Anda di halaman 1dari 6

Penentuan Angka Kecukupan Gizi Abon Jantung Pisang dengan Ikan Layang

Sri Wulandari
Program Studi Budi Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautam
Universitas Airlangga
Pendahuluan
Angka kebutuhan gizi adalah banyaknya zat-zat gizi yang secara fisiologis dibutuhkan
seseorang untuk mencapai dan mempertahankan status gizi cukup Sedangkan angka
kecukupan gizi adalah kecukupan gizi untuk rata-rata penduduk menurut umur, gender, dan
keadaan fisiologis tertentu misalnya hamil dan menyusui (Almatsier et al.2011).
Jantung pisang di Indonesia jumlahnya melimpah sebanding dengan produksi buah
pisang di setiap tahunnya. Jumlah produksi buah pisang pada tahun 2012 di provinsi Jawa
Barat sendiri menghasilkan 11.928.602 ton, termasuk buah pisang yang dihasilkan di
kabupaten Purwakarta yaitu sebanyak 865.817 ton. Jumlah tersebut mencakup berbagai jenis
pisang yang dapat dimanfaatkan jantung pisangnya (BPS, 2014). Pemanfaatan jantung pisang
yang diolah menjadi produk pangan selain dapat meningkatkan nilai gizi jantung pisang juga
dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Produk pangan yang dikembangkan dari jantung
pisang salah satunya adalah abon dengan ikan Layang. Abon sebagai salah satu produk
industri pangan yang memiliki standar mutu yang telah ditetapkan oleh Departemen
Perindustrian.
Menurut Irianto dan Soesilo (2007), ikan layang memiliki kandungan gizi yang tinggi,
protein sebesar 22,0 %, kadar lemak rendah 1,7% sehingga lebih menguntungkan bagi
kesehatan.
Metode Pelaksnaan
1.
2.
3.

4.
5.
6.
7.

Buat populasi berdasarkan BMI dan jenis kelamin dari baseline praktikum acara I
Buat makanan berbasis produk perairan, kemudian tentukan kandungan makro dan
mikronutrienya atau ambil satu produk yang dipublikasi di artikel jurnal internasional
(dengan menunjukkan referensinya)
Tentukan takaran sajinya berdasarkan informasi acceptable daily intake perkomponen
nutrisi dari U.S. Department of Health and Human Services. Dimana komponen nutrisi
maksimum terkecil dari semua komponen maksimum nutrisi yang ditentukan digunakan
untuk menentukan takaran saji dengan menggunakan berat badan normal masyarakat
Indonesia. Berat Badan Normal masyarakat Indonesia (PERMENKES RI No. 75 tahun 2013)
Hitung kandungan makro dan mikronutrienya per takaran saji
Hitung kalori yang dihasilkan dari makanan yang anda buat per takaran saji
Hitung angka kecukupan gizi per komponen nutrisi berdasarkan PERMENKES RI
No. 75 tahun 2013
Buatlah informasi nilai gizi untuk produk yang diproduksi berdasarkan informasi
yang dibuat
pada point 3,4,5, dan 6 seperti gambar di bawah ini (Gambar 1)

Gambar 1. Contoh interpretasi nutrition fact (informasi


nilai gizi)

Analisa 1
Analisis prosimat Abon Jantung Pisang (Musa p.) dengan Ikan Layang (Decapterus sp.)
No.
Komponen
Nilai
1
Kadar air
5,359
2
Kadar abu
4,982
3
Lemak
54,169
4
Protein
19, 54
5
Serat kasar
17,81
6
Karbohidrat
18,104
Hasil dan Pembahasan
Dalam praktikum ini, mengidentifikasi serving size dan nilai AKG dari perempuan
umur 19-22 dan laki-laki umur 19-22 pada proksimat abon jantung pisan dengan ikan layang.
Berdasarkan tabel DRI yang ada hanya komponen serat kasar yang bisa di identifikasi
serving sizenya. Pada tabel DRI nilai serat kasar untuk laki-laki 38 RDA/AI g/d sedangkan
untuk perempuan 25 RDA/AI g/d. dan perhitungan serving sizenya sebagai berikut :
Laki laki
100/17,81 = x/38
17,81x = 3800
X= 213,36 g
Perempuan
100/17,81 = x/25
17,81x = 2500
X = 140,37 g

Tabel PERMENKES No. 75


Komponen
Kadar air
Kadar abu
Lemak
Protein
Serat kasar
kaorbohidrat

Laki-laki 19-22
2500
91
62
38
375

No.

komponen

Nilai/100 g

1
2
3
4
5
6

Kadar air
Kadar abu
Lemak
Protein
Serat kasar
karbohidrat

5,359 (6)
4,982
54,169 (54)
19, 54 (20)
17,81(18)
18,104 (18)

Energi yang dihasilkan


Komponen
Karhohidrat
Protein
Lemak

Perempuan 19-21
2300
75
56
32
309

Laki-laki
(per 50 g)
3
27
10
9
9

Laki-laki
9 x 4 = 36 kkal
10 x 4 = 40 kkal
27 x 9 = 243 kkal

Perempuan
(per 25 g)
1,5
13,5
5
4,5
4,5
Perempuan
4,5 x 4 = 18 kkal
5 x 4 = 20 kkal
13,5 x 9 = 121,5 kkal

Menentukan Angka Kecukupan Gizi ( AKG ) berdasarkan PERMENKES 75


AKG (%)
No.
Komponen
1
Karbohidrat
2
Protein
3
Serat kasar
4
Lemak
5
Kadar air

Laki-laki
(9/375) x 100% = 2,4 %
(10/62) x 100 % = 16,1 %
(9/38) x 100 % = 7,9 %
(27/91) x 100% = 29,7 %
(3/2500) x 100% = 0,12 %

Perempuan
(4,5/309) x 100% = 1,4 %
(5/56) x 100% = 8,9 %
(4,5/32) x 100% = 14 %
(13,5/75) x 100% =18 %
(1,5/2300) x 100% = 0,06 %

Jantung pisang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, khususnya bagi yang ingin
menjalankan program diet, karena jantung pisang mengandung serat tinggi dan hanya sedikit
lemak serta rendah proteinnya, beberapa jenis jantung pisang mengandung protein, lemak,
karbohidrat, mineral, dan beberapa vitamin yang bermafaat bagi tubuh manusia (Apriliani
(2013),. Sedangkan menurut Novitasari, dkk (2013) jantung pisang juga mengandung serat
yang cukup tinggi. Kandungan serat dalam jantung pisang dapat memperlancar pencernaan
serta mengikat lemak dan kolesterol untuk dibuang bersama kotoran. Jantung pisang juga
dapat menghindarkan kita dari penyakit jantung dan stroke karena dapat memperlancar
sirkulasi darah dan bersifat antikoagulan (mencegah penggumpalan darah).

Faktor-faktor yang mempengaruhi standar mutu abon antara lain kadar air yang
mempengaruhi daya simpan dan keawetan abon, kadar abu yang dapatmenurunkan derajat
penerimaan dari konsumen, kadar protein yang berperansebagai petunjuk beberapa jumlah
daging/ikan yang digunakan untuk abon serta kadar lemak yang berhubungan dengan bahan
baku yang digunakan, ada tidaknya menggunakan minyak goreng dalam penggorengan.
Standar mutu Abon dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Berdasarkan Standar Industri Indonesia untuk Abon No 0368-80,0368-85 :

Kebutuhan gizi per hari mengacu pada kebutuhan perhari untuk konsumen umum dari
BPOM (2005) yaitu karbohidrat 300 g (1200 kkal), protein 60 g (240 kkal), dan lemak 62 g
(560 kkal), komposisi gizi abon jantung pisang dengan ikan Layang yaitu, untuk laki-laki
karbohidrat 36 kkal, protein 40 kkal dan lemak 243 kkal. Sedangkan untuk perempuan
karbohidrat 18 kkal, protein 20kkal dan lemak 121,5 kkal. Hal tersebut berarti komponen
karbohidrat dan protein masih kurang memenuhi kebutuhan gizi perhari sedangkan untuk
komponen lemak sudah memenuhi syarat untuk kebutuhan konsumsi per hari. Jika energinya
diakumulasi masih belum mencapai standart yang ada pada PERMENKES no.75 tahun 2013.
Berdasarkan perhitungan takaran saji berdasarkan acceptable daily intake U.S.
Departement of Health and Human Services nilai takaran saji untuk laki-laki maksimal
213,36 g per hari, sedangkan perempuan maksimal 140,37 g per hari. Jika takaran saji
diperkecil 50 g per hari untuk laki-laki maka presentase AKGnya sebagai berikut, karbohidrat
2,4%, lemak 29,7%, protein 16,1% dan serat kasar 7,9%. Sedangkan jika takaran saji
diperkecil 25 g per hari untuk perempuan maka presentase AKGnya sebagai berikut
karbohidrat karbohidrat 1,4%, lemak 18%, protein 8,9% dan serat kasar 14%. Hal tersebut
berarti komponen yang ada pada produk abon jantung pisang dengan ikan Layang masih
belum memenuhi kriteria dari PERMENKES no. 75 tahun 2013. Tetapi, sumber energi dan
gizi tidak hanya diperoleh dari satu jenis makanan, karena biasanya seseorang mengkonsumsi
lebih dari satu jenis makanan dan dimana setiap makanan mempunyai kandungan energi dan
gizi yang berbeda-beda.

Referensi
[BSN] Badan Standardisasi Nasional. 1995. Standar Mutu Abon. SNI 01-3707-1995. Jakarta:
Badan Standardisasi Nasional
Almatsier S, Soetardjo S, Soekatri M. 2011. Gizi Seimbang dalam Daur
Kehidupan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Badan Pusat Statistik. 2014. Potensi Pisang di Jawa Barat. BPS Provinsi Jawa Barat:
Bandung.
BPOM RI. (2005). Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik
Indonesia Nomor HK 00.05.41.1384 tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran
Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka. Jakarta : Kepala BPOM.
Irianto, E. H. dan Soesilo. 2007. Dukungan Teknologi Penyediaan Produk Perikanan. Badan
riset kelautan dan perikanan. Bogor. [Jurnal].
Novitasari, A., Afin, A. M. S., Apriliani, L. W., Purnamasari, D., Hapsari, E., dan Ardiyani, N.
D. 2013. Inovasi dari Jantung Pisang (Musa spp.). Jurnal Kesmadaska 96-99.
Mentri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 75 Tahun 2013 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Bangsa
Indonesia . Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia , 2013.

LAPORAN PRAKTIKUM

GIZI IKANI

Penyusun :
SRI WULANDARI 141411131189

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI HASIL


PERIKANAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN KELAUTAN
UNIVERISTAS AIRLANGGA
SURABAYA
2016