Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

TEKNOLOGI BENIH
UJI KEMURNIAN BENIH

Dosen pembimbing: Ir. Zayin Suhri. Mp


oleh
Ella Aulia Syahda
NIM A31140455
PROGRAM STUDI PRODUKSI TANAMAN HORTIKULTURA
JURUSAN PRODUKSI PERTANIAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2016

BAB 1. LATAR BELAKANG


1.1 Latar Belakang
Benih merupakan sarana produksi yang sangat penting dalam menentukan
keberhasilan budidaya tanaman perkebunan. Penggunaan bahan tanam bermutu
merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan dalam keberhasilan
pertanaman. Pengujian kemurnian benih merupakan kegiatan-kegiatan untuk
menelaah tentang kepositifan fisik komponen-komponen benih termasuk
persentase berat dari benih murni (pure seed), benih tanaman lain, benih varietas
lain, biji-bijian herba (weed seed), dankotoran-kotoran pada masa benih.
Adapun tujuan pengujian benih adalah untuk mengetahui mutu kualitas pada
suatu jenis benih dari kelompoknya. Benih bermutu merupakan benih berkualitas
yang memiliki standar mutu baik secara fisik, fisiologis, dan genetis yang berlaku
secara internasional yang ditetapkan oleh Internasional Seed Testing Association
(ISTA). Oleh karena itu, komponen-komponen mutu benih yang menunjukan
korelasi dengan nilai pertanaman benih di lapang harus dievaluasi dalam
pengujian. Dalam pengujian benih mengacu dari ISTA, dan beberapa penyesuaian
telah diambil untuk mempertimbangkan kebutuhan khusus (ukuran, struktur, pola
perkecambahan) jenis-jenis yang dibahas di dalam petunjuk ini.
Dengan demikian, untuk pengujian kemurnian benih, maka contoh uji
kemurnian dibagi menjadi 4 komponen yaitu benih murni, benih varietas lain, biji
gulma dan bahan lain atau kotoran.
1.2 Tujuan
1. Untuk menentukan komposisi benih dari benih jagung.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


Kepastian mutu suatu kelompok benih yang diedarkan dan digunakan untuk
penanaman sangat diperlukan untuk menjamin baik pengguna, pengedar, maupun
pengada. Aspek legal dari mutu benih ini memerlukan perangkat berupa metode
pengujian yang standar. Standar metode pengujian mutu benih yang ada selama
ini mengacu pada ketentuan Internasional Seed Testing Association (ISTA)
sehingga diperoleh sertifikasi benih yang bertujuan memelihara kemurnian dan
mutu benih dari varietas unggul, serta menyediakan benih secara kontinyu kepada
petani. Sebagai langkah pertama dalam pengujian mutu benih adalah
menyediakan contoh benih yang dapat dianggap seragam dan memenuhi
persyaratan yang telah ditentukan oleh ISTA. Tujuan penarikan contoh adalah
untuk mendapatkan contoh benih yang mewakili kelompok benih dalam jumlah
yang cukup untuk keperluan pengujian mutu benih. Pada prinsipnya, pengambilan
contoh dilakukan dari beberapa bagian dari suatu kelompok benih yang kemudian
dicampur menjadi satu. Penarikan contoh dilakukan dengan mengambil benih dari
berbagai sudut pada wadah terpilih dalam jumlah yang sama. Pengujian benih di
laboratorium bertujuan untuk mendapatkan keterangan tentang multi suatu benih
digunakan untuk keperluan penanaman (Darutiyastireni, 2010).
Pengujian kemurnian benih adalah pengujian yang dilakukan dengan
memisahkan tiga komponen benih murni, benih tanaman lain, dan kotoran benih
yang selanjutnya dihitung presentase dari ketiga komponen benih tersebut. Tujuan
analisis kemurnian adalah untuk menentukan komposisi benih murni, benih lain
dan

kotoran

dari

contoh

benih

yang

mewakili lot benih. Untuk

analisis kemurnian benih, maka contoh uji dipisahkan menjadi 3 komponen


sebagai berikut :
a.

Benih murni, adalah segala macam biji-bijian yang merupakan jenis/ spesies
yang sedang diuji. Yang termasuk benihmurni diantaranya adalah :

Benih masak utuh

Benih yang berukuran kecil, mengkerut, tidak masak

Benih yang telah berkecambah sebelum diuji

Pecahan/ potongan benih yang berukuran lebih dari separuh benih yang
sesungguhnya.

Biji yang terserang penyakit dan bentuknya masih dapat dikenali

b. Benih tanaman lain, adalah jenis/ spesies lain yang ikut tercampur dalam
contoh dan tidak dimaksudkan untuk diuji.
c. Kotoran benih, adalah benih dan bagian dari benih yang ikut terbawa dalam
contoh. Yang termasuk kedalam kotoran benih adalah:

Benih dan bagian benih

Benih tanpa kulit benih

Benih yang terlihat bukan benih sejati

Biji hampa tanpa lembaga pecahan benih = 0,5 ukuran normal

Cangkang benih, kulit benih, bahan lain, sekam, pasir, partikel tanah,
jerami, ranting, daun, tangkai, dll (Nasrudinb,2009).
Pengujian benih sangat berperan penting, terujinya benih berarti

terhindarnya para petani dari berbagai kerugian yang dapat timbul dalam
pelaksanaan usaha taninya. Selain itu benih yang baik atau unggul ditunjang
dengan kultur teknik yang mantap, akan dapat meningkatkan berbagai produk
pertanian (Kartasapoetra, 2003).

BAB 3. METODELOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, 28 September 2016 pukul 09.00
11.00, di Laboratorium Tanaman Politeknik Negeri Jember.
3.2 Alat dan Bahan

Alat :
1. Timbangan Analitik
2. Nampan
3. Pinset
4. Meja untuk uji kemurnian benih.
5. Alat tulis
6. Timbangan Ohaus
Bahan :
1. Benih jagung

3.3 Prosedur kerja


1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Menimbang benih jagung dengan berat 900 gram.
3. Melakukan uji kemurnian benih dengan cara melakukan pemisahan antar
benih murni, benih tanaman lain dan kotoran benih.
4. Menimbang benih murni, benih tanaman lain dan kotoran benih.
5. Menghitung uji kemurnian benih.
6. Membuat laporan.

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil
Benih
Ulang

Jenis

Benih Murni

an

tanaman
lain
gr
%
0,122 0,10

Kotoran benih

Kacan 1

gr
119,0

%
99,6

92

490

97,3

1,495 0,29

11,77

2,340 503,27

99,99

870

6
96,8

0
7
1,773 0,19

95
26,10

5
2,90

75
99,98

hijau
Kedel
ai
Jagun

1
1

gr
0,294

Jumlah

4.1.1 Perhitungan Uji Kemurnian Benih Pada Jagung


BM (Benih murni)

: 870

KB (Kotoran benih)

: 26,102

BTL (Benih tanaman Lain)

: 1,7738

BM =

=
= 96,89 %

KB =

%
gr
0,246 119,50

55
897,87
5

%
99,99
6

= 2,90%

BTL =

=
= 0,19 %
Benih tanaman lain :
1. Kedelai (Glycine max)
2. Beras (Oryza sativa)
Tingkat kesalahan
=100% - 99,98%
= 0,02 %

Data ini bisa dikatakan valid karena 0,02 % < 0,05 %

4.1.2 Perhitungan Uji Kemurnian Benih Pada Kacang Hijau


BM (Benih murni)

: 119,092

KB (Kotoran benih)

: 0,294

BTL (Benih tanaman Lain)

: 0,122

BM =

=
= 99,65 %

KB =

=
= 0,246 %

BTL =

=
= 0,10 %
Benih tanaman lain :
1. Jagung (Zea mays)
2. Beras (Oryza sativa)
Tingkat kesalahan =100% - 99,996%
= 0,004 %

Data ini bisa dikatakan valid karena 0,004 % < 0,05 %

4.1.3 Perhitungan Uji Kemurnian Benih Pada Kedelai


BM =

=
= 97,36 %

KB =

=
= 2,3405 %

BTL =

=
= 0,297 %

Simpangan =
= 100,66 %
Lebihnya 0,66 %, jadi tidak valid
4.2 Pembahasan
Pengujian kemurnian benih adalah pengujian yang dilakukan dengan
memisahkan tiga komponen benih murni, benih tanaman lain, dan kotoran benih
yang selanjutnya dihitung presentase dari ketiga komponen benih tersebut. Tujuan
analisis kemurnian adalah untuk menentukan komposisi benih murni, benih lain
dan kotoran dari contoh benih yang mewakili lot benih. Dalam pengambilan
contoh kerja untuk kemurnian benih ada dua metode yang dapat dilakukan, yaitu:
1. Secara duplo, adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan dua kali.
2. Secara simplo, adalah pengambilan contoh kerja yang dilakukan satu kali
Dari praktikum yang telah dilakukan, metode yang digunakan yaitu metode
simpli. Hasil yang diperoleh dari sampel yang diambil memiliki prosentase

kemurnian yaitu, benih murni 96,89% dengan kotoran 2,90% dan benih varietas
lain 0,19% dengan tingkat kesalahan 0,02%, maka data tersebut dapat dikatakan
valid karena batas tingkat kesalahan yang ditentukan adalah 0,05%. Dari data
tersebut menunjukkan bahwa komposisi dari suatu benih yang digunakan terdiri
dari benih murni, benih tanaman lain dan kotoran benih. Benih yang digunakan
sebagai benih murni yaitu benih jagung sedangkan benih tanaman lain yaitu padi
dan kedelai. Dapat disimpulkan bahwa benih murni dalam praktikum yang telah
dilakukan memiliki presentasi paling tinggi dibandingkan prosentasi benih
tanaman lain dan kotoran benih yang terdapat pada benih jagung.

BAB 5. PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan diatas, dapat dimpulkan bahwa
untuk menentukan komposisi benih dari benih jagung, terlebih dahulu
menentukan prosentase benih murni, benih tanaman lain dan kotoran yang
terdapat pada benih. Hasil prosentase yang diperoleh dari benih jagung yaitu
96,89% untuk benih murni, 2,90% untuk benih tanaman lain, dan 0,19% untuk
kotoran benih yang terdapat dengan tingkat kesalahan yang dilakukan yaitu
0,02%, maka data tersebut dapat dikatakan valid.

DAFTAR PUSTAKA
https://www.academia.edu/12531310/Laporan_Praktikum_Teknologi_Produk
si_Benih_Pengujian_Kemurnian_Benih?auto=download
http://putrimian.cutseiya.com/2015/01/laporan-teknologi-benih-acara-6.html
http://rikiaishya.blogspot.co.id/2011/06/laporan-teknologi-benib-acarakemurnian.html