Anda di halaman 1dari 12

4

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga

2.1.1 Defenisi
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya untuk
memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mempraktekkan
perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan
di masyarakat.2,3,5
Semua perilaku yang dilakukan atas kesadaran sendiri untuk menolong
diri sendiri, keluarga dan masyarakat untuk menjaga, melindungi dan
meningkatkan kesehatan.7
2.1.2 Indikator PHBS Dalam Rumah Tangga
Rumah tangga ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah rumah
tangga yang melakukan 10 indikator PHBS di rumah tangga yaitu: persalinan
ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi ASI eksklusif, menimbang bayi dan
balita setiap bulan, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih
dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik dirumah sekali
seminggu, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap
hari dan tidak merokok didalam rumah.1,5
A. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan adalah persalinan yang ditolong
tenaga kesehatan yaitu bidan, dokter dan paramedik lainnya. Persalinan
ditolong oleh tenaga kesehatan diharapkan dapat menurunkan angka kematian
ibu dan bayi.1,5

B. Memberi ASI Eksklusif

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja sejak bayi dilahirkan sampai sekitar
6 bulan. Selama itu bayi tidak diharapkan mendapat tambahan cairan lain
seperti susu formula, air jeruk, air teh, madu, air putih. 8 Pada pemberian ASI
eksklusif bayi juga tidak diberikan makanan tambahan seperti biskuit, bubur
susu, tim dan sebagainya. WHO menyatakan bahwa ASI eksklusif selama 6
bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik.5,9
Berikut beberapa manfaat ASI:
a. Manfaat ASI untuk ibu
Menyusui secara murni (eksklusif) dapat membantu menjarangkan
kehamilan.8 Ditemukan rata-rata jarak kelahiran ibu yang menyusui
adalah 24 bulan, sedangkan yang tidak menyusui 11 bulan. Hormon
yang mempertahankan laktasi bekerja menekan hormon ovulasi,
sehingga dapat menunda kembalinya kesuburan. ibu yang sering hamil
kecuali menjadi beban ibu sendiri, juga merupakan resiko tersendiri
bagi ibu untuk mendapatkan penyakit seperti anemia, resiko kesakitan
dan kematian akibat persalinan.
b. Manfaat ASI untuk keluarga
ASI tidak perlu dibeli sehingga dana yang digunakan untuk membeli
susu formula dapat digunakan untuk keperluan lain. Kecuali itu,
penghematan juga disebabkan karena bayi yang mendapat ASI lebih
jarang sakit sehingga mengurangi biaya berobat.
c. Manfaat ASI untuk Negara
Yaitu mengurangi subsidi untuk rumah sakit. Subsidi untuk rumah
sakit berkurang, karena rawat gabung akan memperpendek lama rawat
ibu dan bayi, mengurangi komplikasi persalinan dan infeksi
nosokomial serta mengurangi biaya yang diperlukan untuk perawatan
anak sakit, anak yang mendapat ASI lebih jarang dirawat dirumah
sakit dibandingkan anak yang diberikan susu formula.
d. Manfaat ASI untuk bayi

Berikut beberapa manfaat ASI untuk bayi yaitu:


1. ASI sebagai nutrisi dan merupakan sumber gizi yang sangat ideal
dengan komposisi yang seimbang dan disesuaikan dengan
kebutuhan pertumbuhan bayi.8
2. ASI meningkatkan daya tahan tubuh bayi yang baru lahir secara
alamiah mendapat immunoglobulin dari ibunya melalui plasenta.
Namun, kadar zat ini akan cepat sekali menurun segera setelah
bayi lahir. Pada saat kadar zat kekebalan bawaan menurun,
sedangkan yang dibentuk oleh badan bayi belum mencukupi maka
akan terjadi kesenjangan zat kekebalan pada bayi. Kesenjangan
akan hilang atau berkurang apabila bayi diberi ASI, Karena ASI
adalah cairan yang mengandung zat kekebalan yang akan
melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi bakteri, virus,
parasit dan jamur.
3. ASI eksklusif meningkatkan kecerdasan
Memberikan ASI secara eksklusif sampai bayi berusia enam bulan
akan menjamin tercapainya pengembangan potensi kecerdasan
anak secara optimal.
4. ASI eksklusif meningkatkan jaringan kasih sayang yaitu bayi yang
sering berada dalam dekapan ibu karena menyusu akan merasakan
kasih sayang ibunya.5,9
C. Menimbang bayi dan balita setiap bulan
Penimbangan bayi dan balita setiap bulan dimaksudkan untuk memantau
pertumbuhan bayi dan balita tersebut setiap bulan. Penimbangan ini
dilaksanakan di posyando (pos pelayanan terpadu) mulai usia 1 bulan hingga
5 tahun. Setelah dilakukan penimbangan, catat hasilnya dibuku KMS (Kartu
Menuju Sehat).5
D. Menggunakan air bersih

Air adalah sangat penting bagi kehidupan manusia. Manusia akan lebih cepat
meninggal karena kekurangan air dari pada kekurangan makanan. Dalam
tubuh manusia itu sebagian besar terdiri dari air. Tubuh orang dewasa, sekitar
55-60% berat badan terdiri dari air, untuk anak-anak sekitar 65%, dan untuk
bayi sekitar 80%.
Kebutuhan manusia akan air sangat kompleks antara lain untuk minum,
masak, mandi, mencuci, dan sebagainya. Menurut perhitungan WHO di
Negara-negara maju setiap orang memerlukan air antara 60-120 liter per hari.
Sedangkan di Negara-negara berkembang, termasuk Indonesia setiap orang
memerlukan air antara 30-60 liter per hari.
Di antara kegunaan-kegunaan air tersebut yang sangat penting adalah
kebutuhan untuk minum. Oleh karena itu, untuk keperluan minum air harus
mempunyai persyaratan khusus agar air tersebut tidak menimbulkan penyakit
bagi manusia.10
Menurut Notoatmodjo, agar air minum tidak menyebabkan penyakit, maka air
tersebut hendaknya diusahakan memenuhi persyaratan yaitu sebagai berikut:
1. Syarat fisik yaitu persyaratan air untuk minum yang sehat adalah
bening (tidak berwarna), tidak berasa, suhu dibawah suhu udara
diluarnya.
2. Syarat bakteriologis yaitu air minum yang sehat harus bebas dari
segala bakteri.
3. Syarat kimia yaitu air minum yang sehat harus mengandung zat-zat
tertentu dalam jumlah yang tertentu pula. Kekurangan atau kelebihan
salah satu zat kimia dalam air akan menyebabkan gangguan fisiologis
dalam manusia.10
E. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
Mencuci tangan di air mengalir dan memakai sabun dapat menghilangkan
berbagai macam kuman dan kotoran yang menempel di tangan sehingga
tangan bersih dan bebas kuman. Cucilah tangan setiap kali sebelum makan

dan sebelum melakukan aktifitas yang menggunakan tangan, seperti


memegang uang dan hewan, setelah buang air besar, sebelum memegang
makanan maupun sebelum menyusui bayi.1,5
Waktu untuk mencuci tangan pakai sabun yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Sebelum makan dan menyuapi anak.
2. Sebelum menyiapkan makanan.
3. Setelah membuang air besar.
4. Setelah menceboki bayi/anak.
5. Setelah memegang unggas/hewan.
6. Sebelum menyusui bayi.
7. Setelah batuk/bersin dan membersihkan hidung.
8. Setelah membersihkan sampah.
9. Setelah bermain ditanah/lantai (terutama bagi anak-anak).
Ada beberapa manfaat yang diperoleh setelah seseorang melakukan cuci
tangan pakai sabun, yaitu antara lain:
1. Membunuh kuman penyakit yang ada ditangan.
2. Mencegah penularan penyakit, seperti disentri, flu burung, flu babi,
typhus dan lain-lain.
3. Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.

Berikut beberapa cara mencuci tangan yang benar yaitu:


1. Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun
seperlunya.
2. Gosok tangan setidaknya selama 15-20 detik.

3. Bersihkan bagian pergelangan tangan, punggung tangan, sela-sela jari


dan kuku.
4. Basuh tangan sampai bersih dengan air yang mengalir.
5. Keringkan dengan handuk bersih atau alat pengering lain.5
F. Menggunakan jamban sehat
Jamban sehat adalah fasilitas buang air besar yang aman dan nyaman
di gunakan yang dapat mencegah pencemaran badan air, mencegah kontak
antara manusia dan tinja, mencegah hinggapnya lalat atau serangga lain di
tinja, mencegah bau tidak sedap, serta konstruksi dudukan (slab) yang baik,
aman dan mudah dibersihkan.11,12,13
Jamban sehat terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan
leher angsa atau tanpa leher angsa yang dilengkapi dengan unit penampungan
kotoran dan air untuk membersihkannya.14
Suatu jamban sehat jika memenuhi persyaratan berikut:
1.
2.
3.
4.

Tidak mengotori permukaan tanah disekeliling jamban tersebut.


Tidak mengotori air permukaan disekitarnya.
Tidak mengotori air tanah disekitarnya.
Tidak terjangkau oleh serangga terutama lalat dan kecoa, dan binatang-

binatang lainnya.
5. Tidak menimbulkan bau.
6. Mudah digunakan dan dipelihara.
7. Sederhana desainnya.
8. Murah.
9. Dapat diterima oleh pemakainya.9
Agar persyaratan persyaratan diatas dapat dipenuhi, maka perlu
diperhatikan:
1. Jamban harus tertutup.
2. Bangunan jamban mempunyai lantai yang kuat.
3. Ditempatkan pada lokasi yang tidak mengganggu pandangan, tidak
menimbulkan bau.
4. Sedapat mungkin disediakan alat pembersih seperti air atau kertas
pembersih.10
G. Memberantas jentik dirumah sekali seminggu

10

Lakukan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) dilingkungan rumah tangga. PJB


adalah pemeriksaan tempat berkembangbiakan nyamuk yang didalam rumah,
seperti bak mandi, WC, vas bunga, tatakan kulkas, dan diluar rumah seperti
talang air dan lain-lain yang dilakukan secara teratur setiap minggu. Selain itu,
juga lakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan cara 3 M plus (Menguras
Menutup dan Mengubur plus Menghindari gigitan nyamuk).5
Gerakan 3 M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat
pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yaitu :
1. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak
mandi, tatakan kulkas, tatakan pot dan lain-lain.
2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak
mandi, lubang pohon, lekukan-lekukan yang dapat menampung air
hujan.
3. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat
menampung air seperti ban bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang
dibuang sembarangan.

Plus menghindari gigitan nyamuk, yaitu :


1. Menggunakan kelambu ketika tidur.
2. Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk.
3. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam kamar.5
H. Makan buah dan sayur setiap hari
Konsumsi sayur dan buah sangat dianjurkan karna banyak mengandung
berbagai macam vitamin, serat dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.
Sayur dan buah-buahan merupakan sumber makanan yang mengandung gizi
lengkap dan sehat. Semua sayur bagus dimakan, terutama sayuran yang
berwarna (hijau tua, kuning, oranye) seperti bayam, kangkung, daun katuk,

11

wortel, selada hijau atau daun singkong. Semua buah bagus untuk dimakan,
terutama yang berwarna (merah, kuning) seperti mangga, pepaya, pisang.5
I. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
Aktivitas fisik, baik berupa olah raga maupun kegiatan lain yang
mengeluarkan tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik,
mental, dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar
sepanjang hari. Semua anggota keluarga sebaiknya melakukan aktivitas fisik
minimal 30 menit setiap hari. Jenis aktivitas fisik yang dapat dilakukan bisa
berupa kegiatan sehari-hari yakni berjalan kaki, berkebun, mencuci pakaian,
dan lain-lainnya, atau berupa olah raga yakni lari ringan, push up, bermain
bola, berenang, senam, bermain tenis, yoga, fitness dan lain-lain.1,5
J. Tidak merokok didalam rumah
Satu puntung rokok yang dihisap, akan dikeluarkan lebih dari 4.000 bahan
kimia berbahaya,

diantaranya adalah nikotin, tar, dan karbon monoksida

(CO). Jika ada anggota keluarga yang merokok (perokok aktif), terlebih
didalam rumah, maka asap yang dihasilkan dari rokok tersebut tidak hanya
berbahaya bagi perokok itu sendiri, melainkan juga orang-orang disekitarnya
(perokok pasif) yang tentu saja berefek buruk bagi kesehatan. Rumah sebagai
tempat berlindung bagi keluarga, termasuk dari asap rokok. Oleh karena itu,
perokok pasif harus menyuarakan haknya untuk bebas dari kumpulan asap
rokok.1,5
2.1.3 Manfaat Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) di Rumah Tangga
Manfaat rumah tangga yang melaksanakan Perilaku Hidup Bersih Sehat
(PHBS), yaitu :
1. Setiap anggota keluarga menjadi sehat dan tidak mudah sakit.
2. Anak tumbuh sehat dan cerdas.
3. Anggota keluarga giat bekerja.

12

4. Pengeluaran biaya rumah tangga dapat ditujukan untuk memenuhi gizi


keluarga, pendidikan dan modal usaha untuk menambah pendapatan
keluarga.
5. Meningkatkan kesejahteraan anggota rumah tangga.5
2.2

Pengetahuan
Pengetahuan adalah hasil tahu, dan ini terjadi setelah orang
melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi
melalui pancaindra manusia, yakni: indra penglihatan, pendengaran,
penciuman, rasa dan raba. Menurut Notoatmodjo, pengetahuan atau kognitif
merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan
seseorang (overt behavior). Pengetahuan yang dicakup di dalam domain
kognitif mempunyai enam tingkatan, yaitu.10

A. Tahu (know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari
sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat
kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang
dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu,tahu ini
merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Kata kerja untuk
mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain
menyebutkan, menguraikan, mengidentifikasi, menyatakan dan sebagainya.
B. Memahami (comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan dan dapat
menginterpretasikan secara benar tentang objek/materi yang diketahui. Orang
yang telah paham terhadap objek/materi harus dapat menjelaskan,
menyebutkan contoh, menyimpulkan dan sebagainya.
C. Aplikasi (application)

13

Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah


diberi dalam kondisi sebenarnya.
D. Analisis (analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek
ke dalam komponen komponen, tetapi masih di dalam suatu struktur
organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lain.
E. Sintesis (synthesis)
Sintesis merupakan kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan
bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata
lain, sintesis itu suatu kemampuan untuk menyusun formulasi batu dari
formulasi-formulasi yang ada.
F. Evaluasi (evaluation)
Evaluasi merupakan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian
terhadap suatu materi/objek. Penilaian-penilaian itu berdasarkan suatu kriteria
yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria yang telah ada.10

Menurut Notoatmodjo, pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh


beberapa faktor, yaitu:
a. Pengalaman
Pengalaman dapat diperoleh dari pengalaman sendiri maupun orang lain.
Pengalaman yang sudah diperoleh dapat memperluas pengetahuan
seseorang.
b. Umur
Makin tua umur seseorang maka proses-proses perkembangan mentalnya
bertambah baik, akan tetapi pada umur tertentu, bertambahnya proses
perkembangan mental ini tidak secepat seperti ketika berumur belasan
tahun. Selain itu, daya ingat seseorang dipengaruhi oleh umur. Dari uraian

14

ini maka dapat kita simpulkan bahwa bertambahnya umur seseorang


dapat berpengaruh pada pertambahan pengetahuan yang diperolehnya,
akan tetapi pada umur-umur tertentu atau menjelang usia lanjut
kemampuan penerimaan atau mengingat suatu pengetahuan akan
berkurang.
c. Tingkat pendidikan
Pendidikan dapat memperluas wawasan atau pengetahuan seseorang.
Secara umum, seseorang yang berpendidikan lebih tinggi akan
mempunyai pengetahuan yang lebih luas dibandingkan dengan seseorang
yang tingkat pendidikannya lebih rendah.
d. Keyakinan
Biasanya keyakinan diperoleh secara turun temurun dan tanpa adanya
pembuktian

terlebih

dahulu. Keyakinan

ini bisa mempengaruhi

pengetahuan seseorang, baik keyakinan itu sifatnya positif maupun


negatif.

e. Sumber informasi
Meskipun seseorang memliki pendidikan yang rendah tetapi jika dia
mendapatkan informasi yang baik maka pengetahuan seseorang akan
meningkat. Sumber informasi yang dapat mempengaruhi pengetahuan
seseorang, misalnya radio, televisi, majalah, koran, dan buku.
f. Penghasilan
Penghasilan tidak berpengaruh langsung terhadap pengetahuan seseorang.
Namun bila seseorang berpenghasilan cukup besar maka dia akan mampu
untuk menyediakan atau membeli fasilitas-fasilitas sumber informasi.
g. Sosial budaya
Kebudayaan setempat dan kebiasaan dalam keluarga dapat mempengaruhi
pengetahuan persepsi, dan sikap seseorang terhadap sesuatu.10

15

Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket


yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian atau
responden. Kedalaman pengetahuan yang ingin kita ukur dapat disesuaikan dengan
tingkat-tingkat pengetahuan di atas.10
Pengetahuan sebagai parameter keadaan sosial dapat sangat menentukan
kesehatan masyarakat. Masyarakat dapat terhindar dari penyakit asalkan
pengetahuan tentang kesehatan dapat ditingkatkan, sehingga perilaku dan keadaan
lingkungan sosialnya menjadi sehat.10