
oleh ujian-ujian dari prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dan standar
audit yang berlaku umum.
d. Pendekatan sosiologis
Menekankan pada aspek kesejahteraan masyarakat (sosial welfare).
Perumusan teori akuntansi, penetapan prinsip dan standar-standar akuntansi
yang dipilih harus dapat mengngkapkan dampak sosial dalam kehidupan
masyarakat.
Kelebihan :
Mendorong entitas-entitas bisnis yang berfungsi di sistem pasar bebas untuk
memperhitungkan dampak dari pengaruh kegiatan produksi mereka sendiri
dalam lingkungan sosial melalui pengukuran, internalisasi, dan pengungkapan
dalam laporan keuangan mereka.
Kelemahan :
Kesulitan dalam penetapan kriteria nilai-nilai sosial yang dapat diterima oleh
semua masyarakat. Karena tidak semua individu dalam masyarakat memiliki
pemikiran dan pemahaman yang sama mengenai hal ini.
e. Pendekatan ekonomi
Pendekatan ekonomi dalam merumuskan suatu teori akuntansi menekankan
pada

pengendalian

perilaku

dari

indikator-indikator

makroekonomi

yang

dihasilkan oleh adopsi dari berbagai teknik akuntansi.Pendekatan ekonomi


berfokus pada suatu konsep dari kesejahteraan ekonomi umum. Kriteria umum
dipakai dalam pendekatan ekonomi makro adalah secara awal, bahwa kebijakan
dan teknik akuntansi seharusnya mencerminkan kenyataan ekonomi, dan
bergantung pada konsekuensi ekonomi.
Kelebihan :
Pendekatan ini melihat persoalan ekonomi secara utuh, sehingga seluruh
persoalan ekonomi yang dihadapi dapat dilihat secara menyeluruh, sehingga
fakta-fata diungakap secara lengkap
Kelemahan :
Memerlukan berbagai indikator-indikator makroekonomi yang didapatkan dari
adopsi adopsi berbagai teknik akuntansi
3. Pendekatan Modern
Karena teori akuntansi merupakan suatu proses pembuktian, akhir-akhir ini
pendekatan modern telah dikembangkan dan direvisi, dengan maksud
membuktikan ataupun membentuk suatu teori akuntansi yang diharapkan
mampu memberi solusi untuk masalah-masalah akuntansi. Pendekatan modern
ini menunjukkan aliran baru penelitian akuntansi yang menggunakan pemikiran
3

konseptual dan empiris untuk merumuskan dan membuktikan suatu kerangka


akuntansi konseptual. Diantara pendekatan modern ini terdiri dari :
a. Pendekatan peristiwa
Pendekatan peristiwa

mengusulkan

bahwa

tujuan

akuntansi

adalah

memberikan informasi tentang peristiwa ekonomi yang relevan dan dapat


dimanfaatkan dalam berbagai model-model keputusan. Peristiwa-peristiwa
menunjukkan setiap tindakan yang dapat digambarkan oleh satu atau lebih
ukuran/sifat dasar. Peristiwa disini adalah difokuskan pada peristiwa ekonomi.
Kelebihan :
Bentuk usaha-usaha untuk memberikan informasi mengenai peristiwa-peristiwa
ekonomi yang relevan yang mungkin bermanfaat bagi bermacam-macam model
keputusan.
Kelemahan :
Pendekatan ini bergantung pada :
1. Kegunaan dari pendekatan peristiwa bergantung pada keadaan psikologis si
pengambil keputusan. Psikologis seseorang menjadi salah satu factor yang
mempengaruhi pengambilan keputusan.
2. Dapat terjadi kelebihan informasi dari usaha percobaan untuk mengukur
karakteristik-karakteristik yang relevan dari seluruh peristiwa-peristiwa
penting yang mempengaruhi perusahaan. Kelebihan informasi ini dapat
mempengaruhi perusahaan karena akan menimbulkan berbagai macam
persepsi dan keputusan.
3. Kriteria yang memadai untuk pemilihan peristiwa-peristiwa yang penting
belum dikembangkan.
4. Mengukur seluruh karakteritik dari suatu pendekatan peristiwa mungkin
terbukti sulit untuk dilakukan, melihat kondisi seni akuntansi saat ini.
5. Mungkin dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk memeriksa dampak dari
rancangan pendekatan yang berbeda-beda terhadap teori pendekatan
peristiwa, seperti model-model hierarki, jaringan, rasional, hubungan-entitas,
dan REA.
b.

Pendekatan perilaku
Kebanyakan pendekatan tradisional tidak mempertimbangkan perilaku
pemakai, dan asumsi-asumsi yang berkaitan perilaku pada umumnya.Oleh
karena dikembangkan pendekatan perilaku.Pendekatan perilaku terhadap
perumusan teori akuntansi dikaitkan dengan perilaku manusia yang menyangkut
masalah dan informasi.
Kelebihan :
Mengembangkan dan memverifikasi hipotesis-hipotesis perilaku yang relevan
bagi hipotesis-hipotesis teori akuntansi mengenai kecukupan penungkapan,
kegunaan data laporan keuangan, sikap mengenai praktik-praktik pelaporan
4

perusahan, pertimbangan materialitas, dampak-dampak keputusan prosedur


akuntansi alternatif, dan komponen-komponen dari suatu model pemrosesan
informasi (input,proses, output).
Kelemahan :
Pendekatan perilaku umumnya penganutnya kurang memberi perhatian pada
perubahan dalam masyarakat, pendekatan ini juga begitu streril karna cenderung
menolak memasukkan nilai nilai dan norma dalam penelitan.
c.

Pendekatan prediktif
Pendekatan prediktif timbul dari masalah kesulitan menilai metode alternatif
mengukur akuntansi dan dari pencarian suatu kriteria sebagai dasar pemilihan
antara alternatif-alternatif pengukuran.Pendekatan prediktif terhadap perumusan
suatu

teori

akuntansi

mempergunakan

kriteria

kemampuan

prekdiktif.

Kemampuan prediktif berarti bahwa pemilihan diantara opsi-opsi akuntansi yang


berbeda-beda akan tergantung pada kemampuan metode tertentu meramalkan
kejadian penting yang menarik pemakai.
Kelebihan :
Memungkinkan kita untuk mengevaluasi pengukuran-pengukuran akuntansi
alternatif secara empiris dan membuat suatu pilihan yang nyata dengan
berdasarkan atas suatu kriteria diskriminator.
Kelemahan :
Kemungkinan mengalami kegagalan karena gagal untuk mengidentifikasi dan
mengidentifikasikan model-model keputusan dari para pengguna dan jenis-jenis
peristiwa yang seharusnya diprediksikan.Bahkan walau suatu struktur teoritis
tertentu dikembangkan untuk mengidentifikasi hal-hal atau peristiwa-peristiwa
yang seharusnya diprediksi, masalahnya masih tetap ada pada menyebutkan
suatu teori yang menghubungkan seluruh peristiwa tersebut pada ukuran-ukuran
akuntansi dilihat dari suatu hubungan penjelasan dan prediktif.
d.

Pendekatan positif
Pendekatan positif adalah suatu pendekatan yang menyatakan manajemen
dapat memilih metode akuntansi alternatif yang diharapkan dapat meningkatka
earnings.
Kelebihan :
Menimbulkan rasa optimisme yang cukup besar diantara para pendukungnya.
Walaupun rasa optimisme ini tidak dimiliki secara hal alamiah oleh semua orang.
Kelemahan :
Adanya kritik keras atas teori akuntansi positif berasal dari Sterling dengan
komentar bahwa dua pilar dari studi bebas nilai dan praktik akuntansi adalah hal
yang bersifak substantive, pendukung ekonomi dan ilmu teori adalah salah, hasil
pencapaiannya nihil.
5

2. Akuntansi mulai berkembang dari zaman kerajaan Yunani sebelum masehi. Jelaskan
secara rinci perkembangan akuntansi mulai dari awal hingga saat ini!
Jawab :
Keberadaan akuntansi pada saat ini tidak lepas dari kebutuhan masyarakat di
bidang sosio-bisnis yang mengikuti perkembangan peradaban. Kaidah-kaidah,
konsep-konsep dan teknik-teknik akuntansi berkembang dari satu pemikiran menuju
pemikiran

berikutnya

untuk

mengimbangi

peningkatan

kebutuhan

informasi

keuangan, sebagai konsekuensi logis dari perkembangan dunia usaha. Berikut ini
perkembangan akuntansi dimulai pada pra industrisasi revolusi sebelum masehi
sampai era multinasional.
1. Pra Industrisasi Sebelum Masehi
Berdasarkan hasil penelitian sejarah, catatan tertua yang diketahui adalah
lembaran dari tanah liat yang memuat catatan catatan pembayaran upah di
Babylonia sekitar 3600 tahun sebelum masehi. Selain ituterdapat bermacam-macam
bukti adanya pemeliharaan catatan dan sitem-sistem control akuntansi yang dijumpai
di kerajaan mesir kuno dan Negara-kota Yunani.
Perang salib sejak abad ke 11 hingga akhir abad ke 13memberikan dorongan
bagi perkembangan di kota-kota Italia yang selanjutnya membuka hubungan baru
kea rah timur (asia). Tumbuhnya pusat-pusat perdagangan di kota-kota Italia
tersebut sangat penting bagi perkembangan kuntansidalam abad pertengahan.
Karena pada masa itu bermunculan agen-agen dan partnership.
Karya tulis pertama yang mengulas tata buku berpasangan (double entry)
berjudul summa de arithmetic, geometria, proportioni et proportionslita dipublikasikan
di venesia (Italia).
Hal hal penting dalam perkembangan akuntansi pada abad pertengan adalah
ilmu berhitung dan di pergunakannya mata uang secara luas sebagai alat
pertukaran. Dengan dikenalnya angka arab yang lebih sederhana, maka dominasi
angka-angka romawi yang digunakan selama berabad-abad setelah ditemukannya
system tata buku berpasangan menjadi tenggelam dan banyak di tinggalkan.
Sebaliknya pertumbuhan akuntansi menjadi kian pesat karenanya.
Pada abad ke 17-18 buku-buku teks mulai mempersonifikasikan semua rekening
dan transaksi , sebagai usaha dari penulis untuk merasionalisasikan kaidah
pendebetan dan pengkreditan rekaning atau perkiraan. Perkembangan lainnya
adalah dibuatnya perhitungan rugi laba pada setiap akhir tahun , dan tidak lagi dibuat
pada setiap akhir ventura sebagaimana sebelumnya.

2. Zaman industrisasi abad ke 18 s/d 20


Suatu tonggak penting yang mengawali perkembangan akuntansi modern adalah
terjadinya revolusi industri di eropa barat pada abad ke 18. pada saat itu , terjadi
perlihan indutri yang dikerjakan dengan tangan dan bersifat individual ke system
pabrik. Dari sinilah timbul bentuk badan hokum yang memungkinkan suatu organisai
usaha memperoleh sejumlah besar modal dari masyarakat melalui penjualan saham.
Untuk pertama kalinya status badan hokum setingkat PT itu di tetapkan secara sah
di inggris dalam tahun 1845. para pemegang saham dari perusahaan perseroan ini
hanya dapat mengontrol pekerjaan managemen perusahaan secara tidak langsung.
Adanya perbedaan kepentingan diantara kedua kelompok yaitu pemegang saham
dan manajemen perusahaan yang terpisah tersebut, menjadi kan laporan keuangan
yang dihasilkan kemungkinan besar disusun dengan dasar penilaian dan
kepentingan yang berbeda, sehingga laporan keuangan tidak lagi memenuhi
fungsinya sebagai pertanggungjawaban.
Dibalik perkembangan badan usaha tersebut, suatu kebutuhan baru muncul dari
kalangan masyarakat yang berkepentingan terhadap perusahaan. Yaitu pemeriksaan
akuntansi independen untuk memberikan jaminan bahwa laporan keuangan yang
disapkan oleh manajemen perusahaan dapat di percaya. Tanggung jawab untuk
meyakinkan

bahwa

laporan

keuangan

tealh

memenuhi

fungsinya

sebagai

pertanggungjawaban, tetap berada di tangan akuntan public. Untuk malakukan peran


tersebut , akuntan di tuntut harus berwawaasan luas, adil dan tidak memihak,
sehingga pendapatnya dapat dipercaya.
Desakan kebutuhan-kebutuhan jasa akuntansi yang professional, mengakibatkan
nya di buka sebuah lembaga yang memberikan lisensi akuntan public terdaftar
(CPAs) diseluh Negara Amerika Serikat. Pada tahun 1887, para akuntan public yang
terdaftar tersebut mendirikan asosiasi akuntan yang pertama di Amerika Serikat
bernama American Association of Accountants. Dalam tahun 1917 nama itu diubah
menjadi American Insitute of Acountants, dan di pergunakan sebagai nama resmi
prganisasi ini hingga saat ini di tetapkannya na ayang bsekarang (American Institute
of Certified Public Accountants = AICPA) dalam tahun 1953
Dalam tahun 1943, congress amerika serikat membentuk Securities and
Exchange commission (SEC) berdasarkan securities Act of 1933 dan securities and
Exchange bertanggung jawab kepada kongres, sangat berpengaruh dalam
merumuskan

penyeragaman

teknik

pelaporan

akuntansi

bagi

kepentingan

perdagangan surat berharga di bursa-bursa efek. Setelah memainkan peranan yang


besar dalam perkembangan standar serta prosedur akuntansi. Sejak tahun 19371938 , SEC telah bekerja sama dengan baik bersama badan-badan yang di bentuk
7

oleh AICPA guna mencapai penyeragaman dibidang standar-standar auditing dann


pelaporan akuntansi, hal ini berlangsung hingga sekarang.
Perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan internasional yang diwarnai
dengan pesatnya investasi antar Negara, pertumbuhan-pertumbuhan perusahaan
internasional dan pertumbuhan profesi akuntansi serta pengaruhnya terhadapa dunia
usaha, pendidikan dan masyarakat luas, akhirnya mengarahkan perhatian ICA
(International Congress Of Accounting) ke 10 (di Sydney , Australia pd tahun 1972)
untuk membentuk organisasi profesi akuntan international guna mengembangkan
standar-standar akuntansi yang patut diterima secara universal. Hal ini segera
mendapat sambutan, menyusu di bentuknya International Coordinator Committee
Accounting Profession (ICCAP) dan International Acoounting Standars Committee
(IASC) pada tahun 1973.
Suatu kemajuan panting bagi organisasi profesi akuntan di Amrika Serikat terjadi
dalam tahun 1972 dan 1973, yaitu saat didirikan dan di organisasikannya Financial
Accounting Standards Board ( FASB) Dan Financial Accounting Foundation (FAF)
yang kian memperkuat kekdudukan profesi akuntansi di Negara tersebut. Melalui
keluaran-keluarannya yang lebih berarti , tepat guna, cepat dan responsive, FASB
menggalang kredibilitas dan sekaligus meraih dukungan public akuntansi serta
kalangan yang terkait keberadaanya seperti SEC dan sebagainya
3. Perang Dunia Kedua
Awal

sejarah

perkembangan

akuntansi

di

Indonesia

tidak

lepas

dari

perkembangan akuntansi di Negara belanda pada abad pertengahan. Dalam buku


Encyclopaedie van Nederlandsch Indie, D, G, Stible dan St. J. Stroomberg mencatat
bahwa akuntansi di Indonesia paling tidak sudah dikenal pada tahun 1642. hal ini
dibuktikan oleh sebuah instruksi yang dikeluarkan oleh gubernur jendral ( kepala
pemerintah Negara jajahan belanda di Indonesia) mengenai pengurusan pembukuan
penerimaan uang, pinjaman-pinjaman, serta uang yang perlukan untuk eksploitasi
garnisun-garnisun galangan kapal yang ada di Batavia dan Surabaya. Bukti lain yang
diketahui adalah catatan pemukuan dari Amphioen Societeit (didirikan di Batavia
pada tahun 1747) yang dengan jelas menggambarkan pengaruh dari metodemetode Italia.
Sebagaimana kita ketahui, jepang yang mencetuskan perang melawan
sekutupada tanggal 8 Desember 1941, dengan cepat bergerak dan pada tanggal 9
Maret 1942 memaksa pemerintah Hindia Belanda untuk menyerah tanpa syarat di
Kalijati. Sejak tanggal tersebut, praktis jepang menggantikan kedudukan Belanda

sebagai penjajah di Indonesia. Pendidikan semakin terbengkalai , dan keadaan


rakyat pada umumnya mulai kian menderita dan sengsara
Hinga akhir perang dunia ke dua , yaitu saat jepang menyerah tanpa syarat
kepada sekutu (Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, Australia, Selandia Baru, dan
Belanda) pada tanggal 15 Agustus 1945, ternyata keberadaan jepang tidak
membawa pengaruh yang berarti terhadap metode pembukuan yang ada pada saat
itu. Praktek-praktek akuntansi jepang terbatas hanya untuk mencatat kegiatankegiatan mereka dan itu pun dilakukan dengan menggunakan huruf-huruf kanji.
4. Era Multinasional
Awal masa pemerintahan orde baru ditandai oleh keberhasilan pemerintah orde
baru ditandai oleh keberhasilan menekan inflasi dari 650% pada tahun 1966 menjadi
24,75% dalam tahun 1969. keberhasilan ini membuat perekonomian Indonesia
normal kembali, disamping mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap mata uang
Rupiah. Menyusul dalam tahun 1969 pemerintah mulai melancarkan rencana
pembangunan lima tahun (REPELITA I ).
Untuk melakukan repelita 1 tersebut diperlukan modal dengan jumlah yang
sangat besar. Karenanya pemerintah mengalang modal baik dari dalam negeri
(deposito, tabanas, taska, penjualan sertifikat Indonesia, dan sertifikat danareksa ,
serta pasar modal) maupun dalam luar negeri (seperti melalui : pemberian izin PMA,
serta mengusahakan perolehan dana dari lembaga keuangan internasional dan
IGGI)
Kehadiran perusahaan-perusahaan PMA di Indonesia membawa praktik-praktik
akuntansi dari Negara masing-masing. Bahkan perusahaan amerika memberikan
perangsang bagi masuknya kantor-kantor akuntan asing ke Indonesia. Untuk
mengatasi kelangkaan tenaga kerja akuntan serta pesatny perkembangan praktik
akuntansi tersebut. Pemerintah orde baru melalui Depdikbud memberikan jurusan
akuntansi pada fakultas-fakultas ekonomi pada perguruan tinggi negeri yang
kemudian dengan pemberian izin pada perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia
untuk membuka jurusan akuntansi. Hal ini lah yang semakin mendorong SMTA untuk
merebut memilih jurusan akuntansi pda fakultas ekonomi.
Sementara itu setelah mengadakan persiapan sejak tanggal 26 juli 1968 maka
berdasarkan surat keputusan Menteri Keuangan No. Kep-25/MK/IV/1972 Tanggal
1972 dibentuklah badan pemibana pasar uang dan pasar modal. Bersamaan dengan
itu, konsep kode etik ikatan akuntansi Indonesia (IAI) yang sudah di persiapkan
semenjak sebelum kongres IAI yang pertama akhirnya di serahkan melalui kongres
IAI yang pertama akhirnya diserahkan melalui kongres IAI kedua dalam januari 1972
9

Pada bulan Agustus 1972 badan Pembina pasar uang dan modal membentuk
panita penghimpunan bahan-bahan dan Sruktur Generally Accepted Accounting
Principles and Generally accepted Auditing Standards. Melalui kerjasama dengan IAI
dan para akuntan lainnya. Panita ini kemudian menghasilkan konsep prinsip
akuntansi Indonesia (yang didasarkan pada karya tulis Paul Grady berjudul Inventory
of Generally Accepted Accounting Research Study No 7. : AICPA 1965 ) dan norma
pemeriksaan akuntan (yang didasarkan pada Statement on Auditing Procedure No
33 : AICPA-1963)
Melalui kongres IAI ketiga tanggal 2 desember 1973 , kedua konsep yang
dihasilkan panitia tersebut diatas secara resmi disahkan sebagai Prinsip Akuntansi
Indonesia dan Norma Pemeriksaa Akuntan yang berlaku di seluruh Indonesia .
kongres IAI ini selanjutnya menjadi bahan penting bagi praktek akuntan di Indonesia
Sejalan dengan perkembangan dunia usaha dan di berlakukan UU Perpajakan
1984, maka secara bertahap Prinsip Akuntansi Indonesia dan Norma Pemeriksaan
Akuntan di tambah , di sesuaikan , serat di sempurnakan.
5. Era 2000-an
Berawal dari kasus yang sangat dikenal adalah kasus Enron yang memanipulasi
laporan keuangannya. Kasus ini juga menyeret kantor akuntan besar Arthur
Andersen (AA) yang dikenal the Big Five kantor akuntan publik. Kasus Enron
hanyalah satu dari serangkaian kegagalan akuntansi dan audit yang mencakup
HealthSouth, Worldcom, dan Tyco. Kegagalan ini dipicu oleh serangkaian peristiwa
kritis yang dikaitkan dengan perubahan dari manufaktur ke ekonomi jasa di Amerika
Serikat dan peningkatan besar yang dihasilkan dalam jasa konsultasi oleh kantor
akuntan publik.
Respon atas kasus ini mirip dengan apa yang dilakukan menghadapi Great
Depression tahun 1930. Politisi di parlemen AS didukung oleh masyarakat
profesional akuntansi bereaksi cepat dimana tahun 2002 itu juga diundangkanlah
apa yang dikenal dengan the Sarbanes-Oxley Act. Undang-undang ini dirancang
untuk mengembalikan kepercayaan publik dengan mengurangi kemungkinan
terjadinya kisah-kisah manipulatif seperti telah terjadi sebelumnya itu. Hal ini
dilakukan dengan memperkuat corporate governance dan memperketat fungsi audit
baik audit internal ataupun audit eksternal. Untuk itu dibentuklah Public Company
Accounting Oversight Board (PCAOB) yang berkuasa menentukan standar auditing.
Dengan undang-undang ini, regulasi yang mengatur profesi audit dan pelaksanaan
audit dipertegas dan diperketat. Misalnya auditor tidak boleh memberikan layanan
jasa non-audit kepada kliennya. Disamping itu eksekutif non-manajerial yang fungsi
10

utamanya adalah pada pengawasan (oversight), yang kita kenal sebagai dewan
komisaris, diharuskan memiliki institusi komite audit dimana tugas utamanya
memastikan kredibilitas laporan keuangan. Auditor yang mengaudit laporan
keuangan diharuskan untuk berkomunikasi dengan komite audit. Pada dasamya,
undang-undang ini mereformasi tata-kelola pelaporan keuangan (governance over
financial reporting) dengan harapan menghilangkan praktek akuntansi dan pelaporan
keuangan yang manipulatif. Misalnya, dengan diharuskannya oleh undang-undang
berfungsinya komite audit, diharapkan semacam kolusi antara akuntan penyusun
laporan keuangan dengan akuntan pengaudit laporan keuangan dapat dihindarkan.
Langkah-langkah reformasi tata-kelola pelaporan keuangan seperti ini, juga diikuti
oleh banyak negara lain termasuk Australia dan juga Indonesia.
Sarbanes-Oxley Act juga mengubah cara FASB didanai. Sebelumnya, sekitar
sepertiga dari anggaran tahunan FASB berasal dari sumbangan sukarela dari Kantor
Akuntan Publik, AICPA, dan sekitar seribu perusahaan individual. Dalam SOX,
kontribusi sukarela mereka akan diganti dengan iuran wajib.
Standar Akuntansi Internasional
Masyarakat profesi akuntansi dan audit sekarang sedang melakukan
reformasi standar akuntansi dan pelaporan keuangan. Reformasi ini dipelopori oleh
dewan standar akuntansi intemasional. International Accounting Standards Board
(IASB) yang berbasis di London dan dibentuk tahun 2001 yang sebelumnya dikenal
sebagai International Accounting Standards Committee (IASC). Perubahan ini
bukanlah hanya perubahan nama tetapi adalah penguatan struktur govemansi untuk
menjadikan dia lebih independen. IASB ini bekerja untuk kepentingan publik
mengembangkan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi. Dengan standar
akuntansi global ini diharapkan informasi laporan keuangan menjadi transparan dan
dapat dibandingkan secara global pula.
Proses penyiapannya partisipatif

menjadikan

produk

dewan

standar

internasional ini dapat diterima oleh dewan standar akuntansi nasional di berbagai
negara termasuk negara-negara yang telah maju praktek akuntansi keuangannya
seperti Australia dan negara-negara tergabung di Uni Eropa. Amerika Serikat
walaupun lebih kemudian dari negara-negara lain akhimya menyatakan pula
keberpihakannya. Dewan penyusun standar nasional AS, Financial Accounting
Standards Board,pada 2002 menjalin kerjasama dengan IASB dan menyatakan
komitmen

yang

dikenal

dengan

Norwalk Agreement

untuk

bersama-sama

mengembangkan standar akuntansi yang kompatibel dan berkualitas tinggi yang


dapat digunakan baik untuk pelaporan keuangan domestik maupun lintas negara.
Reformasi Standar Akuntansi dan Pelaporan

11

Ada dua reformasi yang dilakukan. Pertama, akuntansi keuangan yang


selama ini berbasis biaya historis (historical cost accounting) mulai digerakkan
menuju apa yang disebut dengan fair value accounting. Kedua, standar akuntansi
yang selama ini disusun dengan pendekatan berbasis ketentuan (rules based
approach) direvisi dengan standar akuntansi dengan pendekatan berbasis prinsip
(principles based approach).
Setelah upaya menyusun rerangka konseptual/teori dan standar akuntansi
dilakukan selama hampir tujuh puluh tahun, terjadinya krisis ekonomi global diawal
dasawarsa 2000an membawa kesadaran bahwa standar akuntansi yang disusun
tersebut terlalu kompleks dan mengatur terlalu detil bagaimana sebuah transaksi
harus diakuntansikan dan dilaporkan. Rumusan standar akuntansi tersebut bagaikan
rumusan peraturan. Menghadapi standar yang demikian yang dilakukan para
penyusun laporan keuangan adalah berupaya untuk mencari celah diantara rumusan
peraturan-peraturan tersebut. Bila tidak ada celah yang bisa dieksploitasi, mereka
berinovasi menciptakan proses berbisnis baru yang perlakuan akuntansinya dapat
lolos dicelah-celah peraturan tersebut. Inilah pada dasarnya yang dilakukan oleh
Enron dan WorldCom.
Dampak lain dari pengaturan yang terlalu detil tersebut adalah semakin
mengecilnya tempat bagi para akuntan penyusun laporan keuangan dan auditor
yang mengauditnya untuk menggunakan judgement profesional mereka.
Terbentuknya standar baru, IFRS :
International Financial Reporting Standards (IFRS) adalah standar,
interpretasi, dan kerangka yang diadopsi oleh badan penyusun standar akuntansi
internasional yang dikenal dengan International Accounting Standards Board (IASB).
Beberapa standar yang membentuk IFRS dulunya dikenal dengan nama
International Accounting Standards (IAS). IAS diterbitkan oleh suatu badan yang
dikenal dengan International Accounting Standards Committee (IASC) pada kurun
waktu antara tahun 1973-2001. Hingga Maret 2002, IASC telah menerbitkan 41 IAS
dan 34 SIC (Standing Interpretations Committee) Interpretations. Beberapa di
antaranya telah diubah atau diganti oleh IASB. Standar yang masih tersisa
dipandang sebagai payung bagi IFRS.
IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International
Accounting Standard

Board (IASB). Standar akuntansi ini disusun oleh empat

organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi
Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan
Federasi Akuntansi Internasional (IFAC).

12

Sepanjang tahun 1999-2000, IASC melakukan restrukturisasi (dengan


mengubah konstitusi, strategi, struktur dan nama). IASC berkeinginan untuk menjadi
badan akuntansi yang lebih independen dan profesional. Pada Maret 2001, IASC
Trustees mengaktifkan Part B dari IASC Constitution yang baru dan menetapkan
non-profit Delaware corporation yang diberi nama International Accounting Standards
Committee Foundation untuk mengawasi IASB. Pada April 2001, IASB yang baru
mengambil alih tanggung jawab IASC dalam menetapkan International Accounting
Standards.
IASB berkeinginan untuk membentuk satu standar pelaporan keuangan
global yang berkualitas. Selama pertemuan pertamanya, badan yang baru tersebut
mengadopsi IAS dan SIC (Standing Interpretation Committee) yang ada. IASB terus
mengembangkan standar yang disebut dengan International Financial Reporting
Standards (IFRS). Jadi IFRS adalah termasuk standar dan interpretasi yang disetujui
oleh IASB serta IAS dan SIC Interpretations yang diterbitkan berdasarkan konstitusi
sebelumnya.
3. Jelaskan secara singkat contoh-contoh riset yang berkaitan dengan Teori Akuntansi
serta dampaknya bagi akuntan sebagai pelaku dan lingkungan bisnis sebagai tempat
berlakunya praktik akuntansi!
Jawab :
Riset Akuntansi Positif
Pada awalnya, penelitian induktif mengabaikan mengapa akuntansi alternatif
tertentu dipilih. Riset akuntansi positif memfokuskan pada pemahaman mengapa
akuntansi alternatif dipilih, mendeskripsikan what is, tidak berkata apa yang
seharusnya
3 Hipotesis yang digunakan untuk Riset Akuntansi Positif :
Hipotesis Rencana Bonus
Dalam hipotesis ini, semua hal lain dalam keadaan tetap, para manajer
perusahaan dengan rencana bonus cenderung untuk memilih prosedur akuntansi
dengan perubahan laba yang dilaporkan dari periode masa depan ke periode masa
kini. Hipotesis ini tampaknya cukup beralasan. Para manajer perusahaan, seperti
orang-orang lain, menginginkan imbalan yang tinggi. Jika imbalan mereka
bergantung, paling tidak sebagian, pada bonus yang dilaporkan pada pendapatan
bersih, maka kemungkinan mereka bisa meningkatkan bonus mereka pada periode
tersebut dengan melaporkan pendapatan bersih setinggi mungkin. Salah satu cara
untuk melakukan ini adalah dengan memilih kebijakan akuntansi yang meningkatkan
laba yang dilaporkan pada periode tersebut. Tentu saja, sesuai dengan karakter dari
proses akrual, hal ini akan cenderung menyebabkan penurunan pada laba dan
13

bonus-bonus yang dilaporkan pada masa yang akan datang, dengan taktor-faktor
lain tetap sama. Namun nilai masa kini (present value) dari kegunaan manajer dari
lini bonus masa depan yang dimilikinya akan meningkat dengan memberikan
perubahan menuju masa kini.
Hipotesis Kontrak Hutang
Dalam hipotesis ini semua hal lain dalam keadaan tetap, makin dekat suatu
perusahaan

terhadap

pelanggaran

pada

akuntansi

yang

didasarkan

pada

kesepakatan utang, maka kecenderungannya adalah semakin besar kemungkinan


manajer perusahaan memilih prosedur akuntansi dengan perubahan laba yang
dilaporkan dari periode masa depan ke periode masa kini.
Alasannya adalah laba yang dilaporkan yang makin meningkat akan
menurunkan kelalaian teknis. Sebagian besar dari perjanjian hutang berisi
kesepakatan bahwa pemberi pinjaman harus bertemu selama masa perjanjian.
Sebagai contoh, perusahaan yang mendapat pinjaman boleh sepakat memelihara
level tertentu dari hutang terhadap harta, laporan bunga, modal kerja, dan harta
pemilik saham. Jika kesepakatan semacam itu dikhianati, perjanjian hutang tersebut
bisa memberikan/mengeluarkan penalti, seperti pembatasan dividen atau tambahan
pinjaman.
Dengan jelas, prospek dari pelanggaran kesepakatan membatasi kegiatan
perusahaan dalam operasional perusahaan itu sendiri. Untuk mencegah, atau paling
tidak menunda, pelanggaran semacam itu, perusahaan bisa memilih kebijakan
akuntansi tertentu yang bisa meningkatkan laba masa kini. Berdasarkan hipotesis
kesepakatan hutang, ketika perusahaan mendekati kelalaian, atau memang sudah
berada dalam lalai/cacat, lebih cenderung untuk melakukan hal ini.
Hipotesis biaya politik
Dalam hipotesis ini semua hal lain dalam keadaan tetap, makin besar biaya
politik yang mesti ditanggung oleh perusahaan, manajer cenderung lebih memilih
prosedur akuntansi yang menyerah pada laba yang dilaporkan dari masa sekarang
menuju masa depan.
Hipotesis biaya politik memperkenalkan suatu dimensi politik pada pemilihan
kebijakan akuntansi.

Perusahaan-pemsahaan yang ukurannya sangat besar

mungkin dikenakan standar kinerja yang lebih tinggi, dengan penghargaan terhadap
tanggung jawab lingkungan, hanya karena mereka merasa bahwa mereka besar dan
berkuasa. Jika perusahaan besar juga memiliki kemampuan meraih profit yang
tinggi, maka biaya politik bisa diperbesar.

14

Perusahaan-perusahaan juga mungkin akan menghadapi biaya politik pada


poin-poin waktu tertentu. Persaingan luar negeri mungkin mengarah pada
menurunnya profitabilitas kecuali perusahaan yang terkena dampaknya ini bisa
mempengaruhi proses politik untuk bisa melindungi impor secara keseluruhan. Salah
satu cara untuk melakukan ini adalah dengan mengadopsi kebijakan akuntansi
income-decreasing (pendapatan menurun) dalam rangka meyakinkan pemerintah
bahwa profit sedang turun.
Riset Normatif dan Deskriptif
Selain

diklasifikasikan

diklassifikasikan normatif

menjadi

deduktif

dan

induktif,

teori

dapat

dan deskriptif. Teori Normatif (preskriptif) menjelaskan

bagaimana suatu hal seharusnya (how they are should be), dan bukan bagaimana
mereka sebenarnya (how they are), sistem Deduktif pada umumnya normatif.Teori
Deskriptif menceritakan bagaimana suatu hal (tell us how things are), dan bukan
bagaimana seharusnya mereka (not how they should be), sistem Induktif pada
umumnya deskriptif.
Dalam model yang berbeda riset induktif dalam akuntansi dapat membantu
menerangkan hubungan dan fenomena yang sedang berlangsung pada lingkungan
bisnis. Riset ini pada gilirannya bermanfaat dalam proses pengambilan kebijakan
dimana metode deduktif membantu memutuskan aturan yang telah ditentukan.
Karenanya menjadi jelas bahwa metode induktif dan deduktif dapat digunakan
bersama dan bukan metode yang saling eksklusif meskipun tidak mungkin menjaga
riset induktif agar menjadi bebas nilai (value-free).
Penelitian akuntansi positif difokuskan pada pengujian empirik terhadap
asumsi-asumsi yang di buat oleh teori akunansi normative. Misalnya menggunakan
kuisoner dan teknik survey lainnya, peneliti akan menguji sikap manajer terhadap
manfaat metode atau teknik akuntansi tertentu. Pendekatan khusus dapat dilakukan
dengan cara mensurvey pendapat-pendapat analisis keuangan, manajer bank, aatau
akuntan terhadap tugas/kasus tertentu yang dibuat peneliti (misalnya prediksi
kebrangkutan,keputusan membeli/ menjual saham dll). Dari uraian di atas dapat
disimpulkan bahwa hubungan teori akuntansi normative dan teori akuntansi positif
yaitu teori akuntansi positif pada dasarnya merupakan alat untuyk menguji secara
empirik asumsi-asumsi yang dibuat oleh teori akuntansi normative. Karena pada
dasarnya teori normatiof merupakan pendapat pribadi yang subyektif yang tidak
dapat diterima begitu saja dalam menentukan keputusan, oleh sebab itu dibutuhkan
pengembangan teori akuntansi yang sekarang dikenal dengan teori akuntansi positif

15

yang bertujuan untuk menguji teori akuntansi normatif secara empiris agar memiliki
dasar teori yang kuat.
Pendekatan Model-Keputusan (The Decision-Model Approach)
Model ini menyatakan informasi apa yang dibutuhkan dalam pengambilan
keputusan. Dari sudut pandang ini laporan keuangan didasarkan pada entry value,
exit value dan discounted cash flows yang memenuhi syarat berkemungkinan
bermanfaat. Pendekatan ini tidak menyatakan informasi yang diinginkan pengguna
melainkan lebih berkonsentrasi pada informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan
keputusan

tertentu.Orientasinya

adalah

normatif

dan

deduktif.Premis

yang

mendasari riset ini adalah pembuat keputusan yang perlu diingatkan bagaimana
menggunakan informasi jika mereka tidak familiar dengan informasi tersebut.
Riset Pasar Modal (Capital Market Research)
Sebuah jumlah yang signifikan dari riset empirik/induktif memperlihatkan
harga saham perusahaan publik bereaksi dengan cepat dan dalam keadaan tidak
bias terhadap informasi baru. Karenanya harga pasar diasumsikan dapat
merefleksikan secara utuh semua informasi yang tersedia untuk publik.Proposisi ini
secara prinsip dari disiplin keuangan diketahui sebagai efficient market hypothesis
atau hipotesis pasar efisien.Ketika informasi secara cepat direfleksikan dalam harga
sekuritas, maka ada permintaan untuk meningkatkan pengungkapan akuntansi.
Riset Keperilakuan (Behavioral Research)
Perhatian utama dari riset ini adalah bagaimana pengguna informasi
akuntansi membuat keputusan dan informasi apa yang mereka perlukan.
Pendekatannya adalah deskriptif, sedangkan pendekatan decision model adalah
normatif.Kebanyakan penelitian ini menggunakan subyek situasi percobaan yang
terkendalikan dengan seksama. Banyak studi telah memperlihatkan ketidaksesuaian
antara model keputusan normatif dengan proses keputusan aktual dari pengguna
(users).Riset lain menemukan adanya tendensi untuk menggunakan laporan
keuangan yang dipublikasikan untuk tujuan pengambilan keputusan manajerial.
Teori Agensi (Agency Theory sering disebut Contracting Theory)
Teori keagenan atau teori kontrak adalah sebuah topik penting dalam riset
akuntansi saat ini.Teori keagenan bisa merupakan deduktif dan induktif dan
merupakan contoh yang istimewa dari riset perilaku walaupun akar teori keagenan
pada keuangan dan ekonomi lebih dari psikologi dan sosiologi.Asumsi yang
16

mendasari adalah reaksi individu pada saat terjadi konflik antara kepentingannya
dengan kepentingan perusahaan. Asumsi lain yang penting dari teori adalah titik
persimpangan antara banyak tipe kontrak di antara manajemen, pemilik, kreditur dan
pemerintah. Hasilnya teori keagenan memperhatikan variasi cost dari hubungan
pemantauan dan pelaksanaan di antara kelompok yang beragam.
Pada teori ini, individu bertindak sesuai dengan kepentingan terbaik bagi
mereka, perusahaan merupakan titik pertemuan (intersection) berbagai tipe
hubungan kontraktual antara manajemen, pemilik, kreditur, dan pemerintah.Berkaitan
dengan biaya pengawasan dan penguatan hubungan antara berbagai kelompok riset
informasi ekonomi, memfokuskan pada biaya untuk menghasilkan informasi
akuntansi.
Informasi Ekonomi
Akuntan menjadi meningkat kesadarannya terhadap cost dan benefit dalam
menghasilkan informasi akuntansi. Riset informasi ekonomi biasanya dasarnya
adalah analitis/deduktif. Informasi ekonomi mutakhir termasuk asumsi teori keagenan
dan analisa situasi dalam analisanya. Hal ini karena pembagian resiko antara prinsip
dan agen adalah koneksi dekat dengan isu apakah keduanya memiliki informasi
yang penuh atau apakah akan terjadi informasi yang timpang pada saat salah satu
terpisah (biasanya agen) memiliki informasi yang lebih banyak dari yang lain. Tujuan
dari analisa teori informasi adalah menentukan bagaimana rancangan kontrak
dioptimalkan untuk menegosiasikan insentif dan pembagian resiko. Riset juga
memperlihatkan pentingnya fungsi pelayanan akuntansi (menilai kinerja manajemen
relatif penting untuk menentukan insentif dan reward manajemen).
Riset Critical Accounting
Critical Accounting adalah cabang teori akuntansi yang memandang
akuntansi memiliki peran sebagai poros dalam memutuskan konflik antara
perusahaan dan konstituen sosial seperti buruh, konsumen dan masyarakat
umum.Hal ini secara langsung diperhatikan secara aktif dalam peran sosial
akuntan.Critical Accounting merupakan perpaduan gabungan dua area dari
akuntansi yang dikembangkan sejak 1960-an yaitu: akuntansi kepentingan publik
dan akuntansi sosial. Akuntansi kepentingan publik melakukan pekerjaaan bebas
dari pajak dan nasehat keuangan pada individu, kelompok dan usaha kecil yang
tidak mampu membayar jasa tersebut. Akuntansi sosial menyinggung usaha
menjelaskan pengukuran untuk mengambil dari perusahaan beban eksternal, seperti
polusi

yang

menimbulkan

kerusakan

pada

masyarakat.

Riset

Critical
17

Accountingmeyakini bahwa akuntansi harus lebih ditekankan untuk mencoba


menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat.

Sumber (refrensi) :
Ahmed Riahi-Belkaoui.2007. Accounting Theory Buku 2 Edisi 5.Jakarta : Salemba 4
Dr. Winwin Yadiati. 2007. Teori Akuntansi. Jakarta : Kencana
Michael F. Van Breda. Teori Akunting Buku 1 Edisi 5. Interaksa
https://www.academia.edu/6661920/Teori_dan_Riset_Akuntansi
http://ilmuakuntansi.web.id/sejarahakuntansi
https://maiyasari.wordpress.com/2012/04/06/perkembangan-akuntasi/
https://teoriakuntansipositif.wordpress.com/

18