Anda di halaman 1dari 25

IDENTIFIKASI IKAN LELE SANGKURIANG

(Clarias gariepinus)

LAPORAN PRAKTIKUM IKTIOLOGI

Kelompok 10
Kelas Perikanan B
Lab. FHA
Nama
Dudi Hermawan
Mohammad Farid NW
Nur Silmi Nafisah

NPM
230110150119
230110150124
230110150125

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
JATINANGOR
2016

DAFTAR ISI
BAB

Halaman
DAFTAR TABEL .................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR............................................................................. ii

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ................................................................................ 1
1.2 Tujuan ............................................................................................. 2
1.3 Manfaat ........................................................................................... 2

II

PEMBAHASAN
2.1 Klasifikasi, Morfologi, dan Anatomi Ikan Lele Sangkuriang ......... 3
2.2 Ciri Morfometrik dan Meristik Ikan Lele Sangkuriang .................. 7

III

METODOLOGI
3.1 Tempat dan Waktu ..........................................................................9
3.2 Alat dan Bahan ............................................................................... 9
3.3 Prosedur ......................................................................................... 10

IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil Data Kelas ........................................................................... 12
4.2 Pembahasan Umum ...................................................................... 14
4.2.1 Pembahasan Khusus ..................................................................... 15

KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan ................................................................................... 17
5.2 Saran ............................................................................................. 19
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................... 20
LAMPIRAN ......................................................................................... 21

DAFTAR TABEL
Nomor

Judul

Halaman

1. Data Praktikum Kelas FPIK B 11


2. Nilai Maksimum dan Minimum .. 12
3. Interval Atas dan Interval Bawah .... 12
4. Grafik Data Hasil Pengamatan Kelas B .......... 13

DAFTAR GAMBAR
Nomor

Judul

Halaman

1. Morfologi Ikan Lele Sangkuriang .. . 3


2. Anatomi Ikan Lele Sangkuriang ........ .. 4

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ikan merupakan organisme bertulang belakang yang dapat hidup di air
tawar, air payau, dan air laut, tergantung dari spesiesnya itu sendiri. Adapun jenis
ikan yang dibahas dalam kesempatan praktikum kali ini adalah ikan lele
sangkuriang (Clarias gariepinus). Ikan lele merupakan salah satu ikan konsumsi
yang seringkali dibudidayakan dan sangat familiar di masyarakat Indonesia. Maka
dengan itu permintaan terhadap ikan lele terus berjalan dan pengetahuan berlebih
tentang ikan lele sangat diperlukan.
Dilihat dari bentuk tubuh lele secara umum, tubuh ikan lele memanjang
dan kulitnya licin serta tidak bersisik. Di Indonesia, ikan lele mempunyai
beberapa nama diantaranya ikan kalang (Padang), ikan maut (Gayo, Aceh), ikan
pintet (Kalimantan selatan), ikan keeling (Makassar), ikan cepi (Bugis), ikan lele
atau lindi (Jawa Tengah), catfish (Bahasa Inggris). Ikan lele hanya hidup di air
tawar. Habitat alaminya biasanya ada di rawa, telaga, waduk, sawah, atau perairan
lain yang arusnya relative kecil. Ikan lele juga aktif mencari makan di malam hari
atau nocturnal, dan biasanya memijah di musim hujan. Di Indonesia ada 6 jenis
ikan lele yang terkenal, yakni Clarias batrachus, Clarias teysmani, Clarias
melanoderma, Clarias nieuhofi, Clarias loicanthus, dan Clarias gariepinus. Dan
yang menjadi bahan dalam kegiatan praktikum ini adalah ikan lele sangkuriang
(Clarias gariepinus).
Pengetahuan tentang ikan lele sangkuriang ini merupakan salah satu ilmu
yang menunjang proses pembelajaran di bidang perikanan. Oleh karena itu
diperlukan pemahaman mengenai morfometrik meristic, anatomi, serta fungsinya,
agar dapat mengetahui klasifikasi dan taksonominya. Selain bekal dalam proses
pembelajaran, juga bermanfaat menjadi bekal saat kegiatan lapangan atau
perkerjaan nantinya.

1.2 Tujuan
Dalam praktikum dengan bahan ikan Lele Sangkuriang ini, mempunyai
beberapa tujuan yakni sebagai berikut :
a. Mengetahui klasifikasi, morfologi, dan anatomi ikan Lele Sangkuriang.
b. Mengetahui ciri morfometrik dan meristik ikan Lele Sangkuriang.
c. Mengetahui nilai perhitungan rata-rata dalam satu kelas.
1.3

Manfaat
Dalam praktikum dengan bahan ikan Lele Sangkuriang ini, mempunyai

beberapa manfaat yakni sebagai berikut :


a. Mendapat ilmu tentang ikan Lele Sangkuriang melalui gambaran secara
langsung.
b. Menjadi bekal dalam kegiatan pembelajaran berikutnya maupun bekal
dalam dunia kerja.
c. Memperoleh pengetahuan dan sebagai media pembelajaran dalam
pembuatan laporan ilmiah dalam pekerjaan penulisan laporan kegiatan
tersebut.
2.1

BAB II
PEMBAHASAN
Klasifikasi, Morfologi, dan Anatomi Ikan Lele Sangkuriang
A. Klasifikasi
Berikut adalah adalah klasifikasi dari ikan Lele Sangkuriang
menurut Lukito (2002):
Kingdom
: Animalia
Filum
: Chordata
Kelas
: Pisces
Ordo
: Ostariophysi
Famili
: Clariidae
Genus
: Clarias
Spesies
: Clarias gariepinus
(Cuvier, 1817)
B. Morfologi Ikan Lele Sangkuriang

Gambar 1. Morfologi Ikan Lele Sangkuriang


Sumber : http://www.google.com/morfologi-ikan-Lele Sangkuriang
Sebagaimana halnya ikan lele, lele sangkuriang (Clarias
gariepinus) memiliki ciri-ciri identik dengan lele dumbo sehingga sulit
untuk dibedakan. Secara umum, ikan lele sangkuriang dikenal sebagai
ikan berkumis atau catfish. Tubuh ikan lele sangkuriang ini berlendir dan
tidak bersisik serta memiliki mulut yang relatif lebar yakni dari panjang
total tubuhnya. Ciri khas dari lele sangkuriang adalah adanya empat
pasang sungut yang terletak di sekitar mulutnya. Keempat pasang sungut
tersebut terdiri dari dua pasang sungut maxiral/ rahang atas dan dua
pasang sungut mandibula/rahang bawah (Lukito, 2002).
Fungsi sungut bawah adalah sebagai alat peraba ketika berenang
dan sebagai sensor ketika mencari makan. Sirip lele sangkuriang terdiri
atas lima bagian yaitu sirip dada, sirip perut, sirip dubur, sirip ekor, dan
sirip punggung. Sirip dada lele sangkuriang dilengkapi dengan patil (sirip
yang keras) yang berfungsi untuk alat pertahanan diri (Lukito, 2002).
Menurut Djoko (2006) ikan lele sangkuriang mempunyai bentuk
badan yang berbeda dengan jenis ikan lainya. Seperti ikan mas, gurami
dan tawes. Alat pernafasan lele sangkuriang berupa insang yang berukuran
kecil sehingga lele sangkuriang sering mengalami kesulitan dalam
memenuhi kebutuhan oksigen. Ikan lele sangkuriang mengalami kesulitan
dan memenuhi kebutuhan oksigen, akibatnya lele sangkuriang sering
mengambil oksigen dengan muncul ke permukaan. Alat pernafasan
tambahan terletak di rongga insang bagian atas, alat berwarna kemerahan
penuh kapiler darah dan mempunyai tujuk pohon rimbun yang biasa
disebut arborescent organ.
Untuk

memudahkan

berenang,

lele

sangkuriang

(Clarias

gariepinus) dilengkapi sirip tunggal dan sirip berpasangan. Sirip tunggal


terdiri dari sirip punggung dan sirip ekor. Sedangkan sirip berpasangannya

terdiri dari sirip perut dan sirip dada. Adapula bagian sirip dada yang
keras, yang biasa disebut patil.(Khairuman dan Amri, 2009).

C.

Anatomi Ikan Lele Sangkuriang

D.
E.

F.
G.

Gambar 2. Anatomi Ikan Lele


Sangkuriang
Sumber : http://www.dunialele.com/2011/09/morfologiikan-lele.html

H.

Adapun anatomi dari ikan Lele Sangkuriang, terdiri dari

sistem integumen, sistem pencernaan, sistem pernafasan, sistem peredaran


darah, sistem otot, dan sistem rangka, yang penjelasannya adalah sebagai
berikut :
a. Sistem Integumen
I. Sistem integumen pada ikan Lele Sangkuriang terdiri dari
kulit, yang berfungsi sebagai protektif misalnya melindungi
jaringan dibawahnya dari gangguan mekanik. Pada kulit juga
terdapat kelenjar sebagai protektif misalnya melindungi jaringan

dibawahnya dari gangguan mekanik, yang seperti ikan lainnya


yaitu mengeluarkan mucus atau lendir. Di dalam kulit vertebrata
terdapat lima macam kromatofora yaitu melanofora menyebabkan
warna hitam, eritrofora menyebabkan warna merah, dan xantofora
menyebabkan warna kuning (Mahardono, 1979). Bagian terluar
dari kulit ikan Lele Sangkuriang dilindungi oleh sisik dengan tipe
stenoid, yang cirinya itu terdapat stenii.
b. Sistem Pencernaan
J. Langkah proses pencernaan makanan pada ikan Lele
Sangkuriang dimulai dari mulut dan rongga mulut, kemudian
makanan digiling menjadi kecil-kecil oleh gigi dan dibasahi oleh
saliva, selanjutnya disalurkan melalui faring dan esophagus. Proses
pencernaan terjadi di lambung dan usus halus. Absorbsi air dalam
usus besar: akibatnya isi yang tidak dicerna menjadi setengah padat
(veses), kemudian feses dikeluarkan dari dalam tubuh melalui
kloaka (bila ada) kemudian ke anus.
c. Sistem Peredaran Daerah dan Pernafasan
K. Pada peredaran darah ikan Lele Sangkuriang merupakan
peredaran darah tunggal, yang artinya darah hanya satu kali
mengalir melalui jantung. Darah masuk ke jantung melalui
pembuluh balik yang di tampung dalam satu tempat yang disebut
sinus venosus, kemudian darah masuk kedalam serambi dan bilik
selanjutnya dipompa oleh bonggol arteri dan menuju ke lengkung
insang, maka selanjutnya akan terjadi pertukaran gas oksigen.
Kemudian darah mengalir kembali ke jantung malalui vena
(Mahardono , 1979). Adapun jumlah insang pada ikan Lele
Sangkuriang yang diamati adalah sebanyak 3 pasang insang. Ikan
lele

juga

mempunyai

organ

pernafasan

tambahan

yakni

arborescent. Biasanya ketika kekurangan oksigen di perairan ikan


ini selalu ke permukaan untuk mengambil oksigen di udara.

d. Sistem Otot
L. Sistem otot yang terdapat di kedua sisi tubuh ikan Lele
Sangkuriang dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu epaksial
dan hipaksial. Kedua bagian tersebut dipisahkan oleh suatu selaput
yang

dinamakan

horizontal

akletogeneous

septum.

Secara

fungsional tipe otot ikan, yaitu ada yang di bawah rangsangan otak
(voluntary) dan otot yang tidak dibawah rangsangan otak

M.

(involuntary).
e. Sistem Rangka
N. Ikan Lele Sangkuriang termasuk ikan osteichtyes atau yang
bertulang belakang. Rangka berfungsi untuk menegakkan tubuh,
menunjang atau menyokong organ-organ tubuh dan berfungsi
pula dalam pembentukan buti-butir darah merah. Berdasarkan
letaknya tulang sebagai penyusun rangka dikelompokan dalam tiga
bagian, yaitu tulang aksial (tengkorak, tulang belakang, tulang
rusuk), veskeral (lengkung insang, tulang-tulang pada bagian
kepala yang tidak termasuk dalam tulang tengkorak), apendikular
O. 2.2

(rangka anggota badan seperti jari-jari sirip dan tulang sirip).


Ciri Morfometrik dan Meristik Ikan Lele Sangkuriang

P.

Dalam

mengidentifikasi

ikan

perlu

dilakukan

perhitungan

morfometrik dan meristik. Perhitungan morfometrik didapatkan dengan


membandingkan ukuran-ukuran tubuh ikan. Sifat meristik dalam
praktikum ini misalnya seperti jumlah jari-jari sirip dan jumlah sisik
berpori.
A. Morfometrik
Q. Sifat morfometrik dari ikan Lele Sangkuriang yang didapatkan
dalam praktikum ini yaitu berat badannya 100 gram dengan panjang total
(TL) 26.8 cm. Panjang baku (SL) adalah 23 cm. Panjang kepala (HL)
adalah 8 cm. Panjang hidung (SnL) adalah 1.7 cm. Panjang orbit diameter
(OD) adalah 0.3 cm. Panjang pangkal ekor (CPL) adalah 1.5 cm. Tinggi
6

batang ekor adalah 1 cm. Tinggi tubuh ikan (BD) adalah 3 cm. Panjang
sirip punggung (DFL) adalah 1.5. Panjang dasar sirip punggung (DFB)
adalah 14.3 cm. Panjang sirip dada (PFL) adalah 2.3 cm. Panjang sirip
perut (VFL) adalah 2 cm. Panjang sirip anal (AFL) adalah 1 cm. Panjang
dasar sirip anal (AFB) adalah 12.7 cm.
B. Meristik
R. Sifat meristik ikan Lele Sangkuriang yang didapatkan dalam
praktikum ini adalah jumlah jari-jari sirip dan jumlah sisik berpori lateral.
Pada sirip dorsal satu didapatkan D1 -.ix.55 yaitu jari-jari keras tidak ada,
jari-jari lunak mengeras sebanyak sembilan, dan terdapat 55 jari-jari lunak.
Pada sirip dada didapatkan P I.-.5 yaitu terdapat satu jari-jari keras, tidak
ada jari-jari lunak mengeras, dan lima jari-jari lunak. Pada sirip perut V
-.-.6 yaitu tidak terdapat jari-jari keras dan jari-jari lunak mengeras, namun
ada enam jari-jari lunak. Pada sirip anal A -.-.53 yaitu tidak terdapat jarijari keras dan jari-jari lunak mengeras, namun terdapat 53 jari-jari lunak.
Pada sirip ekor C -.-.19 yaitu tidak terdapat jari-jari keras dan jari-jari
lunak mengeras, namun terdapat 19 jari-jari lunak. Ikan lele tidak memiliki
lineal lateralis karena tidak memiliki sisik, namun fungsinya diganti oleh
misai sebagai alat sensorik atau pendeteksi makanan. Pada ikan lele
terdapat empat pasang misai yang panjangnya masing-masing 6.4 cm, 4
cm, 3.3 cm, dan 2.5 cm.
S. BAB III
T. METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat


U.

Praktikum identifikasi ikan Lele Sangkuriang ini, dilakukan

pada hari Senin, 18 April 2016 pukul 12.3014.30 WIB yang bertempat di
Laboratorium FHA FPIK UNPAD.
3.2 Alat dan Bahan

V.

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ikan Lele

Sangkuriang ini adalah sebagai berikut :


a. Alat tulis, termasuk logbook, pensil, pulpen, dan penghapus untuk
menulis hasil pengamatan praktikum.
b. Timbangan digital, untuk menimbang massa ikan Lele Sangkuriang.
c. Penggaris/mistar, untuk mengukur dalam pengukuran meristik, dan
organ dalam ikan Lele Sangkuriang seperti usus, dan lain-lain.
d. Alat dokumentasi (handphone), sebagai alat dokumentasi dalam
kegiatan praktikum.
e. Pinset, digunakan untuk menjepit beberapa bagian ikan yang kecil saat
pengukuran.
f. Baki/nampan, sebagai tempat penyimpanan ikan Lele Sangkuriang
dan organ lainnya yang telah dibedah.
g. Gunting bedah, digunakan saat membedah bagian dalam ikan Lele
Sangkuriang.
h. Jarum bedah, digunakan untuk menusuk otak ikan agar membuatnya
pingsan. Akan tetapi saat praktikum ikan kembing tidak dugunakan,
karena keadaan ikan Lele Sangkuriang yang sudah mati.
i. Millimeter block, digunakan juga dalam pengukuran ikan Lele
Sangkuriang.
j. Mikroskop, digunakan untuk melihat sisik ikan Lele Sangkuriang dan
mengambil gambarnya.
k. Cawan petri, sebagai tempat meletakkan sampel organ ikan seperti
sisik, sirip, dan organ dalam lainnya.
l. Pisau bedah, digunakan saat membedah ikan Lele Sangkuriang.
m. Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus).
n. Modul praktikum, sebagai buku rujukan dan panduan dalam
praktikum.

o. Jas laboratorium, sebagai syarat yang harus dipakai saat praktikum,


dan untuk melindungi badan saat praktikum.
p. Masker, untuk menghindari bau amis yang ditimbulkan.
q. Sarung tangan, untuk melindungi tangan saat praktikum.
r.
3.3 Prosedur
s.

Dalam praktikum ikan Lele Sangkuriang ini, rangkaian

prosedurnya adalah sebagai berikut :


a. Ikan dipegang dengan tangan kiri, lalu ditusuk diantara bagian hidung
dan diantara dua mata ikan menggunakan jarum lalu diputar dan
digoyangkan hingga menusuk otaknya.
b. Ikan ditimbang dengan neraca digital.
c. Morfometrik ikan dihitung dengan menyimpan ikan diatas milimeter
block lalu diukur TL, FL, SL, HL, SnL, OD, CPL,CPD, BD, DFL 1,
DFB1, PFL, VFL, AFL dan AFB.
d. Meristik ikan dihitung, yang berupa sirip keras, lunas mengeras dan
lunak dari D1, P, V, A C.
e. Morfologi ikan dilihat berapa panjang misai, jumlah misai, bentuk
tubuh, bentuk mulut, letak, dan bentuk sirip caudal.
f. Bagian kulit ikan dihilangkan pada ikan agar terlihat sistem otot.
g. Bagian insang digunting dengan gunting bedah untuk melihat sistem
pernafasan dari ikan Lele Sangkuriang dan diamati organ pernafasan
tambahannya yaitu arborescent.
h. Disobek dengan pisau bedah dari mulai bagian anal keatas lalu
gunting horizontal sehingga terlihat sistem pencernaan.
i. Bagian usus ikan mas diambil lalu uraikan menggunakan jarum
sehingga bisa diukur dan diketahui ikan mas memiliki usus majemuk.
j. Gonad pada ikan diambil untuk memastikan jenis kelaminnya.
k. Dianalisis setiap bagian dari organ ikan Lele Sangkuriang dan
fungsinya, kemudian gambar di logbook.
l. BAB IV
m. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Data Kelas


n.
Hasil praktikum yang diperoleh Kelas FPIK B meliputi panjang
total (TL), berat ikan (W). Berikut adalah data hasil praktikum Kelas FPIK B :
o. Tabel 1. Data Praktikum Kelas FPIK B
p.
K

q. Spesies
Ikan
u. Clarias

t.

gariepinu
1

x.
2
ab.
3
af.
4
aj.
5
an.
6
ar.
7
av.
8
az.
9

s
y. Clarias
gariepinu
s
ac. Clarias
gariepinu
s
ag. Clarias
gariepinu
s
ak. Clarias
gariepinu
s
ao. Clarias
gariepinu
s
as. Clarias
gariepinu
s
aw. Clarias
gariepinu
s
ba. Clarias
gariepinu
s
10

r.

s.

v.

w.

z.

aa.

ad.

ae.

ah.

ai.

al.

am.

ap.

aq.

at.

au.

ax.

ay.

bb.

bc.

be. Clarias
bd.
10
bh.
11
bl.
12
bp.
13
bt.
14
bx.
15
cb.
16
cf.
17
cj.
18
cn.
19
cr.
20
cv.
21

gariepinu
s
bi. Clarias
gariepinu
s
bm.Clarias
gariepinu
s
bq. Clarias
gariepinu
s
bu. Clarias
gariepinu
s
by. Clarias
gariepinu
s
cc. Clarias
gariepinu
s
cg. Clarias
gariepinu
s
ck. Clarias
gariepinu
s
co. Clarias
gariepinu
s
cs. Clarias
gariepinu
s
cw. Clarias
gariepinu
11

bf.

bg.

bj.

bk.

bn.

bo.

br.

bs.

bv.

bw.

bz.

ca.

cd.

ce.

ch.

ci.

cl.

cm.

cp.

cq.

ct.

cu.

cx.

cy.

s
da. Clarias
cz.

gariepinu

22

s
de. Clarias

dd.

gariepinu

23

db.

dc.

df.

dg.

dh.
di.

Tabel 2. Nilai Maksimum dan Minimum


dj. Nilai

dk.

Maksimu

m
dm.
dl. Nilai

Minimum
do.
dn. Jumlah

5.

Kelas
dq.
dp. Interval

0.

Kelas
dr.
ds. Tabel 3. Interval Atas dan Interval Bawah
dt. In

du. Jumla

te

rv

Indivi

al
dw.2

du
dx. 1

2.
9
52
3.
7
12

dv. N1+
(Frekuensi
Relatif)
dy. 4.347826087

1
dz. 2
3.
7
62
4.
5
2
ec. 2

ea. 3

eb. 13.04347826

ed. 10

ee. 43.47826087

eg. 5
ej. 2

eh. 21.73913043
ek. 8.695652174

4.
5
72
5.
3
4
ef. 2
5.
3
92
6.
1
5
ei. 2
6.
2
02
6.
9

13

7
el. 2
7.
0
22
7.
7
8

em.2
eo.
ep.
eq.

en. 8.695652174

er. Tabel 4. Grafik Data Hasil Pengamatan Kelas B

Data Hasil Ikan Lele Kelas B

Jumlah Individu Ikan Lele (ekor)

Interval

es.
et.
4.2 Pembahasan Umum

14

eu.

Berdasarkan data hasil praktikum kelas perikanan B diperoleh

bahwa interval pada praktikum ikan Lele Sangkuriang ini jumlah terbanyak pada
interval 24.57 25.34 yakni sebanyak 10 ekor dari 23 ekor. Hasil ini
membuktikan bahwa data interval diperoleh dari ratarata total length. Dimana
interval terbawah terdapat pada nilai 22.95 23.71 kurang lebih satu ekor. Hal ini
menunjukkan ikan Lele Sangkuriang yang digunakan sebagai sampel memiliki
rata-rata panjang total di atas 20 cm. Hasil data yang diperoleh juga menunjukan
perbedaan meristik ikan yang tergantung dari bentuk morfologinya. Berat
terendah dari ikan yang digunakan pada praktikum ini adalah 84 gram dan berat
terbesar adalah 115.01 kilo kilogram.
ev.

Terdapat perbedaan ukuran dari ikan lele sangkurang yang

berbeda-beda dan cukup jauh dari ikan yang digunakan oleh seluruh kelompok
kelas B. Faktor pertumbuhan ikan lele sangkuriang bisa karena faktor umur,
faktor lingkungan, factor gen dan bibit maupun faktor pemberian pakan. Dari
faktor umur ada kemungkinan ikan lele sangkuriang yang diuji dalam praktikum
masih muda sehingga tubuhnya masih kecil, dan sudah dewasa umurnya bagi
yang ukurannya besar. Dalam pemberian pakan juga, ikan yang bertubuh besar
cenderung akan lebih banyak memakan pakan yang diberikan, dan ikan yang
kecil cenderung kalah besaing dalam memakan pakan yang diberikan. Ditambah
lagi adanya sifat kanibal pada ikan lele, yang menyebabkan ikan yang lemah dan
ukurannya kecil akan dimakan oleh yang lebih besar dan kuat, dan itupun hanya
akan terjadi ketika ikan kelaparan. Factor lingkungan juga seperti kandungan
oksigen terlarut, suhu perairan dan sekitarnya, dan lainnya yang berpengaruh
terhadap proses metabolism ikan. Bibit ikan yang unggul juga akan berpengaruh
terhadap kecepatan pertumbuhan ikan lele sangkuriang.
4.2.1

Pembahasan khusus
ew.

Pengamatan yang dilakukan secara meristik pada ikan Lele

Sangkuriang berdasarkan jumlah jumlah jari-jari pada sirip ikan Lele Sangkuriang
terbagi menjadi 3 jenis yaitu jari-jari sirip lunak, lunak mengeras dan mengeras.
Ikan Lele Sangkuriang memiliki sirip yang lengkap seperti sirip dorsal, caudal,

15

ventral, pectoral, dan anal. Ikan lele tidak memiliki sisik di tubuhnya namun
sebagai gantinya memiliki lendir untuk memperkecil gesekan dengan air.
ex.

Bentuk tubuh ikan Lele Sangkuriang yaitu depressed di bagian


kepalanya dan compress di bagian tubuh sampai ekor. Bentuk tubuh
yang demikian memudahkan ikan lele yang hidupnya di dasar perairan
untuk berenang dan mencari makan. Bentuk mulut pada ikan Lele
Sangkuriang berbentuk mulut penghisap yang letaknya subterminal
yaitu terletak pada ujung depan kepala karena ikan Lele Sangkuriang
mencari makan di dasar perairan. Ikan Lele Sangkuriang memiliki alat
pernafasan yaitu empat pasang insang yang berfungsi untuk mengikat
oksigen atau pernafasan dan memiliki alat bantu pernafasan yaitu

ey. arborescent sehingga ikan lele dapat mengambil oksigen dari udara
dan hidup di lumpur atau perairan yang oksigen terlarutnya sedikit.
ez.

Ikan Lele Sangkuriang memiliki sistem pencernaan meliputi mulut,


gigi, kerongkongan, eshopagus, lambung, pylorus, asus, rectum dan
dilanjutkan ke anus. Sedangkan sel atau kelenjar pencernaan terdapat
pada lambung, hati, dan pankreas. Pada sistem pencernaan ikan Lele
Sangkuriang memiliki usus yang pendek karena ikan lele lebih
cenderung karnivora.

fa.

Ikan lele juga memiliki empat pasang misai yang digunakan


sebagai alat sensorik dan mencari makan. Ikan lele memiliki mata
yang kecil maka dari itu lebih aktif di malam hari atau nocturnal,
sehingga misainya ini yang sangat berguna dalam mendapatkan
makanan atau lawan jenis.

fb.
fc. BAB V
fd. KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
fe.

Adapun kesimpulan dari kegiatan praktikum ikan Lele

Sangkuriang ini adalah sebagai berikut :

16

a. Praktikan dapat mengetahui klasifikasi, morfologi, dan anatomi ikan Lele


Sangkuriang. Klasifikasi ikan Lele Sangkuriang adalah sebagai berikut:
ff. Kingdom
: Animalia
fg. Filum : Chordata
fh. Kelas : Pisces
fi. Ordo : Ostariophysi
fj. Famili : Clariidae
fk. Genus : Clarias
fl. Spesies
: Clarias gariepinus
fm. (Cuvier, 1817)
fn.

Morfologi ikan Lele Sangkuriang yaitu kulit yang berlendir,

memiliki misai, siripnya terdiri dari sirip dada, perut, anal, ekor, dan
punggung. Pada sirip dada ikan lele dilengkapi dengan patil. Mutulnya lebar,
dan berbentuk penghisap, dan letaknya subterminal. Ikan lele sangkuriang
juga mempunyai 4 pasang sungut yang terletak di sekitar mulutnya, yang
terdiri dari dua pasang sungut maxiral/rahang atas dan dua pasang sungut
mandibular/rahang bawah yang berfungsi sebagai alat peraba ketika berenang
dan sebagai sensor ketika mencari makan. Bentuk tubuh ikan lele
sangkuriang yaitu depressed pada bagian depan, bulat di bagian tengah, dan
compressed pada bagian belakang. Ikan lele sangkuriang juga dilengkapi
dengan alat pernafasan tambahan yaitu arborescent, dan pada sistem
integumennya tidak memiliki sisik dan banyak berlendir.
b. Praktikan dapat mengetahui ciri meristik dan morfometrik ikan Lele
Sangkuriang yang diamati. Massa ikan Lele Sangkuriang kelompok kami
adalah 100 gram dengan TL 26.8 cm. Panjang SL 23 cm, panjang HL 8 cm,
panjang SnL 1.7 cm, panjang OD 0.3 cm, panjang CPL 1.5 cm, tinggi batang
ekor adalah 1 cm, tinggi BD 3 cm, panjang DFL1 1.5, panjang DFB1 14.3 cm,
panjang PFL 2.3 cm, panjang VFL 2 cm, panjang AFL 1 cm, dan panjang
AFB 12.7 cm. Sifat meristik ikan Lele Sangkuriang yang didapatkan dalam
praktikum ini adalah jumlah jari-jari sirip dan jumlah sisik berpori lateral.
Pada sirip dorsal tidak terdapat jari-jari keras, jari-jari lunak ada 9, dan 55 jarijari lunak. Pada sirip terdapat satu jari-jari keras, tidak ada jari-jari lunak
mengeras, dan lima jari-jari lunak. Pada sirip perut tidak terdapat jari-jari
17

keras dan jari-jari lunak mengeras, namun ada enam jari-jari lunak. Pada sirip
anal yaitu tidak terdapat jari-jari keras dan jari-jari lunak mengeras, namun
terdapat 53 jari-jari lunak. Pada sirip tidak terdapat jari-jari keras dan jari-jari
lunak mengeras, namun terdapat 19 jari-jari lunak. Ikan lele tidak memiliki
lineal lateralis, dan terdapat empat pasang misai yang panjangnya masingmasing 6.4 cm, 4 cm, 3.3 cm, dan 2.5 cm.
c. Praktikan dapat mengetahui nilai perhitungan rata-rata dalam satu kelas.
Setelah perhitungan dilakukan, diperoleh nilai rata-rata kelas B Perikanan
adalah sebagai berikut : diperoleh bahwa interval pada praktikum ikan Lele
Sangkuriang ini jumlah terbanyak pada interval 24.57-25.34 yakni sebanyak
10 ekor dari 23 ekor. Data interval diperoleh dari ratarata total length.
Interval terbawah terdapat pada nilai 22.95-23.71 yang jumlahnya satu ekor.
Hal ini menunjukkan ikan Lele Sangkuriang yang digunakan sebagai sampel
memiliki rata-rata panjang total di atas 20 cm. Perbedaan meristik ikan yang
tergantung dari bentuk morfologinya, kemudian ikan Lele Sangkuriang yang
digunakan pada praktikum kelas perikanan B rata - rata gonad betina
dikarenakan gonadnya berwarna putih dan terdapat telur. Berat terendah dari
ikan yang digunakan pada praktikum ini adalah 84 dan berat terbesar adalah
115.01 gram.
fo.
fp.
fq. 5.2 Saran
fr.

Adapun saran dari kegiatan praktikum ikan Lele Sangkuriang ini

adalah sebagai berikut :


a. Dalam praktikum sebaiknya ikan yang digunakan adalah ikan yang
segar, agar bau organ dalam ikan tidak berbau menyengat.
b. Bahan ikan yang digunakan usahakan ikan yang asing dan sulit
didapat oleh praktikan, misalnya ikan paus, hiu, piranha, atau lainnya,
agar memperluas wawasan juga.
c. Sebaiknya bisa didicoba sekali-kali praktikum ikhtiologi di lapangan,
misalnya ke ciparanje, pedca, dan lain-lain.
fs. DAFTAR PUSTAKA
18

ft.

Effendie, 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara


Yogyakarta. www.academia.edu

fu.

Haryu,

Satrio.

2013.

Laporan

Ikhtiologi

Identifikasi

Ikan.

www.academia.edu
fv. Mustakin,

Haji.

2014.

Laporan

Ikhtiologi.

Perikanan.

www.academia.edu
fw. Rahardjo. M. F. dkk. 2011. Iktiology. Lubuk Agung, Bandung
fx.

Syaputra, Deni. 2012. Laporan Praktikum Biologi Perikanan :


Morfometrik Tubuh Ikan. Perikanan. www.academia.edu

fy.

Z.

Sutandar.

1992.

Petunjuk

Praktikum

Padjadjaran, Sumedang
fz.
ga.

gb.

gc.

gd.

ge.

gf.

19

Ihtiologi.

Universitas

gg.

gh. LAMPIRAN

gi. Lampiran 1. Kegiatan Menimbang Ikan

gj.
gk. Lampiran 2. Gambar Ikan Lele Sangkuriang Utuh

20

gl.

gm.

Lampiran

3.

Gambar

Organ

Pencernaan

Sangkuriang
gn.

go. Lampiran 4. Gambar Anatomi Ikan Lele Sangkuriang

21

Ikan

Lele

gp.

gq. Lampiran 5. Gambar Otot dari ikan lele sangkuriang

gr.

22