Anda di halaman 1dari 5

RESUME

Rekombinasi
Untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Genetika II
Yang dibina oleh Prof. Dr. Siti Zubaidah M, Pd dan Andik Wijayanto M.Si
Oleh
Kelompok 9
Nur Fadhilah

(140341601107)

Widiawati Suharto

(140341603690)

UNIVERSTAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Oktober 2016

BAB 7
REKOMBINASI : PENGERTIAN, HUBUNGAN DENGAN MUTASI, PERAN
TERHADAP PROSES EVOLUSI SERTA KEJADIANNYA

1. Pengertian Rekombinasi dan Hubungannya dengan Mutasi


Rekombinasi merupakan pembentukan asosiasi baru dari molekul-molekul
DNA atau kromosom. Akibat dari proses terjadinya rekombinasi ini adalah terbentuknya
kombinasi-kombinasi gen yang baru pada kromosom.
Rekombinasi sebenarnya tidak memiliki hubungan dengan mutasi, namun
adanya rekombinasi menyebabkan perubahan ekspresi fenotipik yang biasanya
merupakan efek dari terjadinya mutasi. Karena pada proses rekombinasi terjadi penataan
kembali materi genetic.
2. Peran Rekombinasi terhadap Proses Evolusi
Rekombinasi merupakan sumber dari variasi genetic. Selain itu rekombinasi
juga berperan dalam memperbaiki urutan nukleotida yang rusak karena adanya mutasi.
Dengan mengganti bagian yang rusak dengan sepenggal unting DNA yang beradal dari
kromosom homolog akan memiliki pengaruh yang luar biasa. Tidak hanya memperbaiki
pasangan nukleotida yang rusak saja tetapi juga bisa mengatur ekspresi gen.
Proses terjadinya rekombinasi melibatkan dua DNA yang berbeda tetapi
berasal dari suatu daerah yang homolog. Pada daerah homolog itu urut-urtan nukleotida
sama atau sekurang-kurangnya sangat mirip. Dua molekul itu berjajar berdampingan serta
berinteraksi melalui pertukaran bagian-bagian polinukleotidak yang identic. Pertukaran
ini dikatalis oleh enzim endonuclease serta dibantu oleh pergeseran unting yang berakibat
terbentuknya suatu percabangan pindah silang. Adanya percabangan pindah silang
menghasilkan heterodupleks yang didalamnya polinukleotida yang terpuus dibagi
diantara kedua helix ganda. Kemudian celah yang terbentuk ditutup oelh enzim ligase
DNA. Selanjutnya unting-unting ditukar melalui migrasi cabang, yang dalam hal ini titik
pindah silang bermigrasi sepanjang kedua molekul. Model ini merupakan urutan model
Holliday.

BAB 8
REKOMBINASI PADA MAKHLUK HIDUP EUKARIOTIK
1. Pindah Silang pada Meiosis Makhluk Hidup Eukariotik
Pindah silang terjadi selama sinapsis dari kromosom-kromosom homolog pada zygote
dan pachiten dari profase 1 meiosis. Peristiwa pidah silang inni tidak akah terlihat jika
terjaid pada kromosom sesaudara (sister chromosome). Peristiwa pindah silang ini hanya
akan terlihat jika terjadi pada kromosom tidak sesaudara. Pada kebanyakan individu
jantan dari jenis Diptera salah satunya marga Drosophila peristiwa pindah silang ini tidka
pernah terjadi.
Pindah silang pada makhluk hidup eukariotik berlangsung selama tahap tetrad pasca
replikasi
untuk membuktikannya digunakan jamur dari kelas Ascomycetes yaitu Neurospora
crasa. Digunakan jamur ini karena 5 alasan :
1. Meiosis terjadi setelah fusi kedua inti haploid menajdi inti diploid. Kejadian
meiosisnya sama dengan yang terjdai pada tumbuhan tingkat tinggi dan hewan tingkat
tinggi. Sehingga jamur ini dapat mewakili hewan dan tumbuhan secara langsung.
2. Ascospora-ascospora (haploid) haisl meiosis tersusun linier didalam ascus. Setiap
ascus megandung 4 ascospora yang dapat dipilah-pilah dan dikaji.
3. Ascospora-ascospora haploid tumbuh da berkembang menghasilkan miselia
multiseluler, yang seluruh selnya tetap haploid . sehingga genotip dari amsing-maisng
produk meiosis dapat dideteksi secara langsung.
4. N. crasa dapat tumbuh dalam medium sederhana
5. N. crasa berkembang biak secara kawin maupun tak kawin sehingga strain dengan
genotip tertentu dapat dipertahankan.

Ascospora dalam tiap ascus dapat dikaji. Ini berarti ascospora dapat diisolasi,
ditumbuhkan dan diamati ciri-cirinya. Sehinngga dari satu ascus diperoleh 4 data (disebut

data tetrad).
2 faktor (gen) yang terletak pada kromosom yang sama digunakan sebagai penanda.
Jika pindah silang terjadi sebelum replikasi semua hasil meiosis memperlihatkan ciri tipe
rekombinan. Tetapi jika pindah siang terjadi setelag repiaksi maka hanya dua dari empat

dari hasil meiosis yang memperlihtakan tipe rekombinan.


Data menunjukkan jarang dijumpai tetrad yang seluruhnya ascospora rekombinan. Ini
bukti bahwa pindah silang berlanngsung saat meiosis.

Pemetaan Kromosom

Pemetaan kromosom dibuat erdasarkan frekuensi rekombinan akibat adanya pindah silang.
Sehingga dalam pembuatannya memanfaatkan data frekuensi rekombinan hasil persilangan .
frekuensi rekombinan adalah jarak relative antara dua faktor pada suatu kromosom. Jarak
relative ini nanti akan digunakan untuk memperlihatkan posisi relative faktor-faktor pada
kromosom itu, dengan salah satu faktor secara architrer dipandang sebgai posisi awal atau
0.0. dengan demikian persilangan yang digunakan aalah minimal yang secara khusus
memperlihatkan dua tanda beda pada suatu kromosom. Sehingga minimal persilangan adalah
dihibridisasi pada kromosom yang sama.
Pemetaan kromosom yang memanfaatkan sarana persilangan trihibridisasi
Pemetaan kromosom pada persilangan trihibridisasi dasarnya sama dengan dihibridisasi. hany
apada percobaan yang dilakuka ini hanya untuk menekankan, jika benar-benar terjadi
peristiwa pindah silang pada percobaan dihibridisasi yang dilakuakan. Dalam percobaan yang
dilakukan frekuensi kurang dari 50% karena memang faktor-faktor yang menjadi dasar
terletak pada pada satu kromosom. Namun pada hasilna menunjukkan adanya peristiw
apindah silang pada individu betina selama meiosis. Terlihat bahwa muncul tipe-tipe
rekombinan.

Pertanyaan
1. Rekombinasi mengubah susunan basa nukleotida pada DNA, tetapi mengapa
rekombinasi tidak dikatakan sebgai mutasi?
Jawab : karena peristiwa rekominasi tidak semata-mata terjadi tanpa adanya sebeb
dan mekanisme yang jelas. Peristiwa ini terjadi karena dikatalis oleh enzim tertentu
sedangkan mutasi terjadi begitu saja tidak ada coding terjadinya mutasi sebelumnya.
Dan rekombinasi juga merupakan suatu sarana perbaikan susunan basa nukleotida
yang rusak karen aadanya mutasi. Karena peristiwa rekombinasi yang diatur inilah
walaupun rekombinasi mengubah susunan basa nukleotida, rekombinasi tidak
dikatakan sebagai mutasi.
2. Apakah rekombinasi selalu menghasilkan sesuatu yang baik?
Jawab ; belum tentu, karena dengan adanya rekombinasi ini tidka hanya megubah
susunan dari basa nukleotida saja tetapi juga bisa mengubah ekspresi dari gen karena
adanya perubahan coding. Karena adanya pergantian bisa saja adanya rekombinasi ini
engakibatkan munculnya suatu ekspresi fenotip yang merugikan makhluk hidup.
Karena belum ada bukti yang menyatakan jika rekombinsai selalu berakibat baik bagi
makhluk hidup.