Anda di halaman 1dari 31

Nama:Fitriani Nur

NIM : G41115011
I.PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Fenomena aliran melalui saluran terbuka telah lama diketahui dan
dimanfaatkan oleh manusia. Sampai saat ini, aliran melalui saluran terbuka
banyak dijumpai pada turbin air, pertambangan dan lain-lain. Karakteristik
aliran fluida yang keluar melalui saluran terbuka mempunyai bentuk dan
kecepatan yang berbeda untuk setiap perubahan tekanan dan kecepatan aliran.
Saluran terbuka pada sebuah
Dalam mekanika fluida kita sangat erat hubungannya dengan tekanan dan
kecepatan. Karena dua fungsi tersebut adalah pokok mengapa bisa terjadi proses
mekanik. Tekanan dan kecepatan pada dasarnya memiliki nilai yang berbalik
artinya jika suatu substansi memiliki kecepatan yang tinggi maka substansi
tersebut akan memiliki tekanan yang rendah, begitupun sebaliknya.
Besaran yang berhubungan dengan kecepatan dan massa suatu benda disebut
dengan momentum. Dalam mekanika klasik, momentum dilambangkan dengan
P yang diartikan sebagai hasil perkalian dari massa dan kecepatan, sihingga
menghasilkan vektor.
Kontinuitas merupakan persamaan yang menghubungkan kecepatan fluida
dalam dari satu tempat ketempat lain, kontinuitas berlaku untuk semua fluida,
semua jenis aliran fluida, semua keadaan (Steady dan Unsteady) dengan atau
tanpa adanya reaksi kimia didalam aliran tersebut.
Dalam dunia konversi energi diperlukan suatu perhitungan untuk
menentukan momentum yang terjadi pada suatu benda dari kecepatan fluida
yang menumbuk benda tersebut. Pancaran (jet) dari suatu fluida selalu
mempunyai kecepatan, oleh karena itu jet juga memiliki energi kinetik. Jika ada
penghalang yang berada pada lintasan gerak dari pancaran maka akan menerima
gaya dinamik yang disebut sebagai impact of Jet.
Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan praktikum tentang Impact
Of Jet Flow agar mengetahui bentuk permukaan terhadap tenaga yang
dihasilkan oleh Jet.
1.2 Tujuan dan Kegunaan

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
Tujuan Impact Of Jet Flow adalah untuk menentukan bentuk permukaan
terhadap tenaga yang dihasilkan oleh jet.
Kegunaan Impact Of Jet Flow adalah untuk mengetahui bentuk permukaan
terhadap tenaga yang dihasilakan oleh jet.

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Aliran Fluida
Aliran fluida yang melalui suatu permukaan yang melengkung akan
mengalami perubahan kecepatan disepanjang permukaannya. Aliran tersebut
dapat diperlakukan sebagai aliran potensial yaitu aliran irrotasional dimana
komponen kecepatan dapat diturunkan dari fungsi potensial kecepatan. Dengan
menetapkan kondisi fluida incompressible dan aliran irrotational, maka
persamaan Bernoulli dapat diterapkan pada aliran tersebut. Sebuah benda yang
dilewati aliran dapat diklasifikasikan sebagai bluffbody dan streamlined body
yang didasarkan atas karakteristik aerodinamaik disekeliling benda tersebut.
Pada aliran disekeliling bluff body, separasi massive tejadi tanpa reattacment.
Sedangkan aliran disekitar streamlined body berdekatan. Pada benda yang sama
dapat bekerja sebagai streamlined body maupun bluff body tergantung pada
orientasi aliran yang melalui benda tersebut (Hasbi, 2009).
2.2 Aliran Jet
Fluida keluar dari nosel atau orifis berupa aliran jat akibat perubahan
tekanan secara tiba-tiba seiring dijumpai didalam teknik seperti jet penyemprot
bahan bakar dalam suatu pembakaran. Bentuk nosel atau orifis dimana sumber
aliran jet pada umumnya berpenampang lingkar sehingga aliran jet yang keluar
adalah aksisimetri. Selain itu ada juga aliran jet plane yaitu bentuk penampang
orifis segiempat dimana salah satu lebar sisinya jauh lebih besar dari sisi
lainnya. Fluida aliran jet bisa cair dan apabila cair maka ketika keluar dari nosel
maka ia berubah menjadi butiran-butiran halus (atomisasi) yang berukuran
beberapa mikron. Besar ukuran butiran tersebut tergantun dari tekanan aliran
sebelum keluar nosel (Karpawi, 2009).
Menurut Eswanto (2016), kerugian tekanan (pressure drop) pada nosel yang
dialiri fluida air dapat dicari menggunakan persamaan Bernoulli, dengan asumsi
massa jenis air adalah konstan dan perubahan energi potensial diabaikan.
Pi V 2L, i P s V 2L ,s
+
= +
..........................(Persamaan 7)
PL
2
Pl
2

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
Dari persamaan kontiunitas diperoleh :
V L=

QL
A n .....................................(Persamaan 8)

Dengan mensubstitusikan persamaan 2 ke a, persamaan 1 menjadi :


PiPs =

L Q
2A

2
L

2
n

n
4
i

.................(Persamaan 9)

Persamaan Bernoulli pada persamaan (3) berlaku untuk fluid ideal sedangkan
untuk fluida aktial harus dimasukkan koefisien didcharge nosel (Cd) untuk
menghitung kerugian gesekan dalam nosel, sehingga persamaan (3) menjuadi :
PiPs =

LQ

2
L

2 C 2d A2n

D4n D n4
D4i D i4

.................(Persamaan 10)

Sehingga

Cd=

L Q

2
L

2 A 2n ( P P )
i

Keterangan :
Pi=tekanan saat masuk nosel(kPa)
L=densitas fluida pada nosel

( mkg )
3

Ps=tekanansaat keluar nosel(kPa)


V L 1=kec . fluida saat masuk nosel(m/ s)
V L , s=kec . fluida saat keluar nosel(m/s )
Q1=debit aliran pada nosel

m3
s

( )
2

A n=luas penampang nosel (m )

1
2

( )}
D4n
D4i

.....................(Persamaan 11)

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
D n=diameter ujungnosel(m)
D i=diameter pangkal nosel( m)
C d=koefisiennosel
Menurut Kaprawi (2009), aliran jet plane dalam bidang teknik bisa
ditimbulkan dalam heat exchanger. Jarak antara tube-tube yang sejajar dapat
menimbulkan perubahan tekanan yang besar sehingga bisa menimbulkan aliran
jet. Hal ini dapat dijumpai pada hat exchanger dimana tube disusun secara
staggered. Aliran datang pertama kali menabrak tube bertekanan tinggi dan
keluar dari baris pertama dari tube menimbulkan aliran jet untuk menabrak tube
pada baris kedua. Profil kecepatan aliran jet adalah parabol yang mana
kecepatan maksimum terjadipada tengah jetsepanjang jarak aksial dari jet. untuk
plane jet pada daerah self-preserving, kecepatan maksimum pada tengan jet
Um

adalah fungsi dari koordinat tak berdimendi y/x, dimana y adalah jarak

dari tengah kearah radial dan x adalah jarak dari sumber jet kearah aksial. Pada
tengah jet y=0, kecepatan aksial maksimum adalah

Um

kecepatan

maksimum berbanding terbalik dengan jarak aksial X :


1

U m c A02
=
..................................(Persamaan 13)
U0
x
Keterangan :
A 0=luas penampangorifis atau nosel .
U m=kecepatan maksimum
U 0=kecepatanawal
x= jarak aksial

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
Menurut Halim (2014) dalam rinaldi (2002:10) berdasarkan perbandingan
antara panjang abutmen, (La) dengan kedalaman aliran (Do), akan terjadi3 tipe
interaksi, yaitu :
1. D0/La < 0,5 interaksi kuat, pusaran menyebabkan pemisahan aliran pada sisi
kiri dan kanan struktur yang berlangsung tidak berkelanjutan atau hnya
sebentar-sebentar.
2. 0,5 < Do/La<1,5 interaksi lemah
3. o/La > 1,5 tidak ada interaksi, pusaran secara bebas dari sisi kiri dan kana
struktur.
Pada medan aliran disekitar abutmen ini umumnya didominasi dengan ciri
yaitu percepatan aliran hulu abutmen kemudian melemah di dekat abutmen, atau
terjadi perlambatan aliran, selanjutnya aliran dipisahkan oleh sistem vortex.
Pada jarak yang cukup jauh dari abutmen kearah hilir, sehingga aliran seragam
akan terbuka kembali (Halim, 2014).
Terjadi inverse pola aliran yaitu gas continue menjadi liquid continue
didalam throat. Perubahan pola ini disebut oleh adanya pertukaran momentum
antara aliran. Pada kondisi tertentu dimana aliran masuk throat berkecepatan
supersonik setelah terjadi pencampuran kecepatan turun menjadi subsonik,
maka pada transisi perubahan kecepatan ini akan terjadi fenomena mixing shock
(Eswanto,2016).
Pemisahan aliran dan pusaran yang kecil hanya terjadi pada bagian hulu
abutmen. Jika sudut antara abutmen dan didning saluran 90%, maka permukaan
air akan bergulung dan pemisahan pusaran yang kecil terjadi pada sudut antara
tepisaluran dengan abutmen. Aliran ke bawah pada vertical-wall abutment bisa
mengakibatkan gerakan spiral yang kuat pada dasar saluran jika aliran cukup
kuat maka aliran akan menghantam bagian hulu abutmen, dan selanjutnya
terjadi lagi pemisahan aliran. Jalur vortex akan menyebabkan terjadinya lobang
gerusan pada dasar saluran. Yang dimaksud dengan gerusan (scouring) adalah
penurunan dasar tanah sungai akibat aliran air. Makin besar kecepatan air maka
semakin dalam gerusan itu. Jenis lapisan dasar Alluvial dari dasar sungai makin
kecil diameternya makin besar gerusan yang terjadi, sehingga dapat disimpulkan
bahwa gerusan dapat terjadi bilamana kecepatan geser dasar lebih besar dari
kecepatan geser kritis material dasar sungai dan terbelahnya aliran disekitar pilar

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
jembatan. Model aliran yang dihasilkan tergantung pada bentuk hambatan,
beberapa aliran yang diamati memiliki ciri khas yang umum pada kebanyakan
kasus, misalkan hambatannya adalah pier atau abutment jembatan termasuk
pusaran permukaan pada hulu sungai, penurunan aliran pada sepanjang
permukaan struktur dan ombak dan pusaran air berbentuk tapal kuda (Halim,
2014).
2.3 Pengukuran Debit
Debit merupakan salah satu parameter yang mempengaruhi besarnya
gerusan lokal yang erjadi disekitar abutmen jembatan. Semakin besar debit yang
terjadi maka besarnya gerusan yang diakibatkan adanya pengaruh debit, juga
akan berbeda pula. Dampak dari geusan lokal harus diwaspadai karena dapat
berpengaruh pada penurunan stablitas keamanan bangunan air (Halim, 2014).
Ada beberapa metode pengukuran debit fluida baik dengan cara analog
maupun digital. Pengukuran debit secara analog dapat dilakukan dengan
menggunakan sistem venturimeter. Venturimeter terdiri atas pipa yang memiliki
luas penampang berbeda, masing-masing memiliki tabung dibagian atas pipa
untuk mengetahui tekanan pipa. Pada percobaan tabung venturimeter, tekanan
tinggi dialami oleh diameter yang besar, sedangkan tekanan rendah berada pada
diameter yang kecil, laju aliran dan debit didapatkan melalui venturimeter yang
diperleh dari selisih ketinggian menunjukkan tekanan yang dialami pada
masing-masing pipa.

Pengukuran debit fluida juga dapat dilakukan secara

digital dengan bantuan pianti elektronik.


Finawan (2011) dalam penelitiannya menentukan debit dengan
menggunakan phototransisto. Phototransistor merupakan alat semi konduktor
dengan sumber cahaya inframerah ang dipasang pada sebuah baling-baling dan
berguna untuk mengukur debit. Inframerah merupakan cahaya memancar yang
tdak dapat dilihat oleh mata. Phototransisor menggunakan pendeteksi balingbaling dalam mengukur ebit. Hasil pengukuran menggunakan satu sensor yaitu
phototransistor untuk mengukur debit.
Menurut Ardiansah (2007), terdapat empat rezim yang menggambarkan
fenomena kecepatan dalam venturi diantaranya :

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
1. Reyleigh je breakup
Pada rezim ini, kecepatan jet berkisar antara 0-500 m/s, aliran jet sangat
dipengaruhi oleh tegangan permukaan dan gelembung belum banyak terbentuk.
Adapun bentuk aliran jet yang terbentuk setelah melewati nozzle venture.
2. First wind induced breakup regine
Pada rezim ini, kecepatan aliran jet berkisar antara 500-1000 m/s, aliran jet
dan pembentukan gelembung sangat dipengaruhi oleh diameter jet. Pada kasus
ini, meningkatnya pengaruh tegangan permukaan oleh gerakan cairan dan gas
disebabkan distribusi tekanan statis yang melewati aliran jet dan akan
mempercepat pemecahan aliran jet. Adapun bentuk aliran jet yang terbentuk
setelah melewati nozzle vebture.
3. Second wind induced breakup regime
Pada rezim ini, kecepatan aliran jet berkisar antara 1000-1800 m/s,
pembentukan

gelembung

sangat

banyak

dan

lebih

kecil

ukurannya

dibandingkan dengan diameter aliran jet. Hal ini disebabkan adanya gerakan
cairan dan gas dimana tegangan permukaan dipengaruhi oleh pembentukan
aliran yang berombak. Adapun bentuk aliran jet yang terbentuk setelah melewati
nozzle venture.
4. Atomization regime
Pada rezim ini, kecepatan aliran jet lebih besar dari 1800 m/s pemecahan
aliran jet terjadi ketika aliran keluar nozzle, pembentukan gelembung terjadi
sempurna dan ukurannya lebih kecil dari ukuran nozzle.
Aliran debit dapat dibedakan menjadi dua yaitu aliran debit sekunder dan
aliran debit primer. Dimana perbedaan tekanan antara suction chamber yang
lebih rendah (vakum) dan lingkungan yang lebih tinggi menyebabkan udara dari
lingkungan begerak masuk ke suction chamber. Jumlah udara yang masuk untuk
setiap satuan waktu ke suction chamber didefinisikan sebagai debit aliran
sekunder. Sedangkan banyaknya fluida (air) yang masuk kenosel dalam setiap
saluran waktu yang menyebabkan udara masuk ke suction chamber
didefinisikan sebagai debit aliran primer (debit motive). Dimana pada saat debit
aliran sekunder dimasukkan maka debit aliran primer juga divariasikan
(Eswanto, 2016).

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
2.4 Saluran Pembuangan
Akibat pengaruh kecepatan aliran pada draftube yang bersifat sub kritis,
maka sisa energi masih harus direndam dengan memberikan peredaman pada
bagian hilir, sehingga kecepatan pada saluran irigasi kembali normal. Saluran
pembuangan ini dimensinya harus sama atau lebih besar dari saluran
pemasukan. Rumus yang digunakan dalam mendimensi saluran pembuangan
sama dengan yang dipakai pada saluran pemasukan, yaitu :
Q=V A ...................................(persamaan 14)

Keterangan :
3
Q=debit yang akan dialirkan ( m /s

V= kecepatan pengaliran (m/s)


3
A= luas penampang aliran ( m )

Dimana untuk mendapatkan nilai kecepatan pengaliran maka persamaannya


yaitu
1 2/ 3 1/ 2
V= R I
...............................(persamaan 7)
n
Keterangan :
R= jari-jari hidrolis saluran (m)
n= koefisien kekasaran dinding saluran
l= kemiringan dasar saluran
III. METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Impact Of Jet Flow dilaksanakan pada hari Senin 3 Oktober
2016, bertempat di laboratorium Mekanika Fluida. Program studi Keteknikan
Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas
Hasanuddin, Makassar.
3.2 Alat dan Bahan

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
Alat yang digunakan dalam percobaan Impect Of Jet Flow adalah Impect
Of Jet Flow (Manometer, skalar, damp, velve, saluran pengeluaran, dan kran
pembuka), kalkulator, stopwatch, lap halus, pemberat, plat (datar, semipheris,
dan kurva).
Bahan yang dihunakan pada percobaan impect Of jet Flow adalah air dan
kertas grafik.
3.3 Prosedur Kerja
Adapun prosedur kerja pada praktikum iniyaitu :

Memasang plat datar pada tabung


Menutup dan mengencangkan pengunci. Usahakan agar air tidak

mengalir keluar
Mengatur jarum indikator agar berada pada posisi yang pas
Kran buka Hydraulic bench pada posisi tertutup
Nyalahkan alat
Memberi pemberat sebanyak 100 g, 200g dan 300 g disetia 10 detik
Mencatat debit aliran yang diamati baik pada pengisian maupun

pengosongan
Matikan alat
Ulangi prosedur 1 dengan mengganti plat datar menjadi plat semipheris
dan plat kurva.

3.4 Rumus Yang Digunakan


3.4.1 Plat Datar ( a=180 )
a
V V cos
F y =
Keterangan :
F y =gaya (N )
=massa jenis air
V =volume( m3 )
V= kecepatan

( kgm )
2

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011

3.4.2 Plat Shemipheris ( a=120 )


F y = Q

Keterangan :
F y =gaya (N )
=massa jenis air

Q=debit aliran

kg
m2

( )

m3
s

A=luas penampang(m2)
a=sudut alfa( )

3.4.3

Plat Kurva ( a=0 )


F y = Q

Q Q
Q2
+ =2
A A
A

Keterangan :
F y =gaya ( N )
Q=debit aliran

m3
s
2

A=luas penampang(m )
a=sudut alfa( )

=massa jenis air

Q Q
3 Q
+
=
A 2A 2 A

kg
2
m

( )

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.1 Tabel Hasil
a. Plat Datar
1. Penambahan Massa
V
No

Massa
(Kg)

t (s)

m
( 3)

Q(

Q2

(
F y (N )

m /s
)

m3 /s )

ket

1 0,111
10
0,4
0,04
0,0016
796578,3
30
2 0,211
10
0,45
0,045
0,002025 896150,6
35
3 0,311
10
,4
0,04
0,0016
796578,3
30
Sumber : Data Primer setelah diolah dilaboratorium Mekanika Fluida, 2016.
2. Pengurangan Massa
V
No

Massa
(Kg)

t (s)

m
( 3)

Q(

Q2

(
F y (N )

m /s
3

ket

m /s )

1 0,111
10
0,25
0,025
0,000625 497861,5
15
2 0,211
10
0,35
0,035
0,001225 697006,1
25
3 0,311
10
0,15
0,015
0,000225 298716,9
5
Sumber : Data Primer setelah diolah dilaboratorium Mekanika Fluida, 2016.

b. Plat Shemiperis
1. Penambahan Massa

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
V
Massa

No

(Kg)

t (s)

Q(

m
( 3)

m /s

F y (N )

m /s )

0,111

10

0,35

0,035

0,001225

36574,44

25

0,211

10

0,35

0,035

0,001225

36574,44

25

ket

0,311
10
0,32
0,032
0,001024 30573,25
22
Sumber : Data primer setelah diolah di Laboratorium Mekanika Fluida, 2016.

2. Pengurangan Massa
V
No

1
2
3

Q(

Massa

(Kg)

(s)

m /s
m
( 3)

0,111

10

0,3

0,03

10

0,36

0,036

10

0,24

0,024

0,211
0,311

Q2

F y (N )

26871,02

20

38694,27

26

ket

m /s )
0,0009
0,00129
6
0,00057

17197,45 14
6
Sumber : Data primer setelah di olah di Laboratorium Mekanika Fluida,2016
c. Plat Kurva
1. Penambahan Massa
V
No

1
2
3

Massa

(Kg)

(s)

0,111
0,211
0,311

Q(

Q2

(
F y (N )

m /s
m
( 3)

10

0,25

0,025

10

0,35

0,035

10

0,35

0,035

ket

m /s )
0,00062

24880,57

5
0,00122

3
48765,92

5
0,00122

3
48765,92

15
25

25
5
3
Sumber : Data primer setelah diolah di Laboratorium Mekanika Fluida, 2016

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011

2. Pengurangan Massa
V
No

1
2
3

Massa

(Kg)

(s)

0,111
0,211
0,311

Q(

Q2

m /s
m
( 3)

10

0,25

0,025

10

0,34

0,034

10

0,33

0,033

F y (N )

24880,57

15

46019,11

24

ket

m /s )
0,00062
5
0,001156
0,00108

43351,91 23
9
Sumber : Data Primer setelah diolah diLaboratorium Mekanika Fluida, 2016.
4.1.2 Grafik

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011

4.2 Pembahasan

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011

V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011

Lampiran
A. Tabel hasil pengamatan
a. Plat Datar
1. Penambahan Massa
No

Massa (Kg)

h0 (m3 )

h1 (m3 )

t(s)

1
0,111
0
0,4
10
2
0,211
0,4
0,85
10
3
0,311
0,85
1,25
10
Sumber : Data primer sebelum diolah diLaboratorium Mekanika
Fluida, 2016.
2. Penguranag Massa
No
Massa (Kg)

h0 (m )

t(s)

h1 (m )

1
0,111
1,25
1,5
10
2
0,211
1,5
18,5
10
3
0,311
1,85
2
10
Sumber : Data primer sebelum diolah diLaboratorium Mekanika
Fluida, 2016.
b. Plat Shemiperis
1. Penambahan Massa
No

Massa (Kg)

1
0,111
2
0,211
3
0,311
Sumber : Data Primer
Fluida, 2016.

h0 (m )
0
0,35
0,7
sebelum diolah

t(s)

h1 (m )

0,35
10
0,7
10
1,02
10
diLaboratorium Mekanika

2. Pengurangan Massa
No
1
2

Massa (Kg)
0,111
0,211

h0 (m3 )
1,02
1,32

h1 (m3 )
1,32
1,68

t(s)
10
10

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
3
0,311
1,68
1,92
10
Sumber :Data Primer sebelum diolah diLaboratorium Mekanika
Fluida, 2016.
c. Plat Kurva
1. Penambahan Massa
No

h0 (m3 )

Massa (Kg)

h1 (m3 )

t(s)

1
0,111
0
0,25
10
2
0,211
0,25
0,6
10
3
0,311
0,6
0,93
10
Sumber :Data primer sebelum diolah diLaboratorium Mekanika
Fluida, 2016.
2. Pengurangan Massa
No

h0 (m3 )

Massa (Kg)

1
0,111
2
0,211
3
0,311
Sumber :Data primer
Fluida, 2016.
B. Perhitungan
A. Plat Datar
1. Penambahan Massa
3
a. Mencari volume ( m

V 1=0,40=0,4 m3
3

V 3=1,250,85=0,4

b. Menghitung debit aliran


Q n=

V
t

Q 1=

0,4
=0,04
10

t(s)

0,93
1,18
10
1,18
1,52
10
1,52
1,85
10
sebelum diolah diLaboratorium Mekanika

V =h nh0

V 2=0,850,4=0,45 m

h1 (m3 )

m3
s

( )

m3
s

( )

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
Q 1=

0,45
=0,045
10

Q 1=

0,4
=0,04
10

( )
m
s

m3
s

( )

c. Menghitung kecepatan

s
m

V n=

Q
A

V 1=

0,04
=796,1783
6
50,24 10

V 1=

0,045
m
=895, 7006
6
s
50,24 10

V 1=

0,04
m
=796,1783
6
s
50,24 10

m
s

d. Menghitung Laju Perpindahan Massa


W n= Q
W 1=1000 0,040,01=30
W 1=1000 0,0450,01=35
W 1=1000 0,040,01=30
e. Menghitung gaya (N)
Fn = Q (V Vcos a )

F1=1000 0,04 ( 0,4796,5783 1 )= 31863,132 N


F1=1000 0,045 ( 0,45796,5783 1 )= 40326,777 N

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
F1=1000 0,04 ( 0,4796,5783 1 )= 31863,132 N
f. Mencari Plet Datar

a
V V cos
F y =

F y =1000 ( 0,4796, 1783 1 )=796578 N


F y =1000 ( 0,45895,7006 1 )=896150,6 N
F y =1000 ( 0,4796, 1783 1 )=796578 N
2. Pengurangan Massa
3
a. Mencari Volume ( m )

V =h nh0
V 1=1,251,5=0,25

m3

V 2=1,51,85=0,35

V 3=1,852=0,15

b. Menghitung debit aliran


Q n=

V
t

Q 1=

0,25
=0,025
10

m3
s

Q 1=

0,35
=0,035
10

m3
s

Q 1=

0,15
=0,015
10

m3
s

m3
s

( )

c. Menghitung Kecepatan (m/s)

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
V n=

Q
A

V 1=

0,025
m
=497,6115
6
s
50,24 10

V 1=

0,035
m
=696, 6561
6
s
50,24 10

V 1=

0,015
m
=298,5669
6
s
50,24 10

d. Menghitung Laju Perpindahan Massa


W n= Q
W 1=1000 0,0250,01=15
W 1=1000 0,0350,01=25
W 1=1000 0,0150,01=5
e. Menghitung gaya
Fn = Q (V Vcos a )

F1=1000 0,025 ( 0,25497,6115 1 )= 12446,5375 N


F1=1000 0,035 ( 0,35696,6561 1 )= 24395,2135 N
F1=1000 0,015 ( 0,15298,5669 1 )= 477949,23 N
f. Mencari Plet Datar

a
V V cos
F y =

F y =1000 ( 0,25497,6115 1 )=497861,5 N

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
F y =1000 ( 0,35696,6561 1 )=697006,1 N
F y =1000 ( 0,15298,5669 1 )=298716,9 N
B. Plat Semipheris ( a=120 )
1.penambahan Massa
3
a. Mencari Volume ( m )

V =h nh0
V 1=0,350=0,35

m3

V 2=0,70,35=0,35

V 3=1,020,7=0,32

b. Menghitung debit aliran


Q n=

V
t

Q 1=

0,35
=0,035
10

m3
s

Q 1=

0,35
=0,035
10

m3
s

Q 1=

0,32
=0,032
10

m3
s

m3
s

( )

c. Menghitung Volume
Q
V n=
A

V 1=

0,035
=696, 6561
50,24 106

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
V 1=

0,035
=696, 6561
50,24 106

V 1=

0,032
=636, 9427
6
50,24 10

d. Menghitung Laju Perpindahan Massa


W n= Q
W 1=1000 0,0350,01=25
W 1=1000 0,0350,01=25
W 1=1000 0,0320,01=22
e. Menghitung gaya
Fn = Q (V Vcos a )

F1=1000 0,035 ( 0,35696,6561 0,5 )= 12203,73175 N


F1=1000 0,035 ( 0,35696,6561 0,5 )= 12203,73175 N
F1=1000 0,032 ( 0,32636,9427 0,5 )= 15201,3232 N
f. Mencari Plet Shemipheris ( a=120 )
2

3
Q
F y=
2
A
2

3
0,035
3
0,001225
F y = 1000
= 1000
=36574,44 N
2
0,00005024 2
0,00005024
2

3
0,035
3
0,001225
F y = 1000
= 1000
=36574,44 N
2
0,00005024 2
0,00005024

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
2

3
0,035
3
0,001024
F y = 1000
= 1000
=30573,25 N
2
0,00005024 2
0,00005024

2. Pengurangan Massa

a. Mencari Volume ( m

V =h nh0
V 1=1,321,02=0,3

V 2=1,681,32=0,36

m3

V 3=1,921,68=0,24

m3
3

b. Menghitung debit aliran


Q n=

V
t

Q 1=

0,3
=0,03
10

Q 1=

0,36
=0,036
10

m3
s

Q 1=

0,24
=0,024
10

m3
s

( )
m
s

m3
s

c. Menghitung Kecepatan (m/s)


Q
V n=
A

V 1=

0,03
=597,1338 m/s
50,24 106

V 1=

0,036
=716,5605 m/s
50,24 106

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
V 1=

0,024
=477,707 m/s
50,24 106

d. Menghitung Laju Perpindahan Massa


W n= Q
W 1=1000 0,030,01=20
W 1=1000 0,0360,01=26
W 1=1000 0,0240,01=14
e. Menghitung gaya (F)
Fn = Q (V Vcos a )

F1=1000 0,03 ( 0,3597,1338 0,5 ) = 15939,566 F


F1=1000 0,036 ( 0,36716,5605 0,5 )= 20173,5135 F
F1=1000 0,024 ( 0,24477,707 0,5 )= 12939,566 F
f. Mencari Plet Shemipheris ( a=120 )
3
Q2
F y=
2
A
2

3
0,03
3
0,0009
F y = 1000
= 1000
=26871,02 F
2
0,00005024 2
0,00005024
2

3
0,036
3
0,001296
F y = 1000
= 1000
=38694,27 F
2
0,00005024 2
0,00005024
2

3
0,024
3
0,000576
F y = 1000
= 1000
=17197,45 F
2
0,00005024 2
0,00005024
C. Plat Kurva ( a=90 )

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
1. Penambahan Massa
a. Mencari Volume ( m

V =h nh0
V 1=0,250=0,25

V 2=0,60,25=0,35
V 3=0,950,6=0,35

m3

m3
m3
s

( )

g. Menghitung debit aliran


Q n=

V
t

Q 1=

0,25
=0,025
10

m
s

Q 1=

0,35
=0,035
10

m
s

Q 1=

0,35
=0,035
10

m
s

h. Menghitung Kecepatan (m/s)


Q
V n=
A

V 1=

0,025
=497,6115
m/s
50,24 106

V 1=

0,035
=696,6561
m/s
50,24 106

V 1=

0,035
=696,6561
m/s
50,24 106

i. Menghitung Laju Perpindahan Massa

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
W n= Q
W 1=1000 0,0250,01=15
W 1=1000 0,0350,01=25
W 1=1000 0,0350,01=25
j. Menghitung gaya
Fn = Q (V Vcos 90 )

F1=1000 0,025 ( 0,25497,6115 0 )= 6,25 F


F1=1000 0,035 ( 0,35696,6561 1 )= 12,25 F
F1=1000 0,035 ( 0,35696,6561 1 )= 12,25 F
k. Mencari Plat Kurva
F y =2

Q2
A

0,0252
F y =2 1000
0,00005024

2000

0,000625
=24880,57325 F
0,00005024

F y =2 1000

2000

0,0352
0,00005024

0,001225
=48765,92357 F
0,00005024
2

0,035
F y =2 1000
0,00005024

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
2000

0,001225
=48765,92357 F
0,00005024

2. Pengurangan Massa
3
a. Mencari kecepatan ( m )

V =h nh0
V 1=1,180,93=0,25

m3

V 2=1,521,18=0,34

m3

V 3=1,851,52=0,33 m 3

b. Menghitung debit aliran

m3
s

( )

Q n=

V
t

Q 1=

0,25
=0,025
10

m3
s

Q 1=

0,34
=0,034
10

m3
s

Q 1=

0,33
=0,033
10

m3
s

c. Menghitung Kecepatan (m/s)


Q
V n=
A

V 1=

0,025
=497,6115
m/s
50,24 106

V 1=

0,034
=676, 7516
m/s
50,24 106

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
V 1=

0,033
=656,8471
m/s
50,24 106

d. Menghitung Laju Perpindahan Massa


W n= Q
W 1=1000 0,0250,01=15
W 1=1000 0,0340,01=24
W 1=1000 0,0330,01=23
e. Menghitung gaya
Fn = Q (V Vcos 90 )

F1=1000 0,025 ( 0,25497,6115 0 )= 6,25 N


F1=1000 0,034 ( 0,34676,7516 0 )= 117,3 N
F1=1000 0,033 ( 0,33656,8471 0 )= 11,56 N
f. Mencari Plet Datar
Q2
F y =2
A

F y =2 1000

2000

0,000625
=24880,57 N
0,00005024

F y =2 1000

2000

0,0252
0,00005024

0,034 2
0,00005024

0,001156
=46019,11 N
0,00005024

Nama:Fitriani Nur
NIM : G41115011
2

F y =2 1000

2000

0,033
0,00005024

0,001089
=43351,91 N
0,00005024

DAFTAR PUSTAKA
Ardiansah, Agung.2007. Optimalisasi Karbonasi Untuk Pemucatan Raw Sugar
Dengan Menggunakan Reactor Venturi Bersirkulasi. Instrumen
Pertanian Bogor : Bogor.
Ayubi, muh. Sholahuddin Al.2015.Perancangan dan penerapan aparatus
pengukuran debit aliran dengan menggunakan venturimeter dan
water flow sensor. UNESA : Surabaya
Kaprawi, 2009. Pengaruh jerak Sumber Jet Terhadap Temperatur Dinding
Selinder. UNSIR : Palembang.
Eswanto, 2016. Efek variasi debit aliran primerdan sekunder dalam mencapai
kevakuman pada lisuid jet gas pump. Institut Teknologi Medan:
Medan.
Halim, Fuad.2014. Pengaruh debit terhadap pola gerusan di sekitar abutmen
jembatan (uji laboratorium dengan skala model jembatan megawati).
Universitas sam ratulangi : Manado.