Anda di halaman 1dari 3

Nama : Melsha Zaviera Mahmudia

Nim :J3B215058

PLASTISIN MAINAN
a. Sejarah dan Filosofi Mainan Plastisin
Sejarah plastisin mainan ditemukan pada tahun 1930, berawal yang dibuat dari
tanah liat yang bersifat lentur dan dapat dibentuk bentuk bagi kalangan anak anak
berumur 5- 12 tahun. Mainan plastisin juga dapat digunakan sebagai hiasan rumah
atau hadiah orang orang yang dibuat oleh sendiri. Saat ini, plastisin mainan dibuat
dengan bahan yang mudah seperti tepung terigu, lilin malam, dan bubur kertas yang
berwarna putih serta dengan campuran gips (kapur). Salah satu jenis plastisin yang
memakai bahan tepung terigu.

(A)
(B)
Gambar (A) Plastisin mainan yang terbuat dari lilin malam. Gambar (B). hasil
karya plastisin mainan.
Sumber : id.aliexpress.com
b. Prosedur Permainan
Plastisin mainan dapat dimainkan oleh semua umur, namun didominasi dimainkan
oleh kalangan anak anak dengan umur 5 12 tahun. Plastisin mainan dimainkan
oleh perorangan dan dapat dimainkan diluar maupun dalam ruangan. Mainan
plastisin membuatnya dengan memakai alat dan bahan yang mudah. Cara membuat
plastisin mainan yaitu, pertama siapkan 2 gelas tepung terigu, 1 gelas garam dapur
halus, dan pewarna kue. Tahap pertama, masukan tepung terigu, dan garam dapur ke
dalam baskom dan aduk dengan rata menggunakan tangan atau sendok nasi. Tahap
kedua, masukan air ke dalam campuran bahan tersebut di dalam baskom dan aduk
adonan tersebut hingga lembut. Tahap ketiga, berilah minyak goreng pada adonan
tersebut, dan diaduk hingga rata. Tahap keempat, adonan plastisin tersebut dibagi
menjadi beberapa bagian atau sesuai dengan jumlah warna yang diinginkan. Tahap
kelima, mengambil satu bagian plastisin dan diberi tetesan perwarna dan diaduk
hingga warna merata, dan memberi warna beberapa bagian plastisin dengan cara
yang sama sesuai dengan keinginan tiap pemain. Plastisin pun sudah dapat
dimainkan dan dibentuk sesuai keinginan. Mainan plastisin biasanya dimainkan oleh

kalangan anak anak perempuan yang dibentuk dalam bentuk makanan, dan
bermain sebagai masak masakan.
c. Nilai Nilai Ekologi, Ekonomi, dan Sosial Budaya
Mainan plastisin memiliki nilai ekonomi yaitu, dapat memainkan mainan tersebut,
dengan membeli plastisin yang sudah jadi atau membuat plastisin dari bahan bahan
kue yang mengeluarkan biaya yang murah, serta hasil karya plastisin mainan dapat di
perjualbelikan. Mainan plastisin juga memiliki nilai sosial budaya, yaitu anak anak
yang memainkan plastisin tersebut dapat menambah kreativitas serta sosialisasi yang
baik di masyarakat. Plastisin mainan dengan membentuk bentuk sesuai keinginan
yang dapat mengasah keterampilan kerajinan tangan.
d. Tujuan Mainan Plastisin
Tujuan mainan plastisin tersebut, yaitu permainan yang dapat mengasah otak,
kreativitas dan kerajinan tangan yang bermain. Mainan plastisin dapat membantu
anak anak untuk bersosialisasi terhadap sesama kawan nya. Mainan plastisin juga
dapat dijadikan sebagai hadiah untuk seseorang dan hiasan rumah.
e. Manfaat Mainan Plastisin
Manfaat mainan plastisin yaitu, dapat dijadikan sebagai kerajinan tangan, dan
hasil karya dari mainan plastisin yang sudah dibentuk dapat diperjualbelikan untuk
hiasan rumah, dan untuk pemberian hadiah untuk seseorang. Mainan plastisin juga
dapat meningkatkan daya kreativitas seseorang dan mengasah otak.

DAFTAR PUSTAKA

Bunda , Vizta. 2012. Membuat Playdough (Plastisin Mainan) yang Aman buat Si
Kecil. http://vistabunda.com/parenting/membuat-playdough-plastisin-mainanyang-aman-buat-si-kecil/ [Diakses 08 Oktober 2016 18:00 WIB].
Rehanita. 2011. Cara Membuat Plastisin Mainan. http://teenagersactivity.blogspot.co.id/2011/05/cara-membuat-lilin-mainan-plastisin.html
[Diakses 08 Oktober 2016 18:05 WIB].