Anda di halaman 1dari 26

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

1 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

Megatruss Design Engineering Construction Supplier | Atap Baja ringan | Plafon dan Partisi | Bata ringan |
Beton Ringan | Panel Lantai | Semen Instan | Atap & Genteng

Beranda

Bata ringan

Gallery project

Panel Lantai - Cor Dag Beton Instan

Download

Daftar Harga Bahan Bangunan

Baja Ringan - Galvalum


Foto2 design rumah

Plafon-Partisi
KONTAK

Atap & Genteng

Semen Mortar

Daftar Isi

Label

Contoh cara perhitungan struktur perencanaan


jembatan prategang / cable stayed (STRUKTUR ATAS)
PERENCANAAN JEMBATAN PRATEGANG
Data Teknis Perencanaan Jembatan
a. Jembatan
Kelas jalan: kelas 1
Jumlah jalur: 2 jalur
Panjang jembatan: 40 meter
Lebar jembatan: 9 meter
Lebar lantai kendaraan: 7 meter
Tipe gelagar: balok I
Tebal Perkerasan: 5 cm

baja ringan
bata ringan
Dak keraton
Jasa Arsitek
jasa konstruksi
Panel lantai
Perhitungan struktur
plafon gypsum
Teknik las
Tips arsitek dan sipil

Popular Posts

Cara Menghitung Biaya


Pembuatan IMB (Ijin
Mendirikan Bangunan),
Biaya Notaris, Biaya Bank,
Biaya peningkatan Hak
Sertifikat HGB ke SHM
Cara Menghitung Biaya Pembuatan IMB (Ijin
Mendirikan Bangunan), Biaya Notaris, Biaya
Bank, Biaya peningkatan Hak Sertifikat HGB
ke SHM ...
Contoh cara perhitungan struktur
perencanaan jembatan prategang / cable
stayed (STRUKTUR ATAS)
PERENCANAAN JEMBATAN PRATEGANG Data
Teknis Perencanaan Jembatan a. Jembatan
Kelas jalan: kelas 1 Jumlah jalur: 2
jalur P...
Mengetahui Tentang las listrik dan cara
penggunaan las listrik
*Mesin las ada dua macam, yaitu: 1. mesin
las D.C (direct current mesin las arus
searah) 2. mesin las A.C (alternating
current ...

Gambar Bentang Jembatan


b. Trotoir
Jenis konstruksi: beton bertulang
Pipa sandaran: Circular Hollow Sections D 60.5 mm
Dimensi tiang sandaran: 20/15 cm
Jarak antar tiang: 2 m
Mutu beton, fc: 30 Mpa
Mutu baja tulangan, fy: 240 Mpa (polos)
Mutu baja pipa sandaran: 1600 Mpa
Lebar trotoir: 100 cm
Tebal trotoir: 25 cm
Balok kerb: 20/25 cm
Jenis plat trotoir: beton tumbuk
c. Plat lantai kendaraan
Tebal plat: 20 cm
Mutu beton, fc: 30 Mpa
Mutu baja tulangan, fy: 350 Mpa (ulir)
d. Gelagar
Jenis konstruksi: beton prategang tipe balok I

Teknik Finishing dinding dengan Beton


expose
Dewasa ini, tersedia banyak sekali tersedia
pilihan finishing bagi sebuah bangunan.
Ingin bermain dengan warna? Saat ini sudah
tersedia ...
Cara membuat Maket season 1
Alhamdulillah, malam ini saya diingatkan
oleh teman kecil saya, ternyata saya udah
lama nggak posting ya heheee. Oke, kali
ini saya a...

Arsip Blog

2016 (64)
2015 (4)
2014 (284)
November (31)
Pasang Atap Baja ringan / galvalum di
Madura, Bang...

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

2 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

Mutu beton, fc: 50 Mpa


Mutu baja tulangan, fy: 350 Mpa (ulir)
Tipe tendon & angkur: Angker hidup VSL tipe Sc
e. Abutment
Tinggi Abutment: 6 meter
Lebar Abutment: 11.6 meter
Tipe Abutment: Type Kantilever
Mutu beton, fc: 30 Mpa
Mutu baja tulangan, fy: 240 Mpa (polos)
Mutu baja tulangan, fy: 350 Mpa (ulir)

Kekuatan cor dak keraton berdasarkan


uji lab
Alternatif cor dak beton dengan dak
keraton
DAK BETON KERATON
Ukuran panel lantai citicon
Perbandingan harga biaya panel lantai
Kelebihan dan kekurangan bata ringan
dan bata mera...
Keunggulan panel lantai AAC untuk lantai
bertingka...
Cara membuat cor dag lantai bertingkat
dengan Pane...
Perbandingan harga antara cor dag beton
biasa deng...
Cara membuat pabrik bata ringan AAC
Analisa harga satuan pekerjaan pasangan
dinding ba...
Perhitungan investasi membuat pabrik
bata ringan A...

Gambar Abutment
Tegangan Yang Diijinkan (SNI 03 2847 2002)
Tegangan Ijin Beton Prategang
Mutu beton prategang (fc) 50 Mpa. Tegangan ijin sesuai dengan kondisi gaya
pratekan dan tegangan beton pada tahap beban kerja, tidak boleh melampaui nilai
berikut:

Daftar Harga per m2 dan per m3 Panel


lantai hebel ...
Cara pemasangan panel lantai citicon
dengan gambar...
Pemasangan Waterproofing untuk Atap
beton panel la...
Macam-macam pelapis lantai/finishing
untuk Panel l...

1. Keadaan awal, sesaat sesudah penyaluran gaya prategang (sebelum terjadinya


kehilangan tegangan) (pasal 20.4.1)

Membuat dudukan balok pada panel


lantai AAC

2. Tegangan serat tekan terluar

Cara memasang pembalokan untuk Panel


lantai AAC

Untuk Gelagar ~Untuk Plat


fb = 0.6 fc fb = 0.6 fc
= 0.6 x 50 = 0.6 x 30
= 30 Mpa = 18 Mpa
~Untuk Gelagar~Untuk Plat

Cara memasang keramik untuk panel


lantai AAC
Cara memilih panel lantai AAC terbaik..
Kelebihan Panel lantai dibanding Cor
beton biasa (...
Berbagai macam merk panel lantai

1. ft =
=x

ft =

Perhitungan Struktur Atap Baja ringan /


galvalum.....
Cara mengolah data output SAP 2000
Tutorial Perhitungan struktur seri Analisa
portal ...

=x

Cara perhitungan struktur analisa beban


gempa stat...

= 1.768 Mpa= 1.369 Mpa


2. Keadaan akhir, setelah kehilangan gaya prategang (pasal 20.4.2)
1. Tegangan serat tekan terluar
~Untuk Gelagar~Untuk Plat
fb = 0.45 fc fb = 0.45 fc
= 0.45 x 50= 0.45 x 30
= 22.5 Mpa= 13.5 Mpa
1. Tegangan serat tarik terluar
~Untuk Gelagar~Untuk Plat

Contoh cara perhitungan struktur


jembatan prategan...
Contoh cara perhitungan struktur
perencanaan jemba...
Tutorial Perhitungan struktur Cara
Memutar Frame P...
Tutorial SAP2000 edisi tentang
perhitungan struktu...
Juli (1)
Juni (185)

ft =
=x

ft =

Mei (66)
April (1)

=x

AYO GABUNG

= 3.536 Mpa= 2.739 Mpa


3. Mutu beton pada saat penegangan
fci = 0.8 fc
= 0.8 x 50
= 40 Mpa
Modulus elastisitas beton
1. Beton prategang fc = 50 Mpa
Ec = 4700

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

3 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

= 4700 x

= 33234.02 Mpa
2. Beton konvensional fc = 30 Mpa
Ec = 4700
= 4700 x

Be the first of your friends to like this

= 25742.96 Mpa
Dimana:Ec = modulus elastisitas beton prategang (Mpa)
Ec = modulus elastisitas beton konvensional (Mpa)
fc = mutu beton prategang (Mpa)
fc = mutu beton konvensional (Mpa)

1. Tegangan Ijin Tendon Prategang


Digunakan tendon VSL dengan sifat-sifat:

Google+ Followers

Anita Rahma

Diameter nominal= 12.5 mm


Luas tampang nominal= 98.7 mm 2
Beban putus minimum= 18.75 ton
= 18750 kg
= (18750 x 9.81) N
= 183937.5 N
Beban leleh (20%)= 18750 x 0.8
= 15000 kg
= (15000 x 9.81) N
= 147150 N
139 memiliki saya di lingkaran Lihat semua
Tegangan putus minimum (fpu)=
= 1863.6 Mpa

Tegangan leleh (fpy)=


= 1490.88 Mpa
Modulus elastisitas (E s)= 200000 Mpa
Tegangan tarik pada tendon prategang tidak boleh melampaui:
1. Akibat gaya pengangkuran tendon
fp = 0.94 fpy
= 0.94 x 1490.88
= 1401.43 Mpa
Tetapi tidak lebih dari
fp = 0.80 fpu
= 0.80 x 1863.6
= 1490.88 Mpa
2. Sesaat setelah penyaluran gaya prategang
fp = 0.82 fpy
= 0.82 x 1490.88
= 1222.52 Mpa
Tetapi tidak lebih dari
fp = 0.74 fpu
= 0.74 x 1863.6
= 1379.06 Mpa
3. Tendon pasca tarik, pada daerah angkur dan sambungan, segera setelah
penyaluran gaya
fp = 0.70 fpu
= 0.70 x 1863.6
= 1304.52 Mpa
Perencanaan Trotoir dan Plat Lantai
Perencanaan Trotoir

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

4 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

Gambar Rencana Trotoir


Pendimensian Sandaran
Sandaran direncanakan menumpu pada tiang sandaran dengan bentang 2 m, yang
di rencanakan menahan beban merata vertikal sebesar 0.75 kN/m. Direncanakan
Sandaran dengan penampang pipa bulat, data sebagai berikut:
D (diameter)= 60.5 mm
t (tebal)= 3.2 mm
G (berat)= 4.52 kg/m
W (momen tahanan)= 7.84 cm 3

(tegangan ijin)= 1600 kg/cm 2


Pembebanan:
~ beban mati (qd) = 4.52 kg/m
beban ultimate qdu = 4.52 x 1.1= 5 kg/m
~ beban hidup (ql) = 0.75 kN/m = 75 kg/m
beban ultimate qlu = 75 x 2= 150 kg/m
~ beban ultimate (qu)= qdu + qlu
= 5 + 150
Qu = 155 kg/m

Gambar Pembebanan & Statika Pada sandaran


Dari hasi analisa statika dengan mengunakan program STAAD PRO, diperoleh momen
maksimum , yaitu sebesar 0.642 kNm.
M max = 0.642 kNm
= 6420 kgcm

=
= 818.878 kg/cm2 <

= 1600 kg/cm2

Jadi, dipakai pipa baja diameter 60.5 mm sebagai sandaran.


Perencanaan Tiang Sandaran
Tiang sandaran direncanakan menerima beban terpusat dari sandaran sebesar w x L, yang
bekerja horisontal pada ketinggian 0.9 m dari permukaan trotoir. Direncanakan dimensi
tiang sandaran dengan lebar 15 cm, dan tinggi 20 cm, dengan asumsi tiang sandaran
sebagai balok kantilever.

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

5 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

Gaya Yang Bekerja Pada Tiang Sandaran


Pembebanan
~ beban mati (pd)
berat sendiri tiang (atas/pd1) = 0.15 x 0.2 x 0.65 x 24= 0.468 kN
beban ultimate pd1u = 46.8 x 1.3= 0.6084 kN
berat sendiri tiang (bawah/pd2) = 0.15 x 0.2 x 0.38 x 24 = 0.274 kN
beban ultimate pd2u = 27.4 x 1.3= 0.3562 kN
berat 1 pipa sandaran (pd3) = 0.0452 x 2 = 0.0904 kN
beban ultimate pd3u = 0.0904x 1.1= 0.0995 kN
~ beban hidup (pl)= 0.75 kN
beban ultimate plu = 0.75 x 2 = 1.5 kN
Momen yang terjadi
M max = pd1u
x X2 pd2u
x X1 + pd3u
x X2 + plu
x 90 + plu
x 45
= 0.6084 x 5
0.3562 x 3.6
+ (2 x 0.0995) x 5
+ 1.5 x 90 + 1.5 x 45
= 205.255 kNcm
Vu= 2 x plu
= 2 x 1.5 kN = 3000 N
Perhitungan penulangan
Data perencanaan:
b= 150 mm
h= 200 mm
fc= 30 Mpa
fy = 240 Mpa
Direncanakan tulangan pokok 10, sengkang 6
d= h selimut beton
sengkang ( x Tul. Tarik)
= 200 20 6 ( x 10)
= 169 mm
A. Penulangan lentur
Mu= 205.255 kNcm = 205.255 x 104 Nmm

Mn=

Rn=

m=

= 256.569 x 104 Nmm

= 0.59888 Mpa

= 9.412

Rasio penulangan keseimbangan (b);

b =

=
= 0.0645

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

6 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

max = 0.75 x b
= 0.75 x 0.0645 = 0.048375

min =

= 0.005834

Rasio penulangan perlu

=
= 0.002525
< min 0.002525 < 0.005834 (digunakan min)
As perlu = min
xbxd
= 0.005834 x 150 x 150
= 131.265 mm2
Digunakan tulangan tarik 2 10
As ada = 2 x ( x x 2 )
= 2 x ( x x 102 )
= 157.08 mm2 > As perlu = 131.265 mm2 .( O.K )
b min = 2 x selimut beton + 2 x sengkang + n x D Tul. Tarik + (n 1) x 25
= 2 x 40 + 2 x 6 + 2 x 10 + ( 2 1 ) x 25
= 137 mm < b = 150 mm .( O.K )
As tekan = 20 % x As perlu
= 0.2 x 131.265 = 26.253 mm2
Dipakai tulangan 2 10 mm
As ada = 2 x ( x x 2 )
= 2 x ( x x 102 )
= 157.08 mm2 > As tekan = 26.253 mm2 .( O.K )
B. Penulangan geser
Vc= 1/6 x

xbxd
= 1/6 x

x 150 x 149
= 20402.67 N
Vc= x 0.6 x 20402.67
= 6120.8 N > Vu = 1500 N (tidak diperlukan tulangan geser)
Cukup dipasang sengkang praktis. Digunakan 6 150 mm yang dipasang disepanjang
tiang.

Gambar Penulangan Tiang Sandaran


Perencanaan Kerb
Kerb direncanakan untuk menahan beban tumbukan arah menyilang sebesar 100 kN, yang
bekerja sebagai beban titik. Direncanakan kerb terbuat dari beton bertulang, dengan
dimensi lebar 20 cm dan tinggi 25 cm, menggunakan beton dengan mutu fc 30 Mpa,
tulangan baja mutu fy 240 Mpa, yang dipasang 2 10 pada masing-masing sisinya, dan
sengkang 6 200 mm sepanjang kerb.

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

7 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

Gambar Penulangan Kerb


Perencanaan Plat Lantai
Plat lantai direncanakan dengan tebal 20 cm yang menumpu pada 5 tumpuan yang
menerima beban mati dan terpusat.
Pembebanan
Beban mati
1. Beban pada plat trotoir
Beban merata
~berat plat lantai = 0.20 x 1 x 24 = 4.8kN/m
beban ultimate= 4.8x 1.3= 6.24kN/m
~berat plat lantai trotoir = 0.25 x 1 x 23 = 5.75 kN/m
beban ultimate= 5.75x 1.3= 7.475kN/m
~berat air hujan = 0.05 x 1 x 10 = 0.5 kN/m
Beban ultimate= 0.5x 1.2= 0.6kN/m +
qd1u = 14.315kN/m
Beban terpusat
pdu = pd1u + pd2u + 2.pd3u
= 0.6084 + 0.3562
+ (2 x 0.0995)
= 1.1636 kN
1. Beban pada plat lantai kendaraan
~berat plat lantai = 0.20 x 1 x 24 = 4.8kN/m
beban ultimate= 4.8x 1.3= 6.24kN/m
~berat aspal = 0.05 x 1 x 22 = 1.1 kN/m
beban ultimate= 1.1x 1.2= 1.32kN/m
~berat air hujan = 0.1 x 1 x 10 = 1 kN/m
beban ultimate= 1x 1.2= 1kN/m +
qd2u = 8.56kN/m
1. Beban mati tambahan
Beban mati tambahan berupa pelapisan ulang lapisan aspal dengan tebal 50 mm
~berat aspal = 0.05 x 1 x 22 = 1.1 kN/m
beban ultimate qd3u = 1.1 x 2 = 2.2 kN/m
Beban hidup
Beban pada plat trotoir
Beban merata
~beban pejalan kaki = 5 kPa x 1 m = 5 kN/m
beban ultimate ql1u = 5 x 2 = 10kN/m
Beban terpusat
plu = 1.5 kN
Beban pada plat lantai kendaraan
#Faktor beban dinamis (DLA)
K = 1 + DLA ,
Faktor beban dinamis untuk truk adalah 0.3 (BMS 92, hal 2-20)
maka K = 1 + 0.3 = 1.3
#Beban truk T
Beban truk T sebesar 200 kN, maka tekanan untuk satu roda:

Pu =

= 260 kN
Skema pembebanan

Kondisi I
Gambar Skema Pembebanan Kondisi I

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

8 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

Kondisi II

Gambar Skema Pembebanan Kondisi II

Kondisi III
Gambar Skema Pembebanan Kondisi III
Kondisi IV

Gambar
Skema Pembebanan Kondisi IV

Kondisi V
Gambar Skema Pembebanan Kondisi V
Kondisi VI

Gambar
Skema Pembebanan Kondisi VI
Penulangan Plat Lantai Kendaraan
Dari hasi analisa statika dengan mengunakan program STAAD PRO, diperoleh
momen maksimum pada kondisi II, yaitu:
M max tumpuan= 77.976 kNm
M max lapangan= 71.471 kNm
Data perencanaan:
fc= 30 Mpa
fy = 350 Mpa
Tebal plat (h)= 200 mm
Direncanakan tulangan pokok D 16 dan tulangan bagi 10
Selimut beton = 20 mm
dx= h selimut beton (1/2 )
= 200 20 (1/2 x 16)
= 172 mm
Untuk perhitungan penulangan, diambil
momen termaksimum
Mu= 77.976 kNm = 77.976 x 106 Nmm

Mn=

Rn=

= 97.47 x 106 Nmm

= 3.2945 Mpa

m=

= 13.7255

Rasio penulangan keseimbangan (b);

b =

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

9 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

= 0.0391128
max = 0.75 x b
= 0.75 x 0.0391128 = 0.02933459

min =
=
= 0.004
Rasio penulangan perlu

=
= 0.010115
> min 0.010115 > 0.004 (digunakan )
As perlu = x b x d
= 0.010115 x 1000 x 172
= 1739.78 mm2
Digunakan tulangan pokok D 16 mm
Perhitungan jarak (S) dan As ada
As= x x D2
162

=xx
= 201.06 mm2

S=

= 115.5 mm 100 mm

As ada =
= 2010.6 mm2
Diperoleh As ada > As perlu , maka dipakai tulangan pokok D 16 100
As tulangan bagi = 20 % x As perlu
= 0.2 x 1902.89
= 380.578 mm2
Dipakai tulangan 10 mm
As bagi = x x 2
= x x 102
= 78.54 mm2

S=

= 206.37 mm 200 mm

As ada =

= 392.7

mm2
Diperoleh As ada > As perlu , maka dipakai tulangan bagi 10 200

Gambar Penulangan Plat Lantai Kendaraan


Perencanaan Struktur Gelagar

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

10 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

Gambar
Bagian-bagian Penampang Jembatan
Desain Penampang Balok
Perencanaan awal dari dimensi penampang balok dengan suatu rumus

pendekatan, yaitu tinggi balok (h) =


, dimana L adalah
panjang balok = 40 m, maka h = 1.6 2.35 m. Direncanakan balok dengan
tinggi 1.65 m. Penampang balok seperti pada gambar di bawah ini.

Gambar Penampang Balok Prategang


Perhitungan Section Properties
Penampang Balok Tengah
Sebelum komposit

Tabel Perhitungan Section Properties Balok Tengah Sebelum Komposit


Bag.
I

A
(cm2)
30 x 80 = 2400

y
(cm)
150

Axy
(cm3)
360000

Momen Inersia I
(cm4)
(1/12 x 80 x 303 + 2400 x 67.52)
= 11115000

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

11 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

II

105 x 40 = 4200

82.5

346500

1/12 x 40 x 1053 = 3858750

III

30 x 80 = 2400

15

36000

(1/12 x 80 x 303 + 2400 x 67.52)


= 11115000

IV

2( x 20 x 5) =
100

133.3

13333.33

(1/36 x 20 x 53 + 50 x 50.82) x 2
= 258541.67

2( x 20 x 5) =
100

31.7

3166.67

(1/36 x 20 x 53 + 50 x 50.82) x 2
= 258541.67

AP = 9200

IP = 26605833.33

759000

= 82.5 cm

= 165 82.5= 82.5 cm

= 2891.94 cm2

= 35.05 cm

= 35.05 cm

Setelah komposit
Jarak efektif antar gelagar sebesar 175 cm. Karena mutu beton plat dan balok
berbeda, maka lebar efektif plat komposit dengan balok prategang adalah:
beff
x n (n adalah rasio perbandingan antara mutu beton, n = 0.77)
175 x 0.77 = 134.75 cm

Tabel Perhitungan Section Properties Balok Tengah Setelah Komposit


Bag.

A
(cm2)

y
(cm)

Axy

Momen Inersia I

(cm3)

(cm4)

30 x 80 = 2400

150

360000

(1/12 x 80 x 303 + 2400 x 46.542)


= 5378927.19

II

105 x 40 = 4200

82.5

346500

(1/12 x 40 x 1053 + 4200 x 20.962)


= 5703431.54

III

30 x 80 = 2400

15

36000

(1/12 x 80 x 303 + 2400 x 88.462)


= 18959280.28

IV

2( x 20 x 5) =
100

133.3

13333.33

(1/36 x 20 x 53 + 50 x 29.882) x 2
= 89396.42

2( x 20 x 5) =
100

31.7

3166.67

(1/36 x 20 x 53 + 50 x 71.792) x 2
= 515528.9

VI

20 x 134.75 =
2695

175

471625

(1/12 x 134.75 x 203 + 2695 x

Ac = 11895

1230625

71.542)
= 13883794.43
Ic = 44530358.76

= 103.46 cm

= 165 103.46 = 81.54 cm

= 3743.62 cm2

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

12 of 26

= 36.19 cm

= 45.91 cm

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

Penampang Balok Ujung


1. Sebelum komposit

Ap = b x h= 80 x 165= 13200 cm2


Ip = 1/12 x b x h3 = 1/12 x 80 x 1653 = 29947500 cm4

= 82.5 cm

= 165 82.5= 82.5 cm


1. Setelah komposit

Tabel Perhitungan Section Properties Balok Ujung Setelah Komposit


A

Bag.

(cm2)

y
(cm)

Axy

Momen Inersia I

(cm3)

(cm4)

165 x 80 = 13200

82.5

1089000

(1/12 x 80 x
= 33194287.54

II

20 x 134.75 = 2695

175

471625

(1/12 x 134.75 x 203 + 2695 x 76.822)


= 15992466.2

Ac = 22415

1653

1560625

+ 13200 x 15.682)

Ic = 49186753.75

= 98.18 cm

= 165 98.18 = 86.82 cm


Pembebanan
Beban Tetap
Akibat berat sendiri balok
Bj beton= 25 kN/m 3
Luas penampang (Ap) = 9200 cm2 = 0.92 m2
qd1 = Bj x Ap
= 25 x 0.92
= 23 kN/m
Akibat beban mati (plat lantai, lapisan aspal & air hujan)
Bj beton= 24 kN/m 3
Bj aspal= 22 kN/m3
Bj air= 10 kN/m 3
Jarak efektif antar gelagar = 175 cm = 1.75 m
Tebal plat = 20 cm = 0.2 m
Tebal aspal = 5 cm = 0.05 m
Tebal air = 10 cm = 0.1 m

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

13 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

Luas penampang plat (A1) = 1.75 x 0.2 = 0.35 m2


Luas penampang aspal (A2) = 1.75 x 0.05 = 0.0875 m2
Luas penampang air (A3) = 1.75 x 0.1 = 0.175 m2
qd2 = Bj beton x A3 + Bj aspal x A2 + Bj air x A3
= 24 x 0.35 + 22 x 0.0875 + 10 x 0.175
= 12.075 kN/m
Akibat diafragma
Bj beton= 25 kN/m 3
Tebal diafragma (t) = 15 cm = 0.15 m

Gambar Penampang Diafragma


Luas penampang (A)= (135 x 105) (2 x (AIV + AV))
= 13975 cm2 = 1.3975 m2
Pd= Bj x A x t
= 25 x 1.3975 x 0.15
= 5.24 kN
Beban Lalu Lintas
1. Beban lajur D
2.

Gambar Penyebaran Beban Lajur


Beban lajur D terdiri dari beban tersebar merata (UDL/Uniformly Distributed Load)
yang digabung dengan beban garis (KEL/Knife Edge Load).

Gambar Beban Yang Bekerja Pada Arah Melintang Jembatan


a.Besarnya beban terbagi rata (UDL) tergantung pada panjang total yang
dibebani (L).
L = 40 m > 30 m, maka:

q=

=
= 7 kPa
Jarak efektif antar gelagar = 175 cm = 1.75 m, maka beban merata yang bekerja
di sepanjang gelagar adalah:
ql1 = 1.75 x q
= 1.75 x 7
= 12.25 kNm
b. Beban terpusat P yang ditempatkan tegak lurus arah lalu lintas pada
jembatan adalah sebesarnya 44.0 kN/m.
Faktor Beban Dinamik untuk KEL lajur D, untuk bentang (L E) = 40 m, nilai
DLA = 0.4.
Maka:K = 1 + DLA
K = 1 + 0.4 = 1.4

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

14 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

Jarak efektif antar gelagar = 175 cm = 1.75 m, maka beban terpusat yang
bekerja pada gelagar adalah:
pl1 = 1.75 x P x K
= 1.75 x 44 x 1.4
= 107.8 kN
1. Beban Rem
Pengaruh percepatan dan pengereman dari lalu lintas diperhitungkan sebagai gaya
dalam arah memanjang, dan dianggap bekerja pada permukaan lantai jembatan.
Besarnya gaya rem tersebut tergantung dari panjang struktur (L), yaitu untuk L =
40 m 80 m, gaya rem = 250 kN.

Gambar Beban Rem Yang Bekerja Pada Arah Memanjang Jembatan


Aksi Lingkungan
Beban angin
Kendaraan yang sedang berada di atas jembatan, beban garis merata
tambahan arah horizontal diterapkan pada permukaan lantai sebesar:
TEW = 0.0012CW(VW)2 kN/m
Dimana: Vw= kecepatan angin rencana = 30 m/det
Cw= koefisien Seret = 1.2
TEW = 0.0012 x 1.2 x 302
= 1.296 kN/m
Analisa Statika
Beban Tetap

Gambar Diagram Momen dan Gaya Lintang Akibat Berat Sendiri


1. Akibat berat sendiri
Reaksi tumpuan:
RA = RB = x q x L
= x 23 x 40
= 460 kN
Momen & Gaya Lintang pada setiap titik:
Momen pada titik X dengan jarak setiap 2.0 m;
M x = (RA
x X) ( x q x X2)
Gaya Lintang pada titik X dengan jarak setiap 2.0 m;
Vx = RA (q x X)
Maka:
Titik A, X = 0 mM A = 0kNm
VA = 460kN
Titik 1, X = 2 mM 1 = 874kNm
V1 = 414kN
Titik 2, X = 4 mM 2 = 1656kNm
V2 = 368kN
Titik 3, X = 6 mM 3 = 2346kNm
V3 = 322kN
Titik 4, X = 8 mM 4 = 2944kNm
V4 = 276kN
Titik 5, X = 10 mM 5 = 3450kNm
V5 = 230kN
Titik 6, X = 12 mM 6 = 2864kNm
V6 = 184kN
Titik 7, X = 14 mM 7 = 4186kNm
V7 = 138kN

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

15 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

Titik 8, X = 16 mM 8 = 4416kNm
V8 = 92kN
Titik 9, X = 18 mM 9 = 4554kNm
V9 = 46kN
Titik 10, X = 20 mM 10 = 4600kNm
V10 = 0kN
2.

Akibat beban mati

VA =241,5 kN VB = 241,5 kN
Gambar Diagram Momen dan Gaya Lintang Akibat Beban Mati
Reaksi tumpuan:
RA = RB = x q x L
= x 12.075 x 40
= 241.5 kN
Momen & Gaya Lintang pada setiap titik:
Momen pada titik X dengan jarak setiap 2.0 m;
M x = (RA
x X) ( x q x X2)
Gaya Lintang pada titik X dengan jarak setiap 2.0 m;
Vx = RA (q x X)
Maka:
Titik A, X = 0 mM A = 0kNm
VA = 241.5kN
Titik 1, X = 2 mM 1 = 458.85kNm
V1 = 217.35kN
Titik 2, X = 4 mM 2 = 869.4kNm
V2 = 193.2kN
Titik 3, X = 6 mM 3 = 1231.65kNm
V3 = 169.05kN
Titik 4, X = 8 mM 4 = 1545.6kNm
V4 = 144.9kN
Titik 5, X = 10 mM 5 = 1811.25kNm
V5 = 120.75kN
Titik 6, X = 12 mM 6 = 2028.6kNm
V6 = 96.6kN
Titik 7, X = 14 mM 7 = 2197.65kNm
V7 = 72.45kN
Titik 8, X = 16 mM 8 = 2318.4kNm
V8 = 48.3kN
Titik 9, X = 18 mM 9 = 2390.85kNm
V9 = 24.15kN
Titik 10, X = 20 mM 10 = 2415kNm
V10 = 0kN

Gambar Diagram Momen dan Gaya Lintang Akibat Diafragma


1. Akibat diafragma
Reaksi tumpuan:
RA = RB = x P
= x 5.24 x 11
= 28.823 kN
Momen & Gaya Lintang pada setiap titik:
Momen pada titik X dengan jarak setiap 2.0 m;

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

16 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

M x = (RA
x X) (p x X)
Gaya Lintang pada titik X dengan jarak setiap 2.0 m;
Vx = VA p
Maka:
Titik A, X = 0 m
M A = 0kNm
VA = RA = 28.823kN
Titik 1, X = 2 m
M 1 = (28.823 x 2) (5.24 x 2)
= 47.166kNm
V1 = VA = 28.823kN
Titik 2, X = 4 m
M 2 = (28. 823 x 4) (5.24 x 4)
= 94.331kNm
V2 = 28.823 5.24
= 23.583kN
Titik 3, X = 6 m
M 3 = (28. 823 x 6) (5.24 x 6) (5.24 x 2)
= 131.016kNm
V3 = V2 = 23.583kN
Titik 4, X = 8 m
M 4 = (28. 823 x 8) (5.24 x 8) (5.24 x 4)
= 167.7kNm
V4 = 23.583 5.24
= 18.342kN
Titik 5, X = 10 m
M 5 = (28. 823 x 10) (5.24 x 10) (5.24 x 6) (5.24 x 2)
= 193.903kNm
V5 = V4 = 18.342kN
Titik 6, X = 12 m
M 6 = (28. 823 x 12) (5.24 x 12) (5.24 x 8) (5.24 x 4)
= 220.106kNm
V6 = 18.342 5.24
= 13.102kN
Titik 7, X = 14 m
M 7 = (28. 823 x 14) (5.24 x 14) (5.24 x 10) (5.24 x 6) (5.24 x 2)
= 235.828kNm
V7 = V6 = 13.102kN
Titik 8, X = 16 m
M 8 = (28. 823 x 16) (5.24 x 16) (5.24 x 12) (5.24 x 8) (5.24 x 4)
= 251.55kNm
V8 = 13.102 5.24
= 7.861kN
Titik 9, X = 18 m
M 9 = (28. 823 x 18) (5.24 x 18) (5.24 x 14) (5.24 x 10) (5.24 x 6)
(5.21 x 2)
= 256.791kNm
V9 = V8 = 7.861kN
Titik 10, X = 20 m
M 10 = (28. 823 x 20) (5.24 x 20) (5.24 x 16) (5.24 x 12) (5.24 x 8)
(5.21 x 4)
= 262.031kNm
V10 = 7.861 5.24
= 2.62kN
Beban Lalu Lintas
Akibat beban lajur

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

17 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

Gambar Diagram Garis Pengaruh Momen dan Gaya Lintang Akibat Beban Lajur
Reaksi tumpuan:
Reaksi tumpuan terbesar terjadi pada saat beban p berada di atas tumpuan.
RA = RB = ( x q x L) + P
= ( x 12.25 x 40) + 107.8
= 352.8 kN
Mencari ordinat max (Y) & luas garis pengaruh (A):
Titik A, X = 0 mYA = 0m
AA = 0m2

Titik 1, X = 2 mY1 =

= 1.9m

A1 = x 1.9 x 40= 38m2

Titik 2, X = 4 mY2 =

= 3.6m

A2 = x 3.6 x 40= 72m2

Titik 3, X = 6 m Y3 =

= 5.1m

A3 = x 5.1 x 40= 102m2

Titik 4, X = 8 mY4 =

= 6.4m

A4 = x 6.4 x 40= 128m2

Titik 5, X = 10 mY5 =

= 7.5m

A5 = x 7.5 x 40= 150m2

Titik 6, X = 12 mY6 =

= 8.4m

A6 = x 8.4 x 40= 168m2

Titik 7, X = 14 mY7 =

= 9.1m

A7 = x 9.1 x 40= 182m2

Titik 8, X = 16 mY8 =

= 9.6m

A8 = x 9.6 x 40= 192m2

Titik 9, X = 18 mY9 =

= 9.9m

A9 = x 9.9 x 40= 198m2

Titik 10, X = 20 mY10 =

= 10m

A10 = x 10 x 40= 200m2


Momen & Gaya Lintang pada setiap titik:
Momen pada titik X dengan jarak setiap 2.0 m;
M x = (Yx
x P) + (Ax
x q)
Gaya Lintang pada titik X dengan jarak setiap 2.0 m;
Vx = RA (q x X)

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

18 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

Maka:
Titik A, X = 0 mM A = 0kNm
VA = 352.8kN
Titik 1, X = 2 mM 1 = 670.32kNm
V1 = 328.3kN
Titik 2, X = 4 mM 2 = 1270.08kNm
V2 = 303.8kN
Titik 3, X = 6 mM 3 = 1799.28kNm
V3 = 279.3kN
Titik 4, X = 8 mM 4 = 2257.92kNm
V4 = 254.8kN
Titik 5, X = 10 mM 5 = 2646kNm
V5 = 230.3kN
Titik 6, X = 12 mM 6 = 2963.52kNm
V6 = 205.8kN
Titik 7, X = 14 mM 7 = 3210.48kNm
V7 = 181.3kN
Titik 8, X = 16 mM 8 = 3386.88kNm
V8 = 156.8kN
Titik 9, X = 18 mM 9 = 3492.72kNm
V9 = 132.3kN
Titik 10, X = 20 mM 10 = 3528kNm
V10 = 107.8kN
Beban Rem

Gambar Diagram Momen Akibat Beban Rem


Titik tangkap gaya rem dari permukaan lantai adalah 1.8 m.
Reaksi tumpuan:
Reaksi (gaya lintang) pada semua titik adalah sama sepanjang jalur

RA = RB =

=
= 16.5 kN
Momen pada setiap titik:
Momen pada semua titik adalah sama sepanjang jalur
M r = Gaya Rem x (titik tangkap + ya)
= 250 x (1.8 + 0.8154)
= 653.857 kNm
Aksi Lingkungan

1.

Beban Angin

Gambar Diagram Momen dan Gaya Lintang Akibat Beban Angin


Reaksi tumpuan:
RA = RB = x q x L
= x 1.296 x 40
= 25.92 kN
Momen & Gaya Lintang pada setiap titik:
Momen pada titik X dengan jarak setiap 2.0 m;
M x = (RA
x X) ( x q x X2)
Gaya Lintang pada titik X dengan jarak setiap 2.0 m;

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

19 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

Vx = RA (q x X)
Maka:
Titik A, X = 0 mM A = 0kNm
VA = 25.92kN
Titik 1, X = 2 mM 1 = 49.248kNm
V1 = 23.328kN
Titik 2, X = 4 mM 2 = 93.312kNm
V2 = 20.736kN
Titik 3, X = 6 mM 3 = 132.192kNm
V3 = 18.144kN
Titik 4, X = 8 mM 4 = 165.888kNm
V4 = 15.552kN
Titik 5, X = 10 mM 5 = 194.4kNm
V5 = 12.96kN
Titik 6, X = 12 mM 6 = 217.728kNm
V6 = 10.368kN
Titik 7, X = 14 mM 7 = 235.872kNm
V7 = 7.776kN
Titik 8, X = 16 mM 8 = 248.832kNm
V8 = 5.184kN
Titik 9, X = 18 mM 9 = 256.608kNm
V9 = 2.592kN
Titik 10, X = 20 mM 10 = 259.2kNm
V10 = 0kN
Tabel Daftar Kombinasi Gaya Lintang
Berat

Beban

Beban

Beban

Beban

Beban

Sendiri

Mati

Diafragma

Lajur

Rem

Angin

(kN)

(kN)

(kN)

(kN)

(kN)

(kN)

VA

460

241.50

28.823

352.8

16.5

25.920

V1

414

217.35

28.823

328.3

16.5

23.328

V2

368

193.20

23.583

303.8

16.5

20.736

V3

322

169.05

23.583

279.3

16.5

18.144

V4

276

144.90

18.342

254.8

16.5

15.552

V5

230

120.75

18.342

230.3

16.5

12.960

V6

184

96.60

13.102

205.8

16.5

10.368

V7

138

72.45

13.102

181.3

16.5

7.776

V8

92

48.30

7.861

156.8

16.5

5.184

V9

46

24.15

7.861

132.3

16.5

2.592

V10

2.620

107.8

16.5

Beban

Tabel Daftar Kombinasi Momen


Momen

Berat

Beban

Beban

Beban

Beban

Kombinasi Momen

Beban

Seblm
komp.

Sendiri

Mati

Diafragma

Lajur

Rem

Angin

Mo

MG

MT

10

(2+3+4)

(5+6+7+9)

(kNm)

(kNm)

(kNm)

(kNm)

(kNm)

(kNm)

(kNm)

(kNm)

(kNm)

653.857

653.857

M1

874.000

458.850

47.166

670.320

653.857

49.248

874.000

1380.016

2753.440

M2

1656.000

869.400

94.331

1270.080

653.857

93.312

1656.000

2619.731

4636.980

M3

2346.000

1231.650

131.016

1799.280

653.857

132.192

2346.000

3708.666

6293.994

M4

2944.000

1545.600

167.700

2257.920

653.857

165.888

2944.000

4657.300

7734.965

M5

3450.000

1811.250

193.903

2646.000

653.857

194.400

3450.000

5455.153

8949.410

M6

3864.000

2028.600

220.106

2963.520

653.857

217.728

3864.000

6112.706

9947.811

M7

4186.000

2197.650

235.828

3210.480

653.857

235.872

4186.000

6619.478

10719.687

M8

4416.000

2318.400

251.550

3386.880

653.857

248.832

4416.000

6985.950

11275.519

M9

4554.000

2390.850

256.791

3492.720

653.857

256.608

4554.000

7201.641

11604.825

M 10

4600.000

2415.000

262.031

3528.000

653.857

259.200

4600.000

7277.031

11718.088

MA

komposit

Perencanaan Perletakan Elastomer


Dengan menggunakan tabel perkiraan berdasarkan pengalaman, yang tertera pada BMS

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

20 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

1992 bagian 7, direncanakan perletakan elestomer dengan bentuk persegi dan ukuran
denah 810 x 810 mm, karena lebar gelagar (b) = 800 mm. Karakteristik dari Elastomer
adalah sebagai berikut:

Gambar Bentuk Denah Perletakan


Ukuran denah 810 mm
Tebal selimut atas dan bawah = 9 mm
Tebal pelat baja = 5 mm
Tebal karet dalam = 18 mm
Tinggi keseluruhan = 92 mm
Beban ternilai pada perputaran nol, pada geser maksimum = 7353 kN
Beban ternilai pada perputaran maksimum, pada geser maksimum = 3377 kN
Gaya lintang maksimum yang terjadi pada satu gelagar
VU = 1718.824 kN < Vperletakan = 3377 kN (O.K)
Perencanaan Abutment

Gambar Tampak Melintang Jembatan

Perhitungan Pembebanan
Perhitungan Gaya-gaya Akibat Struktur Atas
Beban mati
1. Beban sandaran
Panjang bentang jembatan= 40 m
Berat pipa sandaran = 4.52 kg/m
Berat 1 tiang sandaran = 0.8242 kN
~berat pipa sandaran = 4 x (40 x 4.52) = 723.2 kg= 7.232kN
~berat tiang sandaran = 42 x (0.8242)= 34.6164kN +
Pd1 = 41.8484kN
1. Beban trotoir
Panjang bentang jembatan= 40 m
Bj beton= 24 kN/m3
Bj beton tumbuk= 23 kN/m3
Tebal plat trotoir= 0.25 m
Lebar plat trotoir= 0.8 m
Ukuran balok kerb= 20/25 cm
~berat plat trotoir = 2 x (40 x 0.25 x 0.8 x 23)= 368kN
~berat kerb = 2 x (40 x 0.25 x 0.2 x 24)= 96kN +
Pd2 = 464kN
1. B
e

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

21 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

b
a
n
p
l
a
t
k
e
n
d
a
r
a
a
n
Panjang bentang jembatan= 40 m
Bj beton= 24 kN/m3
Bj Aspal= 22 kN/m3
Tebal plat kendaraan= 20 cm = 0.2 m
Lebar plat kendaraan= 7 m
Tebal lapisan aspal= 5 cm = 0.05 m
~berat lapisan aspal = 40 x 7 x 0.05 x 22= 308kN
~berat plat kendaraan = 40 x 7 x 0.2 x 24= 1344kN +
Pd3
= 1652kN
1. B
e
b
a
n
g
e
l
a
g
a
r
Panjang bentang jembatan= 40 m
Bj beton prategang= 25 kN/m 3
Ap = 9200 cm2 = 0.92 m2
~berat gelagar = 5 x (40 x 0.92 x 25) Pd4 = 4600kN
1. B
e
b
a
n
d
i
a
f
r
a
g
m
a
Panjang bentang jembatan= 40 m
Jarak antar diafragma= 4 m
Bj beton prategang= 25 kN/m 3
A = 1.3975 m2
t = 0.15 m
~berat diafragma = 44 x (1.3975 x 0.15 x 25) Pd5 = 230.5875kN
1. B
e
b
a
n
m

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

22 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

a
t
i
t
a
m
b
a
h
a
n
Beban mati tambahan berupa pelapisan ulang lapisan aspal dengan tebal 50 mm
~berat lapisan aspal = 40 x 7 x 0.05 x 22 Pd6 = 308kN
Beban mati total yang bekerja pada abutment

Rd=

=
= 3648.218 kN
Beban hidup
Beban sandaran
Panjang bentang jembatan= 40 m
Beban hidup= 0.75 kN/m
~beban hidup pipa sandaran = 2 x (40 x 0.75) Pl1 = 60kN
Beban trotoir
Panjang bentang jembatan= 40 m
Lebar trotoir= 1 m
Beban hidup= 5 kPa
~beban hidup trotoir = 2 x (40 x 1 x 5) Pl2 = 400kN
Beban plat kendaraan (beban lalu lintas)
Panjang bentang jembatan= 40 m

Lebar plat kendaraan= 7 m


Gambar 4.62 Penyebaran Beban Lajur

Gambar Beban Yang Bekerja Pada Arah Melintang Jembatan


a.Besarnya beban terbagi rata (UDL) tergantung pada panjang total yang dibebani
(L).
L = 40 m > 30 m, maka:

q=

=
= 7 kPa
~beban hidup (UDL) = (40 x 5.5 x 7) x 100% + (40 x 1.5 x 7) x 50%
Pl3 = 1750kN
b.Beban terpusat P yang ditempatkan tegak lurus arah lalu lintas pada jembatan
adalah sebesarnya 44.0 kN/m.

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

23 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

Faktor Beban Dinamik untuk KEL lajur D, untuk bentang (L E) = 40 m, nilai DLA =
0.4.
Maka:K = 1 + DLA
K = 1 + 0.4 = 1.4
~beban hidup (KEL) = 7 x 44 x 1.4 Pl4 = 431.2kN
Beban air hujan
Panjang bentang jembatan= 40 m
Bj air= 10 kN/m3
Lebar plat kendaraan= 7 m
Lebar plat trotoir= 2 x 1 m
Tebal air pada plat kendaraan= 10 cm = 0.1 m
Tebal air pada trotoir= 5 cm = 0.05 m
~berat air hujan = (40 x 7 x 0.1 x 10) + (40 x 2 x 0.05 x 10)
Pl5 = 320kN
Beban angin
Panjang bentang jembatan= 40 m
Kendaraan yang sedang berada di atas jembatan, beban garis merata
tambahan arah horizontal diterapkan pada permukaan lantai sebesar:
TEW = 0.0012CW(VW)2 kN/m
Dimana:Vw= kecepatan angin rencana = 30 m/det
Cw= koefisien Seret = 1.2
TEW = 0.0012 x 1.2 x 302
= 1.296 kN/m
~berat angin = 40 x 1.296 Pl6 = 51.84kN
Beban rem
Pengaruh percepatan dan pengereman dari lalu lintas diperhitungkan sebagai
gaya dalam arah memanjang. Besarnya gaya rem tersebut tergantung dari
panjang struktur (L), yaitu untuk L = 40 m 80 m, gaya rem (Hr = 250 kN).

Gambar Beban Rem Yang Bekerja Pada Arah Memanjang Jembatan


Beban gesekan
Gaya gesekan antara beton dengan karet elastomer ( f = 0.15 ; PPPJJR 1987)
Hg= f x Rd
= 0.15 x 3648.218
= 547.2327 kN
Beban lalu lintas pada plat injak

Gambar Beban Lalu Lintas Pada Plat Injak


Lebar plat kendaraan= 7 m
Panjang plat injak= 2 m
q= 1 t/m2 = 100 kN/m 2
~beban lalu lintas = 7 x 2 x 100 Pl7 = 1400kN
Beban mati total yang bekerja pada abutment

Rl=

=
= 1722.12 kN
Hs= Hr + Hg
= 250 + 547.2327
= 797.2327 kN

Dilanjutkan ke seri ke 2
Posted by: Anita Rahma
arsitekdansipil, Updated at: 16.28.00
My name is Anita Rahma, but people call me Anita. Here is my home page:

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

24 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

www.arsitekdansipil.blogspot.com. I live in Indonesia, NM and work as an Manager at MEGATRUSS


Corp. My friends: Ikhwan Ansori, Edna

+19 Rekomendasikan ini di Google


Label: Perhitungan struktur

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

25 of 26

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

15 komentar

Tambahkan komentar sebagai pencari rumput

Komentar teratas

Anita Rahma melalui Google+ 1 tahun yang lalu - Dibagikan kepada publik

Contoh
cara perhitungan struktur perencanaan jembatan prategang /
cable stayed (STRUKTUR ATAS)
PERENCANAAN JEMBATAN PRATEGANG Data Teknis Perencanaan
Jembatan a. Jembatan Kelas jalan: kelas 1 Jumlah jalur: 2 jalur
Panjang jembatan: 40 meter Lebar jembatan: 9 meter Lebar
lantai kendaraan: 7 meter Tipe gelagar: balok I Tebal Per...
+1
2

Balas

Anita Rahma melalui Google+ 1 tahun yang lalu - Dibagikan kepada publik

Contoh
cara perhitungan struktur perencanaan jembatan prategang /
cable stayed
PERENCANAAN JEMBATAN PRATEGANG Data Teknis Perencanaan
Jembatan a. Jembatan Kelas jalan: kelas 1 Jumlah jalur: 2 jalur
Panjang jembatan: 40 meter Lebar jembatan: 9 meter Lebar
lantai kendaraan: 7 meter Tipe gelagar: balok I Tebal Per...
Balas

Anita Rahma melalui Google+ 1 tahun yang lalu - Dibagikan kepada publik

Contoh
cara perhitungan struktur perencanaan jembatan prategang /
cable stayed
PERENCANAAN JEMBATAN PRATEGANG Data Teknis Perencanaan
Jembatan a. Jembatan Kelas jalan: kelas 1 Jumlah jalur: 2 jalur
Panjang jembatan: 40 meter Lebar jembatan: 9 meter Lebar
lantai kendaraan: 7 meter Tipe gelagar: balok I Tebal Per...
Balas

fery suwondo 1 bulan yang lalu - Dibagikan kepada publik


Thanks infonya sebagai study banding.......
Balas

Noshigi Rosyidhik melalui Google+


1 tahun yang lalu - Dibagikan kepada publik

pembangunan
di negara kita mungkin perlu pendamping dari pihak
militer,,,
Balas

Abdi Hsb 4 bulan lalu - Dibagikan kepada publik


thanks atas informasinya
Balas

Priya Purwanta 4 bulan lalu - Dibagikan kepada publik


Terima kasih sharing knowledge-nya ..... ijin copy untuk referensi
+1
2

Balas

Sejahtera Bhineka 1 tahun yang lalu - Dibagikan kepada publik

Terimakasih,
Artikel ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai
produsen Elastomer / Karet Bantalan Jembatan.

04/10/2016 20:56

Artikel Teknik Arsitektur dan Sipil: Contoh cara perhitungan struktur pe...

26 of 26

Posting Lebih Baru

Beranda

http://arsitekdansipil.blogspot.co.id/2014/11/contoh-cara-perhitungan-s...

Posting Lama

Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Save this on Delicious

Megatrussglobal 085334439900. Template Simple. Diberdayakan oleh Blogger.

Online-casino.us.org

04/10/2016 20:56