Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.

K DENGAN GANGGUAN SISTEM


PERSYARAFAN : ASTROCYTOMA DI RUANG ANGGREK II
DI RS Dr. MOEWARDI

A. PENGKAJIAN

Tanggal Pengakajian

Senin, 2 Mei 2016

Jam

08.10

Ruang/Rumah Sakit

ANGGREK II / RS Dr. MOEWARDI

1) Nama

Ny. K

2) Umur

60 tahun

3) Jenis Kelamin

Perempuan

4) Alamat

Pencol, Sidokerto Plupuh ,Sragen

5) Pekerjaan

Swasta

6) Tanggal Masuk

26 April 2016

1. BIODATA
a. Biodata Pasien

7) Diagnosa Medis :

Astrocytoma Post Craniotomy

8) Nomor Register

01328034

b. Biodata Penanggung Jawab


1) Nama

Tn. D

2) Umur

62 th

3) Alamat

Pencol, Sidokerto Plupuh, Sragen

4) Pekerjaan

Wiraswasta

5) Hubungan dengan Klien :

Suami

2. KELUHAN UTAMA
Keluarga Klien mengatakan klien lemas dan pusing saat banyak aktivitas.

3. RIWAYAT KESEHATAN
a. Riwayat Kesehatan Sekarang
Klien datang dengan keluhan 4 hari kondisi menurun tidak , tangan dan
kaki kanan sakit untuk bergerak, komunikasi sulit dan muntah. Sehingga
klien dibawa ke RS Dr. Moewardi untuk dirawat.
b. Riwayat Kesehatan Dahulu
Sebelumnya, klien sudah pernah dirawat di RS Dr. Moewardi dengan
keluhan yang sama dank lien juga sudah pernah di operasi tumor otak.
Klien tidak mempunyai penyakit menurun dan menular.
c. Riwayat Kesehatan Keluarga
Keluarga klien tidak ada yang mempunyai riwayat penyakit yang sama
dengan klien dan tidak mempunyai riwayat penyakit menular.

4. PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR ( POLA FUNGSIONAL GORDON )


a. Pola Manajemen Kesehatan
Untuk menjaga kesehatan Ny. K membatasi aktifitas fisik dan juga
rutin meminum obat yang telah di resepkan oleh dokter. Selain itu klien juga
makan makanan yang bergizi untuk tetap menjaga kesehatan.
b. Pola Nutrisi dan Metabolik
ABCD
- Antropometri
BB
: 60 kg
TB
: 160 cm
LILA : 25 cm
- Biochemical
Hb : 13,6 gr/dL
- Clinical Sign

IMT = 23,4 ( normal )

Rambut memutih dan agak rontok saat ditarik, turgor kulit baik.

Diet

Frekuensi makan pasien 3x sehari dengan porsi sedang, minum air putih
dan teh.

Pengkajian pola nutrisi


Frekuensi
Jenis
Porsi
Keluhan

Sebelum Sakit
3x sehari
Nasi sayur lauk pauk
penuh
Tidak ada

Sesudah Sakit
3x sehari
Sesuai diet dari ahli gizi
sedang
Kadang tidak dihabiskan

c. Pola Eliminasi
- BAB
Frekuensi
Konsistensi
Warna
Penggunaan pencahar
Keluhan
-

Sebelum Sakit
1x sehari
lunak
Kuning keemasan
-

Sesudah sakit
2-3 hari 1x
lunak
Kuning keemasan
-

BAK
Frekuensi
Jumlah urine
Warna
Keluhan

Sebelum sakit
6 x sehari
1500 ml
kekuningan
-

Sesudah sakit
Kateter urin
1000 ml
kekuningan
-

d. Pola Aktivitas dan Latihan


Kemampuan perawatan diri
Makan/ minum

Mandi

Toileting

Berpakaian

Mobilitas ditempat tidur

Berpindah

Ambulans/ROM

Ket : 0: mandiri, 1 : dengan alat bantu ; 2: dibantu orang lain ; 3 : dibantu


orang lain dan alat ; 4 : tergantung total.

e. Pola Istirahat dan Tidur


Sebelum sakit
2 jam
6-7 jam
-

Jumlah tidur siang


Jumlah tidur malam
Penggunaan obat tidur
Gangguan tidur

Sesudah sakit
4 jam
8-9 jam
-

f. Pola kognitif- perseptual


- Status mental
Pasien sedikit cemas dengan kondisi penyakitnya saat ini.
- Kemampuan pengindraan
Penglihatan agak sedikit kabur.
Pendengaran masih jelas.
- Pengkajian nyeri
P: tumor otak
Q: seperti tertekan tekan
R: dikepala belakang.
S: 3
T: hilang-timbul
g. Pola Persepsi Konsep Diri
Gambaran diri

: optimis dengan kondisi tubuhnya

Ideal diri

: menerima dirinya

Harga diri

: klien memiki kepercayaan diri yang tinggi

Peran diri

: peran klien minimal

Identitas diri

: persepsi diri baik

h. Pola Hubungan Peran


Klien tinggal dengan suaminya. Hubungan klien dengan keluarga dan
masyarakat sekitarnya baik. Namun saat klien dirawat di RS perannya sebagai
istri dan orang tua berkurang.
i. Pola Seksualitas dan Reproduksi
Klien adalah seorang perempuan yang sudah menikah dan mempunyai 3 orang
anak. Klien tidak mempunyai masalah seksual.

j. Pola Mekanisme Koping


Klien dapat menerima keadaannya saat ini dan keluarga juga memberikan
dukungan dan motivasi kepada klien agar tidak stress dengan kondisinya saat
ini.
k. Pola Nilai dan Keyakinan
Sebelum sakit klien dapat beribadah seperti biasa namun setelah sakit klien
sudah tidak bisa beribadah seperti biasa karena terpasanng infus dan kateter
urin.
5. PEMERIKSAAN FISIK
a. Data Subyektif
Klien mengatakan masih lemas, sedikit pusing, terdapat kelemahan pada
anggota gerak kanan dan berbicara pelo.
b. Data Obyektif

a)
b)
c)
d)

1) GCS : E = 3, M = 5, V = 3
2) Kesadaran : Compos Mentis
3) Tanda- Tanda Vital
Nadi
: 86 kali/menit
Pernapasan
: 24 kali/menit
Suhu
: 37,5 C
Tekanan Darah
:90/50 mmHg

4) Kepala

: simetris, ada bekas jahitan pada kepala.


Nerves Cranialis :
N II, III, : pupil isokhor, reflek cahaya menurun
N III, IV, VI : gerak bola mata dalam batas

5) Rambut

normal.
: sebagian rambut sudah memutih dan tumbuh

tidak merata.
6) Mata

pupil

ishokor,

simetris,

sklera

putih,

konjungtiva anemis, pandangan kabur.


7) Hidung
: tidak ada polip, tidak ada secret
8) Mulut
: tidak ada stomatitis, bibir kering dan sedikit
pucat, susah untuk berbicara.
9) Telinga
: simetris, tidak ada penumpukan serumen, tidak
menggunakan alat bantu pendengaran.
10) Leher
: tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.
11) Thorax
:

a) Paru

:I
: gerakan dinding dada simetris
P
: tidak ada tonjolan pada dinding dada
P
: sonor dextra dan sinistra sama
A
: suara vesikuler
b) Jantung
:I
: iktus kordis tidak tampak
P
: iktus kordis denyutan
P
: batas jantung melebar
A
: bunyi S1 S2 reguler
12) Abdomen
:I
= simetris
P
= timpani
P
= tidak ada nyeri tekan
A
= bising usus terdengar 10x/ menit
13) Genetalia
: terpasang kateter
14) Ekstremitas
:
Kekuatan
tonus
reflek fisiologis
reflek patologis
3
4

5 n
5 n

n
n

+2
+3
+3

+
+

+2

6. PEMERIKSAAN PENUNJANG
a. 24 April 2016 Pemeriksaan Darah Rutin
Parameter
Hematologi Rutin
Hemoglobin
Hemtokrit
Leukosit
Trombosit
Eritrosit
Hemostasis
PT
APTT
INR
Kimia Klinik
Gula Darah Sewaktu
SGOT
SGPT
Kreatin
Ureum
Elektrolit
Natrium Darah
Kalium Darah
Klorida Darah

Hasil

Satuan

Rujukan

13.6
40
11.3
256
4.54

g/dl
%
Ribu/l
Ribu/l
Juta/l

12,0-15,6
33-45
4,5-11,0
150-450
4.10-5.10

11.8
27.1
0.920

Detik
Detik

10.0-15.0
20.0-40.0

156
33
53
0.8
21

Mg/dl
u/L
u/L
Mg/dl
Mg/dl

60-140
<31
<34
0,6-1.1
<50

136
3.8
102

Mmol/L
Mmol/L
Mmol/L

136-145
3.3-5.1
98-106

b. Laporan Hasil Pemeriksaan Radiologi Radiodiagnostik


Thorax PA
Klinis = Post Craniotomy
Foto thorax PA
- Cor : CTR > 50 %

Pulmo : Tak tampak infiltrat dikedua lapang paru, corakan bronkovaskuler


normal.
Sinus costophrenicus kanan kiri tajam.
Hemidiapraghma kanan-kiri normal.
Trachea ditengah.
Sistema tulang baik.

Kesimpulan : 1. Cardiomegali
2. Paru dalam batas normal.
c. Pemeriksaan MSCT Kepala Tanpa Kontras
Kesimpulan : tumor cerebelum
7. PROGRAM TERAPI
- Infus RL / NaCL 0,9
- Injeksi Dexametason 10 mg
- Injeksi Vit. B12 50 mg
- Injeksi Ranitidin
- DC
B. ANALISA DATA
Tanggal/Jam
2 Mei 2016
09.15 WIB

Data Klien
DS

mengatakan

: 20 tpm
: 1/24 jam IV
: 1/12 jam IV
: 1/12 jam IV

Etiologi

keluarga

klien

klien

lemas,

Masalah

1. Berhubungan
dengan

aliran

pusing dan pandangannya

darah ke otak

kabur

terhambat

DO

2. Risiko jatuh

2. Berhubungan

Kesadaran: kompos mentis


Nadi

1. Ketidakefektifan
Perfusi

: 86 kali/menit

Pernapasan: 24 kali/menit

dengan
kelemahan otot
tubuh.

Suhu : 37,5 C

komunikasi

Tekanan Darah :168/116


mmHg

3. Berhubungan

Nerves Cranialis :

dengan afasia,

N II, III, : pupil isokhor,

pada ekspresi/

reflek cahaya menurun

intepretasi

N III, IV, VI : gerak bola


mata dalam batas normal.
Fungsi motorik :
Kekuatan :

3. Gangguan
verbal.

3
4

5
5

Tonus :
n
n

n
n

Reflek Fisiologis :
+

3
+

2
+

Reflek Patologis :
+
+

Fungsi koordinasi : sulit


dievaluasi
Fungsi sensorik : menurun
Fungsi otonom : cateter

C. DIAGNOSA KEPERAWATAN
No
.
1.

DiagnosaKeperawatan

Tanggal
Ditemukan
Ketidakefektifan Perfusi Jaringan 2 Mei 2016
Cerebral b.d aliran darah ke otak
terhambat

2.

Resiko jatuh b.d Kelemahan otot 2 Mei 2016


tubuh

3.

Gangguan komunikasi verbal b.d 2 Mei 2016


efek afasia pada ekspresi atau
intepretasi.

Tanggal
Teratasi

Paraf

D. RENCANA KEPERAWATAN
Tgl

Tujuan dan kriteriaHasil

Intervensi

Paraf

2 Mei 2016

Dx 1 :

Dx 1 :

Ketidakefektifan

perfusi

jaringan cerebral b.d aliran


darah

ke

teratasi

otak

terhambat

setelah

dilakukan

tindakan keperawatan selama


3x24 jam dengan kriteria

1.
2.
3.
4.

Pantau status neurologis.


monitor TTVdan KU.
Pantau tingkat kesadaran
Monitor keluhan nyeri,

mual, muntah
5. Pertahankan posisi head up
20o - 30o
6. Kolaborasikan pemberian

hasil :

obat

1. Tanda

vital

dalam

rentang normal
2. Tidak ada penurunan
kesadaran
3. Tidak
ada

nyeri

kepala
Dx. 2 :
Dx 2 :

i. kaji faktor resiko jatuh pada

Resiko jatuh b.d kelemahan

klien
ii. modifikasi lingkungan untuk

otot tubuh teratasi setelah


dilakukan

tindakan

keperawatan selama 3x 24

mengurangi resiko jatuh


iii. ajarkan pada keluarga cara
pencegahan resiko jatuh.

jam dengan kriteria hasil:


1. Klien dan keluarga
mengetahui
faktor
menyebabkan

tentang
yang
resiko

jatuh.
2. Klien dan keluarga
mengetahui

cara

mencegah resiko jatuh


3. Skala resiko jatuh
menurun.
Dx 3 :
Dx. 3
Gangguan komunikasi verbal

1. Perhatikan

kesalahan

dalam

komunikasi dan berikan umpan

b.d efek afasia pada ekspresi

balik.
2. Berikan metode komunikasi
atau
intepretasi.
teratasi
alternative, seperti menulis di
setelah dilakukan tindakan
papan tulis, gambar. Berikan
petunjuk visual (gerakan tangan,
keperawatan
3x24
jam
gambar-gambar,
daftar
dengan kriteria hasil:
kebutuhan, demonstrasi).
1. Pasien
dapat 3. Katakan secara langsung dengan
mengidentifikasi
pasien, bicara perlahan, dan
dengan
tenang.
Gunakan
pemahaman
tentang
pertanyaan terbuka dengan
masalah komunikasi.
jawaban ya/tidak selanjutnya
2. Pasien dapat membuat
kembangkan pada pertanyaan
metode
komunikasi
yang lebih komplek sesuai
dimana kebutuhan dapat
dengan respon pasien.
diekspresikan.
3. Pasien

dapat

menggunakan

sumber-

sumber dengan tepat.

E. CATATAN KEPERAWATAN

Dx I

Tanggal/jam
2 Mei 2016
08.10 WIB

Implementasi
1. Memberikan obat oral

Respon
S = klien meminum obat
yang diberikan
O = klien tidak mengalami
alergi terhadap obat yang

Dx 1

diberikan.

08.15 WIB

S = klien mengatakan tidak


2. Menginjeksi obat
Ranitidin 50 mg, IV ,
Vit B12 500 mg, IV,
Dx3

08.15 WIB

Dexametason 10 mg, IV

merasa sakit ketika


diinjeksi obat
O = klien sangat kooperatif
saat diinjeksi obat dan
klien tidak mengalami
reaksi alergi.
S = klien mempersilahkan
perawat utuk melakukan

Dx.1

Paraf

08.20 WIB

3. Memberikan
komunikasi terapeutik

Dx.2
08.25 WIB

yang dapat dipahami


saat akan melakukan
tindakan.

Dx.1
09.30 WIB
4. Memposisikan head up
30o

5. Memasang side drill


Dx.1

6. Mengkaji tanda-tanda
10.00 WIB

vital, KU, dan


memantau keluhan
nyeri

tindakan tanpa bersuara.


O = klien dapat memahami
apa yang perawat katakana
dan lakukan.
S = klien merasa nyaman
dengan posisi head up 30o
O = klien tampak nyaman
S= klien merasa lebih aman
O = pencegahan risiko
jatuh pada klien.
S = klien tidak merasa
nyeri.
O = klien kooperatif
KU : lemah
Kesadaran : compos mentis
TD : 90/50 mmHg
N : 86 x/ menit
RR : 24 x/ menit
T : 37,5oC
S = keluarga klien
mengatakan bagian tubuh
yang kanan tidak bisa
digerakkan
O = Nerves Cranialis :
N II, III, : pupil isokhor,
reflek cahaya menurun.
N III, IV, VI : gerak bola

7. Mengkaji system
persyarafan

mata dalam batas normal.


Fungsi motorik :
Kekuatan :
3 5
4 5
Tonus :

Dx.2

n n
n n
Reflek Fisiologis :

3
+

2
+

3 2
Reflek Patologis :
+
+

Fungsi koordinasi : sulit


dievaluasi
Fungsi sensorik : menurun.
Fungsi otonom : cateter
S= keluarga megatakan
memahami faktor yang
menyebabkan resiko jatuh
dan hal yang dapat
mencegah resiko jatuh
O = keluarga kooperatif

13.00 WIB

saat diberi edukasi.

8. Mengedukasi keluarga
tentang faktor yang
dapat menimbulkan
resiko jatuh dan hal
yang dapat mencegah
resiko jatuh

Dx I

3 Mei 2016
08.00 WIB

1. Memberikan obat oral

S = klien meminum obat


yang diberikan
O = klien tidak mengalami
alergi terhadap obat yang

Dx.1

diberikan.
08.05 WIB

S = klien mengatakan tidak


2. Menginjeksi obat
Ranitidin 50 mg, IV ,

merasa sakit saat diinjeksi.


O = klien kooperatif saat

Dexametason 10 mg,

diinjeksi obat dan klien

IV, Vit B12 500 mg, IV.

tidak mengalami reaksi

Dx.1

alergi.
08.10 WIB

Dx.2

S = klien merasa nyaman


dengan posisi head up 30o
O = pencagahan risiko

Dx.1

08.10 WIB

3. Memposisikan head up
30o

jatuh.
S = klien merasa aman
O = klien tampak nyaman
S = klien mengatakan

09.30 WIB

4. Memasang side drill

Dx.1

5. Mengkaji tanda-tanda
vital dan KU

masih lemas
O = klien kooperatif
KU : lemah
Kesadaran : compos mentis
TD : 110/80 mmHg
N : 82 x/ menit
RR : 22 x/ menit
T : 37oC
S = klien mengatakan
bagian tubuh yang kanan
tidak bisa digerakkan
O = Nerves Cranialis :

09.45 WIB

N II, III, : pupil isokhor,


reflek cahaya menurun
N III, IV, VI : gerak bola

mata dalam batas normal.


6. Mengkaji system
persyarafan

Fungsi motorik :
Kekuatan :
3 5
4 5
Tonus :
n n
n n
Reflek Fisiologis :

Dx.3

3
+

2
+

3 2
Reflek Patologis :
+
+

Fungsi koordinasi : sulit


dievaluasi
Fungsi sensorik : menurun
Fungsi otonom : cateter
S = klien mengerti apa
yang disampaikan perawat
O = klien tampak agak
memahami apa yang
disampaikan perawat.

10.00 WIB

7. Mengajarkan klien cara


mengkomunikasikan
kebutuhan makan dan
BAB nya kepada

keluarga

Dx.3

4 Mei 2014
08.00 WIB

1. Mengkomunikasikan
kepada klien bahwa
linennya akan diganti.

Dx.1

08.05 WIB
2. Memberi obat oral

S = klien mengangguk dan


mau diganti linennya.
O = klien tampak nyaman.
S = klien meminum obat
yang diberikan
O = klien tidak alergi
dengan obat diberikan.

Dx.1

08.10 WIB
S = klien merasa nyaman

Dx.1

Dx.2

08.20 WIB

08.22 WIB

3. Menginjeksi vit B12 50

dengan posisi head up 30o


O = klien tampak nyaman
S = klien tidak sakit saat

mg, IV, Ranitidin 50 mg, diinjeksi.


O = klien kooperatif saat
IV, Dexametason 10 mg,
diinjeksi dan tidak alergi.
IV.

S = klien merasa nyaman


Dx.1

09.30 WIB

4. Memposisikan klien

O = klien tampak nyaman

head up 30o.
S= klien merasa aman.
5. Memasang side drill

O = pencegahan risiko
jatuh.

S = klien mengatakan
6. Mengkaji persyarafan

bagian tubuh sebelah kanan


masih susah digerakkan.
O = Nerves Cranialis :
N II, III, : pupil isokhor,
reflek cahaya menurun
N III, IV, VI : gerak bola
mata dalam batas normal.
Fungsi motorik :
Kekuatan :

Dx.1

10.15 WIB

3 5
4 5
Tonus :
n n
n n
Reflek Fisiologis :
+

3
+

2
+

3 2
Reflek Patologis :
+
+

Fungsi koordinasi : sulit


dievaluasi
Fungsi sensorik : menurun.
Fungsi otonom : cateter

S = Klien merasa masih


lemas.
O = klien kooperatif
7. Memonitor TTV dan
KU

KU : lemah
Kesadaran : compos mentis
TD : 130/90 mmHg
N : 88 x/ menit
RR : 22 x/ menit
T : 37oC

F.

EVALUASI

DX

Tanggal, waktu

Dx I

2 Mei 2016
14.00 WIB

Evaluasi
S : klien mengatakan tubuhnya terasa lemas
O : KU : lemah
HR: 86 kali/menit
RR: 24 kali/menit
T : 37,5 C
TD :90/50 mmHg
Nerves Cranialis :
N II, III, : pupil isokhor, reflek cahaya menurun.
N III, IV, VI : gerak bola mata dalam batas normal.
Fungsi motorik :
Kekuatan :
3 5
4 5
Tonus :
n n
n n
Reflek Fisiologis :
+3
+3

+2
+2

Paraf

Reflek Patologis :
+
+

Fungsi koordinasi : sulit dievaluasi


Fungsi sensorik : menurun.
Fungsi otonom : cateter
A : masalah ketidakefektifan perfusi jaringan
serebral belum teratasi
P : lanjutkan intervensi monitor TTV dan KU,
kolaborasikan pemberian obat, posisi head up 30o

S : klien mengatakan masih lemas


O : Skor resiko jatuh =30, resiko jatuh sedang
A: masalah resiko jatuh teratasi sebagian
P :lanjutkan intervensi memodifikasi lingkungan
Dx.2

2 Mei 2016
14.00 WIB

klien
S = klien masih berbicara dengan suara yang
kurang jelas.
O = klien tampak kesulitan dalam mengucapkan kat
kata.
A = masalah gangguan komunikasi verbal belum

Dx.3

2 Mei 2016
14.00 WIB

teratasi
P = lanjutkan intervensi melakukan komunikasi
terapeutik yang dapat dipahami klien setiap akan
melakukan

tindaka

dan

mengajarkan

cara

melakukan komunikasi untuk mengungkapkan


Dx I

3 Mei 2016
14.00 WIB

keinginannya.
S = klien mengatakan badannya masih lemas
O = KU : baik
HR : 84 kali/menit
RR : 22 kali/menit
TD: 110/80 mmHg

T : 36,7 o C
Nerves Cranialis :
N II, III, : pupil isokhor, reflek cahaya menurun
N III, IV, VI : gerak bola mata dalam batas normal.
Fungsi motorik :
Kekuatan :
3 5
4 5
Tonus :
n n
n n
Reflek Fisiologis :
+3
+2
+3
+2
Reflek Patologis :
+
+

Fungsi koordinasi : sulit dievaluasi


Fungsi sensorik : menurun
Fungsi otonom : cateter
A = masalah ketidakefektifan perfusi jaringan
serebral belum teratasi
P = lanjutkan intervensi monitor TTV dan KU,
kolaborasikan pemberian obat, posisi head up 30o
S = klien mengatakan masih lemas
O = Skor resiko jatuh = 30, resiko jatuh sedang
A = masalah resiko jatuh teratasi sebagian
P = lanjutkan intervensi memodifikasi lingkungan
klien
Dx.2 3 Mei 2016
14.00 WIB

S = klien mengatakan keinginannya dengan kurang


jelas.
O = klien tampak masih kesulitan berbicara.
A = masalah gangguan komunikasi verbal belum
teratasi
P = lanjutkan intervensi melakukan komunikasi
terapeutik yang dapat dipahami klien saat akan

Dx.3 3 Mei 2016

melakukan tindakan.

14.00 WIB

Dx I

4 Mei 2016

S = klien mengatakan masih lemas

14.00 WIB

O = KU= baik
VT = 130/90 mmHg
HR = 84 kali/menit
RR = 21 kali/menit
T = 37o C
Nerves Cranialis :
N II, III, : pupil isokhor, reflek cahaya menurun
N III, IV, VI : gerak bola mata dalam batas normal.
Fungsi motorik :
Kekuatan :
3 5
4 5
Tonus :
n n
n n
Reflek Fisiologis :
+3 +2
+3 +2
Reflek Patologis :

+ + Fungsi koordinasi : sulit dievaluasi


Fungsi sensorik : menurun
Fungsi otonom : cateter
A = masalah ketidakefektifan perfusi jaringan
serebral belum teratasi
P = lanjutkan intervensi monitor TTV dan KU,
kolaborasikan pemberian obat, posisi head up 30o

S = klien mengatakan masih lemas


O = Skor resiko jatuh = 30, resiko jatuh sedang

Dx.2

A = masalah resiko jatuh teratasi sebagian


4 Mei 2016

P = lanjutkan intervensi memodifikasi lingkungan


klien

14.00 WIB
S = klien masih mengatakan kata-kata dengan
kurang jelas.

Dx.3

O = klien tampak kesusahan berbicara.


A = masalah gangguan komunikasi verbal

4 Mei 2016
14.00

P = lanjutkan intervensi melakukan komunikasi


terapeutik dan menggunakan bahasa dan ekspresi
yang dapat dipahami klien.