Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS PEMBELAJARAN KIMIA

MENGKAJI 4 JENIS PENGETAHUAN

Oleh:
YUSAFAT (ACC 113 008)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2016

Jenis-jenis Pengetahuan dalam pengembangan psikologi kognitif, dapat dibedakan menjadi


empat tipe pengetahuan secara umum, yaitu pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural dan
Metakognitif.
1. Pengetahuan Faktual.
Pengetahuan faktual merupakan elemen-elemen dasar yang terdiri dari potongan-potongan
informasi tertentu. Pengetahuan faktual selalu berkaitan dengan pernyataan yang benar dan
bersesuaian dengan keadaan yang sesungguhnya.
Ciri-ciri dan contoh pengetahuan faktual :
Pengetahuan faktual memiliki dua aspek penting, yaitu pengetahuan istilah serta
pengetahuan khusus dan elemen-elemennya. Ciri-ciri dan contoh dari masing-masing aspek
tersebut, sebagai berikut :
a. Pengetahuan Istilah
Pengetahuan istilah merupakan pengetahuan yang menggunakan label-label atau
symbol-symbol verbal dan nonverbal (seperti kata-kata, gambar, bilangan-bilangan
tertentu, tanda-tanda dan lain sebagainya). setiap informasi yang diperoleh merupakan
elemen-elemen dasar yang memiliki referensi tertentu.
Contoh :
o

Mol adalah satuan dasar SI dalam kimia yang digunakan untuk mengukur
jumlah zat.

Ar merupakan lambang yang digunakan dalam kimia untuk menyatakan massa


atom relatif dari suatu unsur kimia.

b. Pengetahauan khusus
Pengetahuan khusus dan elemennya merupakan pengetahuan yang berhubungan dengan
pengetahuan tentang peristiwa, lokasi, nama orang, waktu, sumber informasi dan lain
sebagainya. Pengetahuan khusus ini meliputi informasi yang spesifik atau tepat.
Contoh :
o

Istilah Mol pertama kali diciptakan oleh Wilhem Ostwald dalam bahasa
Jerman pada tahun 1893.

Pada tahun 1913 Niels Bhor mengembangkan suatu model otom yang baru,
yang akhirnya dikenal sebagai teori atom Niels Bhor.

2. Pengetahuan Konseptual.
Pengetahuan konseptual merupakan pengetahuan yang berkaitan dengan kategori dan klasifikasi
serta hubungan diantara keduanya yang cenderung lebih rumit serta dalam bentuk pengetahuan
yang tersusun, seperti halnya skema, model mental, atau teori implisit atau eksplisit dalam model
psikologi kognitif.
Ciri-ciri dan contoh pengetahuan konseptual.
Pengetahuan konseptual memiliki tiga aspek penting, diantaranya yaitu pengetahuan
klasifikasi dan kategori, pengetahuan dasar dan umum, pengetahuan teori, model dan
struktur. Ciri-ciri dan contoh dari pengetahuan-pengetahuan tersebut yaitu :
a. Pengetahuan klasifikasi dan kategori
Pengetahuan ini secara umum menggambarkan bagaimanan para ahli berpikir dan
menyelesaikan masalah mereka, dimana pengetahuan khusus penting dari masalah yang
telah diselesaikan. Pengetahuan kategori meliputi kategori-kategori, divisi-divisi dan
penyusunan yang digunakan dalam materi yang berbeda.
Contoh :
o

Jenis ikatan dalam kimia dapat diklasifikasi menjadi ikatan ion, ikatan kovalen
dan ikatan logam

Ikatan kovalen terbagi atas ikatan kovalen polar dan nonpolar, ikatan kovalen
biasa dan koordinat, serta ikatan kovalen tunggal, rangkap dan rangkap tiga.

b. Pengetahuan dasar dan umum


Pengetahuan dasar dan umum terdiri atas abstrak nyata yang menyimpulkan fenomena
penelitian.

Abstrak

sangat

nilainya

dalam

menggambarkan,

memprediksikan,

menjelaskan atau menentukan tindakan yang paling tepat yang harus diambil.
Contoh :
o

Pengetahuan dasar-dasar kimia yang relevan dalam proses kebudayaan dan


kesehatan.

c. Pengetahuan teori, model dan struktur.

Pengetahuan ini merupakan suatu formula yang abstrak, dimana pengetahuan teori,
model dan struktur meliputi pengetahuan dasar dan generalisasi dengan hubungan
timbal balik yang jelas dan pandangan yang sistematis.
Contoh :
o

Pengetahuan hubungan timbal balik antara prinsip dan dasar teori pada kimia.
(seperti halnya hukum perbandingan tetap dari Proust yang menyatakan
perbandingan massa unsur-unsur dari tiap senyawa adalah tetap )

3. Pengetahuan Prosedural
Pengetahuan prosedural dapat digambarkan secara lengkap sebagai rangkaian langkah-langkah
dalam melakukan suatu tindakan, seperti halnya pengetahuan ketrampilan, alogaritma, teknikteknik dan metoda-metoda yang secara keseluruhan dikenal sebagai prosedur.
Ciri-ciri dan contoh pengetahuan prosedural
Pengetahuan prosedural terdiri atas tiga aspek penting, yaitu pengetahuan ketrampilan
umum-khusus dan alogaritma, pengetahuan metode dan teknik khusus, serta pengetahuan
pengetahuan kriteria untuk menentukan penggunaan prosedur yang tepat.
a. Pengetahuan ketrampilan umum-khusus dan alogaritma.
Pengetahuan alogaritma biasa diguakan dalam perhitungan-perhitungan secara
metematis atau dalam konsep arit matika yang umumnya menghasilkan jawaban yang
sulit jika terdapat kesalahan dalam perhitungan. Hal ini biasa dikerjakan dalam
pengetahuan prosedural dimana hasil dari pengetahuan prosedural ini biasanya menjadi
pengetahuan faktual dan konseptual.
Contoh :
o

Pengetahuan keterampilan dalam menentukan derajad keasaman suatu senyawa,


mulai dari mengetahui konsep pH, pengukuran pH dan menghitung pH larutan.

b. Pengetahuan metode dan teknik khusus


Pengetahuan metode dan teknik khusus meliputi pengetahuan yang luas biasanya lebih
sebagai hasil observasi, eksperimen, atau penemuan. Pengetahuan ini biasanya berasal
dari hasil konsensus, persetujuan, atau norma-norma disiplin.
Contoh :

Dari percobaan yang dilakukan oleh Borh tentang elektron maka dapat
dirumuskan : (1) Elektron bergerak mengelilingi inti atom dengan lintasan

(orbit) tertentu, dengan momen sudut kelipatan dari

h
.h
2

= ketetapan

Planck; (2) Selama elektron bergerak pada lintasannya, maka energinya akan
tetap, sehingga tidak memancarkan energi; Selama bergerak mengelilingi inti,
elektron dapat berpindah naik atau turun dari satu lintasan ke lintasan lain.
c. Pengetahuan kriteria untuk menentukan penggunaan prosedur yang tepat.
Pengetahuan kriteria umumnya digunakan untuk menentukan serta mengelompokkan
metode-metode, tipe-tipe atau prosedur-prosedur yang memiliki karakteristik tertentu.
Contoh :
o

Tipe molekul dapat dinyatakan dengan menggunakan langkah-langkah sebagai


berikut : (1) menentukan jumlah elaktron valansi atom pusat (EV); (2)
menentukan domain elektron ikatan (X); (3) menentukan jumlah domain
elektron bebas (E).

4. Pengetahuan Metakognitif.
Pengetahuan metakognitif merupakan cara yang merujuk pada peningkatan kesadaran dalam
proses berfikir serta pada pembelajaran yang berlaku.
Ciri-ciri dan contoh pengetahuan metakognitif.
Pengetahuan metakognitif terdiri atas dua aspek penting, yaitu pengetahuan metakognitif
strategi dan pengetahuan metakognitif tugas
a. Pengetahuan metakognitif strategi.
Merupakan pengetahuan tentang strategi pembelajaran, berpikir dan pemecahan masalah
secara umum. Strategi ini dapat diterapkan pada seluruh disiplin ilmu dan digunakan
disebagian besar tugas dan domain yang berbeda.

Contoh :
o

Menentukan cara penamaan pada senyawa alkana dalam kimia

b. Pengetahuan metakognitif tugas.


Merupakan pengetahuan tentang kapan menggunakan strategi belajar, berpikir, dan
pemecahan masalah pada kondisi dan konteks yang tepat. Pengetahuan metakognitif
tugas merupakan pengetahuan yang menyatakan bahwa tugas yang berbeda dapat lebih
atau kurang sulit dan mungkin memerlukan strategi kognitif yang berbeda.
Contoh :
o

Pengetahuan mengingat kembali tugas-tugas yang berkaitan dengan cara


penamaan senyawa-senyawa alkana.

NO

Kompetensi Dasar

1.

3.1 Mengidentifika
si sifat larutan
nonelektrolit
dan elektrolit
berdasarkan
data hasil
percobaan

Indikator

Jenis

Kegiatan

Pengetahuan

Pembelajaran

Mengidentifikasi Pengetahuan
sifat-sifat larutan
Faktual
elektrolit dan non Pengetahuan
elektrolit melalui
Prsedural
percobaan

Siswa mencari
literatur dan
mengumpulkan
informasiinformasi yang
berhubungan
dengan larutan
elektrolit dan
nonelektrolit

Fasilitasi Guru
Guru menuntun dan
memberikan
literatur kepada
siswa serta
mengajak siswa
untuk aktif
menemukan
informasi mengenai
larutan elektrolit
dan nonelektrolit
dari berbagai
sumber informasi
yang ada

2.

Mengelompokk Pengetahuan
an larutan ke
Prosedural
dalam larutan
elektrolit dan non
elektrolit
berdasarkan sifat
hantaran
listriknya

Merancang dan
melakukan
percobaan
untuk
mengidentifika
si sifat-sifat
larutan
elektrolit dan
non elektrolit
dalam diskusi
kelompok
dilaboratorium.
Pengetahuan
Perwakilan dari
metakoknitif
setiap kelompok
menyampaikan
hasil diskusi
mereka didapan
kelas

Guru menuntun
siswa dalam
melakukan
percobaan dan
memberikan
kesempatan bagi
setiap kelompok
untuk berdiskusi

Menjelaskan
penyebab
kemampuan
larutan elektrolit
menghantarkan
arus listrik

Mendeskripsika
n bahwa larutan
elektrolit dapat
berupa senyawa
ion dan senyawa
kovalen polar

Pengetahuan
konseptual

Menyimpulkan
perbedaan sifat
dan jenis
larutan elektrolit
dan non
elektrolit

Guru memberikan
lembar diskusi
kepada kelompok
lain untuk mencatat
pokok persentasi
dari teman mereka
didapan, serta
mebariakan waktu
kepada perwakilan
kelompok yang
maju untuk
menjalaskan
permasalahan yang
mereka temukan
pada saat
praktikum.
Guru bersama
siswa
menyimpulkan
hasil pembelajaran

3.2 Menjelaskan
perkembangan
konsep reaksi
oksidasireduksi dan
hubungannya
dengan tata
nama senyawa
serta
penerapannya.

Membedakan
konsep oksidasi
reduksi ditinjau
dari
penggabungan
dan pelepasan
oksigen,
pelepasan dan
penerimaan
elektron, serta
peningkatan dan
penurunan
bilangan oksidasi.

Pengetahuan
konseptual

Demontrasi
reaksi
pembakaran
dan serah
terima elektron
(misal reaksi
antara paku
besi dicelupkan
ke dalam air
aki).

Guru
mendemonstrasik
an kapada siswa
tentang reaksi
oksidaasi dan
reduksi pada
pembakaran serta
reaksi oksidasi
dan reduksi pada
besi yang
dicelupkan
kedalam air aki.

Menentukan
bilangan oksidasi
atom unsur
dalam senyawa
atau ion.

Pengetahuan
prosedural

Menentukan
bilangan
oksidasi atom
unsur dalam
senyawa atau
ion dalam
diskusi kelas.

Guru memberikan
LKS kepada siswa

Menentukan
oksidator dan
reduktor dalam
reaksi redoks

Pengetahuan
prosedural

Berlatih
menentukan
bilangan
oksidasi,
oksidator,
reduktor,
hasiloksidasi,
dan hasil
reduksi

Guru memberikan
LKS dan tugas
kepada siswa
untuk dikerjakan

Pengetahuan
metakognitif

Memberi nama
senyawa menurut
IUPAC

Pengetahuan
metakognitif

Menentukan
penamaan
senyawa biner
(senyawa ion)
yang terbentuk
dari tabel kation
dan anion serta
memberi
namanya dalam
diskusi
kelompok

Mendeskripsika
n konsep larutan
elektrolit dan
konsep redoks
dalam
memecahkan
masalah
lingkungan

Pengetahuan
konseptual
Pengetahuan
prosedural

Menemukan
konsep redoks
untuk
memecahkan
masalah
lingkungan
dalam diskusi
kelompok di
kelas

Guru memberikan
penjelasan
mengenai
tatacara
penamaan
senyawa dan
memberikan LKS
kelompok pada
setiap siswa,
untuk menuntun
siswa dalam
melakukan
diskusi.
Guru membuka
kesempatan untuk
setiap kelompok
berdiskusi kembali
dalam membahas
permasalahan
lingkungan yang
berkaitan dengan
konsep redoks,
dan mengisi
lembar kegiatan
diskusi kelompok
pada LKS
kelompok yang
dibagiakan.