Anda di halaman 1dari 4

Spesialisasi Keilmuan dalam Teknik Mesin

Bidang Kerja Teknik Industri


24 03 2008

Artikel ini adalah merupakan kelanjutan dari Artikel: Apa Itu Teknik Industri?
Secara klasik, mengingat lahirnya Teknik Industri adalah untuk melayani sektor manufaktur,
maka bidang kerja dari lulusan teknik industri adalah pada jalur Production Officer hingga ke
Director.
Deksripsi kerjanya adalah memastikan jalannya produksi dan operasi secara efisien dan efektif
hingga mendapatkan sebuah sistem produksi atau operasi yang terbaik (excellence). Ini
mencakup (walaupun tidak terbatas pada):

evaluasi standard waktu kerja: Berapa waktu sesungguhnya dalam mengerjakan suatu
urutan pekerjaan yang normal, dengan menyeimbangkan antara kemampuan manusia
normal dg tuntutan organisasi.

merancang bagaimana cara kerja manual terbaik: bagaimana memastikan sebuah


desain kerja dapat mengoptimalkan kemampuan manusia dan hukum alam
memanfaatkan gravitasi misalnya.

merancang dan memperbaiki layout baik dari pabrik maupun stasiun kerja:
Bagaimana susunan dan urutan fasilitas kerja terbaik sehingga aliran barang atau proses
bisa berjalan dengan tanpa hambatan atau berbelit-belit sehingga memakan waktu yang
berharga. Facility Layout and Plant Designer

penyusunan jadwal produksi dan pengadaan/pembelian dari setiap seluruh fasilitas


produksi serta bagaimana menyimpannya: untuk memastikan bebas hambatannya
proses produksi, tentunya anda harus memperhatikan bahwa semua material utama dan
pendukung harus tersedia ketika produksi dilakukan. Jangan seperti masak di dapur untuk
nasi goreng, ketika sudah mulai ternyata nasinya nggak cukup (atau masih dalam bentuk
beras) PPIC Officer/Manager PPIC: Production Planing and Inventory Control.

menjaga tingkat operasi dari setiap sumber daya (mesin, peralatan dsb) dalam kondisi
optimal melalui manajemen pemeliharaan: (Maintenance Officer/Manager)

menjamin mutu produk yang berasal dari mutu proses yang baik: (QA (Quality
Assurance) Officer/Director)

Hal-hal diatas menjadi sebuah pekerjaan, yang hampir dapat dikatakan rutin, harus dilakukan
dengan kecepatan perubahan produk yang saat ini terjadi. Dulu untuk merubah sebuah produk

kita membutuhkan waktu 3-5 tahun, sekarang untuk produk-produk tertentu yang sarat dengan
teknologi (HP/Mobile Phone), kita perlu mengubahnya dalam hitungan 1-2 tahun bahkan
bulanan. Bayangkan anda harus memproduksi ribuan dan jutaan produk yang lama tetapi sudah
mulai memproduksi ribuan produk baru dalam sebuah fasilitas produksi. Toyota terkenal dengan
kemampuannya untuk memproduksi beberapa produk sekaligus dalam satu fasilitas. Artinya
mobil kijang, corolla, dan lainnya, dirancang sedemikian rupa untuk menggunakan fasilitas yang
sama.
Melebar ke Jasa. Tetapi seiring dengan kebutuhan akan hal yang sama terhadap efisiensi dan
efektivitas dibidang industri lainnya, termasuk industri jasa, maka semakin berkembang pulalah
ruang lingkup kerja Teknik Industri. Saat ini dari penelusuran yang dilakukan kepada para
lulusan TI-UI, diketahui mereka lebih banyak bekerja di sektor jasa dibandingkan manufaktur.
Hal ini diakibatkan memang kebutuhan akan efisiensi dan efektivitas ternyata tidak hanya
dituntut di industri manufaktur, tetapi juga industri jasa.
Jabatan yang sering diambil menyangkut QA (Quality Assurance), Business Excellence Team,
Standard and Procedure Development Officers, dan Pemasaran, Operations Officer hingga
Directors (Kata Operations menggantikan kata Productions karena dalam dunia jasa
memproduksi jasa merupakan sebuah konsep operasi). Mereka terserap di perbankan, stasiun
televisi, telekomunikasi, teknologi informasi, pemerintahan, konsultan, asuransi, energi, rumah
sakit, pendidikan dan sebagainya.
Kembali, kebutuhan akan efisiensi dan efektivitas sebenarnya ada disemua sektor industri. Kata
industri bahkan diletakkan untuk menjelaskan industri pendidikan, industri pariwisata dan
industri telekomunikasi. Tergantung dari para alumni teknik industri untuk mendefinisikan dan
menterjemahkan kemampuan mereka untuk bekerja multisistem, multifungsi dan
multipendekatan terhadap sektor-sektor industri baru. Saya sudah mengimplementasikan
pendekatan dan ilmu teknik industri di bidang pemerintahan (yang paling sering dituding tidak
efisien dan efektif) dan rumah sakit. Di negara referensi Teknik Industri, Amerika, melalui
lembaga profesi Institute of Industrial Engineers www.iienet.org, terlihat bahwa alumni TI
disana dibagi menjadi beberapa perkumpulan mencakup perkumpulan sistem kesehatan (SHS
Society of Health Systems), SEMS (Society of Engineering and Management Science),
Engineering Economy, Quality and Reliability Management, Operations Excellence dan lainnya.
Bukannya bidang-bidang tersebut sudah ada ahlinya? Tentu saja, dan jika berbicara keahlian
spesialisasi memang demikian. Tetapi trend saat ini adalah pendekatan yang multidisiplin dan
multidimensi lebih dibutuhkan, mengingat meningkatnya kompleksitas dari permasalahan.
Keunggulan inilah yang ditawarkan oleh Teknik Industri, yang secara kurikulum menekankan
terhadap pendekatan multidisiplin ini, ditambah dengan kemampuan perancangan (design
capability) dengan latar belakang keteknikan kuat. Latar belakang keteknikan inilah yang
menguatkan kemampuan mengembangkan metodologi yang logis dan terstruktur, dibandingkan
dengan bidang ilmu lainnya.

Bidang Kerja Teknik Industri


24 03 2008

Artikel ini adalah merupakan kelanjutan dari Artikel: Apa Itu Teknik Industri?
Secara klasik, mengingat lahirnya Teknik Industri adalah untuk melayani sektor manufaktur,
maka bidang kerja dari lulusan teknik industri adalah pada jalur Production Officer hingga ke
Director.
Deksripsi kerjanya adalah memastikan jalannya produksi dan operasi secara efisien dan efektif
hingga mendapatkan sebuah sistem produksi atau operasi yang terbaik (excellence). Ini
mencakup (walaupun tidak terbatas pada):

evaluasi standard waktu kerja: Berapa waktu sesungguhnya dalam mengerjakan suatu
urutan pekerjaan yang normal, dengan menyeimbangkan antara kemampuan manusia
normal dg tuntutan organisasi.

merancang bagaimana cara kerja manual terbaik: bagaimana memastikan sebuah


desain kerja dapat mengoptimalkan kemampuan manusia dan hukum alam
memanfaatkan gravitasi misalnya.

merancang dan memperbaiki layout baik dari pabrik maupun stasiun kerja:
Bagaimana susunan dan urutan fasilitas kerja terbaik sehingga aliran barang atau proses
bisa berjalan dengan tanpa hambatan atau berbelit-belit sehingga memakan waktu yang
berharga. Facility Layout and Plant Designer

penyusunan jadwal produksi dan pengadaan/pembelian dari setiap seluruh fasilitas


produksi serta bagaimana menyimpannya: untuk memastikan bebas hambatannya
proses produksi, tentunya anda harus memperhatikan bahwa semua material utama dan
pendukung harus tersedia ketika produksi dilakukan. Jangan seperti masak di dapur untuk
nasi goreng, ketika sudah mulai ternyata nasinya nggak cukup (atau masih dalam bentuk
beras) PPIC Officer/Manager PPIC: Production Planing and Inventory Control.

menjaga tingkat operasi dari setiap sumber daya (mesin, peralatan dsb) dalam kondisi
optimal melalui manajemen pemeliharaan: (Maintenance Officer/Manager)

menjamin mutu produk yang berasal dari mutu proses yang baik: (QA (Quality
Assurance) Officer/Director)

Hal-hal diatas menjadi sebuah pekerjaan, yang hampir dapat dikatakan rutin, harus dilakukan
dengan kecepatan perubahan produk yang saat ini terjadi. Dulu untuk merubah sebuah produk
kita membutuhkan waktu 3-5 tahun, sekarang untuk produk-produk tertentu yang sarat dengan
teknologi (HP/Mobile Phone), kita perlu mengubahnya dalam hitungan 1-2 tahun bahkan
bulanan. Bayangkan anda harus memproduksi ribuan dan jutaan produk yang lama tetapi sudah
mulai memproduksi ribuan produk baru dalam sebuah fasilitas produksi. Toyota terkenal dengan
kemampuannya untuk memproduksi beberapa produk sekaligus dalam satu fasilitas. Artinya
mobil kijang, corolla, dan lainnya, dirancang sedemikian rupa untuk menggunakan fasilitas yang
sama.

Melebar ke Jasa. Tetapi seiring dengan kebutuhan akan hal yang sama terhadap efisiensi dan
efektivitas dibidang industri lainnya, termasuk industri jasa, maka semakin berkembang pulalah
ruang lingkup kerja Teknik Industri. Saat ini dari penelusuran yang dilakukan kepada para
lulusan TI-UI, diketahui mereka lebih banyak bekerja di sektor jasa dibandingkan manufaktur.
Hal ini diakibatkan memang kebutuhan akan efisiensi dan efektivitas ternyata tidak hanya
dituntut di industri manufaktur, tetapi juga industri jasa.
Jabatan yang sering diambil menyangkut QA (Quality Assurance), Business Excellence Team,
Standard and Procedure Development Officers, dan Pemasaran, Operations Officer hingga
Directors (Kata Operations menggantikan kata Productions karena dalam dunia jasa
memproduksi jasa merupakan sebuah konsep operasi). Mereka terserap di perbankan, stasiun
televisi, telekomunikasi, teknologi informasi, pemerintahan, konsultan, asuransi, energi, rumah
sakit, pendidikan dan sebagainya.
Kembali, kebutuhan akan efisiensi dan efektivitas sebenarnya ada disemua sektor industri. Kata
industri bahkan diletakkan untuk menjelaskan industri pendidikan, industri pariwisata dan
industri telekomunikasi. Tergantung dari para alumni teknik industri untuk mendefinisikan dan
menterjemahkan kemampuan mereka untuk bekerja multisistem, multifungsi dan
multipendekatan terhadap sektor-sektor industri baru. Saya sudah mengimplementasikan
pendekatan dan ilmu teknik industri di bidang pemerintahan (yang paling sering dituding tidak
efisien dan efektif) dan rumah sakit. Di negara referensi Teknik Industri, Amerika, melalui
lembaga profesi Institute of Industrial Engineers www.iienet.org, terlihat bahwa alumni TI
disana dibagi menjadi beberapa perkumpulan mencakup perkumpulan sistem kesehatan (SHS
Society of Health Systems), SEMS (Society of Engineering and Management Science),
Engineering Economy, Quality and Reliability Management, Operations Excellence dan lainnya.
Bukannya bidang-bidang tersebut sudah ada ahlinya? Tentu saja, dan jika berbicara keahlian
spesialisasi memang demikian. Tetapi trend saat ini adalah pendekatan yang multidisiplin dan
multidimensi lebih dibutuhkan, mengingat meningkatnya kompleksitas dari permasalahan.
Keunggulan inilah yang ditawarkan oleh Teknik Industri, yang secara kurikulum menekankan
terhadap pendekatan multidisiplin ini, ditambah dengan kemampuan perancangan (design
capability) dengan latar belakang keteknikan kuat. Latar belakang keteknikan inilah yang
menguatkan kemampuan mengembangkan metodologi yang logis dan terstruktur, dibandingkan
dengan bidang ilmu lainnya.
http://hidayatno.wordpress.com/2008/03/24/bidang-kerja-teknik-industri/