Anda di halaman 1dari 38

Penyusunan Rencana Strategis

Revitalisasi Kota Tua Jakarta


Oleh:
Dian Fajar Novitasari (3613100036)
Edwin Fahrur Rozy (3613100054)
Laksmita Dwi Hersaputri (3613100069)

Revitalisasi
Perencanaan
Strategis
Analisis SWOT

Sejarah Kota Tua,


Kondisi Eksisting,
Upaya Revitalisasi
yang Pernah
Dilakukan

IFAS, EFAS,
Matriks SWOT,
Rumusan
Strategi,
Rumusan
Renstra

Revitalisasi Kota Tua Jakarta sudah


dilakukan sejak tahun 2014 namun
sampai saat ini upaya tersebut masih
belum terselesaikan.

Kawasan Kota Tua Jakarta terpilih


dalam 50 besar norminasi Ikon
Warisan Dunia oleh UNESCO,
sehingga upaya revitalisasi
menjadi agenda prioritas bagi
pemerintah Jakarta

Belum optimalnya strategi


revitalisasi Kota Tua Jakarta
disebabkan rendahnya komitmen
antar pemangku kepentingan
yaitu pemerintah, swasta, dan
masyarakat

Memberikan
pemahaman mengenai
penyusunan rencana
strategis mengenai
revitalisasi Kota Tua
Jakarta

1.
2.
3.
4.
5.

Identifikasi eksisting Kota Tua Jakarta


Identifikasi permasalahan yang dihadapi
Identifikasi SWOT (IFAS dan EFAS)
Analisis SWOT
Rencana strategis dan program
revitalisasi Kota Tua Jakarta

PERENCANAAN STRATEGIS
Suatu proses pengambilan
keputusan yang sistematis yang
berfokus pada isu pembangunan
penting dan bagaimana
menyelesaikannya. Strategic
planning mempunyai kerangka
berpikir yaitu pendekatan
penentuan prioritas, menentukan
pilihan yang bijaksana dan alokasi
sumberdaya (UN-Habitat, 2005)

ANALISIS SWOT
Salah satu ciri perencanaan
strategis adalah penilaian lebih
pada faktor internal & eksternal,
maka analisis SWOT merupakan
instrumen yang tepat dalam
melakukan perencanaan strategis,
karena dapat mengetahui S dan W
yang dimiliki, untuk mengetahui
posisi terhadap lingkungannya
dengan mengetahui O dan T yang
dihadapi sebagai dasar untuk
melakukan perumusan strategi dan
penyusunan program

REVITALISASI
Kegiatan pengembangan yang
ditujukan untuk menumbuhkan
kembali nilai-nilai penting Cagar
Budaya dengan penyesuaian fungsi
ruang baru yang tidak
bertentangan dengan prinsip
pelestarian dan nilai budaya
masyarakat (Peraturan Gubernur
DKI Jakarta No. 36 Tahun 2014
tentang Rencana Induk Revitalisasi
Kota Tua)
KRITERIA REVITALISASI PADA
SLIDE SELANJUTNYA

1.

STRUKTUR/FISIK: penurunan fisik terjadi karena faktor


waktu/usia, cuaca, gempa bumi, polusi kendaraan
ataupun akibat mekanisme perawaran yang buruk
2. FUNGSI: pada umumnya diakibatkan oleh faktor
internal dan eksternal kawasan. Faktor internal
disebabkan bangunan karena tidak mampu kagi
mendukung secara teknis/fungsional kebutuhan yang
ada, sedangkan eksternal kawasan mengakibatkan
perlunya modifikasi ataupun penambahan terhadap
hal-hal yang berkaitan dengan kinerja bangunan
3. ASPEK LEGAL DAN INSTITUSI/KELEMBAGAAN:
keduanya berkaitan secara langsung dengan dimensi
fungsional dan fisik. Artinya secara fungsi, fisik, dan
citra dapat juga disebabkan oleh kebijakan
pembangunan yang tidak tepat ataupun penerapan
pemintakan kawasan yang tidak tepat.
4. CITRA: umumnya citra bangunan dan lingkungan
berkaitan dengan persepsi public
5. LOKASI: degaradasi bangunan dan lingkungan dari
segi lokasi umumnya diakibatkan karena adanya
perubahan pola distribusi dan konsumsi barang serta
perubahan sistem aksesibilitas dalam skala luas
6. FINANSIAL/EKONOMI

Faktor-Faktor Penyebab Penurunan

Aspek
Fisik

Vitalitas Kawasan
1.

2.

Aktivitas

2.

Menurunnya kualitas fisik lingkungan

Hilangnya kekhasan fisik

Rendahnya daya saing ekonomi

Ekonomi

Komponen-Komponen dalam Revitalisasi


1)

Jalur pejalan kaki

2)

Jaringan jalan

3)

Penghijauan

4)

Perpakiran

5)

Penerangan

1)

Landmark

2)

Kekhasan bangunan

3)

Keserasian bangunan

9)

Kekhasan kegiatan ekonomi

10) Minat investasi


2.

Menurunnya produktivitas ekonomi

11) Keberlangsungan kegiatan ekonomi


12) Tingkat penjualan barang/jasa

Aktivitas

2.

Rendahnya kesadaran masyarakat

13) Kesadaran masyarakat

Sosial

2.

Hilangnya nilai-nilai kebudayaan

14) Eksistensi masyarakat lokal


15) Event kebudayaan
16) Institusi Lokal Masyarakat

Institusional 2.

Rendahnya dukungan pemerintah

17) Produk hukum


18) Kebijakan finansial

Sejak kehadiran pasukan


Fatahillah pada 1527, Sunda
Kelapa diubah menjadi Jayakarta.
Usia Kota Jakarta hanya 92
tahun, sebab pada 1619 kota ini
dihancurkan oleh Belanda. Di
atas bekas kota Jayakarta inilah
Belanda membangun kota
Batavia

Terbentuknya Kota Tua Jakarta


diawali dengan munculnya sebuah
kerajaan yang bernama Padjajaran.
Salah satu raja Padjajaran
mengadakan perjanjian
internasional pertama di Nusantara
yaitu Prabu Surawisesa, yang berisi
kerjasama Sunda dengan Portugis
yang memberikan hak kepada
Portugis untuk membangun
sebuah benteng di Sunda Kelapa

Wilayah
Administratif

% overlapping
Kecamatan

area di Kota Tua


Jakarta

Jakarta Utara Penjaringan


Pademangan
Jakarta Barat Tambora

Berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta No. 34 Tahun 2006


tentang Penguasaan Perencanaan dalam Rangka penataan
kawasan Kota Tua, dinyatakan luas kawasan Kota Tua Jakarta
yaitu 846 ha.

Kelurahan

Taman Sari

Penjaringan

26.24%

Ancol

20.73%

Roa Malaka

100.00%

Pekojan

86.93%

Tambora

100.00%

Jembatan Lima

76.44%

Pinangsia

71.70%

Glodok

100.00%

Keagungan

61.21%

JARINGAN JALAN
Pola jalan berbentuk grid, namun belum
termanfaatkan secara efektif karena dukungan
pelayanan angkutan umum masih terbatas
pada jalan-jalan utama kawasan. Beban jalan
terlalu tinggi menyebabkan kemacetan pd
titik-titik tertentu

PENGHIJAUAN
Banyak pohon ditebang dan kondisi pohon
yang lapuk akibat kurang perawatan. Masalah
tersebut harus diberikan perhatian khusus
karena keberadaan vegetasi mempengaruhi
kenyamanan pengunjung

JALUR PEJALAN KAKI


Pengembangan Kota Tua Jakarta diarahkan
sebagai kawasan yang memperhatikan jalur
pejalan kaki seperti konsep pengembangan
kota di Eropa, tapi justru jalur pejalan kaki
tidak dapat dimanfaatkan dan beberapa ruas
jalan rusak dan bahkan hilang.

PERPARKIRAN
Banyak ditemui badan jalan digunakan untuk
on street parking dan PKL. Pada September 15
lalu, telah dilakukan sterilisasi dan relokasi
parkir liar dan PKL liar.

PENERANGAN
Penerangan di Kota Tua tergolong minim, baik
di TPO (Terowongan Penyeberangan Orang)
dan di kawasan Museum Kota Tua. Dapat
menimbulkan tindak kejahatan

KEKHASAN BANGUNAN
Kelompok pecinta heritage mencatat, lebih
dari 100 bangunan pusaka di kawasan Kota
Tua Jakarta yang pernah dijuluki Laboratorium
Arsitektur di Indonesia. Bangunannya berciri
khas arsitektur Eropa, Cina, dan Nusantara.

LANDMARK
Kota Tua merupakan landmark bagi Kota
Jakarta dengan pesona wisata sejarah yang
mengagumkan. Ada Museum Fatahillah,
Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bank
Indonesia, Museum Seni Rupa&Keramik, Toko
Merah.

KESERASIAN BANGUNAN
Sudah serasi secara visual (Klasifikasi
Pemugaran dengan peningkatan intensitas
bangunan (KDB 48% dan KLB 1,9)) dan
fungsional (adanya zonasi antar kegiatan)

KEKHASAN DAN KEBERLANGSUNGAN


KEGIATAN EKONOMI
Kawasan Kota Tua Jakarta pada masa lalu
merupakan pusat kegiatan ekonomi dimana
aktivitas perdagangan antar negara, antar
pulau dilakukan melalui Pelabuhan Sunda
Kelapa yang terletak di kawasan ini

MINAT INVESTASI
9 perusahaan membentuk perusahaan
patungan untuk revitalisasi Kota Tua Jakarta.
Guna mempercepat pertumbuhan pariwisata,
ada 4 kegiatan unggulan (pengembangan
masyarakat, produk, sarana prasarana, dan
promosi)

Kegiatan ekonomi khas di kawasan Pecinan


(Glodok) dan kawasan Pasar Ikan.
Revitalisasi yang dapat dilakukan pada ruang
fungsi ekonomi dan perdagangan kawasan
yaitu menjual produk kreatif seperti kriya yang
bersifat souvenir khas Jakarta dan menjual
komoditas khas Jakarta

TINGKAT PENJUALAN BARANG/JASA


Kota Tua yang menjadi destinasi wisata bagi
wisatawan lokal dan mancanegara yang
berkunjung ke Jakarta menjadikan tingkat
penjualan barang&jasa di Kota Tua meningkat

KESADARAN MASYARAKAT & EKSISTENSI


MASYARAKAT LOKAL
Kesadaran masyarakat akan pentingnya
keberadaan dan upaya revitalisasi dianggap
kurang. Usaha pemberdayaan masyarakat &
instansi setempat diharapkan akan
menimbulkan kesadaran umum yang
selanjutnya menimbulkan rasa tanggung jawab
dan sadar lingungan

EVENT KEBUDAYAAN
Festival Kota Tua adalah event lokal di Kota
Jakarta yang dilakukan rutin setiap tahun.
Pemerintah Kota Jakarta secara rutin
menggelar Festival Kota Tua sejak 2004.
Festival ini diselenggarakn sebagai upaya
untuk menghidupkan kawasan Kota Tua yang
secara historis pernah mendapat julukan
sebagai kawasan perkantoran, ekonomi, dan
perdagangan bangsa Belanda.

PRODUK HUKUM
Salah satu dukungan terhadap upaya
pengembangan dan perlindungan aset-aset
bersejarah di Kota Tua dapat dilihat dari
berbagai peraturan perundangan yang terkait
dengan kawasan tersebut.

KEBIJAKAN FINANSIAL
Sumber dana diperoleh dari dana Koefisien
Luas Bangunan. Dalam pengerjaan revitalisasi,
Sampoerna Land harus memberikan dana
sebesar 700 Miliar yang bersumber dari
kompensasi KLB yang belum dibayarkan.

No
.

Peraturan Perundangan

Tingkat
Perundangan

1. Staadblad No. 238 Tahun Pusat


1931
2. Undang-Undang RI No. 5 Pusat
Tahun 1992
3. Kepmen Dikbud
0128/m/1988

RI

No. Pusat

4. SK KDKI Jakarta No. Cd. Daerah


3/I/170
5. SK Gubernur DKI Jakarta No. DKI Jakarta
Cb. 11/I/12/1972
6. Surat Keputusan Gubernur Daerah
No. D.III-b./11/4/56/1973
7. SK Gubernur KDKI Jakarta Daerah
No. : D.III-b/11/4/54/1973
8. Surat Keputusan Gubernur Daerah
KDKI No. 475 Tahun 1993
9. Peraturan Daerah No. 6 Daerah
Tahun 1999 tentang RTRW
DKI Jakarta 2010
10. Peraturan
Daerah
DKI Daerah
Jakarta No. 9 Tahun 1999
11. SK Gubernur DKI Jakarta No. Daerah
475 Tahun 2006
12. SK Gubernur DKI Jakarta No. Daerah
34 Tahun 2006

Isi

Peran Dukungan

Penetapan peraturan-peraturan yang berhubungan Memberikan perlindungan dan melakukan pendaftaran benda-benda
dengan perlindungan benda-benda yang memiliki nilai bersejarah dan pemiliknya
penting bagi sejarah, kesenian dan paleonanthropologi
Benda cagar budaya
Memberikan arahan pengaturan bagi penguasaan, perlindungan,
pemanfaatan dan pengawasan benda cagar budaya, serta mengamanatkan
masalah pelaksanaan pengaturannya
Penetapan beberapa gedung, museum, masjid, dan Memberikan perlindungan terhadap gedung, museum, masjid, dan gereja di
gereja sebagai cagar budaya yang dilindungi
Kota Tua Jakarta seperti: Museum Keramik, Museum Fatahillah, Museum
Bahari, Masjid Annawir (di Pekojan)
Pernyataan daerah Taman Fatahillah, Jakarta Barat Perlindungan terhadap bangunan dan benda bersejarah yang berada di
sebagai di bawah daerah pemugaran Pemerintah DKI sekitar Taman Fatahillah
Jakarta yang dilindungi oleh UU Monumen
Penetapan bangunan-bangunan bersejarah dan Memberi penjabaran, penjelasan, dan pedoman mengenai penguasaan,
monumen di wilayah DKI Jakarta sebagai bangunan perlindungan, pemanfaatan, dan pengawasan berkenaan upaya pelestarian
yang dilindungi
benda cagar budaya
Pernyataan daerah Glodok sebagai daerah yang Perlindungan terhadap kawasan Glodok
dilindungi
Pernyataan Jakarta Kota dan Pasar Ikan, Jakarta Barat Perlindungan kawasan Jakarta Kota (sebagian dari Kota Tua Jakarta) dan Pasar
dan Utara sebagai kawasan yang dilindungi
Ikan
Penetapan bangunan-bangunan bersejarah di DKI Memberikan penjelasan kepentingan pelestarian dan penetapan bangunan
Jakarta sebagai benda cagar budaya
bersejarah di DKI Jakarta sebagai benda cagar budaya
Misi dan strategi pengembangan tata ruang Kotamadya Memberikan arahan dalam pengembangan Kota Tua Jakarta
terutama terkait dengan pengembangan kawasan kota
tua
Pelestarian dan pemanfaatan lingkungan dan bangunan Mendefinisikan BCB, mendorong partisipasi masyarakat dalam pelestarian
cagar budaya
BCB, serta mengatur tolak ukur BCB
Penetapan bangunan bersejarah sebagai benda cagar Memberikan perlindungan terhadap bangunan dan lingkungan bersejarah di
budaya
DKI Jakarta
Tentang penguasaan perencanaan dalam rangka Memberikan kejelasan batasan luas Kota Tua
penataan kawasan Kota Tua seluas 846 Ha yang

Revitalisasi Kota Tua Jakarta dimulai sejak


tahun 1970 sebagai tindak lanjut SK Gubernur
tentang Pernyataan Daerah Taman Fatahillah
sebagai Daerah Dibawah Pemugaran. Namun
pelaksanaan fisik baru dikerjakan pada tahun
1973.

Pekerjaan fisik:
Mengubah Terminal Bus -> Taman Fatahillah
Mengubah Markas KODIM -> sebuah museum
besar
Normalisasi Sungai Kalibesar
Peningkatan sarana dan prasarana.

Revitalisasi jilid 2 dicanangkan pada akhir tahun


2005 dan pelaksanaan revitalisasi fisiknya baru
dikerjakan pada tahun 2006.

Pekerjaan fisik:
Fungsi Taman Fatahillah diubah menjadi plaza
dengan menghilangkan batas-batas mobil
Jalan mobil diubah menjadi pedestrian
Mengganti permukaan aspal menjadi batu
andesit

Area Within City Wall sebesar 134 Ha.


Terbagi menjadi 2 bagian zonasi:
Core Zone (Museum Fatahillah,
Pelabuhan Sunda Kelapa, dan Wil.
Kalibesar)
Supporting Zone (Kampung Bandan,
Stasiun Kota, Museum Bahari, Pasar
Ikan, Galangan/Benteng, Roa
Malaka)

Area Outside of City Wall


terbagi menjadi 3 bagian
zonasi:
Kampung Luar Batang (19
Ha)
Pekojan (49 Ha)
Chinatown (132 Ha)

Menurut Budhiman (2014)


1. Belum ditemukannya pemecahan yang tepat dalam
menangani kemacetan. Perlu adanya tindak lanjut
dari arkeologi dengan adanya beban berat lalu lintas
terhadap keberadaan deretan bangunan cagar
budaya
2. Belum adanya peraturan yang mengatur
pembangunan utilitas bawah tanah, sehingga setiap
pekerjaan yang membongkar bagian dalam tanah
yang kebetulan merusak artefak tidak bisa dihentikan
3. Ada sekitar 53 bangunan cagar budaya milik BUMN
dan masyarakat yang rawan roboh di sekitar Taman
Fatahillah, Kalibesar, dan Roa Malaka. Belum adanya
mekanisme bantuan anggaran APBD Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta untuk pemugaran.

Menurut Hasil Analisis (2016)


1. Belum termanfaatkan jaringan jalan berpola grid
sehingga menyebabkan terjadinya kelebihan volume
kendaraan (kemacetan) sedangkan jalan lainnya
kurang dimanfaatkan
2. Upaya lokalisasi PKL dan parkir liar menyebabkan
dagangan PKL sepi dan tukang parkir memasang
tarif parkir gila-gilaan
3. Penerangan pada malam hari masih minim sehingga
mengakibatkan rasa aman pengunjung menurun
4. Penghijauan di Kota Tua Jakarta mengalami
penurunan
5. Terancamnya kekhasan kegiatan ekonomi di Kawasan
kota Tua Jakarta, yaitu Pecinan, akibat perkembangan
ekonomi Kota Jakarta yang pesat
6. Masih rendahnya kesadaran masyarakat akan
pentingnya keberadaan Kota Tua Jakarta

No
1

Aspek

Jalur Pejalan Pada awalnya, pengembangan Kawasan Kota Tua Jakarta lebih diarahkan sebagai kawasan
yang memperhatikan jalur pejalan kaki seperti halnya konsep pengembangan kota di Eropa
Kaki
dan lain-lain. Hal ini dapat dilihat dari disain jalan yang memberikan ruang bagi para pejalan
kaki.
Jalur pejalan kaki banyak yang rusak, ditempati PKL, dan banyak kendaraan menggunakan jalur
pejalan kaki untuk menghindari kemacetan.
Jaringan Jalan Sistem sirkulasi pada Kota Tua Jakarta direncanakan cukup efisien dengan menggunakan pola
jalan yang berbentuk grid. Namun belum termanfaatkan secara efektif. Hal ini menyebabkan
terjadinya kelebihan volume kendaraan pada jalan-jalan tertentu, sedangkan jalan-jalan
lainnya kurang dimanfaatkan. Beban jalan yang terlalu tinggi ini menyebabkan terjadinya
kemacetan.
Penghijauan Kota Tua Jakarta memiliki masalah terkait penghijauan, satu per satu pohon yang berada di
ruang terbuka kota tua hilang dari pandangan mata. Banyak pohon yang ditebang dan kondisi
pohon yang lapuk akibat kurang perawatan.

Perpakiran

Justifikan

Kondisi Fakta

Strength (S)

Jalur pejalan kaki belum berfungsi


sebagaimana mestinya.
Telah tersedia jalur untuk pejalan kaki

Telah terdapat pola jaringan jalan


berbentuk grid untuk memudahkan
sistem sirkulasi

pejalan

kaki

mengalami

Jaringan jalan belum


termanfaatkan secara efektif

Telah terdapat vegetasi dari peninggalan Vegetasi mengalami penurunan


terdahulu

dan kurang perawatan

Area parkir yang tidak jelas , banyak parkir on-street, banyak area parkir yang berada

Area parkir tidak jelas, sehingga


-

yang terhalangi. Hal ini akan mempengaruhi citra kawasan.

banyak parkir on-street yang


merusak citra kawasan

Penerangan Kurangnya penerangan di kawasan Kota Tua Jakarta menyebabkan Kota Tua kurang menarik
dan terlihat gelap pada malam hari.

Jalur

kerusakan fisik.

menempel pada bangunan-bangunan tua, sehingga berdampak pada visual obyek bangunan

Weakness (W)

Kurangnya penerangan
-

menyebabkan daya tarik dan rasa

aman pengunjung menurun


6

Landmark

Kota Tua Jakarta memiliki lima landmark terkenal yang selalu menjadi tujuan utama wisatawan Telah terdapat landmark terkenal
lokal maupun asing

sebagai daya tarik Kota Tua Jakarta

No

Aspek

Kekhasan Bangunan

Keserasian Bangunan

Kekhasan dan
Keberlangsungan

Kondisi Fakta

Minat Investasi

paling dominan adalah bangunan bergaya arsitektur Eropa.

pembentuk citra kawasan

Bangunan di Kota Tua sudah menunjukan keserasian antar bangunan.

Keserasian bangunan telah tercipta.

Kegiatan ekonomi yang khas di Kota Tua Jakarta adalah perdagangan dan jasa. Face
dari kegiatan ekonomi Kota Tua berada di Pecinan.

Minat investasi di Kota Tua Jakarta masih rendah, karena investor merasa kurang
adanya daya tarik.

11

Tingkat Penjualan
Barang/Jasa

12

Strength (S)

Event Kebudayaan

Produk Hukum

wisatawan mancanegara yang berkunjung.

merupakan peninggalan sejarah masih kurang.

dalam menarik investor.


Kesadaran masyarakat akan

pentingnya keberadaan Kota Tua


masih rendah.

Terdapat event Festival Rakyat dan Seniman yang rutin diadakan satu tahun sekali Terdapat Festival Rakyat dan Seniman.

Terdapat produk hukum baik tingkat pusat maupun daerah untuk mendukung upaya Telah terdapat produk hukum

lingkungan bersejarah.
Kebijakan Finansial

Daya tarik Kota Tua masih kurang

Kota Tua cukup tinggi.

perlindungan aset-aset bersejarah di Kota Tua Jakarta baik berupa bangunan maupun mengenai perlindungan asset-aset

15

Tingkat penjualan barang dan jasa di Kota Tua Jakarta cukup tinggi karena banyak Tingkat penjualan barang dan jasa di

pada akhir tahun.


14

khas di Kota Tua Jakarta.

Masyarakat Lokal

13

Telah terdapat kegiatan ekonomi yang

Kesadaran Masyarakat Kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan dan menjaga Kota Tua yang
dan Eksistensi

Weakness (W)

Bangunan di Kota Tua Jakarta bergaya arsitektur Eropa, Cina, dan Nusantara. Yang Bangunan bergaya arsitektur Eropa

Kegiatan Ekonomi
10

Justifikan

bersejarah Kota Tua

Pemerintah DKI Jakarta menggunakan dana hasil KLB untuk mendanai revitalisasi Kota Pemerintah telah menyiapkan dana
Tua Jakarta

untuk revitalisasi Kota Tua Jakarta

No

Aspek

Kondisi Fakta

Justifikan
Opportunity (O)

Jalur Pejalan PKL dan parkir di Kota Tua dilokalisasi, sehingga jalur pejalan kaki dapat kembali berfungsi Lokalisasi PKL dan parkir meningkatkan
sebagaimana fungsinya.
Kaki
efisiensi jalur pejalan kaki
2 Jaringan Jalan Terdapat rencana penerapan traffic calming system. Dengan adanya penerapan konsep
tersebut harus diimbangi dengan penyediaan angkutan umum yang memadai, jika tidak
akan mengakibatkan kemacetan. Sedangkan pelayanan angkutan umum di Kota Tua
Jakarta belum memadai.

Threat (T)

Penghijauan Kota Tua Jakarta masuk kedalam salah satu lokasi rencana peningkatan RTH dalam Kota Tua Jakarta merupakan lokasi
mewujudkan Jakarta Kota Hijau.

Perpakiran PKL dan parkir di Kota Tua Jakarta dilokalisasi demi mengembalikan citra kawasan

Penerangan Penerangan di Kota Tua Jakarta sangat minim, sehingga daya tarik kawasan dan
keamanan pengunjung menurun. Selain itu mengakibatkan tingkat kejahatan meningkat.

Landmark

Telah terdapat landmark terkenal di Kota Tua Jakarta

Kekhasan

Bangunan di Kota Tua Jakarta telah memiliki kekhasan tersendiri, yaitu bernuansa Eropa.

peningkatan RTH.

Adanya penerapan traffic calming


system dikhawatirkan menimbulkan
kemacetan.

Lokalisasi PKL dan parkir untuk

Juru parkir memasang tarif tinggi

mengembalikan citra kawasan

setelah dilakukan lokalisasi


Minimnya penerangan mendorong

adanya tindak kejahatan


-

Banyak terdapat komunitas fotografi

Bangunan

pecinta bangunan tua

Keserasian Bangunan di Kota Tua sudah menunjukkan keserasian antar bangunan.

Terdapat peraturan pemerintah terkait KDB

Bangunan

dan KLB maksimum, serta zoning kawasan

untuk menjaga keserasian bangunan.


9

Kekhasan & Terdapat kekhasan kegiatan ekonomi yang dapat ditemui di Pecinan Kota Tua Jakarta.
Keberlangsun Namun kegiatan ekonomi tersebut terancam oleh perkembangan ekonomi yang semakin
gan Keg. Eko berkembang di Jakarta (perubahan kegiatan ekonomi)

Perkembangan kegiatan ekonomi yg


-

berkembang pesat mengancam


kekhasan kegiatan ekonomi

No

Aspek

10

Minat Investasi

Justifikan

Kondisi Fakta

Opportunity (O)

Rencana pemerintah dalam pengembangan Kota Tua Jakarta

Pengembangan Kota Tua yang berfokus sebagai

sebagai tempat wisata diharapkan mampu meningkatkan jumlah tempat wisata untuk meningkatkan pengunjung.
pengunjung. Selain itu terdapat 9 perusahaan yang melakukan

Threat (T)

Terdapat 9 perusahaan yang patungan untuk

patungan untuk mengembangkan Kota Tua dan menarik investor mengembangkan Kota Tua dan menarik investor.
11 Tingkat Penjualan Meningkatknya jumlah pengunjung mancanegara yang
Barang/Jasa
12

Kesadaran

Peningkatan pengunjung mancanegara dapat

mengunjungi Kota Tua sebagai destinasi wisata


Pemerintah

Jakarta

melakukan

usaha

meningkatkan penjualan barang/jasa di Kota Tua


sosialisasi

pada Sosialisasi mengenai Kota Tua kepada masyarakat oleh

Masyarakat dan masyarakat mengenai Kota Tua Jakarta dengan harapan Pemerintah Jakarta
Eksistensi

kesadaran masyarakat dapat meningkat

Masyarakat Lokal
13 Event Kebudayaan Pemerintah Jakarta aktif melakukan pembaruan ide atau konsep Pemerintah Jakarta aktif melakukan pembaruan ide
event kebudayaan, sehingga pengunjung Kota Tua tidak bosan
14

Produk Hukum

Pemerintah

Jakarta

sedang

gencar

dalam

atau konsep terkait event Festifal Rakyat dan Seniman

mewujudkan Pemerintah Jakarta banyak mengeluarkan kebijakan

revitalisasi Kota Tua, sehingga pemerintah banyak mengeluarkan terkait upaya revitalisasi Kota Tua

kebijakan
15 Kebijakan Finansial Terdapat 9 perusahaan yang patungan untuk mengembangkan Terdapat 9 perusahaan yang melakukan patungan

Kota Tua Jakarta dengan tujuan salah satunya adalah investasi

untuk mendanai pengembangan Kota Tua Jakarta

STRENGTH

WEAKNESS

1.

Telah tersedia jalur untuk pejalan kaki

1. Jalur pejalan kaki belum berfungsi sebagaimana mestinya

2.

Telah terdapat pola jaringan jalan berbentuk grid untuk 2. Jalur pejalan kaki mengalami kerusakan fisik
memudahkan sistem sirkulasi

3. Jaringan jalan belum termanfaatkan secara efektif

3.

Telah terdapat vegetasi dari peninggalan terdahulu

4. Vegetasi mengalami penurunan dan kurang perawatan

4.

Telah terdapat landmark terkenal sebagai daya tarik Kota Tua 5. Area parkir tidak jelas, sehingga banyak parkir on-street yang
Jakarta

5.

Bangunan

merusak citra kawasan


bergaya

arsitektur

Eropa

pembentuk

citra 6. Kurangnya penerangan menyebabkan daya tarik dan rasa aman

kawasan

pengunjung menurun

6.

Keserasian bangunan telah tercipta

7. Daya tarik Kota Tua masih kurang dalam menarik investor

7.

Telah terdapat kegiatan ekonomi yang khas di Kota Tua 8. Kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan Kota Tua masih
Jakarta

8.

Tingkat penjualan barang dan jasa di Kota Tua cukup tinggi

9.

Terdapat Festival Rakyat dan Seniman

10. Telah terdapat produk hukum mengenai perlindungan assetaset bersejarah Kota Tua
11. Pemerintah telah menyiapkan dana untuk revitalisasi Kota
Tua Jakarta

rendah

OPPORTUNITY
1. Lokalisasi PKL dan parkir meningkatkan efisiensi jalur pejalan kaki

THREAT
1.

2. Kota Tua Jakarta merupakan lokasi peningkatan RTH

Adanya penerapan traffic calming system dikhawatirkan menimbulkan


kemacetan

3. Lokalisasi PKL dan parkir untuk mengembalikan citra kawasan

2.

Juru parkir memasang tarif tinggi setelah dilakukan lokalisasi

4.Banyak terdapat komunitas fotografi pecinta bangunan tua

3.

Minimnya penerangan mendorong adanya tindak kejahatan

5. Terdapat peraturan pemerintah terkait KDB dan KLB maksimum, 4.

Perkembangan kegiatan ekonomi yang berkembang pesat mengancam

serta zoning kawasan untuk menjaga keserasian bangunan

kekhasan kegiatan ekonomi di Kota Tua

6. Pengembangan Kota Tua yang berfokus sebagai tempat wisata


untuk meningkatkan pengunjung
7. Terdapat 9 perusahaan yang patungan untuk mengembangkan Kota
Tua dan menarik investor
8. Peningkatan pengunjung mancanegara dapat meningkatkan
penjualan barang/jasa di Kota Tua
9. Sosialisasi mengenai Kota Tua kepada masyarakat oleh Pemerintah
Jakarta
10. Pemerintah Jakarta aktif melakukan pembaruan ide atau konsep
terkait event Festival Rakyat dan Seniman
11. Pemerintah Jakarta banyak mengeluarkan kebijakan terkait upaya
revitalisasi Kota Tua

Strength

1.

2.

Pengoptimalan lokasi PKL dan parkir yang baru sehingga dapat 1.

Lokalisasi PKL dan parkir yang baik sehingga tidak ada lagi parkir on street dan jalur pejalan

mengefisiensikan jalur pejalan kaki (S1 O1 O3)

kaki dapat dimanfaatkan dengan baik (W1 W5 O1 O3)

Peningkatan daya tarik Kota Tua sebagai destinasi wisata dengan 2.

Pelaksanaan rencana peningkatan RTH di Kota Tua Jakarta agar vegetasi yang ada juga

meningkatan aktivitas ekonomi yang ada di lokasi tersebut (S4 S7

menjadi terawat (W4 O2)

S8 S9 O4 O6 O8)
3.
Opport
unity
4.

3.

Perbaikan jalur pejalan kaki dan diintegrasikan dengan sistem parkir yang baik agar Kota Tua

Memanfaatkan bangunan-bangunan tua dan bangunan yang

Jakarta dapat menjadi tempat wisata yang nyaman dan aman (W1 W2 W5 O1 O3 O6)

memiliki nilai sejarah yang tinggi untuk menunjang kegiatan wisata 4.

Konsep festival rakyat dan seniman dan acara lainnya harus ada pembaruan ide yang menarik

(S4 S5 S6 S10 O5 O6)

perhatian pengunjung agar dapat meningkatkan daya tarik Kota Tua Jakarta. Selain festival

Memanfaatkan dukungan dari organisasi peduli Kota Tua untuk

rakyat dan seniman, bisa juga event wisata lainnya (W7 O4 O6 O8 O10)

menunjang kegiatan wisata (S11 O4 O6 O7 O11)


5.

Weakness

5.

Pelaksanaan revitalisasi yang sesuai dengan perencanaan untuk menciptakan tempat wisata

Membuat desain atribut jalan (lampu jalan, tempat sampah,

yang aman dan nyaman guna meningkatan perekonomian masyarakat dan menjaga nilai

tempat peristirahatan) dan pedestrian yang ada serasi dengan gaya

sejarah Kota Tua Jakarta dan didukung oleh masyarakat (W8 O5 O6 O7 O9 O11)

arsitektur bangunan yang ada (S5 S6 O5 O7)

6.

Peningkatan peran masyarakat dalam pelaksanaan revitalisasi karena masyarakat juga


merupakan stakeholder dalam pelaksanaan perencanaan (W8 O9 O11)

1.

2.
Threat

Menambah utilitas penunjang seperti penerangan jalan umum 1.

Pengintegrasian antara traffic calming system dan sistem jaringan jalan yang baik karena Kota

(PJU) dan perbaikan jalur pejalan kaki (S11 T3 W2)

Tua mengutamakan jalur pejalan kaki (W1 W3 T1)

Pengembangan kegiatan ekonomi yang khas di Kota Tua agar tidak 2.

Pengoptimalan lokasi parkir dan PKL yang baru (setelah lokalisasi) agar jaringan jalan dapat

kalah saing dengan kegiatan ekonomi lain sehingga dapat

berjalan dengan baik (W3 W5 T1)

meningkatkan perekonomian masyarakat (T4 S7 S8 S9)


3.

Pengembangan inovasi mengenai festival rakyat dan seniman


karena konsep yang bagus dapat meningkatkan daya tarik

pengunjung (T4 S4 S7 S9)

3.

Penambahan utilitas penerangan jalan agar pengunjung dapat merasa aman dan nyaman di
Kota Tua Jakarta (W6 T3)

STRATEGI I

Pengoptimalan Lokasi PKL dan Parkir


yang Baru Sehingga Dapat
Mengefisiensikan Jalur Pejalan Kaki

SASARAN:
Jalur pejalan kaki dapat berfungsi secara efisien.
Lokasi yang digunakan sebagai lokalisasi PKL dan parkir dapat
digunakan secara optimal.
PROGRAM DAN KEGIATAN DALAM STRATEGI INI:
Mengeluarkan peraturan terkait penertiban PKL dan parkir liar
dengan cara mengandangkan (menyita) kendaraan yang
parkir tidak pada tempatnya. Selain itu melakukan penyitaan
gerobak makanan bagi PKL liar yang masih berdagang tidak
pada tempat yang telah disediakan
Pembangunan lokasi PKL dan parkir yang nyaman dan
memadai. Sehingga tidak lagi timbul PKL dan parkir liar

STRATEGI II

Peningkatan Daya Tarik


Kota Tua Sebagai
Destinasi Wisata dengan
Meningkatan Aktivitas
Ekonomi yang Ada di
Lokasi Tersebut

SASARAN:
Meningkatkan daya tarik Kota Tua sebagai
destinasi wisata.
Meningkatkan aktivitas ekonomi.

PROGRAM DAN KEGIATAN DALAM STRATEGI


INI:
Pembangunan toko souvenir khas Kota Tua Jakarta
sebagai penarik wisatawan.

STRATEGI IV

Memanfaatkan Bangunan-Bangunan
Tua dan Bangunan yang Memiliki Nilai
Sejarah yang Tinggi Untuk Menunjang
Kegiatan Wisata

SASARAN:
Terjaganya
eksistensi
serta
kelestarian bangunan tua dan
lingkungan di Kota Tua Jakarta
Memperkenalkan
kepada
masyarakat
adanya
bangunanbangunan tua dan bangunan yang
memiliki nilai sejarah tinggi di
kawasan Kota Tua Jakarta.

PROGRAM DAN KEGIATAN DALAM STRATEGI INI:


Program revitalisasi kota tua dengan kegiatan-kegiatan
sebagai berikut:
Memperbaiki kualitas bangunan tua yang ada di
kawasan Kota Tua Jakarta
Pemberian insentif kepada para pemilik bangunan tua
untuk melakukan perawatan
Program pengembangan kegiatan yang relevan dengan
bangunan-bangunan tua dengan kegiatan-kegiatan sebagai
berikut:
Mengadakan lomba fotografi atau melukis dengan tema
yang berhubungan dengan bangunan-bangunan tua
Menyediakan paket-paket wisata kota tua Jakarta seperti
excurtion tour. Excurtion tour adalah tour dengan
menggunakan coach-bus atau taksi untuk tujuan
citysightseeing, local tour, one day tour, untuk perjalanan
pulang pergi dalam 1 hari. Biasanya, dalam
pelaksanaannya tour ini mengunjungi obyek wisata
setempat dengan dipandu oleh seorang pramuwisata

STRATEGI IV

Memanfaatkan Dukungan dari


Organisasi Peduli Kota Tua Untuk
Menunjang Kegiatan Wisata

SASARAN:
Menciptakan suasana kerjasama dan
koordinasi yang baik antar pihak-pihak
yang terlibat dalam melakukan rencana
pengembangan kawasan Kota Tua.

PROGRAM DAN KEGIATAN DALAM STRATEGI INI:


Program
peningkatan
partisipasi
dan
apresiasi
organisasi/lembaga yang concern tentang kota tua dalam
rencana pengembangan wisata kota tua dengan kegiatankegiatan sebagai berikut:
Melakukan penyuluhan kepada masyarakat guna
membentuk rasa cinta terhadap sejarah dan kebudayaan
bangsa dan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat
sehingga kawasan Kota Tua semakin dikenal oleh
masyarakat luas
Melaksanakan Workshop /Lokakarya perspektif nasional
maupun internasional untuk pengembangan kawasan
Kota Tua sebagai tujuan wisata.
Penelitian tentang bangunan-bangunan cagar budaya
yang ada di kawasan Kota Tua.
Pemberian penghargaan kepada seniman, sejarah dan
budayawan yang telah berjasa dalam pelestarian dan
pengembangan wisata kota tua

STRATEGI V

Membuat Desain Atribut


Jalan (Lampu Jalan,
Tempat Sampah, Tempat
Peristirahatan) dan
Pedestrian yang Ada
Serasi dengan Gaya
Arsitektur Bangunan yang
Ada

SASARAN:
Pengadaan atribut jalan dan pedestrian di Kota Tua yang serasi
dengan gaya arsitektur bangunan yang ada

PROGRAM DAN KEGIATAN DALAM STRATEGI INI:


Mendesain atribut jalan dan pedestrian sesuai dengan gaya
arsitektur bangunan yang ada. Misalnya mendesain lampu jalan
dengan nuansa arsitektur Eropa pada kawasan yang dominan
bangunan bergaya Eropa, sehingga terlihat selaras dan indah.

STRATEGI I

Perbaikan Jalur Pejalan Kaki dan


Diintegrasikan dengan Sistem Parkir
yang Baik Agar Kota Tua Jakarta Dapat
Menjadi Tempat Wisata yang Nyaman
dan Aman

SASARAN:
Perbaikan jalur pejalan kaki
Mengintegrasikan jalur pejalan kaki
dengan
perpakiran
untuk
menciptakan kenyamanan

PROGRAM DAN KEGIATAN DALAM STRATEGI INI:


Melakukan perbaikan terhadap jalur pejalan kaki,
selain itu menambah nilai estetika dan kenyamanan
pedestrian. Yaitu dengan cara mendesain pedestrian
semenarik mungkin dan juga melengkapi jalur
pejalan kaki dengan vegetasi yang cukup, sehingga
pengunjung merasa nyaman
Melakukan integrasi antara lokasi parkir dengan
jalur pejalan kaki. Merencanakan rute jalur pejalan
kaki dihubungkan dengan tempat parkir, sehingga
peengunjung tidak merasa jarak lokasi parkir dan
tempat wisata yang dikunjungi terlalu jauh. Efisiensi
waktu, tenaga, dan meningkatkan kenyamanan
beraktivitas.

STRATEGI II

Pengintegrasian Antara
Traffic Calming System
dan Sistem Jaringan Jalan
yang Baik Karena Kota
Tua Mengutamakan Jalur
Pejalan Kaki

SASARAN:
Mengintegrasikan konsep traffic calming system dan sistem
jaringan jalan
PROGRAM DAN KEGIATAN DALAM STRATEGI INI:
Meningkatkan pelayanan angkutan umum, karena kunci
keberhasilan konsep traffic calming system adalah dengan
terpenuhinya pelayanan angkutan umum. Sedangkan pada
Kota Tua Jakarta, pelayanan angkutan umum masih dinilai
belum siap untuk konsep ini. Ditakutkan akan menyebabkan
kemacetan yang parah
Melakukan integrasi antara konsep traffic calming system
dengan sistem jaringan jalan. Hal tersebut dikarenakan pada
Kota Tua Jakarta mengutamakan jalur pejalan kaki.

STRATEGI III

Pengembangan Inovasi
Mengenai Festival Rakyat
dan Seniman Karena
Konsep yang Bagus
Dapat Meningkatkan
Daya Tarik Pengunjung

SASARAN:
Terciptanya daya tarik wisata guna menarik lebih banyak
pengunjung dengan inovasi event budaya dan kesenian

PROGRAM DAN KEGIATAN DALAM STRATEGI INI:


Mengadakan event-event khusus secara rutin di kawasan Kota
Tua yang dapat menjaring seluruh lapisan masyarakat, seperti
malam pagelaran seni, karnaval kota tua, lomba fotografi atau
melukis dengan tema yang berhubungan dengan urban
heritage, dan event-event lainnya, sehingga dapat menarik
minat masyarakat
Membuat Profil Pariwisata Kota Tua sehingga menjadi Brand
Image sebagai tujuan wisata yang unik dan menarik

Strategi

Program

Waktu Pelaksanaan
2
3
4

Instansi

Pengoptimalan lokasi PKL Mengeluarkan peraturan terkait penertiban PKL dan parkir liar dengan cara mengandangkan
dan
parkir
yang
baru (menyita) kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya.
sehingga
dapat Pembangunan lokasi PKL dan parkir yang nyaman dan memadai.
mengefisiensikan
jalur
pejalan kaki
Peningkatan daya tarik Kota Pembangunan toko souvenir khas Kota Tua Jakarta sebagai penarik wisatawan
Tua sebagai destinasi wisata
dengan
meningkatan
aktivitas ekonomi yang ada di
lokasi tersebut

Pemerintah Jakarta
Polisi Pamong Praja
Juru Parkir
PKL
Masyarakat
Pemerintah Jakarta
Pedagang di Kota
Tua Jakarta

Memanfaatkan
bangunan- Program revitalisasi kota tua dengan kegiatankegiatan sebagai berikut:
bangunan tua dan bangunan
Terjaganya eksistensi serta kelestarian bangunan tua dan lingkungan di Kota Tua Jakarta
yang memiliki nilai sejarah
Memperkenalkan kepada masyarakat adanya bangunan-bangunan tua dan bangunan yang
yang tinggi untuk menunjang
memiliki nilai sejarah tinggi di kawasan Kota Tua Jakarta.
kegiatan wisata

Pemerintah
Pemilik bangunan
tua

Pemerintah Jakarta
Organisasi
peduli
Kota Tua

Program pengembangan kegiatan yang relevan dengan bangunan-bangunan tua dengan


kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

Mengadakan lomba fotografi atau melukis dengan tema yang berhubungan dengan
bangunan-bangunan tua

Menyediakan paket-paket wisata kota tua Jakarta seperti excurtion tour.


Memanfaatkan
dukungan Melakukan penyuluhan kepada masyarakat guna membentuk rasa cinta terhadap sejarah dan
dari organisasi peduli Kota
kebudayaan bangsa dan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sehingga kawasan Kota Tua
Tua
untuk
menunjang
semakin dikenal oleh masyarakat luas.
kegiatan wisata
Melaksanakan

Workshop

/Lokakarya

perspektif

nasional

maupun

internasional

untuk

pengembangan kawasan Kota Tua sebagai tujuan wisata.


Penelitian tentang bangunan-bangunan cagar budaya yang ada di kawasan Kota Tua.
Pemberian penghargaan kepada seniman, sejarah dan budayawan yang telah berjasa dalam
pelestarian dan pengembangan wisata kota tua.

Strategi

Program

Membuat desain atribut jalan (lampu Mendesain atribut jalan dan pedestrian sesuai dengan gaya arsitektur bangunan yang ada.
jalan,

tempat

sampah,

tempat Misalnya mendesain lampu jalan dengan nuansa arsitektur Eropa pada kawasan yang

Waktu Pelaksanaan
1
2
3
4
5

Instansi
Pemerintah
Jakarta

peristirahatan) dan pedestrian yang ada dominan bangunan bergaya Eropa, sehingga terlihat selaras dan indah.
serasi dengan gaya arsitektur bangunan
yang ada
Perbaikan

jalur

pejalan

kaki

dan Melakukan perbaikan terhadap jalur pejalan kaki, selain itu menambah nilai estetika dan

diintegrasikan dengan sistem parkir yang kenyamanan pedestrian. Yaitu dengan cara mendesain pedestrian semenarik mungkin dan

Pemerintah
Jakarta

baik agar Kota Tua Jakarta dapat menjadi juga melengkapi jalur pejalan kaki dengan vegetasi yang cukup, sehingga pengunjung merasa
tempat wisata yang nyaman dan aman.

nyaman.
Melakukan integrasi antara lokasi parkir dengan jalur pejalan kaki. Merencanakan rute jalur
pejalan kaki dihubungkan dengan tempat parkir, sehingga peengunjung tidak merasa jarak
lokasi parkir dan tempat wisata yang dikunjungi terlalu jauh. Efisiensi waktu, tenaga, dan
meningkatkan kenyamanan beraktivitas.

Pengintegrasian

antara

traffic

calming Meningkatkan pelayanan angkutan umum, karena kunci keberhasilan konsep traffic calming

system dan sistem jaringan jalan yang baik system adalah dengan terpenuhinya pelayanan angkutan umum. Sedangkan pada Kota Tua

Pemerintah
Jakarta

karena Kota Tua mengutamakan jalur Jakarta, pelayanan angkutan umum masih dinilai belum siap untuk konsep ini. Ditakutkan akan
pejalan kaki

menyebabkan kemacetan yang parah.


Melakukan integrasi antara konsep traffic calming system dengan sistem jaringan jalan. Hal
tersebut dikarenakan pada Kota Tua Jakarta mengutamakan jalur pejalan kaki.

Pengembangan inovasi mengenai festival Mengadakan event-event khusus secara rutin di kawasan Kota Tua yang dapat menjaring
rakyat dan seniman karena konsep yang seluruh lapisan masyarakat, seperti malam pagelaran seni, karnaval kota tua, lomba fotografi

bagus dapat meningkatkan daya tarik atau melukis dengan tema yang berhubungan dengan urban heritage, dan event-event
pengunjung

lainnya, sehingga dapat menarik minat masyarakat.


Membuat Profil Pariwisata Kota Tua sehingga menjadi Brand Image sebagai tujuan wisata

Pemerintah
Jakarta
Masyarakat

Dalam melakukan penyusunan strategic planning


Revitalisasi Kota Tua Jakarta, hal yang perlu
dilakukan adalah:
1. Identifikasi eksisting Kota Tua Jakarta
2. Identifikasi upaya revitalisasi Kota Tua Jakarta
yang pernah dilakukan sebelumnya
3. Identifikasi permasalahan yang dihadapi
4. Identifikasi SWOT (IFAS dan EFAS)
5. Analisis SWOT
6. Rencana strategis dan program revitalisasi
Kota Tua Jakarta

Belajar dari pengalaman revitalisasi yang pernah


dilakukan pada masa lalu, upaya revitalisasi harus
disertai komitmen antar pemangku tanggung
jawab yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Belajar dari pengalaman revitalisasi yang pernah


dilakukan pada masa lalu, upaya revitalisasi harus
disertai komitmen antar pemangku tanggung
jawab yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Strategi Jangka Panjang:


Perbaikan jalur pejalan kaki dan diintegrasikan
dengan sistem parkir yang baik agar Kota Tua Jakarta
dapat menjadi tempat wisata yang nyaman dan aman.
Pengintegrasian antara traffic calming system dan
sistem jaringan jalan yang baik karena Kota Tua
mengutamakan jalur pejalan kaki
Pengembangan inovasi mengenai festival rakyat
dan seniman karena konsep yang bagus dapat
meningkatkan daya tarik pengunjung

Strategi Jangka Pendek:


Pengoptimalan lokasi PKL dan parkir yang baru
sehingga dapat mengefisiensikan jalur pejalan kaki
Peningkatan daya tarik Kota Tua sebagai destinasi
wisata dengan meningkatan aktivitas ekonomi yang
ada di lokasi tersebut
Memanfaatkan bangunan-bangunan tua dan
bangunan yang memiliki nilai sejarah yang tinggi
untuk menunjang kegiatan wisata
Memanfaatkan dukungan dari organisasi peduli
Kota Tua untuk menunjang kegiatan wisata
Membuat desain atribut jalan (lampu jalan,
tempat sampah, tempat peristirahatan) dan pedestrian
yang ada serasi dengan gaya arsitektur bangunan
yang ada