Anda di halaman 1dari 5

Bab II

TATA CARA PENYESUAIAN ATAS POS-POS LAPORAN


KEUANGAN
1. Ketentuan Umum
Pada 1 Januari 2010 BPR mulai menerapkan ketentuan dalam pedoman ini secara prospektif
dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Mengakui semua aset dan kewajiban yang pengakuannya dipersyaratkan dalam pedoman
ini
b. Tidak mengakui pos-pos sebagai aset atau kewajiban apabila pedoman ini tidak
mengijinkan pengakuan tersebut
c. Mereklasifikasikan pos-pos yang diakui sebagai suatu jenis aset, kewajiban, atau
komponen ekuitas sebelumnya, tetapi merupakan jenis aset, kewajiban, atau komponen
ekuitas yang berbeda berdasarkan pedoman ini
d. Menerapkan pedoman ini dalam pengukuran seluruh aset dan kewajiban yang diakui
e. Dampak penyesuaian diatas diakui secara langsung pada saldo laba pada tahun 2010
Transaksi antara 1 Januari 2010 sampai dengan 30 Juni 2010 yang pencatatannya tidak sesuai
dengan pedoman ini, disesuaikan untuk laporan keuangan per 31 Desember 2010.

2. Penyesuaian Rinci Atas Pos-Pos Laporan Keuangan


Secara lebih rinci, penerapan ketentuan diatas adalah sebagai berikut:
a. Aktiva dalam valas pada saat penerapan pedoman ini, saldo aktiva dalam valas yang
masih ada di reklasifikasi sebagai berikut:
Db. Kas dalam valas
Kr. Aktiva dalam valas
b. Kredit yang diberikan sebelum 1 Januari 2010
Saldo pokok kredit yang masih ada direklasifikasi sebagai berikut:
Db. Kredit yang diberikan-Pokok
Kr. Kredit yang diberikan
c. Provisi yang diterima untuk kredit sebelum 1 Januari 2010
Saldo provisi yang masih belum diamortisasi dan sebelumnya diakui di Rupa-rupa Pasiva
direklasifikasi sebagai berikut:
Db. Rupa-rupa Pasiva-Provisi
Kr. Kredit yang diberikan-Provisi
d. Penyesuaian amortisasi provisi per 1 Juli 2010

Amortisasi provisi yang telah dilakukan sejak 1 Januari sampai 30 Juni 2010 dan diakui
sebagai Pendapatan Provisi direklasifikasi sebagai Pendapatan Bunga:
Db. Pendapatan Operasional-Provisi dan Komisi
Kr. Pendapatan Bunga-Provisi
e. Apabila seluruh provisi telah langsung diakui sebagai pendapatn operasional-provisi
untuk transaksi pemberian kredit sejak 1 Januari sampai 30 Juni 2010 maka dilakukan
penyesuaian sebagai berikut:
Db. Pendapatan Operasional-Provisi dan Komisi
Kr. Kredit ayang diberikan-Provisi
Kr. Pendapatan bunga-Provisi (sebesar jumlah proporsional sesuai jangka waktu kredit)
f. Biaya transaksi untuk kredit sebelum 1 Januari 2010 .
Saldo biaya transaksi yang ditanggung oleh BPR yang belum diamortisasi disesuaikan:
Db. Kredit yang diberikan-Biaya transaksi
Kr. Pos yang terkait
g. Penyesuaian amortisasi biaya transaksi per 1 Juli 2010.
Amortisasi biaya transaksi yang telah dilakukan sejak 1 Januari sampai 30 Juni 2010 dan
diakui sebagai Beban Operasional direklasifikasi menjadi pengurang Pendapatan Bunga:
Db. Pendapatan Bunga-Biaya Transaksi
Kr. Beban operasional yang terkait
h. Apabila seluruh biaya transaksi telah langsung diakui sebagai Beban Operasional untuk
transaksi pemberian kredit sejak 1 Januari sampai 30 Juni 2010 maka dilakukan
penyesuaian sebagai berikut:
Db. Kredit yang diberikan-Biaya Transaksi
Db. Pendapatan Bunga-Biaya Transaksi (sebesar jumlah proporsional sesuai jangka
waktu kredit)
Kr. Beban Operasional yang terkait
i. Apabila Agunan yang diambil alih tidak memenuhi definisi Agunan yang diambil alih
berdasarkan pedoman ini pada 1 Januari 2010, maka agunan tersebut direklasifikasi
sebagai berikut:
Db. Kredit yang diberikan
Kr. Rupa-rupa Aktiva-Agunan yang diambil alih
Agunan tersebut dicatat pada rekening administratif.
Pembentukan penyisihan kerugian kredit yang diberikan sebagai hasil reklasifikasi
agunan diatas:
Db. Saldo Laba
Kr. Penyisihan kerugian kredit
j. Penyesuaian penyisihan kerugian kredit per 1 Juli 2010
Apabila terdapat pengambilalihan Agunan yang terjadi sejak 1 Januari sampai 30 Juni
2010 yang tidak memenuhi definisi Agunan yang diambil alih berdasarkan pedoman ini,
maka pembentukan penyisihan kerugian kredit yang diberikan dimunculkan kembali:

Db. Kredit yang diberikan


Kr. Rupa-rupa aktiva-Agunan yang diambil alih
Db. Beban operasional-penyisihan kerugian kredit
Kr. Penyisihan kerugian kredit
k. Agunan yang diambil alih yang memenuhi definisi Agunan yang diambil alih
berdasarkan pedoman ini pada 1 Januari 2010.
Pengakuan penurunan nilai Agunan yang diambil alih(jika ada)
Db. Saldo laba
Kr. Akumulasi rugi penurunan nilai
Apabila jumlah rugi penurunan nilai tidak dapat ditentukan pada 1 Januari 2010, maka
jumlah rugi penurunan yang baru diketahui setelah 1 Januari 2010 dibebankan sebagai
rugi penurunan nilai pada periode tahun 2010.
Catatan: penilaian Agunan yang diambil alih dilakukan minimal setiap tanggal
pelaporan. Jika sebelum tanggal pelaporan tahunan sudah diketahui terjadi penurunan
nilai, maka rugi penurunan nilai diakui pada saat diketahui.
l. Asset tetap yang direvaluasi
Saldo Surplus Revaluasi Aset Tetap di ekuitas pada 1 Januari 2010 direklasifikasi ke
Saldo Laba:
Db. Surplus Revaluasi Aset Tetap
Kr. Saldo Laba
Apabila terjadi revaluasi aset tetap sejak 1 Januari 2010 maka surplus revaluasi yang ada
di ekuitas tidak boleh di reklasifikasi ke saldo laba hingga terjadi pelepasan aset tetap.
m. Utang Bunga
Saldo utang bunga yang sebelumnya disajikan dalam Rupa-rupa pasiva dan kewajiban
segera di reklasifikasi ke utang bunga.
Db. Kewajiban segera/Rupa-rupa pasiva
Kr. Utang bunga
n. Simpanan dalam bentuk deposito dengan jangka waktu 1 tahun.
Penyesuaian biaya transaksi yang dikeluarkan dan dapat dikaitkan secara langsung pada
satu rekening deposito per 1 Juli 2010. Biaya transaksi yang telah diakui sebagai beban
operasional sejak 1 Januari sampau 30 Juni 2010 disesuaikan sebagai Beban Bunga dan
atau sebagai pengurang deposito:
Db. Beban operasional-Bunga (sebesar jumlah proporsional sesuai jangka waktu
deposito)
Db. Deposito-Biaya Transaksi
Kr. Beban operasional yang terkait
o. Simpanan yang sudah jatuh tempo (tabungan atau deposito) dan belum diambil pemilik.

Saldo simpanan yang sudah jatuh tempo (tabungan atau deposito) direklasifikasi ke
Kewajiban Segera:
Db. Tabungan/Deposito/Antar bank pasiva-Tabungan/Deposito
Kr. Kewajiban segera-Simpanan jatuh tempo
p. Pinjaman yang diterima.
Saldo biaya transaksi dan provisi yang belum diamortisasi direklasifikasi sebagai berikut:
Db. Pinjaman yang diterima- Biaya transaksi
Db. Pinjaman yang diterima-Provisi
Kr. Pos yang terkait (Rupa-rupa Aktiva)
q. Penyesuaian amortisasi biaya transaksi dan provisi per 1 Juli 2010.
Amortisasi biaya transaksi dan provisi yang telah dilakukan sejak 1 Januari sampai 30
Juni 2010 dan diakui sebagai Biaya Operasional direklasifikasi sebagai berikut:
Db. Beban Bunga-Biaya transaksi dan provisi
Kr. Beban operasional yang terkait
Apabila seluruh biaya transaksi dan provisi telah langsung diakui sebagai Beban
Operasional untuk transaksi penerimaan pinjaman sejak 1 Januari sampai 30 Juni 2010
maka dilakukan penyesuaian sebagai berikut:
Db. Pinjaman diterima-Biaya Transaksi
Db. Pinjaman diterima-Provisi
Db. Beban operasional-Bunga-Biaya Transaksi dan provisi (sebesar jumlah proporsional

r.

s.

t.

u.

v.

sesuai jangka waktu pinjaman diterima)


Kr. Beban operasional yang terkait
Kewajiban imbalan kerja
Saldo Kewajiban Imbalan Kerja (pascakerja) direklasifikasi sebagai berikut:
Db. Rupa-rupa pasiva Imbalan Kerja /Pos yang terkait
Kr. Kewajiban imbalan kerja
Pendapatan Bunga yang akan diterima
Saldo pendapatan bunga yang akan diterima direklasifikasikan sebagai berikut:
Db. Pendapatan bunga yang akan diterima
Kr. Rupa-rupa aktiva-Pendapatan bunga yang masih akan diterima
Dana Setoran Modal
Dana setoran modal yang tidak memenuhi definisi ekuitas direklasifikasi ke Kewajiban:
Db. Dana setoran modal (ekuitas)
Kr. Dana setoran modal (kewajiban)
Modal pinjaman
Modal pinjaman di ekuitas direklasifikasi ke Kewajiban:
Db. Modal pinjaman (ekuitas)
Kr. Modal pinjaman (kewajiban)
Penyesuaian pengakuan bunga kredit non-performing
Penerimaan setoran dari debitur dengan kualitas kurang lancer sejak 1 Januari sampai 30
Juni 2010 dan diakui terlebih dahulu sebagai pendapatan Bunga maka harus

direklasifikasi sebagai pelunasan tunggakkan pokok kredit (jika ada) terlebih dahulu dan
kemudian sisanya diakui sebagai pendapatan bunga:
Db. Pendapatan bunga
Kr. Kredit yang diberikan-Pokok

3. Laporan keuangan komparatif periode 2009 dan 2010


Penyajian laporan keuangan periode 2009 sebagai komparatif terhadap laporan keuangan
periode 2010 dilakukan sebagai berikut:
a. Klasifikasi pos-pos laporan keuangan disesuaikan dengan klasifikasi pos-pos laporan
keuangan periode 2010
b. Pengakuan dan pengukuran kembali pos-pos dalam laporan keuangan periode 2009
sesuai dengan pedoman ini tidak perlu dilakukan, kecuali koreksi atas kesalahan.