Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM TEKNIK LISTRIK


SAKLAR SERI

K3-IV A

Kelompok 1 :
Ahmad Fahmi Hoirunnisam

(6512040021)

Daniel Febri Kurniawan

(6512040025)

Khairunnisa Ghina Salsabila

(6512040031)

Olla Mitasari

(6512040032)

TEKNIK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA


POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Listrik merupakan suatu kebutuhan yang sangat diperlukan oleh
masyarakat dalam kehidupan sehari hari. Dalam listrik sendiri terdapat
beberapa hal yang mempengaruhi listrik itu sendiri, salah satunya adalah
hambatan listri. Hambatan listrik merupakan suatu hambatan pada rangkaian
yang nantinya dapat menghambat arus listrik yang mengalir. Semakin besar
hambatan yang mengalir pada suatu rangkaian, maka arus yang mengalir pada
rangkaian pun juga makin kecil
Rangkaian Listrik adalah suatu hubungan sumber listrik dengan alatalat listrik lainnya yang mempunyai fungsi tertentu. Berdasarkan susunan
hubungan alat-alat listrik, maka rangkaian listrik tersusun dengan tiga cara,
yaitu: rangkaian seri, rangkaian paralel, dan rangkaian campuran. Yang
dimaksud hubungan seri adalah hubungan beberapa buah resistor yang
dipasang secara berturut-turut

1.2 Rumusan Masalah


Berikut adalah rumusan masalah pada praktikum saklar seri kali ini :
1. Bagaimana merencanakan, memasang, memperbaiki dan mengetes
rangkaian instalasi penerangan saklar seri ?
2. Mampu menggunakan alat ukur instalasi listrik sesuai dengan standard
keselamatan kerja ?
1.3 Tujuan
Berikut adalah tujuan pada praktikum saklar seri kali ini :
1. Mampu dapat merencanakan, memasang, memperbaiki dan mengetes
rangkaian instalasi penerangan saklar seri ?
2. Mampu menggunakan alat ukur instalasi listrik sesuai dengan standard
keselamatan kerja ?

BAB II
DASAR TEORI

Saklar adalah komponen listrik yang berfungsi sebagai pemutus dan


penyambung arus listrik dari sumber arus ke beban listrik pada rangkaian listrik
tertutup.
Fungsi saklar dalam instalasi listrik penerangan untuk memutuskan
dan menghubungkan arus listrik dari sumber ke beban. Di dalam saklar dilengkapi
dengan pegas yang dapat memutuskan rangkaian dalam waktu yang sangat
singkat, dengan cepatnya pemutusan ini kemungkinan timbulnya busur api antara
kontak (tuas) saklar menjadi lebih kecil.
Saklar yang digunakan pada umunya jenis saklar tunggal, saklar seri
dan saklar tukar (hotel) jenis inbow (terpendam dalam tembok).
Aturan pemasangan saklar :
1. Tinggi pemasangan 150 cm di atas lantai.
2. Dekat dengan pintu dan mudah dicapai tangan.
3. Arah posisi kontak (tuas) saklar seragam bilapemasangan lebih dari satu.
Fungsi kotak kontak (stop kontak) dalam instalasi listrik sebagai alat
penghubung beban dengan sumber listri. Serta berfungsi untuk menyediakan
sumber tegangan listrik pada beban yang tidak tetap atau beban yang dapat
dipindah-pindah. Aturan pemasangan stop kontak :
1.

Tinggi pemasangan 150cm di atas lantai, apabila kurang dari 150 cm


harus dilengkapi tutup.

2.

Mudah dicapai tangan.

3.

Di pasang sedemikian rupa, sehingga penghantar netralnya berada


disebelah kanan atau di sebelah bawah.
Pada bagian ini akan dipelajari sistem instalasi penerangan deangan

menggunakan satu buah saklar seri, dua buah lampu pijar dan dilengkapi dengan
dua buah kotak kontak.
Saklar seri adalah sebuah saklar yang dapat menghubungkan dan
memustuskan dua lampu, atau dua golongan lampu baik secara bergantian
maupun bersama-sama. Saklar seri sering disebut pula saklar deret. Satu buah

saklar seri dalam instalasi penerangan pada umumnya digunakan untuk


mengoperasikan dua buah atau beberapa lampu secara terpisah pada satu tempat,
baik lampu pijar maupun lampu tabung.
Saklar seri/deret ini gunanya untuk memutuskan dan menghubungkan dua
buah kelompok lampu secara bergantian.
Misalnya : Lampu yang terdapat pada ruangan tamu dan lampu yang
terdapat pada taman dapat hidup sendiri-sendiri atau seluruhnya dihidupkan pada
waktu bersamaan.

Gambar 2.1 Saklar Seri

Gambar 2.2 Penjelasan bagian-bagian dari saklar

Saklar mempunyai banyak jenis dan tipe yang mempunyai berbagai


fungsi. Akan tetapi pada pembahasan disini kita hanya membahas tentang saklar
yang merupakan komponen pada instalasi listrik yang berfungsi untuk
menyambung dan atau memutuskan aliran listrik kebeban (dalam hal ini lampu
penerangan).

Gambar 2.3 Cara memasang saklar double/seri.

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Alat dan Bahan
Peralatan dan komponen yang dipakai dalam percobaan ini adalah sebagai
berikut :
Tabel 3.1 Alat dan Bahan
Jumlah
No.

Nama

Spesifikasi

Angka

Huruf

Satuan

1. KWH meter

220V/50Hz/450VA

Satu

Buah

2. MCB

1 phasa 6 A

Satu

Buah

3. Saklar seri

MK, setara

Satu

BUah

4. Kotak-kontak

220V / 6 A

Dua

Buah

5. Lampu pijar

25 W / TL 1x20 W

Dua

Buah

6. Kotak penghubung

MK, setara

Dua

Buah

7. Kotak saklar/

MK, setara

Tiga

Buah

8. Pipa PVC

3/4", maspion

Dua

Lonjor

9. Klem pipa PVC

3/4", maspion

28

Dua puluh

Buah

kotak-kontak

delapan
10. Sekrup

5/8"

28

Dua puluh

Buah

delapan
11. Tool set
12. AVO meter

Sanwa, setara

13 Kabel

NYA, NYM

Satu

Box

Satu

Buah

Ket.

3.2 Prosedur Keselamatan


Adapun prosedur keselamatan yang dapat dilakukan dalam praktikum
ini adalah sebagai berikut :
1. Perhatikan setiap langkah kerja yang akan saudara kerjakan, semua
harus sesuai dengan SOP (standart operation procedur).
2. Sebelum merangkai pastikan power dalam keadaan off atau mati.
3. Periksa semua peralatan dan komponen dalam keadaan aman
digunakan.
4. Dalam melakukan pekerjaan rangkaian dilarang bercanda dan
bercakap yang tidak ada hubungannya dengan modul praktikum.
5. Sebelum

mencoba

pastikan

dicek

terlebih

dahulu

dengan

menghubungi instruktur bengkel/laboratorium.

3.3 Langkah Kerja


Adapun langkah-langkah percobaan dalam praktikum ini adalah :
1. Merangkai peralatan yang tersedia seperti pada gambar diagram garis
ganda dan power supply dalam keadaan terbuka.
2. Mengecek kembali hubungan terminal masing-masing peralatan dan
sambungan apakah sudah baik dengan peralatan ukur AVO meter.
3. Sebelum power supply di on-kan, meyakinkan bahwa rangkaian sudah
benar dengan menanyakan pada instruktur.

3.4 Gambar Rangkaian


Berikut adalah gambar rangkaian percobaan yang dipraktikan dalam
praktikum saklar seri :

Gambar Penempatan Alat

Gambar Diagram Garis Tunggal

Gambar Diagram Garis Ganda

Gambar Diagram Aliran Arus

BAB IV
HASIL PRAKTIKUM

4.1 TABEL HASIL PERCOBAAN


Tabel 4.1 Pengukuran tanpa Tegangan

No.

Hubungan Instalasi

Hasil Pengukuran

Semua Sakelar OFF


1.

L1 terhadap N

2.

L1 terhadap PE

3.

N terhadap PE

Semua Sakelar ON
4

L1 Tterhadap N

5.

L1 terhadap PE

6.

N terhadap PE

7.

L1 terhadap sakelar

8.

Saklar terhadap lampu

9.

Lampu terhadap N

Keterangan : 0 = tidak ada hubungan


1 = ada hubungan
Tabel 4.2 Pengukuran dengan Tegangan
No.

Hubungan Instalasi

Hasil Pengukuran (volt)

1.

L1 tehadap N

217.9

2.

L1 terhadap PE

129. 9

3.

N terhadap PE

78.2

4.

Kotak-kontak 1

216,7

5.

Kotak-kontak 2

216,9

BAB V
PEMBAHASAN

5.1 Analisa Data


Dalam praktikum ini rangkaian saklar seri yang telah dibuat diamati
dengan memberikan dua perlakuan yang berbeda, yaitu yang pertama
mengamati hubungan instalasi ketika semua saklar dalam kondisi mati (off)
dan yang kedua mengamati hubungan instalasi ketika semua saklar dalam
kondisi hidup (on), serta melakukan pengukuran baik tanpa tegangan maupun
dengan tegangan.
Dari data hasil pengujian yang diperoleh menunjukkan bahwa ketika
dilakukan pengukuran tanpa tegangan dan semua saklar dalam keadaan
mati (OFF), tidak ada hubungan instalasi antara masing-masing line (L1
terhadap N, L1 terhadap PE, maupun N terhadap PE). Hal ini disebabkan
karena fungsi dari sakelar sebagai pemutus tegangan/ hubungan.
Sedangkan ketika saklar di ON-kan, semua instalasi ada hubungan
(L1 terhadap N, L1 terhadap Saklar, Saklar terhadap Lampu, Lampu
terhadap N) kecuali L1 terhadap PE dan N terhadap PE karena grounding
atau PE tidak berpengaruh pada saklar meskipun saklarnya di ON kan maupun
dimatikan karena saklar tidak terhubung dengan PE atau saklar digunakan
untuk fase L dan N.
Ketika dilakuan pengukuran dengan tegangan pada semua hubungan
instalasi, hasil pengukuran menunjukkan semua hubungan (L1 terhadap N, L1
terhadap PE, N terhadap PE, Kotak-kontak 1 dan Kotak-kontak 2) memiliki
tegangan tetapi besar tegangan ini tidak sama, seperti yang ditunjukkan oleh
hubungan instalasi L1 terhadap PE dan N terhadap PE. Hal ini disebabkan
karena pengaruh adanya induksi tegangan oleh L1 terhadap PE dan N.
Penurunan tegangan paling besar yaitu saat pengkuran antara L1 dengan PE
dan N dengan PE, karena saat melewati PE tegangan disalurkan ke tanah
sehingga saat pengukuran terjadi penurunan cukup besar.

BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Dari hasil praktikum listrik saklar seri yang telah dilakukan dapat
disimpulkan bahwa :
1. Saklar seri adalah sebuah saklar yang dapat menghubungkan dan
memustuskan dua lampu, atau dua golongan lampu baik secara bergantian
maupun bersama-sama. Saklar seri sering disebut pula saklar deret.
2. Saklar seri digunakan untuk mengoperasikan dua buah atau beberapa
lampu secara terpisah pada satu tempat, baik lampu pijar maupun lampu
tabung.
3. Ketika memasang instalasi listrik harus diperiksa terlebih dahulu apakah
terdapat

instalasi-instalasi yang dapat menyebabkan short circuit atau

hubungan singkat, sehingga instalasi tersebut dipastikan aman sebelum


dioperasikan.

1.2 Saran
Adapun saran yang dapat diberikan agar praktikum selanjutnya dapat
berjalan lebih baik lagi yaitu :
1. Hendaknya dalam merangkai instalasi listrik (saklar seri) mematuhi dan
sesuai dengan Diagram Garis Ganda (Wiring Ganda) instalasi rangkaian
praktikum saklar seri agar rangkaian benar dan tepat.
2. Hendaknya melakukan praktikum dengan teliti dan hati-hati, pastikan
tidak ada sumber tegangan dan arus listrik ketika merangkai instalasi.
3. Hendaknya ketika memasang instalasi listrik harus diperiksa terlebih
dahulu apakah terdapat instalasi-instalasi yang dapat menyebabkan short
circuit atau hubungan singkat, sehingga instalasi tersebut dipastikan aman
sebelum dioperasikan.
4. Setelah selesai melaksanakan praktikum sebaiknya kelengkapan alat dicek
terlebih dahulu dan segera dikembalikan ke petugas.

DAFTAR PUSTAKA
Antonius Lipsmeir, Adolf Teml. 1989. Friedrich Tabellenbuch Elektrotechnik
Elektronik. Germany : Bronner and Daentler K. G.
Horst Dieter Tolle-Erhard Vop. 1984. Technical Drawing for Electrical
Engineering. Germany : GTZ GmbH.
Michael Neidle, Ir. Sahat Pakpahan. 1998. Teknologi Instalasi Listrik,
Lembaga Penerbangan dan Amerika Nasional (LAPAN). Jakarta :
Erlangga.
P. Van Harten, E Setiawan. 1985. Instalasi Listrik Arus Kuat 2. Bandung : Bina
Cipta.
Tim revisi PUIL 2000. 2000. Persyaratan Umum Instalasi Listrik Indonesia
2000. Jakarta : LIPI.
http://ghojer.blogspot.com/2013/09/macam-macam-saklar.html diakses pada
tanggal 18 Juli 2016 pukul 16.58 WIB.

Latihan Soal
1. Peraturan-peraturan apa yang harus diperhatikan untuk pemasangan
instalasi listrik?
2. Persyaratan apa yang harus dipenuhi peralatan listrik supaya dapat
dipergunakan untuk instalasi listrik?
3. Persyaratan apa yang harus dipenuhi instalasi listrik sebelum boleh
dipergunakan?
4. Gambar-gambar listrik dapat dibagi atas jenis apa saja?
5. Bilamana digunakan diagram lingkaran arus?
6. Bagaimana cara menggambar sakelar dalam diagram?
7. Apa tujuan gambar instalasi dan diagram instalasi?
8. Apa tujuan gambar situasi dan mengapa gambar ini diperlukan?
9. Apa perbedan antara diagram garis ganda dan diagram garis tunggal?

Jawaban :
1. Peraturan yang harus diperhatikan untuk pemasangan instalasi listrik
seperti pada :

Undang-undang dan Peraturan Keselamatan Kerja No. 1 tahun 1970.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 18 tahun 1972 tentang


Perusahaan Umum Listrik Negara.

Syarat-syarat Penyambungan Listrik (SPL) Dalam Peraturan Menteri


tahun 1978.

2. Syarat peralatan listrik dapat digunakan dalam instalasi listrik :

Memenuhi ketentuan ketentuan dalam Persyaratan Umum Instalasi


Listrik 2000 (PUIL 2000) (SNI 04-0255-2000).

Mendapat pengesahan atau ijin dari instansi yang berwenang.


(PUIL 2000 (SNI 04-0225-2000) Terlampir)

3. Sebelum boleh dipergunakan semua instalasi yang selesai di pasang harus


diperiksa dan diuji lebih dahulu sesuai dengan ketentuan-ketentuan PUIL
2000.
4. Jenis jenis gambar :
a) Menurut tujuannya :

Gambar bersifat menjelaskan :

Diagram Dasar

Diagram Lingkaran Arus atau Diagram Aliran Arus (Current


Flow Diagram)

Diagram Instalasi

Diagram pelaksanan :

Diagram Pengawatan

Diagram Saluran

Gambar Instalasi

Gambar Situasi

Gambar Penempatan Alat

b) Menurut cara menggambar :

Diagram Garis Ganda (Wiring Diagram)

Diagram Garis Tunggal (Single Line Diagram)

5. Diagram lingkaran arus digunakan untuk menjelaskan cara kerja suatu


rangkaian secara terperinci dan digunakan untuk merencanakan rangkaianrangkaian yang rumit dan untuk mengatasi kerusakan-kerusakan yang
terjadi. Tanpa diagram ini sering tidak mungkin mendapatkan gambaran
yang jelas tentang cara kerja suatu rangkaian. Hingga bergerak dari kiri ke
kanan atau dari bawah ke atas.

6. Saklar digambar sedemikian sehingga bergerak dari kiri ke kanan atau dari
bawah ke atas.

7. Tujuan gambar instalasi dan diagram instalasi :


a. Dapat mengambil kesimpulan dari keterangan gambar instalasi.
b. Dapat menyusun perkiraan biayanya, karena dalam gambar ini untuk
instalasi yang agak besar, panjang salurannya diukur.
c. Dapat menentukan apakah instalasinya sesuai dengan peraturan atau
tidak.

8. Tujuan gambar situasi yaitu untuk menunjukkan dengan jelas letak gedung
atau

tempat dimana instalasinya akan di pasang serta rencana

penyambungannya dengan jaringan PLN untuk dapat menentukan


kemungkinan penyambungan dan biayanya.

9. Perbedaan diagram garis tunggal dan diagram garis ganda :


a. Diagram garis tunggal :
Setiap hantaran sejenis digambar dengan satu garis kecil dengan
beberapa garis lintang kecil. Jumlah garis lintang ini menunjukkan
jumlah hantaran sejenis yang ada.
b. Diagram garis ganda :
Jumlah hantaran digambar sesuai dengan keadaan sebenarnya.