Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Minuman berenergi (energy drink) adalah sejenis minuman ringan yang
mengandung kafein dan zat stimulan lainnya. Minuman ini tidak banyak
mengandung banyak kalori dibanding minuman ringan lain, namun di percaya
dapat meningkatkan stamina bagi orang yang meminumnya.1
Di masa kini, minuman berenergi dipercaya bisa memberikan tambahan
energi bagi yang mengkonsumsinya. Minuman ini juga diklaim akan
meningkatkan performa seseorang. Minuman yang beredar dipasaran kandungan
taurin dan kafein lebih mendominasi dibanding sumber energi yaitu karbohidrat.
Dilihat dari strukturnya, kedua senyawa tersebut bukan merupakan molekul
sumber energi, tetapi kafein merupakan stimulan yang merangsang kerja otak dan
sistem syaraf, sedangkan taurin mempengaruhi pengaturan denyut nadi jantung
dari pada sebagai sumber energi.2
Namun minuman berenergi dapat juga menimbulkan efek samping,
misalnya di Dakota Sailor seorang pelajar di SMA di Carl Junction mengalami
kejang-kejang dan dirawat selama 5 hari di rumah sakit pada tahun 2010 setelah
mengkonsumsi minuman berenergi. Menurut dokter kafein atau bahan serupa
kafein menjadi penyebabnya. Di Swedia tiga orang meninggal pada tahun 2011
setelah mengkonsumsi minuman berenergi yang kaya taurin dan kafein. Di
1

2
Australia seorang laki-laki mengalami serangan jantung setelah mengkonsumsi 7
kaleng minuman berenergi dalam sehari. Di Irlandia pada tahun 2000, Ross
Cooney, seorang anak muda berumur 18 tahun, terkapar dan meninggal setelah
mengkonsumsi 3 kaleng minuman berenergi secara berturut-turut.2
Dari berbagai kejadian tersebut antara lain disebabkan karena konsumen
jarang membaca keterangan yang tertera di kemasannya karena rata-rata
pengguna minuman berenergi ini adalah pekerja kasar seperti supir, pekerja
bangunan. Padahal dalam kemasan terdapat informasi penting seputar komposisi
dan dosis dari minuman berenergi, terkadang tidak sedikit yang sudah membaca
informasi pada kemasan tersebut, tetapi banyak yang tidak mengerti maksud
tulisan yang tertera. Minuman berenergi yang dipasarkan di Indonesia tidak
dicantumkan informasi siapa yang cocok mengkonsumsi minuman berenergi.
Masyarakat masih banyak yang belum mengetahui dengan jelas akan pengaruh
minuman berenergi ini terhadap kesehatan dan kondisi tubuh, terutama pada
tekanan darah dan nadi.
Minuman berenergi juga dikonsumsi oleh mahasiswa, sebagaimana yang
penulis dapati dalam keseharian penulis di kampus. Artinya, lingkungan penulis
juga meyakini bahwa minuman berenergi mampu meningkatkan vitalitas mereka
sehari-hari, sehingga mampu mengikuti jadwal perkuliahan yang sedemikian
padat. Mahasiswa yang mengkonsumi minuman berenergi tidak terbatas pada
mahasiswa nonolahragawan, penulis juga menemui minuman berenergi juga
dikonsumsi oleh para mahasiswa yang tergolong olahragawan.

3
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, penulis perlu untuk dilakukan
penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh mengkonsumsi minuman
berenergi terhadap tekananan darah dan nadi, dengan cara mengukur tekanan
darah setiap 10 menit, dan nadi setiap selang waktu 1 menit setelah meminum
minuman berenergi diambil 3 kali pengukuran tekanan darah dan denyut nadi.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah gambaran karakteristik fisik responden Mahasiswa Unimal
(nonolahragawan

dan

olahragawan)

yang

mengkonsumsi

minuman

berenergi: jenis kelamin, umur, tinggi dan berat badan (IMT)?


2. Apakah ada peningkatan akut tekanan darah dan denyut nadi responden yang
diberikan minuman berenergi?
3. Apakah ada perbedaan peningkatan akuttekanan darah dan denyut nadi
antararesponden

nonolahragawan

dengan

olahragawanyang

diberikan

minuman berenergi?
C. Tujuan Penelitian
1. Memperoleh gambaran karakteristik fisik responden mahasiswa FK Unimal
(nonolahragawan dan olahragawan): jenis kelamin, umur, tinggi dan berat
badan (IMT).
2. Mengetahui pengaruh akut minuman berenergi pada peningkatan tekanan
darah dan denyut nadi responden.
3. Mengetahui perbedaan peningkatan tekanan darah dan denyut nadi antara
responden nonolahragawan dengan olahragawan.

4
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Praktis
Hasil penelitian diharapan dapat digunakan sebagai dasar pemikiran
untuk pengembangan penelitian lebih lanjut mengenai efek minuman berenergi
terhadap tekanan darah dan nadi. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan bisa
menjadi landasan penelitian selanjutnya mengenai efek dari masing-masing
komposisi dari minuman berenergi.
2. Manfaat Ilmiah
Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu referensi
mengenai efek positif maupun negatif konsumsi minuman berenergi dalam
jangka panjang terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.
E. Ruang Lingkup
Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada ruang lingkup fisiologi terapan
untuk menilai pengaruh dari minuman berenergi terhadap tekanan darah dan nadi
pada mahasiswa fakultas kedokteran universitas malahayati angkatan 2009.
Penelitian ini dilakukan di asrama kampus Universitas Malahayati Bandar
Lampung pada bulan September 2012. Untuk mendapatkan data yang sejalan
dengan penelitian, maka subjek penelitiannya adalah mahasiswa Universitas
Malahayati Angkatan 2009 yang telah memenuhi kriteria inklusi, dan tinggal di
asrama Universitas Malahayati.