Anda di halaman 1dari 14

5

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Minuman Berenergi
Kebanyakan minuman berenergi mengandung bahan-bahan seperti: taurin,
kafein, niasin dan inositol. Namun bahan-bahan dominan yang dikandung
minuman berenergi adalah taurin dan kafein.3 Taurin adalah semacam asam amino
dari pecahan molekul sejenis protein yang sebenarnya sudah diproduksi secara
mencukupi oleh tubuh lewat makanan yang kita makan sehari-hari. Kafein
merupakan pemicu kuat yang merangsang susunan syaraf pusat (SSP) dan
berpotensi meningkatkan tekanan darah 510 mmHg. Efek kafein ini timbul pada
dosis 85250 mg (13 cangkir kopi pada suatu waktu).4
B. Kandungan Minuman Berenergi
Dalam satu botol minuman energi dengan volume 150 ml terkandung
berbagai macam zat, misalnya: taurin, kafein, inositol, niasin, panotenat, dan
vitamin B6.5
1. Taurin
Taurin atau 2-aminoethaesulfonic acid adalah asam organik. Taurin
merupakan konstituen utama empedu dan dapat ditemukan di usus dalam jumlah
kecil. Pertama kali diisolasi dari empedu sapi pada tahun 1827. Ketertarikan pada
taurin menghasilkan penemuan pada tahun 1975 bahwa seekor kucing yang
diberi makanan diet dengan dan tanpa taurin menderita degenerasi retina yang

6
dibarengi oleh penurunan konsentrasi taurin pada retina dan plasma. Penelitian
ini kemudian dilanjutkan dengan observasi terhadap bayi yang diberikan susu
formula murni tanpa taurin membuat kadar taurin pada urin dan plasma menurun.
Karena peningkatan bukti pentingnya peranan taurin dalam perkembangannya,
taurin ditambahkan ke banyak susu formula bayi sejak pertengahan tahun 1980.6
Dalam tubuh manusia, taurin disintesa dari asam amino essensial dan
mempunyai hubungan dengan asam amino nonessensial sistein. Lebih dari 50%
asam amino bebas yang terdapat pada jantung adalah taurin. Peningkatan kadar
taurin berperan dalam penurunan kadar norepinefrin plasma, sehingga dapat
menurunkan tekanan darah. Dan juga taurin mempunyai aksi positif terhadap
kontraksi otot, khususnya otot jantung, melalui pengaturan kadar ion kalsium
dalam sel. Kerja taurin sangat tidak spesifik. Taurin bekerja pada saluran ion-ion,
seperti saluran kalsium dan natrium dan juga pada transporter.6
Taurin juga telah terbukti dapat mempengaruhi elastisitas pembuluh
darah arteri manusia. Sebuah penelitian di Irlandia membuktikan bahwa
konsumsi taurin sebanyak 1,5 gram perhari dapat mengakibatkan pelebaran
pembuluh darah sebanyak beberapa millimeter. Penelititan ini menggunakan
metode FMD (Flow Mediated Dilation) untuk menilai fungsi pembuluh darah
dengan cara mengamati citra ultrasound diameter pembuluh darah pada lengan.
Diameter pembuluh darah yang makin besar mengidentifikasi fungsi endotel
yang makin baik. Dalam metabolisme manusia, taurin memiliki dua peran, yaitu
sebagai penghambat neurotransmitter, sebagai bagian dari pengemulsi asam

7
empedu, asam kenodeoksikloat. Konjugasi taurin dengan asam empedu
memberikan efek signifikan untuk melarutkan kolesterol dan juga meningkatkan
sekresinya.6
2. Kafein
Kafein adalah kristal putih alkaloida xantina yang pahit, yang
merupakan obat stimulant psychoactive. Kafein ditemukan didalam jenis kacangkacangan, daun-daunan, dan buah dari berbagai tanaman. Pada manusia, kafein
adalah suatu stimulan sistem syaraf pusat, mempunyai pengaruh temporer untuk
menghindari kantuk.7
Metabolisme kafein dalam tubuh manusia tergantung kepada faktor
umur dan jenis kelamin. Metabolisme kafein sebagian besar dalam hati, sehingga
peredaran darah ke hati memegang peranan penting dalam metabolisme kafein.
Sebanyak 90 % kafein disekresikan dari hati sebagai metabolit, sementara itu
hanya 1 % yang diekskresikan murni dan kafein hanya membutuhkan 1520
menit untuk berada dalam peredaran darah.7
Peningkatan tekanan darah sistol yang diakibatkan oleh kafein
disebabkan kafein menstimulasi langsung pusat vasomotor dan otot jantung.
Akibat stimulasi pada pusat vasomotor menyebabkan vasodilatasi pembuluh
darah, sedangkan stimulasi otot jantung menyebabkan peningkatan frekuensi
denyut jantung. Keadaan ini menyebabkan darah sistol bertambah tinggi dan
aliran darah bertambah cepat. Sedangkan pada tekanan darah diastole yang tidak
menyebabkan perubahan nyata karena kafein tidak mempengaruhi elastisitas

8
pembuluh darah. Seperti diketahui tekanan diastole dipengaruhi oleh elastisitas
pembuluh darah.8.9.10
Konsumsi yang berlebihan juga bisa mencetuskan reaksi intoksikasi
(keracunan). Berdasarkan beberapa hasil penelitian, dosis 100150 mg (sekitar
12 cangkir kopi) kafein merupakan batas aman konsumsi manusia. Bayangkan
bila minuman berenergi biasanya mengandung 50 mg kafein, sementara anjuran
konsumsi dari produsen minuman berenergi adalah 23 kali atau setara 100150
mg per hari.11
Berikut ini adalah contoh-contoh produk yang mengandung kafein:
1. Secangkir kopi

: 85 mg

2. Secangkir teh

: 35 mg

3. Sebotol cola

: 35 mg

4. Minuman berenergi

: 50 mg

5. Minuman coklatsusu

: 2-7 mg

Kombinasi taurin dan kafein dalam minuman mungkin akan


merangsang sistem saraf pusat untuk memicu reaksi katabolisme (reaksi untuk
menghasilkan energi) di otot. Mekanismenya melalui pengaktifan kerja saraf
yang menghasilkan percepatan denyut jantung untuk memompa darah dan
oksigen, sekaligus menstimulasi peningkatan kadar gula darah. Dan reaksi
katabolisme akan lebih teraktifkan dengan penambahan vitamin-vitamin. Melihat
kerja taurin dan kafein di atas, tampak keduanya berfungsi sebagai perangsang
(stimulan) pembentukan energi karena itu istilah minuman energi tampak tidak

9
cocok digunakan. Mungkin tepatnya minuman perangsang produksi energi.
Untuk itu perlu pakai informasi aturan pakai dalam kemasannya.11
3. Inositol
Inositol adalah sejenis campuran kimiawi (carbocyclic polyol) yang
dapat ditemukan dalam sereal, kacang-kacangan, buncis dan buah khususnya
blewah dan jeruk. Inositol buatan biasa dikenal sebagai alkohol gula yang
ditambahkan dalam makanan (misal, permen) dan minuman penambah tenaga
karena kalorinya lebih rendah daripada gula dan tidak dimetabolisme dalam
mulut sehingga tidak menyebabkan kerusakan pada gigi. Inositol juga merupakan
bagian dari vitamin B komplek namun tidak dapat disebut sebagai vitamin.12
Kegunaan

utama

inositol

adalah

untuk

pengendalian

saraf,

pengendalian konsentrasi kalsium dalam sel, pemeliharaan membran sel,


penghancur lemak, mengurangi kadar kolesterol dalam darah, penanda plasma
sifat keturunan, kepanikan, dan depresi. Karena manfaat sebagai penghancur
lemak, inositol penting dalam diet. Inositol juga berfungsi untuk kontraksi otot
dengan lebih efisien.12

10
4. Niasin
Niasin merupakan nama generik untuk asam nikotinat dan
nikotinamid, yang keduanya dapat berfungsi sebagai sumber vitamin dalam
makanan. Asam nikotinat merupakan derivat asam monokarboksilat dari piridin.6
Nikotinamid merupakan suatu vitamin yang berperan dalam metabolisme sebagai
koenzim untuk berbagai protein yang penting dalam respirasi jaringan yaitu
dalam bentuk NAD (nicotinamide adenine dinocleotide).
5. Pantotenat
Pantotenat berasal dari kata pantos (bahasa Yunani) yang berarti
dimana-mana, asam pantotenat merupakan vitamin B5, yaitu vitamin yang
larut dalam air.13 Bahan makanan yang mengandung vitamin B5 yaitu daging,
ikan, unggas, kuning telur, hati, sereal alami, yoghurt, keju, kacang-kacangan,
ubi, kacang polong segar, kembang kol, pisang, jeruk dan alpokat.
6. Vitamin B6
Vitamin B6 atau sering pula disebut dengan pyridoxine. Vitamin B6
bersama dengan niasin, asam folat dan kobalamin berperan dalam membantu
menggerakkan beberapa fungsi vital dari tubuh manusia, meskipun kebutuhan
akan vitamin ini sangat kecil tapi manfaat yang diperoleh sangatlah besar.
Vitamin B6 dalam tubuh berfungsi sebagai koenzim dalam
metabolisme berbagai asam amino sebagai karier perantara gugus amino, juga
sebagai koenzim reaksi lain selain reaksi transaminase. Vitamin ini mudah
diabsorbsi dan dieksresi melalui urin.6

11
C. Jantung
Jantung merupakan organ yang paling vital karena jantung merupakan
bagian dari sistem peredaran darah. Sistem peredaran darah kita terdiri atas
jantung, pembuluh darah, dan pembuluh limfa yang berperan dalam memompa
atau mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Jantung merupakan organ vital karena
berperan sebagai pusat peredaran darah.14
Sistem kardiovaskuler mengalirkan darah ke seluruh bagian tubuh dan
menyalurkan darah kembali ke jantung. Perubahan-perubahan hemodinamik
didalam sistem kardivaskuler menyebabkan perubahan tekanan didalam darah
dan hal ini mengakibatkan terjadinya aliran darah.15
Dalam sistem peredaran darah, jantung tidak hanya sekedar bertugas
untuk memompa darah ke seluruh tubuh, tetapi lebih dari itu, jantung juga dapat
memberi respon terhadap perubahan kadar oksigen di dalam darah. Sistem
peredaran darah pada manusia yang melibatkan aktifitas jantung melibatkan
sistem peredaran darah rangkap. Hal ini karena darah melewati jantung sebanyak
dua kali.15
Adapun peredaran darah dibedakan menjadi dua, peredaran darah kecil
dan peredaran darah besar.
1. Peredaran darah kecil adalah peredaran darah dari jantung ke paru-paru dan
kembali lagi ke jantung.
2. Peredaran darah besar adalah peredaran darah dari jantung ke seluruh tubuh
dan kembali lagi ke jantung.

12
Mekanisme peredaran-peredaran darah tersebut sebenarnya dapat dijelaskan
sebagai berikut.
Darah yang dipompa dari jantung ke paru-paru banyak mengandung
karbondioksida.

Dalam

paru-paru

(alveolus)

terjadi

pertukaran

antara

karbondioksida dengan oksigen. Darah yang mengandung oksigen ini kemudian


dialirkan kembali kembali ke jantung untuk kemudian dialirkan ke seluruh
tubuh.16
D. Tekanan darah
Tekanan darah adalah daya dorong ke semua arah pada seluruh permukaan
yang tertutup pada dinding bagian dalam jantung dan pembuluh darah. 10 Tekanan
darah adalah tenaga yang digunakan oleh darah terhadap setiap satuan daerah
dari dinding pembuluh darah. Tekanan darah hampir selalu diukur dalam
millimeter air raksa (mmHg) karena manometer air raksa telah digunakan
sebagai referensi standar untuk mengukur tekanan darah sepanjang sejarah
fisiologi.10
Agar kita mendapatkan tekanan darah maka harus ada curah jantung dan
tahanan terhadap aliran darah sirkulasi sistemik. Tahanan ini disebut tahanan tepi,
dengan kata lain, Tekanan Darah/Blood Pressure (BP) = Curah Jantung/Cardiac
Output (CO) x Tahanan Perifer Total/Total Peripheral Resistance (TPR).
Tekanan arteri dinyatakan dalam mmHg.
Faktor-faktor yang mempengaruhi curah jantung seperti frekuensi jantung
dan isi sekuncup, tahanan terhadap aliran darah terutama terletak di arteri kecil

13
tubuh, yang disebut arteriole, pembuluh darah berdiameter kecil inilah yang
memberikan tahanan terbesar pada aliran darah, kapiler merupakan pembuluh
darah yang jauh lebih kecil dari erteriole, tetapi meskipun setiap kapiler akan
memberikan tahanan yang lebih besar di banding sebuah arteriole, terdapat
sejumlah besar kapiler yang tersusun paralel dan berasal dari satu arteriole,
akibatnya terdapat sejumlah lintasann alternatif bagi darah dalam perjalanannya
dari arteriole ke vena, dan karena inilah maka jaringan kapiler ini tidak
memberikan tahanan terhadap aliran darah seperti yang diberikan oleh
arteriole.10
Cara pengukuran tekanan darah yang baik adalah secara inderek dimana
orang percobaan dalam posisi berbaring tenang dan sphygmomanometer diletakan
setinggi jantung. Manset dikenakan 2/3 lengan atas dan stetoskop diletahkan tepat
distal dari manset. Manset dipompa sampai 2030 mmHg lebih tinggi dari
tekanan aliran maksimal (dalam keadaan ini tidak teraba denyut di bagian distal
manset). Tekanan udara dalam manset dikempiskan perlahan-lahan dengan
menurunkan tekanan dalam manset 23 mmHg per detik dan darah mengalir
kembali.9.10
Tekanan darah dapat dipengaruhi oleh penyempitan ataupun pelebaran
pembuluh darah, baik disebabkan oleh suatu kompensasi tubuh terhadap suatu
penyakit, atau karena aktivitas tubuh, konsumsi obat, usia, berat badan,
bertambahnya jumlah lemak dalam darah, dan jenis kelamin.17

14
Adapun beberapa kondisi yang ditandai dengan perubahan tekanan darah,
seperti: hipertensi dan tekanan darah rendah (hipotensi). Hipertensi adalah suatu
peningkatan tekanan darah di dalam arteri yang mengakibatkan meningkatnya
resiko stroke, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Berdasarkan
penyebabnya hipertensi diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Hipertensi Primer, yaitu sebagai hipertensi yang tidak disebabkan adanya
gangguan organ, seperti ginjal dan jantung. hipertensi ini dapat disebabkan
oleh kondisi lingkungan seperti factor lingkungan, pola hidup yang tidak
seimbang, keramaian, stress, dan pekerjaan. Sikap yang dapat meningkatkan
tekanan darah, yaitu konsumsi tinggi lemak, garam, aktivitas yang rendah,
konsumsi alkohol dan kafein.
2. Hipertensi Sekunder, yaitu hipertensi yang disebabkan oleh gangguan pada
ginjal, endokrin dan kekakuan dari aorta.
Kondisi stress dapat meningkatkan tekanan darah karena pada saat
seseorang dalam kondisi stress akan terjadi pengeluaran beberapa hormon yang
akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Pola hidup yang tidak
seimbang merupakan sikap tubuh yang tidak tepat. Komposisi antara asupan
makanan, kebiasaan olahraga dan istirahat, sehingga dapat menimbulkan gejala
awal seperti obesitas yang selanjutnya dapat menyebabkan gangguan lain seperti
kencing manis dan gangguan jantung. Konsumsi garam berlebihan juga dapat
menimbulkan darah tinggi diakibatkan oleh peningkatan kekentalan dari darah,
sehingga jantung lebih membutuhkan tenaga yang lebih untuk mendorong darah

15
sampai ke jaringan paling kecil. Kebiasaan konsumsi alkohol, kafein, merokok
dapat menyebabkan kekakuan dari pembuluh darah sehingga kemampuan
elastisitas pada saat mengalami tekanan tang tinggi menjadi hilang.
Adapun hipotensi atau yang kita kenal dengan sebutan tekanan darah
rendah adalah suatu keadaan dimana tekanan darah lebih rendah dari normal
hingga mencapai 90/60mmHg. terjadinya tekanan darah rendah berkaitan dengan
adanya gangguan jantung dalam memompa darah, seperti:
1.

melemahnya otot jantung yang berakibat volume darah yang dipompa oleh
jantung sedikit sehingga tekanan darah menurun;

2.

terjadinya peradangan pada kantung yang mengelilingi jantung (pericardium)


yang biasanya dikenal sebagai pericarditis yang menyebabkan cairan
menumpuk di dalamnya, dan menekan jantung sehingga membatasi
kemampuan jantung untuk mengisi dan memompa darah ke seluruh tubuh;

3.

adanya bekuan darah dalam pembuluh vena (pulmonary embolism) dimana


bekuan tersebut menghalangi aliran darah kedalam bilik kiri dari paru-paru
dan akibatnya akan mengurangi darah yang kembali ke jantung untuk
dipompa.18

E. Denyut nadi

16
Denyut nadi adalah ukuran untuk menyatakan kecepatan denyut jantung,
yang dinyatakan dalam jumlah denyut per menit. 19 Rata-rata denyut nadi istirahat
pada laki-laki dewasa adalah 72 /menit, dikatakan takikardia apabila denyut nadi
>100 /menit, dan bradikardi apabila denyut nadi <60 /menit.10
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi denyut nadi diantaranya adalah
exercise, illness, injury, dan emotions. Exercise dapat meningkatkan denyut nadi
karena kebutuhan oksigen dan nutrisi otot meningkat. Keadaan sakit maupun
injury dapat meningkatkan heart rate seperti pada demam, dan saat individu
mengalami trauma dengan perdarahan hebat.10
F. Pengukuran Frekuensi Denyut Jantung
1. Gunakan 2 jari, jari telunjuk dan jari tengah atau 3 jari ditambah jari manis.
2. Tekan pada aspek ventral pergelangan tangan sisi ibu jari (arteri radialis)
sampai teraba denyut arteri radialis atau dapat pula arteri karotis yang terletak
di pinggir leher kiri dan kanan 2 cm dari bagian tengah leher.
3. Mulailah menghitung denyut pertama sebagai patokan dan dihitung sebagai
nol. Denyut berikutnya hitung kesatu dan seterusnya sampai satu menit.
ketika istirahat, rata-rata denyut jantung manusia dewasa sekitar 20 kali per
menit untuk laki-laki dan 75 kali per menit untuk perempuan. Hal ini
bervariasi pada setiap individu dan akan semakin rendah pada endurance
athlete.20, foto pengukuran denyut nadi dapat dilihat pada lampiran 6.

G. Kerangka Teori

17
Pemberian minuman berenergi yang mengandung kafein dan taurin akan
memberikan pengaruh terhadap kerja sistem kardiovaskuler. Kafein dan taurin
merupakan zat yang memberikan efek pada sel sel otak. Efek farmakologi
kafein adalah sebagai perangsang sistem saraf pusat, jantung dan pernafasan.
Sedangkan efek dari taurin adalah mempengaruhi elastisitas pembuluh darah
arteri.
Faktor Gaya Hidup
Inaktifitas fisik, konsumsi
alkohol tinggi, faktor makanan
Kelainan Gen
Penyakit ginjal
o Parenkim
o Stenosis arteri pulmonal

Kardiovaskuler
( perubahan tekanan darah
dan nadi )

Gangguan endokrin
o Kelebihan hormone
steroid
Obat-obatan
o Zat stimulan (narkotika,
kafein, taurin, dll.)
o Steroid
o OAINS

Gambar 1. Kerangka Teori

H. Kerangka Konsep

18
Berdasarkan kerangka teori di atas, maka kerangka konsep penelitian
adalah sebagai berikut.

Minuman Berenergi
(kafein dan taurin)
Tekanan darah dan nadi
Olahragawan dan
Nonolahragawan
Gambar 2. Kerangka Konsep
I. Hipotesis
1. Ada

gambaran

khusus

karakteristik

fisik

responden

mahasiswa

nonolahragawan dan olahragawan:jeniskelamin, umur, tinggi badan, dan berat


badan.
2. Ada pengaruh akut peningkatan tekanan darah dan denyut nadi responden
yang diberikan minuman berenergi.
3. Ada perbedaan tekanan darah dan denyut nadi responden yang diberikan
minuman berenergi antara responden nonolahragawan dengan olahragawan.