Anda di halaman 1dari 6

POIN-POIN DALAM SURAT KUASA

Kepala Surat dan Identitas Pemberi dan Penerima Kuasa


1. Judul "surat kuasa khusus"
2. Identitas dan kapasitas Pemberi Kuasa
3. Kedudukan Hukum Pemberi Kuasa
4. Singkatan "Pemberi Kuasa"
5. Pemberian Kuasa Khusus kepada Penerima Kuasa
6. Identitas Penerima Kuasa
7. Kedudukan hukum Penerima Kuasa
8. Singkatan "Penerima Kuasa"
9. "KHUSUS"
Dasar Gugatan
10. Bertindak mewakili an. Pemberi Kuasa.
11. Dasar gugatan
12. Domisili hokum pengadilan
13. Identitas dan kedudukan hukum Tergugat
Pokok Kuasa yang diberikan
14. Hak subtitusi
15. Hak Retensi
Penutup
16. Tempat dan Tanggal ttd
17. Ttd Penerima Kuasa
18. Ttd Pemberi Kuasa
19. Materai

SURAT KUASA KHUSUS (1)


Bahwa kami yang bertandatangan di bawah ini :
I Made Andhika Darma Perkasa, SH, SE. Mkn, dalam kapasitasnya sebagai Direktur
Utama PT. MAJUTERUS, sebagaimana termaktub dalam Anggaran Pendirian PT.
MAJUTERUS no. 123 tanggal 2 Januari 2015, yang berkantor pusat di Jl. Jenderal
Sudirman Kav 1, Jakarta Pusat (2), untuk selanjutnya disebut sebagai PEMBERI
KUASA (3)
Dalam hal ini memilih kedudukan hukum sebagaimana tersebut di bawah ini dan
dengan ini memberikan kuasa kepada: (4)
Johansyah, SH.
Supriadi, SH, Mkn.
Andi Sarwono, SH, MH (5)
Para Advokat pada Kantor Hukum Andhika Darma & Rekan (ADR) yang
berkedudukan hukum di Jl. Setiabudi No. 46, Jakarta Pusat (6). Dalam hal ini
bertindak secara bersama-sama maupun secara sendiri-sendiri (7), untuk
selanjutnya disebut sebagai PENERIMA KUASA (8)
K H U S U S (9)
Bertindak mewakili untuk dan atas nama PEMBERI KUASA untuk membela
kepentingan PEMBERI KUASA sebagai Penggugat (10) untuk mengajukan gugatan
wanprestasi (ingkar janji) (11) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, berdasarkan
Perjanjian Pinjam Meminjam No. 123 tanggal 12 Januari 2015 (12) terhadap:
RAJA NGUTANG, dalam kapasitanya sebagai Direktur Utama PT SUKARMAJU
sebagaimana termaktub pada Anggaran Perubahan Terakhir PT. SUKARMAJU No.
123 tanggal 12 Desember 2009, yang berkantor pusat di Jl. Menteng 13, Jakarta
Pusat (13).
Untuk itu, PENERIMA KUASA diberikan kewenangan untuk mewakili dan
memperjuangkan kepentingan hukum PEMBERI KUASA,
a. Membuat, mengajukan, dan menandatangani surat-surat, gugatan, replik,
kesimpulan,
b. Menghadap di muka pengadilan,
Menghadiri persidangan,
Menghadap hakim-hakim, panitera-panitera, pejabat-pejabat,
Meminta keterangan-keterangan, penetapan, putusan,
Mengajukan saksi-saksi, bukti-bukti, akta-akta dan dokumen-dokumen,
Menghadiri, mengusulkan, menerima atau menolak perdamaian,
c. Menerima pembayaran dan menandatangani kuitansi.
Dan selanjutnya mewakili PEMBERI KUASA untuk mengambil segala tindakan yang
lazim pekerjaan seorang Advokat sepanjang untuk mempertahankan kepentingan
hukum PEMBERI KUASA dan tidak bertentangan dengan peraturan perundangundangan yang berlaku.

Surat Kuasa ini dibuat dengan Hak Subtitusi (14) dan Hak Retensi (15)
Jakarta, 11 Maret 2015 (16)
PENERIMA KUASA (17)
(18)

PEMBERI KUASA

MATE
RAI (19)
Johansyah, SH.
Supriadi, SH, Mkn.
Andi Sarwono, SH, MH

I MADE ANDHIKA SH SE Mkn

POIN-POIN DALAM SURAT GUGATAN


Kepala Surat Dan Identitas Para Pihak
1. Kepada Yth. Bapak ketua Pengadilan
2. Kapasitas dan Domisili Kuasa Hukum
3. Dasar Surat Kuasa Khusus
4. Kapasitas dan domisili Pemberi Kuasa
5. untuk selanjutnya disebut PENGGUGAT
6. Kapasitas dan domisili Tergugat
7. untuk selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT
Dasar Gugatan
8. uraian kronologis perkara
9. uraian dasar hukum yang dilanggar
10. uraian kerugian yang ditimbulkan
11. uraian perlunya sita jaminan (apabila ada)
Petitum
12. Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
13. Menyatakan sah dan berharga Perjanjian xxx
14. Menyatakan Tergugat telah melakukan wanprestasi (ingkar janji) terhadap
PENGGUGAT
15. Menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi kepada PENGGUGAT sebesar
xxx
16. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan (conservatoir beslaag) terhadap
seluruh harta Tergugat
17. Menghukum Tergugat untuk membayar seluruh biaya perkara.
Penutup
18. Apabila Yang Mulia Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang
seadil-adilnya (ex aquo et bono)
19. Hormat kami TTD Lawyer

SURAT GUGATAN
Jakarta, 12 Maret 2015
Kepada Yth.
Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (1)
Di Jl. Gajahmada, Jakarta Pusat
Dengan hormat,
Bahwa kami yang bertandatangan di bawah ini. Andhika dan Supriadi, SH, MH,
masing-masing Advokat pada Kantor Hukum ADP & Partner, berkedudukan di Jl.
Menteng, Jakarta (2) berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 2 Januari 2015 (3)
bertindak untuk dan atas nama klien kami :
ANDHIKA DARMA, Direktur Utama BNI, dalam hal ini bertindak dalam jabatannya
berdasarkan AD BNI, berkantor pusat di Jl. Sudirman, Jakarta Pusat (4), untuk
selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT (5)
Dalam hal ini ingin mengajukan gugatan wanprestasi pada Ketua Pengadilan Negeri
Jakarta Pusat, terhadap :
RAJA NGEMPLANG, Direktur Utama XYZ, dalam hal ini bertindak dalam jabatannya
berdasarkan AD XYZ, berkantor pusat di Jl. Setiabudi, Jakarta Selatan. (6), untuk
selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT (7).
DASAR GUGATAN
1. Bahwa PENGGUGAT adalah suatu perseroan terbatas berbentuk badan hukum
milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang perbankan yang salah satu
kegiatan menyalurkan kredit kepada masyarakat;
2. Bahwa TERGUGAT adalah suatu perseroan terbatas yang bergerak di bidang
perdagangan yang membutuhkan tambahan modal usaha.
3. Bahwa PENGGUGAT telah sepakat untuk memberikan pinjaman kredit kepada
TERGUGAT sebesar Rp. 200.000.000,- berdasarkan Perjanjian Kredit no. 123
tanggal 2 Januari 2014 (Perjanjian), dengan syarat dan ketentuan antara lain
sebagai berikut :
a. Bahwa atas pinjaman kredit dari PENGGUGAT tersebut, TERGUGAT berjanji
untuk membayar pokok dan bunga dengan cara mencicil sebesar Rp.
10.000.000,- per bulan selama 24 bulan, cfm Pasal 3 Perjanjian;
b. Bahwa guna menjamin pelunasan kredit oleh TERGUGAT, TERGUGAT telah
menyerahkan jaminan berupa sebidang tanah dan bangunan 1000m2, yang
terletak di Jl. Menteng , Jakarta, cfm. Pasal 5 Perjanjian.
4. Bahwa TERGUGAT telah melakukan pembayaran cicilan sebesar Rp.
10.000.000,- per bulan sejak tanggal 2 januari 2014 sampai dengan 2 april 2014
dengan total Rp. 40.000.000,-, namun sejak tanggal 2 mei 2014 sampai dengan
saat ini TERGUGAT tidak lagi melakukan pembayaran cicilan kepada
PENGGUGAT dengan sisa utang sebesar Rp. 160.000.000,-.(8)
5. Bahwa PENGGUGAT telah meminta itikad baik TERGUGAT untuk melaksanakan
kewajibannya denganmenyampaikan 3 (tiga) kali Somasi kepada TERGUGAT
pada tanggal xxxx, aaaa, bbbb. Namun somasi-somasi tersebut tidak pernah
ditanggapi oleh TERGUGAT.

6. Bahwa berdasarkan hal tersebut, telah nyata-nyata TERGUGAT telah melakukan


wanprestasi danPENGGUGAT berhak untuk mengajukan permintaan ganti
kerugian kepada TERGUGAT akibat wanprestasi, cfm Pasal 1243 KUH Perdata;
(9)
7. Bahwa dengan tindakan wanprestasi yang dilakukan oleh TERGUGAT, maka
PENGGUGAT telah menderita kerugian materiil sebesar Rp. 160.000.000,- dan
immateriil karena hilangnya kesempatan usaha PENGGUGAT sebesar Rp.
100.000.000,-, sehingga total kerugian yang diderita oleh PENGGUGAT adalah
sebesar Rp. 260.000.000,-.(10)
8. Bahwa untuk menjamin pembayaran ganti kerugian oleh TERGUGAT serta agar
gugatan a quo tidak sia-sia (illusoir) patut kiranya apabila Majelis Hakim Yang
Mulia berkenan untuk meletakkan sita jaminan (conservatoir beslaag) atas harta
benda TERGUGAT. (11)

1.
2.
3.
4.

5.
6.

PETITUM
Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka PENGGUGAT memohon kepada
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili
perkara a quo untuk memberikan putusan dengan amar sebagai berikut :
Menerima dan mengabulkan Gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya; (12)
Menyatakan sah dan berharga Akta Perjanjian No. Xxxx; (13)
Menyatakan bahwa TERGUGAT telah melakukan wanprestasi; (14)
Menghukum TERGUGAT untuk membayar ganti kerugian kepada PENGGUGAT
sebesar :
a. kerugian materiil sebesar Rp. 160.000.000,- dan
b. immateriil sebesar Rp. 100.000.000,-, (15)
Menyatakan sah dan berharga sita jaminan (conservatoir beslaag) terhadap harta
benda TERGUGAT;(16)
Menghukum TERGUGAT untuk membayar biaya perkara. (17)
Atau,
Apabila Majelis Hakim Yang Mulia yang memeriksa dan mengadili perkara ini
berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aquo et bono). (18)

KUASA HUKUM PENGGUGAT(19)

TTd