Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Perkembangan akan kebutuhan informasi keuangan serta tuntutan transparansi dalam

pengelolaan keuangan pemerintahan sangat dibutuhkan saat ini. Kebutuhan informasi keuangan
dan transparansi merupakan bentuk pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat dalam
mengukur kinerja pemerintahan selama periode tertentu. Informasi mengenai kinerja
pemerintahan dapat diperoleh dari teknologi informasi yang berkembang saat ini. Tuntutan
akuntanbilitas publik terkait pemberian informasi kepada publik dalam rangka pemenuhan hakhak publik. Dalam memperoleh hak nya tersebut, melihat perkembangan teknologi informasi
saat ini semakin cepat informasi yang didapatkan oleh masyarakat mengenai kinerja
pemerintahan. Maka, tuntutan untuk menyediakan informasi keuangan dan akuntansi sangat
diperlukan.
Entitas bisnis saat ini sangat berkembang pesat sehingga peran akuntansi didalamnya pun
sangat dibutuhkan. Akan tetapi sebaliknya, perkembangan akuntansi pemerintahan tidak terlalu
cepat dibandingkan dengan entitas bisnis. Hal ini disebabkan oleh karakteristik yang tidak
banyak mengalami perubahan. Namun, tuntunan masyarakat semakin tinggi terhadap informasi
yang disajikan oleh pemerintahan. Kebutuhan akan akuntansi pemerintahan akan sangat
dibutuhkan dengan semakin besarnya dana yang dikelola oleh pemerintahan. Maka, dibutuhkan
akuntan professional dalam pemerintahan dalam menghasilkan informasi keuangan yang lebih
baik, sehingga tuntunan akuntabilitas dan transparansi keuangan dapat terpenuhi dengan baik.
1.2

Tujuan

Tujuan dari penyusunan makalah ini, antara lain :


a.

Mengetahui dan memahami gambaran umum mengenai akuntansi pemerintahan.

b.

Mengetahui dan memahami tujuan akuntansi pemerintahan.

c.

Mengetahui dan memahami karakteristik, perbedaan, faktor yang mempengaruhi, dan


syarat akuntansi pemerintahan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Akuntansi Pemerintahan
Bachtiar Arif dkk (2002:3) mendefinisikan akuntansi pemerintahan sebagai suatu aktivitas
pemberian jasa untuk menyediakan informasi keuangan pemerintah berdasarkan proses
pencatatan, pengklasifikasian, pengikhtisaran suatu transaksi keuangan pemerintah serta
penafsiran atas informasi keuangan tersebut.
Abdul Halim (2002:143) menyebutkan bahwa Akuntansi Pemerintahan adalah sebuah
kegiatan jasa dalam rangka menyediakan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan
dari entitas pemerintah guna pengambilan keputusan ekonomi yang nalar dari pihak-pihak yang
berkepentingan atas berbagai alternatif arah tindakan.
Jadi, akuntansi pemerintahan merupakan jasa yang diberikan dalam penyediaan informasi
keuangan pemerintah dalam membantu pengambilan keputusan yang dapat dijadikan alternatif
pemilihan dalam menentukan suatu kebijakan.
2.2

Tujuan Akuntansi Pemerintahan


Tujuan akuntansi pada sektor publik oleh American Accounting Association

(1970) dalam Glynn (1933) dalam buku Akuntansi Sektor Publik yang dialih
bahasakan oleh Mardiasmo (2002: 14) menyatakan:

1. Pengendalian Manajemen (Manajemen Control)


Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efisien, dan
ekonomis atas suatu operasi dan alokasi sumber daya yang dipercayakan kepada
organisasi.
2. Akuntanbilitas (Accountability)
Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manager untuk melaporkan
pelaksanaan tanggungjawab mengelola secara tepat dan efektif. Program dan
penggunaan sumber daya yang menjadi wewenangnya, dan memungkinkan bagi

pegawai pemerintah untuk melaporkan kepada publik atas hasil oeprasi pemerintah dan
penggunaan dana publik.
Akuntansi sektor publik terkait dengan tiga hal pokok, yaitu penyediaan informasi,
pengendalian manajemen dan akuntabilitas. Akuntanbilitas sektor publik merupakan alat
informasi baik bagi pemerintah sebagai manajemen maupun alat informasi bagi public. Bagi
pemerintah, informasi akuntansi digunakan dalam proses pengendalian manajemen mulai dari
perencanaan strategic, pembuatan program, penganggaran, evaluasi kinerja, dan pelaporan
kinerja.

2.3

Karakteristik Akuntansi Pemerintahan


Akuntansi Pemerintahan memiliki karakteristik tersendiri jika dibandingkan dengan

akuntansi bisnis. Berdasarkan tujuan akuntansi pemerintah diatas, Bachtiar Arif, Muclis, dan
Iskandar (2002:7) menyebutkan beberapa karaktristik akuntansi pemerintahan yaitu sebagai
berikut:
1. Pemerintah tidak berorientasi pada laba sehingga dalam akuntansi pemerintah tidak ada
laporan laba (income statement) dan (treatment) akuntansi yang berkaitan dengannya.
2. Pemerintah membukukan anggaran ketika anggaran tersebut dibukukan.
3. Dalam akuntansi pemerintahan dimungkinkan mempergunakan lebih dari satu jenis dana.
4. Akuntansi pemerintahan akan membukukan pengeluaran modal.
5. Akuntansi pemerintahan bersifat kaku karena sangat bergantung pada peraturan perundangundangan.
6. Akuntansi pemerintahan tidak mengenal perkiraan modal dan laba yang ditahan dalam
neraca.
2.4

Perbedaan Akuntansi Pemerintahan


Perbedaan Akuntansi pemerintahan dan akuntansi komersial menurut BPKP (2002:41)

adalah sebagai berikut :


Akuntansi Bisnis

Akuntansi Pemerintahan

Tujuannya adalah laba atau keuntungan

Tujuannya adalah peningkatan pelayanan dan


3

kesejahteraan masyarakat.
Terdapat akuntansi anggaran

Tidak mengenal akuntansi anggaran

Accounting)
Mendahulukan subtansi kejadian daripada Mendahulukan

aturan

(Budgetary

daripada

substansi

bentuk formalnya.
kejadian.
Mengenal adanya modal pemilik, dan setiap Tidak mengenal modal pemilik, ekuitas dana
perubahannya

mencerminkan

perubahan adalah merupakan selisih antara aset dan

kekayaan pemiliknya.

hutang,

yang

fungsinya

hanya

sebagai

penyeimbang.
Modal pemilik dapat diambil sewaktu-waktu Ekutias dana tidak dapat dibagikan kepada
oleh pemiliknya.

pemiliknya.

Sasaran pemerintah sebagai salah satu bentuk organisasi sektor publik berbeda dengan
organisasi dalam pengelolaan keuangan manajemen. Organisasi bisnis bertujuan meningkatkan
nilai perusahaan, dengan meningkatkan laba dan arus kas hasil operasi secara berkelanjutan.
Sedangkan pemerintahan memiliki tujuan secara umum untuk mensejahterakan rakyat. Untuk
mewujudkan hal tersebut, rakyat membuat aturan umum yang harus dipatuhi pemerintah, berupa
kontribusi atau Undang-Undang Dasar dan Undang-undang peraturan-peraturan lainnya.
Meskipun tujuan kedua organisasi berbeda, tujuan akuntansi bisnis pada hakikatnya
adalah sama, yaitu memberikan informasi keuangan atas transaksi keuangan yang dilakukan oleh
organisasi kepada para penggunanya dalam rangka pengambilan keputusan. Aktifitas organisasi
pemerintah dilakukan semata-mata untuk menyediakan layanan dan meningkatkan layanan
tersebut dimasa yang akan datang, laba bukan merupakan orientasi utama. Hal ini sangat berbeda
dengan organisasi financial karena tingkat keberhasilan organisasi diukur dari laba yang
diperolehnya. Karena laba bukan merupakan orientasi utama, organisasi pemerintah tidak
mengadakan perhitungan dan pelaporan laba rugi.
Kesimpulan dari perbedaan utama akuntansi pemerintahan dan akuntansi perusahaan
yaitu terletak pada kegiatan-kegiatan pemerintahan pada umumnya tidak tujukan untuk mencari
laba sebagaimana halnya pada kegiatan-kegiatan perusahaan. Sedangkan, dalam Undang-Undang
Nomor 32 Tahun 2004 pasal 184 ayat 3 mengatakan bahwa: akuntansi pemerintah ditetapkan
dengan Peraturan Pemerintah.
2.5

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Akuntansi Pemerintahan


4

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi akuntansi pemerintahan dikemukakan Bahtiar


Arif (2002:6) adalah sebagai berikut :
1. Sistem Pemerintahan
Sistem pemerintahan sangat mempengaruhi akuntansi pemerintahan. Didalam sistem
monarchi atau kerajaan, akuntansi pemerintahan banyak dipengaruhi oleh raja jika dibandingkan
dengan sistem demokrasi parlementer atau presidentil yang banyak dipengaruhi oleh lembaga
eksekutif dan legislatif yang mengalami chek and balance.
2. Sifat Sumber Daya
Sumber daya akuntansi pemerintahan bersifat tidak berhubungan langsung dengan hasilnya.
Seorang warga yang menyetorkan pajak tidak mengharapkan kontak prestasi langsung dan
kontribusi tersebut. Berbeda dengan akuntansi bisnis yang sumber dayanya terkait secara
langsung dengan hasilnya seperti adanya dividen.
3. Politik
Akuntansi pemerintahan sangat dipengaruhi oleh politik sebagai contoh adalah anggaran yang
sarat aspek politik . anggaran diartikan sebagai alat politik, maka dalam proses persetujuan
anggaran, terjadi negoisasi politik antara lembaga legislatif yang terdiri dari wakil politik dan
pemerintah.
2.6

Syarat Akuntansi Pemerintahan


Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pemerintah sesuai dengan karakteristik dan

betujuan untuk memenuhi akuntabilitas keuangan negara yang memadai. Perserikatan BangsaBangsa (PBB) mengeluarkan suatu pedoman untuk akuntansi pemerintahan (A Manual
Governmental Accounting) yang diringkas dalam Bachtiar Arif, Muclis, dan Iskandar (2002: 9)
yaitu :
1. Dapat memenuhi persyaratan UUD, UU, dan Peraturan lain. Akuntansi pemerintahan
dirancang untuk persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh UUD, UU, dan Peraturan lain.
Apabila terdapat dua pilihan yaitu untuk kepentingan efisiensi dan ekonomis di satu sisi,
sedangkan disisi lain hal tersebut bertentangan dengan UUD, UU atau Peraturan lainnya,
maka akuntansi tersebut harus disesuaikan dengan UUD, UU dan Peraturan lainnya.
2. Dikaitkan dengan klasifikasi anggaran Sistem Akuntansi Pemerintah harus dikembangkan
sesuai dengan klasifikasi anggaran yang telah disetujui pemerintah dan lembaga legislatif.
5

Fungsi anggaran dan akuntansi harus saling melengkapi di dalam pengelolaan keuangan
negara serta harus diintegrasikan.
3. Perkiraan-perkiraan yang harus diselenggarakan Sistem Akuntansi Pemerintah harus
mengembangkan perkiraanperkiraan untuk mencatat transaksi uang terjadi. Perkiraanperkiraan yang dibuat harus dapat menunjukkan akuntabilitas keuangan negara yang andal
dari sisi obyek dan tujuan penggunaan dana serta pejabat atau organisasi yang mengelolanya.
4. Memudahkan pemeriksaan oleh aparatur negara Sistem akuntansi pemerintah yang
dikembangkan harus memungkinkan aparat pemeriksaan untuk melakukan tugasnya.
5. Sistem akuntansi harus terus dikembangkan Dengan adanya perubahan lingkungan dan sifat
transaksi, sistem akuntansi pemerintahan harus terus disesuaikan dan dikembangkan 15
sehingga tercapai efisiensi, efektivitas dan relevansi.
6. Perkiraan-perkiraan yang harus dikembangkan secara efektif Sistem akuntansi pemerintahan
harus mengembangkan perkiraanperkiraan secara efektif sehubungan dengan sifat dan
perubahan lingkungan sehingga dapat mengungkapkan hasil ekonomi dan keuangan dari
pelaksanaan suatu program.
7. Sistem harus dapat melayani kebutuhan dasar informasi keuangan guna pengembangan
rencana dan program. Sistem akuntansi pemerintahan harus dikembangkan untuk para
pengguna informasi keuangan, yaitu pemerintah, rakyat (lembaga legislatif), lembaga donor,
Bank Dunia, dan lain sebagainya.
8. Pengadaan suatu perkiraan Perkiraan-perkiraan yang dibuat harus memungkinkan analisis
ekonomi atas data keuangan dan mereklasifikasi transaksi-transaksi pemerintah baik pusat
maupun daerah dalam rangka pengembangan perkiraan-perkiraan nasional.

BAB III
PENUTUP
6

3.1

Kesimpulan
Jadi, tuntutan akan transparansi dan akuntabilitas publik sangat diperlukan oleh

masyarakat terhadap kinerja pemerintahan dalam periode tertentu. Maka, peran akuntansi
pemerintahan sangat dibutuhkan dalam menghasilkan suatu laporan yang berkualitas dan dapat
memberikan informasi yang andal dan relevan terhadap pemerintahan. Tujuannya adalah untuk
mengelola secara tepat, efisien, dan ekonomis atas suatu operasi dan alokasi sumber daya yang
dipercayakan kepada organisasi. Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manager
untuk melaporkan pelaksanaan tanggungjawab mengelola secara tepat dan efektif. Program dan
penggunaan sumber daya yang menjadi wewenangnya, dan memungkinkan bagi pegawai
pemerintah untuk melaporkan kepada publik atas hasil operasi pemerintah dan penggunaan dana
publik. Diharapkan keputusan yang diambil pun merupakan keputasan yang tepat dalam
menghasilkan kebijkan-kebijakan untuk kepentingan publik.